Suasana Malam di Kawasan Pucem, Seakan Tidak ada Kekhawatiran Tanah Longsor

GRESIK,1minute.id – Kawasan Putri Cempo (Pucem) masih cukup ramai pada Sabtu malam, 27 Maret 2021. Puluhan kafe, warung kopi berlomba menarik konsumen. Selain, suasana malam Gresik. Ada juga menyuguhkan live musik.

Kawasan di Jalan Awikoen Tirta, Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Gresik inj seakan tidak pernah sepi pengunjung. Apalagi, Sabtu malam. Pengunjung tumblek-blek.

Pengunjung riuh. Kafe-kafe disesaki pengunjung. Terutama bertingkat bisa melihat suaana Gresik penuh warna. Area parkir juga penuh. Roda dua dan empat di bahu jalan, kanan dan kiri.

Kawasan Bukit Pucem menjadi sentra kafe di Gresik. Sayangnya, geliat ekonomi di kawasan yang dulu sebagai lokasi satu wisata religi ke Makam Putri Cempo dan Sayyid Abdurahman, Paman Sunan Giri diduga belum berdampak pendapatan asli daerah (PAD) Gresik.

GEMERLAP : Sejumlah kafe yang berdiri di kawasan Pucem di Jalan Awikoen Tirta, Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Sabtu malam, 27 Maret 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Bahkan, ada sebagian masyarakat mengaitkan tanah longsor di kawasan itu diduga maraknya pembangunan kafe di kawasan itu. Apalagi, proses pendirian bangunannya ditengarai tidak melalui prosedur. Indikatornya, mayoritas bangunan di kawasan belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB).

Anehnya, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Gresik mulai bergerak melakukan pendataan psscabupati Gresik Fandi Akhmad Yani inspeksi mendadak (sidak) tanah longsor di kawasan Pucem pada awal Maret 2021.

Padahal, puluhan bangunan itu sudah berdiri tahunan. Sayangnya, Kepala DPM-PTSP Gresik Mulyanto tidak bisa dikonfirmasi. Konfirmasi yang kirim 1minute.id melalui pesan WhatApps sudah centang dua. Tapi, tidak dibalas. 

Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gresik Abu Hasan dikonfirmasi membenarkan bila bangunan kafe maupun warung kopi di kawasan Pucem tidak ber-IMB. Abu Hasan mengatakan, pihak sudah memanggil 22 pemilik bangunan kafe yang berdiri di kawasan Pucem itu. Tapi, yang datang waktu 16 orang. “Hampir semua kafe di Pucem belum memiliki IMB,”kata Abu Hasan.

SUASANA MALAM : Salah satu sudut pemandangan Kota Gresik dari salah satu kafe di kawasan Bukit Putri Cempo pada Sabtu malam, 27 Maret 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Akan tetapi, kata mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, menutup kafe secara paksa dianggap bukan solutif.  Abu Hasan, mengusulkan untuk rembugan bareng bersama OPD lainnya yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) , DPM-PTSP dan Dishub Gresik untuk mensikapi berdiri kafe di Pucem itu.

Sebab, kondisi kawasan Pucem yang longsor sangat mengkhawatirkan. Bahkan, satu bangunan kafe tiga lantai telah di bongkar sendiri oleh pemiliknya. Ada tiga usulan yang diusung kepala organisasi penegak peraturan daerah itu.

Yakni, pertama melarang mendirikan bangunan bertingkat. Kedua, membatasi mobil masuk kawasan Pucem. Dan, ketiga membatasi jam operasional kafe. “Dalam kondisi rawan longsor, operasional jam malam harus dibatasi untuk antisipasi bencana yang tidak diinginkan,”kata Abu Hasan. 

Terpisah, Asisten Adiministrasi Perekonomian dan Pembangunan Setkab Gresik Ida Lailatussa’diyah membenarkan kafe di Pucem tidak ber-IMB. “Sat Pol PP sudah memanggil para pemiliknya. Tapi, tidak semuanya hadir,”kata Ida Lailatussa’diyah di Pemkab Gresik pada Selasa lalu, 23 Maret 2021. (*)

Suasana Malam di Kawasan Pucem, Seakan Tidak ada Kekhawatiran Tanah Longsor Selengkapnya

Lockdown atau Tidak Mudik ke Bawean, Dishub Tunggu Juknis

GRESIK,1minute.id – Pemerintah resmi melarang mudik lebaran 2021. Kondisi pagebluk coronavirus disease 2019 ( Covid-19) belum berakhir. Mudik lebaran dikhawatirkan menjadi klaster baru. Lebaran di rumah saja. 

Bagaimana dengan transportasi laut menuju Pulau Bawean? Pada tahun lalu, transportasi laut berjarak 80 mil laut ditutup. Ada dua momentun yang paling ditunggu masyarakat untuk pulang kampung. Dua momentum adalah Maulid Nabi Muhammad SAW dan Idul Fitri.

Lebaran Idul Fitri, transportasi laut cukup sibuk melayani pemudik lebaran. Kepala Dinas Perhubungan Gresik Nanang Setiswan mengatakan pihak mengetahui adanya kebijakan melarang mudik lebaran 2021.

Larang mudik itu untuk seluruh ASN, TNI, Polri, BUMN, karyawan swasta maupun pekerja mandiri, dan juga seluruh masyarakat mulai 6-17 Mei 2021. “Detail surat dan juknisnya, saya belum dapat,”kata Nanang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Sabtu, 27 Maret 2021. 

Untuk diketahui tahun lalu, pemerintah melakukan penutupan moda transportasi penumpang ke pulau Bawean. Transportasi laut maupun udara. Namun, pemerintah tetap memperbolehkan kapal logistik.

Kapal logistik yang melayani Gresik-Bawean adalah KMP Gili Iyang. Kapal jenir Ro-Ro mengangkut barang dan penumpang. Selama lockdown tahun lalu, hanya mengangkut logistik untuk keperluan masyarakat di Pulau Putri -sebutan lain-Pulau Bawean. (*)

Lockdown atau Tidak Mudik ke Bawean, Dishub Tunggu Juknis Selengkapnya

Mensos Risma dan Bupati Gresik Bahas Penuntasan DTKS

GRESIK, 1minute.id – Menteri Sosial Tri Rismaharini bertemu Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di rumah dinas di Jalan KH Wachid Hasyim pada Sabtu, 27 Maret 2021. Pertemuan non formal di hari libur ini membahas tentang Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Gresik.

Mensos Risma mengatakan ada tiga poin yang dibahas selama satu jam pertemuan tersebut. Pertama, kedatangannya untuk evaluasi DTKS di Gresik yang masih 67 persen. 

“Saya minta hari ini selesai 100 persen, kami bisa bantu masyarakat full 100 persen,” kata dia. Kedua, mempersilahkan jika ada penambahan data usulan, dan akan diberikan bantuan sosial dari kementrian.

“Ketiga, pemberdayaan masyarakat akan dipetakan pak Bupati dengan jajarannya untuk apa-apa saja yang bisa kami bantu untuk pemberdayaan,” terang mantan Wali Kota Surabaya itu.

Risma menegaskan DTKS harus padan dengan data kependudukan. Menurut mantan Walikota Surabaya ini, pemadanan data memang membutuhkan waktu yang lama. Jika sampai Sabtu  malam ini belum selesai 100 persen, Risma akan menerjunkan tim ke Gresik untuk ikut membantu.

“Terakhir nanti malam jam 23.00, kalau besok saya lihat masih kurang, nanti akan saya kirim orang untuk kesini membantu untuk memadankan,”kata dia.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyebut luar biasa perhatian dari Menteri Sosial datang ke Gresik di akhir pekan. Menyempatkan diri datang ke Gresik untuk bertemu membahas DTKS.

“Mengingatkan kembali DTKS kita masih 67 persen, ada kepedulian luar biasa. Kabupaten Gresik yang menjadi perhatian, kami memang harus maksimal agar persoalan-persoalan di Gresik ini bisa teratasi,”katanya. (*)

Mensos Risma dan Bupati Gresik Bahas Penuntasan DTKS Selengkapnya

SIG Bekali UMKM Cara Berjualan Menggunakan Platform Digital


GRESIK,1minute.id – Puluhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berjualan di Pujasera Wisma A Yani, Gresik menjalani pelatihan.

Pelatihan untuk meningkatkan UMKM itu digelar PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui program SIG-Mandiri bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Gresik.

Selama 3 hari, mulai Senin hingga Rabu, 21-23 Maret 2021 mendapatkan pelatihan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Warung Legend, Gresik.

Pelatihan meliputi tatacara pelayanan kepada pelanggan, pengemasan produk, pembukuan sederhana, pengelolaan keuangan, pemantapan rohani serta cara berjualan dengan menggunakan platform digital.

General Manager of CSR SIG Edy Saraya mengatakan peningkatan SDM bagi UMKM ini sangat penting. Sebab, saat ini teknologi terus berkembang, sehingga UMKM harus ikut berinovasi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.

UMKM binaan SIG juga diharapkan dapat terus berinovasi, mulai dalam hal pelayanan, kemasan, tempat dan penyajiannya. “Para pelaku UMKM dilatih untuk bisa menembus ke pasar modern, kemudian go digital, sehingga mampu menangkap peluang penjualan yang lebih luas,”kata Edy Saraya.

Selain memberikan pelatihan, SIG juga melakukan renovasi lokasi penjualan di Pujasera Wisma A. Yani menjadi tempat yang kekinian. Harapannya, dengan penataan ini, bisa meningkatkan kenyamanan bagi pelanggan dan meningkatkan jumlah pengunjung, sehingga dapat menambah pendapatan bagi UMKM.

“Kami ingin pujasera ini menjadi ikon kuliner Kota Gresik, disini pembeli dapat makan maupun bertemu dengan kolega dengan suasana yang nyaman,”imbuh Edy Saraya.

Pelatihan peningkatan SDM untuk UMKM ini disambut baik oleh pedagang. Salah satunya, Siti Mariyani, pemilik usaha warung pecel. “Pelatihan ini dapat menambah wawasan bagi saya dan teman-teman, terutama untuk cara berjualan secara online. Semoga pelanggan kami dapat bertambah sehingga dapat menambah pendapatan,”ujarnya. (*)

SIG Bekali UMKM Cara Berjualan Menggunakan Platform Digital Selengkapnya

Gresik Mapan, Gratiskan Perahu Penyeberangan ke Gili Noko, Surga Tersembunyi

GRESIK,1minute.id – Keindahan Pulau Gili Noko di Pulau Bawean sudah begitu kesehor. Pantainya berpasir putih. Biota lautnya ciamik bagi penggemar snorkeling. Para traveler akan semakin dimanjakan bila ke pulau berjuluk “Surga Tersembunyi” itu. 

Pasalnya, duet Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah akan menggratiskan perahu penyeberangan ke Surga Tersembunyi di Pulau Putri-julukan lain-Pulau Bawean itu. Gili Noko, masuk dalam program 99 hari kerjanya. Langkah awal menuju Gresik Mapan. Dimulai dengan launching perahu penyeberangan gratis ke Pulau Gili Noko pada April 2021.

BENING : Air laut yang jernih biota laut dinikmati wisatawan dengan mata telanjang ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Program ini merupakan salah satu rintisan sistem transportasi Gresik Terpadu. Langkah awal menuju Gresik Mapan. Program ini merupakan salah satu rintisan sistem transportasi Gresik Terpadu. 

Kepala Dinas Perhubungan Gresik Nanang Setiawan mengatakan, wisatawan hendak Gili Noko harus menyeberangi lautan dengan perahu berkapasitas diatas 20 – 30 orang. Untuk penyeberangan selama 45 menit, kata Nanang, wisatawan harus merogoh kocek sewa perahu penyeberangan antara Rp 350 ribu hingga Rp 400 ribu pergi-pulang (PP).

HAMPARAN PASIR PUTIH menambah elok Gili Noko di Pulau Bawean (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

“Kapal penyeberangan Gili Noko akan digratiskan mulai April nanti,”kata Nanang pada Jumat, 26 Maret 2021. 

Pulau dan Pantai Gili Noko terletak di sebelah barat Pulau Gili itu sendiri. Pantai ini menyerupai sebuah pulau kecil di tengah-tengah laut dengan hamparan pasir putih nan indah.

Sama halnya Pulau Noko Selayar, Pulau Noko Gili berupa hamparan pasir putih yang membentang sekitar 600 meter dengan lebar 25 meter. Letaknya bersebelahan dengan Pulau Gili Timur.

Akses menuju Gili Noko dapat menggunakan perahu jika air pasang dan berjalan dari Pulau Gili jika air surut. Menyusuri hamparan pasir putih yang mempesona. Saking jernihnya air wisatawan juga bisa melihat biota laut dengan mata telanjang. (*)

Gresik Mapan, Gratiskan Perahu Penyeberangan ke Gili Noko, Surga Tersembunyi Selengkapnya

DPUTR Gresik Anggarkan Rp 450 Juta untuk Kerukupi Longsor Pucem

GRESIK,1minute.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik bakal ngerukupi tanah longsor di kawasan Bukit Cempo dengan geomembran. Geomembran adalah lembaran plastik berbahan baku HDPE/LLDPE/PVC, dll. Geomembran ini memiliki karakteristik kedap terhadap cairan dan ringan.

Untuk menutupi tanah longsor itu, DPUTR Gresik mengusulkan anggaran kedaruratan sebesar Rp 450 jutaan. 

Kepala DPUTR Gresik Gunawan Setiaji mengatakan, untuk meminimalisir longsor semakin parah akan dilakukan penanganan secara darurat. “Anggaran diambilkan dari dana kedaruratan,”ujar Gunawan dikonfirmasi telepon genggamnya pada Jumat, 26 Maret 2021. 

Karena penanganan secara kedaruratan, tambahnya, tanah yang longsor itu akan ditutupi sejenis plastik, Geomembran. Ukurannya, panjang 60 meter, lebar 20 meter dan tinggi 10 meter.  “Geomembran, ini tahan panas dan air sehingga harganya cukup mahal,”katanya. 

Dengan menggerukupi tanah longsor itu, diharapkan, air hujan tidak bisa menerobos masuk ke dinding bukit dengan tanah kapur. “Sebab, kalau masih air masuk akan mengakibatkan longsor semakin parah. Saat ini, tambahnya, masih menunggu pencairan anggaran itu. Anggaran berasal dari Badan Pendapatan, pengelolaan keuangan dan aset daerah (PPKAD) Gresik.

“Setelah anggaran cair, kamj akan belanjakan agar longsor tidak semakin parah,”ujarnya. Selain membahas ancaman longsor yang dikhawatirkan semakin parah. Rapat itu, membahas relokasi keluarga juru kunci Putri Cempo.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman mengatakan, kondisi rumah keluarga juru kunci Putri Cempo sangat mengkhatirkan. Keluarga mereka berjumlah sekitar empat orang telah diungsikan ditempat lebih aman. “Saya mengusulkan untuk relokasi mereka,”kata Washil.

Dalam pantauan 1minute.id longsor bukit kapur di Kawasan Putri Cempo semakin parah. Akses jalan alternatif dari Kelurahan Gending-Desa Ngargosari terputus. Sejumlah bangunan terancam longsor. Antara lain, bagian dapur rumah juri kunci Makam Putri Cempo. Tugu gerbang masuk makam Sayyid Abdurrahman, Paman Sunan Giri dan sebagian bangunan Liminous Cafe rontok karena tanah longsor.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika berkunjung ke rumah Musa’adah pada Rabu, 3 Maret 2021 merasa khawatir terkait kondisi rumah Musa’adah itu. Bupati Gresik milinial itu telah meminta keluarga Musa’adah untuk mau pindah rumah. Pasalnya, kondisi rumah mengkhawatirkan. Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik telah menyediakan rumah sebagai tempat pengungsian sementara. (*)

DPUTR Gresik Anggarkan Rp 450 Juta untuk Kerukupi Longsor Pucem Selengkapnya

Temukan Gua Manten di Kawasan Pucem

GRESIK,1minute.id – Upaya penanganan tanah longsor di kawasan Putri Cempo (Pucem)  menjadi perhatian serius pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik.

Sebab, tanah longsor yang menjadi jalan alternatif menuju Pesarehan Sayyid Abdurahman, Paman Sunan Giri dan Putri Cempo berpotensi semakin parah. Bila tidak segera tertangani bisa mengancam keberadaan makam Sayyid Abdurahman, salah situs sejarah itu.

Nah di tengah upaya menuntaskan tanah longsor itu, musyawarah pimpinan kecamatan melakukan blusukan di kawasan tersebut. Dalam gerilya itu, petugas gabungan dari trantib, koramil dan polsek Kebomas menemukan sebuah gua. Sejumlah warga setempat menyebut “Gua Manten”.

Alas lantai ditemukan petugas gabungan ketika melakukan penyisiran kawasan Putri Cempo di Kecamatan Kebomas, Gresik ( foto : ist )

Sekretaris Kecamatan Kebomas Zainul Arifin dikonfirmasi membenarkan adanya temuan Gua Manten di Kawasan Pucem itu. “Waktu itu, ada seorang pertapa. Sudah kami minta untuk pulang,”ujar Zainul dikonfirmasi selulernya pada Jumat, 26 Maret 2021.

Sebab, kondisi Pucem mengkhawatirkan. Selain itu, muspika khawatir Gua itu menjadi tempat persembunyian orang. “Pelaku terorisme, diantaranya,”katanya. Gua Manten ini cukup besar. Bisa untuk 3 – 5 orang. Di tempat itu terdapat alas lantai. (*)

Temukan Gua Manten di Kawasan Pucem Selengkapnya

Sosok Fatkhur Rohman, 12 Tahun Menjabat Kades, Belum Memiliki Rumah

GRESIK,1minute.id – Selama 12 tahun Fatkhur Rohman menjabat Kepala Desa (Kades) Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Gresik. Namun, bapak dua anak berusia 44 tahun itu mengaku belum memiliki rumah untuk keluarga.

Sejak 2008 dilantik sebagai kepala desa, Fatkhur-panggilan akrabnya-memilih tinggal di rumah dinas kepala desa. Lokasi rumah dinas, kepala desa dua periode itu tidak jauh dari balai desa. “Jaraknya sekitar 50-an meter dari balai desa,”kata Fatkhur pada Kamis, 25 Maret 2021.

Kesederhaan gaya kepemimpinan, gelem  melayani dan berbagi kepada masyarakat yang kurang mampu menjadikan lelaki bertubuh ramping itu disukai warganya.

“Saya hanya ingin menjalankan amanah sesuai aturan. Konsekuensinya ya tidak punya apa-apa,”katanya. Meski, Fatkhur memiliki peluang bisa hidup lebih tercukupi. Namun, Fatkhur tidak mau mencederai amanah yang diembannya.

Selama 12 tahun atau dua periode mengabdi, banyak kemajuan terasa di desa, hasil bedhol  Desa Tepen, Kecamatan Gresik itu.  Apalagi, Fatkhur seorang pekerja keras dan ulet. 

Eduwisata Mangrove Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Gresik menjadi salah satu destinasi masyarakat dan pelajar ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id )

Dia bersama masyarakat mengubah kawasan hilir Kali Lamong yang berbatasan dengan Surabaya kumuh tumpukan sampah menjadi tempat rindang dengan tanaman mangrove.

Kawasan bau sampah itu kini berubah menjadi kawasan eduwisata. “Dulu abrasi luar biasa. Sampah berserakan. Sekarang sudah bisa teratasi karena adanya tanaman mangrove ini. Eduwisata ditangani BUMDes,”ujar Fatkhur suatu hari. 

Kepedulian lingkungan itu membuat Fatkhur  risih bila melihat sampah berserakan. Dia pun membersihkan sendiri sampah tercecer itu. 
Kastowo, petugas angkut sampah menceritakan setiap pagi dan sore, kades Fatkhur ikut menyapu halaman balai desa. “Nyapu dewe nek onok sampah keleleran,”kata Kastowo. (*)

Sosok Fatkhur Rohman, 12 Tahun Menjabat Kades, Belum Memiliki Rumah Selengkapnya

Rumah Hunian Model Minimalis Harga Rp 100 Jutaan Hadir di Kedamean

GRESIK,1minute.id – Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tidak perlu kecil hati untuk memiliki rumah hunian yang asri di Gresik. Apalagi, rumah hunian model minimalis ini cukup dekat dengan exit jalan Tol Krian, Legundi , Bunder dan Manyar (KLBM). Rumah ini seharga Rp 100 jutaan. Sangat cocok untuk keluarga muda.

Rumah siap huni dengan harga Rp 100 jutaan ini berada di kecamatan Kedamean. Kawasan yang bakal banyak dilirik masyarakat karena dekat pintu Tol KLBM dan kawasan Surabaya Barat. 

Direktur Berkat Jaya Development, pengembang Perumahan Grand Kedamean Regency Paulus Yauri menuturkan dari 1.000 unit rumah yang akan dibangun, sebanyak 600 rumah subsidi seharga Rp 130 jutaan sudah sold out.

“Kondisi sekarang adanya exit tol KLBM sekitar 2,5 km atau 3 menit saja ke perumahan Grand Kedamean Regency, sekarang waktu edukasi untuk mereka, Kedamean juga bagus, lokasinya dengan industri dan perumahan mudah dijangkau,”kata Paulus Yauri pada Kamis, 25 Maret 2021.

Meski masa pandemi Covid-19, pihaknya telah membangun lebih dari 100 unit rumah dan telah siap diserahterimakan ke pembeli.

“Hari ini ada 28 unit yang kami serah terimakan dan akan terus berkelanjutan di bulan-bulan berikutnya,”ucapnya. Kondisi pandemi Covid-19 tidak menyurutkan minat pembeli untuk memiliki rumah sendiri. Apalagi, dengan rumah subsidi, dengan harga terjangkau.

“Visi misi kami memang sejak awal menyiapkan rumah, siapapun bisa punya rumah. Pandemi memang membuat pengusaha di bidang properti tidak sedikit yang gulung tikar. Kami membuktikan Berkat Land tetap exis siapkan rumah untuk mereka,”terangnya.

Grand Kedamean Regency berdiri di atas lahan seluas 15 hektare, dengan 1.000 unit rumah terdiri dari 600 rumah subsidi dan 400 rumah non subsidi pada tahap awal. Rumah seharga Rp 100 jutaan itu memiliki tipe 29/60 meter, kemudian 30/66 meter dan 36/72 meter. Harga rumah non subsidi type 45/84 meter dipatok dengan harga Rp 190 juta.

Holidi, Marketing Grand Kedamean Regency menambahkan, mayoritas pembeli berasal dari wilayah Surabaya, Gresik dan Sidoarjo.  “Kedamean memang lokasi strategis dihimpit Driyorejo, Menganti dan Surabaya Barat,” kata dia.

Selain mudah diakses dan dekat kawasan industri. Adanya tol KLBM, akses menuju pusat perbelanjaan di Surabaya Barat bisa dijangkau dengan waktu 30 menit. 

“Kedamean mendapat respon positif dari pembeli, konsep kami para pekerja yang baru menikah dengan harga rumah kisaran Rp 100 jutaan sangat terjangkau,”katanya. (*)

Rumah Hunian Model Minimalis Harga Rp 100 Jutaan Hadir di Kedamean Selengkapnya

Hanif Oasis bagi Sepak Bola Gresik, Dua Kali Sabet Kiper Terbaik Piala Mandiri


GRESIK,1minute.id – Talenta muda berbakat asal Kota Santri bermunculan. Diantaranya, Mohamad Hanif Sirajuddin. Prestasi yang telah diukir siswa kelas XI MIPA-3 SMA Negeri 1 Gresik seakan menjadi oasis bagi pencinta bola di Gresik.

Dengan postur tubuh yang ideal, tinggi 180 centimeter dan berat badan 70 kilogram membuat Hanif , ketika berdiri di bawah mistar gawang sulit ditembus lawan. Anak semata wayang dari pasangan suami-istri, Mohamad Sahari dan Tuti Supriyatin itu pun akhirnya dinobatkan sebagai kiper terbaik Liga Mandiri pada 2016 dan 2017.

Prestasi yang diraih remaja kelahiran 9 Desember 2003 ini, tidak secara instan. Menurut ayahanda Hanif, Mohamad Sahri, Hanif belajar sepak bola sejak masih duduk di kelas IV SDN 1 Gresik. “Saat itu masih berumur 10 tahun,”ujar Sahari kepada 1minute.id pada Kamis, 25 Maret 2021.

Hanif bergabung dengan sekolah sepak bola (SSB) Petrokimia Gresik. Memasuki usia 16 tahun, Hanif terus mengasah bakatnya di elit Pro Academy Persela pada 2019.  “Sekarang Hanif gabung di Academi Arema U-18,”kata Sahari.

Ia berharap sepak bola di Gresik bangkit. Sebab, memiliki banyak talenta yang bisa membangkitkan kejayaan olah raga yang paling banyak digemari masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

“Harapannya sepak bola di Gresik bangkit dan lebih maju. Sehingga mengangkat prestasi Gresik dalam bidang olah raga khususnya sepak bola,”katanya. (*)

Hanif Oasis bagi Sepak Bola Gresik, Dua Kali Sabet Kiper Terbaik Piala Mandiri Selengkapnya