GRESIK,1minute.id – Komisi Pemilihan Umum atau KPU Gresik menggelar Rapat Pleno Terbuka Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Gresik dalam Pilkada Serentak 2024 di Hotel Santika pada Senin malam, 23 September 2024.
Paslon Cabup dan Cawabup Gresik, Fandi Akhmad Yani dan dr Asluchul Alif mendapatkan nomor urut satu. Paslon Gus Yani – dr Alif, menjadi pasangan tunggal dalam Pemilihan Bupati Gresik pada 27 November 2024 mendatang.
Ketua KPU Gresik Akhmad Taufik mengatakan, pengundian dan penetapan nomor urut paslo ini adalah salah satu tahapan krusial dalam Pilbup Gresik 2024. Meskipun, hanya satu pasangan, kata Taufik, masyarakat diberikan kesempatan untuk memilih dan menilai. “Semoga proses berjalan lancar,” kata Taufik.
Ia juga menghimbau semua stakeholder di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik untuk tetap menjaga kondusifitas, kedamaian selama Pilbup Gresik. “Mari kita jaga semangat demokrasi dan penuh integritas,” harapnya.
Sementara itu, Cabup nomor urut satu, Fandi Akhmad Yani mengatakan, paslon All in One siap melakukan kampanye untuk menjlentrehkan programkepada masyarakat agar mengerti, faham yang kami tawarkan ke depan.
Program unggul adalah pembanguna berkelanjutan sektor infrastruktur, kesehatan, pendidikan, jaminan sosial akan kami sampaikan dalam kurun waktu 60 hari di massa kampanye ke depan. “Mudah-mudahan pilkada serentak di Kabupaten Gresik pada 27 November 2024 masyarakat Gresik hadir ke TPS langsung dan memungut suara. Mudah-mudahan dengan izin Allah SWT, kami berdua mendapatkan tugas, mandat dari masyarakat Gresik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik kedepan,” harapnya.
Dalam pengundian nomor urut dipenuhi pasangan calon nomor urut satu. Mereka terus meneriakkan dukungan kepada pasangan Cabup-Cawabup Gresik, Gus Yani-dr Alif menang sambil membentangkan gambar paslon mengacungkan jari telunjuk sebagai sinonim nomor urut-1. (yad)
GRESIK,1minute.id – Sebanyak 3.200 orang mengikuti Apel Kebangsaan Kemandirian Desa di halaman Kantor Bupati Gresik pada Senin 23 September 2024. Ribuan peserta apel itu, berasal dari semua stakeholder di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.
Mereka diataranya perangkat desa, anggota badan permusyawaratan desa atau BPD, perkumpulan BPD serta ibu PKK. Apel dipimpin langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dengan komandan upacara Muhammad Qodim dari perkumpulan BPD Gresik. Tampak hadir Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, forkompimda serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah atau OPD di Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik.
Apel Kebangsaan Kemandirian Desa menjadi ajang meneguhkan komitmen Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik dalam rekognisi, dan keberpihakan bersama dalam membangun desa-desa berlandaskan Nawa karsa Gresik Baru menuju Gresik yang lebih maju.
Menurut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, kebersamaan antara kepala desa dan perangkat desa harus terjalin dengan baik. Karena untuk mewujudkan desa yang maju, mandiri dan sejahtera, harus tercipta sinergitas antara kepala desa, perangkat desa, serta lembaga desa yaitu BPD.
“Semuanya itu merupakan komponen utama dalam penyelenggaraan pemerintahan desa,” ucap Gus Yani-sapaan akrab-Fandi Akhmad Yani mengawali sambutan.
Bupati menyampaikan ucapan terima kasih serta penghargaan yang setulus-tulusnya atas dedikasi, loyalitas dan pengabdian. Serta kontribusi yang diberikan seluruh aparatur pemerintah desa untuk kemajuan dan kemakmuran masyarakat.
“Dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki oleh kepala desa, perangkat, dan bpd, disamping melaksanakan fungsinya sebagai unsur penyelenggara pemerintahan desa. Juga dapat memberikan pemikiran konstruktif dalam kegiatan-kegiatan pembangunan yang sekarang sedang kita laksanakan di berbagai bidang,” imbuhnya.
Dirinya menambahkan, dengan bertambahnya masa jabatan kepala desa, mudah-mudahan menjadikan ladang amal dan ibadah dalam mewujudkan pembangunan di desa. Dibutuhkan kolaborasi, perencanaan yang matang serta optimalkan dan tingkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Pembangunan daerah yang berkelanjutan adalah kunci dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera, maju dan mandiri,” pesannya.
Sebelum mengakhiri sambutan Gus Yani juga berpamitan kepada Forkopimda, kepala OPD di lingkungan Pemkab Gresik dan seluruh aparatur pemerintah desa. Sebab, mulai 25 September 2024, ia cuti karena mengikuti kontestasi pemilihan bupati atau Pilbup Gresik.
“Atas nama pribadi saya menyampaikan permohonan maaf. Jika ada kesalahan dan kekhilafan baik sengaja maupun tidak disengaja selama menjalankan tugas sebagai kepala daerah mohon maaf yang sebesar besarnya,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa atau PMD Gresik Abu Hassan menyampaikan banyak capaian positif selama kepemimpinan Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah. Abu Hassan mencontohkan pada 2024 ini, sebanyak 290 desa dari 330 desa se-Kabupaten Gresik atau 87,9 persen telah mencapai status Desa Mandiri.
Status ini, adalah status tertinggi indeks Desa Membangun yang merepresentasikan keberhasilan pembangunan Desa pada pilar pemerintahan, sosial, dan ekologi. Sedangkan sisanya, 40 Desa memiliki status maju. “Gresik tidak lagi memiliki Desa dengan status berkembang, apalagi tertinggal dan sangat tertinggal,” kata Abu Hassan.
Capaian positif, katanya, diganjar dengan penambahan insentif Desa pada perjalanan sebesar Rp 9,13 miliar untuk alokasi kinerja pemerintah Desa terbaik dan penghargaan pada 2024. Dukungan APBDesa dalam percepatan penurunan stunting juga mendapatkan apresiasi dengan tambahan insentif fiskal sebesar Rp 6,03 miliar.
Usai mengikuti apel, peserta menikmati delapan gunungan yang dibawa oleh asosiasi kepala desa. Gunungan rata-rata setinggi 2,5 meter isinya aneka makanan dan sayur mayur hasil desa. Ada juga gunung pudak dari Kecamatan Duduksampeyan. Panganan khas Gresik yang berjumlah 3.200 biji. Kecamatan Cerme membawa gunungan ikan bandeng goreng tanpa duri yang berjumlah 1.500 ekor. Dan, sayur serta buah-buahan lainnya. (yad)
GRESIK,1minute.id– Rembug Akur kembali dihelat oleh Pemerintah Kabupaten Gresik pada Sabtu malam, 21 September 2024. Gelaran kali kedua yang diinisiasi oleh Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat atau Bakohumas Gresik dipusatkan di hall Sang Pencerah Universitas Muhammadiyah Gresik atau UMG ini bertajuk “Rembug Akur dan Mimbar Mahasiswa : Gresik Kerja, Gresik Daulat Industri”.
Dialog yang menghadirkan ratusan mahasuswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM dari berbagai kampus serta para pemuda di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini berlangsung seru. Ada tiga narasumber yang hadir yakni Bupati Fandi Akhmad Yani ; Rektor UMG Nadhirotul Laily serta Sekretaris Daerah atau Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman.
Kabupaten Gresik yang memiliki luas wilayah 1.194 kilometer persegi. Nilai investasi tren terus naik. Ribuan pabrik beroperasi. Kini, ada pabrik smelter terbesar di dunia beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus, Java Integreted Industrian and Port Estate atau KEK JIIPE di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Upah minimum kabupaten atau UMK Gresik 2024 sebesar Rp 4.642.031 perbulan atau tertinggi nomor dua di Jawa Timur.
Berbagai “keistimewaan” itu, Gresik di mata para pencari kerja Gresik bagai gadis bertubuh lencir, berkulit kuning dan berhidung mancung. Pencari kerja berbondong-bondong untuk menikmati “madunya”.
“Apakah BEM siap diubah?” tanya Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengawali mimbarnya. “Berubah seperti apa?” tanya peserta. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani tampil memakai sarung, baju koko warna putih, berkopyah hitam serta sepatu dengan lugas mengatakan perubahan yang diinginkan menjadi lebih baik.
Caranya, mahasiswa harus aktif belajar, berorganisasi dan meningkatkan kompetensi. Gus Yani memberikan teladan kepada mahasiswa dan pemuda lainnya. Ditengah kesibukan sebagai orang nomor satu-julukan lain-Bupati Gresik tetap belajar. “Saya saat ini juga mahasiswa sedang menempuh program S-3 (doktoral, Red),” katanya mendapatkan tepuk sorak peserta yang memenuhi Hall Sang Pencerah. Gus Yani sarjana Ekonomi dan Magister Mitigasi Bencana dari Universitas Airlangga Surabaya.
Gus Yani menyampaikan bahwa Pemkab Gresik telah menyiapkan rencana jangka, menengah, panjang untuk mengoptimalkan Sumber Daya Manusia atau SDM yang memadai untuk kebutuhan penyerapan industri. Masyarakat Gresik di usia produktif, bisa menambah kemampuan dan keterampilan untuk menjawab kebutuhan dunia kerja.
Selain pelatihan, Pemkab juga sudah menyiapkan kebijakan untuk mematangkan instrumen pengembangan SDM tersebut dengan menekankan aspek integrasi antara budaya, industri dan masyarakat.
“Tantangan kita semakin besar. Dengan percepatan kemajuan teknologi, tugas kita menyiapkan keterampilan semaksimal mungkin. termasuk ketrampilan bahasa asing,” ujar Gus Yani.
“Kami mengajak pada seluruh anak-anak muda yang ada di kabupaten Gresik siap berubah, Kalau tidak kita siapakan hari ini akan menjadi masalah yang besar,” lanjutnya.
Selain itu, adanya Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK banyak potensi yang perlu diserap. Tidak hanya terkait penyerapan tenaga kerja saja. Ada peluang lain seperti penyediaan logistik, Makan dan minuman atau mamin bagi pekerja. Hal itu, sudah diformulasikan Pemkab Gresik, untuk kemanfaatan masyarakat lokal melalui kerja sama dengan sektor UMKM lokal.
“Jadi tidak hanya soal tenaga kerja saja. Ekonomi kultur masyarakat juga harus disiapkan. Seperti mendorong produksi petambak Bandeng sebagai produk lokal. Itu menjadi satu ekositem yang mendukung adanya KEK,” jelasnya.
Ia juga meminta kepada seluruh stokeholder, termasuk Perguruan Tinggi, ikut mendorong menyiapkan SDM lokal yang kompeten siap bekerja sesuai kebutuhan industri, misal jurusan yang berkaitan dengan keterampilan teknik mesin. Pada 2025, Pemkab Gresik akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 6,5 miliar. Anggaran itu, akan digunakan oleh Dinas Tenaga Kerja atau Disnaker Gresik memberikan pelatihan kepada anak-anak usia produktif di Gresik. Sebab, pelatihan keterampilan bersertifikasi sangat dibutuhkan. “Anggaran untuk penamping anak Gresik,” tegasnya.
FOTO BARENG MAHASISWA : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (baju putih berkopyah) , Rektor UMG Nadhirotul Laily foto bersama usai Rembug Akur dan Mimbar Mahasiswa di Hall Sang Pencerah UMG pada Sabtu malam, 21 September 2024 (Foto : chusnul cahyadi /1munute.id)
Sementara itu, Rektor UMG Nadhirotul Lailly, menyampaikan, bahwa Kabupaten Gresik merupakan kota strategis yang punya keunggulan sebagai kota industri. “Ada ribuan industri mikro hingga multinasional,” kata Nadhirotul.
Namun menurutnya, keunggulan tersebut juga tidak lepas dari tantangan, yakni bagaimana potensi tersebut bisa berdaulat. Bisa dimanfaatkan masyarakat lokal, terutama generasi Z.
Untuk itu, Ia mendorong mahasiswa untuk terus meningkatkan kompetensi. “Jangan menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang),” kata Laila. Mahasiswa Gresik bisa punya empati sosial dan peran di komunitas masyarakat. Karena dunia pendidikan menurutnya masih belum cukup untuk mengasah soft skill ketika masuk ke dunia kerja. “Tidak bisa dipungkiri dunia mahasiswa tidak cukup, butuh soft skill untuk menjadi modal di dunia kerja,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman menyampaikan konsep Gresik kedepan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD dengan slogan “Gresik Emas yang Mendunia”. Slogan tersebut mengingat Kabupaten Gresik kedepan akan menjadi tumpuan ekonomi Jawa Timur. “Salah satu yang kita siapkan yakni bahasa Asing, Bahasa Inggris dan Mandarin,” jelasnya.
Washil menerangkan, bahwa, Pemkab Gresik juga, sudah membuat regulasi yang mengakomodir kepentingan masyarakat lokal. Setidaknya ada 2 komponen regulasi, pertama, terkait penyertaan kemitraan UMKM, kedua regulaasi ketenagakerjaan yang mewajibkan perusaahaan untuk penyerapan warga lokal Gresikk 60 persen. “Sudah ada regulasi. Jadi tinggal kita manfaatkan untuk masuk,” jelasnya.
Lebih lanjut Washil, membeberkan, jika KEK di Manyar akan semakin banyak investor, industri yang masuk. Itu akan menambah peluang penyerapan tenaga kerja lokal. “Ada industri baru nanti. Ada industri tembaga dan timah yang masuk. Ini bisa menambah peluang,” bebernya. (yad/adv)
GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik melakukan penandatanganan kerja sama strategis dengan Balai Besar Wilayah Sungai atau BBWS Bengawan Solo.
Nota kerjasama ditandatangani oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dengan Kepala BBWS Maryadi Utama di Ruang Retno Swari lantai 2 Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 20 September 2024. Kerjasama bertujuan meningkatkan pengelolaan wilayah Sungai Bengawan Solo yakni Daerah aliran Sungai atau DAS Kali Lamong di Gresik Selatan dan DAS Bengawan Solo di Gresik utara ini disaksikan oleh Plt Kepala Bagian Advokasi Biro Hukum Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR Agus Pramono dan Sekretaris Daerah atau Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman.
Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menegaskan pentingnya peran Sungai Bengawan Solo bagi kehidupan masyarakat di Kabupaten Gresik, baik dari segi ekonomi maupun ekologi.
“Sungai Bengawan Solo adalah salah satu sumber penghidupan utama bagi masyarakat, khususnya di sektor pertanian, perikanan, dan penyediaan air bersih. Namun, sungai ini juga menghadirkan tantangan besar, terutama dalam hal banjir dan kekeringan yang sering kali berdampak langsung pada masyarakat,” ungkap Aminatun Habibah.
Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Gresik dan BBWS Bengawan Solo ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan prasarana serta sarana pengelolaan wilayah sungai. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan pengelolaan yang lebih terpadu dan berkelanjutan.
“Kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memastikan pengelolaan Sungai Bengawan Solo yang lebih optimal demi keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Gresik,” tambah Bu Min-sapaan-Wakil Bupati Aminatun Habibah.
Wabup perempuan pertama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik mengatakan, sinergi Pemkab Gresik dengan BBWS Bengawan Solo dalam menangani banjir akibat luapan Kali Lamong, yang setiap tahunnya menjadi tantangan di Gresik. Diakui bahwa hingga saat ini banjir masih terjadi, namun intensitas dan durasinya sudah jauh berkurang dibandingkan periode-periode sebelumnya.
“Berkat kerja keras ini, intensitas kejadian banjir terus berkurang dari tahun ke tahun, dan waktu surut banjir juga semakin singkat,” ujarnya. Bu Min mengharapkan kerja sama ini tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga dapat berkontribusi pada masa depan pengelolaan sumber daya air yang lebih baik di Kabupaten Gresik di masa yang akan datang.
“Semoga kerja sama yang kita jalin hari ini menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya pengelolaan wilayah sungai yang lebih baik dan lebih berkelanjutan di masa depan. Kami percaya, dengan langkah bersama ini Kabupaten Gresik akan menjadi lebih maju, aman, dan sejahtera. Lebih dari itu, kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan semakin erat di masa mendatang, demi kesejahteraan masyarakat serta kelestarian lingkungan,” tutupnya.
Hal serupa disampaikan oleh Kepala BBWS Bengawan Solo Maryadi Utama. Disampaikan bahwa penandatanganan ini merupakan bentuk komitmen bersama antara BBWS dengan Pemerintah Kabupaten Gresik terkait pengelolaan sungai.
“Komitmen ini akan meliputi beberapa aspek utama yakni perencanaan pengelolaan sungai yang komprehensif dan berkelanjutan yamg melibatkan berbagai stakeholder. Berikutnya adalah pelaksanaan pembangunan dan infrastruktur pendukung serta menyiapkan kelembagaan dan peraturan terkait pengelolaan Sungai Bengawan Solo,” terangnya.
Ditambahkan juga bahwa komitmen ini juga akan berfokus pada pemanfaatan penggunaan sumber daya sungai yang bijaksana dan berkelanjutan, serta pemeliharaan dan perawatan prasarana agar tetap berfungsi dengan baik dan berkelanjutan. (yad)
GRESIK,1minute.id – Dewan Pengurus Cabang Organisasi Angkutan Darat atau Organda Gresik memiliki nakhoda baru. Komandan baru itu bernama Rahmad Ruspendi.Pengusaha transpotasi di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini berduet dengan sekretaris Muhammad Rizaldi Saputera, yang anggota DPRD Gresik itu.
Pengurus baru hasil musyawarah anggota pada 26 Agustus 2024 lalu itu dilantik oleh Ketua DPD Organda Jatim Firmansyah Mustofa di ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 18 September 2024.
Pelantikan pengurus Organda Periode 2024-2029 ini dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kepala Dinas Perhubungan Gresik Khusaini. Dalam susunan kepengurusan anyar, pembina Organda Gresik Haji Nur Cholis. Usai pelantikan dilanjutkan Rapat Kerja atau raker.
Ketua DPC Organda Gresik Rahmad Ruspendi, berjanji akan membawa organisasi lebih aktif melakukan sinergi dengan pemerintah kabupaten atau Pemkab Gresik dan stakeholder lainnya. “Agenda terdekat internal adalah membangun kantor DPC Organda Gresik,” kata Pendik-panggilan-Rahmad Ruspendi dalam sambutannya.
Sedangkan, agenda eksternal melakukan koordinasi dengan para sopir angkutan umum alias angkutan kota dan angkutan pedesaan atau angkot-angkudes. “Lin (angkutan) lama akan digantikan angkutan listrik,” tegasnya. Pihaknya, katanya, telah melakukan koordinasi dengan Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Gresik.
Ketua DPD Organda Jatim Firmansyah Mustofa mengapreasi wacana pengurus baru Organda Gresik untuk menjalin sinergi lebih erat dengan Pemkab Gresik. Sinergi dalam melakukan penataan angkutan umum, seperti angkot yang kondisinya memprihatinkan. “Nasib angkot hidup segan, mati tidak mau. Disini peran pemerintah harus hadir. Karena angkutan umum ini bisa mengurangi angka kecelakaan,” kata Firmansyah Mustofa.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berharap struktur pengurus baru Organda Gresik yang beranggota pengusaha muda atau generasi kedua bisa berjalan lebih baik. “Organisasi bisa berjalan baik dan memberikan kemanfaatan bagi masyarakat,” kata Gus Yani-panggilan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.
SUSUNAN Pengurus DPC ORGANDA Gresik periode 2024-2029
Terkait, moda transportasi darat massal atau angkutan umum, orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik bisa meniru transportasi massal, seperti TransJatim. Transportasi antarkota ini telah mengubah gaya hidup dalam angkutan massal. “Karena Aman, nyaman dan murah,” ungkap magister mitigasi bencana Universitas Airlangga Gresik itu.
Ia mendukung wacana yang dilontarkan oleh pengurus Organda Gresik terkait peremajaan angkutan umum dari bahan bakar fosil menjadi tenaga listrik. Sebab, transportasi umum yang aman, nyaman, murah sangat dibutuhkan masyarakat. Gus Yani mengatakan saat musrenbang (musyawarah rencana pembangunan) melibatkan anak aspirasi itu muncul. Seorang siswa sekolah menengah pertama membacakan aspirasinya bunyinya adalah “Pak Bupati, kami anak-anak butuh angkutan umum yang nyaman, aman, murah, tepat waktu dan tidak bau asap rokok”.
Peremajaan angkutan umum harus segera dilakukan. Bagaimana dengan nasib para sopir angkot? “Ayo kita duduk bareng. Musyawarah bersama Organda, Sopir Angkot dan Pemerintah. Saya jamin sopir lama Aman,” tegasnya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS Gresik kembali menggelontorkan beasiswa produktif kepada generasi atau Gen-Z.
Beasiswa sebanyak 76 mahasiswa ini menegaskan kembali komitmen Pemkab Gresik dalam mendukung pendidikan generasi muda di Kota Santri-sebutan lain- Kabupaten Gresik.
Beasiswa produktif dalam acara pendistribusian dan pembinaan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah di Ruang Pertemuan Durung Bawean, Kompleks Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 17 September 2024.
Dalam program ini, mahasiswa penerima beasiswa dibagi menjadi dua kelompok, yaitu mahasiswa internal dan eksternal. Rinciannya, sebanyak 37 mahasiswa internal adalah mereka yang berasal dari Kabupaten Gresik dan menempuh studi di perguruan tinggi yang berada di wilayah Kabupaten Gresik. Sedangkan 39 mahasiswa eksternal adalah mahasiswa asal Kabupaten Gresik yang berkuliah di perguruan tinggi luar wilayah Kabupaten Gresik.
Program beasiswa produktif ini sudah berjalan sejak 2023. BAZNAS Gresik berkolaborasi dengan Baitul Maal wa Tamwil atau BMT Mandiri Sejahtera Jawa Timur telah menyalurkan beasiswa kepada 66 mahasiswa, yang terdiri dari 43 mahasiswa internal dan 23 mahasiswa eksternal. Dengan demikian, dalam dua tahun terakhir, BAZNAS Gresik telah menyalurkan beasiswa produktif sebanyak 142 mahasiswa.
Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada BAZNAS Gresik dan BMT Mandiri Sejahtera Jawa Timur atas perannya dalam mendukung pendidikan generasi muda Gresik. Selain memberikan apresiasi kedua lembaga tersebut, Wabup berlatar pendidik ini memberikan motivasi kepada para penerima beasiswa produktif tersebut.
Bu Min-sapaan akrab-Wabup Aminatun Habibah berpesan kepada para mahasiswa penerima beasiswa agar memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, menjadikan pendidikan sebagai landasan untuk masa depan yang lebih baik, dan terus berfokus pada peningkatan prestasi akademik maupun non akademik.
PEDULI PENDIDIKAN : Wasil Bupati Gresik Aminatun Habibah bersama mahasiswa penerima beasiswa produktif dari Baznas dan BMT Mandiri Sejahtera Jawa Timur di kantor Bupati Gresik pada Selasa, 17 September. 2024 ( Foto : istimewa)
“Beasiswa ini bukan hanya bantuan finansial, tetapi juga merupakan bentuk kepercayaan dan investasi dari masyarakat Gresik melalui BAZNAS dan BMT Mandiri Sejahtera. Kalian semua adalah harapan masa depan Gresik. Saya berharap, dengan beasiswa ini, kalian bisa terus mengembangkan diri, baik dalam bidang akademik maupun non akademik,” ujar Bu Min.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pengembangan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa dan mengharapkan para penerima beasiswa produktif BAZNAS tidak hanya menjadi tenaga kerja yang siap pakai, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru dan berkontribusi bagi pembangunan ekonomi di Kabupaten Gresik.
“Kita tidak hanya membutuhkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga pemikir dan pelaku yang mampu menciptakan lapangan kerja baru. Saya yakin, dengan ilmu dan keterampilan yang kalian peroleh, kalian bisa memberi dampak positif, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat luas,” tambahnya.
Sebagai informasi, beasiswa produktif yang diberikan oleh BAZNAS Gresik merupakan dukungan finansial untuk membantu mahasiswa asal Gresik guna menyelesaikan pendidikan mereka dengan lebih fokus tanpa harus terbebani biaya. Mahasiswa internal, yang berkuliah di universitas dalam wilayah Gresik, menerima beasiswa sebesar Rp 1,5 juta per semester, sedangkan mahasiswa eksternal, yang berkuliah di universitas luar wilayah Gresik, mendapatkan Rp 2 juta per semester.
Beasiswa ini diberikan untuk jangka waktu maksimal delapan semester atau empat tahun masa studi, tergantung dari perkembangan akademik penerima beasiswa.
Pada 2024, total anggaran yang didistribusikan melalui program ini mencapai Rp 244 juta. Beasiswa produktif ini diharapkan dapat membantu meringankan beban biaya pendidikan dan memotivasi para mahasiswa untuk terus berprestasi di bidang akademik dan non akademik.
Program beasiswa produktif BAZNAS Gresik merupakan salah satu wujud nyata dari pemanfaatan dana zakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan.
Ketua BAZNAS Gresik Muhammad Mujib, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga lebih banyak mahasiswa yang terbantu untuk menyelesaikan pendidikannya dan mencapai prestasi yang lebih tinggi.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung generasi muda Gresik agar mereka dapat meraih pendidikan tinggi dan menjadi bagian dari pembangunan daerah. Dengan kolaborasi yang baik ini, kami optimis bisa mencetak SDM unggul yang dapat memberikan manfaat luas,” ujar Najib.
Program beasiswa produktif ini juga mencerminkan sinergi positif antara pemerintah daerah Kabupaten Gresik, BAZNAS Gresik, dan BMT Mandiri Sejahtera dalam upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Diharapkan, program beasiswa ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek berupa bantuan biaya pendidikan, tetapi juga berdampak jangka panjang dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Gresik. (yad)
GRESIK,1minute.id – Ada pemandangan beda di halaman Balai Desa Tebaloan. Satu unit mobil multi purpose vehicle atau MPV terparkir di Balai Desa yang dipimpin oleh Afuan Afandi itu.
Bodi mobil serba guna alias bisa mengangkut barang dan orang kelir hitam itu bertuliskan “Mobil Siaga” Desa Tebaloan, Kecamatan Duduksampeyan.
“Mobil siaga ini baru datang Kamis lalu (12 September 2024),” kata Kepala Desa Tebaloan, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Afuan Afandi ditemui pada Ahad, 15 September 2024.
Mobil Siaga, yang aset desa ini semakin menambah panjang program pelayanan kepada warga Desa Tebaloan yang memiliki jumlah penduduk lebih kurang 3.900 jiwa yang tersebar di Dusun Brak dan Dusun Tebaloan. Mayoritas warga di Desa Tebaloan ini berprofesi sebagai petambak.
“Mobil siaga ini bisa digunakan untuk pelayanan kepada seluruh warga,” kata Kades yang alumni Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Trunojoyo, Madura itu. Semua jenis pelayanan selama 24 jam non stop.
Mobil layanan non stop, 24 jam ini, untuk pelayanan sosial, kesehatan, serta operasional perangkat desa saat memberikan pelayanan kepada warga. Serta, layanan kedaduratan lainnya. Sehingga membantu meringankan beban warga yang butuh untuk berobat kerumah sakit atau yang sifatnya urgen atau mendesak membutuhkan pertolongan.
SIAP MELAYANI WARGA : Kepala Desa Tebaloan, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Jawa Timur Afuan Afandi atau Andik mencoba mobil Siaga di halaman Balai Desa Tebaloan pada Ahad, 15 September 2024 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Karena mobil siaga yang kinyis-kinyis keluaran 2024 ini belum sepakan menjadi aset sehingga Pemerintahan Desa dalam waktu dekat pemerintahan desa atau Pemdes Tebaloan akan melaksana musyawarah desa atau musdes terkait standar operasional prosedur atau SOP Mobil Siaga. Hasil musdes nantinya akan ditetapkan sebagai peraturan desa atau Perdes.
“Karena baru datang untuk sementara operator Mobil Siaga adalah Saya sendiri,” kata kades berusia 29 tahun ini. Layanan bidang kesehatan, salah satu program prioritas Kades Andik yang baru menjabat sebagai Kepala Desa Tebaloan ini.
Sejatinya, layanan antar dan jemput warga yang sakit atau hendak berobat ke rumah sakit sudah berjalan sejak Andik-sapaan akrab-Afuan Afandi menjabat sebagai Kades dua tahun lalu. Akan tetapi, alat transportasi masih menggunakan mobil sewa dan mobil pribadi kepala desa. Untuk mobil sewa ini, kata Andik, keluarga pasien harus mengeluarkan tambahan biaya.
“Saya kasihan karena rata-rata yang membutuhkan transportasi ekonomi kurang mampu,” ujar Andik. “Kalau Saya ada pasti akan saya antar sendiri,” imbuhnya. Ia mengaku kerap menjadi jujugan ketika warga mengalami kesulitan mendapatkan transportasi. “Bahkan, Saya pernah jemput warga says yang sakit stroke ke Pacitan. Berangkat jam 2 pagi, nyampe Gresik jelang Mahrib,” katanya.
Kini, masyarakat Desa Tebaloan bakal tidak kesulitan lagi transportasi untuk kebutuhan yang mendesak, seperti, berobat karena Pemerintahan Desa telah menyiagakan satu unit Mobil Siaga. Saking senangnya masyarakat, kedatangan Mobil Siaga ini melakukan syukuran. “Sejak lama warga membutuhkan Mobil Siaga ini,” pungkas Andik. (yad/adv)
GRESIK,1minute.id– Ajang Musabaqah Tilawatil Quran Nasional atau MTQN ke-30 di Samarinda, Kalimantan Timur semakin gegap gempita. Selain diikuti ribuan kafilah se-Indonesia yang sedang berjuang mengharumkan provinsi yang diwakilinya.
Di arena MTQN itu, juga diadakan eksebisi pameran kaligrafi kontemporer. Pameran yang berlangsung mulai 8-15 September 2024 itu bertajuk “The Prophet Muhammad International Islam Calligraphy Art Exhibition”. Pameran kaligrafi kontempore terbesar itu diikuti 135 pelukis dari 35 negara.
Pulukis kaligrafi Indonesia diantaranya diwakili oleh Muhammad Riyanto. Ia pelukis asal Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik, Jawa Timur. “Saya salah satunya wakil dari Jawa Timur,” kata Riyanto kepada 1minute.idpada Sabtu, 14 September 2024.
Riyanto memamerkan lukisan berjudul Nuur Muhammad di atas kanvas ukuran 120×120 cm. Medianya campuran yakni Polypropylene, glass, PVC board, pipa, pines, resin, acrylic on canvas.
“Judul karya Nuur Muhammad dalam berkonsep karya nama diberikan oleh KH.Chotib Hambari adalah putra KH.Muhammad Bashori Mansyur pengasuh Ponpes Roudlotit Tholibin keponakan Gus Mus (Musthofa Bisri),” terang pelukis kaligrafi yang santri ini.
Lukisan Riyanto terlihat elok. Panitia menempatkan karya Riyanto di tempat paling strategis. Sehingga menyita perhatian semua orang yang berkunjung di arena pameran kaligrafi internasional. Penikmat karya adalah para kafilah, dan masyarakat Samarinda, Kalimantan Timur atau sekitar 2-3 jam dari Ibukota Nusantara alias IKN.
“Dalam pameran panitia memilih satu yang terbaik. Karya Saya yang menjadi the best performance,” ujarnya. Riyanto menceritan, untuk membuat kaligrafi kontemporer “Nuur Muhammad” ini membutuhkan waktu 2 mingguan. “Seminggu cari ide, seminggu melukisnya,” katanya.
Proses kreatif itu tergolong cukup lama. Selain ide, bahan-bahan yang masuk ke media kanvas berukuran 120×120 centimeter. “Mixed media. Polypropylene, glass, PVC board, pipa, pines, resin, acrylic on canvas),” kata bapak tiga anak itu.
Filosofi apa yang tersirat dalam di lukisan berjudul “Nuur Muhammad” itu. Nuur Muhammad atau Cahaya Muhammad S.A.W, yang lahir pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah atau 570 Mesehi di Makkah. “Cahaya Muhammad semoga selalu memberikan syafaatnya kelak,” ujar Riyanto.
Pada tulisan Muhammad ada pipa dengan pines adalah 24 nabi dan Muhammad sebagai Rosul akhir zaman. Lalu kotak persegi empat adalah sifat-sifat rasul. Kemudian bulatan-bulatan kecil adalah visual umat beliau, Nabi Muhammad yang tersebar di seluruh dunia sampai sekarang.
Selanjutnya, lima kaca bulat cembung adalah visual dari lima waktu salat sebagai inti mi’rojul akan perintah-Nya. “Bisa juga digunakan untuk bercermin koreksi diri. Sudahkan kita Salat tepat waktu. Bisa juga divisualkan sebagai rukun Islam,” terang Riyanto. “Tulisan kaidah farisi sebelah kiri adalah sebutan Nabiyullah. Bentuk utama hati adalah wujud kecintaan kita ya habiby ya Rosulullah SAW,” ujarnya.
Riyanto, salah pelukis di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang fonomenal. Di dalam lukisan yang bercerita tentang kehidupan tersebut, Riyanto selalu menyisipkan ayat-ayat Alquran di dalamnya.
“Bagi saya sebenarnya setiap seniman punya cara penyampaiannya sendiri-sendiri. Dan menyampaikan secara visual itu paling mudah. Hal itu nantinya juga bisa membuat orang-orang bertanya,”ujar Riyanto dalam suatu kesempatan.
Sejumlah lukisan Riyanto telah dikoleksi sejumlah tokoh di Indonesia. Diantaranya, lukisan berjudul Ikan Bandeng menjadi koleksi Presiden Joko Widodo. Ada juga yang dikoleksi mantan ketua PBNU KH. Said Aqil Siradj, KH.Afofudin Dimyati putra KH.Dimyati Romli sekaligus pengasuh Ponpes Hidayatul Quran Peterongan Jombnag dan KH.Muammar ZA, qori International dari Indonesia. Riyanto mengaku belajar kaligrafi dari Ustadz Faiz Abdur Rozzaq di Bangil, Pasuruan tersebut. (yad)
GRESIK,1minute.id– Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani kembali menegaskan komitmennya dalam upaya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Gresik.
“Gresik Utara, Gresik Kota dan Gresik Selatan memiliki karakteristik masing-masing. Keunggulan masing-masing. Dan, Gresik Selatan sangat ideal untuk pengembangan rumah hunian,” kata Gus Yani-panggilan akrab-Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam Rembug Akur di GOR New Kampret di Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Jumat, 13 September 2024.
Jagongan bersama Bupati Gresik ini bertajuk Gresik Selatan, Now and Future” atau Gresik Selatan terkini dan akan datang ini berfokus pada bidang infrastruktur dan kesehatan. Banyak aspirasi masyarakat muncul dalam silaturrahmi yang juga menghadirkan KH Mulyadi, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama atau PCNU Gresik yang pemangku Pondok Pesantren Darul Ihsan, Menganti, Gresik ini.
Pada kesempatan itu, Gus Yani menjlentrehkan pencapaian terkait pembangunan infrastruktur jalan yang sudah selesai dan sedang pembagunan. Pembangunan infrastruktur yang sedang berjalan, diantaranya, pelebaran Jalan Raya Bringkang, Kecamatan Menganti sepanjang 1,8 kilometur. Sedangkan secara keseluruhan infrastruktur jalan di Gresik Selatan yang dibangun di era Gus Yani dan Bu Min mencapai 39,78 kilometer.
“Kita berupaya untuk menghapus kesenjangan pembangunan di wilayah Gresik Selatan, Utara, maupun Kota. Semua wilayah punya keunggulan dan karakteristik masing-masing,” kata Gus Yani.
“Untuk wilayah Gresik Selatan ini, punya potensi yang sangat besar untuk berkembang menjadi kota satelit yang menopang wilayah inti Gresik. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan seperti pelebaran jalan menjadi prioritas utama agar potensi tersebut dapat dioptimalkan,” lanjut Gus Yani.
Selain infrastruktur, ketua DPRD Gresik periode 2019-2024 menyoroti pencapaian penting di sektor kesehatan, terutama dengan berdirinya Rumah Sakit Gresik Sehati di Kecamatan Kedamean. Kehadiran rumah sakit ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memberikan akses layanan kesehatan yang lebih merata di seluruh wilayah Kabupaten Gresik.
Dengan fasilitas yang lengkap dan modern, Rumah Sakit Gresik Sehati diharapkan dapat melayani kebutuhan kesehatan masyarakat di Gresik Selatan dan sekitarnya dengan lebih baik.
REMBUK AKUR : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka Rembuk Akur di Kecamatan Menganti, Kecamatan Gresik, Jatim (Foto : ist)
Pembangunan infrastruktur yang merata dan peningkatan layanan kesehatan di wilayah Gresik Selatan ini dinilai akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat. Infrastruktur yang memadai akan mempercepat arus barang dan jasa, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, sedangkan akses yang lebih mudah ke fasilitas kesehatan akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam hal pelayanan kesehatan yang cepat dan terjangkau. Hal ini ditunjang dengan keberhasilan program Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Gresik yang telah berjalan hampir dua tahun.
Acara Rembug Akur wilayah Gresik Selatan ini dihadiri oleh ratusan masyarakat. Mereka berasal dari berbagai kecamatan di wilayah Gresik Selatan seperti Kecamatan Menganti, Kedamean, dan Driyorejo. Mereka dengan antusias menyampaikan harapan dan apresiasi atas capaian yang hingga saat ini sudah dirasakan di masing-masing wilayahnya.
Kasnadi, salah satu warga asal Driyorejo menyampaikan harapannya terkait peningkatan kualitas jalan di wilayah Banjaran Driyorejo. Disampaikan bahwa jalan wilayah Banjaran menjadi jalur alternatif bagi kendaraan-kendaraan yang terjebak kemacetan di wilayah Legundi, karenanya kualitas jalan perlu diperhatikan agar memperlancar mobilitas masyarakat.
Lain halnya dengan Arif, asal Kota Baru Driyorejo atau KBD. Dirinya memberikan apresiasi atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Gresik dibawah nahkoda Bupati Fandi Akhmad Yani. Ini lantaran dalam masa kepemimpinan Bupati Fandi Akhmad Yani fasilitas umum di KBD sudah di serah terima dan sudah lengkap surat-suratnya sehingga membawa manfaat bagi masyarakat. (yad/adv)
GRESIK,1minute.id– Petugas pemadam kebakaran Gresik akhirnya bisa menjinakkan api yang menghanguskan pabrik daur ulang plastik, PT Langgeng Jaya Plastindo pada Jumat, 13 September 2024.
Petugas Damkar membutuhkan waktu hampir 24 jam. Perusahaan daur ulang plastik berlokasi di Jalan Raya Kedamean, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur itu diketahui terbakar pada Kamis, 12 September 2024 pukul 11.00 WIB.
Kejadian kebakaran mengakibatkan seorang petugas Damkar dari Dinas Pemadam kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik dilarikan ke rumah sakit karena terbakar. Korban bernama Dalil.
“Iya benar ada anggota kami yang terluka bakar di bagian kakinya. Kaki melepuh,” kata Kepala Dinas Damkarmat Gresik Suyono dikonfirmasi 1minute.id pada Jumat, 13 September 2024.
Kebakaran hebat pabrik daur ulang plastik diduga dari terbakarnya alang-alang yang berada di dekat pabrik. Tiupan angin membuat lidah api membesar dan “menjilat” bangunan pabrik yang ada di bagian belakang. Api cepat membesar karena material yang tersulut api adalah tumpukan plastik.
Asap hitam menyembul ke angkasa. Saking tingginya sehingga asap terlihat di Kota Surabaya. Untuk memadamkan api ini, Damkarmat Gresik menggerahkan kekuatan penuh. Tiga dari empat posko damkar dikerahkan. Tiga posko damkar itu dari pos pusat di kota, pos Menganti dan Driyorejo. “Kami juga dibantu damkar dan perusahaan Garuda Food,” terang mantan Asisten bidang pemerintahan Setkab Gresik itu.
Butuh waktu 20 jam untuk memadamkan amuk si jago merah. Lamanya proses pemadaman karena media yang terbakar adalah plastik yang mencapai ribuan kubik. “Selain itu, area yang terbakar sangat luas mencapai 1,1 hektar,” jelas Suyono yang mantan Camat Gresik itu.
Kobaran api membuat separoh bangunan pabrik ambruk karena tidak menahan bara api. “Untungnya bangunan pabrik tidak satu bangunan. Sehingga kami bisa menyelamatkan bangunan yang ada di depan,” jelasnya. Pada Jumat sekitar pukul 09.10 WIB api bisa padam. “Saat ini masih proses pembahasan yang dilakukan oleh petugas damkar pos Menganti,” tegasnya. (yad)