Baznas Gelar OASE, 300 Anak Yatim Belanja Baju Lebaran di Mal Bersama Bupati Gresik 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka kegiatan OASE (Orang Tua Asuh Sehari) Belanja Baju Lebaran bersama anak yatim. Kegiatan berbagi di bulan Suci Ramadan ini diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gresik di  pusat perbelanjaan Mal Gresik pada Minggu, 1 Maret 2026.

Kegiatan ini digelar bersama 300 anak yatim ini dalam rangka memperingati HUT ke-52 Pemerintah Kabupaten Gresik dan Hari Jadi ke-539 Kota Gresik. 

Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur, BAZNAS Kabupaten Gresik, serta UPZ BAZNAS Petrokimia Gresik atas sinergi dan komitmennya menghadirkan program yang membawa kebahagiaan bagi anak-anak yatim, khususnya di bulan suci Ramadan.

“Program OASE ini merupakan wujud nyata kepedulian dan semangat berbagi kepada anak-anak yatim. Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, kita ingin memastikan mereka juga merasakan kebahagiaan menyambut Hari Raya Idul Fitri,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Melalui program OASE, masing-masing anak menerima voucher belanja senilai Rp 500.000 yang dapat digunakan untuk membeli baju Lebaran maupun kebutuhan lainnya sesuai keinginan mereka. Konsep “Orang Tua Asuh Sehari” juga menghadirkan para donatur dan muzakki untuk mendampingi anak-anak secara langsung saat berbelanja. 

Bupati Fandi Akhmad Yani berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan terus berkembang dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat. “Ini sudah berjalan 3 tahun, kami targetkan tahun depan bisa bertambah jadi 500 anak yatim,” ungkapnya optimis. (*)

EDITOR : Chusnul Cahyadi

Baznas Gelar OASE, 300 Anak Yatim Belanja Baju Lebaran di Mal Bersama Bupati Gresik  Selengkapnya

Tradisi Ramadan, Bupati, PWI & Baznas Gresik Gelar Buka Bersama dan Menyantuni Anak Yatim

GRESIK,1minute.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik kembali melanjutkan tradisi baik di bulan Ramadan dengan menggelar buka puasa dan menyantuni anak yatim.

Kegiatan rutin saban bulan Ramadan yang dihadiri antara lain Bupati Gresik Fandi Akhmad, anggota F-PDI Perjuangan juga Bendahara DPC PDI-P Gresik Ahmad Nadlir, serta Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gresik Johar Gunawan digelar di halaman Sekretariat PWI Gresik di Jalan AIS Nasution Gresik pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Sebanyak 42 anak yatim hadir dalam kegiatan hasil kolaborasi dengan Badan Amil Zakat dan Infaq Nasional (Baznas) Gresik yang mengusung tajuk “Tebarkan Kebaikan Silaturahmi di Bulan Ramadhan” ini berlangsung khidmat.

Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiyono mengatakan, kegiatan santunan anak yatim merupakan agenda rutin tahunan yang digelar setiap bulan suci Ramadan.

“Alhamdulillah di tahun ini kita bisa kembali menggelar santunan anak yatim dan buka puasa bersama. Ini sudah menjadi komitmen kami untuk terus berbagi di bulan suci,” ujarnya.

Deni juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, mulai dari Pemerintah Kabupaten Gresik hingga para donatur. “Terima kasih kepada semuanya yang telah mendukung acara ini. Semoga ke depan bisa lebih baik dan lebih besar lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Kepala Diskominfo mewakili Bupati Gresik, Johar Gunawan mengapresiasi konsistensi PWI Gresik dalam menyelenggarakan kegiatan sosial di bulan Ramadan. “Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat bagi anak-anak yatim yang menerima santunan dan terus berlangsung di tahun-tahun berikutnya,” tuturnya.

Wakil Ketua I Baznas Gresik Mustoha mengaku bangga atas kolaborasi yang terjalin antara PWI Gresik dan Baznas dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Kami mengapresiasi teman-teman PWI atas kolaborasi ini. Semoga kegiatan ini membawa berkah dan ke depan bisa semakin baik lagi,” ungkapnya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Tradisi Ramadan, Bupati, PWI & Baznas Gresik Gelar Buka Bersama dan Menyantuni Anak Yatim Selengkapnya

Gresik Menuju Kabupaten Bersih di Indonesia, Bupati Gresik Berikan Apresiasi pada Petugas Kebersihan

GRESIK,1minute.id – Kabupaten Gresik kembali menorehkan prestasi dengan meraih Penghargaan Kinerja Pengelolaan Sampah – Sertifikat menuju Kabupaten Bersih 2025. Penghargaan itu diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

Penghargaan Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih itu diterima langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Jakarta. Kepulangan orang nomor satu di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik disambut meriah pada Jumat, 27 Februari 2026.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif serta Forkopimda diarak keliling kota dengan becak listrik, mobil listrik karya siswa SMK PGRI 1 Gresik serta kendaraan lainnya. 

Meriah : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (kiri) dan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif (kanan) mendapatkan sambutan meriah dari masyarakat dan pelajar dalam Kirab Adipura, Penghargaan Kinerja Pengelolaan Sampah Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih pada Jumat, 27 Februari 2026 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Rute arak-arakan sepanjang 5 kilometer mulai dari Stadion Gelora Joko Samudro (G-JOS) jalan Veteran – Jalan Panglima Sudirman dan finish di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Jalan Jaksa Agung Suprapto. Sepanjang rute tersebut ribu pasang mata berjajar di pinggir jalan menyambut Kirab Adipura. 

Penghargaan bidang lingkungan itu menjadi kado istimewa bagi masyarakat Gresik yang sedang merayakan HUT ke-52 Pemkab Gresik dan Hari Jadi ke-539 Kota Gresik. HUT Pemkab diperingati setiap 27 Februari sedangkan Hari Jadi Kota Gresik diperingati setiap 9 Maret. 

“Ini bukan sekadar penghargaan. Ini adalah pengingat bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari lingkungan masing-masing. TPA sudah kita benahi, formatnya sudah ada. Sekarang kita mulai dari sekolah, minimal 30 menit sebelum masuk kelas untuk bersih-bersih lingkungan,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani pada Jumat, 27 Februari 2026.

Ia menegaskan, persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan semua elemen. Misalnya, lembaga pendidikan didorong menjadi pusat edukasi pengolahan sampah, masyarakat diminta aktif memilah sampah dari rumah, dan perusahaan diajak turut mendukung

Dalam sektor perizinan perumahan, ia melanjutkan, Pemkab Gresik juga akan mewajibkan penyediaan tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R).

Ia meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik untuk mulai masuk ke pesantren. “Pengelolaan sampah di lingkungan pesantren mulai dianggarkan agar sampah dapat dipilah disana,” harap Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Ia mencontohkan Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu yang dinilai berhasil dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat, termasuk gerakan satu rumah satu biopori. Desa tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi desa lain. Hal serupa juga dilakukan Kelurahan Sukorame, Kecamatan Gresik melalui program kampung proklim. 

“Kedua desa dan kelurahan itu jadi percontohan, dan hari ini kami beri kado dan mendapat bantuan motor pengangkut sampah roda tiga,” ungkapnya.

Kabupaten Gresik, satu dari 35 kabupaten/kota di Indonesia yang berhasil meraih Penghargaan Kinerja Pengelolaan Sampah Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih dari Kementerian Lingkungan Hidup. Capaian ini menempatkan Gresik dalam jajaran daerah yang dinilai berhasil membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

APRESIASI PETUGAS KEBERSIHAN: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gresik Sri Subaidah mendampingi seorang petugas kebersihan mengangkat Penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dalam Kirab Adipura di WEP Gresik pada Jumat, 27 Februari 2026 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Ia menjelaskan bahwa salah satu alasan utama Gresik memperoleh penghargaan adalah keberhasilan mengelola sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), yakni energi terbarukan pengganti fosil batu bara yang disinergikan dengan PT Semen Indonesia sebagai off taker. Skema ini menjadikan sampah sebagai sumber daya sekaligus mendukung transisi energi yang lebih ramah lingkungan.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen, terutama dedikasi para petugas kebersihan dan pertamanan yang ada lapangan. “Hari ini kita tidak sekadar membawa penghargaan. Kita membawa penghormatan untuk panjenengan semua yang setiap hari memastikan Gresik tetap bersih,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, Sri Subaidah, menuturkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat. “Ini bukan hanya keberhasilan DLH, tetapi hasil kolaborasi pemerintah dan masyarakat,” katanya.

Dia menjelaskan, penghargaan tahun ini diraih melalui proses penilaian ketat. Dari 420 kabupaten/kota se-Indonesia yang dinilai, tidak ada satu pun daerah yang meraih predikat Pengelolaan Sangat Bersih maupun Pengelolaan Bersih.

“Hanya 35 daerah secara nasional yang meraih predikat Kabupaten/Kota Bersertifikat atau Menuju Kabupaten/Kota Bersih, dan Kabupaten Gresik menjadi salah satunya,” jelas Sri. (*)

Editor  : Chusnul Cahyadi

Gresik Menuju Kabupaten Bersih di Indonesia, Bupati Gresik Berikan Apresiasi pada Petugas Kebersihan Selengkapnya

Pemkab Gresik bersama Kemensos Serahkan Bantuan Langsung ODHIV 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyerahkan bantuan langsung tahap pertama bagi Orang dengan HIV (ODHIV) di Kantor Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Gresik pada Kamis, 26 Februari 2026. Kegiatan itu bekerjasama dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia. 

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengapresiasi langkah pemerintah pusat dalam memberikan dukungan sosial dan penguatan kemandirian ekonomi bagi ODHIV. “Penanggulangan HIV dan AIDS bukan semata persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut aspek sosial, ekonomi, dan kemanusiaan,” ungkap dokter Alif yang juga Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Gresik ini.

Pada tahap pertama ini, bantuan diberikan dalam bentuk dukungan nutrisi dan pemenuhan kebutuhan Activity Daily Living (ADL) kepada 18 ODHIV yang tergolong pada kelompok masyarakat desil 1-5. Tahap kedua berupa bantuan kewirausahaan kepada 16 penerima manfaat sebagai langkah strategis mendorong kemandirian ekonomi dan meningkatkan produktivitas.

Wabup Alif mengingatkan pentingnya disiplin dalam kontrol kesehatan serta rutin mengonsumsi obat antiretroviral (ARV). Ia turut mengajak seluruh pihak berkomitmen menerapkan prinsip “3 Zero”, yakni zero infeksi baru HIV, zero kematian terkait AIDS, serta zero stigma dan diskriminasi.

“Komitmen ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama menuju eliminasi HIV/AIDS di Kabupaten Gresik pada tahun 2030,” tegasnya. Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun lingkungan yang inklusif, tanpa stigma dan diskriminasi, serta penuh empati. Hal ini agar setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk hidup sehat, produktif, dan bermartabat. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pemkab Gresik bersama Kemensos Serahkan Bantuan Langsung ODHIV  Selengkapnya

Tingkat Kegemaran Membaca di Gresik Capai 67,04 Lebih Tinggi daripada Jawa Timur 

GRESIK,1minute.id – Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) di Kabupaten Gresik pada 2025 mendapatkan skor 67,04 diatas rata-rata TGM Jawa Timur yang “hanya” 58,86. Meski masih dibawah TGM Nasional sebesar 72,44. 

“Saya tidak tahu ini berkah atau musibah. Karena 38 Kabupaten/kota di Jatim TGM mengalami penurunan sehingga rerata TGM di Gresik diatas Jawa Timur,” ujar Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Gresik Budi Raharjo dalam Forum Perangkat Daerah di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik pada Kamis, 26 Februari 2026.

Forum yang dihadiri puluhan pegiat literasi, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pengelola Perpustakaan Sekolah serta dua anggota Komisi IV DPRD Gresik Abdullah Munir dan Jamiyatul Mukarromah dan Naily Itqiana Maksum, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Sumber Daya Manusia pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gresik ini, Budi Raharjo melanjutkan pada tahun lalu, semua Kabupaten/Kota di Jatim mengalami penurunan TGM termasuk di Kabupaten Gresik. 

“Penurunan TGM di Gresik 2025 tidak sampai 1 persen. Penurunan nol koma sekian ini menjadikan rerata TGM Gresik lebih tinggi dari Jawa Timur,” katanya. Pada 2024 TGM Gresik berada angka 67,51 dan Jawa Timur di angka 77,15. Pada 2025, TKM Gresik turun menjadi 67,04 dan Jawa Timur turun menjadi 58,86. 

Belum diketahui penyebab terjadinya penurunan TGM secara regional Jawa Timur ini. Di Gresik, kata Budi Raharjo, upaya mendorong literasi telah menambah bahan pustaka telah dilakukan. Sehingga tingkat ketercukupan bahan pustaka semakin tinggi. Pada 2024, pertambahan bahan pustaka sebanyak 106 menjadi 360 pada 2025.

Empat dari tiga indikator penilaian kinerja perpustakaan Gresik tahun 2025 menunjukkan menunjukkan peningkatan. Tiga indikator itu, yakni Jumlah kunjungan mengalami kenaikan 53,60 persen dari 33.224 pada 2024 menjadi 51.036 pada 2025. Jumlah anggota baru naik 59,20 persen dari 3.026 pada 2024 menjadi 4.818 pada 2025. Berikutnya, jumlah buku yang dipinjam naik 33,40 persen dari 11.463 pada 2024 menjadi 15.292 pada 2025.

Sedangkan, satu indikator yakni peminjam aktif mengalami penurunan 31,40 persen dari 7.567 pada 2024 menjadi 5.188 pada 2025. Budi Raharjo mengatakan, penurunan jumlah peminjam aktif ini disebabkan beberapa faktor. Diantaranya, masyarakat lebih nyaman membaca buku di perpustakaan karena ruangan lebih nyaman dan ber-AC. “Selain itu, peminjam aktif yang datang meminjam buku lebih dari satu,” katanya.

Untuk diketahui TGM adalah indeks untuk mengukur kebiasaan dan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi melalui berbagai media, mencakup frekuensi, durasi dan jumlah bahan bacaan. 

TGM berfokus pada motivasi serta tindak lanjut membaca, berbeda dengan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) yang menitikberatkan layanan perpustakaan. TGM diukur berdasarkan frekuensi membaca per minggu, durasi membaca per hari, serta jumlah buku atau bahan bacaan yang dibaca dalam tiga bulan. (*)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Tingkat Kegemaran Membaca di Gresik Capai 67,04 Lebih Tinggi daripada Jawa Timur  Selengkapnya

Ini 7 Rute Mudik Gratis Program Pemkab Gresik

GRESIK,1minute.id –  Pemerintah Kabupaten Gresik kembali menghadirkan Program Mudik Gratis 2026. Tahun ini, sebanyak 750 kuota disediakan untuk warga yang ingin merayakan Lebaran Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman.

Pendaftaran resmi dibuka mulai Selasa, 24 Februari 2026. Sementara itu, jadwal keberangkatan direncanakan pada 18 Maret 2026 atau beberapa hari sebelum Idul Fitri.

Program ini merupakan inisiatif langsung Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Bupati Asluchul Alif sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memperoleh akses transportasi yang aman, nyaman, dan tanpa dipungut biaya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, Khusaini, menjelaskan, proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui Google Form pada link berikut ini : https://bit.ly/MudikGratisGresik2026. Langkah ini diambil untuk mempermudah masyarakat sekaligus menghindari antrean panjang saat proses registrasi.

“Pendaftaran dibuka mulai 24 Februari 2026 dan pemberangkatan direncanakan pada 18 Maret 2026,” ujar Khusaini pada Rabu, 25 Februari 2026. Calon peserta cukup mengisi formulir online dengan melampirkan KTP serta Kartu Keluarga (KK). Data yang diperlukan meliputi nama lengkap, Nomor Induk Kependudukan (NIK), alamat sesuai KTP, nomor telepon aktif, jumlah peserta dalam satu KK, serta rute tujuan yang dipilih.

Bagi peserta yang telah lolos verifikasi, diwajibkan melakukan penukaran kupon tiket di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik yang berlokasi di Terminal Bunder. Saat penukaran, peserta diminta membawa fotokopi KTP dan KK sebagai bukti administrasi.

“Peserta hanya perlu datang untuk menukarkan kupon tiket, jadi tidak perlu antre lama atau berebut,” tambahnya. Pada pelaksanaan tahun ini, Pemkab Gresik menyiapkan tujuh rute perjalanan yang mencakup berbagai wilayah di Jawa Timur, yaitu:

Gresik – Situbondo – Banyuwangi

Gresik – Pasuruan – Probolinggo – Lumajang – Jember

Gresik – Malang – Blitar

Gresik – Jombang – Kediri – Tulungagung – Trenggalek

Gresik – Madiun – Magetan

Gresik – Madiun – Ponorogo

Gresik – Bojonegoro – Padangan – Ngawi

Melalui Program Mudik Gratis 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Gresik berharap dapat memberikan solusi transportasi yang aman, tertib, dan hemat biaya bagi masyarakat, sekaligus mengurangi risiko kecelakaan akibat penggunaan kendaraan pribadi saat arus mudik Lebaran. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Ini 7 Rute Mudik Gratis Program Pemkab Gresik Selengkapnya

Memasuki Tahun Kedua Operasional RSGS, BOR 83 Persen, 51 Tindakan Operasi 

GRESIK,1minute.id – Operasional Rumah Sakit Umum Daerah Gresik Sehati atau RSGS memasuki tahun kedua pada 2026. Pada tahun pertama beroperasi rumah sakit yang berada di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik itu menunjukkan tren pertumbuhan layanan yang konsisten.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif meninjau progres rumah sakit tersebut bersama Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes)  Gresik dr. Mukhibatul Khusnah pada  Selasa, 24 Februari 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari evaluasi sekaligus penguatan layanan kesehatan daerah.

Dalam arahannya, Wabup Asluchul Alif menegaskan bahwa capaian satu tahun ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan RSUD Gresik Sehati ke depan. “Setahun ini kita melihat progres yang nyata. Dari fase awal dengan jumlah pasien yang masih sangat terbatas, sekarang grafik kunjungan terus meningkat. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat mulai tumbuh. Tugas kita memastikan penguatan dilakukan secara terukur dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa peningkatan jumlah pasien harus diikuti dengan perencanaan SDM yang matang, penguatan fasilitas, serta tata kelola keuangan yang sehat, terutama setelah rumah sakit resmi menerapkan pola pengelolaan BLUD pada 2026. 

Menurutnya, beberapa langkah penguatan yang akan dilakukan meliputi penambahan tenaga kesehatan secara bertahap berbasis proyeksi kenaikan pasien, percepatan pengisian tenaga penunjang medis seperti radiografer dan dokter spesialis radiologi, optimalisasi ruang rawat inap, serta penguatan sistem informasi rumah sakit melalui pembaruan SIMGOS dan penambahan kapasitas server.

“Rumah sakit ini harus tumbuh dengan perencanaan yang benar. SDM ditambah sesuai kebutuhan riil. Fasilitas diperkuat bertahap. Yang terpenting, kualitas pelayanan kepada masyarakat terus meningkat,” tegas dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Sementara itu, Direktur RSUD Gresik Sehati dr. Riyan Charlie Milyantono, memaparkan bahwa sepanjang 2025 layanan rawat jalan telah melayani 370 kunjungan pasien dari berbagai poli, meliputi Klinik Gigi, Klinik Kandungan, Klinik Spesialis Anak, Klinik Spesialis Bedah, Klinik Penyakit Dalam, dan Klinik Umum. 

Memasuki Januari–Februari 2026, capaian kunjungan meningkat lebih dari 100 persen dibanding fase awal operasional. Pada layanan rawat inap di lantai dua, yang pada awal Januari 2025 belum menerima pasien, saat ini tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) sekitar 83 persen.

Di Instalasi Gawat Darurat (IGD), peningkatan signifikan juga terlihat. Dari tiga pasien pada Januari 2025, jumlahnya melonjak menjadi 109 pasien pada Januari 2026. Total pasien IGD yang telah dilayani sejak awal operasional mencapai 179 pasien.

Layanan kamar operasi pun menunjukkan perkembangan positif. Sejak mulai aktif melayani tindakan, khususnya pasien BPJS pada Agustus 2025, jumlah operasi meningkat hingga mencapai 15 tindakan pada Desember. Total pasien yang telah menjalani tindakan operasi sebanyak 51 pasien.

Dari sisi tata kelola, sejak Januari 2026 RSUD Gresik Sehati resmi menerapkan pola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Realisasi pendapatan Januari 2026 tercatat Rp 121.205.794,26 dan hingga 23 Februari 2026 sebesar Rp 18.821.292,97, dengan klaim BPJS, pelayanan Januari 2026 sebesar Rp 78.946.700 yang masih dalam proses pencairan.

Pada aspek digitalisasi, rumah sakit telah menggunakan SIMGOS sejak Januari 2026 dan tengah mengajukan pembaruan sistem dari Kementerian Kesehatan. Penambahan server juga telah dianggarkan Dinas Kesehatan tahun 2026 sebagai bagian dari penguatan infrastruktur layanan.

Memasuki tahun kedua, RSUD Gresik Sehati tidak lagi berada pada fase perintisan, melainkan memasuki fase penguatan dan ekspansi layanan. Dengan tren pasien yang terus meningkat serta dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Gresik, RSGS diarahkan menjadi rumah sakit daerah yang semakin kokoh, profesional, dan dipercaya masyarakat utamanya di wilayah Gresik Selatan. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Memasuki Tahun Kedua Operasional RSGS, BOR 83 Persen, 51 Tindakan Operasi  Selengkapnya

Bupati Gresik Resmikan Operasional Landfill Mining, Solusi Atasi Tumpukan Sampah di TPA Ngipik

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memiliki komitmen serius dalam mengatasi masalah sampah rumah tangga. Salah satunya menerapkan metode Landfill Mining sebagai salah satu solusi modern dalam mengurangi tumpukan sampah yang lebih dari 10 tahun. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Asluchul Alif yang memimpin operasional perdana pada Selasa, 24 Februari 2026. Operasional metode Landfill Mining, pertama di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini dihadiri oleh manajemen PT. Semen Indonesia Tbk pabrik Tuban dan Pimpinan PT. Semen Indonesia Tbk pabrik Rembang. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengungkapkan, persoalan sampah adalah tantangan besar bagi seluruh daerah, termasuk Kabupaten Gresik. Seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan industri serta pemukiman, volume timbulan sampah terus meningkat.”Jika tidak dikelola dengan baik sampah akan menjadi beban lingkungan, sosial bahkan ekonomi,” ucap Gus Yani, sapaan akrab,  Fandi Akhmad Yani saat meresmikan pengoperasian Landfill Mining di TPA Ngipik pada Selasa, 24 Februari 2026.

Peresmian ini merupakan wujud nyata komitmen Pemkab Gresik, teknologi Landfill Mining memungkinkan untuk mengolah kembali timbunan sampah lama memisahkan fraksi yang masih bernilai guna. Serta mengurangi volume sampah yang tertimbun di TPA. 

“Dengan kapasitas pengolahan sekitar 25 ton per jam, fasilitas ini diharapkan mampu secara bertahap mengurangi beban timbunan di TPA Ngipik,” harapnya. Ia melanjutkan, Pemkab Gresik terus berkomitmen, untuk melakukan transformasi sistem pengelolaan sampah. Sehingga tidak lagi hanya mengandalkan sistem kumpul – angkut – buang, tetapi bergerak menuju sistem pengolahan yang berbasis pengurangan, pemanfaatan kembali dan peningkatan nilai tambah. 

“Hasil pengolahan tidak berhenti sebagai limbah tetapi menjadi sumber daya baru. Fraksi organik dapat dimanfaatkan sebagai tanah uruk, layening landfill, maupun media tanam. Fraksi non organik diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif pengganti batubara. Ini adalah langkah konkret mendukung transisi energi dan pengurangan emisi,” terang Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Bupati Yani menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak khususnya mitra industri yang telah mendukung pemanfaatan RDF sebagai bahan bakar alternatif. Sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha seperti inilah menjadi kunci keberhasilan pemgelolaan lingkungan yang berkelanjutan. 

“Pengadaan fasilitas ini melalui APBD Kabupaten Gresik tahun anggaran 2025 sebesar Rp 6 milliar, bukan hanya sekedar belanja peralatan. Melainkan investasi jangka panjang untuk kualitas lingkungan dan masa depan generasi mendatang,” tambahnya.

Selain mengandalkan Landfill Mining atasi tumpukan sampah di TPA Ngipik, Bupati Yani menekankan Dinas Lingkungan Hidup, dengan keterlibatan Dinas PMD dan kecamatan mengajak pemerintah desa untuk membangun TPS3R. 

“Jika tidak memungkinkan membangun TPS3R dalam satu desa bisa dibuat satu TPS3R untuk tiga desa. Tujuannya sampah dapat dikelola terlebih dahulu di tingkat desa sehingga tidak terjadi penumpukan di TPA,” tegasnya. 

“Mudah-mudahan melalui metode Landfill Mining ini, timbunan sampah lama di TPA digali kembali untuk dilakukan pemilahan, pengolahan, dan pemanfaatan ulang seperti bahan bakar alternatif RDF atau material lain,” tandasnya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Resmikan Operasional Landfill Mining, Solusi Atasi Tumpukan Sampah di TPA Ngipik Selengkapnya

Pemkab Gresik Alokasikan Rp 2,8 Triliun untuk Percepatan Pembangunan Infrastruktur Jalan 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik akan melakukan percepatan pembangunan infrastruktur jalan dengan pada 2026. Wabil khusus Jalan Poros Desa (JPD), Jalan Kabupaten (JK) sebagai agenda strategis utama pada 2026. 

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif dalam Safari Ramadan di Masjid Roudlotul Jannah, Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas menegaskan komitmennya bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mempercepat pembangunan infrastruktur jalan, khususnya Jalan Poros Desa (JPD) dan jalan kabupaten, sebagai agenda strategis utama di tahun 2026.

Wabup Alif mengungkapkan, di tahun anggaran 2026, Pemkab Gresik menempatkan percepatan perbaikan jalan sebagai agenda strategis. Total anggaran sebesar Rp 2,8 triliun disiapkan untuk pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan di berbagai wilayah. 

“Untuk tiga tahun kedepan, kami konsentrasi pada perbaikan jalan. Selain itu, perbaikan infrastruktur pendidikan dan rumah tidak layak huni (RTLH). Safari Ramadhan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus sosialisasi program-program pemerintah kabupaten Gresik agar selaras dengan kebutuhan warga,” ungkapnya pada Senin, 23 Februari 2026.

Safari Ramadhan dihadiri ratusan warga serta Forkopimda dan pimpinan  Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Majelis Ulama Indonesia (MUI), tokoh masyarakat, Kepala Desa, dan Lurah se-Kecamatan Kebomas menjadi ajang sosialisasi kegiatan Pemkab Gresik.

Menurut dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif pembenahan jalan tidak bisa dilakukan secara parsial. Sinergi lintas perangkat daerah, terutama peran camat yang memahami kondisi lapangan, menjadi kunci agar intervensi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“Pemerintah daerah menghindari perbaikan setengah-setengah. Jika diperbaiki, harus tuntas agar jalan benar-benar mantap dan bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang,” tegasnya. Wabup Alif menambahkan, perbaikan jalan dilakukan dengan memprioritaskan ruas-ruas yang memiliki dampak langsung terhadap koneksi aktivitas ekonomi masyarakat. 

“Kami menargetkan tahun 2028 kondisi jalan mantap. Tahun ini diupayakan untuk skala prioritas salah satunya jalan poros desa,” tandasnya. Acara kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama oleh Ketua MWCNU Kebomas KH. M. Muchsin Munhamir (Gus Hamir) dengan mengangkat tema Penguatan Aqidah dan Ukhuwah (Persaudaraan), kemudian ditutup dengan doa oleh Ketua MUI Kabupaten Gresik KH. Ainur Rofiq Thoyyib. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pemkab Gresik Alokasikan Rp 2,8 Triliun untuk Percepatan Pembangunan Infrastruktur Jalan  Selengkapnya

Plong..! Ikhtiar Bupati Gresik Perjuangkan Pupuk Subsidi Tambak Disetujui Komisi IV DPR RI

GRESIK,1minute.id – Ikhtiar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani agar pupuk subsidi kembali menyentuh sektor budidaya perikanan akhirnya membuahkan hasil. Dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI di Kabupaten Gresik pada Senin 23 Februari 2026 dipastikan bahwa pupuk bersubsidi untuk pembudidaya ikan resmi dialokasikan kembali pada tahun 2026.

Dalam forum tersebut, Bupati Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa beberapa tahun terakhir menjadi masa penuh kegelisahan bagi para petambak akibat pencabutan subsidi pupuk sektor perikanan.

“Beberapa tahun belakangan ini kami mengalami kegelisahan. Kabupaten Gresik memiliki lebih dari 28 ribu hektare lahan budidaya. Ketika pupuk subsidi dicabut, dampaknya sangat terasa. Bandeng tidak tumbuh optimal karena budidaya ikan tradisional sangat bergantung pada pupuk untuk menumbuhkan plankton,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Kabupaten Gresik merupakan salah satu lumbung pangan nasional dari sektor perikanan, baik budidaya, tangkap, maupun pengolahan dan pemasaran. Luas lahan budidaya tercatat 28.653,27 hektare, terdiri dari tambak payau seluas 15.601,26 hektare dan tambak tawar 13.052,01 hektare. Jumlah pembudidaya mencapai 20.279 orang, terdiri dari 15.729 pemilik tambak dan 4.550 pandega, yang tersebar di 16 kecamatan.

Produksi perikanan budidaya, Gresik tahun 2025 mencapai 160.439 ton dengan nilai produksi sebesar Rp 3,54 triliun. Khusus komoditas bandeng, produksi diperkirakan mencapai sekitar 90.000 ton per tahun.

“Kalau harga bandeng rata-rata Rp 10.000 per kilogram, hampir Rp900 miliar berputar di sektor tambak saja. Jadi ini ekonomi rakyat,” tegasnya.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto, menyampaikan bahwa aspirasi Pemerintah Kabupaten Gresik telah dibahas dalam Panja Pupuk di Petrokimia dan resmi masuk dalam rekomendasi subsidi nasional.

“Alhamdulillah, tahun ini kebutuhan pupuk untuk budidaya perikanan sudah masuk dalam program subsidi sekitar 29.500 ton secara nasional. Ke depan kami akan fokus pada pembenahan data agar distribusi tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan seperti sebelumnya,” ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Haeru Rahayu, menyampaikan permohonan maaf atas kondisi dua tahun terakhir yang berdampak pada pembudidaya. “Atas nama pemerintah kami mohon maaf. Tahun ini secara nasional dialokasikan hampir Rp300 miliar untuk pupuk budidaya,” jelasnya.

Sebagai informasi, tahun 2026 ini telah dialokasikan pupuk bersubsidi pada sektor perikanan bagi pembudidaya ikan di Kabupaten Gresik. Yakni pupuk urea sebesar 4.721 ton, pupuk SP36 sebesar 4.598 ton dan pupuk organik sebesar 506 ton.

Karena itu, ditekankan juga pentingnya optimalisasi penyerapan kuota agar tidak terjadi sisa alokasi. Dukungan dari sisi distribusi dan sistem juga ditegaskan oleh Direktur Operasi PT Pupuk Indonesia, Dwi Satriyo Annurogo. Ia memastikan bahwa sistem distribusi pupuk kini telah terdigitalisasi penuh.

“Setiap penebusan pupuk di kios langsung tercatat dan terhubung secara real-time dengan sistem pusat. Alokasi otomatis terpotong sesuai kuota. Sistem siap dan stok dalam kondisi aman,” terangnya.

Di sisi lain, aspirasi petambak turut mengemuka. Sholiq, petambak asal Desa Betoyo Guci, menyampaikan apresiasi atas kembalinya subsidi pupuk, namun juga mengingatkan potensi anjloknya harga saat panen raya.

“Kalau produksi naik tapi panen bersamaan, harga bandeng bisa turun sampai Rp5.000 per kilo. Kami mohon stabilitas harga juga diperhatikan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Fandi Akhmad Yani mendorong penguatan ekosistem dari hulu hingga hilir. Selain memastikan pupuk tersedia, Pemkab Gresik juga mendorong peningkatan konsumsi ikan melalui berbagai program serta penguatan distribusi berbasis desa.

“Kami memiliki Koperasi Desa Merah Putih hampir di seluruh desa. Jika dilibatkan dalam distribusi pupuk subsidi, rantai pasok bisa lebih efektif dan ekonomi desa ikut bergerak,” tambahnya. (*)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Plong..! Ikhtiar Bupati Gresik Perjuangkan Pupuk Subsidi Tambak Disetujui Komisi IV DPR RI Selengkapnya