Polantas Polres Gresik Kobarkan Semangat Nasionalisme dengan Bagikan Bendera dan PIN Merah Putih

GRESIK,1minute.id – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik menggelar kegiatan bertajuk Polantas Menyapa pada Selasa, 5 Agustus 2025. Kegiatan untuk menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia ini dengan mengusung tema nasional “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” ini bertujuan menanamkan semangat kemerdekaan dan nasionalisme di kalangan masyarakat, khususnya para pengguna jalan.

Kegiatan dilakukan secara maraton itu di awali di simpang empat depan Superindo GKB, dilanjutkan di Kantor Samsat Gresik sebagai bagian dari kampanye keselamatan berlalu lintas bernuansa kemerdekaan. 

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu melalui Kasat Lantas AKP Rizki menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni. “Pemasangan bendera dan pembagian pin Merah Putih ini adalah simbol bahwa semangat kemerdekaan harus terus hidup di hati masyarakat. Persatuan adalah kunci menuju Indonesia yang sejahtera dan maju,” ujarnya.

Dalam aksi simpatik tersebut, petugas membagikan bendera dan pin Merah Putih kepada para pengendara, pejalan kaki, hingga anak-anak yang berada di sekitar lokasi. Langkah ini menjadi bagian dari edukasi kebangsaan serta penanaman nilai cinta Tanah Air sejak usia dini.

Kegiatan itu mendapatkan apresiasi dari masyarakat dan pengendara. Apalagi polisi yang memberikan bandara dan pin dengan cara santun dan senyum sehingga menciptakan suasana hangat penuh kebersamaan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa menghargai jasa pahlawan tidak hanya dilakukan lewat upacara, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Polantas Gresik berkomitmen untuk terus hadir, tidak hanya sebagai pengayom lalu lintas, tetapi juga sebagai penggerak semangat nasionalisme demi Indonesia yang lebih maju. (yad)

Polantas Polres Gresik Kobarkan Semangat Nasionalisme dengan Bagikan Bendera dan PIN Merah Putih Selengkapnya

Bersama BAZNAS, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Siap Kawal Langkah Mustahik Menuju Muzzaki 

GRESIK,1minute.id – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Gresik bersama BAZNAS Pusat dan Jawa Timur menyalurkan bantuan kepada masyarakat pra sejahtera pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang membagikan secara simbolis kepada mustahik di ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bantuan yang bisa diberikan bisa mengangkat derajat mustahik menjadi muzzaki.

Mustahik adalah kelompok orang yang berhak menerima zakat karena kondisi ekonomi dan sosial mereka yang membutuhkan  bantuan.  Sedangkan, muzakki adalah orang yang memenuhi syarat untuk mengeluarkan zakat.

“Saya ucapkan terima kasih atas perhatian dari Baznas RI dan Baznas Jawa Timur untuk Kabupaten Gresik. Tapi perhatian ini harus kita balas dengan upaya bersama. Jangan ada lagi pola pikir mau menjadi mustahik terus-menerus. Kita harus tumbuh, berubah, dan kelak menjadi muzakki,” tegas Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Hadir dalam kegiatan pendistribusian bantuan ini antara lain, Pimpinan BAZNAS RI Kolonel (Purn.) Nur Chamdani, Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Jatim Muhammad Zakki, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman.

Pemerintah Kabupaten Gresik, Ia melanjutkan, juga sedang menyiapkan skema distribusi bantuan langsung tunai (BLT) melalui sistem uang digital. Melalui sistem ini, penggunaan dana akan bisa dipantau, apakah betul digunakan untuk kebutuhan pendidikan atau justru untuk konsumsi berisiko bahkan judi online.

“Kalau ditemukan penyalahgunaan, bantuannya akan kami evaluasi. Bahkan bisa dihentikan di periode berikutnya,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu. Dalam kegiatan yang berlabel Pendistrubusian Program Gresik Cerdas “1000 Beasiswa Pelajar” meliputi Mahasiswa, Bantuan Perbaikan Rumah, Bantuan Alat Kerja dan Bantuan Ternak ini, Baznas Gresik fokus pada tiga sektor utama yakni pendidikan, ekonomi dan sosial.  

Di bidang pendidikan, disalurkan beasiswa pendidikan dasar hingga menengah kepada 720 siswa sekolah dasar, 320 siswa sekolah menengah pertama, dan 100 siswa sekolah menengah atas. Total 1.140 siswa tersebut menerima dukungan langsung dari zakat yang dikelola BAZNAS Gresik.

Untuk jenjang perguruan tinggi, BAZNAS Gresik juga menyalurkan beasiswa kepada 145 mahasiswa. Jumlah tersebut terdiri dari 82 mahasiswa asal Gresik yang kuliah di Gresik dan 63 mahasiswa asal Gresik yang kuliah di luar daerah.

Selain itu, BAZNAS Gresik juga menyalurkan bantuan alat kerja dan rombong untuk pelaku usaha kecil, dengan total nilai Rp 763 juta. Program bantuan ekonomi produktif ini, tak lain bertujuan untuk mengangkat kualitas hidup mustahik.

Sedangkan, bantuan BAZNAS Jawa Timur berupa perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) senilai total Rp 100 juta dan program peternakan sebesar Rp 75 juta. 

BAZNAS Pusatmenyalurkan program khusus ke wilayah selatan Gresik berupa: Microfinance berbasis desa, Microfinance berbasis masjid, Balai Ternak, BAZNAS Auto, hingga Z-Mart. Keseluruhan bantuan yang diberikan BAZNAS RI tersebut mencapai Rp1,86 miliar.

Ketua BAZNAS Gresik M. Mujib, menegaskan bahwa seluruh pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dilakukan dengan transparansi berbasis digital. Aplikasi yang dikembangkan BAZNAS Pusat memungkinkan kontrol langsung dari pusat hingga ke daerah. “Ini bagian dari komitmen kami. Karena itu, selama empat tahun berturut-turut, BAZNAS Gresik mendapat penghargaan dari BAZNAS RI,” ujarnya.

Bantuan yang diberikan BAZNAS  mendapat sambutan positif oleh masyarakat. Nurhayati Rosdiana, salah satu mahasiswi Institut Al-Azhar Menganti penerima bantuan, menyampaikan rasa syukurnya. “Saya dapat Rp1,5 juta per semester untuk Uang Kuliah Tunggal (UKT). Ini sangat membantu, tapi masih banyak teman saya yang belum dapat. Semoga penerimanya bisa ditambah,” ujar mahasiswi asal Driyorejo itu. (yad)

Bersama BAZNAS, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Siap Kawal Langkah Mustahik Menuju Muzzaki  Selengkapnya

Stand Up Paddle Jatim Mendominasi di Fornas VIII 2025, Ali Yusa : Olahraga SUP Potensi Dongkrak PAD Rp 2 Triliun 

LOMBOK,1minute.id – Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) VIII 2025  di Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat telah berakhir.  Provinsi Jawa Timur menunjukkan dominasinya di cabang olahraga Stand Up Paddle (SUP) dengan rebut  2 Medali Emas ; 3 Medali Perak dan 4 Medali Perunggu.

Keberhasilan ini memperkuat posisi Jawa Timur sebagai provinsi unggulan dalam olahraga air rekreasi. Tak hanya unggul dalam jumlah medali, namun juga dalam konsistensi performa para atlet di berbagai kategori, dari junior hingga open.

“Ini adalah hasil dari latihan, semangat, dan kerja keras seluruh tim. Kami bangga bisa membawa pulang prestasi ini untuk Jawa Timur,” ujar manager kontingen Jawa Timur Ali Yusa kepada 1minute.id pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Dengan pencapaian ini, ia berujar Jawa Timur resmi menjadi Juara Umum Stand Up Paddle di Fornas VIII 2025, sekaligus membawa harapan baru untuk pengembangan olahraga air di wilayah timur Indonesia.

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (UU Olahraga) telah membuka peluang bagi pengembangan olahraga di Indonesia, termasuk Stand Up Paddle (SUP). Olahraga ini tidak hanya meningkatkan kesehatan dan kebugaran masyarakat, tetapi juga berpotensi menjadi sumber ekonomi baru melalui pariwisata olahraga dan industri pendukungnya. 

Dengan memanfaatkan potensi alam Indonesia yang kaya akan pantai dan danau, SUP dapat menjadi salah satu kegiatan yang mendukung pembangunan ekonomi lokal dan nasional.

Pengembangan SUP juga sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), seperti Tujuan ke-3 (Kesehatan dan Kesejahteraan), Tujuan ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan Tujuan ke-14 (Hidup di Bawah Air). “Melalui SUP, masyarakat dapat menikmati aktivitas fisik yang menyenangkan sambil melestarikan lingkungan alam. Selain itu, SUP juga dapat menjadi sarana edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan air,” kata Dewan Pendidikan Jawa Timur itu.

Pengembangan SUP tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup dan pelestarian lingkungan.”Saya melihat pemprov kurang bijak dalam melaksanakan amanah uu ini, terlebih pada potensi olah raga SUP ini yang secara potensi ekonomi bisa mendongkrak PAD Jatim hingga Rp 2 triliun,” kata lelaki yang sedang menyelesaikan program doktoral ini. (yad) 

Berikut Perolehan Medali Jawa Timur:

1. Medali Emas 

• Alexandria Sarashinta Setyaning Adi — Adventure Junior Putri

 • Fakhriya Laksana Jayyida — Challenge Junior Putri

 • Fakhriya Laksana Jayyida — Adventure Junior Putri 

2. Medali Perak

 • Fakhriya Laksana Jayyida — Adventure Junior Putri (medali ini ditetapkan untuk Alexandria, sementara Fakhriya perak)

 • Ernida Apta Lailatus Syifa — Adventure Open Putri

 • Ernida Apta Lailatus Syifa — Challenge Open Putri

3. Medali Perunggu 

 • Tazahira Fuad — Adventure Junior Putri

 • Tazahira Fuad — Challenge Junior Putri

 • Francisca Ali Norwi — Adventure Open Putri

 • Francisca Ali Norwi — Challenge Open Putri. 

Stand Up Paddle Jatim Mendominasi di Fornas VIII 2025, Ali Yusa : Olahraga SUP Potensi Dongkrak PAD Rp 2 Triliun  Selengkapnya

Empat Pelajar Gresik Berjaya di Ajang Matematika Internasional di Singapura, Arfan, Siswa MI Nurul Ulum Raih Medali Perak 

GRESIK,1minute.id – Empat pelajar sekolah dasar asal Gresik mengharamkan nama Indonesia dikancah internasional. Mereka berhasil membawa medali di ajang 21th IMC International Mathematics Contest 2025 di Singapura. 

Empat bocah brilian itu, adalah Muhammad Arfan Nabhan Wahyudi, meraih Medali Perak ; Aransha Hafizh Firmansyah (Medali Perak) ; Davina Azqiara Pramesti (Medali Perunggu) dan Usaid Abdurrahman Nasrullah (Merit Award). Mereka berasal dari sekolah berbeda, antara lain, MI Nurul Ulum, Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, ; SD IT Al Ibrah dan SD Muhammadiyah Manyar.

IMC adalah ajang kompetesi anak-anak berotak encer dalam bidang matematika yang digelar sejak 2005. Ada ratusan lembaga atau institusi pendidikan di seluruh dunia yang ambil bagian dalam event tahunan bermarkas di Singapura itu. Ratusan lembaga pendidikan atau sekolah diantaranya, Singapore Tourism Board (STB) – Education Services Division ;  National University Singapore (NUS) High School of Mathematics and Science ; Jetwings Institution ;  ISS International School of Singapore ; Sekolah Olimpiade Matematika Hong Kong ; Klinik Pendidikan MIPA (Indonesia). 

Berikutnya, Persatuan Pelatih Matematika (Filipina) ; Sekolah Kota Montessori India ;  Asosiasi Komunikasi Matematika Internasional (Taiwan) ; Sistem Olimpiade Matematika E (Malaysia) ; Asosiasi Identifikasi Matematika Internasional (Selatan Korea), Akademi Pratabong (Thailand), Simbol Matematika (Iran) dan lainnya. 

Untuk bisa lolos di ajang ini, mereka harus menjalani seleksi ketat. Didik Wahyudi, ayah Muhammad Arfan Nabhan Wahyudi menceritakan seleksi dilakukan secara berjenjang mulai tingkat sekolah atau Kabupaten, Provinsi hingga nasional. Indonesia mengirimkan 110 anak diajang bergengsi itu. 

“Mereka yang terbaik di tingkat nasional yang bisa mewakili Indonesia di ajang tersebut,” terang Wahyudi ketika dikonfirmasi 1minute.id pada Selasa, 5 Agustus 2025. Seleksi berjenjang membutuhkan waktu yang lama. “Anak Saya (Muhammad Arfan Nabhan Wahyudi) waktu ikut kompetisi itu masih kelas 2. Sekarang naik di kelas 3,” terangnya.

Dalam final kompetisi Matematika, peserta harus menjawab 18 soal dalam kurun waktu 90 menit. Arfan Bocil, sapaan, Muhammad Arfan Nabhan Wahyudi berhasil menjawab 17 soal. “Soal yang diberikan sangat sulit. Arfan yang sering ikut kompetisi baru sekali itu menemukan soal begitu sulit,” kata Wahyudi menirukan  ucapan anaknya itu. 

Karena itu, Arfan hanya menargetkan bisa bisa meraih perunggu. ‘Medali Perunggu saja sudah senang. Tapi, Arfan bisa meraih medali perak. Bangga!,” katanya.  Siapa Muhammad Arfan Nabhan Wahyudi yang biasa disapa Arfan Bocil ? 

Arfan adalah anak nomor 2 dari 3 bersaudara pasangan Didik Wahyudi dan Lilik Muafiyah. Arfan, siswa kelas III MI Nurul Ulum, Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Bocah berotak encer dan jago matematika ini langganan juara kelas di sekolah. 

Didik Wahyudi menceritakan, Arfan senang matematika sejak sebelum masuk sekolah dasar. “Di TK, Arfan sudah hafal perkalian. Ngelontok,” ujarnya sambil tersenyum. Bila  sebagian anak-anak pelajar matematika adalah momok. Arfan sebaliknya. Matematika adalah bagai makanan setiap harinya. “Setiap hari Arfan belajar matematika, meski hanya satu jam. Liburan pun tetap belajar matematika,” katanya.  

Hebatnya lagi, Arfan tidak mendatangkan guru khusus matematika. “Saya yang ngajarinya,” ujarnya. Kerja keras Arfan dengan bimbingan langsung orang tua akhirnya bisa mengharumkan nama orang tua, sekolah, Gresik dan Indonesia. 

Arfan bukan satu-satunya anak berotak encer yang jago matematika di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Arfan bsgaikan fonomena gunung es. Terbukti, tiga pelajar Gresik lainnya, juga bisa meraih prestasi gemilang di ajang internasional itu. (yad)

Empat Pelajar Gresik Berjaya di Ajang Matematika Internasional di Singapura, Arfan, Siswa MI Nurul Ulum Raih Medali Perak  Selengkapnya

Pantau Progres Revitalisasi Pembangunan Pasar Sidayu, Bupati Gresik Ingatkan Standar, Kualitas dan Tepat Waktu

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan inspeksi mendadak revitalisasi pembangunan Pasar Sidayu pada Senin, 4 Agustus 2025. Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif meminta pihak rekanan atau kontraktor untuk dapat melaksanakan pekerjaan pembangunan UPT Pasar Sidayu sesuai dengan standar, berkualitas dan tepat waktu. Sesuai dengan perencanaan pelaksanaan kegiatan.

Selain memastikan aspek teknis pembangunan, orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini juga berharap keberadaan UPT Pasar Sidayu atau Pasar Pahing memberikan tempat berjualan yang lebih layak bagi para pedagang. Sekaligus menyediakan fasilitas berbelanja yang nyaman dan aman bagi masyarakat. 

“UPT Pasar Sidayu siap jadi pasar berkelas, dimana para pedagang dapat berjualan dengan nyaman dan masyarakat senang belanja ke sini karena nyaman, bagus dan harganya juga tetap terjangkau,” ujar Gus Yani usai meresmikan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu pada Senin, 4 Agustus 2025. 

Ia mengatakan proses pembangunan ini melibatkan kolaborasi pemerintah, badan usaha, warga pedagang, para pembeli, aparat setempat dan warga masyarakat sekitar. Pembangunan Pasar Sidayu menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

“Selain meningkatkan geliat ekonomi juga menciptakan pasar yang tidak hanya modern, tetapi juga ramah lingkungan dan aman bagi semua penggunanya, ” tandasnya. 

Sementara, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik Mu’anan menambahkan, eevitalisasi pasar Sidayu sudah mencapai 1,6 persen. “Alhamdulillah pembangunan/revitalisasi pasar Sidayu sesuai sesuai jadwal/time schedule. Pembangunan yang dimulai 10 Juli 2025 progresnya sudah mencapai 1,6 persen,” ungkapnya.

“Total stan yang dibangun dari DAK Fisik APBN 2025 sejumlah 413 stan dari total 538 stan. Semoga kedepan dilancarkan sampai dengan selesai kontrak pembangunan tanggal 15 Desember 2025,” ia melanjutkan. 

Seperti diberitakan, pasar Sidayu ludes terbakar pada Minggu, 30 Januari 2022. Sebanyak 259 dari 527 kios di Pasar Sidayu ludes terbakar. Kerugian Ditaksir miliaran rupiah.

Musibah yang dialami ratusan pedagang yang membuka lapak yang dibangun pada masa Kolonial Belanda itu menjadi perhatian serius Pemkab Gresik. Pasar Sidayu yang memiliki nilai historis tinggi. Konon dibangun di masa kejayaan Kanjeng Sepuh, Adipati Sidayu yang makamnya di kompleks Masjid Jamik Sidayu yang lokasi sisi barat dari Alun-alun Sidayu itu. (yad)

Pantau Progres Revitalisasi Pembangunan Pasar Sidayu, Bupati Gresik Ingatkan Standar, Kualitas dan Tepat Waktu Selengkapnya

Diduga Ilegal, Polres Gresik Tetapkan Pemilik Tambang Galian C Tersangka 

GRESIK,1minute.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik menetapkan AI, warga Kecamatan Bungah, sebagai pemilik sekaligus penanggung jawab aktivitas tambang galian C tanpa izin sebagai tersangka. 

Penetapan lelaki 48 tahun itu, setelah penyidik dari Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap sedikitnya enam orang dan melakukan penyitaan barang bukti pada Kamis, 31 Juli 2025.

“Sudah kami tetapkan satu orang tersangka berinisial AI, yang bertanggung jawab atas aktivitas penambangan ilegal tersebut,” tegas Kasatreskrim Polres Gresik AKP Abid Uais Al-Qarni Aziz kepada wartawan di Mapolres Gresik pada Senin, 4 Agustus 2025. 

Tersangka dijerat dengan Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Ancaman hukumannya berupa pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda maksimal Rp100 miliar.

Aktivitas penambangan di Desa Sukorejo, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik ini dikeluhkan oleh masyarakat. Pada Kamis, 31 Juli 2025, polisi mendatangi lokasi dan mengamankan enam orang di lokasi kejadian untuk dimintai keterangan di Mapolres Gresik. Enam orang tersebut adalah berinisial AI, 48, pemilik usaha tambang galian C ; AY, 25, operator ekskavator asal Lamongan; MAM ,18 , warga Kenjeran, Surabaya yang berperan sebagai ceker; serta tiga sopir truk, yakni AR, 21, warga Bungah, R, 52, dan ES, 58, warga Rengel, Tuban.

Polisi juga menyita tiga unit truk diesel, satu unit ekskavator, tiga bendel surat jalan, satu buku rekap pengangkutan, dan satu kunci ekskavator. Mereka melakukan aktivitas penambangan galian C ditengarai tidak memiliki izin alias ilegal. (yad)

Diduga Ilegal, Polres Gresik Tetapkan Pemilik Tambang Galian C Tersangka  Selengkapnya

KBM SRMA 37 Gresik Dimulai, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Sambut Siswa di Gerbang  Sekolah

GRESIK,1minute.id – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik resmi di mulai hari ini, Senin, 4 Agustus 2025. Seluruh siswa, sebanyak 75 siswa atau tiga rombongan belajar (rombel) diantar oleh orang tua, kepala desa tempat tinggal siswa masing-masing. Serta didampingi Camat. Para orang membawa bekal baju ganti untuk anak mereka. 

Siswa SRMA 37 Gresik menempati gedung eks UPT SMP Negeri 30 Gresik yang telah dilakukan revitalisasi. Mulai ruang kelas, guru, kantin, laboratorium hingga asrama. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif serta Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Agus Zainal Arifin menyambut kedatangan siswa di depan gerbang sekolah berada di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. 

SRMA adalah program nasional yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan memutus rantai kemiskinan. SRMA berkonsep boarding school. Siswa menginap di asrama gratis. Semua kebutuhan mereka seperti, makan sehari 3 kali, seragam sekolah,  pelengkapan sekolah hingga laptop disiapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Sosial. 

Siswa yang bisa sekolah di SRMA ini, berasal dari desil 1dan 2 atau kelompok rumah tangga miskin dan rentan miskin. Dengan pendidikan yang mereka tempuh diharapkan bisa memutus mata rantai kemiskinan. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa pemerintah daerah telah mempersiapkan sekolah ini dalam waktu enam bulan. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan lembaga bimbingan belajar, antara lain, Ruang Guru untuk penguatan akademik siswa, terutama dalam bidang Matematika dan Bahasa Inggris.

Selain, dua bidang studi tersebut, Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani berharap siswa juga bisa mahir di bahasa arab. Sehingga kelak, mereka bisa melanjutkan kuliah di universitas ternama, Al Azhar, Kairo, antara lain. “Kami ingin lulusan Sekolah Rakyat bisa tembus universitas ternama, baik nasional maupun internasional,” ujar magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

LAUNCHING: (kiri-kanan) Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Agus Zainal Arifin dan Kepala SRMA 37 Gresik Rangga Pratama Wahyudiarta dalam acara launching SRMA 37 Gresik pada Senin, 4 Agustus 2025 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Ia pun menitipkan pesan kepada orang tua siswa agar tidak sering menjenguk anak mereka agar memberi ruang kemandirian. “Jangan satu minggu sekali dijenguk. Bagaimana kalau tiga bulan sekali. Biarkan mereka tumbuh mandiri di sekolah ini,” kata Gus Yani. 

Ia pun memberikan motivasi kepada semua siswa untuk mengejar cita-cita dari sekolah rakyat. “Wujudkan cita-cita mulai dari sini,” haramnya.

Bupati Fandi Akhmad Yani juga  menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden RI, atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Gresik untuk mengimplementasikan program Sekolah Rakyat.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden karena Gresik ditunjuk untuk bisa mengimplementasikan Sekolah Rakyat. Kami melihat Sekolah Rakyat ini merupakan cara efektif untuk memuliakan masyarakat prasejahtera. Tujuannya untuk memutus rantai kemiskinan pada keluarga prasejahtera,” ujar Bupati Yani.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Agus Zainal Arifin mengatakan, sekolah rakyat yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto bertujuan memuliakan wong cilik. Selain itu, hadirnya sekolah rakyat untuk menjangkau yang tidak terjangkau. “Sekolah rakyat ini dengan respon yang luar biasa dari Pak Bupati Gresik anak-anak yang tadinya tidak mampu atau tidak bisa mendapatkan akses pembentukan hari ini bisa terjadi ini luar biasa,” katanya. 

SRMA 37 Gresik diharapkan mewujudkan mimpi anak-anak bisa terwujud. Saat menyapa siswa di kelas mereka, siswa mulai berani mengungkapkan cita-cita. Mereka ada bercita-cita menjadi arsitektur, guru, polisi , tentara hingga pengusaha muda. “Tiga lagi, Saya akan menjemput adik-adik yang luar biasa ini,” tegasnya. 

Agus Zainal Arifin pun memberikan apresiasi atas keseriusan Pemerintah Kabupaten Gresik dalam mewujudkan komitmen pendidikan inklusif. “Kami sangat mengapresiasi langkah Pemkab Gresik yang bersungguh-sungguh dalam menyukseskan Sekolah Rakyat. Ini bukan hanya soal pendidikan, tapi juga keberpihakan sosial yang nyata,” ungkapnya.

Seluruh infrastruktur penunjang pendidikan dan asrama telah siap ditempati. Gedung, sarana belajar, kamar asrama, fasilitas MCK, hingga dapur umum disiapkan dalam waktu enam bulan, dengan pengawasan langsung dari Pemkab Gresik. Tidak hanya itu, para siswa akan mendapatkan dukungan penuh fasilitas dan bantuan dari Kementerian Sosial, sebagai bagian dari jaminan kesejahteraan pendidikan.

Kepala Sekolah SRMA 37 Gresik Rangga Pratama Wahyudiarta, menjelaskan bahwa para guru akan menjalani proses matrikulasi selama 2-3 bulan. Ini untuk mempersiapkan pendekatan belajar yang adaptif.

“Selama masa awal, siswa akan mengikuti program pengenalan yang menyenangkan dengan tema seperti perundungan dan anti intoleransi, agar mereka dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan asrama,” jelas Rangga.

Selama dua minggu ke depan, siswa SRMA 37 Gresik akan menjalani masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Masa MPLS ini diharapkan seluruh siswa berjumlah 75 anak terbagi dalam tiga rombongan belajar bisa mulai beradaptasi dengan lingkungan sekolah, guru dan yang lainnya.  

Sementara itu, Saadah, salah satu orang tua siswa bersyukur anaknya bisa masuk SRMA 37 Gresik. “Saya sangat senang. Sekolah bagus. Dan, semua biaya pendidikan juga gratis,” ujar orang tua dari siswa bernama Novita asal Desa Lowayu, Kecamatan Dukun ini. (yad)

KBM SRMA 37 Gresik Dimulai, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Sambut Siswa di Gerbang  Sekolah Selengkapnya

Aksi Solidaritas Palestina Menggema di Pondok Pesantren Refah Islami 

GRESIK,1minute.id – Suara Farhat memecah kesunyian. Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Refah Islami itu melakukan “Teaterikal Free Palestine”, dengan membacakan puisi yang membuat wali santri trenyuh.

Di depan wali santri, ia seakan membakar semangat untuk peduli Palestina.”Tak ada nilai kemerdekaan di negara Indonesia ini tanpa kepedulian dan perjuangan kita untuk Kemerdekaan Palestina,” kata Ananda Farhat dalam puisinya pada Ahad, 3 Agustus 2025.

Ustadz Miqdar Qur’any, Lc. menceritakan penderitaan warga Palestina yang seakan tidak pernah terhenti. “Yang hanya ada dua pilihan, mati sekarang atau mati perlahan karena kelaparan,” katanya. 

Dengan nada bergetar, ia mengetuk hati  para wali santri untuk tergerak peduli dan berinfaq, bersedekah untuk Palestina. “Jika kita masih belum tergerak hati kita untuk peduli dengan berinfaq untuk saudara kita di Palestina, maka apakah kita masih bisa disebut manusia?” ujarnya dengan nada tanya.

Diikuti seluruh wali santri berinfaq, bersedekah yang terbanyak dan terbaik untuk Palestina. Para santri dan seluruh warga Refah Islami bersemangat bersedekah untuk Palestina. Diakhiri dengan lantunan lagu “We will not go done”. Aksi peduli Palestina itu, terkumpul dana sebesar Rp. 37.079.000 yang langsung diserahkan kepada Dompet Qur’an untuk disampaikan kepada warga Palestina. 

“Kami sampaikan jazaakumullah khairan kepada seluruh ustadz/ustadzah, santri dan wali santri Pesantren Refah Islami atas kepeduliannya kepada saudara kita di Palestina,” ucap Mudir Pondok Pesantren Refah Islami KH. Farid Dhofir. (yad)

Aksi Solidaritas Palestina Menggema di Pondok Pesantren Refah Islami  Selengkapnya

Polres Gresik Amankan 6 Orang dan Tiga Truk Pengangkutan Galian C Diduga dari Tambang Ilegal 

GRESIK,1minute.id – Unit Tindak Pidana Tertentu atau Tipiter Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik mengamankan enam orang diduga melakukan penambangan ilegal di Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. 

Enam orang tersebut berinisial AI, 48, pemilik usaha tambang galian C ; AY, 25, operator ekskavator asal Lamongan; MAM ,18 , warga Kenjeran, Surabaya yang berperan sebagai ceker; serta tiga sopir truk, yakni AR, 21, warga Bungah, R, 52, dan ES, 58, warga Rengel, Tuban.

Selain mengamankan enam orang tersebut, anak buah AKP Abid Uais Al-Qarni Aziz, Kasatreskrim Polres Gresik juga menyita tiga unit truk diesel,  satu unit ekskavator, tiga bendel surat jalan, satu buku rekap pengangkutan, dan satu kunci ekskavator.

Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Abid Uais Al-Qarni Aziz menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) sebagai bagian dari proses awal penyelidikan.

“Kami akan memanggil dan meminta keterangan dari saksi-saksi terkait untuk mendalami dugaan pelanggaran yang terjadi. Status kasus saat ini masih dalam tahap penyelidikan,” jelas AKP Abid pada Ahad, 2 Agustus 2025.

Dugaan aktivitas penambangan galian C di Desa Sukorejo, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik ini ditengarai ilegal. Sehingga meresahkan warga. Polisi kemudian melakukan pengecekan terhadap aktivitas tambang galian C tersebut. Pengecekan ini berkaitan dengan dugaan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Dari hasil penelusuran di lapangan, polisi menemukan adanya aktivitas tambang yang diduga tidak mengantongi izin sesuai ketentuan. Enam orang yang berada di lokasi turut diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Polisi juga mencatat adanya aktivitas 51 rit pengangkutan material tambang menggunakan 18 unit truk pada hari yang sama. 

Sejumlah barang bukti turut diamankan dalam kegiatan ini, meliputi tiga unit truk diesel, Satu unit ekskavator, tiga bendel surat jalan, satu buku rekap pengangkutan, dan satu kunci ekskavator. Satreskrim Polres Gresik menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap aktivitas pertambangan ilegal yang dapat merugikan masyarakat dan merusak lingkungan. (yad)

Polres Gresik Amankan 6 Orang dan Tiga Truk Pengangkutan Galian C Diduga dari Tambang Ilegal  Selengkapnya

Polki Salat Jumat, Srikandi Giri Satlantas Polres Gresik Mengatur Lalin dan Bagikan Nasi Bungkus kepada Jemaah

GRESIK,1minute.id – Suasana Jumat siang di sekitar Masjid Baitus Salam, Gresik, tampak berbeda pada Jumat, 1 Agustus 2025. Sejumlah Polisi Wanita (Polwan)  Satuan Lalu Lintas Polres Gresik turun langsung ke jalan untuk mengatur arus kendaraan dan menjaga keamanan lingkungan saat salat Jumat. Sebab, polisi laki-laki (Polki) menjalankan Salat Jumat. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin Srikandi Giri, yang tidak hanya fokus pada tugas lapangan, tetapi juga mengedepankan nilai sosial dan kemanusiaan. Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Rizki Julianda Putera Buna, mengatakan bahwa kehadiran para Polwan ini memberi ruang kepada personel pria untuk melaksanakan salat Jumat dengan tenang. “Polwan mengambil alih tugas di lapangan agar personel laki-laki bisa salat Jumat dengan khusyuk,” ujarnya.

Setelah pengamanan selesai, para Polwan juga membagikan nasi bungkus kepada jemaah. Aksi berbagi ini merupakan bagian dari program Jumat Berkah Berbagi, yang menjadi simbol kepedulian Polri kepada masyarakat. Salah satu Polwan yang terlibat dalam kegiatan mengatakan, pihaknya ingin mempererat hubungan emosional dengan masyarakat melalui aksi nyata.

“Kami ingin hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tapi juga sebagai sahabat masyarakat,” ujarnya. Kehadiran Srikandi Giri tidak hanya membawa ketertiban, tetapi juga menebar kehangatan dan empati. Mereka tampil dengan senyum dan ketulusan, memperkuat citra Polri sebagai institusi yang humanis dan dekat dengan rakyat. (yad)

Polki Salat Jumat, Srikandi Giri Satlantas Polres Gresik Mengatur Lalin dan Bagikan Nasi Bungkus kepada Jemaah Selengkapnya