260 dari 2.139 Calon Jemaah Haji asal Gresik Berangkat ke Tanah Suci

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 260 calon jemaah haji atsu CJH asal Kabupaten Gresik, Jawa Timur berangkat ke tanah suci pada Senin, 5 Mei 2025. 

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif yang memberangkatkan ratusan CJH tergabung dalam kelompok terbang atau kloter 14 dan 15. Mereka diberangkatkan dari Stadion Gelora Joko Samudro atau G-JOS yang berada di Jalan Veteran, Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. 

Wabup Gresik Asluchul Alif mengucapkan selamat kepada seluruh jemaah yang berangkat menunaikan rukun Islam kelima tersebut. Ia menyampaikan bahwa kesempatan berhaji merupakan nikmat dan anugerah luar biasa karena menjadi tamu Allah.

“Manfaatkanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Jaga lisan dan perilaku, bersihkan hati dan jiwa, niatkan sepenuhnya untuk beribadah. Banyak-banyak bersyukur dan jaga kesehatan,”  pesannya.

Ia mengingatkan bahwa keberangkatan ke Tanah Suci bukan hanya untuk menunaikan ibadah semata, tetapi juga membawa nama baik daerah dan bangsa. Oleh karena itu, ia mengimbau jemaah haji untuk menjaga etika, menaati peraturan, serta melaksanakan seluruh rangkaian ibadah secara tertib dan khusyuk.

“Saya berharap seluruh jamaah asal Kabupaten Gresik kembali ke tanah air dalam keadaan sehat walafiat serta meraih predikat haji yang mabrur. Lebih dari itu, semoga para jamaah dapat menjadi suri teladan dalam pelaksanaan ibadah bagi jamaah dari daerah lain,” tutur dokter Alif-sapaan-Asluchul Alif. 

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama atau Kemenag Kabupaten Gresik Pardi, dalam laporannya menyebutkan bahwa total calon jemaah haji asal Gresik yang berangkat ke tanah suci tahun ini terdiri dari 2.112 orang, mutasi masuk 138 orang , mutasi keluar 133 orang, PHD 14 orang, pembina ibadah 6 orang, ketua kloter 5 orang dengan jumlah total 2.139 jemaah. 

Jemaah ini berangkat dua gelombang dari embarkasi Juanda, Surabaya,  yakni gelombang pertama tergabung dalam kloter 4, 10, 14, dan 15. Sedangkan, gelombang kedua, untuk kloter 73 dan 95. (yad)

260 dari 2.139 Calon Jemaah Haji asal Gresik Berangkat ke Tanah Suci Selengkapnya

Polsek Cerme Bongkar Kasus Penipuan Modus Jomblo di Medsos, Kerugian Korban Capai Puluhan Juta

GRESIK,1minute.id – Anggota Satuan Reserse Kriminal Polisi Sektor Cerme, Gresik mengamankan pasangan suami-istri. Mereka berinisial FAW, 27 dan WRSW, 24. Pasutri ditangkap di Kediri. 

Mereka diburu oleh polisi karena disinyalir melakukan tindak pidana penipuan. Modus mencari pasangan di media sosial alias medsos melui aplikasi perjodohan Tinder. Pelaku berhasil menguras uang korban berinisial C, 24, warga Kecamatan Cerme sebesar Rp 47 juta.

“Begitu menerima laporan, anggota kami langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan dua orang yang diduga sebagai pelaku,” ujar Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu melalui Kapolsek Cerme Iptu Andik Asworo pada Ahad, 4 Mei 2025.

Kronologi kejadian pada Oktober 2024, korban C, lelaki lajang asal Cerme sedang mencari jodoh melalui aplikasi Tinder. Tinder adalah aplikasi kencan daging dan jejaring sosial yang memungkinkan pengguna untuk mencari dan berinteraksi dengan orang lain berdasarkan lokasi dan minat. 

Nah, saat itu korban C berkenalan dengan seorang perempuan berinisial WRSW, 24, yang mengaku berprofesi sebagai perawat yang masih jomblo. Mereka pun intens berinteraksi lewat dunia maya. Suatu hari, WRSW curhat bahwa orang tuanya sedang sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit. Korban pun empati dengan memberikan uang hingga akhir April 2025 total sebesar Rp 47 juta.

Belakangan korban C memiliki firasat buruk. Ia pun melakukan verifikasi bahwa ayah sang pacar tidak sakit. Lebih menyakitkan lagi, WRSW telah memiliki suami bernisial FAW, 27. Korban C yang merasa menjadi korban penipuan akhirnya melaporkan ke Polsek Cerme.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menemukan keberadaan terlapor berada di Desa Kedungmalang, Kecamatan Papar, Kediri. Anggota Satreskrim Polsek Cerme meluncur ke rumah perempuan yang mengaku single tapi sudah bersuami itu. 

Pada Rabu, 30 April 2025 pukul 17.30 WIB, anggota Polsek Cerme yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim berhasil mengamankan WRSW dan suaminya, FAW, 27, yang diduga turut terlibat. Dalam interogasi awal, keduanya mengakui perbuatannya serta menyebutkan bahwa uang hasil kejahatan telah digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Barang bukti yang diamankan antara lain satu unit handphone iPhone 13 dan satu bendel rekening koran bank atas nama korban. 

Kapolsek Cerme mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam berinteraksi di media sosial dan tidak mudah percaya terhadap orang yang baru dikenal, terutama jika sudah melibatkan permintaan uang. “Ini adalah bentuk komitmen kami dalam melindungi masyarakat. Kami akan terus bergerak cepat terhadap setiap laporan kejahatan yang merugikan masyarakat,” tegas Iptu Andik. (yad)

Polsek Cerme Bongkar Kasus Penipuan Modus Jomblo di Medsos, Kerugian Korban Capai Puluhan Juta Selengkapnya

Hardiknas, Police Goes to School Polre Gresik ke Ponpes At-Tanwir SMAMIO Gresik

GRESIK,1minute.id – “Police Goes To School” kini menyasar Pondok Pesantren Pondok Pesantren At-Tanwir di Kompleks SMA Muhammadiyah 10 Gresik pada Jumat, 2 Mei 2025.

Sejumlah personil Satuan Polisi Lalu Lintas atau Satlantas Polres Gresik dan Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Gresik menyapa para pelajar dengan kegiatan edukatif di peringatan Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas itu.  

Kegiatan edukatif itu bertajuk “Road Safety Pondok Pesantren” sebuah langkah upaya merangkul generasi muda demi masa depan yang lebih aman dan bebas dari bahaya. Para personel kepolisian hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pendidik dan sahabat pelajar, menanamkan kedisiplinan berlalu lintas dan menyadarkan akan bahaya penyalahgunaan narkoba sejak dini.

Kanit Keamanan Keselamatan Berlalu Lintas atau Kamsel Satlantas Polres Gresik Ipda Andreas Dwi Anggoro mengajak para pelajar untuk memahami pentingnya menjadi pengendara yang taat aturan, khususnya pengguna sepeda motor. Ia menekankan bahwa kepatuhan terhadap peraturan bukan sekadar kewajiban, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri dan orang lain.

Paparan Ipda Andreas yang santai sesakali diselingi guyonan membuat para pelajar senang. “Harapannya, para pelajar dapat tumbuh menjadi generasi muda yang bertanggung jawab saat berada di jalan raya,” ungkapnya.

Sementara Kasat Binmas Polres Gresik Iptu Ali Fauzi memberikan penyuluhan terkait bahaya narkoba. Ia mengingatkan, “potensi ancaman terhadap masa depan bisa datang dari pergaulan bebas dan ketergantungan pada zat adiktif.” ia pun mengajak siswa untuk merenung akan pilihan hidup mereka ke depan. “Kenali bahaya, jaga diri, dan pilih masa depan yang sehat,” pesan Ali Fauzu. 

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu melalui Kasat Lantas Polres Gresik AKP Rizki Julianda Putra Buna menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya kehadiran polisi di dunia pendidikan.

Berharap agar generasi muda tidak hanya memahami aturan lalu lintas, tetapi juga memiliki karakter yang kuat sebagai pelajar yang berprestasi dan menjunjung tinggi hukum. “Keselamatan di jalan raya dimulai dari lingkungan sekolah,” tegasnya.

Kegiatan “Road Safety Pondok Pesantren” ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi menjadi bentuk kepedulian dan kolaborasi antara kepolisian dan dunia pendidikan. Dengan semangat membangun karakter, kegiatan ini diharapkan mampu mencetak pelajar yang tak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sadar hukum dan memiliki kepedulian sosial tinggi.

Polres Gresik terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, terutama di kalangan pelajar, sebagai mitra dalam menciptakan generasi muda yang disiplin dan bertanggung jawab. Karena keselamatan dan masa depan mereka adalah tanggung jawab kita bersama.

Polres Gresik Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara dan Bahaya Narkoba bagi Pelajar di Pesantren. (yad) 

Hardiknas, Police Goes to School Polre Gresik ke Ponpes At-Tanwir SMAMIO Gresik Selengkapnya

Delegasi Universitas Melbourne, Australia Kunjungan Sekolah Anak Kebutuhan Khusus di Gresik

GRESIK,1minute.id –  Unit Pelaksana Teknis (UPT) Layanan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus atau ABK Gresik menerima kunjungan delegasi dari Universitas Melbourne, Australia pada  Rabu, 30 April2025. Kunjungan ini merupakan bagian dari kerja sama internasional di bidang pendidikan inklusif yang telah terjalin sejak 2012.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Kepala Dinas Pendidikan atau Kadispendik Gresik S. Hariyanto, Dosen Kedokteran Universitas Airlangga dr. Nyilo Purnami, serta Kepala UPT Renyta Yuniarti bersama tim manajemen, guru, dan staf pendukung. Dari pihak Universitas Melbourne hadir Dosen Audiologi Dani Tomlin, Chris, serta Dosen Fisioterapi Aiden Smart.

Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi sekaligus meninjau secara langsung berbagai inovasi dan pendekatan kreatif yang diterapkan oleh UPT ABKdalam mendukung tumbuh kembang anak-anak berkebutuhan khusus di Gresik.

Dalam sesi diskusi, Asluchul Alif menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik untuk terus memberikan dukungan, termasuk peningkatan fasilitas dan layanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan anak. Ia juga menyoroti dampak penggunaan gawai terhadap perkembangan bahasa dan proses pembelajaran anak.

“Ke depan, beberapa fasilitas akan dilengkapi untuk mendukung kinerja UPT. Selain itu, kita juga harus mewaspadai dampak penggunaan gawai yang cukup besar terhadap perkembangan bahasa anak-anak. Bahasa yang mereka serap dari gadget sering kali tidak sesuai dengan konteks keseharian,” ujar dokter Alif-sapaan-Asluchul Alif.

Sementara itu, Dani Tomlin menyampaikan apresiasi atas dedikasi para guru dan staf UPT ABK dalam mendidik anak-anak berkebutuhan khusus. Ia juga menyatakan ketertarikan pihaknya untuk mengirim mahasiswa guna melakukan penelitian dan praktik lapangan di UPT dibawah naungan Dinas Pendidikan Gresik tersebut.

“Kami sangat berterima kasih atas sambutan hangat serta kerja luar biasa para guru dan staf. Kami juga tertarik mengirim mahasiswa kami agar mereka dapat menerapkan konsep pembelajaran yang telah mereka pelajari di sini,” tuturnya.

Usai sesi diskusi, rombongan diajak meninjau secara langsung fasilitas dan program pembelajaran di UPT ABK yang berada di Jalan Proklamasi, Gresik itu. Fasilitas yang dikunjungi antara lain,  terapi, asesmen, hingga kegiatan belajar yang berbasis kebutuhan individu. (yad)

Delegasi Universitas Melbourne, Australia Kunjungan Sekolah Anak Kebutuhan Khusus di Gresik Selengkapnya

Ada Peleton Khusus Bumil di Pelatihan PBB Ratusan CPNS di Gresik

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 474 Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS di Pemerintahan Kabupaten atau Pemkab Gresik menjalani pembinaan fisik. Pembinaan peraturan baris berbaris atau PBB ini diinisiasi oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia BKPSDM Gresik.

Kepala BKPSDM Gresik Agung Endro Dwi Setyo Utomo mengatakan pembinaan mental dan fisik sebagai bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai kedisiplinan kepada para ASN. “Sebagai ASN, kita harus siap menghadapi berbagai tantangan, baik di dalam maupun di luar ruangan. Pengabdian sejati juga tercermin dari kesiapan melayani di lapangan, seperti yang dilakukan oleh Satpol PP, Damkar, dan instansi lainnya,” ujar Agung Endro pada Rabu, 30 April 2025.

Selain kesehatan mental dan fisik, imbuhnya, integritas harus selalu diutamakan, serta loyalitas dijunjung tinggi dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara. “Saya berharap melalui kegiatan ini, para peserta mampu memberikan kontribusi nyata dan positif di lingkungan OPD masing-masing, dengan mengimplementasikan nilai-nilai kedisiplinan dan tanggung jawab dalam setiap tugas yang diemban,” tambahnya.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan latihan baris-berbaris dan lari sebanyak tiga putaran sebagai bagian dari tes kedisiplinan. Latihan ini dipandu langsung oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan berlangsung tertib. Kegiatan ditutup dengan sesi pendinginan (cooling down) yang didampingi oleh petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran.

Menariknya, panitia juga menyediakan peleton khusus bagi ibu hamil atau Bumil, peserta dengan kondisi kesehatan tertentu, dan penyandang disabilitas sebagai bentuk kepedulian terhadap keberagaman kondisi fisik peserta.

Melalui kegiatan ini, BKPSDM berharap dapat membentuk karakter ASN yang disiplin, tangguh, dan siap menjalankan tugas pelayanan publik dengan semangat pengabdian. (yad)

Ada Peleton Khusus Bumil di Pelatihan PBB Ratusan CPNS di Gresik Selengkapnya

Lagi, Pelaku Curanmor asal Surabaya Apes Beraksi di Gresik

GRESIK1minute.id – Dua orang terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor atau curanmor digebuki massa.  Pelaku nahas itu berinisial MH, 18, warga Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, dan AM, 29, warga Wonokusumo, Surabaya.

Mereka menjadi sasaran amuk massa ketika beraksi di Jalan Sunan Girib, Kecamatan Kebomas,  Kabupaten Gresik,  Jawa Timur pada Selasa, 29 April 2025 pukul 01.00 WIB. Beruntung polisi cepat tiba di lokasi kejadian. 

Saat kejadian korban bernama Muhammad Fiton Zulfikar, 41, tengah berada di rumah saat melihat dua orang pelaku yang mencoba membawa kabur sepeda motor Yamaha Mio Soul L 5136 LM miliknya yang terparkir di depan rumah. Korban segera berteriak maling. Bagai sebuah komando, massa berhamburan mengejar pelaku.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu melalui Kapolsek Kebomas Kompol Gatot Setyo Budi dalam keterangannya menyebutkan pihaknya telah melakukan langkah-langkah penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP), termasuk memeriksa saksi-saksi dan rekaman CCTV di sekitar lokasi.

“Barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha Mio Soul dengan nomor polisi L 5136 LM juga telah diamankan,” jelasnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 363 jo 53 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dalam tahap percobaan, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

“Saat ini kami berkoordinasi dengan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik untuk penanganan lebih lanjut,” tegasnya. Polres Gresik mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan atau mengalami tindak pidana kepada pihak kepolisian. Warga bisa melapor ke Lapor Kapolres Cak Roma 081188002006. (yad)

Lagi, Pelaku Curanmor asal Surabaya Apes Beraksi di Gresik Selengkapnya

Tim Kalam Munyeng Sat Samapta Polres Gresik Gagalkan Peredaran Narkoba di Kedamean 

GRESIK,1minute.id – Gawai anggota tim pengurai massa atau raimas Kalam Munyeng Sat Samapta Polres Gresik berdering. Seorang warga mengabarkan ada kegiatan mencurigakan di Desa Ngepung, Kecamatan Kedamean.

Saat itu, Minggu, 28 April 2025 pukul 22.00 WIB, tim Raimas sedang patroli ke Gresik Selatan mulai, Kecamatan Cerme, Menganti hingga Kedamean. Tim Raimas pun bergegas menuju lokasi. Tim melihat ada seorang pemuda belakangan diketahui berinisial DDA. Pemuda berusia 22 tahun berusaha kabur. Tapi, tim raimas lebih cepat menghentikan dari pemuda DDA. 

Tim melakukan pengeledahan temukan plastik bekas kristal bening yang diduga sabu-sabu. Polisi mengecek chat smartphone pemuda dan menemukan adanya transaksi sabu-sabu. Tim raimas menggelandang pemuda DDA ke rumah dan melakukan penggeledahan di Desa Ngepung. 

Lagi-lagi, temukan satu paket hemat alias Pahe seberat bersih ± 0,079 gram SS yang di bungkus potongan kertas grenjeng rokok dan dimasukan kedalam tutup bekas botol air mineral. 

“Kami temukan dan kami amankan barang haram itu diletakan di bawah pohon sebelah lapangan Jalan Desa Ngepung, Kedamean Gresik,” tegas Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu melalui Kasat Samapta Polres Gresik AKP Heri Nugroho pada  Selasa, 29 April 2025.

Selanjutnya pelaku DDA mengaku bahwa sabu tersebut didapat dengan cara mendapat titipan dari temannya yang dikenal dengan sebutan SO yang saat ini DPO. “Tersangka dan barang bukti dibawa ke Polres Gresik guna penyidikan lebih lanjut. Satu orang DPO sedang dilakukan pengejaran,” tegasnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman berat. Polres Gresik mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan atau mengalami tindak pidana kepada pihak kepolisian. Warga bisa melapor ke Lapor Kapolres Cak Roma 081188002006. (yad)

Tim Kalam Munyeng Sat Samapta Polres Gresik Gagalkan Peredaran Narkoba di Kedamean  Selengkapnya

Pusat dan Daerah Membangun Nusantara Menuju Indonesia Emas 2045

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) ke-XXIX tahun 2025 di halaman Kantor Bupati Gresik pada Senin, 28 April 2025.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan sambutan tertulis Menteri Dalam Negeri atau Mendagri Muhammad Tito Karnavian. Dalam sambutannya, Wabup menyampaikan tema peringatan Hari Otda ke-29 tahun ini, yaitu “Sinergi Pusat dan Daerah Membangun Nusantara Menuju Indonesia Emas 2045.” 

Tema ini menjadi refleksi pentingnya hubungan yang harmonis dan konstruktif antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyongsong masa depan Indonesia, yakni menuju Indonesia Emas 2045.

“Ini adalah kesempatan emas untuk membuktikan bahwa kita bisa menjadi bangsa yang maju, mandiri, dan berdaulat, dengan keunggulan di bidang ekonomi, teknologi, pendidikan, dan kebudayaan, serta masyarakat yang adil, makmur, dan berakhlak mulia,” ujar dokter Alif-sapaan- Asluchul Alif.

Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa, terutama jajaran pemerintah daerah di seluruh Indonesia, untuk memperkuat komitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik. 

Wabup menekankan pentingnya menjadikan otonomi daerah sebagai sarana percepatan pemerataan pembangunan, memperkuat integrasi nasional, serta meningkatkan daya saing daerah untuk mendukung kemajuan bangsa secara keseluruhan.

Selain itu, Wabup menegaskan beberapa hal strategis yang harus menjadi perhatian utama bagi seluruh pihak di tingkat pusat maupun daerah, guna menyelaraskan langkah dalam implementasi kebijakan nasional. Hal-hal tersebut antara lain adalah mewujudkan swasembada pangan dan energi, pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan, menciptakan pemerintahan yang transparan, akuntabel, bebas dari korupsi, serta melayani masyarakat dengan integritas.

Pengembangan kewirausahaan yang dapat membuka lapangan kerja, peningkatan akses dan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan terjangkau, serta pelaksanaan reformasi birokrasi dan penegakan hukum juga menjadi bagian penting yang disoroti dalam sambutan tersebut.

Dalam sambutan Menteri Dalam Negeri yang dibacakan Wabup, ditekankan pula bahwa kapasitas dari masing-masing tingkatan pemerintahan menjadi faktor kunci dalam melaksanakan otonomi daerah secara efektif. 

Untuk itu, Wabup menekankan prioritas dalam penguatan sumber daya manusia aparatur melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi, kerja sama dengan perguruan tinggi, serta pemberian beasiswa. Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas keuangan daerah melalui optimalisasi pendapatan asli daerah, penyusunan APBD berbasis kinerja, dan pembukaan akses pembiayaan alternatif melalui kerja sama dengan perbankan.

Tak kalah penting, penguatan kelembagaan dan tata kelola pemerintahan juga menjadi fokus dengan mendorong reformasi birokrasi, digitalisasi pelayanan publik, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas.

“Sekali lagi, saya ucapkan selamat Hari Otonomi Daerah ke-29 tahun 2025. Semoga semangat otonomi daerah senantiasa menjadi motor penggerak terwujudnya pemerintahan yang lebih baik, pelayanan publik yang lebih prima, dan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata di seluruh pelosok Nusantara,” pungkasnya. (yad)

Pusat dan Daerah Membangun Nusantara Menuju Indonesia Emas 2045 Selengkapnya

Hanya Butuh 11 Jam, Tim Macam Giri Satreskrim Polres Gresik Tangkap Pembobol Brankas Minimarket 

GRESIK,1minute.id – Pemuda berinisial ARR, 26, asal Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan ditangkap oleh Tim Macam Giri Satreskrim Polres Gresik bersama Polsek Benjeng pada Minggu, 27 April 2025.

Mahasiswa salah satu perguruan tinggi itu diamankan polisi karena diduga telah membobol brankas Alfamart di Desa Metatu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik. Ia menggasak uang tunai Rp 12,2 juta lebih. 

Kejadian pembobolan brankas minimarket waralaba di Desa Metatu, Kecamatan Benjeng itu dilakukan oleh tersangka ARR pada Minggu, 27 April 2025 sekitar pukul 05.30 WIB. Tersangka adalah karyawan minimarket tersebut. Ia melakukan skenario mematikan aliran listrik dan 

merusak plafon minimarket kemudian membuka brankas yang berisi uang hasil penjualan sehari sebelumnya sebesar Rp 12, 2 juta lebih.  Mengetahui kejahatan itu, Dewi Wulandari, seorang karyawati asal Lamongan lainnya kemudian melaporkan ke Polsek Benjeng terkait tindak pidana pencurian dengan pemberatan sesuai Pasal 363 KUHP.

Tim Macam Giri Satreskrim Polres Gresik bersama Polsek Benjeng yang dipimpin oleh Kanit I alias Pidana Umum Satreskrim Polres Gresik Ipda Andi Muh. Asyraf Gunawan melakukan olah tempat kejadian perkara atau TKP. Seperti pepatah, tidak ada skenario tindak kejahatan yang sempurna. Pelaku mengarah kepada pemuda berinisial ARR. 

Sekitar pukul 15.00 WIB atau 11 jam pascakejadian tim yang dipimpin oleh Ipda Andi Muh. Asyraf menangkap pelaku. “Tidak ada perlawanan ketika kami tangkap di sekitar Alfamart,” ujar polisi.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu melalui Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Abid Uais Al-Qarni Aziz, menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota yang terlibat dalam pengungkapan kasus ini.

“Keberhasilan ini merupakan wujud nyata kesigapan Polres Gresik dalam menindaklanjuti laporan masyarakat. Kami tegaskan, tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan di wilayah hukum Polres Gresik,” tegas AKP Abid Uais.

Saat ini, tersangka ARR tengah menjalani proses penyidikan lebih lanjut di Mapolres Gresik untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polres Gresik berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, menjaga rasa aman, serta menindak tegas setiap tindak kriminalitas yang mengganggu ketentraman masyarakat. (yad)

Hanya Butuh 11 Jam, Tim Macam Giri Satreskrim Polres Gresik Tangkap Pembobol Brankas Minimarket  Selengkapnya

Pemkab Gresik Tanggung Biaya Pendirian Koperasi Desa Merah Putih se- Gresik

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 239 unit koperasi desa atau kelurahan Merah Putih se-Kabupaten Gresik segera dalam proses pengesahan badan hukum di Kementerian Hukum dan Hak Asasi atau Menkumham Republik Indonesia. 

Pemkab Gresik gerak cepat dengan menanggung semua biaya pendirian koperasi Merah Putih itu. Biaya pendirian ratusan koperasi itu diurus oleh 37 Notaris Pencatat Akta Koperasi atau NPAK ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD Gresik 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani,  menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik bergerak cepat dan responsif dalam menindaklanjuti Instruksi Presiden terkait penguatan koperasi.

“Kami tancap gas merealisasikan pembentukan Koperasi Merah Putih secara serentak di seluruh pelosok desa dan kelurahan. Ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan sebuah gerakan ekonomi akar rumput yang bertujuan menggali potensi lokal dan meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat Gresik,” tegas Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani di forum rapat koordinasi daerah atau Rakorda Pendirian Koperasi Merah Putih Desa dan Kelurahan Se-Kabupaten Gresik di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro atau WEP pada Jumat, 25 April 2025.

Lebih lanjut, Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dedikasi dan kerja keras seluruh pihak yang terlibat.

“Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para camat, kepala desa, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta semua pihak yang telah bahu-membahu mendampingi proses pembentukan koperasi ini. Semangat kolaborasi dan gotong royong yang kita saksikan hari ini adalah cerminan optimisme Gresik dalam membangun fondasi ekonomi desa yang kuat melalui koperasi,” katanya.

Keberhasilan monumental ini bukanlah hasil dari upaya sesaat. Pemerintah Kabupaten Gresik telah menerbitkan panduan teknis komprehensif melalui Surat Bupati Nomor 197 Tahun 2025, yang dilengkapi dengan template administrasi standar untuk mempermudah tahapan pendirian koperasi. 

Sebagai wujud komitmen penuh, seluruh biaya pengajuan badan hukum koperasi untuk 330 desa dan 26 kelurahan ditanggung sepenuhnya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Gresik. Pada Rakorda Pendirian Koperasi Merah Putih itu, sebanyak 239 desa/kelurahan telah mengajukan pendirian koperasi dan dilayani 37 notaris.  Jumlah sekitar 67 persen dari target 356 desa/kelurahan. 

Seperti diberitakan pengajuan pendirian koperasi merah putih massal yang diinisiasi oleh Pemkab Gresik ini, menurut staf ahli Menteri Koperasi UKM Rudi Wijaya sebuah fonomena baru dan terbanyak di Indonesia. “Setahu saya (pembentukan dan pendaftaran koperasi terbanyak) pertama di Indonesia,” ujar Staf Ahli dari Kementerian Koperasi RI Rudi Wijaya ketika menjadi pembicara dalam acara tersebut pada Jumat, 25 April 2025.

“Yang sudah dilakukan oleh Pemkab Gresik bisa menjadi tonggak sejarah dan saya berharap bisa diikuti oleh desa-desa lainnya di Indonesia,” katanya. 

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif, turut menambahkan perspektif penting dalam kesempatan tersebut. Ia menekankan bahwa kehadiran Koperasi Merah Putih bukanlah untuk berkompetisi dengan koperasi yang telah eksis, melainkan untuk memperkuat keseluruhan ekosistem perkoperasian di Gresik.

“Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) ini diharapkan dapat menjadi pilar penyangga dan memberikan dukungan bagi koperasi-koperasi yang sudah ada. Anggota koperasi wanita, KUD, maupun koperasi petani tetap memiliki peluang untuk bergabung. Bahkan, KDMP berpotensi berperan sebagai local lender dan menjalin kemitraan strategis melalui joint venture untuk membentuk unit usaha bersama, seperti unit penggilingan gabah,” jelas Wakil Bupati Alif.

Ditempat sama, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan atau Koperindag Gresik  Darmawan mengungkapkan pihaknya 

berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta para camat untuk mengawal secara intensif setiap musyawarah desa (musdes) dan rapat pendirian koperasi.

Pendampingan dilakukan melalui berbagai metode, baik pertemuan tatap muka langsung maupun melalui platform telekonferensi. Untuk mempercepat proses legalisasi, Pemerintah Kabupaten Gresik juga menggandeng 37 Notaris Pencatat Akta Koperasi (NPAK) yang secara strategis ditugaskan mendampingi setiap kecamatan.

Dengan keberhasilan membentuk 239 koperasi dalam waktu singkat, Kabupaten Gresik semakin mengukuhkan posisinya sebagai pionir nasional dalam gerakan pemberdayaan ekonomi desa berbasis koperasi. Pemerintah Kabupaten Gresik menargetkan seluruh proses pembentukan koperasi dapat diselesaikan 100% pada pekan pertama Mei 2025, sebelum pengesahan badan hukum secara final dilakukan pada bulan Juni mendatang. (yad)

Pemkab Gresik Tanggung Biaya Pendirian Koperasi Desa Merah Putih se- Gresik Selengkapnya