Ini Capaian Kinerja Kepemimpinan Yani-Alif Menjelang 100 Hari Pertama, dari Gresik Cemerlang hingga Barokah

GRESIK,1minute.id –  Wakil Bupati Asluchul Alif menegaskan bahwa program 100 hari ini adalah bukti konkret kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. “100 hari ini bukan tentang cepat-cepat mengklaim keberhasilan. Ini tentang membuktikan bahwa pemerintah hadir dengan nurani dan niat baik. Kami menanam semangat perubahan yang akan tumbuh menjadi masa depan yang lebih adil dan sejahtera,” ujarnya.

Seratus hari pertama hanyalah awal. Namun, benih perubahan telah ditanam: pemerintahan yang responsif, layanan publik yang inklusif, ekonomi kerakyatan yang tangguh, dan lingkungan yang lestari. Gresik kini hadir dengan wajah baru: muda, tanggap, dan terus bergerak maju. 

Lalu apa yang telah dilakukan oleh Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif, Bupati dan Wakil Gresik yang dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta pada 20 Februari 2025. 

Menjelang 100 hari pemerintahan Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif, Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik melakukan transformasi sistem pemerintahan dengan mengintegrasikan 46 OPD ke dalam Gresik Integrated Smart System. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi Gresik Tuntas untuk menjamin pelayanan publik yang cepat, efisien, dan berbasis data.

Program-program jemput bola seperti PAK DALANG KEPASAR, Anjangsana, serta kolaborasi SIGAP antara Dispendukcapil dan Pengadilan Agama menjadi bukti konkret reformasi birokrasi di lapangan.

Di sektor pendidikan kependudukan, program SETIA diterapkan untuk membangun kesadaran tertib dokumen sejak usia sekolah. Dalam kerangka Gresik Seger, berbagai program perlindungan sosial dilaksanakan dengan pendekatan empatik, di antaranya, distribusi ribuan paket sembako untuk nelayan yang tidak dapat melaut, bantuan sosial untuk janda miskin, marbot, guru ngaji, anak yatim, hingga pelaksanaan PKH Inklusif bagi lansia dan penyandang disabilitas.

Program Bela Beli memperkuat sektor UMKM melalui fasilitasi legalitas usaha, sertifikasi produk, dan pendaftaran merek. Di sisi pembangunan fisik, strategi Gresik Mapan diwujudkan melalui normalisasi Kali Lamong sepanjang 3,1 km serta perbaikan tanggul di tujuh titik kritis.

Peningkatan konektivitas dilakukan melalui pembangunan jalan-jalan tematik berkualitas beton yang kini memasuki tahap lelang. Gresik Mapan juga memperkuat ketahanan keluarga melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dan pembangunan Taman Asuh Ramah dan Sayang Anak (Tarasya).

Melalui strategi Gresik Agropolitan, para petani terdampak banjir memperoleh bantuan benih dan pupuk yang saat ini tengah dalam proses pengadaan. Inovasi pertanian juga hadir lewat Pameran Nasional Giri Kedaton Bonsai yang memadukan budaya lokal dan ekonomi kreatif.

Strategi Gresik Gema Karya menunjukkan hasil signifikan: partisipasi 70 perusahaan dalam kanal Gresik Kerja, pelatihan bersertifikat nasional, serta job fair mini yang mempertemukan puluhan profesi dengan pencari kerja, khususnya di wilayah selatan Gresik.

Pendidikan menjadi fokus utama dalam strategi Gresik Cemerlang. Insentif diberikan kepada lebih dari 4.000 guru swasta dari jenjang SD hingga SMP, beasiswa produktif bagi 125 mahasiswa berprestasi, serta program HTM (Hatiku Padamu)yang menyediakan layanan antar-jemput bagi 100 siswa penyandang disabilitas, didukung oleh 129 guru pendamping.

Di sektor kesehatan, Gresik Sehati memperkuat layanan dengan akreditasi fasilitas kesehatan dan peluncuran Rumah Sakit Gresik Sehat (RSGS), pelatihan 1.300 kader Posyandu, serta pengembangan Puskesmas rawat inap. 

Penanggulangan stunting dilakukan melalui aplikasi GUS dan pendampingan terhadap 171 balita. Bahkan, skrining terhadap 6.100 pasien terduga TBC berhasil melampaui target awal sebanyak 5.000 pasien.

Strategi Gresik Barokah memperkuat aspek budaya dan sosial melalui penyelenggaraan Pekan Kebudayaan Daerah dan pemberian bantuan hukum bagi warga kurang mampu. Dalam semangat Pesona Gresik, pelestarian lingkungan pesisir diwujudkan melalui pembangunan Pasar Apung, Pusat Restorasi dan Edukasi Mangrove, serta penanaman ribuan bibit mangrove dan pohon produktif. (yad)

Ini Capaian Kinerja Kepemimpinan Yani-Alif Menjelang 100 Hari Pertama, dari Gresik Cemerlang hingga Barokah Selengkapnya

Bupati dan Wabup Gresik Luncurkan Program Quick Win 100 Hari Kerja, Ini Targetnya

GRESIK,1minute.id – Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif meluncurkan Program Quick Win 100 Hari Kerja. Mereka dilantik oleh Presiden Probowo Subianto pada 20 Februari 2025. Artinya, masa pemerintahan  pasangan Gus Yani-dr Alif baru sebulan.

Peluncuran program ini dilakukan dalam konferensi pers di Ruang Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 21 Maret 2025. Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah atau Sekda Achmad Washil Miftachul Rachman serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Gresik.

Peluncuran ditandai dengan pemaparan sembilan program unggulan yang menjadi bagian dari Navigasi Nawakarsa, yaitu:

1. Gresik Tuntas, terkait dengan reformasi birokrasi.

2. Gresik Seger, berfokus pada pengentasan kemiskinan.

3. Gresik Mapan, berkaitan dengan pembangunan infrastruktur.

4. Gresik Agropolitan, mendukung kesejahteraan sektor agropolitan dan minapolitan.

5. Gema Karya, mengusung konsep Gresik mandiri dan sejahtera.

6. Gresik Cemerlang, difokuskan pada sektor pendidikan.

7. Gresik Sehati, menghadirkan pelayanan kesehatan yang integratif.

8. Gresik Barokah, bertujuan untuk pelestarian budaya.

9. Pesona Gresik, mendukung pelestarian serta naturalisasi alam.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjelaskan bahwa Program Quick Win 100 Hari Kerja merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam memberikan pelayanan cepat dan efektif kepada masyarakat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Pemkab Gresik siap bekerja dengan cepat dan tepat. Salah satu prioritas utama dalam 100 hari ini adalah perbaikan infrastruktur,” ujar Fandi Akhmad Yani. Program perbaikan jalan dengan target penyelesaian pada Mei 2025, mencakup sepanjang 17,88 kilometer.

Ia melanjutkan, bahwa perbaikan akses jalan bertujuan untuk meningkatkan mobilitas masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. “Kami akan memulai dari jalan-jalan dengan tingkat mobilitas tinggi agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” tegas Gus Yani-sapaan akrab- Fandi Akhmad Yani.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyoroti beberapa kebijakan yang berdampak langsung pada masyarakat, seperti pengaturan jam operasional dump truck dan kebijakan kendaraan berat di area quarry.

“Kami akan menerapkan kebijakan jam operasional quarry di wilayah Gresik Utara untuk mengurangi gangguan lalu lintas. Selain itu, pemanfaatan Islamic Center juga menjadi salah satu prioritas kami dalam 100 hari pertama,” jelas Asluchul Alif.

Ia juga mengungkapkan bahwa meskipun masa kepemimpinan mereka belum genap 100 hari, sejumlah program telah diluncurkan, seperti program antar-jemput Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) melalui Dinas Pendidikan serta program bantuan untuk nelayan. “Ini adalah langkah konkret yang kami ambil untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat besar bagi warga Gresik,” tambahnya.

Peluncuran Program Quick Win 100 Hari Kerja menjadi tolak ukur awal bagi kinerja pemerintahan Gresik dalam lima tahun ke depan. Sebagai bagian dari visi dan misi mereka, Bupati dan Wakil Bupati berharap program ini dapat berjalan dengan baik serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gresik.

Dengan langkah-langkah konkret yang telah dipaparkan, diharapkan masyarakat dapat merasakan perubahan signifikan dalam waktu dekat, terutama dalam bidang infrastruktur dan kesejahteraan sosial. Program ini bukan sekadar pencapaian dalam 100 hari kerja, tetapi juga pondasi bagi kemajuan Gresik ke depan. (yad)

Bupati dan Wabup Gresik Luncurkan Program Quick Win 100 Hari Kerja, Ini Targetnya Selengkapnya

Buruknya Layanan PDAM Giri Tirta Jadi Fokus 100 Hari Kerja Paslon Niat

GRESIK, 1minute.id – Buruknya pelayanan PDAM menjadi perhatian pasangan calon (Paslon) Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (niat).

Bahkan, paslon nomor urut 2 yang diusung enam dari delapan partai di DPRD Gresik itu berjanji memperbaiki pelayanan air minum dikelola perusahaan daerah air minum (PDAM) Giri Tirta itu dalam 100 hari pertama kerja. 

“Bila Niat dapat amanah, maka dalam 100 hari kerja nanti PDAM akan kami kembalikan lagi fungsi awal sebagai perusahaan daerah (PD) berbasis pelayanan yang memprioritaskan kepuasan pelanggan. Bukan berbasis pendapatan seperti sekarang,”tegas Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani, Sabtu 21 November 2020 malam. 

Menurut Gus Yani, selama sepuluh tahun terakhir merasakan standar pelayanan minimal (SPM) PDAM Giri Tirta sangat buruk. Ironisnya, pelayanan buruk itu belum ada solusi kongkrit bagi masyarakat.

Buruknya pelayanan PDAM itu berdampak kerugian bagi  pelanggan air bersih PDAM. “Mereka (pelanggan) sudah membayar. Tapi, kesulitan mendapatkan air bersih,”tegas Gus Yani. Pelanggan yang mengalami krisis air bersih itu diantara di hampir seluruh kecamatan di Gresik.

“Di kecamatan Kota Gresik saja misalnya, masyarakat masih kesulitan mendapatkan pelayanan distribusi air bersih dari PDAM. Apalagi kebutuhan air bersih untuk masyarakat yang berada di pelosok Gresik,”ujarnya.

Disisi lain, kebocoran air dari saluran PDAM di angka 35 persen lebih. Kedepan kami akan menekan kebocoran itu di bawah angka 15 persen. 
Gus Yani bercerita saat menyapa warga diantaranya di Kelurahan Sukorame dan Kelurahan Kebungson. Keduanya, di Kecamatan  Gresik. 

Mulyono, misalnya. Distribusi air PDAM di kelurahannya hanya mengalir 2-3 hari dan selanjutnya tidak mengalir lagi sampai berbulan-bulan. Bahkan kondisi itu sudah terjadi dalam setahun terakhir.

“Ya kondisi ini membuat keluarga saya susah. Mau mandi nggak bisa, nyuci nggak bisa, masak juga nggak bisa. Pokoknya untuk kebutuhan sehari-hari jadi susah. Padahal air merupakan kebutuhan pokok bagi kami,”ungkap Mulyono.

Seperti diketahui, APBD Gresik tahun 2020 menggelontorkan dana Rp 25 miliar untuk PDAM Giri Tirta. Suntikan itu diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan. Baik kualitas maupun kuantitas. Namun, hingga bulan ini pelayanan PDAM yang dirasakan masyarakat masih sangat buruk. (*)

Buruknya Layanan PDAM Giri Tirta Jadi Fokus 100 Hari Kerja Paslon Niat Selengkapnya