Bersama BAZNAS, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Siap Kawal Langkah Mustahik Menuju Muzzaki 

GRESIK,1minute.id – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Gresik bersama BAZNAS Pusat dan Jawa Timur menyalurkan bantuan kepada masyarakat pra sejahtera pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang membagikan secara simbolis kepada mustahik di ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bantuan yang bisa diberikan bisa mengangkat derajat mustahik menjadi muzzaki.

Mustahik adalah kelompok orang yang berhak menerima zakat karena kondisi ekonomi dan sosial mereka yang membutuhkan  bantuan.  Sedangkan, muzakki adalah orang yang memenuhi syarat untuk mengeluarkan zakat.

“Saya ucapkan terima kasih atas perhatian dari Baznas RI dan Baznas Jawa Timur untuk Kabupaten Gresik. Tapi perhatian ini harus kita balas dengan upaya bersama. Jangan ada lagi pola pikir mau menjadi mustahik terus-menerus. Kita harus tumbuh, berubah, dan kelak menjadi muzakki,” tegas Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Hadir dalam kegiatan pendistribusian bantuan ini antara lain, Pimpinan BAZNAS RI Kolonel (Purn.) Nur Chamdani, Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Jatim Muhammad Zakki, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman.

Pemerintah Kabupaten Gresik, Ia melanjutkan, juga sedang menyiapkan skema distribusi bantuan langsung tunai (BLT) melalui sistem uang digital. Melalui sistem ini, penggunaan dana akan bisa dipantau, apakah betul digunakan untuk kebutuhan pendidikan atau justru untuk konsumsi berisiko bahkan judi online.

“Kalau ditemukan penyalahgunaan, bantuannya akan kami evaluasi. Bahkan bisa dihentikan di periode berikutnya,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu. Dalam kegiatan yang berlabel Pendistrubusian Program Gresik Cerdas “1000 Beasiswa Pelajar” meliputi Mahasiswa, Bantuan Perbaikan Rumah, Bantuan Alat Kerja dan Bantuan Ternak ini, Baznas Gresik fokus pada tiga sektor utama yakni pendidikan, ekonomi dan sosial.  

Di bidang pendidikan, disalurkan beasiswa pendidikan dasar hingga menengah kepada 720 siswa sekolah dasar, 320 siswa sekolah menengah pertama, dan 100 siswa sekolah menengah atas. Total 1.140 siswa tersebut menerima dukungan langsung dari zakat yang dikelola BAZNAS Gresik.

Untuk jenjang perguruan tinggi, BAZNAS Gresik juga menyalurkan beasiswa kepada 145 mahasiswa. Jumlah tersebut terdiri dari 82 mahasiswa asal Gresik yang kuliah di Gresik dan 63 mahasiswa asal Gresik yang kuliah di luar daerah.

Selain itu, BAZNAS Gresik juga menyalurkan bantuan alat kerja dan rombong untuk pelaku usaha kecil, dengan total nilai Rp 763 juta. Program bantuan ekonomi produktif ini, tak lain bertujuan untuk mengangkat kualitas hidup mustahik.

Sedangkan, bantuan BAZNAS Jawa Timur berupa perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) senilai total Rp 100 juta dan program peternakan sebesar Rp 75 juta. 

BAZNAS Pusatmenyalurkan program khusus ke wilayah selatan Gresik berupa: Microfinance berbasis desa, Microfinance berbasis masjid, Balai Ternak, BAZNAS Auto, hingga Z-Mart. Keseluruhan bantuan yang diberikan BAZNAS RI tersebut mencapai Rp1,86 miliar.

Ketua BAZNAS Gresik M. Mujib, menegaskan bahwa seluruh pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dilakukan dengan transparansi berbasis digital. Aplikasi yang dikembangkan BAZNAS Pusat memungkinkan kontrol langsung dari pusat hingga ke daerah. “Ini bagian dari komitmen kami. Karena itu, selama empat tahun berturut-turut, BAZNAS Gresik mendapat penghargaan dari BAZNAS RI,” ujarnya.

Bantuan yang diberikan BAZNAS  mendapat sambutan positif oleh masyarakat. Nurhayati Rosdiana, salah satu mahasiswi Institut Al-Azhar Menganti penerima bantuan, menyampaikan rasa syukurnya. “Saya dapat Rp1,5 juta per semester untuk Uang Kuliah Tunggal (UKT). Ini sangat membantu, tapi masih banyak teman saya yang belum dapat. Semoga penerimanya bisa ditambah,” ujar mahasiswi asal Driyorejo itu. (yad)

Bersama BAZNAS, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Siap Kawal Langkah Mustahik Menuju Muzzaki  Selengkapnya

Pantau Progres Revitalisasi Pembangunan Pasar Sidayu, Bupati Gresik Ingatkan Standar, Kualitas dan Tepat Waktu

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan inspeksi mendadak revitalisasi pembangunan Pasar Sidayu pada Senin, 4 Agustus 2025. Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif meminta pihak rekanan atau kontraktor untuk dapat melaksanakan pekerjaan pembangunan UPT Pasar Sidayu sesuai dengan standar, berkualitas dan tepat waktu. Sesuai dengan perencanaan pelaksanaan kegiatan.

Selain memastikan aspek teknis pembangunan, orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini juga berharap keberadaan UPT Pasar Sidayu atau Pasar Pahing memberikan tempat berjualan yang lebih layak bagi para pedagang. Sekaligus menyediakan fasilitas berbelanja yang nyaman dan aman bagi masyarakat. 

“UPT Pasar Sidayu siap jadi pasar berkelas, dimana para pedagang dapat berjualan dengan nyaman dan masyarakat senang belanja ke sini karena nyaman, bagus dan harganya juga tetap terjangkau,” ujar Gus Yani usai meresmikan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu pada Senin, 4 Agustus 2025. 

Ia mengatakan proses pembangunan ini melibatkan kolaborasi pemerintah, badan usaha, warga pedagang, para pembeli, aparat setempat dan warga masyarakat sekitar. Pembangunan Pasar Sidayu menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

“Selain meningkatkan geliat ekonomi juga menciptakan pasar yang tidak hanya modern, tetapi juga ramah lingkungan dan aman bagi semua penggunanya, ” tandasnya. 

Sementara, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik Mu’anan menambahkan, eevitalisasi pasar Sidayu sudah mencapai 1,6 persen. “Alhamdulillah pembangunan/revitalisasi pasar Sidayu sesuai sesuai jadwal/time schedule. Pembangunan yang dimulai 10 Juli 2025 progresnya sudah mencapai 1,6 persen,” ungkapnya.

“Total stan yang dibangun dari DAK Fisik APBN 2025 sejumlah 413 stan dari total 538 stan. Semoga kedepan dilancarkan sampai dengan selesai kontrak pembangunan tanggal 15 Desember 2025,” ia melanjutkan. 

Seperti diberitakan, pasar Sidayu ludes terbakar pada Minggu, 30 Januari 2022. Sebanyak 259 dari 527 kios di Pasar Sidayu ludes terbakar. Kerugian Ditaksir miliaran rupiah.

Musibah yang dialami ratusan pedagang yang membuka lapak yang dibangun pada masa Kolonial Belanda itu menjadi perhatian serius Pemkab Gresik. Pasar Sidayu yang memiliki nilai historis tinggi. Konon dibangun di masa kejayaan Kanjeng Sepuh, Adipati Sidayu yang makamnya di kompleks Masjid Jamik Sidayu yang lokasi sisi barat dari Alun-alun Sidayu itu. (yad)

Pantau Progres Revitalisasi Pembangunan Pasar Sidayu, Bupati Gresik Ingatkan Standar, Kualitas dan Tepat Waktu Selengkapnya

KBM SRMA 37 Gresik Dimulai, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Sambut Siswa di Gerbang  Sekolah

GRESIK,1minute.id – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik resmi di mulai hari ini, Senin, 4 Agustus 2025. Seluruh siswa, sebanyak 75 siswa atau tiga rombongan belajar (rombel) diantar oleh orang tua, kepala desa tempat tinggal siswa masing-masing. Serta didampingi Camat. Para orang membawa bekal baju ganti untuk anak mereka. 

Siswa SRMA 37 Gresik menempati gedung eks UPT SMP Negeri 30 Gresik yang telah dilakukan revitalisasi. Mulai ruang kelas, guru, kantin, laboratorium hingga asrama. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif serta Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Agus Zainal Arifin menyambut kedatangan siswa di depan gerbang sekolah berada di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. 

SRMA adalah program nasional yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan memutus rantai kemiskinan. SRMA berkonsep boarding school. Siswa menginap di asrama gratis. Semua kebutuhan mereka seperti, makan sehari 3 kali, seragam sekolah,  pelengkapan sekolah hingga laptop disiapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Sosial. 

Siswa yang bisa sekolah di SRMA ini, berasal dari desil 1dan 2 atau kelompok rumah tangga miskin dan rentan miskin. Dengan pendidikan yang mereka tempuh diharapkan bisa memutus mata rantai kemiskinan. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa pemerintah daerah telah mempersiapkan sekolah ini dalam waktu enam bulan. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan lembaga bimbingan belajar, antara lain, Ruang Guru untuk penguatan akademik siswa, terutama dalam bidang Matematika dan Bahasa Inggris.

Selain, dua bidang studi tersebut, Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani berharap siswa juga bisa mahir di bahasa arab. Sehingga kelak, mereka bisa melanjutkan kuliah di universitas ternama, Al Azhar, Kairo, antara lain. “Kami ingin lulusan Sekolah Rakyat bisa tembus universitas ternama, baik nasional maupun internasional,” ujar magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

LAUNCHING: (kiri-kanan) Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Agus Zainal Arifin dan Kepala SRMA 37 Gresik Rangga Pratama Wahyudiarta dalam acara launching SRMA 37 Gresik pada Senin, 4 Agustus 2025 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Ia pun menitipkan pesan kepada orang tua siswa agar tidak sering menjenguk anak mereka agar memberi ruang kemandirian. “Jangan satu minggu sekali dijenguk. Bagaimana kalau tiga bulan sekali. Biarkan mereka tumbuh mandiri di sekolah ini,” kata Gus Yani. 

Ia pun memberikan motivasi kepada semua siswa untuk mengejar cita-cita dari sekolah rakyat. “Wujudkan cita-cita mulai dari sini,” haramnya.

Bupati Fandi Akhmad Yani juga  menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden RI, atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Gresik untuk mengimplementasikan program Sekolah Rakyat.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden karena Gresik ditunjuk untuk bisa mengimplementasikan Sekolah Rakyat. Kami melihat Sekolah Rakyat ini merupakan cara efektif untuk memuliakan masyarakat prasejahtera. Tujuannya untuk memutus rantai kemiskinan pada keluarga prasejahtera,” ujar Bupati Yani.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Agus Zainal Arifin mengatakan, sekolah rakyat yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto bertujuan memuliakan wong cilik. Selain itu, hadirnya sekolah rakyat untuk menjangkau yang tidak terjangkau. “Sekolah rakyat ini dengan respon yang luar biasa dari Pak Bupati Gresik anak-anak yang tadinya tidak mampu atau tidak bisa mendapatkan akses pembentukan hari ini bisa terjadi ini luar biasa,” katanya. 

SRMA 37 Gresik diharapkan mewujudkan mimpi anak-anak bisa terwujud. Saat menyapa siswa di kelas mereka, siswa mulai berani mengungkapkan cita-cita. Mereka ada bercita-cita menjadi arsitektur, guru, polisi , tentara hingga pengusaha muda. “Tiga lagi, Saya akan menjemput adik-adik yang luar biasa ini,” tegasnya. 

Agus Zainal Arifin pun memberikan apresiasi atas keseriusan Pemerintah Kabupaten Gresik dalam mewujudkan komitmen pendidikan inklusif. “Kami sangat mengapresiasi langkah Pemkab Gresik yang bersungguh-sungguh dalam menyukseskan Sekolah Rakyat. Ini bukan hanya soal pendidikan, tapi juga keberpihakan sosial yang nyata,” ungkapnya.

Seluruh infrastruktur penunjang pendidikan dan asrama telah siap ditempati. Gedung, sarana belajar, kamar asrama, fasilitas MCK, hingga dapur umum disiapkan dalam waktu enam bulan, dengan pengawasan langsung dari Pemkab Gresik. Tidak hanya itu, para siswa akan mendapatkan dukungan penuh fasilitas dan bantuan dari Kementerian Sosial, sebagai bagian dari jaminan kesejahteraan pendidikan.

Kepala Sekolah SRMA 37 Gresik Rangga Pratama Wahyudiarta, menjelaskan bahwa para guru akan menjalani proses matrikulasi selama 2-3 bulan. Ini untuk mempersiapkan pendekatan belajar yang adaptif.

“Selama masa awal, siswa akan mengikuti program pengenalan yang menyenangkan dengan tema seperti perundungan dan anti intoleransi, agar mereka dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan asrama,” jelas Rangga.

Selama dua minggu ke depan, siswa SRMA 37 Gresik akan menjalani masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Masa MPLS ini diharapkan seluruh siswa berjumlah 75 anak terbagi dalam tiga rombongan belajar bisa mulai beradaptasi dengan lingkungan sekolah, guru dan yang lainnya.  

Sementara itu, Saadah, salah satu orang tua siswa bersyukur anaknya bisa masuk SRMA 37 Gresik. “Saya sangat senang. Sekolah bagus. Dan, semua biaya pendidikan juga gratis,” ujar orang tua dari siswa bernama Novita asal Desa Lowayu, Kecamatan Dukun ini. (yad)

KBM SRMA 37 Gresik Dimulai, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Sambut Siswa di Gerbang  Sekolah Selengkapnya

UPT SMP Negeri 2 Gresik Genap 66 Tahun, HUT Dirayakan Sederhana, Karangan Bunga diganti Ucapan Video

GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 Gresik (Spendagres) genap berusia 66 tahun pada 1 Agustus 2025. Spendagres berdiri 1 Agustus 1959. Meski digelar sederhana acara tetap meraih dan khitmad.

Untuk merayakan ulang tahun sekolah itu ratusan siswa di sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik masuk lebih bagi, yakni pukul 06.00 WIB. Guru dan tenaga pendidik (tendik) memakai busana muslim bernuansa putih. Sedangkan, siswa muslim berbusana muslim warna bebas. Mereka tidak lupa membawa bekal makan dan minuman wadah tumbler dari rumah mereka masing-masing. 

Badal Subuh, siswa kelas tahfid mulai membaca ayat suci Alquran atau Khotmil Quran kemudian dilanjutkan dengan doa bersama untuk kesuksesan sekolah, guru, siswa dan alumninya 

Doa bersama dilakukan secara lesehan dengan menggelar tikar di halaman sekolah dan dilanjutkan dengan success story alias cerita inspirasi dari para alumni, antara lain, Muhammad Ainul Yaqin, alumni 2005 kini menjadi anggota DPRD Gresik dan Cici, seorang pengusaha. 

Alumni merasa bangga dan kagum kepada almamaternya. Prestasi sekolah antara lain, sekolah zero waste, Kandidat sekolah Rujukan Google (KSRG), Kantin Halal, dan Eco Green School. Kantin Halal dan SKRG, adalah pioner di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. “Saya takjub dengan Spenda sangat pesat perkembangan nya baik pembelajaran dan teknologi yang ada serta banyak inovasi,” kata Ainul Yaqin.

Kepada UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim mengatakan, ulang tahun digelar sederhana untuk efisiensi dan edukasi bahwa Ultah tidak harus pesta. ” Tahun ini ucapan karangan bunga diminimalisir diganti dengan ucapan lewat video karena sekolah zero waste bebas sampah dari karangan bunga,” kata Mohammad Salim. 

Ia melanjutkan, untuk makan bersama, semua siswa berjumlah 765 anak membawa bekal yang dibawa dari rumah sebagai aksi bergizi sehat yang digagas bersama Puskesmas Alun-alun Gresik. 

Sejarah SMP Negeri 2 Gresik

Melansir dari berbagai sumber, SMP Negeri 2 Gresik berdiri pada 1 Agustus 1959. Awalnya sekolah berasa di Jalan KH.Kholil Gresik ini merupakan bagian dari Holland Indische School (HIS) pada masa penjajahan Belanda. Kemudian, menjadi SMP Negeri 1 Gresik setelah Kemerdekaan. 

SMP Negeri 1 Gresik kemudian pindah menempati gedung baru di  Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik. Bangunan bekas SMP Negeri 1 Gresik menjadi SMP Negeri 2 Gresik. Dalam pengamatan wartawan 1minute.id , gedung utama Spendagres masih mempertahankan arsitektur Kolonial Belanda. Ciri khasnya, antara lain, pintu dan jendela berukuran besar. Plafon gedung juga tinggi sehingga terasa adem. 

Gedung arsitektur Kolonial Belanda tersebut difungsikan sebagai ruang kelas, ruang guru dan ruang kepala sekolah. (yad)

UPT SMP Negeri 2 Gresik Genap 66 Tahun, HUT Dirayakan Sederhana, Karangan Bunga diganti Ucapan Video Selengkapnya

13 Tahun Pemkab Gresik dan Habitat Berkolaborasi Bangun 16.290 Rumah Layak 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menjalin kerja sama dengan Habitat For Humanity Indonesia dengan meluncurkan program Home Equal 2025-2026 yang dibuka oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif di kantor Bupati Gresik pada Kamis, 31 Juli 2025.

Sejak 2012 Habitat menjalin kerjasama dengan pemkab Gresik untuk bangunan rumah keluarga berpenghasilan rendah. Selama 13 tahun berkolaborasi dengan Pemkab Gresik lebih dari 16.290 penerima. Untuk diketahui, Habitat for Humanity Indonesia adalah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang pembangunan perumahan layak dan berkelanjutan bagi keluarga berpenghasilan rendah di Indonesia. Organisasi ini merupakan bagian dari Habitat for Humanity International dan bekerja untuk mewujudkan visi dunia  di mana setiap orang memiliki tempat tinggal yang layak. 

Tahun ini, program Home Equal akan berjalan di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng dan berlangsung selama dua tahun. Nantinya, program ini tidak hanya mencakup pembangunan dan renovasi rumah tidak layak huni, tetapi juga edukasi kebiasaan hidup sehat, pelatihan kebencanaan, hingga penguatan peran komunitas lokal.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyampaikan apresiasinya terhadap peran panjang Habitat di Gresik. “Saya mewakili Pemkab Gresik mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Habitat. Selama bertahun-tahun hadir di Gresik, mereka telah membangun ribuan rumah bagi warga yang tinggal di hunian tidak layak. Ini bukan sekadar soal pembangunan fisik, tetapi soal menghadirkan harapan,” ujar dokter Alif, sapaan, Asluchul Alif. 

Ia melanjutkan,  bahwa layak atau tidaknya sebuah rumah tidak hanya ditentukan oleh material bangunan, tetapi juga oleh kebiasaan dan pola pikir masyarakat. “Program seperti ini harus dilihat secara utuh. Tidak hanya membangun tembok dan atap, tapi juga mengubah cara pandang warga tentang arti sebuah rumah. Ini menjadi penting karena kehidupan yang layak, selalu dimulai dari rumah yang layak,” tambahnya.

Sementara itu, National Director Habitat for Humanity Indonesia Handoko Ngadiman, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Gresik adalah salah satu bentuk kolaborasi terbaik yang pernah dilakukan pihaknya di Indonesia. “Sejak 2012 kami hadir di Gresik, dan sudah ada lebih dari 16.290 penerima manfaat. Ini bukan angka semata, tapi cerita-cerita hidup yang berubah,” kata Handoko.

Secara nasional, Habitat telah menjangkau 17 provinsi selama 28 tahun, membangun lebih dari 200.000 rumah. Namun, menurut Handoko, yang mereka bangun bukan hanya rumah, melainkan juga keluarga dan masa depan. “Fokus kami adalah masyarakat desil 1 dan 2. Mereka yang bahkan tidak terpikir untuk bisa punya rumah sendiri. Kami juga memberi perhatian khusus kepada perempuan kepala keluarga dan penyandang disabilitas. Rumah yang kami bangun adalah rumah yang sebelumnya hanya bisa mereka impikan,” tuturnya. (yad)

13 Tahun Pemkab Gresik dan Habitat Berkolaborasi Bangun 16.290 Rumah Layak  Selengkapnya

Pemkab Gresik dan Kejari Gresik Teken MoU, Fokus pada Pengembalian Aset Daerah

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kejaksaan Negeri Gresik pada Rabu, 30 Juli 2025.

Kesepakatan bersama ini terkait Penanganan Perkara di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (TUN) ditandatangani oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Yanuar Utomo di di Kantor Bupati Gresik. Kejaksaan Negeri Gresik melalui Bidang Perdata dan TUN akan memberikan bantuan hukum, pertimbangan hukum, serta tindakan hukum lain kepada Pemkab Gresik, baik secara litigasi maupun non-litigasi.

Fokus utama kerja sama ini adalah memaksimalkan upaya pengembalian aset-aset milik Pemerintah Kabupaten Gresik yang saat ini dikuasai oleh pihak ketiga atau perorangan tanpa dasar hukum yang sah.

Dalam sambutannya, Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Yanuar Utomo menyampaikan bahwa pengembalian aset merupakan prioritas utama Kejari di bidang Perdata dan TUN. “Kami akan memaksimalkan fungsi kejaksaan untuk mengembalikan aset-aset Pemkab Gresik yang saat ini dikuasai oleh pihak ketiga atau masyarakat. Ini adalah bentuk pengamanan terhadap kekayaan negara agar dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar mantan Kajari Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara itu.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyambut baik sinergi ini sebagai bentuk nyata komitmen dalam membangun pemerintahan yang akuntabel dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

“Kami sangat terbuka untuk didampingi oleh Kejaksaan Negeri dalam menyelesaikan berbagai permasalahan hukum. Terlebih terkait aset, ini menyangkut keberlanjutan pembangunan dan tanggung jawab negara,” tegas Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Penandatanganan MoU ini turut disaksikan oleh jajaran pejabat struktural Pemkab Gresik, serta pejabat Kejari Gresik yang turut memberikan dukungan penuh atas pelaksanaan kerja sama lintas kelembagaan tersebut.

Melalui kerja sama ini, Pemkab Gresik berharap setiap langkah hukum yang diambil pemerintah daerah dapat berjalan secara legal, terukur, dan tuntas, sehingga berbagai potensi pendapatan dari aset daerah dapat dioptimalkan demi kesejahteraan masyarakat Gresik. (yad)

Pemkab Gresik dan Kejari Gresik Teken MoU, Fokus pada Pengembalian Aset Daerah Selengkapnya

Bupati Gresik Gedung Sekolah Rakyat Gresik Memenuhi Standar dan Siap Beroperasi

GRESIK,1minute.id – Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Gresik dijadwalkan dimulai awal Agustus 2025. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan bahwa gedung Sekolah Rakyat (SR) Gresik telah memenuhi standar dan siap beroperasi. 

“Pengecekan kelengkapan ini penting untuk memastikan semua fasilitas dan kebutuhan siswa telah siap sebelum mereka menempati asrama. Ini menjadi bagian dari persiapan untuk dimulainya kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat,” ungkap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani saat meninjau progres renovasi gedung eks UPT SMPN 30 Gresik yang bakal digunakan untuk SR Gresik di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu pada Selasa, 29 Juli 2025. 

Ia menyatakan bahwa kesiapan fisik bangunan SR tersebut sangat layak dan memenuhi syarat yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Menurutnya, seluruh fasilitas telah dipersiapkan dengan baik, termasuk pembagian ruang kelas dan asrama bagi siswa laki-laki dan perempuan demi meningkatkan kenyamanan.

“Dari ruang kelas, semua komponen seperti bangku, meja, papan tulis, dan kipas angin sudah lengkap. Selain itu, asrama putra maupun putri masing-masing telah dilengkapi fasilitas tempat tidur, kamar mandi, toilet, serta jemuran dalam kondisi baik dan bersih,” terangnya.

Selain aspek akademik, mantan Ketua DPRD Gresik itu, juga menyiapkan kegiatan non-akademik untuk siswa Sekolah Rakyat. Ini dilakukan guna memberikan pendidikan yang lebih holistik bagi siswa, termasuk pengembangan keterampilan hidup dan karakter, agar dapat mencetak lulusan yang unggul dan bertalenta.

“Untuk menunjang itu semua, Pemkab Gresik nantinya juga menyediakan bimbingan belajar (bimbel) bahasa asing, matematika, atau pelajaran lainnya. Selain itu, kami akan melibatkan guru ngaji setempat untuk mendorong anak-anak menjadi tahfidz Al-Qur’an, juga pelatih olahraga bagi siswa yang bercita-cita masuk TNI dan Polri, hingga menyediakan kelas seni dan musik,” beber magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu. 

Ia melanjutkan, saat ini Sekolah Rakyat Menengah Atas 37 Gresik siap menampung 75 siswa kelas X SMA dalam tiga rombongan belajar (rombel), khususnya anak-anak dari keluarga prasejahtera kategori Desil 1. Pemkab Gresik, ujarnya, akan terus mengawal Sekolah Rakyat yang merupakan program prioritas Presiden kedelapan Indonesia Prabowo Subianto. Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah yang bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden, Kementerian Sosial, dan Kementerian PUPR atas dukungan dan kepercayaan kepada Pemkab Gresik. Ini akan menjadi harapan baru bagi anak-anak yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan berkualitas,” tandasnya. Dalam peninjauan itu, Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi  Wakil Bupati Asluchul Alif, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman. 

 Kepala Dinas Pendidikan Gresik S. Hariyanto, Plt Kepala Dinas Kominfo Johar Gunawan, Kepala Dinas CKPKP Ida Lailatussa’diyah, Kepala Dinas Sosial Umi Khoiroh, Forkopimcam Sidayu, serta Kepala Sekolah, Pengawas, dan Guru Sekolah Rakyat Menengah Atas 37 Gresik. (yad)

Bupati Gresik Gedung Sekolah Rakyat Gresik Memenuhi Standar dan Siap Beroperasi Selengkapnya

Pemkab Gresik & Pemprov Jatim Kolaborasi Salurkan Bansos, Gubernur Jatim : Agar Barokah, Jangan Digunakan Judol

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim  menggelontorkan bantuan sosial (bansos) memperkuat jaring pengaman sosial senilai Rp 5,8 miliar tepatnya, Rp 5.806.690.000.

Bansos bertajuk SAPA Bansos ini diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani kepada sejumlah kelompok penerima manfaat, antara lain lanjut usia, penyandang disabilitas, keluarga kurang mampu, pelaku UMKM perempuan, hingga relawan sosial di Pendapa Bupati Gresik pada Senin, 28 Juli 2025.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan pentingnya tanggung jawab dalam memanfaatkan bantuan sosial secara tepat. “Saya mohon kepada masyarakat Gresik agar menjaga amanah ini. Mengingat adanya temuan penyalahgunaan bansos untuk perjudian online di tingkat nasional, saya minta bantuan ini digunakan sesuai peruntukannya. Semoga Gresik barokah, Jawa Timur barokah, dan Indonesia barokah,” pesan Khofifah. Program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendorong pemulihan sosial-ekonomi masyarakat serta memperkuat solidaritas sosial di tingkat daerah.

Sementara itu, Fandi Akhmad Yani yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Jatim dalam upaya pengentasan kesenjangan sosial di daerah.“Ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam membantu dan memberdayakan masyarakat. Kami berkomitmen mengawal penyaluran agar seluruh bantuan tepat sasaran dan benar-benar menyentuh yang membutuhkan,” ujar Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani. (yad)

Pemkab Gresik & Pemprov Jatim Kolaborasi Salurkan Bansos, Gubernur Jatim : Agar Barokah, Jangan Digunakan Judol Selengkapnya

Pemkab Gresik Kick Off Manajemen Talenta ASN 

GRESIK,1minute.id –  Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Kick off dan Pembekalan Peserta Penilaian Kompetensi ASN dipusatkan di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Senin, 28 Juli 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya menekankan bahwa manajemen talenta bukan hanya soal menempatkan orang di tempat yang tepat, tapi soal mengidentifikasi potensi terbaik dari setiap ASN, dan memastikan mereka bisa berkembang dalam jalur karier yang selaras dengan kapasitasnya. “Penilaian kompetensi ini akan menjadi fondasi awal dalam mengenali kekuatan dan potensi ASN. Kita ingin menciptakan ekosistem kerja yang kolaboratif dan inovatif,” tegas Gus Yani, sapaan Fandi Akhmad Yani. 

Menurutnya, melalui pendekatan sistem merit, hasil dari kegiatan ini akan digunakan untuk menyusun talent pool ASN sebagai dasar pengambilan keputusan pengembangan SDM secara objektif dan terukur. Ia pun berpesan kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gresik untuk terus fokus pada pengembangan keterampilan diri. Selain itu, BKPSDM Gresik juga diharapkan bisa melakukan pendampingan ASN Gresik terkait pendidikan dan pelatihan berkelanjutan. “Kita betul-betul butuh SDM yang terus meng-upgrade diri,” tegas magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, dalam paparannya menjelaskan secara rinci urgensi pelaksanaan penilaian kompetensi, khususnya bagi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama. “Assessment ini bukan sekadar prosedur, tapi alat bantu penting dalam memastikan kecocokan antara pekerjaan dan orang yang mendudukinya. Kita harus menghindari ‘salah posisi’ dalam birokrasi,” ujar dokter Alif, sapaan Asluchul Alif. 

Sebagai informasi, Pemkab Gresik telah menandatangani Komitmen Bersama dengan Kepala BKN RI dalam pengembangan aplikasi Manajemen Talenta. Hingga 2024, telah dilakukan penilaian terhadap 1.977 ASN. Pada 2025 ini akan menyasar 800 ASN (pelaksana, tenaga pendidikan, tenaga kesehatan) dan 30 JPT. Jumlah tersebut menyisakan 6.494 ASN di Gresik yang masih belum mengikuti assessment dan akan menjadi target pembinaan selanjutnya.

Penilaian JPT akan menggunakan metode assessment center yang meliputi berbagai instrumen seperti wawancara berbasis perilaku, LGD (Leaderless Group Discussion), tes psikologi, hingga proposal dan presentasi bidang. Hasilnya akan dikategorikan dalam tiga tingkat: optimal, cukup optimal, dan kurang optimal berdasarkan perbandingan nilai capaian dengan standar jabatan (job person match).

Dalam kesempatan ini, Sekretaris Daerah Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, menyampaikan bahwa pembekalan peserta hari ini menjadi langkah awal dari keseluruhan proses penilaian kompetensi ASN di tahun 2025.

Mulai bulan Agustus, penilaian kompetensi ASN akan menyasar 830 peserta, terdiri dari 800 ASN pelaksana dan 30 JPT. Tepatnya pada tanggal 5 dan 7 Agustus 2025 di BKN Regional II Surabaya (untuk 800 peserta), sedangkan pada tanggal 12 dan 13 Agustus 2025 di BKD Provinsi Jawa Timur (untuk 30 JPT). 

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, menyampaikan bahwa pembekalan peserta menjadi langkah awal dari keseluruhan proses penilaian kompetensi ASN di tahun 2025.

Mulai bulan Agustus, penilaian kompetensi ASN akan menyasar 830 peserta, terdiri dari 800 ASN pelaksana dan 30 JPT. Tepatnya pada tanggal 5 dan 7 Agustus 2025 di BKN Regional II Surabaya (untuk 800 peserta), sedangkan pada tanggal 12 dan 13 Agustus 2025 di BKD Provinsi Jawa Timur (untuk 30 JPT). (yad)

Pemkab Gresik Kick Off Manajemen Talenta ASN  Selengkapnya

Biawak Masuk Minimarket, bukan Rojali dan Rohana Panik

GRESIK,1minute.id – Seekor biawak masuk kamar mandi minimarket di Jalan Raya Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada Jumat malam, 25 Juli 2025. Tamu tak diundang itu membuat pengunjung minimarket waralaba itu heboh. Mereka tentu saja, bukan rojali (rombongan jarang beli) dan rohana alias rombongan hanya nanya. 

Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik Suyono, pihak menerima laporan ada biawak masuk minimarket sekitar pukul 20.30 WIB. “Pelapor ibu Ulvi, karyawan minimarket,” ujar Suyono pada Jumat malam, 25 Juli 2025.

Damkarmat meneruskan tim rescue berjumlah lima orang menuju lokasi. Mereka menggunakan alat pelindung diri lengkap dan sebuah penjepit ular. Petugas langsung menuju kamar mandi minimarket itu. Reptil ndepis di pojok kamar mandi minimarket. Tidak lebih satu jam, petugas bisa mengevakuasi biawak sepanjang lebih satu meter itu. “Ini rescue ke 14 di bulan Juli,” ujar mantan Asisten Bidang Pemerintahan Setkab Gresik itu. (yad)

Biawak Masuk Minimarket, bukan Rojali dan Rohana Panik Selengkapnya