Ini Tips Liburan Menyenangkan dan Bermanfaat bagi Siswa UPT SMP Negeri 2 Gresik 

GRESIK,1minute.id – Menjelang liburan akhir semester ganjil, ratusan siswa UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik mendapatkan tausiyah dari Aiptu Edi Purnomo.

Kepala Unit Profesi dan Pengamanan Polisi Sektor Gresik Kota, Polres Gresik ini mengingatkan kepada seluruh siswa di sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim tidak merayakan libur Natal dan Tahun Baru atau Nataru yang dapat merugikan diri sendiri, orang tua maupun sekolah. 

“Rayakan liburan sekolah dengan bahagia dan bermanfaat,” kata Aiptu Edi Purnomo dalam apel Pembekalan Akhir Semester Menjelang Libur Nataru di halaman sekolah berlokasi di Jalan KH.Kholil, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Selasa, 17 Desember 2024.

Lalu kegiatan apa yang bisa membuat liburan sekolah menjadi menyenangkan, bahagia dan bermanfaat bagi peserta didik? Ini tips dari Aiptu Edi Purnomo. 

Para pelajar hendaknya :

1. Menjaga diri untuk tidak terlibat dalam kegiatan yang merugikan diri sendiri dan keluarga seperti gangster, tawuran pelajar, narkoba, balap liar dan hal hal yang merusak citra sekokah

2. Manfaatkan waktu liburan dengan kegiatan positif seperti meningkatkan ibadah dan membantu  keluarga

3. Mawasdiri memilih teman karena jika salah dalam pertemanan anak-anak akan merugi 

4. Selama Nataru akan ada operasi lilin maka jika belum cukup usia tidak boleh membawa kendaraan bermotor, apalagi kendaraan modifikasi / brong.

Sementara itu, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim mengatakan, sejumlah kegiatan telah disusun menjelang penerimaan rapor siswa. “Ada khotmil quran, bimbingan baca tulis Al Quran TBTQ (tuntas baca tulis quran) dan pembinaan akhlaq dan kedisiplinan Peserta didik,” kata Salim. (yad)

Ini Tips Liburan Menyenangkan dan Bermanfaat bagi Siswa UPT SMP Negeri 2 Gresik  Selengkapnya

66 Rumah di Ujungpangkah Diterjang Angin Lesus, Bupati Gresik Tinjau Lokasi dan Serahkan Bantuan

GRESIK,1minute.id – Angin lesus menerjang Desa Kepatang Lor dan Desa Glatik di Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Sebanyak 66 rumah rusak akibat bencana angin puting beliung itu.

Kabar bencana itu pun sampai ketelingah Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani mendatangi lokasi korban bencana angin itu pada Sabtu, 14 Desember 2024.

Kholidin, salah satu korban bencana angin ribut mengaku terharu disambangi Gus Yani sambil membawa bantuan kepada warga terdampak bencana angin itu.

Warga Desa Glatik berusia 38 tahun itu pun menyatakan terima kasih. 

“Terima kasih pak bupati. Dan mudah-mudahan bagi semua pihak yang membantu, diberikan rezeki yang lebih barokah oleh Allah SWT,” tutur Kholidin.

Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani datang dengan didampingi Kepala Satuan Pelaksana atau Satlak Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Gresik Sukardi, Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman atau CKPKP Ida Lailatussa’diyah dan Camat Ujungpangkah Shofwan Hadi. Mereka disambut hangat masyarakat. 

Orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik kemudian meninjau langsung sejumlah rumah warga korban angin lesus. Gus Yani juga berdialog dengan para korban dan memberikan bantuan berupa uang tunai, paket sembako, kasur lipat matras, terpal, lauk pauk dan biskuit. Hal ini untuk membantu pemulihan masyarakat yang terdampak. 

Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan rasa prihatin dengan musibah yang menimpa warga Desa Glatik dan Desa Ketapang Lor Kecamatan Ujungpangkah Gresik. Ia menyampaikan, bantuan ini sebagai bentuk komitmen untuk memberikan semangat dan dukungan langsung kepada masyarakat.

“Kami hadir langsung bersama dinas terkait, Muspika dan perangkat desa untuk memastikan penanganan pasca bencana berjalan baik. Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak,” ujarnya.

Pihaknya juga mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat, termasuk keterlibatan Muspika Ujungpangkah dan perangkat desa dalam membantu perbaikan. “Setelah kejadian, masyarakat bersama-sama langsung memperbaiki atap rumah yang rusak. Ini menunjukkan kekompakan yang luar biasa,” katanya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada mengingat saat ini telah memasuki musim penghujan. Menurutnya, intensitas curah hujan dan potensi bencana seperti puting beliung bisa saja masih terjadi di wilayah Gresik. 

“Kami berharap masyarakat Gresik, khususnya yang berada di daerah rawan, tetap siaga. Bila ada pepohonan besar di sekitar rumah, jangan ditebang namun dipangkas untuk mengurangi risiko,” pesan Gus Yani. (yad)

66 Rumah di Ujungpangkah Diterjang Angin Lesus, Bupati Gresik Tinjau Lokasi dan Serahkan Bantuan Selengkapnya

KH Ainur Rofiq Thoyyib, Aklamasi Nakhoda baru, MUI Gresik

GRESIK,1minute.id – KH Ainur Rofiq Thoyyib menjadi nakhoda baru, Majelis Ulama Indonesia atau MUI Gresik. Wakil Ketua Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama atau PCNU Gresik ini terpilih sebagai ketua MUI secara aklamasi melalui Musyawarah Daerah atau Musda ke-5 MUI Gresik di Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik pada Sabtu, 14 Desember 2024.

Musda yang dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini mengusung tema “Merawat Tradisi dan Prestasi”.  Musda ini menjadi tonggak penting bagi MUI Gresik untuk menguatkan perannya dalam menjaga tradisi keislaman sekaligus berinovasi demi melayani umat secara lebih optimal.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengajak MUI untuk terus berkiprah dan menjadi pioner di Jawa Timur. Ditambahkan, MUI Gresik juga diharapkan untuk mengambil langkah strategis melalui transformasi digital.

“Tantangan kita adalah transformasi digital. Era digital telah menjadi elemen penting dalam kehidupan umat. MUI sebagai lembaga yang berperan besar dalam pembinaan umat, perlu memanfaatkan teknologi digital untuk mempermudah dakwah dan komunikasi dengan masyarakat,” ungkap Gus Yani- sapaan-Fandi Akhmad Yani.

Pada kesempatan itu, Gus Yani mengharapkan kepemimpinan baru, MUI  Gresik mampu mengemban amanah dengan lebih progresif, menjawab tantangan zaman, dan tetap konsisten menjaga nilai-nilai tradisi yang menjadi warisan para ulama.

Kepemimpinan baru ini dapat membawa MUI semakin solid dan inovatif. “Kita semua berharap, di bawah kepemimpinan KH Ainur Rofiq Thoyyib, MUI Kabupaten Gresik dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan umat yang harmonis, religius, dan modern,” katanya.

Di Musda tersebut, Bupati Yani menerima buku “Senarai Ulama Mengabdi” yang diberikan oleh KH Mansoer Shodiq. Buku ini menceritakan sejarah perjalanan MUI dan kiprah ulama-ulama besar di Gresik, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.

Pada kesempatan tersebut, Gus Yani juga memberikan apresiasi berupa cinderamata kepada KH Mansoer Shodiq atas dedikasi dan teladan beliau dalam pengabdian kepada umat. Selain itu, cinderamata juga diserahkan kepada keluarga almarhum KH Abdul Munif sebagai penghormatan atas jasa dan keteladanan yang telah ditorehkan semasa hidupnya.

“Kedua ulama ini merupakan figur panutan yang inspirasinya akan terus mengiringi langkah kita dalam membangun Gresik yang berdaya dan religius,” ujarnya. (yad)

KH Ainur Rofiq Thoyyib, Aklamasi Nakhoda baru, MUI Gresik Selengkapnya

Kado Akhir Tahun, Kabupaten Gresik Raih Predikat Kualitas Tertinggi pada Penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik

GRESIK,1minute.id – Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia atau ORI Jawa Timur memberikan apresiasi terkait Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik kepada Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik.

Penghargaan untuk kategori A, Zona Hijau dengan predikat kualitas tertinggi itu diberikan Kepala Kantor Perwakilan Ombudsman Jawa Timur Agus Muttaqien kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di JW Marriot Hotel, Surabaya pada Jumat, 14 Desember 2024. Pemkab Gresik mengantongi nilai 95,88. 

Prestasi ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada 2023 Kabupaten Gresik memperoleh nilai 87,64 atau kualitas tinggi, pada 2022 meraih nilai 57,65 atau kualitas sedang.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan rasa syukur atas pencapaian ini. Capaian ini, merupakan hasil kerja kolektif semua pihak dan dukungan masyarakat Gresik.

PENGHARGAAN OMBUDSMAN : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam acara Penganugerahan Hasil Penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik yang diselenggarakan Ombudsman RI di Surabaya pada Jumat, 13 Desember 2024 ( Foto : Kominfo Gresik)

“Alhamdulillah, Kabupaten Gresik mendapatkan penghargaan dari Ombudsman RI. Ombudsman RI menilai bahwa pelayanan publik dan penanganan pengaduan di Kabupaten Gresik sudah luar biasa,” ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani.

Gus Yani didampingi Sekretaris Daerah atau Sekda Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Asisten Administrasi Umum Sekda Gresik Nuri Mardiana, serta jajaran kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik.

Ia menegaskan bahwa capaian ini harus menjadi motivasi bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah atau OPD untuk terus memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Proses penilaian yang dilakukan oleh Ombudsman melibatkan beberapa indikator pada sejumlah OPD sebagai lokus penilaian, termasuk DPMPTSP, Dinsos, Dinkes, Dispendukcapil, dan Puskesmas. 

Beberapa indikator tersebut meliputi, Dimensi Input (Kompetensi pelaksana dan ketersediaan sarana prasarana), Dimensi Proses (Standar pelayanan yang diterapkan), Dimensi Output (Persepsi terhadap maladministrasi dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), dan Dimensi Pengaduan (Penanganan dan pengelolaan pengaduan masyarakat).

Peningkatan nilai yang diraih Kabupaten Gresik merupakan hasil dari upaya bersama seluruh elemen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan publik yang responsif, akuntabel, dan berkualitas. Ia mencontohkan Command Center di Kantor Bupati Gresik. 

PENGHARGAAN OMBUDSMAN : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (tengah) didampingi Sekda Gresik Washil Miftachul Rachman serta para kepala OPD usai acara Penganugerahan Hasil Penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik yang diselenggarakan Ombudsman RI di Surabaya pada Jumat, 13 Desember 2024 ( Foto : Kominfo Gresik)

Command Center tersebut menjadi pusat kendali layanan berbasis digital untuk memantau kinerja pelayanan publik dan pengaduan masyarakat serta layanan kedaruratan secara real-time.

Fasilitas pengaduan masyarakat atau Dumas ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik.

Dengan pencapaian ini, Kabupaten Gresik optimis untuk terus melangkah maju, menghadirkan pelayanan yang semakin prima dan memenuhi harapan masyarakat. “Capaian ini adalah bukti kerja keras bersama. Kami berkomitmen untuk terus melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” pungkas Gus Yani. (yad/adv)

Kado Akhir Tahun, Kabupaten Gresik Raih Predikat Kualitas Tertinggi pada Penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik Selengkapnya

Wabup Gresik Aminatun Habibah : Menuju Three Zero 2030, Stigma & Diskriminasi ODHA Jadi Tantangan

GRESIK1minute.id – “Saat ini yang menjadi tantangan terbesar adalah stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA),” ujar Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dalam sarasehan Peringatan Hari AIDS Sedunia 2024 di Aula Dhurung Bawean, Kompleks Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 12 Desember 2024.

Sarasehan yang diinisiasi oleh Komisi Penanggulangan AIDS atau KPA Kabupaten Gresik diikuti ratusan orang mengusung tema “Hak Setara Untuk Semua, Bersama Kita Bisa”. 

Wabup Aminatun Habibah melanjutkan, salah satu persoalan bangsa yang belum bisa teratasi dan belum bisa terurai dengan baik sampai saat ini adalah penyebaran virus HIV/AIDS. 

“HIV/AIDS menjadi permasalahan tidak hanya sebatas sisi kesehatan saja. Tetapi juga menjadi perhatian sosial, politik, agama, hingga ekonomi,” ucap Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah.

Dia mengatakan,selaras dengan tema Hari AIDS Sedunia 2024, “Hak Setara Untuk Semua dan Bersama Kita Bisa”, diharapkan orang dengan HIV (ODHIV), Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dan Anak dengan HIV/AIDS (ADHA) bisa mendapat hak-haknya dan menjalani hidup secara mandiri. “Saat ini yang menjadi tantangan terbesar adalah stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA),” ujarnya.

Wabup menambahkan, tema ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan yang inklusif dalam pemenuhan hak-hak setiap individu. Termasuk akses terhadap layanan kesehatan yang setara tanpa stigma dan diskriminasi.

Menurutnya, dengan mengeliminasi stigma dan diskriminasi menjadi upaya penting dalam keberhasilan penanggulangan HIV AIDS menuju three zero pada 2030. Upaya ini sangat membutuhkan dukungan lintas program maupun lintas sektor

“Saya berharap kepada jajaran kesehatan, duta peduli HIV/AIDS, OPD, lembaga dan mitra terkait dapat mengambil peran aktif dalam memberikan edukasi dan sosialisasi. Serta melaksanakan berbagai kegiatan yang mendukung penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Gresik,” tegas Bu Min. 

Selain kolaborasi dan sinergi dengan semua stakeholder, Wabup Gresik Bu Min berharal sosialisasi semakin intens untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. 

“Mudah-mudahan melalui sarasehan ini kita dapat memperkuat komitmen bersama dalam pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Gresik,” tandasnya.

Total kasus baru sejak 2019 hingga Oktober 2024 sejumlah 667 kasus padahal target Pemerintah Kabupaten Gresik pada 2030 harus nol kasus, three zero. Nol kasus HIV AIDS, nol kematian dan nol Diskriminasi. Melalui sarasehan ini Gresik bisa mengurangi HIV/AIDS. 

Di tempat sama, Ketua Komisi Penanggulangan AIDS atau KPA Kabupaten Gresik dr. Adi Yumanto menambahkan, pada awal 2024 kegiatan KPA lebih kepada pencegahan. Selain itu memberikan pelatihan kepada duta peduli dan kegiatan rutin lainnya. Seperti penyuluhan kesehatan, sosialisasi ke sekolah dan luar sekolah hingga sarasehan. 

“Menyambut Hari AIDS Sedunia, upaya pencegahan HIV/AIDS tidak harus dilakukan KPA maupun duta peduli saja. Namun perlunya langkah strategis berbasis kolaborasi dengan pendekatan pentahelix,” kata pensiunan ASN yang pernah menjabat Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaaan Perempuan dan Perlindungan Anak atau KBPPPA Gresik itu. 

Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah juga turut menyerahkan bantuan secara simbolis dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gresik yang diberikan kepada ODHA dan ADHA. (yad)

Wabup Gresik Aminatun Habibah : Menuju Three Zero 2030, Stigma & Diskriminasi ODHA Jadi Tantangan Selengkapnya

Ganggu Tibum Tranmas, Pol PP Gresik Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Gresik Kota

GRESIK,1minute.id – Mobil patroli Satuan Polisi Pamong Praja atau Sat Pol PP Gresik berjaga di Jalan Gubernur Suryo, Gresik, Jawa Timur pada Kamis, 12 Desember 2024.

Sejumlah anggota penegak peraturan daerah atau Perda Gresik berdiri mengawasinya. Pagi itu, sekitar pukul 09.10 WIB, tidak ada pedagang kaki lima yang biasa membuka lapak dagangannya berjualan di trotoar jalan. Mereka tampak tertib.

Penjagaan dilakukan oleh Sat Pol PP Gresik karena khawatir pedagang kaki lima balik kucing. Satuan Pol PP Gresik melakukan penertiban pedagang kaki lima atau PKL  mulai Rabu, 11 Deaember 2024 pukul 23.00 WIB hingga Kamis, 12 Deaember 2024 pukul 03.45 WIB. Penertiban PKL ini dilakukan karena mereka berjualan diatas trotoar dan parkir liar. Mereka dianggap melanggar ketertiban umum.

“Penertiban dilakukan berdasarkan Perda nomor 02 tahun 2022 tentangbTibum Tranmas (ketertiban umum dan ketentraman masyarakat),” ujar Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja atau Sat Pol PP Gresik Agustin Halomoan Sinaga pada Kamis, 12 Desember 2024.

Sasaran penertiban, katanya, pedagang kaki lima dan parkir liar di sepanjang Jalan Usman Sadar hingga Jalan Gubernur Suryo, Kecamatan/Kabupaten Gresik. Penertiban dilakukan menjelang dini hari itu, karena banyak pedagang berjualan di trotoar jalan. Selain di trotoar banyak pedagang menggunakan mobil pikap parkir dan berjualan. 

“Aktivitas mereka menggunakan trotoar mengganggu tibum tranmas,” tegasnya. Maraknya, penjual itu mengakibatkan kemacetan. “Parkir liar,” tegasnya. Aktivitas PKL dan parkir liar itu, mengakibatkan banyak pedagang di dalam Pasar Baru Gresik  mengeluh sepi. 

“Dengan adanya kegiatan penertiban pedagang  yang berlokasikan  di Jalan Usman Sadar dan Jalan Gub. Suryo ini karena banyaknya pengaduan dari masyarakat sehingga dari pihak Dinas Satpol pp harus turun tangan guna penertiban,” tegasnya. Dalam penertiban ini, Sat Pol PP Gresik bersinergi dengan tim URC Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Kodim 0817/Gresik, Garnisun dan Polres Gresik. “Penertiban berjalan lancar dan aman,” ujarnya.

Biasanya, pascapenertiban petugas Pol PP pulang pedagang balik kucing. Akan tetapi, Pol PP Gresik tetap melakukan pengawasan sehingga hingga pukul 10.00 WIB terlihat masih tertib. (yad)

Ganggu Tibum Tranmas, Pol PP Gresik Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Gresik Kota Selengkapnya

Kolaborasi Dinkes dan PWI Gresik, Pengentasan Stunting Harus Libatkan Semua Stakeholder

GRESIK,1minute.id – Pengentasan stunting, masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik. Saat ini, angka prevelensi stunting di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik masih di angka 15,7 persen pada semester I/2024.

Brrdasarkan Perda nomor 9/2023, ditargetkan penurunan angka stunting pada 2024 sebesar 10 persen di sisa 21 hari lagi. Dinas Kesehatan atau Dinkes Gresik dan Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI Gresik menggelar diskusi kolaborasi dalam rangka menekan angka stunting di Gresik pada Selasa, 10 Desember 2024.

Diskusi di helat di Sekretariat PWI Gresik di Jalan A.I.S Nasution, Gresik dipimpin oleh Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiono dan dihadiri puluhan anggota.

Deni menyebut, berdasarkan data bahwa prevalensi stunting di Gresik pada semester I/2024 masih di angka 15,7 persen. Dan ditargetkan turun hingg angka 10 persen sebagaimana Perda Nomor 9 Tahun 2023.

“Berdasarkan data masih ada 22 desa di 9 kecamatan dengan angka prevalensi stunting tinggi. Kerentanannya pada ibu miskin, ibu remaja, keluarga terisolasi hingga hambatan tradisi dan budaya,” ungkap Deni.

Ia melanjutkan, upaya penurunan angka stunting menghadapi tantangan yang kompleks. Mulai dari keterbatasan akses hingga kendala edukasi dan sosialisasi. 

“Dalam upaya penurunan stunting ini, kita sebagai jurnalis atau wartawan mempunyai peran yang penting. Salah satunya dalam hal edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat,” imbuhnya.

Edukasi dan sosialisasi ini dapat melalui informasi atau pemberitaan pencegahan stunting, angkat cerita keberhasilan penanganan stunting sebagai inspirasi dan mendorong lahirnya kebijakan pro stunting. 

“Yang perlu digarisbawahi bahwa, persoalan stunting ini adalah sesuatu yang kompleks. Tidak bisa hanya Dinas Kesehatan atau satu instansi saja, jadi kami mendorong kolaborasi seluruh stakeholder seperti Dinas Pendidikan, KBPPPA dan lainnya dalam rangka percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Gresik,” tutupnya.

Dalam diskusi ini juga disoroti terkait anomali data prevalensi stunting dengan kondisi di lapangan. Diperlukan data yang valid agar penanganan stunting berjalan secara optimal. Serta optimalisasi pencegahan stunting mulai dari anak remaja. Salah satunya pengawasan pemberian vitamin kepada remaja hingga pencegahan pernikahan dini. Permasalahan kompleks akan terurai dengan kolaborasi bersama-sama. (yad/gus)

Kolaborasi Dinkes dan PWI Gresik, Pengentasan Stunting Harus Libatkan Semua Stakeholder Selengkapnya

ODGJ Bakar Pakaian, Warga Sekampung dan Petugas Damkarmat Gresik Panik

GRESIK,1minute.id – Seorang ODGJ bernama Choirul Anam berulah pada Jumat malam, 6 Desember 2024. Ulah pemuda 30 tahun itu membikin warga sekampung panik. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik turun tangan.

Lalu apa yang dilakukan oleh Choirul Anam, orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ itu? Kepala Dinas Damkarmat Gresik Suyono menceritakan, pada Jumat, 6 Desember 2024 sekitar pukul 20.58 WIB, seorang warga bernama Budi, warga di Jalan Masjid Jami Baitul Muttaqin Leran, Desa Leran, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur melihat ada asal di rumah Choirul Anam. 

Choirul Anam, penghuni rumah berdinding tembok yang belum di plester semen seorang ODGJ. Asap yang keluar dari celah angin-angin rumah semakin banyak. Melihat kondisi itu, warga ingin menyelamat penghuni rumah yang sebatang kara itu. 

Namun, warga khawatir pemilik rumah yang diketahui mengidap ODGJ itu marah. “Sehingga warga kemudian melaporkan ke kami, damkar Gresik,” kata Suyono pada Sabtu, 7 Desember 2024. Sebanyak 7 personil dengan satu unit mobil damkar dan satu unit mobil suplai air tiba di lokasi kejadian pukul 21.20 WIB. 

Kondisi asap dalam rumah Anam semakin tebal. Warga memecah kaca rumah untuk menyelamatkan korban Anam. Petugas Dankarmat melakukan penyemprotan air. “Korban Anan pingsan diduga terlalu banyak menghirup asap,” kata mantan Asisten bidang Pemerintahan Sekretariat Kabupaten Gresik. 

Lalu mengapa ada asap di rumah korban Choirul Anam ? “Korban membakar pakaian dan merembet ke almari rumah,” katanya. Kejadian yang dialami Choirul Anam ini menambah panjang kejadian kebakaran di kota Industri-sebutan lain- Kabupaten Gresik ini. Data Damkarmat Gresik ada 13 kebakaran per 6 Desember 2024. Artinya, di musim hujan ini, rata-rata ada 2 kali kejadian kebakaran. (yad)

ODGJ Bakar Pakaian, Warga Sekampung dan Petugas Damkarmat Gresik Panik Selengkapnya

Pol PP Gresik dan Bea Cukai Razia Peredaran Miras di Pulau Putri. Ini Hasilnya

GRESIK,1minute.id – Satuan Polisi Pamong Praja atau Sat Pol PP Gresik kembali melakukan razia peredaran minuman keras pada Jumat malam, 6 Desember 2024. Kembali menemukan warung kopi atau kafe yang menyediakan minuman yang dilarang beredar di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.

Razia peredaran miras atau minuman beralkohol ini sudah berulangkali. Seperti, jamur di musim hujan. Satu terkena razia, puluhan lainnya menyediakan miras. Seakan tidak ada unsur jera. 
Razia peredaran miras kali ini dilakukan di Pulau Bawean, tepatnya di Desa Teluk Sungai, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Razia dilakukan oleh Sat Pol PP Gresik bersama Bea Cukai Gresik dimulai pukul 21.30 WIB.

Ada tiga warung atau kafe yang menjadi sasaran razia penegakan Peraturan Daerah atau Perda Gresik nomor 15/2002 yang telah diubah dengan Perda Gresik nomor 19/2004 tentang Pelarangan Peredaran Miras.

Menurut Kepala Sat Pol PP Gresik Agustin Halomoan Sinaga, razia dilakukan berawal dari pengaduan masyarakat adanya warung/cafe yg menyediakan miras.  Selain itu,  permintaan para tokoh masyarakat ttg maraknya warkop/cafe & miras di Bawean.

Berdasarkan pengaduan tersebut, sejumlah personil Pol PP Gresik diterjunkan untuk melakukan penyelisikan warung dan kafe yang menyediakan miras di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean. Hasil penyelidikan ada tiga warung dan kafe yang terindikasi menyediakan miras.”Akan tetapi, setelah kami lakukan penertiban hanya satu kafe yang ditemukan menyediakan miras,” kata Sinaga pada Sabtu, 7 Desember 2024. 

Di kafe & resto itu, terangnya, ditemukan barang bukti 5 botol miras jenis Anggur Merah, 1 botol miras Anggur Biru, 4 botol miras Anggur Merah sudah kosong dan 2 teko  campuran miras. “Barang Bukti telah kita sita dan pelayan kafe serta pemilik cafe kita bawa ke Kantor Kecamatan Sangkapura untuk permintaan BAP dan pembinaan,” tegasnya. (yad)

Pol PP Gresik dan Bea Cukai Razia Peredaran Miras di Pulau Putri. Ini Hasilnya Selengkapnya
JAF 2024 : (dua dari kiri) Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Dewan Kesenian Jawa Timur di Jatim Art Forum 2024 di GNI Gresik pada Rabu malam, 4 Desember 2024 ( Foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

JAF 2024, Bupati Fandi Akhmad Yani : Gresik adalah Simbol Harmoni dan Keseimbangan

GRESIK,1minute.id – Jatim Art Forum atau JAF 2024 resmi di buka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Gedung Nasional Indonesia pada Rabu malam, 4 Desember 2024. Untuk kali pertama event yang diprakarsai Dewan Kesenian Jawa Timur ini digelar di Kota Santri-sebutan lain- Kabupaten Gresik JAF 2024 mengusung tema “Damar Kurung Explore” itu.

Event seni dan kebudayaan terbesar di penghujung tahun digelar sampai 7 Desember 2024. Gresik menjadi pusat perhatian pencinta seni dan kebudayaan di Jatim maupun nasional. Ada dua venue untuk gelaran hasil kolaborasi Dewan Kebudayaan Gresik dengan Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga atau Disparekrafbudpora Gresik itu. Tiga tempat itu adalah Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro atau WEP ; dan Gedung Nasional Indonesia atau GNI. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menyampaikan bahwa JAF 2024 adalah momentum penting untuk memperkuat identitas budaya Gresik sebagai kota dengan sejarah dan peradaban yang kaya.

“Kabupaten Gresik memiliki warisan sejarah panjang yang menjadi kebanggaan kita bersama. Melalui acara ini, kita tidak hanya merayakan seni dan budaya tetapi juga menunjukkan komitmen menjaga identitas lokal yang menjadi jati diri bangsa. Mudah-mudahan ini juga membawa kesejahteraan bagi seniman dan budayawan Gresik,” ujar Gus Yani – sapaan akrab – Fandi Akhmad Yani.

Gresik adalah simbol harmoni dan keseimbangan. Membaca Gresik bukan hanya soal data sejarah, tetapi soal memahami wacana intelektual yang menjembatani budaya Cina dan Arab. “Kota ini mengajarkan kita untuk melihat keragaman sebagai kekuatan,” ujarnya sambil mencontohkan akulturasi budaya yang heterogen di Gresik Kota Lama atau GKL hingga saat ini.

BUKAN LAMPION : Damarkurung menghiasi Kampung di Jalan H.Samanhudi, Kecamatan / Kabupaten Gresik pada Desember 2023 . ( Foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Pada kesempatan itu, Gus Yani mewacanakan untuk memberikan apresiasi kepada Maeatro Damarkurung Mbah Masmundari. Nama pelukis Damarkurung yang ikonik akan dijadikan nama museum art digital yang ada dalam kompleks Masjid KH Robbach Ma’sum di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang.

Pembangunan museum art digital itu diperkirakan rampung akhir tahun depan. “Mungkin museum itu bisa diberinama pelukis damarkurung,” katanya. Damarkurung menjadi tema di JAF 2024.

Damarkurung memiliki karakteristik yang unik di antara lentera yang ada di belahan di dunia. Keunikan Damarkurung itu, di antaranya, berbentuk kubus memiliki epmat sisi ;  memiliki hiasan pada atas berbentuk segitiga siku-siku kembar atau segitiga sama sisi kembar yang membentuk huruf “M” pada atas lentera ;  memiliki penyangga pada bawah lenteradi lapisi kertas dengan gambar dua dimensi.

“Lukisan damarkurung ini menceritakan sosial budaya masyarakat Kabupaten Gresik, beliau menceritakan isi hati dari pikirannya di entera tersebut yang namanya Damarkurung,” kata Gus Yani.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Jawa Timur Taufik Hidayat, menyatakan bahwa Gresik merupakan suatu simbol harmoni dan keseimbangan.

“Gresik adalah simbol harmoni dan keseimbangan. Membaca Gresik bukan hanya soal data sejarah, tetapi soal memahami wacana intelektual yang menjembatani budaya Cina dan Arab. Kota ini mengajarkan kita untuk melihat keragaman sebagai kekuatan,” ujarnya. (yad)

JAF 2024, Bupati Fandi Akhmad Yani : Gresik adalah Simbol Harmoni dan Keseimbangan Selengkapnya