23 Tim Ramaikan Lomba Perahu Dayung Piala Bupati Gresik 2024 di Desa Gredek

GRESIK,1minute.id – Lomba perahu dayung kembali digelar oleh pemerintahan desa atau Pemdes Gredek, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik. Lomba dayung kali ketiga untuk memeriahkan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia ini diikuti 32 peserta. 

Peserta lomba dayung memperebutkan Piala Bupati Gresik ini tidak hanya dari Gresik. Tapi, ada yang berasal dari Lamongan dan Sidoarjo ini dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Sabtu, 10 Agustus 2024.

Hari pertama perlombaan ini, Fandi Akhmad Yani menyaksikan semua pertandingan perahu dayung. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani juga memberikan apresiasi kepada peserta yang sudah menyelesaikan perlombaan dengan mengajak ngopi bareng. 

Antusiasme masyarakat untuk menyaksikan lomba tahunan ini menjadi berkah bagi UMKM desa setempat. Desa memberikan fasilitas tempat dan tenda bagi masyarakat yang berjualan.

Gus Yani dalam sambutannya berharap kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sukses serta menjadi kompetisi yang menyenangkan bagi peserta dan masyarakat yang melihatnya. Ia juga berpesan kepada peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas.

Selain itu, ketua DPRD Gresik periode 2019-2020 itu berharap dari lomba Agustusan ini bisa menjadi ajang prestasi bagi anak-anak muda di Kabupaten Gresik. “Mudah-mudahan setelah lomba desa, nanti bisa meningkat ke ajang Porkab, Porprov dan PON.Semoga lahir atlet-atlet dari desa yang nantinya bisa mewakili Indonesia ke ajang Olimpiade,” kata Gus Yani.

Sementara itu, Kepala Desa Gredek M.Bahrul Ghofar mengatakan penyelenggaraan lomba perahu dayung di desanya sudah  diselenggarakan untuk yang ketiga kalinya. Tahun ini lomba diikuti oleh 32 tim dayung dari Gresik, Lamongan dan Sidoarjo.

Tujuan menyelenggarakan lomba ini adalah untuk menjalin silaturahmi dengan desa-desa di Kecamatan Duduksampeyan pada khususnya dan Kabupaten Gresik pada umumnya. “Dan tahun ini terasa istimewa dengan kehadiran peserta dari luar Gresik, yakni dari Lamongan dan Sidoarjo,” jelas Ghofar.

Selain silaturahmi, lomba perahu dayung ini sebagai upaya untuk menanamkan rasa nasionalisme bagi generasi penerus. Salah satu cara tersebut melalui momentum dengan memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia dengan sangat meriah. Tak lupa ia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah memberikan dukungan bagi kegiatan ini diantaranya Pemkab Gresik, Nila Yani anggota DPR RI terpilih dari PDI Perjuangan.

Kemudian, Petrokimia Gresik, PT Sumber Payung Mas, Perumda Giri Tirta, Kadin, Apindo dan PT Asuka. “Dukungan tersebut sebagai apresiasi kepada seluruh peserta yang berpartisipasi dalam lomba perahu dayung di Desa Gredek,” kata Ghofar

Camat Duduksampeyan Dedy Hartadi, mengapresiasi terselenggaranya lomba perahu dayung Piala Bupati Gresik 2024. Menurutnya sukses penyelenggaraan lomba perahu dayung berkat kekompakan antara pemerintahan desa dengan karang taruna dan tokoh masyarakat Desa Gredek. 

 “Selain sebagai ajang silaturahmi antar peserta dan untuk mencari bibit atlet dayung potensial, kegiatan ini juga sangat bagus untuk membangkitkan UMKM serta mempromosikan wisata petik melon green house di Desa Gredek,” ujar Dedy Hartadi.

Lomba perahu dayung Piala Bupati Gresik 2024 ini memperebutkan hadiah uang total Rp 30 juta. Rinciannya juara pertama Rp 15 juta ; juara kedua sebesar Rp 10 juta dan juara ketiga sebesar Rp 5 juta. (yad)

23 Tim Ramaikan Lomba Perahu Dayung Piala Bupati Gresik 2024 di Desa Gredek Selengkapnya

Desa Gredek, Kampung Zakat Produktif, Percontohan di Kota Santri 

GRESIK,1minute.id – Kampung Zakat Produktif berdiri di Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik pada Selasa, 18 Oktober 2022. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang meresmikan kampung zakat produktif kali pertama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu.

Menandai  beroperasi kampung zakat produktif itu, orang nomor satu di Kabupaten Gresik itu menyerahkan bantuan kepada 31 warga yang kurang mampu secara ekonomi di desa itu. Bantuan berasal dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Gresik itu bentuknya bervariasi. Ada modal usaha, rombong, etalase dan bedah usaha (renovasi tempat usaha).

Stimulus itu, diharapkan para penerima bantuan bisa mengambangkan usaha dan mengentas kemiskinan di desa dibawah komando Muhammad Bahrul Ghofar itu.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengungkapkan, penyaluran bantuan berupa modal usaha tersebut bersumber dari pengumpulan zakat yang dihimpun oleh Baznas Gresik. Sehingga diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat agar terus produktif. “Program Baznas ini sangat luar biasa. Sebab mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Dan hari ini telah disalurkan hasil pengumpulan zakat kepada masyarakat desa Gredek,”kata Gus Yani-Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad. 

Mantan Ketua DPRD Gresik itu memberikan apresiasi sekaligus menetapkan Desa Gredek sebagai pilot project Kampung Zakat Produktif. Diketahui bahwa di Desa Gredek melalui Ketua Tim Penggerak PKK mengkoordinir Muzakki di desanya untuk mengumpulkan zakat. Dan ini sudah dua tahun berjalan.

“Program yang dijalankan di Desa Gredek ini juga sangat layak di apresiasi. Sebab mampu mengkoordinir warganya sendiri untuk mengumpulkan zakat. Dan zakat tersebut dipakai untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sehingga sangat dirasakan manfaatnya,”kata Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Surabaya ini.

Dalam soft launching Kampung Zakat Produktif ada pemandangan beda. Kondisi jalan desa yang mulus membuat sejumlah anak disana membentangkan poster ucapan terima kasih kepada pemerintah kabupaten Gresik karena telah make over jakan lebih mulus. “Terimakasih pak bupati”(yad)

Desa Gredek, Kampung Zakat Produktif, Percontohan di Kota Santri  Selengkapnya

Lomba Dayung Perahu Tradisional kembali Digelar di Waduk Desa Gredek, Ternyata Susah

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 24 tim berlaga dalam lomba Dayung Perahu di waduk Desa Gredek,Kecamatan Duduksampeyan pada Kamis, 18 Agustus 2022. Puluhan tim itu berasal dari berbagai desa di se-Kabupaten Gresik. Setiap tim terdiri dari empat orang. 

Lomba Dayung Perahu agenda tahunan desa yang dipimpin oleh Muhammad Bahrul Ghofar itu sempat vakum setahun karena wabah coronavirus disease 2019 (Covid-19). 

Ada aturan yang disyaratkan oleh panitia dalam lomba dayung tradisional ini. Salah satunya, peserta tidak boleh membawa peralatan dayung sendiri. Kemudian, peserta tidak diperbolehkan melintas batas tengah, serta tidak boleh menabrak perahu saat sama-sama mendayung. Bila itu terjadi maka panitia mendiskualifikasi.

Serunya lagi, peserta lomba dayung tidak hanya kaum Adam. Emak-emak di desa itu ikut partisipasi memeriahkan lomba merayakan HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia itu. Setiap tim harus menyelesaikan satu putaran dengan jarak 150 meteran.

Kepala Desa (Kades) Gredek Muhammad Bahrul Ghofar mengatakan, lomba dayung tradisional ini setiap tahun digelar dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan. Lomba dayung digelar selama 3 hari berakhir pada Sabtu, 20 Agustus 2022.

LATIHAN: Anak-anak Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik berlatih usai gelaran Lomba Dayung Perahu tradisional di Waduk Desa setempat pada Kamis, 18 Agustus 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

“Tahun lalu vakum karena pandemi Covid-19 masih tinggi. Selain itu, panitia tidak mendapat izin dari pihak satgas,”katanya usai pembukaan pada Kamis, 18 Agustus 2022.

Sementara, Yuyun, salah satu peserta menuturkan, dirinya sempat khawatir tercebur di waduk. Namun, ketakutan itu sirna saat berusaha mendayung bersama rekannya tapi malah perahunya berbelok arah. “Perahunya berbalik arah mas susah juga mendayung perahu. Saya kira mudah seperti melihat di televisi,”katanya sambil tersenyum.

Dalam pengamatan wartawan 1minute.id, waduk Desa Gredek memiliki spot apik ketika menjelang senja. Meski, lomba babak penyisihan berakhir, anak-anak desa memanfaatkan untuk mandi dan belajar mendayung. Begini suasana usai pembukaan Lomba Dayung Perahu tradisional itu. (yad)

Lomba Dayung Perahu Tradisional kembali Digelar di Waduk Desa Gredek, Ternyata Susah Selengkapnya

Petani Keluhkan Hama Tikus, Bupati Siap Mendirikan Rubuha dan Gagas Pembuatan Ultrasonik

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan panen raya buah Semangka di Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan pada Rabu, 29 September 2021. Sistem pola tanam tumpang sari yakni  dua kali padi dan sekali buah-buahan membuat hasilnya panen cukup memuaskan. Petani semringah. 

Akan tetapi, bukan berarti para petani di desa itu puas. Penyebabnya, ada hama tikus masih menjadi momok bagi para petani. Sebab, mereka acap kali gigit jari karena gagal panen akibat serangan hama tikus itu.
Nah, ketika Bupati Fandi Akhmad Yani melakukan kunjungan kerja (kunker) ke desa para petani mengungkapkan uneg-unegnya. 

As’ad, diantaranya. Petani berusia 50 tahun itu  menceritakan, selama ini dirinya dan petani lainnya menggunakan metode setrum untuk menghalau hama tikus. Namun,  As’ad mengakui metode  tersebut dinilai kurang efektif dan justru menimbulkan resiko yang cukup besar. Tak jarang menimbulkan korban jiwa karena tersengat setrum jebakan tikus sawah. 

“Pak Bupati, tolong kami dicarikan solusi,”pinta As’ad. 
Syarifuddin, petani lainnya mengeluhkan tingginya biaya produksi panen. Ia membeberkan penyebab tingginya biaya diakibatkan karena belum tersedianya Jalan Usaha Tani (JUT). Biaya angkut gabah yang dinilai tinggi karena rute jalan yang dilalui. “Kami ingin adanya jalan usaha tani pak Bupati. Mohon ada tindak lanjut agar kami dapat memangkas ongkos,”katanya. Bupati Fandi Akhmad Yani terlihat nyamak semua keluhannya para petani. 

Bagaimana respon Bupati Fandi Akhmad Yani yang saat itu didampingi Kepala Dinas Pertanian Eko Nandito Putro dan Kepala Desa (Kades) Gredek Muhammad Bahrul Ghofar kemudian menjawab satu per satu keluhan petani itu. 

Terkait hama tikus, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, langkah awal dengan mendirikan rumah burung hantu (rubuha). Tujuannya adalah untuk menyeimbangkan ekosistem yang ada. Sehingga diharapkan mampu meminimalisir merebaknya hama tikus. 

SAPA PETANI: (ki-ka) Kades Gredek Muhammad Bahrul Ghofar, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Kadis Pertanian Eko Anindito Putro dalam kunker di Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan pada Rabu, 29 September 2021 (Foto : Humas Pemkab Gresik)

Langkah kedua, sambungnya, membuat satu terobosan dengan menciptakan alat yang bisa mengusir tikus dengan menimbulkan suara ultrasonik. Menurutnya, langkah ini perlu dilakukan uji coba untuk melihat seberapa besar efektif kegunaan alat tersebut. “Kita sedang memperlajari bagaimana caranya menciptakan suatu alat untuk mengusir tikus. Misalnya saja kita ciptakan suatu alat semacam robot yang menimbulkan suara ultrasonic yang dapat mengusir hama tikus tersebut,”kata Gus Yani. 

Sedangkan, biaya produksi tinggi karena belum ada JUT? Mantan Ketua DPRD Gresik itu mengatakan, Pemkab Gresik siap membangun JUT, asalkan wilayah desa sudah masuk wilayah LP2B (Lembaga Pertanian Pangan Berkelanjutan). “Kalau sudah masuk wilayah LP2B, maka kami siap untuk membangun JUT,”tegas Gus Yani. 

Selain Kunker yang dikemas dalam program Sapa Petani ini, Gus Yani menyempatkan melakukan blusukan. Diantaranya melihat kondisi embung desa setempat. Orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu melihat kondisi embung yang digunakan sebagai saluran irigasi pertanian itu terjadi pendangkalan. 

Bupati berjanji akan melakukan normalisasi embung secepatnya. “Kita minta Dinas Pekerjaan Umum untuk menyiapkan alat berat. Bila perlu kita lakukan pengadaan agar normalisasi embung dapat sesegera mungkin dilakukan. Tujuannya agar para petani tak kerepotan jika membutuhkan pasokan air saat musim panen ke dua, atau ketika memasuki musim kemarau,”tegasnya. (yad)

Petani Keluhkan Hama Tikus, Bupati Siap Mendirikan Rubuha dan Gagas Pembuatan Ultrasonik Selengkapnya