Polres Gresik Buka Satpas Layanan SIM di Pulau Bawean

GRESIK,1minute.id – Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas)Polres Gresik kini menghadirkan layanan jemput bola berupa penerbitan SIM C baru serta perpanjangan SIM A dan SIM C yang dapat diakses langsung di Satpas Percobaan Bawean.

Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor UPTD Bawean, Gresik pada Senin, 30 Juni 2025, adalah kado manis dari Polri yang akan merayakan HUT ke-79 Bhayangkara setiap 1 Juli kepada warga di pulau terluar di Kabupaten Gresik itu. Komitmen Polri sebagai bentuk nyata peningkatan kualitas layanan publik dan pemerataan akses pelayanan kepolisian.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu melalui Kasat Lantas Polres Gresik AKP Rizki Julianda Putera Buna mengatakan, inisiatif tersebut merupakan upaya untuk memangkas jarak sekaligus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat Bawean yang selama ini harus menempuh perjalanan laut ke daratan Gresik untuk mengurus SIM.

“Selama ini masyarakat Bawean harus mengeluarkan waktu, tenaga, dan biaya lebih untuk menyeberang ke Gresik hanya untuk mengurus SIM. Dengan layanan di Satpas Percobaan Bawean ini, kami ingin menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dan mudah dijangkau,” ujar AKP Rizki.

Dalam pelaksanaannya, pelayanan di Satpas Percobaan Bawean melibatkan tim gabungan dari petugas Satpas, petugas psikologi, dan petugas kesehatan dari Dokkes Polres Gresik. Proses pengurusan dilakukan secara terpadu, mulai dari pendaftaran, pemeriksaan kesehatan dan psikologi, hingga ujian dan pencetakan SIM.

Tak hanya itu, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi tentang perpanjangan SIM secara online melalui aplikasi SINAR serta edukasi terkait pentingnya tertib berlalu lintas dalam rangka mendukung Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcar Lantas).

Antusiasme masyarakat Bawean terhadap layanan ini cukup tinggi. Tercatat sebanyak 98 orang mendaftar sebagai pemohon SIM C baru. Dari jumlah tersebut, 21 SIM berhasil dicetak, serta 2 pemohon perpanjangan SIM C juga telah dilayani. “Kegiatan seperti ini sejalan dengan upaya kami meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas dan mempermudah akses layanan publik,” pungkas AKP Rizki.

Satlantas Polres Gresik menegaskan bahwa pelayanan ini bukan yang terakhir. Program serupa akan terus dikembangkan sebagai bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat, hingga ke pelosok negeri. (yad)

Polres Gresik Buka Satpas Layanan SIM di Pulau Bawean Selengkapnya

Satgas Wakaf Gresik Akselerasi Sertipikasi Tanah Wakaf, Fokus Pulau Bawean 

GRESIK,1minute.id –  Komitmen Kantor Pertanahan Gresik dalam mendukung percepatan legalisasi aset umat kembali dibuktikan melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Wakaf di Ruang Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran pada Jumat, 23 Mei 2025.

Rapat dipimpin oleh Ketua Satgas Yuridi Wasono Gigih Lanang Sejati, dan diikuti oleh seluruh tim teknis lapangan. Rapat tersebut merupakan tindak lanjut konkret dari kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang dilaksanakan sehari sebelumnya di Aula Kanwil BPN Provinsi Jawa Timur. 

Dalam forum itu, Kantor Pertanahan Gresik memaparkan capaian progresif dan tantangan riil di lapangan dalam upaya percepatan sertipikasi tanah wakaf di wilayah Gresik, termasuk Bawean.

“Kita butuh kolaborasi yang adaptif dan strategi lapangan yang responsif terhadap kondisi sosial dan geografis masyarakat. Setiap masukan dari tim lapangan menjadi pondasi penting untuk penyempurnaan skema kerja kita,” ujar Wasono dalam arahannya.

Dalam rapat, sejumlah isu utama dibahas secara konstruktif, mulai dari minimnya dokumen dari nazhir, rendahnya literasi hukum masyarakat, hingga kendala geografis di sejumlah lokasi. Namun demikian, Satgas berhasil menyusun berbagai langkah taktis, di antaranya ; Meningkatkan sinergi dengan KUA dan tokoh masyarakat ; Pendekatan persuasif berbasis edukasi kepada nazhir dan ahli waris; dan Penjadwalan ulang kegiatan lapangan pada lokasi prioritas.

Fokus Bawean: Akselerasi di Wilayah Terpencil

Salah satu agenda penting adalah persiapan pemberangkatan tim lapangan ke Pulau Bawean — kawasan dengan potensi tanah wakaf tinggi namun masih minim legalitas akibat keterbatasan akses. Dalam arahannya, Wasono menekankan pentingnya kesiapan logistik, dukungan perangkat kerja, serta koordinasi intensif dengan pemangku wilayah setempat.

“Penanganan di Bawean harus fleksibel namun terukur. Kita ingin menjamin bahwa tidak ada satu pun aset wakaf umat yang terlewat hanya karena tantangan geografis,” tegasnya.

Rapat juga menyepakati penguatan sistem monitoring berbasis data untuk memastikan transparansi dan keterpantauan progres di setiap titik lokasi. Ke depan, koordinasi serupa akan digelar secara periodik sebagai bentuk konsistensi dan komitmen dalam mengawal program strategis nasional ini.

Membangun Layanan Pertanahan yang Berkeadilan

Kegiatan ini ditutup dengan semangat kolaboratif seluruh tim untuk terus memperkuat pelayanan pertanahan yang inklusif, terutama bagi kepentingan sosial-keagamaan umat. Satgas Percepatan Wakaf Gresik optimistis, dengan sinergi dan strategi yang tepat, percepatan legalisasi tanah wakaf akan semakin optimal dan berdampak nyata bagi masyarakat. (yad)

Satgas Wakaf Gresik Akselerasi Sertipikasi Tanah Wakaf, Fokus Pulau Bawean  Selengkapnya

3 Hari Puncak Arus Balik Lebaran di Pelabuhan Gresik Lancar, Penumpang Kapal Meningkat 8,81 Persen

GRESIK,1minute.id – Arus balik lebaran melalui moda transportasi laut di Pelabuhan Gresik mengalami kenaikkan 8,81 persen dibanding periode sama tahun 2024. Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan atau KSOP kelas II Gresik mencatat puncak arus balik dari Pelabuhan Sangkapura, Pulau Bawean tujuan Pelabuhan Gresik terjadi selama 3 hari,  mulai Sabtu sampai Senin,  5 – 7 April 2025.

“Alhamdulillah, puncak arus balik Angkutan Laut Lebaran dari Pelabuhan Pulau Bawean menuju Pelabuhan Gresik terjadi selama 3 hari terakhir, yakni pada hari Sabtu, Minggu dan hari Senin lancar,” kata Kepala KSOP Kelas II Gresik Hotman Siagian pada Senin, 7 April 2025.

Ia mengatakan, pihak telah melakukan 

sejumlah langkan mengantisipasi lonjakan penumpang saat arus balik Lebaran 2025. Antisipasi yang dilakukan antara lain, menambah jadwal pelayaran kapal cepat, KM Express Bahari dari Pulau Bawean menuju Pelabuhan Gresik. Sebanyak tiga armada kapal yang dioperasikan dan digunakan untuk melayani penumpang dengan trayek Pelabuhan Gresik – Pelabuhan Pulau Bawean (PP). Tiga armada kapal itu,  yakni ;  KMP Gili Iyang, KM. Express Bahari 6F dan KM.Express Bahari 3F. 

“Langkah ini dilakukan guna mempercepat proses kepulangan para pemudik yang sebelumnya menyeberang dari Pelabuhan Gresik menuju Pelabuhan Pulau Bawean untuk merayakan Idul fitri,” ujar Hotman. 

Hotman juga menyampaikan, bahwa sinergitas dan kolaborasi para petugas Posko dari Instansi terkait berjalan dengan hasil optimal dan baik serta pelaksanaan berjalan dengan lancar. Hotman seakan tidak pernah lelah mengingatkan para petugas posko agar selalu berupaya memberikan pelayanan prima dan berikan yang terbaik kepada saudara kita yang sedang melaksanakan mudik lebaran . 

Para petugas Posko berada di Posko, Terminal Penumpang dan Dermaga untuk memberikan pelayanan prima dengan maksimal kepada masyarakat yang melaksanakan mudik serta menghadiri rapat Zoom dengan Posko Tingkat Pusat dan Rapat Korwil Jatim.

Ketua Posko Angkutan Laut Lebaran Pelabuhan Gresik 2025 Devry Andey, menyebut selama tiga hari puncak arus balik di mana kedua kapal cepat dengan membawa penumpang penuh sesuai kapasitas angkut.

“Dua kapal KM.Express Bahari mengangkut penumpang penuh dari Pelabuhan Bawean. Hari ini (Senin) juga masih ramai,” terang Devry, yang juga menjabat sebagai Kasi Lalu Lintas Angkutan Laut (Lala) KSOP Kelas II Gresik.

Data kegiatan angkutan lebaran H+7 pada Senin, 7 April 2025  sebagai berikut:

> Kedatangan 3.569 orang (penurunan 5,21% dibandingkan tahun 2024)

> Keberangkatan 6.245 orang (kenaikan 18,86% dibandingkan tahun 2024)

> Total: 9.814 orang (kenaikan 8,81% dibandingkan tahun 2024)

Kedatangan dan Keberangkatan Kapal:

– Kedatangan: 22 kapal (kenaikan 15,79% dibandingkan tahun 2024)

– Keberangkatan: 24 kapal (kenaikan 20% dibandingkan tahun 2024)

– Total: 46 kapal (kenaikan 17,95% dibandingkan tahun 2024)

“Secara keseluruhan hingga saat ini untuk pelaksanaan Posko Angkutan Laut Lebaran Tahun 2025 di Pelabuhan Gresik berjalan dengan baik dan lancar serta penumpang terlayani.” kata Devry Andey (yad) 

3 Hari Puncak Arus Balik Lebaran di Pelabuhan Gresik Lancar, Penumpang Kapal Meningkat 8,81 Persen Selengkapnya

Kajati Jatim Serahkan Bantuan dan Tinjau Huntara Korban Gempa Bawean

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mendampingi Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Mia Amiati memberikan bantuan sosial dan meninjau kondisi rumah yang hancur dan hunian sementara atau huntara korban bencana alam gempa bumi di Bawean pada Selasa, 28 Mei 2024.

Mia Amiati  bersama rombongan tampak berkeliling melihat kondisi Huntara, simulasi sekolah tahan gempa dan trauma healing oleh Dinas Sosial, dan pelayanan kesehatan gratis untuk lansia dan ibu hamil dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik.

Kajati Jatim Mia Amiati menyampaikan, pihaknya dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Tentunya ikut merasakan prihatin yang mendalam atas kejadian bencana gempa bumi yang terjadi. Sehingga mengakibatkan beberapa kerusakan yang menimpa warga Bawean antara lain : kerusakan rumah/tempat tinggal warga mulai dari yang rusak berat, sedang dan ringan, kerusakan infrastruktur/jalan dan fasilitas umum/sekolah.

“Pemberian bantuan untuk masyarakat korban bencana gempa bumi ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persaja Ke-73 Tahun 2024,” ujarnya.

Dikatakan, Persaja sebagai organisasi profesi jaksa hadir dalam menjaga marwah institusi Kejaksaan RI akan penegakan hukum. Di mata hukum masyarakat sama untuk mendapatkan hak akan keadilan.

“Maka sebagai bagian dari pemerintah, Persaja Jatim juga mengumpulkan tali asih untuk korban gempa Bawean senilai Rp154.300.000. Sedangkan dari Kejaksaan tinggi Jawa Timur senilai 136.600.000 untuk pembangunan Huntara,” ungkapnya.

Kajati Jatim Mia Amiati juga memuji akan keindahan alam pulau Bawean. Menurut dirinya sejak dalam perjalanan menggunakan pesawat melihat dari atas sejauh mata memandang keindahan alam Bawean sangat menakjubkan.

“Bawean sangat luar biasa, meskipun ini kunjungan pertama kalinya. Ini harus di promosikan agar wisatawan beramai ramai berkunjung ke Bawean,” harapnya.

Dirinya menambahkan, Pemerintah Kabupaten Gresik sangat luar biasa, bagaimana cara mengedukasi warganya pasca bencana gempa bumi. “Mudah-mudahan bantuan ini menjadi dukungan moril agar Bawean segera pulih,” tandasnya.

Sementara Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan terima kasih atas bantuan dan kepedulian Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan Persaja atas kepedulian dan empati musibah gempa bumi di Bawean.

“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Bawean mengucapkan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh keluarga besar Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan membantu pemulihan korban gempa bumi Bawean,” ucapnya.

Dikatakan, sampai saat ini tercacat 600 lebih gempa yang dirasakan masyarakat Bawean. Masyarakat Bawean harus kuat, jangan sampai anak anak kita masih trauma dengan gempa dan berpengaruh kepada sekolahnya. 

“Maka trauma healing dan simulasi sekolah aman bencana ini terus kami berikan kepada guru dan anak didik kita,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut bupati, pertanian di Bawean harus tetap produktif. Maka bantuan pompa yang diberikan melalui dinas pertanian harus benar benar dimanfaatkan, agar hasil pertanian dapat menopang ekonomi keluarga.

“Semoga masyarakat yang menjadi korban gempa dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Dan juga semoga Allah senantiasa meridhoi apa yang kita lakukan. Serta memberikan perindungan  bagi kita semua,” pungkasnya.

Selain bupati, dalam kunjungannya ke Bawean Kajati Jatim beserta rombongan juga di dampingi Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Nana Riana, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Kepala BPBD Gresik Sukardi, Camat Sangkapura dan Camat Tambak Bawean. (yad)

Kajati Jatim Serahkan Bantuan dan Tinjau Huntara Korban Gempa Bawean Selengkapnya

Sambut Gresik Emas, KUPP Bawean Kolaborasi Poltekpel Surabaya Gelar Diklat Transportasi Laut

GRESIK,1minute.id – Sekretaris Daerah atau Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman mengatakan, potensi Kabupaten Gresik sebagai kawasan industri didukung dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate atau 

JIIPE tidak menutup kemungkinan sebagai jalur keluar masuknya perdagangan melalui transportasi laut. Ini merupakan karunia ditengah gempa yang melanda Bawean. Terima kasih kepada Poltekpel Surabaya yang sudah menginisiasi kegiatan ini. 

“Sesuai RPJP Kabupaten Gresik 20 tahun kedepan adalah Gresik emas mendunia dari Asia timur yang masuk Indonesia melalui JIIPE. Mari jadi tuan rumah di negeri sendiri jangan menjadi penonton di negeri sendiri,” harap Washil ketika membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pemberdayaan Masyarakat di Pulau Bawean pada Senin, 27 Mei 2024.

Diklat di Aula Pondok Pesantren Hasan Jufri Sangkapura ini kerjasama Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan atau KUPP kelas III Bawean, Kabupaten Gresik bersama Politeknik Pelayaran atau Poltekpel Surabaya dan Dinas Perhubungan Gresik.

Sekda Washil mengapresiasi kegiatan pemberdayaan masyarakat yang digelar KUPP Bawean ini. Ia menyakini kegiatan ini dapat memberikan manfaat. Selain itu juga dapat menjadi media komunikasi yang efektif antara Ditjen Perhubungan Laut, Pemkab Gresik, dan masyarakat Bawean.

“Kegiatan ini sebagai salah satu pengabdian pada masyarakat untuk meningkatkan SDM pada transportasi laut. Sehingga dapat menambah kompetensi dan pengetahuan yang berguna, pada saat bekerja di kapal untuk dapat meningkatkan keselamatan pelayaran menuju terwujudnya zero accident,” kata mantan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman-kini menjadi- Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman atau DCKPKP Gresik itu.

Di tempat sama, Wakil Direktur I Poltekpel Surabaya Renta Novaliana mengatakan, Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) yang dilakukan oleh Poltekpel Surabaya merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam meningkatkan keahlian masyarakat. 

Sehingga dapat menghasilkan Sumber Daya Manusia yang memiliki kompetensi di bidang kelautan khususnya awak kapal dengan memberikan pendidikan dan pelatihan secara gratis kepada masyarakat luas.

Materi yang diberikan dalam Diklat Pemberdayaan Masyarakat ini meliputi Basic Safety Training (BST), Safety Awareness Training (SAT) dan Advanced Fire Fighting (AFF). Semua bidang transportasi laut.

BST bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar tentang keselamatan di kapal, sementara AFF difokuskan pada penanganan kebakaran yang lebih lanjut dan teknik pencegahan. Selain itu, SAT membekali peserta dengan kesadaran dan keterampilan dalam menghadapi situasi keamanan di atas kapal.

Ia menambahkan, DPM ini merupakan instruksi Presiden no 9 tahun 2016. Menurut dirinya antusias peserta di Bawean sangat luar biasa. Dampak postif lainnya yaitu, warga Bawean yang bekerja di kapal baik dalam negeri maupun luar negeri mudah menyesuaikan diri. “Salah satu kelebihan warga Bawean yang bekerja di kapal banyak yang mampu menguasai bahasa asing,” tandasnya.

Sementara, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan kelas III Bawean Zainal Abdul Rahman menambahkan, Diklat Pemberdayaan Masyarakat dilaksanakan mulai 27 Mei hingga 6 Juni 2024. Kegiatan ini sebelumnya diikuti sebanyak 441 peserta melalui seleksi dan lulus sebanyak 334 peserta.

Dengan adanya Diklat ini akan mendapatkan sertifikat dan skill sehingga bisa mengikuti rekan-rekan sebelumnya.  “Saya berharap kesempatan ini dapat digunakan sebaik baiknya untuk meningkatkan kompetensi dan SDM di bidang transportasi laut untuk warga Bawean,” singkatnya. (yad)

Sambut Gresik Emas, KUPP Bawean Kolaborasi Poltekpel Surabaya Gelar Diklat Transportasi Laut Selengkapnya

Dua Tersangka Cabul dan Perkosaan Di Pulau Putri yang Dibekuk Unit PPA Satreskrim Polres Gresik 

GRESIK,1minute.id – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Gresik menangkap dua seorang pemuda terduga pelaku  pencabulan dan perkosaan di Pulau Putri-julukan lain-Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Kali pertama tetrduga berinisial AA, 21, yang dibekuk di rumahnya. 

Penangkapan terhadap kedua pemuda cabul itu di pimpin oleh Kanit PPA Satreskrim Gresik Ipda Hepi. Penangkapan terduga pelaku pencabulan dilakukan di rumah tersangka berinisial AA, 21. Ia diduga telah melakukan pencabulan kepada korban sebut saja bernama Delima (samaran), 19. Perkosaan dilakukan di sebuah rumah kosong milik orang tua tersangka AA di Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean.

Informasi yang dihimpun perbuatan bejat pemuda berinisial AA dilakukan akhir April 2024 sekitar pukul 19.00 WIB. Malam itu, pelaku AA sedang diamuk rasa cemburu setelah melihat story korban Delima sedang makan bakso bersama sejumlah temannya. Tersangka AA kemudian mendatangi tempat korban Delima sedang makan bakso. 

Tersangka yang sudah emosi menarik korban keluar dari kerumunan kemudian dibawa ke sebuah rumah kosong milik keluarga tersangka. Dalam rumah kosong itu, tersangka memaksa Delima untuk berhubungan intim. Akan tetapi, Delima menolak membuat tersangka AA murka dan melakukan kekerasan hingga akhirnya korban tidak bisa mempertahankan kegadisannya. 

Korban dengan tangis pilu kemudian melaporkan ke Polsek Sangkapura. Berdasarkan laporan polisi itu, Ipda Hepi bersama anggota dari unit PPA Satreskrim Polres Gresik melakukan Penangkapan terhadap tersangka AA pada Selasa, 30 April 2024. 

Satu pelaku lainnya yang ditangkap oleh Unit PPA Satreskrim Polres Gresik berinisial MR. Ia berusia 22 tahun asal Kecamatan Sangkapura. 

MR mengajak korban sebut saja Mawar yang masih di bawah umur menjauh dari lokasi pesta miras, kemudian ia menyetubuhi korban di balik semak semak yang berjarak kurang lebih 10 meter dari lokasi pesta miras. 

Setelah disetubuhi anak korban tak kunjung sadar sehingga pada pukul 23.00 WIB. Tersangka panik menghubung saksi dan disarankan untuk mengantarkan korban pulang. Sesampainya di rumah korban, tersangka diintrogasi warga dan mengakui bahwa ia telah menyetubuhi anak korban setelah itu keluarga korban melaporkan ke polsek sangkapura untuk dilakukan Visum.

“Terduga pelaku ada di rumahnya bersama kedua orang tuanya kemudian saat di tanyai pelaku mengakui telah melakukan P

pemerkosaan / persetubuhan kepada korban. Kemudian penyidik membawa ke Polsek Sangkapura untuk di lakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan melalui Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik Ipda Hepi pada Jumat, 3 Mei 2024. 

Barang bukti yang diamankan, Hasil Visum et Repertum, ⁠baju korban, dan ⁠baju tersangka. Setelah menjalani pemeriksaan intensif di Unit PPA Satreskrim Polres Gresik tersangka AA langsung dijebloskan ke tahanan rutan Polres Gresik. (yad)

Dua Tersangka Cabul dan Perkosaan Di Pulau Putri yang Dibekuk Unit PPA Satreskrim Polres Gresik  Selengkapnya

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Tetapkan  Status Darurat Bencana Gempa Bawean

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi mulai 22 Maret hingga 11 April 2024. Orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu yang akan memimpin langsung penanganan kedaruratan pascagempa yang memporak-porandakan infrastruktur dan bangunan yang berada di kepulauan berjarak 80 mil laut dari pusat pemerintahan kabupaten Gresik itu.

Fandi Akhmad Yani mengatakan, mulai Sabtu malam pihaknya terus mengidentifikasi. Hal ini dilakukan supaya penanganan darurat bencana gempa di Bawean teratasi dan berjalan dengan baik. Pihaknya juga meminta kepada warga untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi maupun berita hoaks terkait tsunami dan lain lain.

“Saya minta kepada warga untuk tetap tenang, jangan terpancing berita hoaks terkait tsunami atau gempa lain yang membuat warga tidak nyaman. Mudah mudahan ini segera pulih agar warga dapat melakukan aktifitas seperti semula,” tutur Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani usai mendampingi Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjend TNI Suharyanto di Pulau Bawean pada Minggu  24 Maret 2024. 

Perlu diketahui dampak bencana gempa mengakibatkan 2.972 rumah rusak ringan, 1.286 rumah rusak sedang dan 820 rumah rusak berat.

Selain itu, gempa berkekuatan 6,5 magnitudo mengguncang Laut Jawa, Tuban-Bawean pada Jumat, 22 Maret 2024. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat selama tiga hari, sejak Jumat, 22 Maret sampai Minggu, 24 Maret 2024 terjadi gempa susulan sebanyak 229 kali dan memastikan gempa tidak berpotensi tsunami. Akibat gempa tersebut, sebanyak 143 tempat ibadah rusak ringan, 10 rusak sedang dan 11 rusak berat. Selanjutnya 59 sekolah rusak ringan, 11 rusak sedang, 5 rusak berat, juga terdapat 1 pondok pesantren rusak sedang, 13 kantor rusak ringan, 1 kantor rusak berat, dan 1 rumah sakit mengalami rusak ringan. 

Gempa juga mengakibatkan 7 orang mengalami luka luka. Empat diantaranya dari Kecamatan Tambak dan tiga korban luka lainnya berasal dari Kecamatan Sangkapura Bawean. (yad)

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Tetapkan  Status Darurat Bencana Gempa Bawean Selengkapnya

Merdeka Belajar, Bupati Gresik: Tak Ada Calistung Masa Transisi PAUD-SD/MI 

GRESIK,1minute.id – Program transisi PAUD-SD/MI harus menyenangkan. Program merdeka belajar guna mengakhiri miskonsepsi di masyarakat tentang baca, tulis, hitung (calistung) pada proses pendidikan di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI).

“Melalui program ini, tes Calistung tak lagi menjadi kewajiban yang harus dilakukan pada penerimaan murid SD tahun ajaran baru,” terang Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat membuka penguatan program transisi PAUD-SD/MI di wilayah kerja Sangkapura dan Tambak. Ia di dampingi BUNDA PAUD Gresik Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani. Kegiatan digelar di yayasan pondok pesantren Hasan Jufri Sangkapura pada Minggu, 15 Oktober 2023.

Dikatakan, program ini benar-benar harus dapat direalisasikan di Kabupaten Gresik, agar semakin banyak anak-anak yang sungguh – sungguh belajar dan menikmati proses pembelajaran yang menyenangkan.

“Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan berusaha menyiapkan sarana dan prasarana sekolah. Baik SD/MI maupun TK agar memiliki tempat belajar yang nyaman untuk mewujudkan kegiatan belajar mengajar yang menyenangkan,” kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Dihadapan ratusan peserta, mantan ketua DPRD Gresik tersebut, mengajak partisipasi semua pihak terutama organisasi mitra PAUD untuk bersama-sama mensukseskan program pemerintah tentang pelaksanaan transisi PAUD – SD/MI yang menyenangkan.

“Saya berharap segala program baik yang telah dibuat pemerintah pusat harus dapat kita laksanakan dan terimplementasi dengan baik di Kabupaten Gresik,” tandasnya. Pada kesempatan tersebut turut diserahkan santunan anak yatim dan Beasiswa untuk siswa SD/MI dan siswa SMP/MTS dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). (yad)

Merdeka Belajar, Bupati Gresik: Tak Ada Calistung Masa Transisi PAUD-SD/MI  Selengkapnya

Sinergi Bangun Kesadaran Peduli Lingkungan dan Perubahan Iklim di Pulau Bawean

“Peran serta anak muda sangat penting dalam merespon ancaman dari kerusakan lingkungan dan perubahan iklim masa kini”

Kesadaran peduli lingkungan perlu di bangun dan disuarakan oleh berbagai pihak baik itu pemerintah dan masyarakatnya. Isu kerusakan lingkungan dan  perubahan iklim adalah tanggungjawab bersama untuk terus menjaga dan melestarikan alamnya, karena pemanasan global yang tambah meningkat, memicu perubahan iklim yang tidak menentu.

Banyak kegiatan-kegiatan masyarakat yang peduli tentang lingkungan, terkait juga tentang masyarakat pesisir pulau Bawean yang perlu terus dibangun sumber daya masyarakat pesisir dan nelayannya, seperti menjaga ekosistem didalam laut contohnya ekosistem lamun dan karangnya, selain itu bagian daratnya mulai dari mangrove dan Nipah, tidak lupa mengenai sampahnya di bibir-bibir pantai, karena itu semua berkaitan dengan keberlangsungan jenis mahluk hidup di laut.

Kegiatan pada umumnya di masyarakat sudah memiliki konsentrasi dan kemauan yang sama untuk menjaga lingkungannya terutama masyarakat adat Bawean  yang mewarisi dalam menjaga dan melestarikan alam sekitar. Semangat ini, perlu dimotivasi dan di bangun oleh pemerintah dan bersama masyarakatnya.

Ada beberapa kegiatan berbagai pendekatan seperti aksi lingkungan, Edukasi, advokasi, pendidikan dan adat leluhur ( Masyarakat Adat Bawean )  semuanya bersinergi menjaga bumi Bawean dari ancaman perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang terjadi di 3 tahun terakhir ini perlu digalakkan.

“Peran serta anak muda sangat penting dalam merespon ancaman dari kerusakan lingkungan dan perubahan iklim masa kini. Kita bisa lakukan mulai dari hal kecil untuk melestarikan lingkungan kita dengan merawat tanaman, menanam pohon, merawat sungai, tidak membuang sampah ke sungai maupun ke pantai serta menjaga kelestarian alam kita mengingat suhu bumi meningkat lebih cepat dari prediksi yang sudah ditentukan”.

Kita berharap, anak muda Bawean bagian dari masyarakat adat Bawean itu sendiri yang merupakan ujung tombak dalam hal menciptakan perubahan akan semakin peduli terhadap isu iklim dan lebih tahu untuk mencintai dan melestarikan alam.

“Kalau kita bersama sama dan semakin sadar untuk mencintai lingkungan, khususnya terkait alam pulau Bawean dari ancaman perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, pulau kita akan aman dari berbagai ancaman,”.

Sedikit usulan kami pada pemerintah daerah atas bencana banjir dan longsor yang terjadi di Bawean.Pemetaan kemampuan tanah atau lahan terkena curah hujan tinggi dalam kategori rentan (agregat tanah kurang mampu menahan run off). Melakukan dan memperhatikan kawasan yang lebih tinggi (dataran tinggi atau medium) agar segera membuat resapan alami dengan tanaman bambu  yang mampu menahan limpahan air run off.

Dan pada desa desa terdampak bisa dipetakan bagaimana model serapan run off saat dalam intensitas tinggi. Pentingnya waduk sebagai penampung dan pengendali debit air di beberapa kawasan yang rawan. “Selain konservasi, alam juga perlu direkayasa secara alami”. 

Oleh : Yusra, S.Pd., M.Si  (Koordinator Penelitian, pendidikan, Pengembangan SDM dan Inovasi dari Perkumpulan Peduli Konservasi Bawean)

Sinergi Bangun Kesadaran Peduli Lingkungan dan Perubahan Iklim di Pulau Bawean Selengkapnya

Dua Siswa Bawean Raih Penghargaan Pelajar Terpercaya Diri Nasional

GRESIK,1minute.id – Dua siswi asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik mendapatkan penghargaan sebagai Pelajar Terpercaya Diri dalam Jambore Pelajar Teladan Bangsa IX 2022 di Jakarta. Mendengar hal tersebut, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengundang mereka berdua ke kantornya pada Kamis, 5 Januari 2023.

Dua siswi tersebut adalah, Dwi Kurniawati, 17,  dan Eka Laila Wahyuni, 17. Keduanya siswi Madrasah Aliyah (MA) Umar Mas’ud, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. 

Sebelumnya mereka berdua telah mengikuti Jambore selama empat hari, pada 27 – 30 Desember 2022. Bertemakan “Pelajar dan Peran Aktif Pencegahan Kekerasan di Era Digital”, agenda ini diikuti 100 peserta dari 59 kota/kabupaten se Indonesia.

Atas prestasi yang ditorehkan, Bu Min, sapaan akrab, memberikan apresiasi berupa uang pembinaan yang diberikan secara langsung. Bu Min juga mengharapkan, agar mereka berdua menjadi contoh untuk para pelajar di Gresik. Terutama dalam bidang pengembangan diri sehingga dapat berprestasi dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan akan banyak pelajar yang berprestasi seperti kedua adik-adik ini. Tidak hanya di bidang ini (pencegahan kekerasan era digital), tapi juga di bidang yang lain. Yang penting kita memiliki keinginan untuk maju dan berkembang untuk berprestasi kedepannya,” ujar Bu Min.

Dwi Kurniawati juga mengatakan, sebelumnya dia dan temannya merasa cukup minder ketika tiba di Jakarta. Mereka menganggap pelajar di sana memiliki keunggulan dalam ilmu dan pengalaman.

“Meskipun kami berasal dari kepulauan yang jauh, tapi kami juga bertekad untuk selalu percaya diri sehingga bisa mendapatkan ilmu yang sama dan bisa berprestasi di kancah nasional,” ucap Dwi. Mereka juga berkata akan berusaha menciptakan lingkungan belajar yang bagus di Bawean. Sehingga, para pelajar di sana bisa mendapatkan ilmu yang tidak kalah dengan pelajar di luar pulau. (yad)

Dua Siswa Bawean Raih Penghargaan Pelajar Terpercaya Diri Nasional Selengkapnya