GRESIK,1minute.id – Santri Digitalpreneur Indonesia atau SDI 2024 digelar di Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin (YPPQ) Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Selasa, 9 Juli 2024.
SDI yang digelar selama 3 hari itu dibuka secara virtual oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno. Program ini merupakan bentuk kolaborasi Kemenperakraf bersama pondok pesantren serta lembaga terkait dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif oleh santri dan pesantren di Indonesia.
“Santri harus mampu mengenal lebih dalam industri kreatif yang berkembang saat ini. Selain itu meningkatkan kemampuan melalui seluruh rangkain kegiatan santri digitalpreneur,” harap Sandiaga Uno.
Santri Digitalpreneur Indonesia 2024 ini mengusung tema “Generasi Kreatif, Berdaya Saing” ini gelar hingga Jumat, 12 Juli 2024 diikuti ratusan santri ini dihadiri Ketua Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin KH Abdul Qodir serta Pimpinan Pondok Pesantren Qomaruddin Bungah KH. M. Ala’uddin, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga atau Disparekrafbudpora Gresik Syaifuddin Ghozali meriah.
Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah berharap kegiatan ini bisa memotivasi santri mengembangkan konten kreatif terkait Pesantren melalui digitalisasi yang berkembang saat ini. Selain itu agar bisa terus menyebarkan nilai-nilai islami dalam setiap konten yang dibuat. Sehingga mampu membentuk komunitas atau ekosistem yang baik untuk kepentingan bangsa, negara dan umat.
“Digitalisasi suatu keniscayaan di era sekarang, bagaimana bisa memanfaatkan hal tersebut sebagai motivasi para santri sebagai media dakwah,” ungkap Bu Min-sapaan akrab- Aminatun Habibah.
Wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu melanjutkan, pemerintah daerah selalu mendukung para pelaku interpreneur khususnya generasi muda di bidang digital interpreneur. Terbukti saat ini sudah ada pembinaan khusus baik pendampingan maupun bantuan permodalan.
“Digital sekarang ini sudah sangat akrab dengan masyarakat, bahkan anak kecil sekarang sudah kenal media sosial, maka dakwah maupun bisnis santri sekarang harus berbasis digital,” pungkas wabup berlatar pendidik itu. (yad)
GRESIK,1minute.id – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional atau ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menyerahkan secara simbolis empat sertifikat wakaf kepada yayasan dan pondok pesantren di Kabupaten Gresik.
Empat sertifikat tanah wakaf elektronik yang diserahkan oleh AHY badal Salat Jumat di Masjid Sunan Giri, Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu, yaitu sertifikat Yayasan Makam Sunan Giri, Masjid Ainul Yaqin, Yayasan Ponpes Darul Ihsan dan Musala Baiturrohmah pada Jumat, 5 Juni 2024. AHY
menyebut, Kawasan Makam Sunan Giri yang ada sejak tahun 1500-an ini belum memiliki payung hukum. “Sejak 1500 tahun belum ada sertifikatnya. Hari ini (Jumat, 5 Juli 2024,Red) ada sertifikatnya. Jelas statusnya. Jelas legislitasnya,” kata AHY.
Tampak hadir dalam penyerahan sertifikat wakaf elektronik ini, diantaranya Ketua MUI Gresik KH Manshoer Shodiq, Ketua PCNU Gresik KH Mulyadi, dan mantan Wagub Jatim Emil Dardak.
Ia melanjutkan, penyerahan sertifikat resmi dari negara sehingga memiliki kepastian hukum. Ia pun berharap sertifikat itu membawa keberkahan yang lebih luas lagi. “(Sertifikat) ini bentuk hadirnya pemerintah (ATR/BPN,Red) bersama jajaran di Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Gresik,” terang Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu.
Sertifikat tanah wakaf untuk tempat ibadah, pondok pesantren dan tempat bersejarah, salah satu prioritas yang akan dituntaskdn oleh kemerinterian ATR/BPN.
“Kita akan lanjutkan ke tempat lainnya. Saat ini masih dilakukan. Kita sedang melakukan inventarisasi di tempat lainnya. Bagi kami urusan sertifikat wakaf ini menjadi prioritas dan disegerakan. Dan kami pastikan tidak ada biaya apa pun. Ini harus bisa tuntas,” tegasnya. AHY
mengatakan sertifikat tanah elektronik, ini bagian dari semangat pemerintah melakukan modernisasi digital. Termasuk land Government atau manajemen tata kelola di bidang pertahanan dan tata ruang
Ia berharap jika semakin banyak kantor Pertanahan yang memberikan melayani masyarakat terutama sertifikat elektronik akan mempermudah urusan. “Yang pasti lebih cepat, lebih transparan, lebih akuntabel dan tidak perlu lagi ada pengurusan yang menggunakan perantara. Jadi langsung,” ujarnya.
AHY tiba di Masjid Sunan Giri Gresik sekitar pukul 11.30 WIB. AHY yang duduk di saf terdepan bersama KH Mulyadi, pengasuh Ponpes Darul Ihsan terlihat khusyuk mendengar khotbah yang dipimpin oleh KH Mansoer Shodiq.
Usai menyerahkan empat sertifikat wakaf elektronik, AHY bersama rombongan melanjutkan ziarah ke makam Sunan Giri. Ia mengaku untuk kali kedua salat dan ziarah Sunan Giri. “Jumat barokah,” katanya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menerbitkan Surat Edaran (SE) nomor 6 tahun 2024 terkait larangan perjudian. Larangan itu untuk semua warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Masyarakat dan wabil khusus untuk aparatur sipil negara atau ASN di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Gresik.
ASN mulai pegawai negeri sipil, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja, tenaga harian lepas, dan kontrak), termasuk juga pegawai di lingkungan badan usaha milik daerah, serta perangkat atau pegawai di lingkungan pemerintah desa.
Dalam Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2024 ini, Bupati Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa segala bentuk aktivitas perjudian, baik yang bersifat konvensional maupun platform daring atau digital, dilarang keras bagi seluruh masyarakat dan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik. Langkah ini diambil sebagai respon atas kekhawatiran terhadap dampak negatif perjudian yang dapat merusak moral dan kinerja aparatur pemerintah.
“Perjudian tidak hanya merusak moral individu, tetapi juga mengganggu ketertiban dan kestabilan sosial. Sebagai pelayan publik, ASN harus menjadi teladan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai integritas dan profesionalisme,” ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani dalam keterangan tertulisnya pada Kamis, 4 Juli 2024.
Orang nomor satu di Kabupaten Gresik ini menginstruksikan seluruh kepala dinas dan kepala unit kerja untuk melakukan sosialisasi dan pemantauan secara menyeluruh kepada seluruh pegawai di bawah koordinasinya. Tidak hanya itu, pengawasan juga akan dilakukan pada jaringan internet serta fasilitas kantor lainnya agar tidak dimanfaatkan untuk kegiatan perjudian.
Secara internal, Pemerintah Kabupaten Gresik bersama Inspektorat Kabupaten Gresik untuk memastikan penegakan aturan ini berjalan efektif. Nantinya, setiap pelanggaran yang dilakukan akan diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan kepegawaian yang berlaku.
Dengan adanya SE Larangan Perjudian ini, diharapkan kesadaran dan komitmen masyarakat, utamanya ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik untuk menjauhi praktik perjudian dapat ditingkatkan.
Pemerintah Kabupaten Gresik juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta dalam mengawasi dan melaporkan setiap indikasi aktivitas perjudian yang melibatkan ASN.
“Kerjasama dari seluruh masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari praktik perjudian dan mewujudkan pemerintahan yang berintegritas,” tambah Ketua DPRD Gresik 2019-2020 ini.
Lewat langkah ini, Pemerintah Kabupaten Gresik berharap dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik negatif.
Sejatinya, segala bentuk perjudian telah dilarang di Indonesia. Larangan itu termaktub dalam kitab Undang-undang Hukum Pidana atau KUHP pasal 303 dan pasal 303 bis. Pasal 303 ayat (1) para pelaku judi dapat diancam pidana penjara minimal 10 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 25 juta. Sedangkan, dalam ketentuan pasal 303 bis ayat (1) KUHP mengatur ancaman pidana penjara maksimal 4 tahun atau denda maksimal Rp 10 juta. (yad)
GRESIK,1minute.id – Grand Final Pemilihan Duta Batik Gresik 2024 menjadi puncak acara Dekranasda Fest 2024 selama 3 hari di kawasan heritage Kolonial, Bandar Grissee pada Sabtu malam, 29 Juni 2025l4.
Gelaran kali pertama yang dilakukan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah atau Dekranasda, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perindustrian Perdagangan atau Diskoperindag dan PT Smelting di Jalan Basuki Rahmat Gresik ini sangat meriah.
Ratusan pasang mata seakan tidak betkedip karena khawatir kehilangan momentum 8 pasangan finalis memakai batik khas Gresik, Nogo Giri. Batik Nogo Giri ini, satu dari sepuluh batik khas Gresik yang telah didaftarkan hak paten. Batik ini menambah khazanah koleksi batik motif naga yang ada di Indonesia. Saat ini, baru ada empat batik motif Naga di Indonesia, diantaranya motif Nogo Giri asal Kabupaten Gresik.
Setelah melalui proses seleksi sejak Mei 2024 lalu, akhirnya dewan juri berjumlah tiga orang memilih Faisal Herlambang dan Nurul Mafaza sebagai Duta Batik Gresik 2024 yang berhak mewakili Kabupaten Gresik di tingkat Jawa Timur. Selain batik Nogo Giri, para finalis juga memakai busana batik khas Gresik lainnya. Motif batik Rusa Bawean, Damarkurung, Ikan Bandeng dan Pudak.
Batik khas itu diperagakan oleh peragawan dan peragawati cilik yang tergabung dalam Cak dan Yuk Gresik Cilik. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Presiden Direktur PT Smelting Mr Hidaya Sato, General Manager Affairs PT Smelting Indra S.W.Junor dan Ketua Dekranasda Gresik Nurul Haromaini Ali juga terlihat memakai busana batik.
Malam Grand Final Duta Batik Gresik 2024 diawali dengan penampilan delapan pasangan finalis. Dewan juri memilih tiga pasangan untuk maju ke final. Setelah menetapkan tiga pasangan finalis mereka menjalani tamya jawab. Ada tiga orang memberikan pertanyaan yang harus dijawab oleh finalis yakni Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Ketua Dekranasda Gresik Nurul Haromaini Ali dan GM Affairs PT Smelting Gresik Indra S.W. Junor.
Fandi Akhmad Yani bertanya tentang proses pembuatan batik tulis. Indra Junor tentang cara melestarikan batik di era global para milenial dan generasi Z lebih suka gadget. Sedangkan, Nurul Haromaini Ali menanyakan tentang perbedaan batik tulis, batik cap dan batik kolaborasi tulis dan cap.
“Kita baru saja menyelesaikan bentuk kerja sama dan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Greisk bersama PT Smelter dan Dekranasda Gresik dalam rangka pemberdayaan UMKM. Khusunya, pengrajin batik di Kabupaten Gresik,” kata Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani usai acara pada Sabtu malam, 29 Juni 2024.
Ia melanjutkan, Pemkab Gresik selama setahun ini telah mela pendampingan kepada para pengrajin batik, terutama dalam hal desain, motif dan potensi keunggulan yang menjadi identitas kabupaten Gresik.
“Dan Alhamdulillah kita sudah temukan beberapa motif. Tadi ada motif Nogo Giri, Rusa Bawean, Batik Ikan Bandeng, bahkan ada batik Pudak. Seperti yang dipakai para finalis dan tamu undangan yang saat ini hadir. Ini desain yang luar biasa dan tidak tertinggal oleh zaman,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu.
Menurutnya, semua yang menjadi ciri khas Gresik kini bisa dibuat menjadi terobosan baru dalam berinovasi dalam membuat motif batik yang baru. Ia berharap, pendampingan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dekranasda mampu memberikan dampak untuk para pengerajin batik, terutama dalam acara Dekranasda Fest 2024.
“Tentunya kita juga berharap agar motif batik khas Gresik bisa menjadi skala nasional. Jadi kita bangga dengan desain batik yang sudah kita tetapkan,” tuturnya. Gus Yani optimistis batik khas Gresik bakal merambah kancah nasional dan menjadi identitas Indonesia bahkan global menyusul kain tenun khas Gresik “Kita juga berupaya bagaimana caranya Batik Khas Gresik ini bisa mendunia,” pungkasnya.
DUTA BATIK GRESIK: (kiri-kanan) Ketua Dekranasda Gresik Nurul Haromaini Ali, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, dan Presiden Direktur PT Smelting Gresik Mr Hidaya Sato dalam Pemilihan Duta Batik Gresik di Puncak Dekranasda Fest 2024 di kawasan heritage Kolonial, Bandar Grissee pada Sabtu malam, 29 Juni 2024 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Sementara itu, Ketua Dekranasda Gresik Nurul Haromaini mengatakan pihaknya hakul yakin sepuluh batik khas Gresik tidak akan diklaim oleh Kabupaten/Kota lainnya. Sebab, sepuluh motif batik itu telah didaftarkan hak paten. Saat ini, imbuhnya, batik yang merupakan warisan budaya takbenda hingga menjadi identitas sebuah bangsa yang harus terus dilestarikan. Selain menggemakan, menurut Nurul, perlu ada tindakan nyata agar budaya tersebut bisa terjaga.
“Ini yang menjadi tanggung jawab kita, bagaimana batik yang menjadi warisan leluhur tidak hanya digemakan saja. Tapi harus dipakai, dipromosikan dan kita ingin mendorong cara agar batik itu dikemas agar tidak hanya identik dengan acara formal. Atau bahkan batik disebut pakaian orang tua, nah itu yang kini sedang saya rmengubah mainset itu,” kata Ning Nurul-sapaan akrab- Nurul Haromaini Ali itu.
Untuk itu, lanjut Nurul, pihaknya dan Diskoperindag Gresik yang berkerja sama dengan PT Smelting Gresik menggelar kegiatan Dekranasda Fest 2024 untuk mengajak generasi muda agar terus mempromosikan batik. Semoga dengan terpilihnya Duta Batik Kabupaten Gresik 2024 ini, bisa mengajak para generasi bangsa bangga memakai batik.
“Makanya kita mencari Duta Batik Gresik 2024 untuk mengajak generasi muda penerus bangsa agar bangga memakai batik. Batik bukan hanya untuk orang tua, banyak batik yang sangat keren ketika dipakai anak-anak muda,” ujarnya.
Sementara itu, GM Affairs PT Smelting Gresik Indra S.W Junor mengajak, pihaknya telah melakukan kolaborasi dengan Pemkab Gresik dan Dekranasda Gresik untuk melestarikan batik khas Gresik sejak dua tahun terakhir ini. “Ini tahun kedua kami berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Gresik,” ujarnya.
Indra sangat bangga motif batik khas Gresik seperti Nogo Giri. Pihaknya berkeinginan menjadikan batik tersebut sebagai seragam pegawai di perusahaan. “Bahkan, tadi Mr Sato (Mr Hidaya Sato, Presiden Direktur PT Smelting Gresik, Red) menyatakan sudah tidak sabar ingin mengenakan batik khas Gresik tersebut,” kata Indra Junor yang mendampingi Mr Hidaya Sato. (yad/adv)
GRESIK,1minute.id – Dekranasda Fest 2024 memasuki hari kedua pada Jumat malam, 28 Juni 2024. Gelaran yang digagas oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah Gresik, Diskoperindag Gresik dan PT Smelting menampilkan peragaan busana batik khas Gresik. Hari pertama, bazar kuliner dan ekspor Songkok tujuan Brunei Darussalam.
Event bertajuk Batik Fashion Street Kabupaten Gresik semakin seru karena digelar di kawasan heritage Kolonial, Bandar Grissee. Puluhan motif batik khas Gresik, mahakarya pengerajin batik Gresik ini diperagakan oleh peragawan profesional, eksekutif perusahaan serta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Gresik.
Dari eksekutif perusahaan dan OPD yang tampil diantaranya, Manager General Affairs PT Smelting, Indra SW Junor, dan Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perindag atau Diskoperindag Gresik Darmawan.
Menurut Ketua Dekranasda Gresik Nurul Haromaini Ali, Batik Fashion Street Kabupaten Gresik merupakan sebuah pagelaran busana yang menampilkan beragam batik khas Gresik dari berbagai pengrajin di wilayah Kabupaten Gresik.
“Tentunya dalam setiap kreasi ini memiliki makna dan filosofi yang sangat mendalam dari motif batik yang dikenakan,” ujar istri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini.
Dikatakan, kegiatan ini diharapkan mampu memperkenalkan batik Gresik. “Bukan hanya di kalangan orang tua saja, namun bagaimana nantinya batik Gresik dapat dicintai oleh milenial dan Gen Z,” tuturnya.
Dikatakan, selama ini batik identik sebagai busana yang hanya dipakai oleh orang tua, busana yang dipakai oleh para pegawai ataupun busana yang dipakai untuk kondangan.
“Maka pada kesempatan ini kami akan memperkenalkan busana batik kepada kaum milenial supaya para Gen Z di Kota Gresik lebih menyukai busana batik,” tambah Ning Nurul-sapaan akrab- Nurul Haromaini Ali.
Ia pun mengajak kaum milenial khususnya di Kabupaten Gresik agar senantiasa mencintai batik khas Gresik. Sehingga produk lokal ini makin dikenal luas bukan hanya di Gresik saja, namun bisa juga ke tingkat nasional bahkan internasional.
Kepala Diskoperindag Gresik Darmawan menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bukti keseriusan Pemkab Gresik dalam memajukan kerajinan batik.
Dijelaskan, keberadaan batik ini juga telah mendapatkan pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya takbenda (intangible cultural heritage).
“Kita tahu bahwa di Kabupaten Gresik banyak sekali sentra batik yang saat ini dikembangkan, sehingga ini patut kita dorong dan dukung sehingga batik khas dari Kabupaten Gresik akan semakin dikenal di tingkat provinsi maupun nasional,” tutur Darmawan.
Di tempat yang sama, Manager General Affairs PT Smelting, Indra SW Junor mengapresiasi penyelenggaraan Dekranasda Fest. Dirinya yang didapuk menampilkan batik Gresik motif Nogo Giri mengaku senang sekaligus deg-degan saat berjalan di panggung dadakan jalanan Bandar Grissee. Namun dia lega ternyata kegiatan ini mendapat sambutan masyarakat, terutama kaum milenial.
“Ini yang kami apresiasi kepada Dekranasda Gresik dalam memasyarakatkan batik kepada kaum milenial melalui peragaan busana di Bandar Grisse ini. Ini sejalan dengan harapan PT Smelting yang turut membantu Pemkab Gresik bersama-sama memajukan batik khas Gresik,” kata Indra SW Junor.
“Pengunjung sangat antusias, apalagi kegiatan ini dilaksanakan di Bandar Grisse yang dipadati anak-anak muda sehingga mereka ikut tertarik dengan busana batik”, terang Indra. (yad
GRESIK,1minute.id – Dekranasda Fest 2024 resmi dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Kamis, 27 Juni 2024. Festival produk unggulan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini dipusatkan di kawasan heritage Kolonial, Bandar Grissee di Jalan Basuki, Gresik.
Mengawali kegiatan festival itu, ditandai dengan pelepasan ekspor produk songkok atau peci atau kopyah tujuan Brunei Darussalam. Songkok nasional produk rumahan di Kampung Sonngkok Kelurahan Kemuteran, Kecamatan/ Kabupaten Gresik.
Ekspor perdana songkok yang dilakukan oleh CV Angsa Emas milik Nur Mualidah Khasanah ini berjumlah 1.500 biji atau 75 kodi senilai Rp 70 juta. Setiap kodi berisi 20 biji kopyah.
Nur Maulidah Khasanah terlihat semringah karena mimpinya menjadi eksportir mandiri terkabul. Ribuan tenaga kerja, pengerajin kopyah pun gembira.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, peci nasional, produk kampung Songkok di Kelurahan Kemuteran ini melibatkan seribu orang pengerajin. “Kerajinan Songkok ini, salah satu produk unggulan Gresik yang padat karya,” ujar Fandi Akhmad Yani pada Kamis, 27 Juni 2024.
Setelah melalui pembinaan yang intensif dengan lintas intansi yakni, Dewan Kerajinan Nasional Daerah atau Dekranasda Gresik, Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik dan Kantor Bea Cukai Gresik, songkok kampung Kemuteran ini bisa ekspor tujuan Brunei Darussalam.
“Dulu, Ibu Maulidah Khasanah ini memang sempat ekspor tapi no name. Sekarang setelah melalui pendampingan bisa ekspor secara mandiri,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu. Ia berharap, ekspor songkok yang dilakukan oleh UMKM terus meningkat.
Ekspor songkok ke negeri Brunei Darussalam semakin menambah panjang produk UMKM Gresik masuk pasar global. Pada 2023, nilai ekspor produk UMKM ke sejumlah negara mencapai USD 1 juta atau senilai Rp 16,39 miliar ( kurs 1 USD = Rp 16.395).
“Bukan hal mudah, butuh sinergi lintas intansi,” katanya. Karena itu, orang nomor satu di Gresik itu, memberikan apresiasi kepada Kantor Bea Cukai dan PT Smelting yang terus mendorong produk UMKM Gresik bisa go internasional.
Sementara itu, Direktur CV Angsa Emas Nur Mualidah Khasanah mengatakan, kerajinan songkok ini telah digeluti secara turun temurun. “Saya menekuni kerajinan Songkok ini meneruskan usaha orang tuanya. Ayah saya meninggal sehingga saya meneruskannya,” kata Nur Maulidah Khasanah usai acara di kawasan heritage Kolonial, Bandar Grissee pada Kamis, 27 Juni 2024.
Ia melanjutkan pesanan songkok ekspor ke Brunei Darussalam itu diterima pada 12 Juni 2024. “Alhamdulillah bisa selesai sesuai dengan kesepakatan,” ujarnya. Songkok yang di ekspor ke negeri Brunei Darussalam ini berbeda dengan songkok yang biasa digunakan di Indonesia. “Songkok yang kami ekspor ini tidak bisa dilipat. Karena bahannya lebih tebal,” ujar Nur Mualidah Khasanah sambil menunjukkan contoh songkok.
Selain bahan lebih tebal, songkok yang di ekspor ke Brunei Darussalam ini tidak menggunakan bahan beludru seperti songkok yang lazim dipakai di Indonesia. “Mereka meminta bahan dari satin,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Dekranasda Gresik Nurul Haromaini Ali mengatakan, Dekranasda Fest 2024 di kawasan heritage Kolonial, Bandar Grissee digelar selama 3 hari.
Ada sejumlah even yang digelar untuk masyarakat di Kota Santri ini. Bazar kuliner, fesyen show karya perancang asal Gresik dan pemilihan duta Batik Gresik pada Sabtu, 29 Juni 2024. “Kami sengaja menggelar di tempat terbuka (Bandar Grissee,Red) karena saat ini musim liburan sekolah. Even ini semoga bisa menjadi hiburan bagi masyarakat Gresik,” kata istri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini. (yad)
GRESIK,1minute.id – Satuan Polisi Pamong Praja dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten atau BNNK Gresik melakukan razia warung dan kafe. Razia gabungan ini dipimpin langsung oleh Kepala Satuan atau Kasat Pol PP Gresik Agustin Halomoan Sinaga.
Sasaran razia adalah warung kopi atau dengan pramusaji wanita yang ditengarai menyediakan layanan karaoke. Warung kopi yang tumbuh subur bak jamur di musim hujan yang disasar razia kali pertama berada di sepanjang Jalan Kapt Darmo Sugondo, Kecamatan Kebomas. Puluhan warung berjajar di dekat rel kereta api.
Sasaran berikutnya, adalah warkop atau kafe di sepanjang Jalan Siti Fatimah Binti Maimun, Gresik. Kedatangan aparat penegak peraturan daerah bersama BNNK Gresik ini sempat membuat para pramusaji panik.
Namun, setelah petugas gabungan terdiri dari Kepala Bidang Ketertiban Umum, Ketentraman Masyarakat atau Tribuntranmas Pol PP Gresik M Hidayat dan Muhammad Basuki dari BNNK Gresik menjlentrehkan tujuan razia untuk memeriksa urine para pramusaji itu senyum-senyum.
Petugas gabungan kemudian mengambil sampel urine para pramusaji secara acak. Hasilnya? Negatif. Artinya para pramusaji tidak menggunakan narkoba.
“Kegiatan ini merupakan bentuk penerapan Perda No. 2 tahun 2022 tentang Tibum tranmas,” terang Kasat Pol PP Gresik Agustin Halomoan Sinaga. (yad)
GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menggelar kegiatan Aksi Serentak Intervensi Percepatan Penurunan Stunting yang berlangsung di Posyandu PAUD Suci, Kecamatan Manyar pada Selasa, 25 Juni 2024.
Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi dini masalah gizi, memberikan edukasi pencegahan stunting dan melakukan intervensi segera bagi sasaran yang memiliki masalah gizi serta meningkatkan kunjungan cakupan sasaran pada ibu hamil, calon pengantin dan balita.
Aksi serentak intervensi percepatan penurunan stunting dilakukan karena pemerintah bertekad menurunkan angka stunting hingga nol persen. Pada awal pemerintahan Fandi Akhmad Yani angka stunting masih berada diangka 22 persen. Pada 2023, angka stunting turun menjadi 10 persen.
Untuk percepatan penurunan stunting ini, pemerintah melibatkan sejumlah organisasi terkait, antara Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak atau KBPPPA Gresik ; Dinas Kesehatan alias Dinkes Gresik, Dinas Sosial atau Dinsos Gresik serta OPD lainnya.
Ketua Tim Penggerak PKK Gresik Nurul Haromaini Ali mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk keseriusan dan komitmen pemerintah daerah dalam melakukan percepatan penurunan stunting di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.
“Pelaksanaan kegiatan ini bukanlah upaya awal yang dilakukan oleh Pemkab Gresik dalam menangani persoalan stunting di daerah, tapi lebih kearah evaluasi komitmen keseriusan kita, bersama seluruh stakeholder dalam penanganan stunting yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat,” jelas Ning Nurul- sapaan akrab istri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini.
Dalam kegiatan itu, Ning Nurul didampingi oleh Kepala Dinas KBPPPA Gresik Titik Ernawati; Kepala Dinkes Gresik dr Mukhibatul Khusnah dan Kadinsos Gresik dr Ummi Khoiroh.
Sementara itu, Camat Manyar Hendriawan Susilo Dalam sambutannya mengatakan berbagai penyebab dari adanya stunting di Kecamatan Manyar mendominasi dikarenakan masalah ekonomi, dan pola asuh orang tua.
“Kami mohon arahan dengan adanya intervensi serentak dan pelacakan stunting ini semoga dapat mengatasi masalah stunting yang dapat berdampak pada pertumbuhan balita di Kecamatan Manyar,” ujar Hendriawan. (yad)
GRESIK,1minute.id – Ada yang baru di Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum atau JDIH Pemerintah Kabupaten Gresik. JDIH dibawah naungan Bagian Hukum Sekretariat Kabupaten Gresik itu telah menggunakan teknologi kecerdasan buatan alias artificial intelegency atau AI. Pemanfaatan AI ini menjadikan JDIH menjadi pioner.
Inovasi ini, berangkat dari permasalahan yang kerap muncul di masyarakat dalam kaitannya dengan produk-produk hukum. Sudah bukan rahasia jika produk-produk hukum kerap menjadi momok lantaran dianggap rumit.
Dengan teknologi AI yang diterapkan pada JDIH, masyarakat kini dapat melakukan pencarian produk hukum dengan lebih mudah dan efisien. Sistem AI yang canggih tersebut mampu memahami konteks pencarian dan memberikan hasil yang relevan dalam waktu singkat.
“Akan sangat membantu masyarakat, akademisi, dan praktisi hukum yang memerlukan akses cepat dan akurat terhadap peraturan daerah, keputusan, dan dokumen hukum dari Pemerintah Kabupaten Gresik,” kata Kepala Bagian Hukum atau Kabag Hukum Setkab Gresik Muhammad Rum Pramudya kepada wartawan pada Selasa, 25 Juni 2024.
Kedepan fitur AI tersebut, imbuh Pramudya, akan dikembangkan dengan basis WhatsApp.
“Kita gunakan kanal WhatsApp sudah sangat lazim digunakan masyarakat,” tegasnya.
Pemkab Gresik juga telah melengkapi website JDIH Kabupaten Gresik dengan fitur chatbot AI. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk berinteraksi langsung dan mendapatkan informasi seputar produk hukum melalui percakapan dengan chatbot.
“Chatbot AI ini dirancang untuk menjawab pertanyaan secara real time, memberikan panduan navigasi dalam situs JDIH, serta membantu pengguna menemukan dokumen yang mereka butuhkan tanpa harus melalui proses pencarian manual yang kompleks. Cara kerjanya cukup mudah, masyarakat tinggal mengetik kata kunci mengenai produk hukum yang dicari, kemudian AI akan memberikan rekomendasi produk hukum yg relevan,” terangnya.
Untuk diketahui, JDIH Gresik adalah Sistem informasi berbasis website yang dikembangkan oleh Bagian Hukum Sekretariat Kabupaten Gresik merupakan sistem pendayagunaan bersama peraturan perundang-undangan dan bahan dokumentasi hukum lainnya secara tertib, terpadu, dan berkesinambungan. JDIH juga merupakan sarana pemberian pelayanan informasi hukum secara mudah, cepat, dan akurat.
Setelah lebih dari satu tahun pengembangan, sejak 3 Juni 2024, laman JDIH Gresik telah bertransformasi secara penuh dengan tampilan, keunggulan teknologi dan update data yang lebih baru dan mutakhir.
Hingga saat ini tercatat 3.100 produk hukum yang dunggah di website JDIH Gresik yakni jdih.gresikkab.go.id. Produk hukum tersebut, terdiri dari Peraturan Daerah (Perda), Peraturan Bupati (Perbup), Keputusan Bupati, Surat Edaran Bupati, serta Surat Keputusan Perangkat Daerah.
Per 1 Juni 2024 produk hukum berupa Perbup menjadi produk hukum yang paling banyak diakses masyarakat sebanyak 40,5%, diikuti Perda (29,5%), dan Keputusan Bupati (23,4%).
Dengan berbagai inovasi ini, Pemkab Gresik menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Diharapkan, langkah ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi layanan publik. (yad)
GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik dan Pengadilan Agama Gresik menandatangani nota kesepahaman untuk menyelamatkan hak perempuan dan anak di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.
Nota Kesepahaman itu diteken oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Kepala Kantor Pengadilan Agama Kelas 1A Gresik Ahmad Zainal Fanani di kantor PA akhir pekan lalu.
Poin penting dalam nota kesepahaman antara lain, sinergi pelayanan, pemenuhan hak-hak perempuan dan anak pascaperceraian, serta pencegahan perkawinan anak. Nota kesepahaman wujud keberpihakan pemerintah terhadap perempuan dan anak. Pemerintah berharap kerjasama ini meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memberikan perlindungan yang lebih baik kepada masyarakat, khususnya perempuan dan anak-anak yang rentan.
“MoU ini hal yang terlihat sederhana namun sangat berharga. Ini tidak lepas dari manfaat perlindungan yang didapat bagi perempuan dan anak-anak, dan masyarakat Gresik pada umumnya,” kata Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani.
“Kesepahaman ini adalah langkah konkret Pemerintah Kabupaten Gresik bersama Pengadilan Agama Gresik dalam memastikan bahwa hak-hak perempuan dan anak pascaperceraian terjamin dengan baik. Dengan begitu, kualitas hidup perempuan dan anak bisa lebih terjamin, disamping juga meminimalisir munculnya permasalahan di masa yang akan datang,” imbuhnya.
Terkait pernikahan anak, Gus Yani menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik bersama Pengadilan Agama Gresik sudah menjalankan pencegahan sejak satu tahun kebelakang. Karenanya, kehadiran MoU ini menjadi penguat dalam upaya pencegahan tersebut.
“Pencegahan perkawinan anak sejatinya sudah kita lakukan dalam kurun waktu satu tahun kebelakang. Perlu dipahami apa saja dampak yang ditimbulkan atas terjadinya pernikahan anak, baik itu perceraian maupun munculnya kasus stunting. Karenanya, bisa dikatakan bahwa upaya pencegahan perkawinan anak merupakan bagian dari komitmen kita untuk memberikan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda Gresik. Selepas penandatanganan ini, saya harapkan bisa ditindak lanjuti oleh dinas-dinas terkait,” terangnya.
Sementara itu, Ketua PA Gresik Ahmad Zainal Fanani menambahkan bahwa melalui sinergi ini, diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih efisien dan efektif kepada masyarakat. Kolaborasi antara Pengadilan Agama Gresik dengan Pemerintah Kabupaten Gresik menjadi langkah strategis dalam melindungi hak-hak perempuan dan anak di Kabupaten Gresik. Diharapkan, sinergi ini akan membawa dampak positif bagi masyarakat Gresik secara keseluruhan.
“Kesepahaman ini juga sebagai bentuk komitmen, dalam memastikan bahwa hak-hak perempuan dan anak pascaperceraian terlindungi dengan baik. Dirinya bersama Pengadilan Agama Gresik juga berkomitmen untuk terus bekerja sama dalam mencegah perkawinan anak,” ungkapnya.
Sebagai informasi, pada tahun 2023 terdapat sekitar 3.000 perkara yang masuk di Pengadilan Agama Gresik. Dari jumlah tersebut, 80% atau 2.500 kasus merupakan perkara perceraian perempuan dan anak menjadi korban.
Sedangkan untuk perkawinan anak, tercatat terdapat sekitar 300 kasus. Angka ini, ditargetkan bisa ditekan hingga dibawah angka 100 pada tahun ini. (yad)