Penasaran Ubin Kuning di Trotoar Kawasan Heritage Gresik Kota Lama untuk ini

GRESIK,1minute.id – Penciptaan kota yang inklusif, aman, tangguh dan berkelanjutan merupakan satu dari tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Kota mempertimbangkan keselarasan antara aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. Salah satu cerminan penataan kota berkelanjutan adalah keberadaan fasilitas publik seperti trotoar untuk memberikan kualitas hidup yang baik kepada warganya.

Seperti etalase kehidupan warga kota, trotoar menjadi tolok ukur yang menunjukkan peradaban dan identitas sebuah kota maju. Karena itu, kota-kota di sejumlah negara termasuk Indonesia, gencar melakukan revitalisasi trotoar untuk menghadirkan fasilitas publik yang layak bagi warganya.

TROTTOIR : Kondisi trotoar di kawasan heritage di Gresik Kota Lama di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Bedilan, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Sabtu, 15 Oktober 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Diantaranya, revitalisasi trotoar di kawasan heritage di Gresik Kota Lama (GKL). Ada tujuh ruas jalan yang di revitalisasi di  kawasan heritage, Gresik Kota Lama (GKL). Diantaranya, kawasan heritage di Jalan Basuki Rahmat, Kabupaten Gresik. Trotoar yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah pusat, tepatnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Direktorat Jenderal Cipta Karya, Balai Prasarana Permukiman, Jawa Timur ini sudah terlihat ciamik pada Sabtu, 15 Oktober 2022.

Meski pembangunan trotoar dalam bahasa Belanda : Trottoir ini belum kelar seratus persen. Trotoar menggunakan lantai warna hitam,  abu-abu lalu setrip ubin warna kuning. Ubin warna kuning yang membentuk mirip garis terlihat mencolok. 

Pertanyaannya, ubin yang berwarna kuning apa gunanya dan apa artinya ? Ternyata, ubin warna kuning berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber  biasa disebut guiding block atau jalan pemandu yang merupakan fasilitas bagi penyandang disabilitas, khususnya tunanetra.

Jalur berwarna kuning yang biasanya ditemukan di atas trotoar itu dibangun untuk memberikan kemudahan bagi penyintas disabilitas, khususnya penyandang tuna netra yang melintasi trotoar tersebut.

Kenapa guiding block berwarna kuning?Penggunaan warna kuning atau jingga di guiding block bermaksud untuk memberikan perbedaan warna antara ubin jalur pemandu dengan ubin lain. Selain itu, pemasangan guiding block di jalur pedestrian yang sebelumnya telah ada juga perlu memperhatikan tekstur dari ubin agar tidak terjadi kebingungan. Kini, Anda sudah mengetahui fungsi ubin warna kuning itu. (yad)

Penasaran Ubin Kuning di Trotoar Kawasan Heritage Gresik Kota Lama untuk ini Selengkapnya

Mitigasi Bencana Banjir, Bupati Gresik Sidak Rumah Pompa Pulopancikan, Miris Penuh Sampah

GRESIK,1minute.id – Musim hujan tiba. Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda memberikan peringatan dini kondisi cuaca. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan mitigasi bencana banjir Kota dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di rumah pompa air pengendali banjir di Desa Pulopancikan, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Senin, 10 Oktober 2022.

Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (CK-PKP) Gresik Ida Lailatussa’diyah  dikejutkan dengan pemandangan yang tidak sedap. Tampak tumpukan sampah yang tertahan di muara kali. Mantan Ketua DPRD Gresik itu tercengang.

Gus Yani mengatakan, kondisi sampah yang tertahan dan tidak segera dibersihkan, akan berpotensi banjir. Apalagi saat curah hujan yang tinggi. “Ini kan sudah masuk musim hujan, tapi saya miris melihat tumpukan sampah seperti ini (sambil menunjuk kearah tumpukan sampah). Gimana gak banjir kalau kondisinya seperti ini,”kata Gus Yani.

Saat itu, tampak petugas rumah pompa air bersama petugas dari Dinas CKPKP sedang membersihkan sampah yang menumpuk di muara kali. Bersih-bersih sampah di muara rumah pompa air pengendali banjir di Desa Pulopancikan, Kecamatan/Kabupaten Gresik dilakukan sejak Minggu, 9 Oktober 2022. Saking banyaknya sampah sehari tidak kelar. 

RUMAH POMPA : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengamati rumah pompa air pengendali banjir di Desa Pulopancikan, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Senin, 10 Oktober 2022 ( Foto : Prokopim Gresik for 1minute.id)

Gus Yani mengajak masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik untuk ikut hangarbeni terhadap lingkungan. Caranya, tidak membuang sampah ke bantaran kali. “Kita sudah berupaya mengantisipasi banjir, namun dukungan masyarakat juga menjadi hal yang sangat penting. Mohon untuk tidak membuang sampah di bantaran kali. Kasihan warga yang terkena dampak. Disisi lain kasihan juga petugas-petugas tiap hari nyebur ke kali untuk bersihkan sampah,”ujarnya.

Rencananya, Gus Yani akan menyiapkan satu unit ekskavator untuk melakukan normalisasi muara kali tersebut. Dengan tujuan agar pembersihan sampah dapat dilakukan secara maksimal. “Saya minta Dinas PU untuk segera menyiapkan 1 unit ekskavator untuk memaksimalkan proses normalisasi. Ini juga sebagai langkah antisipasi dan mitigasi banjir. Mudah-mudahan dapat dimaksimalkan sehingga tidak terjadi banjir,”pungkasnya.

Untuk diketahui banjir Kota kerap terjadi di musim hujan. Selain sedimentasi dan penyempitan badan saluran air. Juga, banyak sampah yang dibuang oleh warga Gresik. Kawasan perkotaan menjadi langganan banjir diantaranya Jalan Samanhudi Gresik. Dulu, pusat perdagangan di Kabupaten Gresik. (yad)

Mitigasi Bencana Banjir, Bupati Gresik Sidak Rumah Pompa Pulopancikan, Miris Penuh Sampah Selengkapnya