GRESIK,1minute.id – Polres Gresik membuka layanan penitipan kendaraan gratis. Aset terjaga, mudik bisa semakin nyaman. Penitipan kendaraan bermotor gratis ini bagian dari Operasi Ketupat Semeru 2025, yang bertujuan untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif selama periode mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah.
Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, mengungkapkan bahwa layanan ini disediakan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat yang hendak meninggalkan rumah mereka untuk mudik.
“Untuk persiapan mudik, kami akan sediakan kantong-kantong parkir bagi masyarakat yang ingin mudik. Agar kendaraannya aman, bisa dititipkan di seluruh Polsek, Polres dan nantinya akan kita jaga,” ujarnya.
Selain menyediakan tempat penitipan kendaraan, Polres Gresik juga akan meningkatkan patroli di wilayah perumahan untuk mencegah tindak kejahatan selama rumah ditinggalkan penghuninya. “Kita terjunkan Raimas Kalamunyeng Sat Samapta Polres Gresik,” tambah AKBP Rovan.
Dengan tagline “Mudik Aman, Keluarga Nyaman,” Polres Gresik bersama dengan stakeholder terkait lainnya berkomitmen untuk menciptakan suasana mudik yang aman dan lancar. AKBP Rovan memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 28-30 Maret, sementara puncak arus balik diperkirakan pada 6-8 April 2025.
“Harapannya situasi kamtibmas tetap terjaga, termasuk kondisi lalu lintas lancar. Kita juga ada layanan call center mudik Polri 110 maupun di hotline Lapor Kapolres yang bisa dimanfaatkan pemudik ketika terjadi sesuatu,” tutupnya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Sebanyak seribu anak yatim dan duafa berkumpul di Aula Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim. Mereka terlihat semringah. Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif terlihat ada bersama anak-anak tersebut.
Kehadiran ribuan anak yatim dan duafa se-Kabupaten Gresik itu menerima santunan dari Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas Gresik bersinergi dengan Baznas Jawa Timur. Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas program yang terus dijalankan oleh Baznas, baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten.
“Alhamdulillah, Gresik selalu dipilih oleh Baznas Jatim dalam melaksanakan berbagai programnya, termasuk santunan 1.000 yatim dan dhuafa ini. Kegiatan ini sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan, dan semoga dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk berbagi dengan sesama,” ujar Gus Yani, sapaan, Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya.
Sebagai lembaga yang berperan dalam penghimpunan dan penyaluran zakat, Baznas Kabupaten Gresik terus aktif dalam berbagai program sosial guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Beberapa program yang telah dilaksanakan antara lain:
OASE (Orang Tua Asuh Sehari) Program kolaborasi antara Baznas Jatim, Baznas Gresik, dan PT Petrokimia Gresik ini bertujuan memberikan bantuan kepada anak yatim dan dhuafa melalui sistem orang tua asuh yang memberikan santunan secara langsung.
Syiar Zakat Kegiatan ini dilaksanakan pada minggu kedua bulan ini dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat serta membangun kepedulian sosial di lingkungan sekitar.
Santunan untuk Pengemudi Ojek Online (Ojol) dan Ojek Pangkalan (Opang) sebagai bentuk apresiasi terhadap para pekerja sektor transportasi yang sering kali memiliki penghasilan tidak menentu, Baznas Gresik memberikan santunan guna meringankan beban mereka.
Santunan bagi Petugas Keamanan dan Kebersihan Para pekerja di sektor keamanan dan kebersihan, yang memiliki peran penting dalam menjaga kenyamanan serta kebersihan lingkungan, juga mendapat perhatian khusus dari Baznas Gresik.
Kedepan, Baznas Gresik juga berencana memberikan santunan kepada para guru Madrasah Diniyah (Madin) dan guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mencerdaskan generasi muda di Kabupaten Gresik.
Pada kesempatan ini, sebanyak 1.000 anak yatim dan dhuafa dari seluruh kecamatan di Kabupaten Gresik menerima berbagai bantuan, berupa paket sembako dari Bupati Gresik ; Perlengkapan sekolah dari Baznas Jawa Timur dan Uang tunai senilai Rp200.000 dari Baznas Kabupaten Gresik.
Selain itu, Baznas Gresik juga memberikan insentif bagi 200 marbot masjid sebesar Rp200.000 per orang sebagai bentuk penghargaan atas peran mereka dalam menjaga dan merawat masjid.
Baznas juga menyalurkan bantuan pembangunan MCK senilai Rp5 juta, yang diharapkan dapat meningkatkan fasilitas sanitasi bagi masyarakat. Kegiatan santunan ini menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah daerah dan Baznas dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Baznas Gresik terus berupaya menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah secara tepat sasaran agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh penerima.
Acara ini ditutup dengan doa bersama dan penyerahan bantuan secara simbolis kepada anak yatim, kaum dhuafa, marbot, serta perwakilan penerima bantuan MCK. Diharapkan, kegiatan ini semakin mendorong kesadaran masyarakat untuk berbagi dan berkontribusi dalam aksi sosial guna menciptakan kesejahteraan bersama. (yad)
Tradisi Ramadan di Bukit Giri dengan Kuliner Khas Ketupat Ketheg.
GRESIK,1minute.id– Maleman Salawe.atau Malam 24 Ramadan di Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Tahun ini, Malam 25 Ramadan bertepatan pada 24 Maret 2025. Tradisi Maleman Ramadan yang juga ditunggu warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.
Bila malem 23 Ramadan ada Sanggring Kolak Ayam di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Tradisi Sanggring Kolak Ayam, kuliner langka sejak Kanjeng Sunan Dalem, anak Sunan Giri ini memasuki 5 abad. Sanggring Kolak Ayam, kuliner yang dimasak hanya setahun sekali. Kokinya semuanya laki-laki.
Nah, malem Salawe Ramadan di puncak Bukit Giri ada kuliner khas yang patut dibawa pulang untuk oleh-oleh yakni Ketupat Ketheg. Ribuan jemaah tumplek-blek ke Sunan Giri. Sebab, memasuki fase sepuluh hari ketiga yakni 10 hari terakhir Ramadan ada banyak keutamaan dengan melakukan iktikaf, shalat malam, membaca Al Quran, zikir, dan bersedekah serta memperbanyak doa lainnya untuk meraih malam kemuliaan yakni Lailatul Qadar di Masjid dan Makam Sunan Giri, Waliyullah di Bukit Giri.
Jalan Sunan Giri mulai simpang empat Kebomas mulai Senin, 24 Maret 2025 pukul 16.00 WIB di tutup untuk semua kendaraan bermotor, roda 2 maupun roda 4. Jemaah harus jalan kaki sejauh lebih kurang 2 kilometer. Jalannya menanjak. Sepanjang jalan itu, ratusan pedagang membuka lapak untuk berjualan.
Ada yang berjualan kuliner, mainan anak-anak hingga pakaian untuk persiapan Idul Fitri. Sepanjang jalan riuh, bagai pasar malam. Sesak lautan manusia. Sementara di kompleks masjid dan makam Sunan Giri juga nyaris sama. Ribuan orang silih berganti datang untuk ngalap berkah. Salat, berzikir dan berdoa.
Pemerintah kabupaten atau Pemkab Gresik menggelar live streaming Malam Salawe Munajat 1.000 Al Ikhlas. Acara dimulai salat Isya, tarawih lalu dilanjutkan bermunajat pembacaan 1.000 Surat Al Ikhlas di Masjid Ainul Yaqin Sunan Giri. Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif dijadwalkan hadir langsung.
Pada malem Selawe di Bukit Giri, memiliki kuliner khas yakni ketupat ketheg. Kurang afdal bila malam selawe tidak mencicipi atau membawa oleh-oleh kuliner khas Giri itu. Apalagi, jajanan khas itu, mudah ditemukan. Biasanya penjual kuliner khas Giri membuka lapak mereka mulai tangga menuju masjid Sunan Giri. Atau pusat kuliner yang berada di dekat masjid Sunan Giri dengan makam Sunan Giri. Harganya pun terjangkau.
Ketupat ketheg ini, rasanya gurih, asin bila disantap parutan kelapa. Ada juga yang makan dengan diolesi gula aren. Heemmmm lezat. Bagi para penjual Ketupat ketheg malam selawe momentum yang paling ditunggu. Karena ribuan jemaah bagai air terus mengalir ke masjid dan makam Sunan Giri. Mulai sore hari hingga badal Subuh, keesokan harinya. Sholihah, salah satu penjual Ketupat ketheg menceritakan setiap malem selawe jajanan laris manis. “Bagi kami dan.pedagang lainnya malam selawe momentum yang paling ditunggu karena puncak tamu yang datang ke Sunan Giri untuk ngalap berkah. Berharap malam seribu bulan,” katanya.
Bahan Langka, Ketupat Ketheg Nyaris Punah
Seorang pedagang ketupat ketheg menceritakan, beberapa tahun terakhir pedagang kesulitan untuk mendapatkan bahan utama pembuatan ketupat ketheg. Bahan utama itu, adalah air endapan minyak mentah, masyarakat setempat menyebutnya, air lanthung. Sebelum tahun 2000-an, air lanthung mudah didapatkan. Karena sumur minyak tua peninggalan Belanda banyak ditemukan di halaman rumah atau lahan milik warga, antara lain, di Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas.
Seiring berjalan waktu, keberadaan sumur minyak tua peninggalan Belanda itu telah ditutup oleh pemerintah setempat, sehingga warga sekitar mengambil air ketheg di wilayah Gunung Anyar. Penjual Ketupat ketheg tetap memburu air lanthung adalah salah satu bahan utama dalam mengolah ketheg. “Air lanthung yang bisa memberikan rasa gurih dan asin di setiap irisan makanan ketupat ketheg itu,” kata seorang penjual Ketupat ketheg.
Selain memberikan sensasi rasa gurih dan asin yang alami, air lanthung atau endapan minyak mentah yang berwarna kehijau kehitaman itu juga merubah warna bungkus ketupat dari bahan dasar daun gebang menjadi agak kuning keemasan dan mengkilat sehingga terlihat khas. “Bungkus ketupat ketheg ini berbeda dengan ketupat pada umumnya,” tegasnya. Solikhah, menjelaskan proses membuat ketupat ketheg sama seperti membuat ketupat pada umumnya, yakni perlu disiapkan anyaman berbentuk ketupat, kemudian direndam di dalam air sumur ketheg.
Isi dari kupat ketheg bukan berasal dari beras biasa, melainkan beras ketan yang dicuci menggunakan sumur ketheg hingga beberapa kali. Proses pencucian menggunakan air ketheg tidak bisa langsung dilakukan, karena air yang baru diambil dari sumur minyak tua kondisinya masih keruh sehingga perlu diendapkan selama tujuh hari, agar menjadi jernih dan terlihat bersih saat digunakan untuk memasak.
“Dari air inilah ada rasa khas makanan ini, dan yang membedakan dengan menu ketupat biasa yang disajikan dengan opor ayam. Dan menu ketupat ini mampu bertahan hingga lebih dari 15 hari lamanya meski tanpa bahan pengawet kimiawi,” ucapnya.Penasaran ayo ngalap berkah Maleman Salawe nang Sunan Giri. (chusnul cahyadi/1minute.id)
500 Tahun Sanggring Kolak Ayam, Kuliner Langka, Dimasak Setahun Sekali di Maleman 23 Ramadan
GRESIK,1minute.id – Ribuan jemaah menyemut di halaman. masjid Jamik Sunan Dalem di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 22 Maret 2025. Mereka yang datang untuk ngalap berkah malam 23 Ramadan 1446 hijriah. Menu tradisi adalah Sanggring Kolak Ayam yang tahun ini memasuki genap 500 tahun alias 5 Abad. Sebanyak 3.500 bungkus sanggring Kolak Ayam yang disediakan oleh panitia untuk takjik buka puasa.
Tampak hadir di Semarak 5 Abad Sanggring Kolak Ayam ini, antara lain, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua DPRD gresik M. Syahrur Munir, Sekretaris Daerah atau Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman. Kemudian, Asisten III Setda Gresik Misbahul Munir, serta Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik Saifuddin Ghozal. Mereka tampak menikmati menu langka yakni Sanggring Kolak Ayam, yang dimasak setahun sekali dengan koki semuanya adalah kaum Adam itu.
Perayaan Semarak 5 Abad Sanggring Kolak Ayam semakin meriah dan khidmat karena dengan kegiatan pengajian akbar dengan qorik internasional, Sayyid Zulfikar Asy Syaibani, dengan KH Anwar Zahid dari Bojonegoro. Pada 2019, Sanggring Kolak Ayam telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda atau WBTB. Wabup Gresik Asluchul Alif menegaskan bahwa Sanggring Kolak Ayam merupakan tradis yang harus terus dilestarikan. Selain sebagai kuliner warisan leluhur, hidangan ini juga diyakini memiliki khasiat sebagai obat.
“Sanggring berarti raja yang sedang sakit. Dahulu, kolak ayam ini dibuat sebagai obat bagi Sunan Dalem saat menyebarkan syiar Islam di Desa Gumeno. Semoga dengan keberkahan beliau, kita semua senantiasa diberi kesehatan dan dijauhkan dari segala penyakit,” ujar dr. Alif-sapaan akrab-Asluchul Alif saat menghadiri acara Semarak 5 Abad Sanggring di Desa Gumeno pada Sabtu, 22 Maret 2025.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, lanjutnya, berkomitmen untuk terus melestarikan Sanggring Kolak Ayam Gumeno yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Pemkab akan berupaya mengembangkan dan memperkenalkan tradisi ini kepada masyarakat luas. “Tahun depan, kami akan memberikan dukungan penuh, baik dari segi anggaran maupun fasilitasi lainnya, agar tradisi ini semakin berkembang dan dikenal lebih luas,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Sanggring Kolak Ayam, Didik Wahyudi, mengungkapkan bahwa tahun ini panitia menyiapkan lebih dari 3.500 porsi kolak ayam yang akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat. Jumlah ini menjadi yang terbanyak sepanjang sejarah perayaan Sanggring. “Untuk memasaknya, kami menggunakan bahan dalam jumlah besar, termasuk 279 ekor ayam kampung, 740 kg gula merah, 600 butir kelapa, 250 kg bawang daun, 60 kg jinten bubuk, dan 1.400 liter air,” jelas Didik.
Lebih lanjut, Didik menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar ajang kuliner, tetapi juga bentuk pelestarian budaya dan syiar Islam. Peringatan 500 tahun Kolak Ayam diharapkan menjadi momentum bersejarah yang penuh keberkahan, kebersamaan, dan nilai spiritual. “Tradisi ini terus dijalankan setiap malam ke-23 Ramadan sebagai wujud rasa syukur dan doa untuk kesehatan serta keberkahan. Karena memiliki nilai sejarah dan spiritual yang kuat, kami ingin terus melestarikannya agar tidak hilang ditelan zaman,” tambahnya.
Menurut kisahnya, tradisi ini bermula ketika Sunan Dalem bernama lengkap Syekh Maulana Zaenal Abidin, berdakwah di Desa Gumeno pada 1540 Masehi. Putra pertama dari Sunan Giri (Sunan Maulana Ainul Yaqin) ini mendirikan sebuah masjid di desa tersebut. Tak lama usai membangun masjid, Sunan Dalem jatuh sakit.
Kabar sakitnya Sang Wali ini cukup membuat para santri dan penduduk terkejut sehingga mereka menandai peristiwa ini dengan sebutan Sanggring, berasal dari kata ‘Sang’ (raja, pemimpin) dan ‘Gering’ (sakit). Sakitnya Sang Wali selama beberapa waktu membuat para santri dan penduduk bingung mencari obat penyembuhnya. Hingga pada 22 Ramadan 946 Hijriah, sebuah mimpi menghampiri Sunan Dalem.
Dalam mimpi itu beliau mendapatkan petunjuk tentang obat penyakitnya, yakni harus memakan sebuah makanan dengan ayam jago berusia muda sebagai salah satu syarat utama bahan masakan. Sunan Dalem lantas mengutus para lelaki untuk mempersiapkan bumbu-bumbu masakannya, yakni daun bawang merah, gula jawa, jintan, dan santan. Sementara itu para santri mencarikan ayam jago muda.
Gelaran masak besar kolak ayam ini kemudian menjadi tradisi bagi warga Desa Gumeno sampai sekarang. Tradisi Kolak Ayam selalu dilaksanakan di Masjid Jami’ Sunan Dalem Desa Gumeno yang dimulai pukul 16.00 WIB. Berkat tradisi ini pula warga Desa Gumeno dan warga dari kampung lainnya menjadi semakin erat silaturahminya. (chusnul cahyadi/*)
GRESIK,1minute.id – Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif meluncurkan Program Quick Win 100 Hari Kerja. Mereka dilantik oleh Presiden Probowo Subianto pada 20 Februari 2025. Artinya, masa pemerintahan pasangan Gus Yani-dr Alif baru sebulan.
Peluncuran program ini dilakukan dalam konferensi pers di Ruang Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 21 Maret 2025. Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah atau Sekda Achmad Washil Miftachul Rachman serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Gresik.
Peluncuran ditandai dengan pemaparan sembilan program unggulan yang menjadi bagian dari Navigasi Nawakarsa, yaitu:
1. Gresik Tuntas, terkait dengan reformasi birokrasi.
2. Gresik Seger, berfokus pada pengentasan kemiskinan.
3. Gresik Mapan, berkaitan dengan pembangunan infrastruktur.
4. Gresik Agropolitan, mendukung kesejahteraan sektor agropolitan dan minapolitan.
5. Gema Karya, mengusung konsep Gresik mandiri dan sejahtera.
6. Gresik Cemerlang, difokuskan pada sektor pendidikan.
7. Gresik Sehati, menghadirkan pelayanan kesehatan yang integratif.
8. Gresik Barokah, bertujuan untuk pelestarian budaya.
9. Pesona Gresik, mendukung pelestarian serta naturalisasi alam.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjelaskan bahwa Program Quick Win 100 Hari Kerja merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam memberikan pelayanan cepat dan efektif kepada masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Pemkab Gresik siap bekerja dengan cepat dan tepat. Salah satu prioritas utama dalam 100 hari ini adalah perbaikan infrastruktur,” ujar Fandi Akhmad Yani. Program perbaikan jalan dengan target penyelesaian pada Mei 2025, mencakup sepanjang 17,88 kilometer.
Ia melanjutkan, bahwa perbaikan akses jalan bertujuan untuk meningkatkan mobilitas masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. “Kami akan memulai dari jalan-jalan dengan tingkat mobilitas tinggi agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” tegas Gus Yani-sapaan akrab- Fandi Akhmad Yani.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyoroti beberapa kebijakan yang berdampak langsung pada masyarakat, seperti pengaturan jam operasional dump truck dan kebijakan kendaraan berat di area quarry.
“Kami akan menerapkan kebijakan jam operasional quarry di wilayah Gresik Utara untuk mengurangi gangguan lalu lintas. Selain itu, pemanfaatan Islamic Center juga menjadi salah satu prioritas kami dalam 100 hari pertama,” jelas Asluchul Alif.
Ia juga mengungkapkan bahwa meskipun masa kepemimpinan mereka belum genap 100 hari, sejumlah program telah diluncurkan, seperti program antar-jemput Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) melalui Dinas Pendidikan serta program bantuan untuk nelayan. “Ini adalah langkah konkret yang kami ambil untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat besar bagi warga Gresik,” tambahnya.
Peluncuran Program Quick Win 100 Hari Kerja menjadi tolak ukur awal bagi kinerja pemerintahan Gresik dalam lima tahun ke depan. Sebagai bagian dari visi dan misi mereka, Bupati dan Wakil Bupati berharap program ini dapat berjalan dengan baik serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gresik.
Dengan langkah-langkah konkret yang telah dipaparkan, diharapkan masyarakat dapat merasakan perubahan signifikan dalam waktu dekat, terutama dalam bidang infrastruktur dan kesejahteraan sosial. Program ini bukan sekadar pencapaian dalam 100 hari kerja, tetapi juga pondasi bagi kemajuan Gresik ke depan. (yad)
Tradisi Maleman Ramadan di Gresik. Di Masak Hanya Sekali Setahun, Juru Masak Semua Lelaki, Dinyakini Bisa Menjadi Obat Segala Penyakit
GRESIK,1minute.id – Bulan suci Ramadan telah memasuki sepuluh hari ketiga atau likuran atau maleman. Apa saja event maleman Ramadan itu?
Malam telulikur atau 23 Ramadan ada tradisi Kolak Ayam, Sanggring di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar. Seperti apa tradisi itu ?
BILA Anda belum pernah merasakan Kolak Ayam datang dan buka bersama di Masjid Jamik Sunan Dalem di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada malam 23 Ramadan atau Sabtu, 22 Maret 2025. Tahun ini, tradisi turun temurun itu genap memasuki 500 tahun, mulai 946 hijriah sampai 1446 hijriah itu. Tahun Sanggring Kolak Ayam Gumeno diperkirakan lebih semarak.
Panitia menyiapkan berbagai kegiatan untuk menyemarakkan 5 Abad tradisi Sanggring Kolak Ayam dengan tagline 500 tahun #Bersama Kita Lestarikan. Antara lain, ziarah ke makam Waliyullah yakni Syekh Maulana Malik Ibrahim ; Sunan Giri ; Sunan Drajat dab Sunan Dalem. Ada juga Festival Albanjari.
Pada puncaknya, pada malam 23 Ramadan atau 22 Maret 2025 mulai pukul 15.30 WIB hingga selesai ada pengajian Akbar dengan qorik internasional, Sayyid Zulfikar Asy Syaibani, dengan KH Anwar Zahid dari Bojonegoro.
Serangkaian acara itu, diperkirakan akan menyedot perhatian masyarakat sehingga panitia menyediakan menu Sanggring untuk takjil yang lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurut Ketua Panitia Semarak Sanggring 500 Tahun Didik Wahyudi, panitia memotong 260 ekor ayam ; 740 kg gula merah ;; 600 butir kelapa ; 250 kg bawang daun ; 60 kg jinten bubuk dan 1.400 liter air.
“Kami menyediakan takjil gratis 3.500 bungkus Sanggring,” kata Didik Wahyudi, Ketua panitia Semarak Sanggring 500 Tahun pada Jumat, 21 Maret 2025.
Sebagi ilustrasi tahun lalu, panitia memotong lebih dari 250 ekor ayam. Ratusan ekor ayam kampung pilihan untuk takjil sekitar 2.500 bungkus. Ratusan ekor ayam kampung ini di masak oleh “koki-koki” hebat dan semuanya berjenis kelamin laki-laki nantinya distribusi kepada masyarakat desa setempat juga sebagaian untuk berbuka puasa bersama bagi warga luar desa.
Pada 2019, Sanggring Kolak Ayam Gumeno ini, tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda atau WBTb Indonesia.
Sanggring Kolak Ayam? Sanggring adalah masakan berkuah yang berbahan utama daging ayam yang dimasak dengan cara khusus. Cara khusus yakni kolak dengan campuran rempah-rempah disuguhkan untuk menu berbuka puasa. Semua jamaah. Dan, masyarakat setempat.
Bagi masyarakat setempat menyakini mengonsumsi kolak ayam yang dimasak oleh juru masak semuannya laki-laki ini bisa mengobati segala jenis penyakit. Uniknya lagi, wadah kolak ini bukan baskom. Tapi, masyarakat desa setempat membawa wadah ember. Untuk kuah dan ramuan rempah atau Sanggring.
Mengutip dari buku “Grissee Kota Bandar” Kolak ayam atau Sanggring, tradisi ratusan tahun ini telah tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada 2019. Kolak ayam Desa Gumeno rasanya gurih legit dengan isian ayam kampung di dalamnya. Makanan inilah yang menjadi ikon tradisi ini. Awalnya, kolak ayam berfungsi sebagai obat.
Menurut kisahnya, tradisi ini bermula ketika Sunan Dalem bernama lengkap Syekh Maulana Zaenal Abidin, berdakwah di Desa Gumeno pada 1540 Masehi. Putra pertama dari Sunan Giri (Sunan Maulana Ainul Yaqin) ini mendirikan sebuah masjid di desa tersebut. Tak lama usai membangun masjid, Sunan Dalem jatuh sakit.
Kabar sakitnya Sang Wali ini cukup membuat para santri dan penduduk terkejut sehingga mereka menandai peristiwa ini dengan sebutan Sanggring, berasal dari kata ‘Sang’ (raja, pemimpin) dan ‘Gering’ (sakit). Sakitnya Sang Wali selama beberapa waktu membuat para santri dan penduduk bingung mencari obat penyembuhnya. Hingga pada 22 Ramadan 946 Hijriah, sebuah mimpi menghampiri Sunan Dalem.
Dalam mimpi itu beliau mendapatkan petunjuk tentang obat penyakitnya, yakni harus memakan sebuah makanan dengan ayam jago berusia muda sebagai salah satu syarat utama bahan masakan. Sunan Dalem lantas mengutus para lelaki untuk mempersiapkan bumbu-bumbu masakannya, yakni daun bawang merah, gula jawa, jintan, dan santan. Sementara itu para santri mencarikan ayam jago muda.
Gelaran masak besar kolak ayam ini kemudian menjadi tradisi bagi warga Desa Gumeno sampai sekarang. Tradisi Kolak Ayam selalu dilaksanakan di Masjid Jami’ Sunan Dalem Desa Gumeno yang dimulai pukul 16.00 WIB. Berkat tradisi ini pula warga Desa Gumeno dan warga dari kampung lainnya menjadi semakin erat silaturahminya. (chusnul cahyadi/*)
GRESIK,1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu memimpin upacara serah terima jabatan atau sertijab Kepala Polisi Sektor atau Kapolsek Dukun dan Kedamean pada Jumat, 21 Maret 2025.
Sertijab dilakukan di ruang Ruang Rapat Utama (Rupatama) SAR Polres Gresik ini berdasarkan Surat Telegram Kapolda Jatim Nomor: ST/273/III/KEP./2025 tanggal 10 Maret 2025 tentang pengukuhan, pemberhentian, dan pengangkatan jabatan di lingkungan Polda Jatim serta Surat Perintah Kapolres Gresik Nomor: SPRIN/357/III/KEP./2025 tanggal 18 Maret 2025 tentang penyerahan tugas dan tanggung jawab jabatan Kapolsek Dukun dan Kapolsek Kedamean.
Dalam surat telegram itu, AKP Inggit Prassetiyanto, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Dukun Polres Gresik kini dipromosikan sebagai Kapolsek Taman Polresta Sidoarjo Polda Jatim. Kursi yang ditinggalkan diisi oleh AKP Slamet Priyono, yang sebelumnya menjabat sebagai Kaurmintu Subbagrenmin Ditreskrimsus Polda Jatim.
Kemudian, Iptu Suhari, yang sebelumnya menjabat sebagai PS. Kapolsek Kedamean Polres Gresik, kini dimutasi sebagai Pama Polres Gresik digantikan oleh Iptu Ekwan Hudin, yang sebelumnya menjabat sebagai Panit Opsnal 1 Unit Reskrim Polsek Driyorejo Polres Gresik.
Dalam sambutannya, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menegaskan bahwa mutasi jabatan di lingkungan Polri merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk pengembangan karier personel serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
“Mutasi jabatan ini dilakukan sebagai bentuk penyegaran organisasi serta bagian dari dinamika di lingkungan Polri. Terima kasih kepada pejabat lama atas dedikasi dan pengabdiannya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kepada pejabat baru, segera menyesuaikan diri, laksanakan tugas dengan ikhlas, penuh dedikasi, dan kreativitas. Tetaplah bersyukur dalam menjalankan amanah ini,” ujar AKBP Rovan.
Acara ini dihadiri Wakapolres Gresik Kompol Danu Anindhita Kuncoro Putro, Pejabat Utama (PJU) Polres Gresik, para Kapolsek jajaran, Ketua Bhayangkari Cabang Gresik Ny. Miranda Rovan, serta pengurus Bhayangkari. (yad)
GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik reami menyandang predikat Kandidat Sekolah Rujukan Google atau SKRG pada Kamis, 20 Maret 2025. Status itu disematkan setelah 15 guru termasuk Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim dinyatakan lulus uji kompetensi.
Kado manis bagi guru, tenaga pendidik atau tendik, siswa dan para wali murid di lembaga pendidikan berada di Jalan KH Kholil, Gresik karena bertepatan dengan penutupan program Spendagres Love Ramadhan dan Memperingati Nuzulul Quran.
Pelaksanakan google meet bersama dengan tim interview dari pihak Google Indonesia dipusatkan di ruang Kepala UPT SMP Negeri Gresik Mohammad Salim. Semua guru berjumlah 14 orang, masing-masing menggunkan chromebook dan satu unit televisi alias smart TV berukuran 42 inci.
Sebanyak tiga orang dari perwakilan Google yakni Ahmad Fikri Dzulfikar, Ary Rachmah, dan Dimas Prasetia menguji semua para guru tersebut. Materi ujian daring itu meliputi presenstasi kepala sekolah tentang aksi nyata praktik pelaksanaan pembelajaran Goggle for Education di kelas dan uji praktik langsung oleh guru yang diwakili Widi Yoga, guru Teknologi, Informasi dan Komunikasi atau TIK dan Titien, guru Ilmu Pengetahuan Sosial atau IPS.
Google meet ini berlangsung lebih kurang 2 jam. “Alhamdulillah, semua tim interview dari pihak Google Indonesia menyatakan lulus menuju KSRG,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim usai acara pada Kamis, 20 Maret 2025. Dalam video berdurasi 0,43 detik yang diterima oleh wartawan 1minute.id terlihat semua guru menyambut suka cita. “Alhamdulillah, wah bisa buka bersama kita,” celetuk para guru dengan semringah.
KBM : Siswa kelas VIII UPT SMP Negeri 2 Gresik dalam kegiatan belajar mengajar menggunakan Chromebook setelah ditetapkan sebagai SKRG . ( Foto : spenda Gresik untuk 1minute.id)
Setelah dinyatakan lulus oleh Google Indonesia Jakarta menjadi Kandidat Sekolah Rujukan Google atau KSRG. Sertifikat dan plakat KSRG akan dikirimkan oleh Google Indonesia diperkirakan tiba setelah Idul Fitri 1446 Hijriah/2025 Masehi. “Dengan predikat ini, Spenda Gresik bisa menjadi rujukan sekolah lain di Indonesia untuk studi tiru,” tegas Salim.
Untuk diketahui, UPT SMP Negeri 2 Gresik, sebagai pioner dan satu-satunya satuan pendidikan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang menyandang label Kandidat Sekolah Rujukan Google atau KSRG. Status ini, menjadikan sekolah berlokasi di Jalan K.H. Kholil, Kelurahan Kebungson, Kecamatan / Kabupaten Gresik, Jawa Timur ini mendapatkan bantuan alias pinjam pakai 30 unit chromebook dari Hello Indonesia untuk pembelajaran.
Serah terima puluhan unit laptop yang menggunakan sistem operasi ChromeOS yang dikembangkan oleh Google itu secara simbolis diserahkan oleh Rose Wanodya, Perwakilan Google Indonesia kepada M. Syahrul Munir, Ketua DPRD Gresik untuk selanjutnya digunakan oleh UPT SMPN 2 Gresik sebagai sarana pembelajaran Google for education oleh peserta didik pada Selasa, 4 Maret 2025.
Sejak saat itu, siswa kelas VIII Spenda Gresik dalam kegiatan belajar mengajar menggunakan Chromebook. Siswa sangat antusias dalam mengikuti proses pembelajaran. (yad)
GRESIK,1minute.id – Trio siswa Sekolah Dasar yang diduga terlibat pencurian sepeda motor masih menjalani pemeriksaan intensif. Mereka berinisial F, 12 tahun ; NA, 10 tahun dan HR, 9 tahun. Mereka diamankan anggota Reserse Polsek Gresik Kota setelah empat kali beraksi.
Berdasarkan data kasus curanmor di Polres Gresik, kasus curanmor yang diduga dilakukan trio Anak berhadapan hukum atau ABH ini bukan kali pertama. Data mereka tercatat di Polsek Manyar. Mereka juga mendapat pendampingan oleh pekerja sosial (peksos). Mereka akhirnya mendapatkan “pengampunan” karena kemanusiaan.
Rupanya, pengalaman kali pertama itu belum membuat tiga ABH yakni F, NA dan HR insaf sehingga kembali diamankan polisi. Kini, Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak atau Dinas KBPPPA dan Dinas Sosial (Dinsos) Gresik yang turun tangan melakukan pendampingan.
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengungkapkan, saat ini Dinas KBPPPA Gresik melakukan pendampingan dalam proses hukum. Kemudian asesmen untuk penanganan lebih lanjut, serta koordinasi langsung dengan pihak keluarga ABH.
“Dinsos melalui pekerja sosial melaksanakan pendampingan dalam proses hukum dan upaya rehabilitasi sosial (rehabsos) guna memberikan pembinaan kepada anak tersebut,” kata dokter Alif, sapaan akrabnya pada Rabu, 19 Maret 2025.
Dijelaskan, dari hasil asesmen awal yang dilakukan menunjukkan bahwa faktor lingkungan yang kurang mendukung, termasuk minimnya pengawasan keluarga. “Ini menjadi salah satu penyebab utama anak-anak ini kembali melakukan tindakan melanggar hukum,” terang mantan Wakil Ketua DPRD Gresik itu.
Dengan status ABH, imbuhnya, penanganannya dilakukan sesuai regulasi yakni melalui rehabilitasi sosial. Langkah ini bertujuan memastikan anak-anak yang terlibat tetap mendapatkan perlindungan. “Ini sekaligus menjadi pembinaan agar tidak kembali melakukan pelanggaran hukum,” jelasnya.
Ditambahkan, Dinsos Kabupaten Gresik mendukung langkah yang diambil oleh Dinas KBPPPA dalam penanganan kasus ini. Sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap perlindungan anak. Dinas KBPPPA memimpin koordinasi dalam pendampingan dan perlindungan ABH.
Sementara itu, Dinsos menjalankan peran sesuai kewenangannya, yaitu melaksanakan rehabilitasi sosial guna memastikan anak yang terlibat mendapatkan pembinaan yang sesuai.
“Kami tegaskan bahwa dalam setiap kasus yang melibatkan anak, kepentingan terbaik bagi anak harus selalu diutamakan. Anak-anak yang berhadapan dengan hukum akan mendapatkan bimbingan mental, fisik, spiritual, dan sosial agar dapat kembali ke masyarakat dengan kehidupan yang lebih baik,” pungkasnya.
Seperti diberitakan, Polsek Gresik Kota mengamankan tiga anak yang diduga pelaku curanmor. Mereka ditangkap ketika beraksi di Jalan Harun Thohir, Desa Pulopancikan, Kecamatan / Kabupaten Gresik pada Selasa dini hari, 18 Maret 2025. “Mereka ditangkap ketika mendorong sepeda motor curian,” kata Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu melalui Kapolsek Gresik Kota Iptu Suharto.
Dalam pemeriksaan, ketiganya mengaku telah melakukan pencurian sepeda motor di empat lokasi berbeda, yakni, mencuri sepeda motor Yamaha Mio di Perumahan Pondok Permata Suci, Desa Suci, Kecamatan Manyar ; Yamaha Mio hitam putih di Alun-Alun Kota Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik ; Honda Beat dan Yamaha Mio, keduanya di Jalan Harun Thohir, Gresik. Salah satu korban, Ade Fajar Muslimin, 35, mengalami kerugian sekitar Rp 6 juta akibat aksi ketiga bocah ini. (yad)
GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif giliran nyambangi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik. Dokter Alif, sapaan karibnya, ingin memastikan pelayanan publik di bidang perpustakaan dan kearsipan berjalan optimal.
Dalam kunjungan itu, perpustakaan yang berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik juga ada kunjungan siswa sekolah dasar. Wabup dr. Alif meninjau sejumlah fasilitas, di antaranya, Pojok Baca Digital, ruang multimedia Aquarium Digital (AQUDIG), Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA), serta area baca. Ia mengapresiasi kondisi sarana dan prasarana di Dinas Perpustakaan yang dinilai baik dan lengkap.
“Alhamdulillah, Dinas Perpustakaan memiliki aura yang sangat positif. Sekarang tinggal bagaimana kita meningkatkan dan memanfaatkannya lebih baik ke depan,” ujarnya.
Wabup juga berbagi pengalaman pribadinya tentang pentingnya membaca. Menurutnya, membaca bukan sekadar hobi, tetapi juga menjadi sarana memperoleh wawasan yang lebih luas dalam berbagai aspek kehidupan.
Ia menambahkan, membaca juga dapat menjadi referensi untuk mengetahui sesuatu hal yang sudah terjadi, yang sedang terjadi, bahkan yang akan terjadi. “Buku bisa menjadi elemen penting, baik dalam menjalani kehidupan maupun dalam tata kelola pemerintahan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Wabup dr. Alif mengajak seluruh jajaran Dinas Perpustakaan untuk terus membangun kebersamaan dan kekompakan guna meningkatkan inovasi dan profesionalisme dalam pelayanan kepada masyarakat. “Patut saya apresiasi, masuk pertama kali disini saya melihat adanya semangat kebersamaan, program dan inovasi dari Dinas Perpustakaan,” tandasnya.
Dalam kunjungannya, Wabup dokter Alif menyempatkan membaca sejumlah buku bacaan. Antara lain, Gresik Tangguh, Sinergi Lawan Covid-19. Buku itu diterbitkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik Budi Rahardjo menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Bupati. “Terima kasih atas kunjungan dan motivasi yang diberikan. Ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan, pengembangan, serta pembinaan perpustakaan dan arsip di Kabupaten Gresik,” katanya. (yad)