Tingkat Kegemaran Membaca di Gresik Capai 67,04 Lebih Tinggi daripada Jawa Timur
GRESIK,1minute.id – Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) di Kabupaten Gresik pada 2025 mendapatkan skor 67,04 diatas rata-rata TGM Jawa Timur yang “hanya” 58,86. Meski masih dibawah TGM Nasional sebesar 72,44.
“Saya tidak tahu ini berkah atau musibah. Karena 38 Kabupaten/kota di Jatim TGM mengalami penurunan sehingga rerata TGM di Gresik diatas Jawa Timur,” ujar Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Gresik Budi Raharjo dalam Forum Perangkat Daerah di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik pada Kamis, 26 Februari 2026.
Forum yang dihadiri puluhan pegiat literasi, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pengelola Perpustakaan Sekolah serta dua anggota Komisi IV DPRD Gresik Abdullah Munir dan Jamiyatul Mukarromah dan Naily Itqiana Maksum, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Sumber Daya Manusia pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gresik ini, Budi Raharjo melanjutkan pada tahun lalu, semua Kabupaten/Kota di Jatim mengalami penurunan TGM termasuk di Kabupaten Gresik.
“Penurunan TGM di Gresik 2025 tidak sampai 1 persen. Penurunan nol koma sekian ini menjadikan rerata TGM Gresik lebih tinggi dari Jawa Timur,” katanya. Pada 2024 TGM Gresik berada angka 67,51 dan Jawa Timur di angka 77,15. Pada 2025, TKM Gresik turun menjadi 67,04 dan Jawa Timur turun menjadi 58,86.
Belum diketahui penyebab terjadinya penurunan TGM secara regional Jawa Timur ini. Di Gresik, kata Budi Raharjo, upaya mendorong literasi telah menambah bahan pustaka telah dilakukan. Sehingga tingkat ketercukupan bahan pustaka semakin tinggi. Pada 2024, pertambahan bahan pustaka sebanyak 106 menjadi 360 pada 2025.
Empat dari tiga indikator penilaian kinerja perpustakaan Gresik tahun 2025 menunjukkan menunjukkan peningkatan. Tiga indikator itu, yakni Jumlah kunjungan mengalami kenaikan 53,60 persen dari 33.224 pada 2024 menjadi 51.036 pada 2025. Jumlah anggota baru naik 59,20 persen dari 3.026 pada 2024 menjadi 4.818 pada 2025. Berikutnya, jumlah buku yang dipinjam naik 33,40 persen dari 11.463 pada 2024 menjadi 15.292 pada 2025.
Sedangkan, satu indikator yakni peminjam aktif mengalami penurunan 31,40 persen dari 7.567 pada 2024 menjadi 5.188 pada 2025. Budi Raharjo mengatakan, penurunan jumlah peminjam aktif ini disebabkan beberapa faktor. Diantaranya, masyarakat lebih nyaman membaca buku di perpustakaan karena ruangan lebih nyaman dan ber-AC. “Selain itu, peminjam aktif yang datang meminjam buku lebih dari satu,” katanya.
Untuk diketahui TGM adalah indeks untuk mengukur kebiasaan dan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi melalui berbagai media, mencakup frekuensi, durasi dan jumlah bahan bacaan.
TGM berfokus pada motivasi serta tindak lanjut membaca, berbeda dengan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) yang menitikberatkan layanan perpustakaan. TGM diukur berdasarkan frekuensi membaca per minggu, durasi membaca per hari, serta jumlah buku atau bahan bacaan yang dibaca dalam tiga bulan. (*)
Editor : Chusnul Cahyadi
Tingkat Kegemaran Membaca di Gresik Capai 67,04 Lebih Tinggi daripada Jawa Timur Selengkapnya