Wabup Gresik Tegaskan Kelompok Perempuan Memperoleh Akses yang Sama Program Pemerintah 

GRESIK,1minute.id – Aktivis perempuan di Gresik menggelar Forum Diskusi Kelompok Perempuan bertema “Sinergi Perempuan dalam Mewujudkan Pembangunan Inklusif”. Kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif ini digelar di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 25 November 2025.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, dalam sambutannya menekankan bahwa perempuan memiliki peran strategis di setiap lapisan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah ingin memastikan seluruh organisasi perempuan dapat mengakses program-program yang ada, baik program daerah maupun nasional.

“Semua organisasi perempuan di Gresik harus bisa mengakses program yang disediakan pemerintah. Baik itu program pemberdayaan, sosial, kesehatan, hingga program nasional. Kita ingin perempuan terlibat dan mendapatkan manfaat yang setara,” tegas dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Terkait layanan kesehatan, Ia kembali mengingatkan bahwa Pemkab Gresik telah menerapkan Universal Health Coverage (UHC). Masyarakat tidak perlu bingung mengenai kartu BPJS. “Cukup bawa KTP atau KK, sudah bisa mendapatkan layanan. Ini harus terus disampaikan kepada masyarakat kita,” ujarnya.

Wabup Alif mengajak kelompok perempuan untuk bersinergi dalam menyelesaikan persoalan sosial di Gresik. Ia menyampaikan data bahwa mulai Januari hingga November 2025 terdapat 1.350 kasus perceraian. Penyebabnya, antara lain, faktor utama ekonomi, kemudian judi, dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kondisi ini, menurutnya, harus menjadi perhatian bersama karena berdampak langsung terhadap ketahanan keluarga, kesejahteraan anak, dan stabilitas sosial.

“Kelompok perempuan memiliki kekuatan besar dalam edukasi dan pemberdayaan keluarga. Karena itu, mari bersama pemerintah menangani persoalan sosial ini,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Gresik Shinta Puspitasari menguraikan materi tentang pentingnya sinergi perempuan dalam memperkuat pembangunan inklusif.

Pembangunan inklusif harus memastikan semua warga. Termasuk kelompok anak, difabel, perempuan, lansia, dan kelompok rentan lainnya, memiliki hak yang sama dalam mengakses manfaat pembangunan.

“Sinergi membuka jalan bagi peluang yang lebih setara. Kelompok perempuan memiliki pengalaman besar dalam pemberdayaan masyarakat. Kolaborasilah yang mempercepat tercapainya inklusivitas,” ujar dokter Shinta, sapaan, istri Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif ini. (yad)

Wabup Gresik Tegaskan Kelompok Perempuan Memperoleh Akses yang Sama Program Pemerintah  Selengkapnya

Pegawai Setkab Gresik Jalani Pelatihan dan Pembinaan, Sekda : Tinggalkan Budaya Kerja Bertele-tele

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 73 pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda).Gresik menjalani Pelatihan dan Pembinaan. Acara dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman. 

Achmad Washil Miftahul Rachman, dalam arahannya menegaskan bahwa PNS dan PPPK adalah support sistem utama dalam memberi layanan terbaik kepada masyarakat maupun kepada pimpinan daerah. Aparatur di lingkungan Setda juga harus hadir sebagai tim yang solid, responsif, dan memiliki standar kerja yang tinggi.

Ia mengingatkan kembali pentingnya disiplin ASN sebagaimana diatur dalam PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Disiplin, merupakan dasar integritas dan kualitas kerja seorang aparatur.

“ASN memiliki peran sebagai pelayan masyarakat. Kita harus memastikan bahwa pelayanan berjalan dengan baik dan profesional. Disiplin adalah hal pertama yang harus dijaga, karena dari situlah integritas dan kualitas pelayanan akan terlihat,” tegasnya.

Tinggalkan budaya kerja bertele-tele dan mulai menerapkan pola kerja yang lebih produktif dan terukur. Para pegawai harus memiliki kemampuan adaptif terhadap dinamika pemerintahan yang sangat cepat. Setiap hari mereka bersinggungan dengan dokumen strategis, protokol pimpinan, hingga koordinasi lintas-OPD yang membutuhkan ketelitian, ketepatan, dan kecepatan respon. 

Karena itu, pembinaan seperti ini penting untuk membentuk pola kerja yang lebih rapi dan terstruktur.

Dalam kegiatan pelatihan dan pembinaan ini, pegawai yang terdiri dari 37 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan 36 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) ini mendapat materi yang dirancang untuk meningkatkan profesionalitas aparatur. Di antaranya Disiplin PNS, Komunikasi dalam Pelayanan Publik, Public Speaking, Service Excellence, Table Manner, serta Etika dan Kepribadian. Pelatihan dilaksanakan selama dua hari di kantor Bupati Gresik. (yad)

Pegawai Setkab Gresik Jalani Pelatihan dan Pembinaan, Sekda : Tinggalkan Budaya Kerja Bertele-tele Selengkapnya

Tekad Wujudkan Desa “Bersinar”, Pemdes Laban Gelar Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba 

GRESIK,1minute.id – Pemerintahan Desa (Pemdes) Laban, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik menggelar sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Balai Dese setempat pada Senin, 24 November 2025.

Tekad mereka menjadikan Desa Bersinar alias Desa Bersih dari Narkoba. Sosialisasi menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik ini diikuti perangkat desa, karang taruna, tokoh masyarakat, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Menganti Siti Choni berlangsung selama hampir dua jam.

Pj Kepala Desa Laban Hadi Purwanto mengatakan, penyalahgunaan narkoba menjadi ancaman serius bagi generasi muda dan masa depan bangsa. Narkoba bagaikan fenomena gunung es yang memiliki dampak semakin besar. “Dan, fenomena dapat membahayakan siapa saja, termasuk warga di desa kita,” kata Hadi Purwanto pada Senin, 24 November 2025.

Penyalahgunaan narkoba tidak hanya menghancurkan individu, tetapi juga memicu masalah sosial, kesehatan, dan keamanan di tengah masyarakat. “Kita tidak bisa menutup mata terhadap kenyataan ini. Perlu adanya sinergi dan kerja sama dari semua pihak, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, hingga orang tua, untuk bersama-sama memerangi narkoba,” ujar Hadi yang juga Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kecamatan Menganti ini.

Ia melanjutkan kegiatan sosialisasi adalah langkah awal yang sangat strategis. Sebab,  melalui acara ini, bisa mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya narkoba dari aspek kesehatan, hukum, dan dampaknya bagi kehidupan.

“Saya berharap, seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan tertib dan menyimak materi yang akan disampaikan oleh narasumber dengan saksama. Jangan ragu untuk bertanya dan berdiskusi, karena pengetahuan yang kita dapat hari ini akan menjadi bekal berharga untuk melindungi keluarga dan lingkungan kita,” katanya. 

Ia pun mengajak semua stakeholder untuk merapatkan barisan memerangi penyebaran narkoba. “Mari kita rapatkan barisan. Jadikanlah diri kita sebagai agen perubahan, sebagai kader anti narkoba, yang bisa memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitar,” tegasnya. Ia berharap hasil sosialisasi bisa menjadi virus positif bagi masyarakat di Desa Laban. 

“Sampaikan pengetahuan yang Anda dapatkan kepada keluarga, tetangga, dan teman-teman, terutama kepada generasi muda. Agar Desa kita Bersinar. Desa Bersih dari Narkoba,” tegasnya. (yad)

Tekad Wujudkan Desa “Bersinar”, Pemdes Laban Gelar Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba  Selengkapnya

Urai Banjir Perkotaan, Dinas CKPKP Gresik Bongkar Bangunan Rumah Warga di Kramat Langon yang Makan Saluran Air

GRESIK,1minute.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus mengurai penyebab banjir kota. Wabil khusus di kawasan heritage, Kampung Arab. Saluran air di kawasan itu kerap meluber ketika hujan.

Padahal, Pemkab Gresik telah melakukan revitalisasi saluran air dan bersih-bersih Kali yang berada di kawasan heritage itu. Antara lain, Kali Kramat Langon, Desa Gapurosukolilo, Kecamatan/Kabupaten Gresik. Hampir seminggu, petugas dari Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Gresik melakukan penyisiran. 

Hasilnya? Petugas CKPKP Gresik menemukan adanya saluran air bottleneck. Penyebab, terjadinya penyempitan Kali akibat termakan bangunan rumah warga setempat. Dinas CKPKP Gresik kemudian membongkar bangunan rumah permanen itu.

Kepala Dinas CKPKP Gresik Ida Lailatus Sa’diyah ketika dikonfirmasi membenarkan pembongkaran rumah seorang warga di Jalan Kramat Langon, Desa Gapurosukolilo, Kecamatan/Kabupaten Gresik itu. 

Ida Lailatus Sa’diyah mengatakan, saluran air yang semestinya lebar 3 meter kini tersisa 60 centimeter. “Saluran air termakan bangunan rumah selebar lebih dari 2 meteran,” katanya dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Senin, 24 November 2025. 

Sebelum dilakukan pembongkaran bangunan, kata Ida, pihaknya sesuai arahan dari Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani untuk melakukan pendekatan persuasif dan humanis kepada pemilik bangunan rumah. Melalui pendekatan persuasif Dinas CKPKP Gresik bersama Camat, Pemerintah Desa (Pemdes) Gapurosukolilo dan pemilik rumah mengakui kesalahan. 

Pada Jumat, 21 November 2025, pemilik rumah membuat surat pernyataan tidak keberatan bangunan rumah dibongkar. Selain, pemilik rumah juga tidak menuntut ganti rugi dalam pembongkaran bangunan rumah. “Karena pemilik rumah sudah menyatakan tidak keberatan dan tidak menuntut ganti rugi, bangunan rumah itu kami lakukan pembongkaran,” tegasnya. 

Bagaimana dengan pembangunam plengsengan Kali-nya? Ida mengatakan, pembangunan plengsengan akan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik. “Pembangunan plengsengan nanti akan dibangun oleh Pemkab Gresik melalui DPU,” ujarnya. (yad)

Urai Banjir Perkotaan, Dinas CKPKP Gresik Bongkar Bangunan Rumah Warga di Kramat Langon yang Makan Saluran Air Selengkapnya

Pemkab Gresik Bangun Gedung Sekolah Rakyat baru Lebih Modern, ada Fasilitas Mini Soccer, RTH hingga Bozem

GRESK,1minute.id – Siswa Sekolah Rakyat Menengah  Atas (SRMA) 30 Gresik bakal memiliki gedung anyar. Lokasinya di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. 

Gedung baru itu akan lebih megah, nyaman dan modern bila dibandingkan gedung  yang berada di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu. Fasilitas juga bakal lebih komplet. Selain ruang kelas, asrama siswa putra, putri dan guru, laboratorium, masjid, kantin. Gedung sekolah rakyat (SR) akan dilengkapi fasilitas lapangan basket, mini soccer hingga ruang terbuka hijau (RTH). 

Semua fasilitas itu dibangun di atas lahan seluas lebih dari 5 hektar dengan total luas bangunan mencapai 62.577 meter persegi. 

Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Gresik Ida Lailatus Sa’diyah mengatakan, persiapan pembangunan telah dilakukan melalui rapat koordinasi sebagai langkah awal sebelum proyek dimulai.

Ia menjelaskan bahwa gedung SR akan berdiri di atas lahan seluas lebih dari 5 hektar dengan total luas bangunan mencapai 62.577 meter persegi. Di dalamnya, akan dibangun 26 jenis bangunan yang dirancang untuk menunjang seluruh kebutuhan kegiatan belajar dan pengembangan siswa.

Fasilitas yang tersedia mencakup 36 ruang kelas, laboratorium, klinik, hingga gedung olahraga yang lengkap seperti lapangan basket, mini soccer, dan jogging track.

“Selain itu ada juga taman ruang terbuka hijau (RTH),” kata Ida Lailatus Sa’diyah dikonfirmasi pada Minggu, 23 November 2025. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa di kawasan tersebut juga akan dibangun tempat ibadah hingga bozem.

 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memiliki komitmen untuk terus meningkatkan fasilitas pendidikan di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. 

Persiapan pembangunan telah dilakukan melalui rapat koordinasi sebagai langkah awal sebelum proyek dimulai. “Seluruh fasilitas ini akan menunjang para siswa, dan bahkan akan lebih lengkap dibandingkan SRMA Mriyunan,” kata Ida Lailatus Sa’diyah. 

 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik  terus berupaya meningkatkan fasilitas pendidikan. Pembangunan akan dilakukan pada Desember 2025. Targetnya, gedung SR baru ini sudah harus bisa digunakan pada tahun ajaran baru 2026.

Untuk diketahui, kegiatan belajar mengajar di SMRA 30 Gresik menempati gedung eks UPT SMP Negeri 30 Gresik di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Gresik. Sebanyak 75 siswa atau tiga rombongan belajar (rombel). Sebelumnya, Pemkab Gresik melakukan revitalisasi gedung eks UPT SMP Negeri 30 Gresik itu. 

Bila pembangunan gedung baru sekolah rakyat di Deaa Raci Tengah kelar, pemkab Gresik akan gedung tersebut sebagai panti lansia. Selain halaman luas, fasilitas juga bagus. (yad)

Pemkab Gresik Bangun Gedung Sekolah Rakyat baru Lebih Modern, ada Fasilitas Mini Soccer, RTH hingga Bozem Selengkapnya

Hari Kesehatan Nasional, Kolaborasi IIDI-Dinkes Gresik Gelar Gelar Lomba Kader Kesehatan Remaja 

GRESIK,1minute.id – Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Gresik bersama Dinas Kesehatan Gresik menggelar Lomba Kader Kesehatan Remaja (KKR) di Ruang Mandala Bhakti Praja Lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Sabtu, 22 November 2025.

Lomba KKR diikuti pelajar dari jenjang Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas  sederajat se-Kabupaten Gresik untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025. HKN yang diperingati setiap 12 November, memasuki 61 tahun ini mengusung tema besar “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”.

Kader KKR adalah peserta didik yang dipilih untuk membantu meningkatkan kesehatan di lingkungan sekolah dan sekitarnya, dengan menjadi promotor, motivator, dan pelaksana upaya kesehatan. 

Seperti di ketahui, KKR dilatih untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar kesehatan, seperti penyuluhan, konseling sebaya, serta pemecahan masalah kesehatan pada teman sebayanya, keluarga, dan lingkungan sekolah. Program ini bertujuan untuk mengembangkan generasi muda yang peduli dan berperilaku hidup sehat. 

Ketua Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Gresik dr. Titin Ekowati mengatakan bahwa peran IIDI dalam lomba Kader Kesehatan Remaja (KKR) ini untuk mendukung penuh giat dalam rangka memperingati hari kesehatan Nasional ke-61. Peran lainnya, dikarenakan anggota IIDI juga ada yang ahli dalam bidang nutrisi, sehingga masing-masing anggota berperan juga sebagai juri.

“Kebetulan anggota IIDI juga ada yang seorang dokter, ahli nutrisi, mereka sebagai juri UKS dan juri untuk presentasi anak-anak,” ucap Titin yang juga Ketua Biro Hukum, Pembinaan, dan Pembelaan Anggota (BHP2A) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gresik ini. 

Lomba KKR ini, ia melanjutkan IIDI berkolaborasi dengan Dinkes Gresik agar berjalan dengan baik, sehingga bisa menjadi kader kesehatan yang benar-benar kompeten di masa depan. Jadi KKR ini adalah mewujudkan generasi muda yang bisa menolong diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar dalam menanamkan hidup sehat. Mereka agen perubahan untuk generasi yang sehat dan lebih baik.

“Peran kami mensupport anak-anak yang sudah di tunjuk sebagai kader kesehatan remaja di daerahnya di 18 kecamatan yang mengikuti lomba. Namun, lomba kali ini yang datang 14 kecamatan, dikarenakan 2 kecamatan di wilayah Bawean tak bisa hadir terkendala cuaca,” terang Titin.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr. Mukhibatul Khusnah menerangkan pada lomba ini, para kader kesehatan menjalani berbagai macam ujian pengetahuan tentang kesehatan, mulai dari tes tulis, wawancara dan presentasi yang semuanya berkaitan dengan kesehatan.

“Pada tahap awal lomba, dilakukan tes tulis pengetahuan kesehatan untuk semua peserta, yang kemudian naik ke tahap berikutnya yakni tes wawancara, setelah itu tahap terakhir yakni para kader mengikuti tahap presentasi. Hingga KKR mana yang di nilai layak menjadi juara oleh juri,” katanya. 

Selain itu, Khusnah menambahkan tugas dan peran utama KKR yakni menjadi promotor kesehatan, menjadi penggerak dan motivator dalam meningkatkan kesadaran akan kesehatan di kalangan teman sebaya, keluarga, dan lingkungan sekolah. “Kader KKR bisa memberi penyuluhan, memberikan informasi tentang kebersihan, gizi, bahaya narkoba, dan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.

Juga bisa menjadi konseling sebaya, membantu teman-temannya untuk menghadapi masalah kesehatan, termasuk kesehatan jiwa, dan memberikan rujukan ke pelayanan kesehatan jika diperlukan,” ucapnya. 

Setelah melalui serangkaian kegiatan, panitia Lomba KKR hasil kolaborasi IIDI Gresik dan Dinkes Gresik ini menetapkan KKR Kecamatan Panceng menjadi juara 1 tingkat SD/MI dengan skor 154,6, tingkat SMP/MTs diraih Kecamatan Benjeng dengan skor 140,5 dan tingkat SMA/MA di raih Kecamatan Cerme yang mengumpulkan skor 142. (yad)

Hari Kesehatan Nasional, Kolaborasi IIDI-Dinkes Gresik Gelar Gelar Lomba Kader Kesehatan Remaja  Selengkapnya

Memperkuat Data Tunggal Sosial, Ekonomi Nasional, Pemkab Gresik Teken MoU dengan BPS 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menghadiri kegiatan penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) terkait penyediaan, pemanfaatan, dan pengembangan data serta informasi statistik dalam rangka pembangunan daerah. 

Acara yang berlangsung di Ballroom Mirama, Hotel Grand Mercure, Kota Malang pada Kamis, 20 November 2025 ini, dihadiri antara lain, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti.

Pemkab Gresik diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman serta Kepala BPS Gresik Indriya Purwaningsih. Ada tiga agenda dalam acara yang dihadiri oleh 37 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Tiga agenda itu, yaitu penandatanganan Nota Kesepakatan antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan BPS RI ;  penandatanganan Nota Kesepakatan antara 37 Pemerintah Kabupaten/Kota se-Jawa Timur dengan BPS Kabupaten/Kota ;  serta peluncuran Aplikasi Singasari, platform integrasi data yang dikembangkan BPS RI bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Sekda Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, menyampaikan bahwa penandatanganan MoU ini menjadi landasan penting bagi penguatan pengelolaan data daerah, khususnya dalam program prioritas pengentasan kemiskinan dan penyusunan kebijakan berbasis data.

“MoU ini memungkinkan data-data di Kabupaten Gresik untuk dikolaborasikan dan dianalisis bersama BPS, terutama terkait data kemiskinan dan indikator pendukung lainnya. Dengan integrasi data dari tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional, kebijakan pembangunan akan lebih akurat, terukur, dan tepat sasaran,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BP Gresik Indriya Purwaningsih, menjelaskan bahwa kerja sama ini memperkuat implementasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis perencanaan daerah.

“Ini pertama kalinya DTSEN menjadi data tunggal sosial ekonomi nasional yang digunakan bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk Gresik. Data ini bersifat dinamis dan akan terus diperbarui secara periodik bersama Pemerintah Daerah, sehingga hasilnya dapat digunakan untuk perankingan dan evaluasi pembangunan daerah,” ujarnya.

MoU ini juga mencakup dukungan terhadap penyusunan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah, pemutakhiran dan pemadanan data sektoral, penguatan statistik sektoral daerah, peningkatan kapasitas SDM pengelola data, serta integrasi perencanaan berbasis statistik. (yad)

Memperkuat Data Tunggal Sosial, Ekonomi Nasional, Pemkab Gresik Teken MoU dengan BPS  Selengkapnya

PMI Gresik Anugerahi Pendonor 50 & 75 Kali, Bupati Gresik: Donor Darah untuk Kemanusiaan, dan Menyehatkan 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka acara penganugerahan bagi pendonor darah sukarela sebanyak 50 kali dan 75 kali di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik pada Kamis, 20 November 2025.

Ia pun menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para pendonor sukarela yang selama puluhan tahun menjaga ketersediaan darah untuk masyarakat. Selain memberikan anugerah kepada para pendonor, Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani juga  menyerahkan penghargaan prestasi Pasukan Palang Merah Remaja (PMR) pada Jumbara (Jumpa Bakti Gembira) X Provinsi Jawa Timur 2025.

Bupati Fandi Akhmad Yani menegaskan, bahwa donor darah bukan hanya tindakan kemanusiaan, tetapi juga membawa manfaat kesehatan yang nyata bagi pendonornya. “Pemerintah Kabupaten Gresik mengucapkan terima kasih bagi semua pendonor, bahkan yang sudah 50 kali, 75 kali donor. Tolong sampaikan kepada masyarakat bahwa donor darah ini juga membuat badan sehat,” ujarnya.

Sedangkan, kepada para anggota PMR yang hadir, ia berpesan agar terus menjaga semangat dalam PMI. “Adik-adik PMR, teruslah bersemangat. Mudah-mudahan kalian bisa terus ikut berjuang di PMI,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Di hadapan jajaran PMI dan para relawan, magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu, memberikan dorongan khusus kepada PMI  Gresik untuk terus bergerak maju pada tahun 2026. Ia mengingatkan bahwa tahun depan akan terjadi penyesuaian besaran dana hibah akibat pemotongan Transfer ke Daerah (TKD), namun ia berharap PMI tetap bisa menjaga kinerjanya dan memperkuat profesionalisme.

“Tahun depan ada penyesuaian anggaran akibat pemotongan TKD. Tetapi saya berharap PMI tetap kuat, tetap tumbuh, tetap melayani. Kita hadapi bersama, dan pemerintah daerah akan tetap mendukung semampunya,” tegasnya.

Ketua PMI Kabupaten Gresik Achmad Nadlir menjelaskan, bahwa kegiatan apresiasi ini merupakan penghargaan bagi mereka yang telah berulang kali berdonor dan menjadi tulang punggung ketersediaan darah di Gresik. “Ini bentuk penghargaan kepada mereka yang selalu berdonor untuk kemanusiaan di Kabupaten Gresik,” ucapnya.

Nadlir juga menyampaikan rencana besar PMI Gresik yang pada tahun mendatang ditargetkan sudah memenuhi Standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), sehingga pengelolaan darah bisa dilakukan secara mandiri dan berdampak lebih luas bagi masyarakat. Ia turut menyampaikan kebanggaan atas capaian kontingen PMR Gresik pada Jumbara PMI Jawa Timur, di mana Gresik berhasil meraih peringkat 4, sebuah pencapaian membanggakan mengingat ini adalah keikutsertaan pertama di ajang tersebut.

Prestasi itu hadir melalui rangkaian kontribusi para anggota PMR. Di antara mereka, Jauharotun Nazilah berhasil meraih peringkat utama. Natta Andromeda Devaranandha keluar sebagai juara pertama bidang kepemimpinan tingkat mula. sementara Muhammad Kaysi Asyfaq Jazmiy meraih peringkat dua simulasi pertolongan pertama tingkat mula.

Di jenjang yang lebih tinggi, Aisyah Rasika Allyandra meraih peringkat dua bidang pertolongan pertama tingkat madya, dan Musmita meraih peringkat dua bidang donor darah siswa tingkat madya. Kreativitas PMR Gresik juga diakui melalui prestasi Gadiza Ananda Septiana yang memperoleh peringkat tiga bidang media sosial.

Selain itu, Tsania Mei Naura Albaity berhasil masuk enam besar bidang sanitasi kesehatan tingkat wira, dan Muchammad Tajuddin, meraih peringkat empat pada bidang wahana kepalangmerahan.

Testimoni juga diberikan oleh Sumanto, pendonor asal Kedanyang yang telah mendonorkan darahnya 75 kali sejak 1981. Dalam testimoninya, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai kebiasaan hidup. “Ayo kita donorkan darah kita. Selain menyehatkan, ini juga perbuatan mulia,” ujarnya. (yad)

PMI Gresik Anugerahi Pendonor 50 & 75 Kali, Bupati Gresik: Donor Darah untuk Kemanusiaan, dan Menyehatkan  Selengkapnya

Dua Hari, Pol PP dan Bea Cukai Gempur Rokok Ilegal di Pulau Bawean 

GRESIK,1minute.id – Dugaan peredaran rokok ilegal masih berlangsung di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Gresik pun bertolak menuju pulau terluar di Kabupaten Gresik itu.

Tujuannya, memberikan sosialisasi ketentuan Perundang-undangan di bidang cukai serta pemberantasan rokok ilegal bertajuk ” Gempur Rokok Ilegal”. Sosialisasi dan penindakan dilakukan selama dua hari, Senin dan Selasa, 17-18 November 2025. 

Kegiatan itu dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Kepala Sat Pol PP Gresik Agustin Halomoan Sinaga. Sosialisasi kali pertama dipusatkan di Pendapa Kecamatan Sangkapura. Berikutnya, di Pendapa Kecamatan Tambak. Peserta adalah pedagang kelontong dan warga di dua kecamatan tersebut. 

Kepala Sat Pol PP Gresik Agustin Halomoan Sinaga mengatakan, kegiatan sosialisasi dan penindakan ini merupakan langkah penting dalam menekan peredaran rokok ilegal alias rokok tanpa cukai. “Kami menemukan adanya peredaran rokok tanpa cukai disini (Pulau Bawean,Red),” kata Sinaga dalam siaran pers melalui WhatsApp Grup (WAG) pada Selasa, 18 November 2025.

Selain sosialisasi, imbuhnya, instansi penegak peraturan daerah ini bersama Kantor Bea Cukai Gresik juga rutin melaksanakan operasi pasar.

Kepala Satpol PP Gresik Agustin Halomoan Sinaga menyebut kegiatan ini merupakan langkah penting dalam menekan maraknya peredaran rokok ilegal yang masih ditemukan di wilayah Bawean. Selain sosialisasi, Satpol PP bersama Bea Cukai juga rutin melaksanakan operasi pasar, termasuk di Pulau Bawean.

Hingga 18 November 2025, hasil operasi tersebut berhasil mengamankan 2.832.542 batang rokok ilegal dari berbagai lokasi di Kabupaten Gresik. “Kami akan terus memperkuat pengawasan dan pemahaman masyarakat agar tidak menjual rokok ilegal. Warga pun harus menolak membeli rokok tanpa cukai,” tegasnya. (yad)

Dua Hari, Pol PP dan Bea Cukai Gempur Rokok Ilegal di Pulau Bawean  Selengkapnya

Pemkab Gresik Ubah Skema Penyaluran BOSDA, Tak lagi Merata agar Tepat Sasaran 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik akan melakukan evaluasi penyaluran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA). Pada Senin, 17 November 2025,  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memimpin rapat koordinasi dan evaluasi BOSDA jenjang SMP Negeri dan Swasta di Aula UPT SMP Negeri 22 Gresik.

Rapat koordinasi ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaporan serta memperbaiki skema penyaluran BOSDA agar lebih tepat sasaran. Dalam arahannya, Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan, perlunya pembaruan skema pembagian BOSDA yang selama ini diberikan secara merata kepada seluruh sekolah.

“Skema BOSDA yang merata selama ini perlu kita evaluasi kembali, karena setiap sekolah memiliki kebutuhan yang berbeda. Ada yang membutuhkan dukungan lebih besar, ada yang kebutuhannya sudah mencukupi. Kami ingin penyaluran dana ini benar-benar tepat sasaran,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani dihadapan seluruh perwakilan SMP Negeri dan swasta se-Kabupaten Gresik, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Negeri dan Swasta, para komite sekolah, serta bendahara BOS dari seluruh SMP se-Kabupaten Gresik itu.

Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperbaiki tata kelola BOSDA secara lebih efektif dan berkeadilan. Selain itu juga menyampaikan kondisi fiskal Kabupaten Gresik yang akan terpengaruh akibat pemangkasan dana dari pemerintah pusat.

“Pada tahun 2026, dana pusat untuk Kabupaten Gresik dipangkas setengah triliun. Namun kami pastikan, belanja yang bersifat langsung untuk masyarakat tetap berjalan dan tidak mengalami pengurangan,” tegasnya. 

Gus Yani juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan pendidikan di tengah besarnya alokasi dana BOSDA yang dikelola daerah. “Harapan kami mutu kualitas pendidikan yang terus berkembang. Mengingat anggaran BOSDA yang begitu tinggi,” ungkapnya.

Rincian anggaran BOSDA disampaikan oleh Kabid Pengelolaan Pendidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik M.Syifaul Qulub, sebagai berikut:

– SMP Swasta & MTs: Rp 20.661.400.000 (242 lembaga)

– SMP Negeri: Rp 14.597.490.000 (35 sekolah)

Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto, menuturkan bahwa masukan dari sekolah dan komite akan menjadi dasar peninjauan ulang skema penyaluran agar tidak lagi bersifat merata, tetapi berbasis kebutuhan riil satuan pendidikan. (yad)

Pemkab Gresik Ubah Skema Penyaluran BOSDA, Tak lagi Merata agar Tepat Sasaran  Selengkapnya