Diduga Pelaku TPKS ABK, Kakek 75 Tahun Ditangkap Unit PPA Satreskrim Polres Gresik 

GRESIK,1minute.id – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik kembali mengamankan pelaku dugaan kekerasan seksual pada perempuan. Kali ini, kakek berusia 75 tahun asal Kecamatan Ujungpangkah yang digiring ke rumah tahanan Polres Gresik.

Sebelumnya, ayah melakukan rudapaksa kepada anaknya selama 4 tahun, sejak anak masih di bangku sekolah menengah pertama pada 2021. Sedangkan, kejadian di Ujungpangkah ini, korbannya, anak berkebutuhan khusus berusia 20 tahun. Dugaan kekerasan seksual terjadi di rumah kakek berinisial S itu. Pelaku dan korban bertetanga. 

Kronologi Kejadian, pada Selasa, 28 Oktober 2025 sekitar pukul 10.00 WIB korban bermain ke rumah pelaku. Bukan kali pertama korban yang ABK bermain ke rumah pelaku berinisial S, 75 tahun itu. Sebab, korban dan pelaku adalah bertetanga. Saat kejadian yang memilukan itu terjadi, rumah kakek S dalam kondisi sepi. Entah setan apa yang merasuki pikiran lelaki lanjut usia itu. Pelaku memberi uang Rp 2.000 kepada korban agar korban menurutinya.

Orang tua korban melihat anak gadisnya keluar dari kamar pelaku pun curiga. Apalagi selama dua hari pascakejadian, kondisi anak juga berbeda. Pada 30 Oktober 2025, orang tua korban melaporkan kejadian ke Polres Gresik dengan Nomor LP/B/278/X/2025/SPKT/POLRES GRESIK/POLDA JATIM, terkait dugaan pelanggaran Pasal 6C Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

Berdasarkan laporan itu, tim yang dipimpin oleh Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik Ipda Hendri Hadiwoso melakukan serangkaian penyelidik dan penyidikan. Berdasarkan keterangan saksi dan barang bukti kemudian melakukan penangkapan terhadap terduga pelakunya, berinisial S, 75 tahun pada Jumat, 14 November 2025 sekitar pukul 14.00 WIB di sebuah warung kopi di Kecamatan Ujungpangkah.

“Pelaku memanfaatkan kerentanan korban sebagai ABK yang dianggap tidak mampu melawan,” ujar Kasatreskrim Polres Gresik AKP Abid Uais Al-Qarni Aziz pada Selasa, 18 November 2025. Petugas mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu buah kaos lengan pendek warna abu-abu, satu buah rok warna biru, satu pasang sandal warna merah.

Tersangka dijerat dengan Pasal 6C UU RI Nomor 12 Tahun 2022 tentang TPKS, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara dan/atau denda hingga Rp300 juta. Polres Gresik mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama ABK yang lebih rentan menjadi korban.

Mengajarkan batasan tubuh kepada anak, agar berani menolak sentuhan yang tidak pantas.Waspada terhadap perubahan perilaku anak, seperti ketakutan, menarik diri, atau perubahan emosi. “Segera melapor ke kepolisian “Lapor Cak Roma” di nomor 0811-8800-2006 apabila melihat atau mengalami tindak pidana apa pun,” tutupnya. (yad)

Diduga Pelaku TPKS ABK, Kakek 75 Tahun Ditangkap Unit PPA Satreskrim Polres Gresik  Selengkapnya

Perwakilan Melbourne University Apresiasi Inovasi Anak Kebutuhan Khusus, Wabup Gresik :  Gresik Jajaki Kolaborasi dengan Melbourne

GRESIK,1minute.id – Unit Pelaksana Teknis  Resource Center atau UPT RC Gresik kedatangan tamu istimewa. Tamu itu berasa dari Komisi Daerah Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian atau Komda PGPKT) Jawa Timur bersama Pengajar Audiologi dan Patologi Wicara dari Melbourne University Christopher Waterworth.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menyambut langsung tamu ingin meninjau langsung kinerja dan program inovatif yang telah dikembangkan oleh UPT RC Gresik yang berlokasi di Jalan Proklamasi, Gresik itu.

Selain itu, kunjungan itu juga menjajaki potensi kolaborasi dalam bidang pendidikan dan kesehatan yang dapat memberikan manfaat positif bagi anak-anak berkebutuhan khusus atau ABK di Kabupaten Gresik.

“UPT Resource Center Gresik telah menunjukkan berbagai inovasi dan komitmen yang luar biasa dalam penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak kita yang berkebutuhan khusus. Kami berharap kunjungan ini dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas, baik di tingkat regional maupun internasional,”harap Wabup Aminatun Habibah pada Selasa, 6 Agustus 2024.

Wakil Bupati berlatar pendidik itu, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam pendidikan inklusif. Hal ini dibuktikan dengan telah berdirinya tiga UPT Resource Center di Kabupaten Gresik untuk mengakomodir layanan pendidikan dan kesehatan pada anak berkebutuhan khusus.

“Pak bupati (Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Red) juga sudah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas SDM dan Infrastruktur UPT Resource Center. Disini, semua dinas terkait akan turun dan memberikan layanan yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan inklusif di Kabupaten Gresik,” tegas wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik ini.

Perwakilan dari Melbourne University terlihat antusias pendekatan kreatif dan inklusif dalam penyediaan sumber daya pendidikan di RC Gresik. Bu Min-sapaan akrab- Wabup Gresik Aminatun Habibah berharap pertemuan dapat membuka jalan bagi kerja sama akademik dan penelitian yang lebih mendalam antara Gresik dan Melbourne.

“Kedatangan kami kesini bermaksud untuk bertemu anak-anak spesial di UPT Resource Center Gresik dan melihat bagaimana pendidikan mereka. Dengan begitu, kami bisa melihat lebih dalam apa saja yang anak-anak ini butuhkan guna mendukung pendidikan yang sudah ada saat ini. Ini juga dalam rangka membangun konektivitas, dan mempererat hubungan antara Indonesia dan Australia,” terang Waterworth.

Menurutnya, pendidikan anak berkebutuhan khusus utamanya terkait penderita gangguan pendengaran merupakan isu yang ditemukan di banyak negara berkembang. Namun, patut di apresiasi bahwa di negara-negara ini terdapat kelompok-kelompok yang memiliki kepedulian terhadap isu tersebut.

“Disini kami melihat dari tahap deteksi gangguan pendengaran pada anak, edukasi pada masyarakat, hingga bagaimana pendidikan anak-anak tersebut. Dari situ kami akan mengembangkan inovasi-inovasi kedepan dan mengkaji bantuan seperti apa yang bisa kami berikan terkait kebutuhan anak-anak tersebut,” ujarnya.

UPT Resource Center merupakan memudahkan akses untuk anak berkebutuhan khusus untuk medapatkan layanan terpadu. Mulai dari kesehatan, hingga pendidikan. Saat ini UPT Resource Center Gresik terdapat di tiga tempat, yakni di Kecamatan Gresik, Kecamatan Wringinanom dan Pulau Bawean berjarak 80 mil laut dari pusat pemerintahan kabupaten Gresik. (yad)

Perwakilan Melbourne University Apresiasi Inovasi Anak Kebutuhan Khusus, Wabup Gresik :  Gresik Jajaki Kolaborasi dengan Melbourne Selengkapnya

World Hearing Day 2023, Wabup Gresik Dorong Pembelajaran ABK Gunakan Teknologi dan Islami

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengajak semua stakeholder untuk peduli pada anak berkebutuhan khusus (ABK). Pembinaan yang tepat, bisa berpotensi menemukan talenta dari ABK yang cemerlang.

Hal itu diungkapkan Bu Min- sapaan akrab- Wabup Aminatun Habibah pada acara peringatan Hari Pendengaran Sedunia (World Hearing Day) di Unit Pelayanan Teknis (UPT) Layanan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus pada Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik pada Kamis, 9 Maret 2023.

“Pendidikan dan pembinaan yang diberikan secara tepat akan memunculkan bakat terpendam dari ABK tersebut,” ungkap Wabup berlatar pendidik itu.

Menurut wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu, selain menggunakan pola teknologi dan pengetahuan yang baik.  Metode dalam mendidik anak dengan cara islami. Salah satunya yang sudah diterapkan yaitu membaca Al Quran isyarat metode Amakasa dan Amlaba.

Dikatakan, tujuan metode amakasa dengan bahasa isyarat tangan sambil bersuara ini anak-anak bisa berbicara atau mengaji. Sedangkan metode amlaba akan memudahkan anak dalam pembelajaran Al Quran dan memudahkan ABK membaca dan melatih melafalkan Al Qur’an.

“Dua metode ini harus selalu berkaitan, semoga metode ini mudah diterima dan bermanfaat sekali oleh anak anak dan dapat mengembangkan potensi yang mereka miliki,” harapnya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam waktu dekat akan mendirikan tiga lagi Resource Centre untuk wilayah utara, wilayah selatan dan Kepulauan Bawean.

“Pemerintah daerah juga akan mendorong desa. Menjadi desa inklusi yang dikhususkan untuk anak inklusi dan berkebutuhan khusus,” tegasnya. Peringatan World Hearing Day dihadiri oleh Direktur Hearing Aid East Java – Perth Australia Vicki Richardson, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto, Kepala UPT Resource Centre/layanan pendidikan ABK Gresik Innik Hikmatin, Perwakilan UPT Puskesmas Alun Alun dan UPT Puskesmas Sukomulyo serta Ketua Perhimpunan Ahli THT Bedah Kepala Leher Manusia (Perhati-KL) Jatim Utara dr. Nilo.

Pada kesempatan itu, mereka mengapresiasi fasilitas RC Gresik yang memiliki program membaca Al Quran isyarat dengan metode Amakasa dan Amlaba. (yad)

World Hearing Day 2023, Wabup Gresik Dorong Pembelajaran ABK Gunakan Teknologi dan Islami Selengkapnya

Permudah ABK Belajar, Pemkab Perbanyak Resource Centre

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik memberikan perhatian khusus bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Sebab, mereka memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak. 
Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah ketika meresmian SanggarAl-Ikhlas pada Kamis, 6 Januari 2022. Sanggar dan Sekolah Terapi anak-anak disabilitas itu berada di Desa Madumulyorejo, Kecamatan Dukun, Gresik.

Menurut Aminatun Habibah, Pemkab Gresik berkomitmen memberikan kesempatan sama bagi anak-anak penyandang disabilitas untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu.  Pemkab Gresik telah memfasilitasi melalui Resource Centre (RC) yang dikhususkan bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK).

Pemkab  berencana untuk menambah resource centre di wilayah Gresik Utara, Selatan dan Pulau Bawean. “Sebagai upaya kami agar Anak-anak berkebutuhan khusus tetap bisa memperoleh pendidikan yang layak,”katanya. 

Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah berharap, keberadaan Sanggar Al-Ikhlas ini terus berkembang dan bermanfaat bagi anak-anak yang berada di wilayah sekitar desa tersebut. “Sehingga anak penyandang disabilitas tidak sampai menempuh jarak yang jauh untuk tetap bisa sekolah,”harapnya. 

Ia menceritakan saat telah ditemukan inovasi pembelajaran Al-Quran bagi disabilitas dengan metode Amakasa. Motode itu dikembangkan salah satu guru di Gresik dan diakui oleh Kementerian Agama untuk dapat diterapkan di seluruh Indonesia. “Metode ini juga pernah menghantarkan salah satu siswa disabilitas menorehkan prestasi di even MTQ beberapa waktu yang lalu. Saya berharap sanggar ini juga nantinya menggunakan metode tersebut,”tuturnya.

Sementara itu, Asisten I Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur Benny Sampirwantomengatakan pembangunan di Jawa Timur telah menuju inklusifitas. Pembangunan dan renovasi insfrastruktur mulai berfokus pada inklusi sosial dengan penyediaan fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas. Antara lain, tempat pelayanan publik dan pelayanan pendidikan disabilitas. 

Disisi pendidikan sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 30/2018 tentang penyelenggaraan pendidikan inklusi Provinsi Jawa Timur bahwa seluruh sekolah di Jawa Timur telah mengarah ke sekolah inklusi yang juga mengatur tentang penyediaan tenaga pendidik khusus untuk sekolah yang menerima siswa berkebutuhan khusus. “Upaya Pemkab Gresik yang fokus memberikan perhatian bagi penyandang disabilitas ini harus didukung penuh,”ujarnya. (yad)

Permudah ABK Belajar, Pemkab Perbanyak Resource Centre Selengkapnya

Bhabinkamtibmas dan Vaksinator Naik Perahu Motor untuk Suntik Vaksin Awak Kapal Kargo

GRESIK,1minute.id – Pandemi Covid-19 belum berakhir. Jangan kendur mematuhi protokol kesehatan plus vaksin. Semangat itu ditujukan petugas Satgas Covid-19 Kecamatan Manyar pada Jumat, 29 Oktober 2021. Terik matahari tidak membuat petugas kehilangan semangat mengarungi lautan menggunakan perahu motor selama 45 menit. Petugas vaksinator didampingi Bhabinkamtibmas Polsek Manyar harus naik-turun kapal. 

Butuh keberanian dan kerja ekstra keras bagi petugas. Sasaran kali pertama adalah kapal kargo, MV Ammar yang sedang sandar di salah satu dermaga di kawasan Manyar.  Ada puluhan awak kapal yang belum mendapatkan vaksin. Sebab, sejak Maret 2021 kapal kargo yang di nakhodai Wahdjudin, 54, asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah itu  melakukan pelayaran. Sehingga mereka belum pernah mendapatkan vaksinasi. 

“Alhamdulillah akhirnya bisa vaksinasi. Terima kasih tim Puskesmas dan Polsek Manyar,”kata kapten kapal itu. 
Niko Santoso, 33, bapak dengan dua orang anak asal Bengkulu mengaku bersyukur. Bisa menerima vaksinasi di atas dak wing kapalnya. “Sudah lama Saya ingin divaksin, akan tetapi waktu kesehariannya dihabiskan mengarungi samudera, tidak sempat mendatangi gerai vaksin di daratan,”katanya semangat. 

Petugas vaksinator menyuntik awak kapal  diatas dak kapal.  Setelah semuanya mendapatkan vaksinasi dan tidak keluhan. Petugas meninggalkan MV Ammar. Sasaran berikut adalah tagboat (TB), yakni TB Laurel dan TB Grenada. Kedua TB menarik  kapal tongkang  bermuatan batu bara. Semua kru kapal antusias menerima vaksin Covid-19 dibawah tenda kecil diatas dak kapal.

Kepala UPT Puskesmas Manyar dr Ovaldo Kurniawan menerangkan, vaksinator telah memberikan sebanyak 46 dosis vaksin. Baik dosis pertama maupun kedua. “Vaksinator menyiapkan jenis Sinovac dan AstraZeneca, menyesuaikan kondisi daripada kru kapal,” terangnya.
Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis melalui Kapolsek Manyar AKP Windu Priyo Prayitno mengatakan, meski tren Covid-19 mereda. Bahkan, Gresik telah masuk level 2. Namun, pihaknya bersama Puskesmas Manyar terus melakukan vaksinasi kepada masyarakat yang belum divaksin. 

“Kami berkoordinasi dengan Puskesmas Manyar untuk terus melakukan vaksinasi bagi masyarakat yang belum divaksin,”kata mantan Kasat Sabhara Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya itu. Ia  mengimbau masyarakat yang belum divaksin, agar mendatangi gerai vaksin terdekat untuk bisa menerima vaksin Covid-19.
“Vaksinasi diatas kapal kargo dan tugboat ini guna mempercepat terbentuknya kekebalan komunal. Juga ikhtiar menyudahi pandemi Covid-19 yang berkepanjangan,”pungkasnya.

Ada cerita menarik, ketika vaksinasi dilakukan diatas dak kapal kargo. Seorang vaksinator gemetaran ketika naik tangga kapal. “Ternyata, ia phobia ketinggian. Bhabinkamtibmas Polsek Manyar terus memberikan semangat,”kata polisi. (yad)

Bhabinkamtibmas dan Vaksinator Naik Perahu Motor untuk Suntik Vaksin Awak Kapal Kargo Selengkapnya