2026 : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Komitmen Percepat Penanganan RTLH dan Tuntaskan Infrastruktur Pendidikan

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan Pemkab Gresik akan semakin memperkuat fokus pelayanan dasar sebagai wujud APBD yang berpihak pada kemajuan dan kesejahteraan masyarakat pada Tahun Anggaran 2026.

“APBD 2026 harus benar-benar kembali kepada rakyat. Setiap rupiah anggaran akan diarahkan pada layanan dasar yang nyata, merata, dan tepat sasaran,” tegas Gus Yani , sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani saat memberikan sambutan pada rapat paripurna di Gedung DPRD Gresik pada Selasa, 2 Desember 2025.

Komitmen Fandi Akhmad Yani itu mempertegas berbagai program prioritas pemerintah daerah yang telah menunjukkan progres positif dan signifikan. Program tersebut meliputi peningkatan kualitas permukiman, penyediaan air bersih, pembangunan sarana pendidikan, hingga revitalisasi ruang publik.

Pemkab Gresik akan mempercepat pembangunan RTLH di Kabupaten Gresik. Desain RTLH di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, tercatat mengalami perkembangan positif. Per 26 November 2025, peningkatan kualitas rumah mencapai 39 unit dari total 43 unit, sementara pembangunan rumah baru mencapai 50 unit dari 102 unit. (Foto: Istimewa)

Pada sektor perumahan, program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, tercatat mengalami perkembangan positif. Per 26 November 2025, peningkatan kualitas rumah mencapai 39 unit dari total 43 unit, sementara pembangunan rumah baru mencapai 50 unit dari 102 unit.

Ia menyampaikan bahwa Pemkab Gresik berkomitmen mempercepat penanganan RTLH sebagai bentuk keberpihakan kepada warga kurang mampu, agar mereka dapat tinggal di hunian yang lebih sehat dan aman. “Pemkab menargetkan pemerataan bantuan RTLH hingga seluruh kecamatan, karena kawasan kumuh harus ditangani secara menyeluruh,” ujar Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Ia menambahkan, permukiman kumuh tidak hanya ditandai rumah rusak atau jalan becek, tetapi juga kondisi warga yang tinggal tanpa kepastian hukum atas tanah, tanpa sanitasi yang layak, dan tanpa akses air bersih. “Program ini bukan sekadar soal anggaran, melainkan harapan masyarakat untuk memiliki rumah layak huni, kepastian hukum atas tanah, serta lingkungan yang aman dan sehat,” imbuh mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Pada sektor air bersih, Pemkab Gresik telah menyelesaikan pembangunan reservoir di Kecamatan Duduksampeyan dan Kebomas. Infrastruktur ini diharapkan mampu mengatasi kekurangan air bersih di sejumlah wilayah sehingga distribusi air PDAM Gresik semakin merata.

“Pembangunan reservoir baru ini merupakan langkah strategis untuk menjangkau rumah-rumah pelanggan. Dengan infrastruktur ini, layanan distribusi air bisa semakin merata. Pemkab berkomitmen memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses air bersih, terpenuhi tanpa hambatan,” ujarnya.

Di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Pemkab Gresik juga tengah membangun prasarana air bersih untuk mendukung pendirian Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT). Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk menunjang kenyamanan dan keamanan lingkungan pendidikan. Ia menegaskan bahwa pemenuhan layanan air bersih di kawasan itu menjadi prioritas.

“Pemkab telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan layanan air bersih berfungsi optimal sehingga fasilitas pendidikan nonformal dapat berjalan baik dan nyaman,” tegas dia.

GEDUNG Gresik Universal Science (GUS) di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik dalam waktu dekat akan diresmikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ( Foto : Istimewa)

Dalam pengembangan sarana pendidikan dan literasi sains, pembangunan Gresik Universal Science Center (GUS) di kompleks Islamic Center Balongpanggang kini memasuki tahap akhir. Fasilitas ini dirancang sebagai pusat edukasi publik berbasis teknologi dan diproyeksikan menjadi ikon baru pembelajaran sains di Gresik.

“Fasilitas ini kami rancang sebagai ruang edukasi publik yang interaktif, modern, dan mudah diakses. Harapannya, pusat sains ini mendorong minat anak-anak terhadap teknologi, penelitian, dan inovasi,” terangnya.

Bupati Fandi Akhmad Yani menambahkan, GUS akan menjadi pusat aktivitas kreatif masyarakat yang dapat dimanfaatkan untuk belajar, berekreasi, dan mengembangkan kreativitas. “Museum yang menjadi bagian dari GUS akan menampilkan konten kearifan lokal dengan teknologi modern agar tetap menarik dan relevan bagi generasi masa kini,” pungkasnya. (yad/adv)

2026 : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Komitmen Percepat Penanganan RTLH dan Tuntaskan Infrastruktur Pendidikan Selengkapnya

SIG Wujudkan Mimpi Ratusan Jiwa Warga Nikmati Air Bersih di Tuban

GRESIK,1minute.id –  Ratusan jiwa warga Dusun Bulu dan Dusun Mah Beser di Desa Tuwiri Kulon, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur semringah. Sebab, mimpi mereka selama puluhan tahun bisa menikmati air bersih bisa teralisasi. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) yang mewujudkan mimpi warga tersebut dengan membangun tandon air berkapasitas 12 ribu liter.

Pembangunan itu sebagai wujud komitmen SIG untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.  SIG membangun sarana dan prasarana air bersih berupa tandon air atas berkapasitas 12.000 liter dan tandon air bawah dengan kapasitas 8.000 liter, serta pipanisasi sepanjang 2 km yang dilengkapi sistem distribusi air ke rumah-rumah warga. Bantuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini menjadi solusi konkret yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya di dua dusun yang selama ini mengalami krisis air bersih.

Kepala Desa Tuwiri Kulon Dasmiyati, menyampaikan apresiasi atas kontribusi SIG yang dinilai konsisten memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat. Berkat bantuan SIG, kini warganya dapat menikmati kemudahan akses air bersih yang tersalurkan langsung ke rumah.

“Kami, atas nama pemerintah desa dan masyarakat Tuwiri Kulon, menyampaikan terima kasih kepada SIG yang tidak hanya hadir sebagai pelaku industri, tetapi juga mitra pembangunan desa yang aktif mendampingi masyarakat,” ujar Dasmiyati.

Dasmiyati mengaku sebelumnya warga harus membeli air bersih hingga 4 tangki dengan kapasitas 5.000 liter setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan air sehari hari dan untuk minuman ternak. Biaya yang dikeluarkan pun cukup membebani. “Kini, dengan adanya sumur bor, serta bantuan tandon air dan jaringan pipa dari SIG, warga cukup membayar iuran bulanan yang jauh lebih murah. Saat ini sudah ada 94 kepala keluarga yang merasakan manfaat dari program ini,” kata Dasmiyati.

Menurut Dasmiyati, pengadaan sarana dan prasarana air bersih ini dijalankan melalui skema pembiayaan bersama. Pengeboran sumur didanai Dana Desa (DD), sementara sistem pipanisasi hingga ke rumah warga difasilitasi program TJSL dari SIG. Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) mengelola fasilitas air bersih ini sehingga operasional dan keberlanjutannya dapat terjaga.

Dampak positif juga dirasakan langsung oleh warga, salah satunya Rasidan, 77, warga Dusun Bulu. Dia menyampaikan rasa syukur atas fasilitas air bersih yang kini mengalir langsung ke rumah warga. “Dulu kami harus beli air, mahal. Tapi sekarang sudah mengalir ke rumah dan biayanya ringan. Terima kasih kepada SIG dan pemerintah desa yang telah memperjuangkan ini untuk warga,” ungkap Rasidan.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, SIG senantiasa menjalankan program TJSL secara terukur dan berkelanjutan melalui pendekatan kolaboratif dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah desa dan masyarakat. Pendekatan ini menjadi kunci agar setiap program yang dijalankan benar-benar menjangkau masyarakat dan menciptakan dampak jangka panjang.

“SIG tidak hanya berfokus pada operasional bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk turut membangun kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Akses terhadap air bersih adalah kebutuhan dasar yang menjadi prioritas dalam mendukung kesehatan, produktivitas, dan kesejahteraan warga. Harapannya, infrastruktur air bersih ini tidak hanya dimanfaatkan secara optimal, tetapi juga dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan untuk keberlangsungan generasi berikutnya,” ujar Vita Mahreyni. (yad)

SIG Wujudkan Mimpi Ratusan Jiwa Warga Nikmati Air Bersih di Tuban Selengkapnya

Hari Pertama Ngantor, Wabup Gresik Blusukan ke SDN 16 Gresik dan Sidak Air Bersih di Pranti

GRESIK,1minute.id –  dr Asluchul Alif langsung tancap gas. Di hari pertama, Jumat, 21 Februari 2025 sebagai Wakil Bupati Gresik langsung blusukan ke Kecamatan Kedamean. Dokter Alif, sapaan akrabnya, meninjau kondisi infrastruktur pendidikan dan sanitasi warga. 

Salah satu sekolah yang menjadi perhatiannya adalah UPT SMP Negeri 16 Gresik yang mengalami kerusakan cukup parah. Ia meninjau sejumlah ruang kelas yang mengalami kerusakan, seperti plafon yang ambrol, tembok dan lantai yang retak, serta ruang bimbingan konseling yang tidak layak digunakan.

“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berkomitmen untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan. Pada 2025, perbaikan sekolah yang mengalami kerusakan akan menjadi prioritas utama,” ujar dr Alif pada Jumat, 21 Februari 2025.

Ia didampingi Staf Ahli Bupati bidang Fisik dan Prasarana Johar Gunawan, Sekretaris Dinas Pendidikan  Herawan Eka Kusuma, serta Kepala Bidang Bina Pemerintah Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa atau PMD Rian Pramana Suwanda.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengunjungi sekolah-sekolah lain yang mengalami kondisi serupa. Menurutnya, laporan mengenai sekolah rusak di Kabupaten Gresik telah diterima hingga ke Komisi IV DPR, dan data tersebut akan disinkronkan terlebih dahulu dengan Dinas Pendidikan Gresik.

Selain itu, dr. Alif menjelaskan bahwa Instruksi Presiden atau Inpres nomor 1 Tahun 2025 akan dimanfaatkan secara efisien untuk mempercepat renovasi sekolah. “Kami akan berupaya menyelesaikan masalah ini secepat mungkin, baik melalui anggaran pusat, dana CSR, maupun sumber pendanaan lainnya,” tegasnya. “Kami tidak ingin lagi mendengar ada sekolah yang ambruk atau plafon yang jebol. Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus segera diselesaikan,” tambahnya.

Setelah meninjau SD Negeri 16 Gresik, Wabup Alif melanjutkan inspeksi ke Desa Pranti, Kecamatan Menganti, untuk mengecek pelayanan air bersih bagi warga. Dalam kesempatan tersebut, dr. Alif didampingi Kepala Desa Pranti Hardi, meninjau saluran air bersih yang dialirkan ke rumah-rumah warga.

“Fasilitas air bersih menjadi salah satu target utama kami agar seluruh masyarakat dapat menikmati akses air bersih dengan mudah. Ini penting untuk mewujudkan pola hidup sehat serta mendukung program pembangunan di Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Pemkab Gresik akan terus berupaya meningkatkan akses air bersih demi kesejahteraan masyarakat. “Saya berharap masyarakat semakin mudah mengakses kebutuhan air bersih, terutama untuk keperluan rumah tangga. Dengan begitu, kesejahteraan dan kesehatan warga akan meningkat, termasuk dalam upaya menurunkan angka stunting,” katanya.

Untuk merealisasikan visi-misi pembangunan periode 2025-2030, dr. Alif menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat. “Dari data yang ada, sebanyak 385 warga di Desa Pranti membutuhkan akses air bersih, namun hingga saat ini baru 80 warga yang telah mendapatkan aliran air. Ini menjadi persoalan yang harus segera kami selesaikan agar seluruh warga Desa Pranti dapat menikmati air bersih,” pungkasnya. (yad)

Hari Pertama Ngantor, Wabup Gresik Blusukan ke SDN 16 Gresik dan Sidak Air Bersih di Pranti Selengkapnya

Bupati Gresik Wujudkan Mimpi Warga Duduksampeyan Nikmati Air Bersih, Merista Dedy Hartandi : Puluhan Tahun Gunakan Air Tadah Hujan

GRESIK,1minute.id – Merista Dedy Hartandi terharu. Sebab, puluhan tahun penantian warga Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Jawa Timur akhirnya bisa menikmati air bersih dari Perumda Giri Tirta Gresik.

Selain mendapatkan air bersih, ribuan warga juga mendapatkan sambungan rumah atau SR secara gratis. Jumlahnya, 6.169 SR. Berdasarkan data Perumda Giri Tirta Gresik biaya peyambungan sebesar Rp 1.750.000 per sambungan rumah.

Selain SR gratis, Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman atau DCKPKP Gresik telah menuntaskan pembangunan dua unit reservoir air yang masing-masing memiliki kapasitas 500 kubik itu. Reservoir Bunder dengan kapasitas 1000 kubik di Jalan Raya Duduksampeyan ini adalah kali pertama di kabupaten Gresik. 

Dedy mengatakan, puluhan tahun untuk mandi, cuci dan kakus alias MCK warga mengandalkan air hujan. Hampir semua rumah di Kecamatan Duduksampeyan memiliki tando air di rumahnya. Ukuran tando air bervariasi. “Ada tandon air yang sebesar kamar tamu,” kata Camat Duduksampeyan itu.

Tandon air bagi warga di Kecamatan Duduksampeyan sangat vital. Sebab, pada saat musim kemarau tiba, air bagaikan emas. “Kalau tidak ada hujan atau musim kemarau mereka harus membeli air tangkian. Satu tangki itu harganya ada Rp 180 ribu, Rp 200 ribu per tangki per minggu. Sebulan 4 kali sudah kelihatan Rp 800 ribu untuk pembelian air,” ujar Dedy. 

Karena itulah, warga sangat senang dan terharu ketika masa pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah bisa merealisasikan mimpi puluhan tahun warga menikmati air bersih. 

“Luar biasa apalagi sambungan rumah gratis banyak warga yang terharu sampai meneteskan air mata. Luar biasa terima kasih,” ujar Dedy ditemui di sela Istighotsa dan Doa bersama dalam rangka Pelayanan Sistem Pengadaan Air Minum atau SPAM Reservoir Duduksampeyan pada Senin, 10 Februari 2025. (yad)

Bupati Gresik Wujudkan Mimpi Warga Duduksampeyan Nikmati Air Bersih, Merista Dedy Hartandi : Puluhan Tahun Gunakan Air Tadah Hujan Selengkapnya

Krisis Air Bersih, Polres Gresik Gelontorkan 10 Ribu Liter untuk Warga Dua Desa

GRESIK,1minute.id – Musim kemarau belum berakhir. Warga di sejumlah desa kelimpungan mencari air bersih. Polres Gresik kembali turun tangan menggelontor 10 ribu liter air bersih ke Desa Kambingan dan Desa Dungus, Kecamatan Cerme pada Selasa, 31 Oktober 2023. Distribusi air bersih itu dipimpin langsung Kapolsek Cerme Iptu Andik Asworo.

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom mengatakan baksos air bersih ini dilakukan untuk membantu warga karena kemarau panjang yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Gresik. Kepedulian Polri untuk membantu warga mendapatkan air bersih.

“Berharap kegiatan ini dapat membantu meringankan beban warga masyarakat Desa Kambingan dan Dungus yang membutuhkan air bersih,” ucap Kapolres Gresik Adhitya Panji Anom. 

Sementara itu, Kapolsek Cerme Iptu Andik Asworo menambahkan kegiatan ini untuk membantu warga masyarakat yang membutuhkan air bersih. “Mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat. Kegiatan bakti sosial ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, Polri selalu hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam masa-masa sulit seperti saat ini,” tegasnya. (yad)

Krisis Air Bersih, Polres Gresik Gelontorkan 10 Ribu Liter untuk Warga Dua Desa Selengkapnya

Krisis Air Bersih Dampak El Nino, SIG Gelontorkan 906 Ribu Liter Air Bersih di Tiga Provinsi

GRESIK,1minute.id – Kemarau berkepanjangan dampak dari El Nino mengakibatkan sejumlah daerah mengalami kelangkaan air bersih. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui anak usahanya, PT Semen Padang, PT Semen Gresik, PT Semen Tonasa dan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), bergerak cepat membantu masyarakat dengan menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 906 ribu liter atau 192 unit tangki air masing-masing berisi 5 ribu liter.

Distribusi bantuan air bersih telah dimulai sejak September hingga Oktober 2023 di empat kabupaten/kota di tiga provinsi meliputi Sumatra Barat, Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan. Di Sumatra Barat, bantuan air bersih sebanyak 46 ribu liter disalurkan oleh PT Semen Padang kepada masyarakat di Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. 

Sementara di Jawa Tengah, sebanyak 400 ribu liter air bersih disalurkan oleh PT Semen Gresik kepada masyarakat di 14 desa di 9 Kecamatan di Kabupaten Rembang, serta 350 ribu liter air bersih disalurkan oleh SBI Pabrik Cilacap kepada masyarakat di sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap.

Adapun di Sulawesi Selatan, bantuan air bersih disalurkan oleh PT Semen Tonasa ke beberapa fasilitas publik di Kabupaten Pangkep, seperti RSUD Batara Siang sebanyak 80 ribu liter, Puskesmas Kalabbirang sebanyak 5 ribu liter dan Masjid Taqwa Biring Ere sebanyak 25 ribu liter. Selain itu, sejak 2012 PT Semen Tonasa secara rutin memberikan bantuan air bersih kepada warga di Desa Bulu Cindea sebanyak 90 ribu liter per hari.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, bantuan air bersih ini merupakan bukti kepedulian SIG terhadap masalah sosial akibat kekeringan yang sedang dihadapi oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya mereka yang berada di sekitar wilayah operasional Perusahaan. Program ini tidak hanya sejalan dengan pilar keberlanjutan SIG untuk Menciptakan Nilai untuk Karyawan dan Komunitas, tetapi juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan nomor 6 yaitu memastikan ketersediaan serta pengelolaan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan untuk semua orang.

“SIG menyadari bahwa keberadaan air bersih sangat penting bagi keberlanjutan hidup dan kesejahteraan manusia terutama di tengah situasi kekeringan berkepanjangan yang terjadi karena dampak El Nino seperti sekarang . Dengan adanya program bantuan air bersih ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” kata Vita Mahreyni.

Selain menyalurkan air bersih untuk membantu menopang kebutuhan masyarakat, SIG juga telah membangun embung di wilayah operasi dan reklamasi, di antaranya di lahan reklamasi Tuban seluas total 720.000 meter persegi dengan kapasitas penampungan air 6 juta m3, di Pabrik Rembang seluas 5.119 meter persegi yang berkapasitas 15.000 m3. Embung tersebut berfungsi untuk membantu masyarakat sekitar dalam memenuhi kebutuhan air bersih terutama untuk pertanian dan perkebunan.

Sedangkan, PT Semen Tonasa juga memiliki kolam seluas 58,56 ha di lahan reklamasi yang digunakan untuk reservoir sebagai cadangan air untuk kebutuhan pabrik. (yad)

Krisis Air Bersih Dampak El Nino, SIG Gelontorkan 906 Ribu Liter Air Bersih di Tiga Provinsi Selengkapnya

23 Tahun Menunggu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Wujudkan Mimpi Warga 3 Kelurahan Menikmati Air Bersih

GRESIK,1minute.id – Ratusan warga di tiga kelurahan Lumpur, Kroman dan Kemuteran, Kecamatan/Kabupaten Gresik semringah. Mereka senang karena mimpi selama 23 tahun menikmati air bersih dari Perumda Giri Tirta akhirnya terkabul. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meresmikan program Pemasangan sambungan pelanggan baru pada Senin, 15 Mei 2023.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, ini merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad mengapresiasi kinerja dan kolaborasi 2 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bank Gresik dan Perumda Giri Tirta. Bank Gresik memberikan kredit lunak kemudian Perumda Giri Tirta melakukan pemasangan sambungan.

“Ini merupakan komitmen Pemkab dan 2 BUMD di Gresik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakatnya. Dengan tujuan agar semua warga dapat menikmati air bersih,” kata Gus Yani. 

Dikatakan, hampir 23 tahun warga di 3 kelurahan tidak menikmati jaringan air bersih. Mereka selama ini memakai air bawah tanah. Dirinya berharap melalui pemasangan sambungan air bersih ini derajat kesehatan masyarakat meningkat.

“PDAM berupaya mendistribusikan air layak minum, karena ini sudah ada Kemenkes. Sumber air ini disalurkan dari Bendung Gerak Sembayat (BGS), yang selama ini hak layak air minum tidak dirasakan oleh masyarakat 3 kelurahan,” ujarnya.

Selain itu, Bank Gresik melakukan Finance pinjaman lunak untuk pemasangan sambungan, mereka membayar 7500 perhari. Ini merupakan bentuk fleksibilitas Bank Gresik. Kita tinggal petakan mana saja yang punya potensi, PDAM mengumpulkan minimal 100 pelanggan baru 1 titik.

“Ini sebagai wujud nyata dari komitmen pemerintah bersama Perumda Giri Tirta dan Bank Gresik untuk pemenuhan air bersih masyarakat Kabupaten Gresik,” pungkasnya.

Usai sambutan Bupati Gresik secara simbolis membuka kran sambungan air di dampingi Direktur Utama (Dirut) Perumda Giri Tirta Kurnia Suryandi dan Dirut Bank Gresik Alkusani

di rumah salah satu warga Kelurahan Kemuteran. Bupati Fandi Akhmad Yani yang didampingi Asisten II Eddy Hadisiswoyo, Camat Gresik Arif Wicaksono melihat secara langsung sambungan air bersih warga di Kelurahan Kroman dan Kelurahan Lumpur.

Sementara itu, salsh satu warga Kelurahan Kemuteran Bu Mus mengaku senang dan terharu. Menurutnya kehadiran air bersih dari PDAM ini sudah lama diinginkan. “Terima kasih kepada Bapak Bupati Gresik sudah memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan kami,” katanya. (yad)

23 Tahun Menunggu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Wujudkan Mimpi Warga 3 Kelurahan Menikmati Air Bersih Selengkapnya

Penantian 30 Tahun Warga Kedanyang Mendapatkan Air Bersih Teralisasi, Air dari Umbulan Siap Minum

GRESIK,1minute.id – Penantian panjang ribuan warga Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik mendapatkan air bersih akhirnya bisa menjadi kenyataan. Penantian selama 30 tahun. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menggaratiskan pemasangan sambungan rumah tangga. Tahun ini, air bersih dari Perusahaan Daerah (Perumda) Giri Tirta mancur.

Masyarakat Desa Kedanyang menyambut suka cita. Mereka menggelar doa bersama di Balai Desa setempat pada Senin sore, 4 Juli 2022. Doa bersama itu menandai dimulainya sosialisasi pembangunan jaringan perpipaan air bersih dan sambungan rumah gratis itu dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. “Apa yang dilakukan hari ini (Senin) merupakan suatu bentuk komitmen dari pemerintah Kabupaten Gresik kepada masyarakat,”ujarnya.

Sosialisaso pembangunan jaringan perpipaan air bersih dan sambungan rumah gratis di Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala Dinas Cipta Karya dan Kawasan Permukiman (DCK-PKP) Gresik Ida Lailatussa’diyah serta Direktur Utama Perumda Giri Tirta Gresik Kurnia Suryandi. 

Pembangunan jaringan perpipaan air bersih dengan total panjang 25,90 kilometer serta 4 ribu sambungan rumah gratis dibiayai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK). Biaya pemasangan sambungan rumah tangga normal Rp 1,7 juta gratis. Untuk warga Desa Kedanyang sebanyak 3.500 sambungan rumah tangga. Sisanya, 500 sambungan rumah untuk masyarakat lainnya. Air bersih berasal dari sumber air Umbulan. 

“Mudah-mudahan dengan pemerintah daerah yang menunjuk Perumda Giri Tirta selaku badan usaha milik daerah penyedia air bersih, tahun ini air bisa mancur di Desa Kedanyang, jadi apa yang diharapkan masyarakat Desa Kedanyang bisa benar-benar terealisasi,”ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. 

Fandi Akhmad Yani melanjutkan, air bersih nantinya  bersumber dari Umbulan, Pasuruan yang memiliki kualitas baik. “Air yang bisa dinikmati masyarakat Kedanyang nantinya merupakan air dengan kualitas air minum, sehingga bisa langsung di minum,”imbuhnya. 

Kepala Desa Kedanyang Ahmad Mustofa tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Ia pun mengucapkan matur nuwun karena harapan, mimpi warga menikmati air bersih dari Giri Tirta Gresik teralisasi. “Hari ini saya turut merasa bersyukur sekali, karena setelah 30 tahun lamanya kita setiap hari khususnya di musim kemarau menanggung pengeluaran yang lebih dalam hal air bersih. Serapan air berkurang dan sumur-sumur mulai kering, jadi pembangunan jaringan perpipaan air bersih ini sangat kita perlukan,”terang Mustofa.

Sebagai pendukung ketersediaan air bersih, disamping pemasangan pembangunan jaringan perpipaan air bersih dan sambungan rumah gratis yang dimulai hari ini, Pemkab Gresik  juga mempersiapkan pembangunan reservoir Bunder. Reservoir ini akan menyuplai kebutuhan air bersih masyarakat Gresik utamanya di Kecamatan Kebomas dan Kecamatan Duduksampeyan. (yad)

Penantian 30 Tahun Warga Kedanyang Mendapatkan Air Bersih Teralisasi, Air dari Umbulan Siap Minum Selengkapnya