Kementerian Kebudayaan Menetapkan Kupat Keteg, Rebowekasan, Malam Selawe, Pasar Bandeng hingga Pencak Macan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

GRESIK,1minute.id – Kementerian Kebudayaan menetapkan Ketupat Keteg ; Malem Selawe , Rebowekasan, Pasar Bandeng, hingga Pencak Macan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI).

Sertifikat WBTB diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif pada acara penyerahan apresiasi pelaku budaya, tambahan honorarium juru pelihara dan sertifikat WBTB yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disaprbud) Jawa Timur di Taman Krida Budaya Kota Malang pada Minggu, 22 Februari 2026.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam proses penetapan Kupat Keteg, Rebowekasan, Pasar Bandeng, Malem Selawe hingga Pencak Macan sebagai WBTBI.

Wabup  mengungkapkan, penetapan WBTB ini bukan hanya kebanggaan bagi kita, tetapi juga tanggung jawab besar. Dukungan dari semua elemen masyarakat sangat penting untuk memastikan warisan ini tetap hidup dan berkembang di tengah kemajuan zaman. “Penetapan ini juga menunjukkan betapa kaya dan beragamnya budaya, maupun kuliner khas yang ada di Kabupaten Gresik,” ungkap dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Ia juga menekankan pentingnya menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini. Ia berharap dunia pendidikan dapat mengambil peran aktif dalam mengenalkan sejarah, makna, dan filosofi tradisi kepada generasi muda.

“Dengan ditetapkannya tradisi dan kuliner Gresik ini diharapkan semakin dikenal luas dan tetap lestari sebagai bagian penting dari identitas Gresik, Jawa Timur dan Indonesia,” pungkasnya.

Momentum tersebut bukan sekadar seremoni administratif. Di hadapan kepala daerah, budayawan, seniman, dan tokoh masyarakat yang hadir, Gubernur Jatim Khofifah menegaskan bahwa status WBTBI merupakan amanah moral untuk menjaga keberlangsungan tradisi agar tidak tergerus zaman.

“Warisan budaya tak benda adalah roh dari peradaban kita. Ia membentuk karakter, memperkuat identitas, dan menjadi penuntun arah pembangunan,” tegasnya. Pihaknya mendorong agar sektor kebudayaan ditempatkan sebagai bagian strategis dalam pembangunan daerah. Menurut Khofifah, Potensinya tidak hanya pada aspek pelestarian, tetapi juga dalam mendorong pariwisata, memperkuat ekonomi kreatif. Hingga memperluas diplomasi budaya di tingkat nasional dan internasional.

“Pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku seni, dan generasi muda agar pelestarian budaya tidak berhenti pada simbol, melainkan terus berkembang melalui inovasi kreatif yang tetap berakar pada nilai tradisi,” tandasnya. 

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga mengumumkan kenaikan signifikan pada tunjangan kehormatan bagi para juru pelihara cagar budaya di Jawa Timur. Apresiasi yang diberikan tahun ini oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur meningkat dua kali lipat dibanding sebelumnya. 

Seniman dan pelaku budaya yang semula menerima Rp 500 ribu kini mendapatkan Rp1 jutq. Kenaikan lebih besar menyasar tunjangan operasional juru pelihara cagar budaya, yang melonjak dari Rp550 ribu menjadi Rp 1,5 juta. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Kementerian Kebudayaan Menetapkan Kupat Keteg, Rebowekasan, Malam Selawe, Pasar Bandeng hingga Pencak Macan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Selengkapnya

Tim Rukyat LFNU Gresik di Bukit Condrodipo Hilal Ramadan 1447 H Tak Terlihat

GRESIK,1minute.id – Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Gresik menyatakan bahwa hilal tidak terlihat dalam pemantauan awal bulan Ramadan 1447 Hijriah. Rukyatul hilal yang dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini dilaksanakan di Bukit Condrodipo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas pada Selasa sore, 17 Februari 2026.

Ketua LFNU Gresik Muchyiddin Hasan mengatakan hilal tidak terlihat disebabkan karena secara astronomis posisi hilal masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam. “Tim kami sebelumnya sudah melakukan hisab, kemudian sore ini melakukan rukyatul hilal, tetapi hilal memang tidak terlihat karena posisinya masih minus,” ujar Muchyiddin Hasan.

Ia menjelaskan berdasarkan hasil hisab kontemporer (metode Al-Durru Al-Anieq), matahari terbenam di Bukit Condrodipo pada pukul 17:54:23 WIB. Pada saat itu, ketinggian hilal (irtifak mar’i) berada pada posisi minus 2 derajat 8 menit 8 detik dengan elongasi 01 derajat 12 menit 38 detik.

​Muchyiddin menjelaskan bahwa data tersebut belum memenuhi kriteria Imkanur Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU). “Berdasarkan kriteria IRNU, tinggi hilal minimal harus 3 derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat,” katanya. 

“Dengan posisi hilal yang masih berada di bawah ufuk dan umur hilal yang tercatat minus 1 jam 7 menit 39 detik, maka hilal mustahil untuk dapat terlihat saat dirukyat,” ia melanjutkan.

​Laporan hasil pemantauan ini akan segera diteruskan ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat bersama Kementerian Agama RI.

​Terkait kepastian jatuhnya 1 Ramadan 1447 Hijriah, pihak LFNU Gresik mengimbau masyarakat untuk menunggu keputusan resmi (ikhbar) dari PBNU dan pengumuman Menteri Agama RI selaku pimpinan sidang isbat. “Kami di sini adalah pelaksana yang melakukan pemantauan dan melaporkan hasil secara saintifik. Untuk keputusan akhirnya, kami serahkan sepenuhnya kepada Menteri Agama,” tambahnya.

​Kegiatan rukyatul hilal ini turut dihadiri oleh jajaran tokoh dan pejabat setempat, di antaranya Bupati Gresik, Wakil Ketua PCNU Gresik, Plt Kepala Kantor Kemenag Gresik, Pengadilan Agama Gresik, serta unsur Forkopimcam Kebomas Gresik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Tim Rukyat LFNU Gresik di Bukit Condrodipo Hilal Ramadan 1447 H Tak Terlihat Selengkapnya

8 Personel Damkamat Gresik Lakukan Rescue Cincin Kaki Burung Murai Batu Kekecilan

GRESIK,1minute.id – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkamat) Gresik melakukan penyelamatan seekor burung Murai Batu pada Senin, 16 Februari 2026.

Pemilik burung M. Hadi Sholihin risau karena beberapa hari ini mulai “enggan” berkicau. Usut punya usut diduga karena cicin di kaki burung milik warga Jalan Raya Kemuning, Desa Menunggal, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik terlalu sempit. Hadi berusaha melepas. Tapi, ia kesulitan sehingga meminta bantuan kepada Dinas Damkamat Gresik.

Sebanyak delapan personel rescue di terjunkan untuk melakukan penyelamatan Burung Murai. “Operasi” pelepasan cicin kaki burung mulai dilakukan pada pukul 16.16 WIB. Selama 10 menit, cincin kaki Murai Batu bisa dilepas. Hadi pun semringah. Ia berharap burung bisa kembali berkicau.

Kepala Dinas Pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkamat) Gresik Suyono mengatakan, rescue cincin kaki burung Murai Batu ini kali pertama dilakukan. “Kami bersyukur rescue bisa dilakukan. Butuh waktu 10 menitan untuk memotong cincin di kaki burung Murai itu,” kata Suyono. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

8 Personel Damkamat Gresik Lakukan Rescue Cincin Kaki Burung Murai Batu Kekecilan Selengkapnya

Resmi ! S.Hariyanto & Aminatun Habibah, Jabat Ketua dan Dewan Pembina IKA Unesa Cabang Gresik 

GRESIK,1minute.id – Amanah S.Hariyanto bertambah satu. Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik ini kini resmi menjadi sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Negeri Surabaya (IKA UNESA) Cabang Gresik. Dewan Pembina adalah Aminatun Habibah, Wakil Bupati Gresik periode 2020-2024. 

Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) IKA Unesa Bambang DH bersama 14 pengurus Cabang IKA Unesa periode 2026–2031 di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Kampus I Ketintang, Universitas Negeri Surabaya pada Sabtu, 14 Februari 2026.

14 Cabang yakni Malang Raya, Jombang, Sidoarjo, Surabaya, Trenggalek, Jember, Bojonegoro, Tuban, Kediri, Blitar Raya, Yogyakarta, Gresik, Sampang, dan Madiun.

Ketua Umum PP IKA Unesa Bambang DH, menegaskan bahwa keberadaan organisasi alumni harus benar-benar memberi manfaat nyata bagi almamater, bukan justru menjadi beban. “Saya selalu menekankan kepada seluruh pengurus, terutama di tingkat cabang, bagaimana IKA ini bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi almamater. Jangan sampai justru menjadi beban,” ujar Bambang usai pelantikan.

Ia menyampaikan apresiasi kepada pimpinan universitas atas dukungan terhadap keberlanjutan organisasi alumni, sekaligus kepada para alumni yang bersedia melanjutkan pengabdian melalui kepengurusan IKA.

Menurutnya, potensi sumber daya Unesa sangat besar. Saat ini jumlah mahasiswa mencapai sekitar 70 ribu orang, sedangkan alumninya telah menembus sekitar 140 ribu orang. Potensi tersebut, lanjutnya, harus diterjemahkan ke dalam program-program konkret yang berdampak langsung bagi kemajuan universitas.

“Yang penting sekarang adalah tindak lanjutnya. Apa yang bisa kita lakukan bersama dan kita pakai untuk kemajuan universitas ke depan,” tegasnya. Ia juga menyoroti keberagaman latar belakang alumni Unesa. Meski dikenal sebagai perguruan tinggi keguruan, banyak alumni yang kini berkiprah sebagai pengusaha hingga pejabat publik.

“Ini sebenarnya modal besar. Banyak alumni yang menjadi pengusaha, banyak juga yang menjadi pejabat. Ini bisa memberikan wawasan dan kontribusi nyata bagi almamater,” katanya.

Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi PP IKA Unesa Lukman Surya, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus cabang yang dilantik. Ia berharap kepengurusan daerah mampu memperkuat jejaring alumni dan berperan aktif mendukung program organisasi.

Direktur Kemahasiswaan dan Alumni Unesa Muhammad Sholeh, menambahkan bahwa alumni diharapkan dapat memberi kontribusi yang berdampak, sejalan dengan arah kebijakan pendidikan tinggi, serta ikut membantu mahasiswa aktif Unesa, termasuk dalam akses beasiswa di daerah masing-masing.

Di tempat yang sama, Ketua IKA Unesa Cabang Gresik S. Hariyanto menyatakan kesiapannya untuk memimpin IKA Unesa Cabang Gresik. Dirinya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Pengurus Pusat IKA Unesa. “Secepatnya kami akan melengkapi kepengurusan sekaligus menggelar Pelantikan IKA Unesa Cabang Gresik,” tandasnya penuh semangat.

Hal senada juga disampaikan Ketua Dewan Pembina IKA Unesa Cabang Gresik, Aminatun Habibah.  Beliau mengucapkan Selamat dan Sukses untuk Pengurus IKA Unesa Cabang Gresik. “Semoga bisa sinergi untuk pembangunan dan pendidikan di Kabupaten Gresik,” tandasnya. 

Berikut Pengurus IKA UNESA CABANG GRESIK 

A . Pembina :

1. Dr. Aminatun Habibah

2. Suhartoko

3. Didik Hendriyono

B. Pengurus 

1. Ketua : Dr. S. Hariyanto

2. Wakil ketua : Mulyono

3. Sekretaris : Dr. Nur Hamidah

4. Bendahara : Nurul Wafiyah (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Resmi ! S.Hariyanto & Aminatun Habibah, Jabat Ketua dan Dewan Pembina IKA Unesa Cabang Gresik  Selengkapnya

Wabup Gresik Asluchul Alif Dorong PKDI Sinergi Bangun Daerah dari Desa

GRESIK,1minute.id – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (DPW PKDI) Jatim Syaifullah Mahdi mengukuhkan pengurus DPC PKDI Gresik masa bakti 2025 – 2030.

Pengukuhan pengurus yang diketuai oleh Nurul Yatim, Kepala Desa Baron, Kecamatan Dukun ini dihadiri antara lain  Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif ini digelar di Ruang Mandala Bhakti Praja Lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Wabup Alif menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua DPC PKDI terpilih, Nurul Yatim beserta jajaran pengurusnya. Wabup Alif berharap kepengurusan baru ini mampu membawa semangat baru dalam memperkuat solidaritas antarkepala desa.

Dengan semangat baru dari pengurus DPC PKDI yang baru dikukuhkan, Wabup Alif optimis sinergi antar kepala desa akan semakin kuat. “Mari kita bangun Kabupaten Gresik bersama sama dari desa untuk kemajuan daerah,” ujarnya.

Ia pun menitipkan beberpa pesan penting untuk pengurus PKDI yang baru. Pertama solidaritas, di era transformasi digital dan dinamika politik saat ini kepala desa tidak boleh berjalan sendiri sendiri. Melainkan harus mengedepankan solidaritas dan kerjasama yang baik. 

Kedua, wadah berbagi, jadikan PKDI sebagai ruang untuk saling bertukar inovasi. Jika satu desa berhasil dalam ketahanan pangan, desa lain harus belajar dari desa tersebut. Ketiga, yaitu Harmonisasi, persaudaraan berarti menghilangkan sekat dan kompetisi yang tidak sehat, berganti menjadi kolaborasi yang kuat. 

“Selain itu, yang terpenting adalah selaras dengan visi misi pemerintah pusat, sinergi dengan pemerintah daerah, akuntabilitas dan tata kelola kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan. Mari kita jadikan desa bukan lagi sebagai objek pembangunan. Melainkan subjek sekaligus ujung tombak kemajuan bangsa,” tuturnya

Di tempat yang sama, Ketua Umum DPP PKDI Sujiono menyampaikan, PKDI lahir dari rahim kepala desa. Ia menegaskan bahwa PKDI adalah organisasi murni kepala desa tanpa campur tangan politisi maupun partai politik.

“Dua hal yang dibutuhkan pertama loyalitas dan kedua komitmen mari kita jaga. Tugas kami hanya mengakomodir aspirasi kepala desa, namun aspirasi itu harus bisa kita sampaikan hingga Kementrian,” ungkap Sujiono. 

Ia juga menekankan pentingnya prinsip kolektif-kolegial dalam pengambilan keputusan organisasi. “Apapun keputusan yang diambil, harus berdasarkan musyawarah bersama dan berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Tidak boleh diputuskan sepihak. Semua pengurus harus terlibat. Ini yang paling penting,” tegasnya. 

Sementara itu, Ketua DPW PKDI Jawa Timur, Syaifullah Mahdi, mengajak agar PKDI dapat menjadi wadah sinergi antara pemerintah desa dan pemerintah daerah, demi mempercepat pembangunan desa-desa di Kabupaten Gresik. 

“Yang lebih penting, PKDI harus mendukung program pemerintah. Saya harap para pengurus yang telah dilantik segera melakukan audiensi dengan Bupati dan seluruh Forkopimda Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Pihaknya menambahkan, PKDI Gresik harus membantu menyukseskan Nawakarsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik. Menurut dirinya meskipun TKD dikurangi hingga menjadi fenomena di kepala desa saat ini yang luar biasa. Kita harus tetap berusaha memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

“Selain itu PKDI juga ikut memberikan donasi bencana alam sebagai bentuk kepedulian. Pesan saya membangun Gresik tidak cukup Bupati dan Wakil Bupati namun butuh kebersamaan,” tandasnya. 

Ketua DPC PKDI GresikNurul Yatim menegaskan, PKDI siap membantu program Bupati dan Wakil Bupati Gresik dalam satu komando sampai akhir. “Kami siap menjadi jembatan antara kepala desa dengan pemerintah, memperjuangkan aspirasi dari bawah agar menjadi kebijakan strategis yang berpihak pada kemajuan desa,” singkatnya. 

Mengusung tema “Satu Komando Bersama Sampai Akhir”, acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan soliditas antar kepala desa di wilayah Kabupaten Gresik. Pelantikan ini tidak hanya menandai dimulainya kepengurusan baru, tetapi juga menjadi simbol komitmen dalam memperjuangkan aspirasi desa dan masyarakat. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Wabup Gresik Asluchul Alif Dorong PKDI Sinergi Bangun Daerah dari Desa Selengkapnya

MUI Gresik Gelar Ijtimak Sanawi, KH Ainur Rofiq Toyyib : MUI harus Menghadirkan Program yang Menyentuh Masyarakat

GRESIK,1minute.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik menggelar Ijtimak Sanawi 2026 di Kantor MUI di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Pertemuan tahunan strategis yang bertujuan menyatukan langkah, mengevaluasi program dan merumuskan arah kebijakan kedepan ini oleh Ketua MUI Gresik KH Ainur Rofiq Thoyyib. Ijtimak ini mengusung tema “Resolusi Trisula 2026: Pelayanan, Enterprising dan Academic Ecosystem”.

KH Ainur Rofiq Toyyib menyampaikan, program yang konkret dan menyentuh kebutuhan masyarakat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik harus benar-benar hadir secara nyata untuk umat. Selain itu, Kiai Ainur juga menegaskan MUI untuk bersinergi dengan pemerintah, khususnya dalam mendukung program-program strategis pemerintah.

Kiai Ainur Rofiq menyampaikan, bahwa seluruh program yang dirancang tidak boleh lepas dari fungsi utama MUI sebagai Khodimul Umat, Ri’ayatul Ummah, dan Shodiqul Hukumah.

“Sebagai Khodimul Umat, MUI harus menghadirkan program yang menyentuh masyarakat secara konkret, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun sosial kemasyarakatan lainnya. Dalam peran Ri’ayatul Ummah, MUI dituntut memberikan pedoman keagamaan yang jelas melalui fatwa, tausiyah, serta rekomendasi keagamaan,” kata Kiai Rofiq.

Sementara sebagai Shodiqul Hukumah, ia melanjutkan, MUI harus terus bersinergi dengan pemerintah, khususnya dalam mendukung program-program strategis pemerintah. “Apapun program yang kita buat, jangan sampai melepas dari inti fungsi MUI, terutama sebagai khodimul umat maupun shodiqul hukumah,” ujar Kiai Rofiq.

Pada kesempatan itu juga, Kiai Ainur Rofiq memaparkan capaian yang dilakukan selama tahun 2025. Kiai Rofiq mengungkapkan rasa syukur karena MUI Kabupaten Gresik kembali mampu mempertahankan prestasi sebagai MUI terbaik se-Jawa Timur.

“Kami berharap MUI Kabupaten Gresik bisa terus mengembangkan programnya. Meskipun sudah kita susun dalam rencana strategis, namun harus terus kita kembangkan setiap tahunnya. Maka dari itu kita melaksanakan Ijtima Sanawi,” ujar Kiai Rofiq.

Ijtima Sanawi 2026, juga dirangkaikan dengan pemberian Penghargaan Mitra Dakwah Kontributif kepada Baznas Kabupaten Gresik, Kopsyah MUI, Yayasan Nurul Hayat, PT. Qowafil Travel & Tour Gresik dan PT Permata Zain.

Selain itu, penghargaan Komisi Produktif dan Inovatif diberikan kepada Komisi Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga; Komisi Seni, Budaya Islam dan Remaja; serta Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat.

Pada kesempatan tersebut turut dilakukan launching Jurnal Internasional J-CILES sebagai bagian dari penguatan academic ecosystem, serta penyerahan berbagai produk kelembagaan MUI Kabupaten Gresik selama tahun 2025, di antaranya Buku ‘Aku Ingin Segera Menikah’, Buku Renstra, Panduan Kinerja, Profil MUI dan Buku Kumpulan SOP. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

MUI Gresik Gelar Ijtimak Sanawi, KH Ainur Rofiq Toyyib : MUI harus Menghadirkan Program yang Menyentuh Masyarakat Selengkapnya

Pemkab Gresik Resmikan Pengoperasian Eskalator Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik Inklusif dan Modern

GRESIK,1minute.id – Masjid Agung Mualana Malik Ibrahim Gresik semakin Inklusif. Ramah anak dan lansia. Sebab, Pemerintah Kabupaten Gresik melengkapi masjid yang berada di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas itu dilengkapi tangga berjalan alias eskalator.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam hal ini diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sekretariat Daerah (Setda) Suprapto yang meresmikan pengoperasian eskalator Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik pada Jumat,  13 Februari 2026.

Pemasangan eskalator merupakan bentuk komitmen pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam penyediaan fasilitas publik yang ramah bagi seluruh kalangan. Pengoperasian eskalator ini menjadi bagian dari peningkatan sarana dan prasarana di Masjid Agung Gresik yang bertepatan dengan HUT Pemkab Gresik ke-52 dan Hari Jadi Kota Gresik ke-539 serta menyambut bulan suci Ramadan 1447 H.

Menurut Asisten I Setda Gresik Suprapto, kebutuhan akan eskalator dipandang urgen karena melihat berbagai karakteristik pengunjung Masjid Agung Gresik. Terutama untuk kalangan lanjut usia yang kesulitan menaiki tangga. “Adanya eskalator tersebut untuk mempermudah lansia, ibu hamil, dan masyarakat kebutuhan khusus agar mendapat akses lebih mudah mencapai lantai atas Masjid Agung Gresik,” kata Suprapto.

Pihaknya menjelaskan, pemasangan eskalator untuk naik dan turun tersebut dilakukan di sisi kanan bangunan utama Masjid. Menurutnya, langkah ini diambil agar jemaah sepuh merasa lebih aman dan nyaman ketika ingin naik ke lantai atas untuk beribadah.

“Masjid Agung Gresik sendiri, kerap menjadi pusat aktivitas keagamaan berskala besar, baik kegiatan salat berjamaah, pengajian akbar, hingga perhelatan hari besar Islam. Eskalator tersebut akan menjadi bagian dari transformasi layanan yang lebih ramah, inklusif, dan modern,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKPKP) Gresik Ida Lailatussa’diyah menyampaikan pemasangan eskalator di Masjid Agung Gresik melengkapi fasilitas masjid agar lebih modern dan nyaman bagi jemaah.

“Selain Masjid Agung Gresik, pemasangan eskalator nantinya juga akan dilakukan di Masjid KH Robach Ma’shum Islamic Center Balongpanggang,” ungkapnya.

Ia berharap masyarakat ikut menjaga dan merawat fasilitas eskalator yang telah disediakan agar dapat digunakan dalam jangka waktu lama. Selain itu, terus menghidupkan kegiatan keagamaan dan menjadi pusat edukasi serta sosial masyarakat.

Menurut salah satu warga, Mukhlisun, 62, saat diwawancara menyambut positif pengoperasian eskalator tersebut. Ia menyebut ini sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan spiritual dan fisik warganya. “Semoga ini bisa menjadi percontohan. Selain itu, tentunya memberikan kenyamanan terutama bagi lansia yang akan melaksanakan ibadah,” ucapnya. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Pemkab Gresik Resmikan Pengoperasian Eskalator Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik Inklusif dan Modern Selengkapnya

UPT SMP Negeri 2 Gresik, Sekolah Negeri Pertama Raih Predikat Sekolah PAIS Berkarakter dari Kemenag 

GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 (Spenda) menjadi Sekolah Piloting PAIS (Pendidikan Agama Islam Sekolah) Berkarakter di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik pada Jumat, 13 Februari 2026.

Sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim ini, adalah satu-satunya sekolah negeri jenjang SMP yang menjadi program percontohan dari Kantor Kementerian Agama (Kemanag) Jawa Timur 2026 untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di sekolah umum.

Launching Sekolah Piloting PAIS Berkarakter disambut suka cita tenaga pendidik, siswa dan orang wali siswa. Mereka tumplek-blek di halaman sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik.

Kepala Seksi PAIS Kemenag Gresik Ahmad Yahya mengatakan peresmian program PAIS berkarakter untuk UPT SMP Negeri 2 Gresik ini sudah sangat pas. “Spenda sudah menerapkan kegiatan rutin keagamaan diantaranya TBTQ, Tahfidz, Hotmil dan tadarus Qur’an pagi jam ke Nol, Sholat duha, Duhur, literasi Al Quran dan penanaman Akhlaq mulia dengan penerapan Fiqhun nisa’,” kata Ahmad Yahya.

Sementara itu, Kepala UPT SMP Negeri  2 Gresik Mohammad Salim mengucapkan terima kasih kepada Kemenag Gresik atas penunjukan Spenda Gresik sebagai Sekolah Piloting PAIS Berkarakter. UPt SMP Negeri pertama yang mendapatkan predikat sebagai Sekolah Berkarakter Keislaman di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. 

“Saya sangat berterima kasih kepada kenenag yang telah memilih Spenda sebagai piloting Sekolah PAIS berkarakter Tingkat Jawa Timur 2026. Semoga program ini mampu memberikan kontribusi terhadap kualitas pembelajaran dan meningkatkan mutu lulusan yang berakhlaq karimah amin,” kata Salim.

Komite Sekolah H. Ubaidilah satali tiga uang dengan Salim. “Saya atas nama  komite sekolah sangat apresiasi terhadap kualitas layanan sekolah dimana untuk pembentukan karakter saat ini sangat dibutuhkan untuk membentengi generasi muda agar tidak tergerus oleh zaman,” ujarnya. 

Ketua OSIS SMP Negeri  2 Gresik Nabila mengaku sangat senang dan bangga dengan program ini karena dapat meningkatkan pengalaman belajar agama di sekolah negeri tapi mirip pondok pesantren. “Semoga lulusan Spenda menjadi manusia yang taat beragama dan membahagiakan orang tuanya kelak,” katanya. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

UPT SMP Negeri 2 Gresik, Sekolah Negeri Pertama Raih Predikat Sekolah PAIS Berkarakter dari Kemenag  Selengkapnya

Pastikan Harga Stabil dan Pangan Aman Jelang Ramadan, Pemkab Gresik Geber Gerakan Pangan Murah

GRESIK,1minute.id – Pemrov Jatim berkolaborasi dengan Pemkab Gresik menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di depan Pendapa rumah Dinas Bupati Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Alun-alun Gresik pada Jumat, 13 Februari 2026.

Di Kabupaten Gresik, GPM yang dilakukan secara serentak se-Indonesia ini dipimpin oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. Gerakan ini sebagai bentuk komitmen daerah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Gerakan ini dibuka secara daring oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Dalam arahannya, Menteri Pertanian menegaskan bahwa seluruh pelaku usaha pangan tidak diperbolehkan menaikkan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Ia menyampaikan bahwa stok beras nasional saat ini mencapai 3,4 juta ton. Jumlah ini merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah untuk bulan Februari 2026. Pemerintah juga telah menyiapkan 1,5 juta ton beras SPHP dengan harga maksimal Rp 12.500 per kilogram serta 700 ribu ton minyak goreng dengan harga maksimal Rp15.700 per liter. Penindakan tegas akan dilakukan jika ditemukan pelanggaran, sesuai instruksi langsung Presiden.

Menindaklanjuti hal tersebut, Wabup Asluchul Alif menegaskan bahwa Pemkab Gresik tegak lurus dengan instruksi Presiden dalam menjaga kestabilan harga pangan. “Kami ingin memastikan masyarakat Gresik menjalani puasa dan merayakan Idul Fitri dengan tenang. Tidak boleh ada kelangkaan maupun lonjakan harga yang memberatkan. Pemerintah hadir untuk menjaga daya beli masyarakat,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Dalam kegiatan ini, berbagai komoditas dijual dengan harga di bawah pasar. Beras SPHP tersedia sebanyak 2,5 ton dengan harga Rp 11.000 per kilogram. Beras premium disediakan 500 kilogram dengan harga Rp 14.000 per kilogram. Minyak goreng Minyakita tersedia 360 liter dengan harga Rp 15.000 per liter.

Ada gula pasir, dan komoditas holtikultura seperti bawang merah, bawang putih, cabai rawit merah dan telur ayam ras. Semua harganya dibawah harga pasaran. 

Antusiasme warga terlihat sejak pagi. Siti, warga Kecamatan Kebomas, mengaku sangat terbantu dengan adanya gerakan pangan murah ini. Ia mengantre untuk membeli beras dan minyak goreng.

“Menjelang puasa biasanya harga naik. Jadi kegiatan seperti ini sangat dinanti. Alhamdulillah bisa beli beras dan minyak dengan harga lebih terjangkau,” tuturnya.

Tak hanya menjaga keterjangkauan harga, kegiatan ini juga menghadirkan mobil Laboratorium Keliling Pengawasan Keamanan Pangan yang mampu melakukan pemeriksaan kandungan bahan pangan secara langsung di lokasi. Langkah ini memastikan produk yang dijual tidak hanya terjangkau, tetapi juga aman dan layak konsumsi. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Pastikan Harga Stabil dan Pangan Aman Jelang Ramadan, Pemkab Gresik Geber Gerakan Pangan Murah Selengkapnya

Pertama, Wabup Asluchul Alif Resmikan Pompa Air Tenaga Surya untuk Jemaah Masjid As-Shalihin, Bawean 

GRESIK1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif meresmikan pompa air tenaga surya (PATS) di Masjid As-Shalihin Dusun Pateken Timur, Desa Kotakusuma, Kecamatan Sangkapura, Bawean, Kabupaten Gresik pada Rabu, 11 Februari 2026. PATS tersebut merupakan hasil kerja sama Lazismu Jawa Timur dengan Kitabisa.org.

Wabup Asluchul Alif berharap, selain mendukung pengairan pertanian serta kebutuhan air Masjid As-Shalihin dan SD Muhammadiyah 1 Bawean, keberadaan sumur bor dan pemasangan pompa tenaga surya bisa mendukung ketahanan pangan. “Dengan adanya pompa air tenaga surya (PATS) ini bisa menjadi contoh bagi 30 desa yang ada di dua kecamatan, 17 desa di Kecamatan Sangkapura dan 13 desa di Kecamatan Tambak, Pulau Bawean,” harap dokter Alif, sapaan akrab,  Asluchul Alif.

Ia mengungkapkan, ke depan nantinya setiap desa bisa mewujudkan ketahanan air dan listrik. Jika keduanya dimiliki oleh seluruh desa di Pulau Bawean, insya Allah sangat bermanfaat dan berdampak pada masyarakat Bawean untuk keperluan persawahan, perkebunan, peternakan yang bisa dilakukan secara mandiri.

Wabup Gresik yang akrab disapa Dokter Alif mengucapkan selamat dan berterima kasih atas terlaksananya program intervensi antara Lazismu Jawa Timur dengan Kitabisa.org. “Mudah-mudahan keberadaan sumur bor bertenaga surya ini nantinya bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar Masjid. Selain itu bisa digunakan untuk pengairan sawah yang ada,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Pimpinan Daerah Muhammadiyah K.H. Muhammad Toha Mahsun dalam sambutannya menyampaikan syukur Alhamdulillah bahwa sumur bor yang dibuat telah mengeluarkan air tanpa menggunakan pompa. Ini bukti bahwa sumur tersebut banyak sumber air, dan nantinya bisa dimanfaatkan untuk pengairan sawah yang ada di sekitar masjid.

Ia berharap dengan sumur bor ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat sekitar masjid. Selain untuk kebutuhan Masjid As-Shalihin dan sekolah yang ada, nantinya bisa mendukung program ketahanan pangan. “Selamat dan sukses buat PCM Sangkapura atas terlaksananya program Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Pulau Bawean,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Lazismu Jawa Timur Zaenal Abidin mengatakan bahwa Lazismu bekerja sama dengan Kitabisa.org untuk pengadaan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) berupa pembuatan sumur bor bertenaga surya yang berada di samping Masjid As-Shalihin.

“Awalnya Muhammadiyah mengajukan kerja sama program kepada Kitabisa.org untuk penawaran tiga titik di Gresik termasuk Bawean. Setelah disurvei, lokasi yang disetujui dan dipilih untuk menjadi intervensi program bersama-sama di Pulau Bawean,” terangnya.

Lebih lanjut, Zaenal Abidin menambahkan, penyelenggaraan program ini kita berharap tidak hanya untuk keperluan Masjid As-Shalihin, tetapi pemanfaatannya juga untuk masyarakat sekitar masjid. “Ke depan untuk pengairan sawah dan lebih jauh lagi akan digunakan untuk kebutuhan air minum serta kebutuhan masyarakat sekitar,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Pertama, Wabup Asluchul Alif Resmikan Pompa Air Tenaga Surya untuk Jemaah Masjid As-Shalihin, Bawean  Selengkapnya