Sapi Kurban Ngamuk, Warga Jegong, Gresik Panik

GRESIK,1minute.id – Seekor sapi kurban ngamuk pada Minggu, 16 Juni 2024. Tali yang mengikat sapi jenis limousin warna coklat itu pun terputus. Sapi itu pun kabur dan berhenti setelah tercebur sebuah parit Dusun Jegong di Jalan Ibrahim Zahir, Kelurahan Singosari, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Puluhan warga setempat mencoba melakukan evakuasi sapi yang memiliki berat diatas 500 kilogram itu. Akan tetapi, sapi mberot alias berontak membuat warga sekitar kesulitan melakukan evakuasi sapi nahas tersebut .

“Ada seorang warga bernama pak Budi yang meminta bantuan kami (Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan),” ujar Kepala Dinas Damkarmat Gresik Suyono pada Minggu, 16 Juni 2024.

Sekitar pukul 13.35 WIB permintaan bantuan dari warga diterima oleh petugas. Dalam hitungan menit, tujuh petugas meluncur ke lokasi kejadian. Butuh waktu hampir 60 menit petugas melakukan evakuasi dengan dibantu oleh warga setempat. “Sekitar pukul 14.15 WIB evakuasi selesai,” terang mantan Asisten bidang Pemerintahan Setkab Gresik itu. (yad)

Sapi Kurban Ngamuk, Warga Jegong, Gresik Panik Selengkapnya

Bakar Kotoran Hewan, Rumah di Ujungpangkah Terbakar

GRESIK,1minute.id – Dua kejadian kebakaran mewarnai Kabupaten Gresik. Di Desa Domas, Kecamatan Menganti  rumah milik M.Syafii terbakar. Kebakaran yang terjadi Jumat, 7 Juni 2024 pukul 21.00 WIB ini diduga dipicu pemilik rumah mematikan kompor gas.

Kebakaran berikutnya terjadi di rumah Suparlan, 60, di Desa Ketapang Lor, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik pada Sabtu dini hari, 8 Juni 2024. Rumah korban terbakar ditengarai pembakaran kotoran hewan yang tidak diawasi sehingga melahap rumah.

Dua kejadian itu, tidak menimbulkan korban jiwa. Kerugian ditaksir jutaan rupiah. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik Suyono meminta kepada masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan. 

Sebab, kondisi cuaca sedang kemarau. Sehingga rawan menimbulkan kebakaran. “Jangan bakar sampah sembarangan. Apalagi tidak diawasi karena rawan terjadinya kebakaran,” tegas Suyono pada Ahad, 8 Juni 2024.

Peringatan mantan Asisten Bidang Pemerintahan Setkab Gresik karena sejumlah kejadian kebakaran yang terjadi belakangan ini di Kabupaten Gresik itu diduga karens human error alias kelalaian. Ia mencontohkan kebakaran di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Lumpur, Kecamatan/Kabupaten Gresik.

Kejadian yang mengakibatkan 10 ekor kambing terpanggang dan tempat jemur ikan ludes diduga berawal pembakaran sampah untuk mengusir nyamuk. Karena lokasi di dekat pesisir pantai, hembusan angin merembet ke kandang kambing dan tempat menjemur ikan. 

“Dan, tadi pagi di Ujungpangkah, rumah warga terbakar karena ada membakar kotoran hewan tidak diawasi merembet rumah warga,” ujarnya. Kejadian kebakaran itu menambah panjang jumlah kebakaran di Kabupaten Gresik. “Sampai hari ini (Sabtu) ada 8 kejadian kebakaran,” ujarnya. (yad)

Bakar Kotoran Hewan, Rumah di Ujungpangkah Terbakar Selengkapnya

Bakar Sampah, 10 Ekor Kambing Kurban Mati Terpanggang di Pesisir Lumpur, Gresik 

GRESIK,1minute.id – Eko syok. Penjual kambing kurban di Jalan R.E Martadinata, Kelurahan Lumpur, Kecamatan / Kabupaten Gresik itu kehilangan 10 ekor kambing pada Rabu dini hari, 5 Juni 2024.

Puluhan kambing jenis Etawa milik Eko itu mati mengenaskan. Mati terpanggang karena kandangnya terbakar. Eko mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Padahal sejak bukalapak kambing di dekat pesisir pantai Lumpur pada awal Juni 2024, itu belum satu ekor pun terjual.

Apalagi musibah ini, bukan karena keteledoran Eko. “Ada orang membakar sampah dan tidak diawasi kemudian merembet dan membakar tempat pengeringan ikan dan  kandang kambing,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik Suyono pada Rabu, 5 Juni 2024.

Pada Rabu, 5 Juni 2024 sekitar pukul 00.58 WIB call cemter 112 Damkarmat berdering. Nova, petugas sekuriti SPBU Lumpur dengan nada gemetar meminta bantuan. Sebab, kobaran api di tempat pengeringan ikan dan kandang kambing semakin membesar. 

Nova khawatir api terus merembet. Sebab, lokasi SPBU Lumpur dengan pusat kebakaran dipisahkan jalan paving selebar 1,5 meter. Satu tim regu Damkar Kota Gresik berjumlah 7 otang dengan membawa satu unit mobil pemadam dan satu unit mobil suplai air menuju tempat kejadian kebakaran atau TKK. 

Ditambah mobil damkar milik Pelabuhan Indonesia atau Pelindo Gresik mempercepat proses pemadaman api. Amuk si jago merah pun bisa dikuasai. Novi lega. Namun, Eko, pemilik kambing lemas. Semoga pascakebaran ini, dagangan Eko berjualan kambing kurban bisa laris manis. (yad)

Bakar Sampah, 10 Ekor Kambing Kurban Mati Terpanggang di Pesisir Lumpur, Gresik  Selengkapnya

Ancam Kebebasan Berekspresi, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Tolak RUU Penyiaran

SURABAYA,1minute.id – Puluhan massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat dan Pers (Kompres) Tolak RUU Penyiaran Surabaya melakukan aksi damai di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya pada Selasa, 28 Mei 2024.

Massa dari berbagai organisasi profesi yaitu, Perwarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya ;  Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya ; dan Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) Jatim. Kemudian, KontraS Surabaya ; LBH Lentera ; LBH Surabaya ; Aksi Kamisan Surabaya ; PPMI DK Surabaya serta Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA).

Tuntutan mereka menolak semua pasal pembungkam kebebasan pers dan kebebasan berekspresi di RUU Penyiaran. Aksi damai dengan menutup mulut memakai masker warna hitam dengan tanda silang warna merah sehingga menarik perhatian warga yang sedang melintas di depan Gedung Negara Grahadi.

Seperti diketahui, DPR RI akan membahas revisi RUU Penyiaran pada Rabu besok, 29 Mei 2024. Pasal-pasal tersebut akan membungkam kebebasan pers dan kebebasan berekspresi di Indonesia, yang merupakan pilar utama dalam sistem demokrasi.

“Revisi Undang-undang Penyiaran ini mengandung sejumlah ketentuan yang dapat digunakan untuk mengontrol dan menghambat kerja jurnalistik,” ujar Suryanto, Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya.

“Beberapa pasal bahkan mengandung ancaman pidana bagi jurnalis dan media yang memberitakan hal-hal yang dianggap bertentangan dengan kepentingan pihak tertentu. Ini jelas bertentangan dengan semangat reformasi dan demokrasi yang telah kita perjuangkan bersama,” imbuhnya. 

Pasal-pasal bermasalah dalam revisi ini, jelas Suryanto, memberikan wewenang berlebihan kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk mengatur konten media, yang dapat mengarah pada penyensoran dan pembungkaman kritik terhadap pemerintah dan pihak-pihak berkepentingan, seperti termuat pada draf pasal 8A huruf q, pasal 50B huruf c dan pasal 42 ayat 2.

Ketentuan yang mengatur tentang pengawasan konten tidak hanya membatasi ruang gerak media, tetapi juga mengancam kebebasan berekspresi warga negara, melalui rancangan sejumlah pasal yang berpotensi mengekang kebebasan berekspresi.

Disamping itu adanya ancaman pidana bagi jurnalis yang melaporkan berita yang dianggap kontroversial merupakan bentuk kriminalisasi terhadap profesi jurnalis.

“Untuk itu kami menuntut DPR RI segera menghentikan pembahasan Revisi Undang-undang Penyiaran yang mengandung pasal-pasal bermasalah ini. Serta harus melibatkan organisasi pers, akademisi, dan masyarakat sipil dalam penyusunan kebijakan yang berkaitan dengan kebebasan pers dan kebebasan berekspresi,” tegas pria berkacamata ini.

Sementara itu, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya Eben Haezer Panca, juga mengungkapkan, dalam RUU Penyiaran ini independensi media terancam.  “Revisi ini dapat digunakan untuk menekan media agar berpihak kepada pihak-pihak tertentu, yang merusak independensi media dan keberimbangan pemberitaan, seperti termuat dalam draf pasal 51E,” jelas Eben.

Munculnya pasal bermasalah yang mengekang kebebasan berekspresi berpotensi akan menghilangkan lapangan kerja pekerja kreatif. Seperti tim konten Youtube, podcast, pegiat media sosial dan lain sebagainya.

“Kami menuntut dan menyerukan memastikan bahwa setiap regulasi yang dibuat harus sejalan dengan prinsip-prinsip demokrasi dan kebebasan pers. Menyerukan agar seluruh insan pers, pekerja kreatif dan pegiat media sosial di Surabaya khususnya, untuk turut serta menolak RUU Penyiaran ini. Kami percaya bahwa kebebasan pers dan kebebasan berekspresi adalah hak asasi manusia yang harus dijaga dan dilindungi. Untuk itu, kami akan terus mengawal proses legislasi ini dan siap melakukan aksi massa lanjutan jika tuntutan kami tidak dipenuhi,” pungkas Eben.

Lebih lanjut, Koordinator Kontras Surabaya, Fatkhul Khoir mengatakan, pihaknya menduga RUU Penyiaran ini bakal jadi alat pemerintah untuk melemahkan praktik demokrasi di Indonesia. 

“Revisi UU Penyiaran ini kami menduga bahwa ini adalah upaya dari rezim Jokowi di akhir periodenya sengaja memberikan kado buruk untuk membungkam praktik demokrasi di Indonesia,” kata Fatkhul.

RUU Penyiaran, kata dia, patut diduga menjadi  upaya pemerintah untuk membangkitkan semangat Orde Baru. Misalnya dengan pasal yang dengan jelas melarang penayangan eksklusif jurnalisme investigasi dan sejumlah pasal lainnya.

“Kalau dulu Orde Baru menggunakan militer dan aparatus keamanan sebagai alat untuk membungkam, nah hari ini metode berubah dengan kemudian membatasi ruang gerak melalui undang-undang,” ucap dia.

Ia juga menduga RUU Penyiaran bakal jadi alat penguasa untuk melanggengkan upaya-upaya impunitas terhadap pelaku pelanggaran hak asasi manusia (HAM) masa lalu.

“Jadi dengan adanya revisi UU Penyiaran ini yang kemudian isinya melarang jurnalisme investigasi dan sebagainya, ini kan upaya-upaya agar masyarakat tidak kritis terhadap pemerintah,” pungkasnya.

Maka itu, kami Koalisi Masyarakat dan Pers (KOMPERS) Tolak RUU Penyiaran menyatakan sikap:

1. Tolak pembahasan RUU Penyiaran yang berlangsung saat ini karena dinilai cacat prosedur dan merugikan publik;

2. Mendesak DPR untuk menghentikan pembahasan RUU Penyiaran yang substansinya bertentangan dengan nilai demokrasi, upaya pemberantasan korupsi dan penegakan hak asasi manusia;

3. Mendesak DPR untuk melibatkan partisipasi publik yang bermakna, dalam penyusunan revisi UU Penyiaran untuk memastikan tidak ada pasal-pasal multitafsir yang dapat dipakai untuk mengebiri kemerdekaan pers, memberangus kebebasan berpendapat, serta menjamin keadilan dan kesetaraan dalam masyarakat;

4. Membuka ruang ruang partisipasi bermakna dalam proses penyusunan RUU Penyiaran dengan melibatkan organisasi masyarakat sipil dan kelompok masyarakat terdampak lainnya. Penyusunan dan pembahasan RUU Penyiaran harus melibatkan Dewan Pers dan seluruh konstituennya agar tidak terjadi pembiasan nilai-nilai kemerdekaan pers;

5. Mendorong jurnalis untuk bekerja secara profesional dan menjalankan fungsinya sesuai kode etik, untuk memenuhi hak-hak publik atas informasi;

6. Menggunakan UU Pers sebagai pertimbangan dalam pembuatan regulasi yang mengatur soal pers. Agar tidak ada pengaturan yang tumpang tindih terkait kemerdekaan pers. (yad)

Ancam Kebebasan Berekspresi, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Tolak RUU Penyiaran Selengkapnya

Sehari Dua Laka Di Perlintasan KA Di Gresik, 3 Korban Selamat

GRESIK,1minute.id – Seorang paroh baya ditemukan tergeletak di perlintasan rel kereta api di Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik pada Ahad, 12 Mei 2024 sekitar pukul 16.15 WIB. Tubuh perempuan berinisial S.K, warga Sumberejo, Pakal, Surabaya itu penuh luka. Perempuan itu diduga tertabrak kereta api. Ada yang menduga, korban adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). 

Korban yang mengalami luka di bagian kaki, dan kepala itu kemudian dibawah aparat Polsek Menganti ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk mendapatkan perawatan. “Korban meski luka-luka masih sadar. Dan, bisa ngomong,” ujar seorang warga. 

Sebelumnya, sekitar pukul 14.50 WIB di perlintasan kereta api di Desa Sumari, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik dua petani tersambar Kereta Api (KA) 506 Commuter Line Arjonegoro) 506. Dua korban ini bernama Srionoh, 52, dan Misdi, 52. Mereka berboncengan sepeda motor Supra 125 dengan nopol W 5889 DE.

Untungnya, dua petani desa setempat itu selamat. Sedangkan, sepeda motor Supra yang dikendarai Srionoh rusak berat. Perlintasan kereta api di Desa Sumari, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik itu dijaga oleh petugas dari Dinas Perhubungan Gresik. Penjagaan dibagi 3 sif. Setiap sif dijaga seorang petugas dari Dishub Gresik dan petugas swadaya. Saat kejadian dua petani di sambar kereta komuter itu, hanya ada petugas swadaya. 

Siang itu, sekitar pukul 14:50 WIB saat penjaga swadaya palang pintu perlintasan tidak ditutup dan tidak mendengar informasi bahwa ada kereta api sedang melintas. Korban yang mengendarai motor berboncengan hendak pulang ke rumahnya di Desa Sumari. Karena palang pintu tidak tertutup dan tidak tanpa lampu kereta lewat, Srionoh, pengemudi Honda Supra 125 langsung menerobos perlintasan jalur KA itu.

Saat bersama kereta komuter lewat, sehingga motor mereka terserempet bodi kereta api itu. Kedua petani itu terpental dan selamat. Sedangkan, motor rusak berat. “Korban sudah dievakuasi dan di larikan ke RSUD Ibnu Sina. Korban atas nama Srionoh mengalami luka patah tangan sebelah kanan dan Misdi mengalami luka patah tangan sebelah kiri,” terang Kanit Gakkum Satlantas Polres Gresik Iptu Tita Puspita kepada wartawan. (yad)

Sehari Dua Laka Di Perlintasan KA Di Gresik, 3 Korban Selamat Selengkapnya

Mobil Box Muat Air Mineral Galon Ludes Terbakar di Lamongan, Damkarmat Gresik Turun Tangan 

GRESIK,1minute.id – Mobil box muat air mineral wadah gelas dan galon terbakar di Raya Karangbinangun,  Kabupaten Lamongan pada Jumat, 10 Mei 2024. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang terjadi sekitar pukul 09.50 WIB itu. Akan tetapi, api menghanguskan mobil beserta ratusan galon air.

Informasi yang dihimpun, mobil box memuat air minum galon itu tiba-tiba mogok di Jalan Raya Karangbinangun tepatnya di Dusun Monolelo, Desa/Kecamatan Karangbinangun, Kabupaten Lamongan. 

Azrul Muhsinin, sopir mobil itu mencoba menghidupkan mesin dengan menstarter berulang kali. Namun, bukan mesin mobil yang menyala melain bau asap yang keluar. Azrul lalu membuka pintu mobil box sudah penuh asap. Dalam hitungan detik, asap berubah menjadi bara api. 

Azrul panik. Afif, salah seorang warga yang melihat kejadian itu kemudian mendatangi pos pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) di Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik. Mendapatkan laporan adanya kebakaran di wilayah Lamongan, petugas Damkarmat Gresik sempat ragu. Sebab, lokasi kejadian kebakaran berada di luar wilayah Gresik. 

Karena tugas kemanusiaan melakukan penyelamatan mereka tetap berangkat menuju lokasi mobil box yang terbakar dan melakukan penyemprotan hingga api padam. “Kami izinkan melakukan pemadaman karena kemanusiaan,” ujar Kepala Dinas Damkarmat Gresik Suyono pada Jumat, 10 Mei 2024. 

Kecepatan petugas Damkarmat Gresik di pos Kecamatan Dukun itu berhasil memadamkan api sehingga meminimalisir besar kerugian. (yad)

Mobil Box Muat Air Mineral Galon Ludes Terbakar di Lamongan, Damkarmat Gresik Turun Tangan  Selengkapnya

Ditinggal Ngantar Tamu, Rumah Warga Panglima Sudirman Gresik Terbakar, 2 Motor dan 1 Onthel Hangus 

GRESIK,1minute.id – Musibah rumah terbakar kembali terjadi Kabupaten Gresik. Tadi siang, Senin, 15 April 2024, rumah milik Solon Harsono di Jalan Panglima Sudirman, Gresik ludes menjadi arang. Tidak ada korban jiwa dalam musibah yang terjadi pukul 14.10 WIB itu. Namun, kebakaran itu menghanguskan dua unit sepeda motor dan satu sepeda onthel.

Sehari sebelumnya, kebakaran terjadi di rumah produksi roti, Papa Cookies Bakery di Jalan Ikan Gurami, Kompleks Perumahan Bhakti Pertiwi Kulon (BPK) yang mengakibatkan sepuluh pekerja dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka bakar.

Informasi yang dihimpun Senin, 15 April 2024 sekitar pukul 13.30 WIB Solon Harsono kedatangan tamu. Unjung-ujung di hari lebaran Idul Fitri. Setelah berbincang santai Harsono bersama tamunya tersebut keluar rumah. Rumah semipermanen alias berdinding kayu itu kosong. Selang 30 menit kemudian muncul asap dan berubah menjadi bara api dari dalam rumah milik kakek 70 tahun berada di Jalan Panglima Sudirman III, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan/Kabupaten Gresik itu. Diduga korsleting.

Rumah dengan tembok terbuat dari kayu alias gebyok itu membuat si jago merah cepat membesar. Warga pun panik. Mereka berusaha memadamkan api dengan menyiramkan air dengan wadah ember, bak mandi dan lainnya. Akan tetapi api tidak bisa padam dan semakin membesar. Ny. Erma, salah satu tetangga Solon Harsono meminta bantuan pemadaman kebakaran Pemkab Gresik. 

Kebakaran di kawasan padat penduduk itu membuat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik mengerahkan dua tim untuk menjinakkan api. Petugas damkar membutuhkan waktu tidak lebih 60 menit untuk memadamkan api. “Kami kerahkan dua grup untuk mencegah api merambat. Dan, Alhamdulillah api cepat kami padamkan,” ujar Kepala Dinas Damkarmat Gresik Suyono. (yad)

Ditinggal Ngantar Tamu, Rumah Warga Panglima Sudirman Gresik Terbakar, 2 Motor dan 1 Onthel Hangus  Selengkapnya

Percepat Pemulihan Pascagempa, Petrokimia Gresik Bersama Satgas Bencana Nasional BUMN Jatim Kirimkan 41 Relawan ke Pulau Bawean

GRESIK,1minute.id – Satuan Tugas (Satgas) Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur kembali memberangkatkan relawan untuk membantu pemulihan masyarakat pascabencana gempa bumi di Pulau Bawean. Sebanyak sepuluh relawan diberangkatkan dari Petrokimia Gresik, di Gresik, yang merupakan Koordinator Satgas Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur pada Selasa, 2 April 2024.  

Sejak lindu terjadi pada Jumat, 22 Maret 2024, total relawan yang telah dikirimkan Satgas ke Bawean dan bertugas selama 15 hari sebanyak 41 orang.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo, sekaligus sebagai Ketua Satgas Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur menyampaikan bahwa Petrokimia Gresik bersama dengan anggota Satgas lainnya terus memantau perkembangan masyarakat Bawean pascabencana. “Kami akan terus berkontribusi mendukung Pemerintah agar proses pemulihan berjalan cepat dan lancar,” harap Dwi Satriyo Annurogo. 

Relawan ini menjadi kontribusi nyata Petrokimia Gresik bersama anggota Satgas lainnya melengkapi bantuan-bantuan yang telah dikirimkan sebelumnya untuk membantu kebutuhan masyarakat Bawean pascagempa yang beberapa kali terjadi di laut Jawa dan berada di sekitar pulau Bawean beberapa saat yang lalu.

Bantuan yang telah dikirimkan pada tahap pertama tanggal 23 Maret 2024 antara lain mi instan 50 dus, sarden 250 kaleng, selimut 100 pcs, air mineral 50 dus (kemasan 600 ml), pampers 300 pcs dengan berbagai ukuran bayi atau balita, obat-obatan. Selain itu, juga mengirimkan terpal untuk kebutuhan pengungsi sebanyak 30 pcs.

Gelombang kedua, pada 28 Maret 2024, Petrokimia Gresik dan anak usaha bersama anggota Satgas lainnya mengirimkan beras 800 kilogram (kg), minyak goreng 200 liter, mi instan 50 karton, mi cup 25 karton, sarden 100 pcs, kornet 100 pcs, susu UHT 20 karton, dan air mineral cup 50 karton. Selain bahan pangan, Petrokimia Gresik dalam bantuan kali ini juga mengirimkan 100 selimut dan 500 pcs pampers.

Sementara anggota Satgas lainnya yang juga mengirimkan bantuan ke Pulau Bawean yaitu PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III), Perum Pegadaian, PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Telkom (Persero), PT Bank Mandiri (Persero) Cabang Gresik, dan PT WIKA (Persero). Bantuan yang diberikan berupa sembako dan bahan pangan lainnya, obat-obatan, tikar, selimut, terpal, pampers, pembalut dan lainnya.

“Tidak hanya bantuan, kami dari Petrokimia Gresik bersama dengan teman-teman Satgas lain di Jawa Timur juga mengirimkan relawan. Mulai dari relawan untuk operasional bantuan di lokasi, tim medis hingga psikolog. Ini kami sesuaikan dengan kebutuhan di Bawean hasil koordinasi dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Provinsi Jawa Timur maupun Kabupaten Gresik,” ujar Dwi Satriyo.

Adapun sepuluh relawan yang diberangkatkan gelombang empat ini berasal dari PT Pelindo Husada Citra dan PT Nusantara Sebelas Medika. Masing-masing mengirimkan lima relawan. Dari sepuluh relawan tersebut empat orang dokter, dua perawat, dua apoteker dan dua psikolog. Mereka bertugas di Bawean hingga 6 April 2024.

“Para relawan yang berangkat hari ini menggantikan tugas teman-teman relawan yang sebelumnya diberangkatkan pada tanggal 31 Maret kemarin atau gelombang tiga. Delapan relawan yang akan pulang ini berasal dari PT Cipta Nirmala dan PT Nusantara Medika Utama,” kata Dwi Satriyo.

Dengan demikian, tambahnya, sudah ada 41 relawan dari Satgas Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur yang menjalankan tugas sejak sehari setelah terjadi bencana. Pada gelombang pertama dan kedua ada sebanyak 23 relawan dari PT Petro Graha Medika menjadi tim awal yang ada di lokasi bencana.

“Para relawan ini menjalankan tugas untuk berkontribusi dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Semoga dapat membantu kebutuhan kesehatan masyarakat Bawean, khususnya pascabencana,” tutup Dwi Satriyo. (yad)

Percepat Pemulihan Pascagempa, Petrokimia Gresik Bersama Satgas Bencana Nasional BUMN Jatim Kirimkan 41 Relawan ke Pulau Bawean Selengkapnya

Lagi, Gempa Magnitodo 5,6 Guncang Bawean, Gresik 

GRESIK,1minute.id – Gempa magnitudo 5,6 kembali mengguncang wilayah Tuban hingga Pulau Bawean sekitar pukul 16.00 WIB pada Rabu, 3 April 2024.

Dilansir akun X Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lokasi gempa berada di 134 kilometer timur laut Tuban, Jawa Timur, kedalaman 10 kilometer.

“Gempa Mag:5.6, 03-Apr-2024 16:02:16 WIB, Lokasi: 5.73LS, 112.37BT (134 km Timur Laut TUBAN-JATIM), Kedalaman: 10 Km. Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG dikutip 1minute.id

Wahyu, warga Gresik Kota Baru mengaku merasa getaran itu lumayan kuat. “Kebetulan tadi saya di lantai dua, tiba-tiba bergoyang-goyang,” katanya. Belum ada laporan kerusakan akibat gempa kali kesekian itu. Sejak Jumat, 22 Maret 2024, kali pertama gempa terdasyat berkekuatan magnitodo 6,5, BMKG mencatat ada ratusan kali gempa susulan. Bahkan, sampai ini, masyarakat berada di kepulauan berjarak 180 mil laut dari Pusat Kabupaten Gresik itu masih hidup di tenda-tenda pengungsian. (yad)

Lagi, Gempa Magnitodo 5,6 Guncang Bawean, Gresik  Selengkapnya

Boneka Zebra Polres Gresik Bikin Anak Korban Gempa Bawean Bisa Kembali Tersenyum

GRESIK,1minute.id – Anak-anak korban gempa bumi di Pulau Bawean mulai ceria. Mereka bisa kembali tersenyum saat tim trauma healing Polres Gresik mengunjungi tempat mereka mengungsi di SDN 380 Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik pada Selasa, 26 Maret 2024.

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom bersama boneka Zebra datang menghibur para anak-anak. Adhitya menjelaskan bahwa kegiatan trauma healing ini bertujuan untuk membantu meringankan beban korban bencana alam gempa bumi dan memberikan dukungan kepada anak-anak yang mengalami trauma.

“Trauma healing penting untuk membantu anak-anak mengatasi rasa cemas dan ketakutan akibat bencana,” ujar Adhitya. Tim Trauma Healing Polres Gresik menghadirkan berbagai permainan dan aktivitas kreatif untuk menghibur anak-anak. Mengenakan kostum bonek zebra, tawa dan keceriaan kembali menghiasi wajah mereka.

Kegiatan bakti sosial dan kesehatan serta trauma healing yang dilakukan Polres Gresik di SDN 380 Gresik ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang tertimpa bencana.

“Semoga masyarakat korban gempa bumi di kecamatan Tambak dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan normal,” pungkas Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom. Sebelumnya rombongan Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom telah mengunjungi Kecamatan Sangkapura untuk memberikan bantuan bakti sosial dan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa.(yad)

Boneka Zebra Polres Gresik Bikin Anak Korban Gempa Bawean Bisa Kembali Tersenyum Selengkapnya