KCL UPT SMP Negeri 2 Gresik bersama DLH Jatim dan Gresik Melakukan Bersih-bersih Pesisir Pantai Lumpur 

GRESIK,1minute.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim dan Gresik melakukan aksi bersih-bersih pesisir pantai Lumpur, Kelurahan Lumpur, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Jumat, 12 Desember 2025. Aksi peduli lingkungan pesisir yang menindaklanjuti Peraturan Pemerintah nomor 27/2020 tentang pengelolaan sampah spesifik, wabil khusus sampah di pesisir laut dipimpin oleh Plt DLH Jatim Nurkholis ini diikuti ratusan pegiat lingkungan di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. 

Antara lain, masyarakat sekitar, dan Kelompok Cinta Lingkungan (KCL) UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik. Sebanyak 40 siswa didampingi oleh guru pembina Sumiarsih dan Kesiswaan Titien Harfutien. “Spenda satu-satunya sekolah yang diundang sebagai perserta aksi ini. Siswa didampingi Guru pembina Tegar Okta dan Anas dan Saya,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim pada Jumat, 12 Desember 2025.

Aksi bersih-bersih sampah pesisir ini dengan apel yang dipusatkan terminal busa wisata religi Maulana Malik Ibrahim di Jalan R.E Martadinata, Kelurahan Lumpur sekitar pukul 06.30 WIB. Pimpinan apel adalah Plt DLH Jawa Timur Nurkholis.

Setelah apel peserta kemudian disebar di sejumlah lokasi. Ada yang bersih-bersih di terminal Maulana Malik Ibrahim,  ada pesisir pantai Lumpur. Dalam hitungan tidak lebih 2 jam, sampah yang terkumpul mencapai dua truk. 

Mohammad Salim menyatakan, puluhan siswa yang tergabung dalam KCL Spenda Gresik sangat antusias dalam mengikuti aksi bersih-bersih pesisir pantai Lumpur ini. ” Kegiatan membersihkan pantai dari sampah dan polusi untuk melestarikan ekosistem laut dan menjaga keindahan alam,” katanya. 

Spenda Gresik, adalah salah satu sekolah Adiwiyata di Gresik. Lembaga pendidikan berada di Jalan KH Kholil, Gresik adalah sekolah percontohan zero waste di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini. Sebagai sekolah Zero Waste, Spenda Gresik memiliki Kelompok Cinta Lingkungan (KCL) sebagai kader model dan duta penyuluh lingkungan.

KCL Spenda Gresik antusias karena aksi bersih-bersih ini memiliki banyak manfaat. Yakni, mengurangi polusi laut dan melindungi ekosistem; Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan lingkungan dan meningkatkan keindahan pantai dan mendukung pariwisata. 

Untuk diketahui, terminal bus Maulana Malik Ibrahim di Jalan R.E Martadinata Gresik sebagai tempat pemberhentian bagi wisatawan religi Maulana Malik Ibrahim, salah satu penyebar agama Islam yang makamnya berada di Jalan Malik Ibrahim, Desa Gapurasukolilo, Kecamatan/Kabupaten Gresik. Wisatawan religi setelah turun di terminal kemudian naik damri. Berdasarkan keterangan juru kunci makam wisatawan religi yang mengunjungi makam Maulana Malik Ibrahim sekitar 1,2 juta wisatawan setiap tahunnya. Kebersihan terminal bus harus terjaga sebab menjadi wajah Kota Santri. (yad)

KCL UPT SMP Negeri 2 Gresik bersama DLH Jatim dan Gresik Melakukan Bersih-bersih Pesisir Pantai Lumpur  Selengkapnya

Wabup Asluchul Alif Bersihkan Pesisir Pantai Gresik, Sejam Kumpulkan Sampah 628 Kilogram 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif melakukan aksi bersih-bersih pesisir pantai Gresik. Pesisir pantai mulai Kelurahan Lumpur hingga Kelurahan Kroman. Aksi peduli lingkungan ini untuk menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia.

Menurut Asluchul Alif semangat nasionalisme yang tidak hanya diwujudkan melalui simbol, tetapi juga lewat aksi nyata. “Semangat nasionalisme tidak hanya ditunjukkan melalui simbol, tetapi juga lewat aksi konkret seperti menjaga kebersihan dan kelestarian alam,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif pada Jumat, 8 Agustus 2025.

Sebelumnya, ia membagikan bendera merah putih secara simbolis kepada  peserta kegiatan kegiatan Jumat bersih tersebut. Peserta kegiatan peduli lingkungan ini antara lain kelompok masyarakat nelayan, termasuk ASN Pemkab Gresik, warga sekitar pelabuhan, serta perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah pesisir.

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Gresik menyiapkan  10 ribu bendera merah putih kepada masyarakat sebagai bagian dari semangat peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sri Subaidah menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya bersifat simbolis. Namun menjadi upaya memotivasi masyarakat agar peduli terhadap lingkungan dan menjadikannya budaya yang dilakukan secara rutin.

“Kami berharap kegiatan bersih-bersih ini bisa menjadi budaya masyarakat Gresik, terutama di wilayah pesisir. Dampaknya sangat besar dalam menjaga kebersihan dan kelestarian laut serta pantai,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar dalam merayakan HUT RI tidak perlu menciptakan timbunan sampah berlebihan. Hal ini disampaikannya saat melihat tumpukan sampah yang cukup besar di lokasi kegiatan. “Dalam sejam pelaksanaan aksi ini, telah terkumpul 628 kg sampah. Kami berharap warga bisa merayakan Hari Kemerdekaan dengan penuh sukacita, namun tetap menjaga lingkungan dan tidak menimbulkan sampah,” tambah Sri Subaidah. (yad)

Wabup Asluchul Alif Bersihkan Pesisir Pantai Gresik, Sejam Kumpulkan Sampah 628 Kilogram  Selengkapnya

Teguhkan Komitmen Pelestarian Lingkungan, Pemkab Gresik Gelar Nawa Karsa Award  Gresik Pesona 2025

GRESIK,1minute.id – Panggung PetroNite Fest 2025 terasa lebih meriah pada Rabu malam, 2 Juli 2025. Sebab, malam itu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik bersinergi dengan Petrokimia Gresik menggelar puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Nawa Karsa Award Pesona Gresik.

Hadir di dua event yang menjadi simbol kuat komitmen Kabupaten Gresik terhadap pelestarian lingkungan dan kolaborasi lintas sektor yang semakin solid itu antara lain, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob. 

Mengusung tema global “Hentikan Polusi Plastik”, kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni simbolik, tetapi menjadi representasi aksi nyata dan kolaborasi lintas sektor dalam satu gerakan bersama menyelamatkan lingkungan.

Pada awarding itu, Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, mendapatkan tiga apresiasi sekaligus dari Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani atas konsistensinya dalam pengelolaan lingkungan.

Tiga apresiasi yaitu, Petrokimia Gresik dinobatkan sebagai salah satu perusahaan yang memiliki komitmen kuat dalam mendukung Program Kampung Iklim (Proklim) dan berhasil mendapatkan penghargaan Gold pada Kompetisi Bina Industri Ramah Lingkungan (Brilian). Selain itu, Petrokimia Gresik juga mendapatkan apresiasi sebagai Pengelola Ekosistem Mangrove Berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa lingkungan hidup menjadi pilar penting dalam pembangunan daerah. “Gresik memiliki Nawa Karsa, sebuah road map arah pembangunan daerah. Salah satu yang menjadi nafas utama adalah Pesona Gresik. Program yang menyentuh langsung kepedulian terhadap lingkungan hidup,” ujar Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani.

Ia melanjutkan bahwa penghargaan ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo dalam prioritas pembangunan lingkungan. “Kami ingin mendorong kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam menyelamatkan lingkungan. Petrokimia Gresik Grup adalah mitra strategis kami dalam misi ini,” ujarnya.

Dalam rangkaian acara tersebut, Petrokimia Gresik juga menyerahkan secara simbolis 3.000 bibit mangrove kepada Pemerintah Kabupaten Gresik sebagai bentuk kontribusi dalam rehabilitasi kawasan pesisir.

Sementara itu, Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan Bupati Gresik dalam program “Nawa Karsa Award Pesona Gresik Tahun 2025”. Menurutnya, apresiasi ini akan memperkuat komitmen Petrokimia Gresik dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

“Petrokimia Gresik berkomitmen penuh dalam menjaga kelestarian lingkungan. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai inovasi dalam pengelolaan lingkungan, yang telah dibuktikan dengan perolehan PROPER Emas selama empat tahun berturut-turut sejak tahun 2021. Penghargaan dan apresiasi Bupati Gresik ini mencerminkan standar tinggi dalam pengelolaan lingkungan yang diterapkan perusahaan,” tandasnya.

Daconi menambahkan, Petrokimia Gresik memiliki program rutin pengelolaan lingkungan. Selain itu, perusahaan juga melakukan berbagai aksi nyata dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini. Aksi-aksi ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi aktif perusahaan dalam mendukung pencapaian Zero Waste and Zero Emission yang dicanangkan pemerintah.

Beberapa aksi yang telah dilakukan Petrokimia Gresik pada momen Hari Lingkungan Hidup tahun ini, antara lain aksi dekarbonisasi dan forestasi mangrove di Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (PRPM) Mengare dengan menanam sebanyak 5.300 bibit mangrove.  Kemudian kampanye pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di pasar, serta kegiatan uji emisi gratis untuk kendaraan masyarakat sekitar perusahaan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. (yad)

Teguhkan Komitmen Pelestarian Lingkungan, Pemkab Gresik Gelar Nawa Karsa Award  Gresik Pesona 2025 Selengkapnya

Petrokimia Gresik Sinergi DLH Gresik Tanam Ribuan Bibit Mangrove di PRPM Bungah

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menyerahkan 5.300 bibit mangrove kepada Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik.

Bantuan ribuan bibit mangrove untuk peringatan “Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025” ini ditanam di Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (PRPM) Mengare yang berada di Desa Tanjungwidoro, Kecamatan Bungah, Gresik, Jawa Timur sebagai upaya perusahaan mendukung dekarbonisasi dan mencegah abrasi pantai untuk menyelamatkan ekosistem laut dan pesisir. 

Terpisah, Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menegaskan, bahwa Petrokimia Gresik yang merupakan perusahaan berwawasan lingkungan yang tidak hanya memiliki kesadaran untuk meminimalisasi dampak lingkungan dari kegiatan operasional, tapi juga berkontribusi bagi pelestarian lingkungan. Dimana dukungan kali ini direalisasikan melalui program forestasi mangrove untuk dekarbonisasi dan mencegah abarasi pantai.

“Penanaman ini diharapkan mampu menjadi langkah kecil bagi Petrokimia Gresik untuk mendukung program rehabilitasi hutan mangrove sebagaimana yang telah menjadi target pemerintah Indonesia untuk dapat merecovery hutan mangrove seluas 600.000 Ha. Melalui kegiatan ini pula diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan hidup demi memberikan solusi atas permasalahan perubahan iklim yang saat ini sedang terjadi,” ujar Dwi Satriyo.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Indonesia merupakan negara dengan hutan mangrove terluas di dunia yakni mencapai 3,3 juta Ha atau 20% dari total hutan mangrove di dunia. Sayangnya kini hutan mangrove di Indonesia terus mengalami degradasi lahan.

Menurut data National Geographic Indonesia pada tahun 2019 sebanyak 50 persen wilayah hutan mangrove musnah. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa 80 persen hutan mangrove di Pulau Jawa sudah mengalami kerusakan. Badan Restorasi Mangrove dan Gambut menyatakan sebanyak 700.000 Ha hutan mangrove mengalami deforestasi.

“Oleh karena itu, penting bagi kita untuk bersinergi bersama menyelesaikan permasalahan mangrove dengan mengembalikan luasan lahan hutan mangrove yang rusak demi adaptasi perubahan iklim dan kehidupan yang berkelanjutan,” tandas Dwi Satriyo.

Dalam penanaman mangrove kali ini, tambahnya, Petrokimia Gresik bekolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, khususnya melalui DLH. Program ini sekaligus bentuk dukungan perusahaan dalam rangka menyukseskan program Nawa Karsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Asluchul Alif, dimana salah satu poinnya adalah “Pesona Gresik” yaitu pengembangan industri hijau.

Terakhir, Dwi Satriyo mengungkapkan kegiatan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini juga dilaksanakan dengan bersih-bersih pesisir pantai PRPM Mengare. Kegiatan ini dilaksanakan oleh generasi muda Petrokimia Gresik sebagai upaya perusahaan meningkatkan kesadaran lingkungan para karyawan. 

“Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut untuk menciptakan lingkungan hidup yang sehat serta dapat menunjang kehidupan bumi yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Gresik, Sri Subaidah yang hadir dalam acara mengapresiasi kegiatan kolaborasi yang diinisiasi Petrokimia Gresik. Disampaikannya, pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dibutuhkan kerja sama dari berbagai stakeholder.

“Kami berharap aksi ini tidak hanya berhenti di sini tetapi bisa berkelanjutan untuk mempromosikan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup dan mendorong tindakan nyata dalam pelestarian alam,” ujar Sri Suaidah. (yad)

Petrokimia Gresik Sinergi DLH Gresik Tanam Ribuan Bibit Mangrove di PRPM Bungah Selengkapnya

PWI Gresik Tanam 400 Pohon setara Sediakan Oksigen 1.600 Orang per Hari

GRESIK,1minute.id – Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI Kabupaten Gresik melakukan aksi penanaman ratusan pohon di Tanah Tujuh, Kelurahan Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Rabu, 19 Februari 2025. 

Kegiatan penanaman pohon yang masih rangkaian memperingati Hari Pers Nasional atau HPN 2025 ini mengusung tema “PWI Gresik Kolaborasi, Menanam Pohon Selamatkan Kehidupan”, sebagai bentuk komitmen insan pers terhadap kelestarian lingkungan. HPN diperingati setiap 9 Februari. 

PWI Gresik mengajak seluruh instansi, perusahaan, serta pemangku kepentingan untuk berkolaborasi melakukan penghijauan sekaligus upaya mitigasi bencana alam, termasuk di kawasan rawan longsor. Sebanyak 400 pohon produktif yang ditanam kali ini terdiri dari mangga, nangka, kelengkeng, sukun, dan sawo. Selain itu, pohon produktif ini ditanam untuk mensukseskan program ketahanan pangan pemerintah. 

Kegiatan penanaman pohon ini didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, Kecamatan Kebomas, Kelurahan Ngargosari, Tanah Tujuh Kuliner, PT Petrokimia Gresik, PT Indospring Tbk, PT PLN Nusantara Power UP, PT Cargill Indonesia, PT Wilmar Nabati Indonesia, dan PT Smelting.

Sekretaris Daerah atau Sekda Gresik, Achmad Washil Miftachul Rachman turut mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan penanaman pohon perlu dilaksanakan secara berkelanjutan. “Ini adalah hal baik yang perlu ditindaklanjuti dan bisa menjadi penyeimbang lingkungan di daerah,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiono, mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam merawat bumi. Sekaligus wujud kepedulian insan pers terhadap kelestarian lingkungan.

“Selain memperingati Hari Pers Nasional, ini bentuk kepedulian kami sebagai wartawan terhadap lingkungan, sekaligus mengajak masyarakat untuk turut serta peduli pada lingkungan,” ujarnya.

Camat Kebomas Tri Joko Efendi, turut mengapresiasi program yang dilaksanakan oleh lintas sektor ini. Menurutnya, ini adalah bentuk konkret kepedulian terhadap lingkungan. Pihaknya juga menyambut positif kegiatan ini dan berterima kasih atas inisiatif yang dilakukan oleh PWI Gresik serta perusahaan yang terlibat.

“Alhamdulillah, hari ini Kecamatan Kebomas sengaja dipilih, mungkin ini keberkahan kita semua. Ada 400 pohon yang ditanam,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, Sri Subaidah, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. “Saya ucapkan terima kasih kepada PWI. Saya harap, dari PWI terus mendukung dan kerja sama untuk bahu membahu terhadap lingkungan,” tuturnya.

Pada kesempatan ini, ia juga membagikan pengalamannya saat studi tiru di Jepang, di mana kesadaran masyarakat terhadap lingkungan bisa terbentuk dengan baik. “Di Jepang, industri dan lingkungan bisa selaras karena ada kesadaran bersama. Kita juga bisa meniru pola itu dengan kolaborasi bersama,” katanya. 

Mengutip Meta AI Sebuah pohon dapat menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis, yang menggunakan energi dari sinar matahari untuk mengubah karbon dioksida dan air menjadi glukosa dan oksigen.

Jumlah oksigen yang dihasilkan oleh sebuah pohon dapat bervariasi tergantung pada jenis pohon, ukuran, dan kondisi lingkungan. Namun, berikut adalah beberapa perkiraan tentang jumlah oksigen yang dihasilkan oleh sebuah pohon:

– Sebuah pohon yang berusia 1 tahun dapat menghasilkan sekitar 10-20 kilogram oksigen per tahun.

– Sebuah pohon yang berusia 10 tahun dapat menghasilkan sekitar 100-200 kilogram oksigen per tahun.

– Sebuah pohon yang berusia 50 tahun dapat menghasilkan sekitar 1.000-2.000 kilogram oksigen per tahun.

Dalam satu hari, sebuah pohon dapat menghasilkan sekitar 2-5 kilogram oksigen. Jadi, jika kita asumsikan bahwa sebuah pohon dapat menghasilkan 3 kilogram oksigen per hari, maka dalam satu tahun, pohon tersebut dapat menghasilkan sekitar 1.095 kilogram oksigen.

Namun, perlu diingat bahwa jumlah oksigen yang dihasilkan oleh sebuah pohon juga tergantung pada faktor-faktor lain seperti intensitas sinar matahari, suhu, kelembaban, dan ketersediaan nutrisi. Oleh karena itu, angka-angka di atas hanya merupakan perkiraan dan dapat bervariasi tergantung pada kondisi lingkungan.

Dalam konteks ini, sebuah pohon dapat menyediakan oksigen untuk sekitar 2-4 orang per hari, tergantung pada jumlah oksigen yang dihasilkan dan kebutuhan oksigen manusia. Namun, perlu diingat bahwa pohon tidak hanya menghasilkan oksigen, tetapi juga memiliki banyak manfaat lain seperti menyediakan makanan, tempat tinggal, dan perlindungan dari erosi.

Bila PWI Gresik menanam 400 pohon dan semua hidup, telah menyediakan oksigen  sekitar 1.600 orang. Karena setiap pohon dapat menyediakan oksigen untuk sekitar 2-4 orang per hari. Yuk kita tanam pohon. (yad/gus)

PWI Gresik Tanam 400 Pohon setara Sediakan Oksigen 1.600 Orang per Hari Selengkapnya

DLH Gresik dan Pegadaian, MengEMASkan Indonesia, Tanam Pohon di Home Base Gresik United di Stadion G-JOS 

GRESIK,1minute.id – PT Pegadaian, sponsor utama Liga 2 melakukan aksi penanaman pohon mangga di Stadion Gelora Joko Samudro atau G-JOS pada Jumat, 6 Desember 2024.

Ada puluhan pohon yang di tanam di kompleks home base Gresik United yang berada di Jalan Veteran, Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur ini.

Penanaman puluhan pohon mangga bagian dari komitmen perusahan yang memiliki slogan baru “MengEMASkan Indonesia” untuk menjaga kelestarian dan mengurangi gas karbondioksida atau CO² di Kota Industri-sebutan lain- Kabupaten Gresik ini.

Gerakan penanaman pohon ini dilakukan dengan kolabarasi bersama Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik ; PT Liga Indonesia Baru atau LIB, manajemen Gresik United atau GU, suporter GU, Ultras Gresik dan pelajar. Aksi nyata peduli lingkungan ini yang dilakukan oleh Pegadaian Wilayah Cabang 12 Surabaya.

Mengapa menanam pohon mangga? Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gresik Sri Subaidah mengatakan, ada beberapa manfaat yang akan didapatkan dengan menanam pohon produktif. Pertama, pohon mangga ini baik untuk mengurangi gas emisi karbondioksida atau CO². 

“Tadi saya melihat keinginan dari Pegadaian ini mengurangi emisi karbon. Dengan adanya penanaman ini kami berharap gas karbondioksida semakin turun,” katanya. Selain menurunkan gas CO² di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik, penanaman pohon mangga memiliki manfaat ekonomis. 

“Nanti, masyarakat atau suporter bisa memanen hasilnya,” katanya. Untuk bisa memberikan manfaat ini, Sri Subaidah mengajak suporter GU, Ultras Gresik untuk ikut merawat. “Jadi setelah ditanam, Saya juga minta untuk dirawat,” katanya. Selain itu, penanaman pohon ini bisa menjaga kandungan air. 

Manfaat lain dari penanaman pohon ini, ia melanjutkan cakupan ruang terbuka hijau atau RTH di Gresik meningkat. “Saat ini, RTH masih 10,11 persen. Ini kurang seharusnya 30 persen (10 persen privat, dan 20 persen di tempat umum),” ujarnya. Sri Subaidah sudah memiliki solusi menambah cakupan RTH. ” Untuk izin kawasan perumahan, atau industri di siteplan kami sudah syaratkan 20 persen untuk RTH,” katanya.

Bagaimana kawasan perumahan atau industri yang lama dan tidak memiliki lahan untuk penghijauan, katanya, telah didorong untuk melakukan penanaman pohon di Stadion G-JOS.

Stadion G-JOS adalah aset Pemerintah Kabupaten Gresik. Stadion yang sudah standar FIFA masih terasa gersang. Stadion ini menjadi home base tim Laskar Joko Samudro, julukan Gresik United yang sedang berlaga di Pegadaian Liga 2. Saat ini, Gresik United nangkring di posisi 3 di grup C. 

Perwakilan Pegadaian Wilayah Cabang 12 Surabaya Fajar Yuliatmoko mengatakan, penanaman pohon ini salah satu konsern perusahaan untuk turut menjaga kelestarian lingkungan. Penanaman pohon dilakukan di sejumlah tempat ini bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan atau TJSL.

“Harapan kami, penanaman pohon ini bisa berdampak baik terhadap di lingkungan perusahaan, lingkungan sekitar penanaman pohon  sehingga menikmati hasilnya karena adanya perubahan iklim yang cukup signifikan ini,” kata Fajar. (yad)

DLH Gresik dan Pegadaian, MengEMASkan Indonesia, Tanam Pohon di Home Base Gresik United di Stadion G-JOS  Selengkapnya

Jaga Kualitas Udara, DLH Gresik Pasang 10 Alat Pemantau Kualitas Udara Real-time

GRESIK,1minute.id – Ribuan industri skala kecil hingga besar berdiri di Kabupaten Gresik sehingga mendapatkan julukan sebagai Kota Industri. Bagaimana upaya Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik menjaga kualitas udara agar tetap baik. Di antaranya, pemasangan Air Quality Monitoring System atau AQMS. 

AQMS merupakan sistem pemantau kualitas udara yang bekerja secara real-time,  selama 24 jam non stop. Untuk mengetahui tingkat pencemaran udara, AQMS menggunakan berbagai jenis sensor untuk mengukur parameter kualitas udara. Seperti PM10, PM2.5, SO2, NO2, O3, HC, dan CO. 

Data yang terkumpul kemudian di proses secara otomatis oleh sistem untuk menghasilkan informasi yang relevan dan akurat. Saat ini di Kabupaten Gresik terdapat 10 titik alat pemantau kulitas udara dimana lokasinya tersebar dibeberapa wilayah di Kabupaten Gresik.

Sepuluh titik alat pemantau kualitas udara itu, yakni,  AQMS milik Pemkab Gresik di Kantor Kecamatan Gresik, Kantor Kecamatan Cerme, Kantor Kecamatan Panceng, Kantor Kecamatan Driyorejo, Kantor Kecamatan Wringinanom, area Terminal Bunder.

Kemudian, AQMS di area Kantor Bupati Gresik yang merupakan hasil kerjasama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan Pemkab Gresik. Serta AQMS di Kawasan Industri Gresik, Maspion Industrial Estate dan PT. Freeport Indonesia yang merupakan hasil kerjasama Pemkab Gresik bersama perusahaan.

Kepala DLH Gresik Sri Subaidah, mengungkapkan bahwa keberadaan AQMS sangat membantu pihaknya dalam memantau kualitas udara secara langsung. “Kalau ada wilayah yang kualitas udaranya menurun, kami bisa langsung turun ke lapangan untuk memetakan penyebabnya dan mencari solusi dengan cepat,” ujarnya kepada wartawan pada Senin, 25 November 2024.

Selain pemantauan udara, DLH Gresik juga memiliki berbagai program untuk meningkatkan kualitas lingkungan. Program-program tersebut meliputi pemantauan emisi usaha, uji emisi kendaraan, penegakan hukum lingkungan, hingga sosialisasi dan edukasi bagi pelaku usaha terkait pengelolaan dampak emisi.

Dalam rangka memperluas ruang terbuka hijau atau RTH, DLH Gresik juga gencar melakukan penanaman pohon, pengembangan taman kota, serta kolaborasi dengan berbagai pihak untuk penghijauan, termasuk penanaman mangrove. Upaya ini bertujuan untuk memenuhi ketentuan RTH sesuai regulasi.

DLH Gresik juga berkomitmen untuk mengurangi aktivitas pembakaran sampah dengan menyediakan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan TPS 3R (Reuse, Reduce dan recycle). “Kami ingin meminimalisir pembakaran sampah oleh masyarakat dengan memberikan solusi pengelolaan sampah yang lebih baik,” tambah Sri Subaidah.

Dengan berbagai upaya tersebut, Kabupaten Gresik menunjukkan bahwa industrialisasi dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan. Keberadaan AQMS dan berbagai program pendukung DLH menjadi bukti nyata komitmen Gresik dalam menjaga kualitas udara. (yad)

Jaga Kualitas Udara, DLH Gresik Pasang 10 Alat Pemantau Kualitas Udara Real-time Selengkapnya

Spenda Gresik Bersiap Menuju Eco Green School Asean 2025, Mohammad Salim : Mohon Doa Warga Gresik

GRESIK,1minute.id – Sekolah Menengah Pertama Negeri atau SMPN 2 Gresik atau Spenda Gresik terus berbenah mempersiapkan sekolah menuju Eco Green School Asean 2025. Di event terbesar jenjang SMP di Asean itu, sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim dibimbing oleh Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik.

Persiapan sekolah berada di Jalan KH Kholil, Kecamatan/Kabupaten Gresik, Jawa Timur itu semakin intens dilakukan. Diantarnya, penerapan Pendidikan berbudaya Lingkungan Hidup Sekolah atau PBLHS, pemanfaatan limbah sampah kertas yang diolah menjadi kompos ( KEBAS ) dan Eco Enzim semakin dimatangkan.

“Mohon doanya untuk kesuksesan Spenda,” ujar Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim usai menerima kunjungan studi tiru rombongan dari Madrasah Aliyah atau MA Mambaus Sholihin yang dipimpin oleh KH.Ahmad Thohari dengan didampingi para staf madrasah pada Selasa, 19 November 2024.

Rombong MA Mambaus Sholihin kagum dengan program Lingkungan Sekolah yang Aman Nyaman dan Menyenangkan. Spenda berbeda dengan sekolah lainnya. Bangunan utama gedung sekolah yang berada di Jalan KH Kholil, Gresik ini masih mempertahankan arsitektur kolonial Belanda yang memiliki ciri pintu dan jendela lebar dan tinggi.

Sedangkan, plafon gedung sekolah telah memasuki usia 64 tahun ini memiliki ketinggian sekitar 4 meteran. Cuaca yang terik membuat para guru dan siswa tidak terasa gerah. Di belakang gedung utama telah disulap sebagai taman. Tempat yang menyenangkan bagi siswa untuk membaca selain ruang perpustakaan sekolah. 

Halaman sekolah juga terlihat bersih. Karena telah menerapkan Pendidikan Berbudaya Lingkungan Hidup Sekolah atau PBLHS melalui program zero waste. Kondisi itulah, menjadikan Spenda Gresik kerap menjadi lokus penilaian program Adipura untuk sekolah di kawasan perkotaan.

“Saya akan kembali lagi untuk ngaji tentang lingkungan di Spenda Gresik ini terkait program sekolah yang luar biasa dan sekolah yang langganan jadi lokus Adipura ini,” kata KH. Ahmad Thohari. 

Lingkungan yang aman, nyaman dan menyenangkan adalah dambaan peserta didik dan orang tua. Guru menyambut siswa pagi menjadi budaya yang masih dipertahankan di Spenda. (yad)

Spenda Gresik Bersiap Menuju Eco Green School Asean 2025, Mohammad Salim : Mohon Doa Warga Gresik Selengkapnya

DPRD Gresik Apresiasi DLH Gresik Gercep Tangani Kerusakan Gapura Naga Giri, Ikon Kota Wali yang Rusak Diduga Tersambar Petir

GRESIK,1minute.id – Sri Subaidah mengerahkan puluhan petugas kebersihan reruntuhan bangunan di sekitar Gapura Naga Giri yang rompal diduga tersambar petir pada Rabu, 13 November 2024. Kepala Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik itu memimpin langsung membersihkan puing-puing bangunan yang berserakan di kawasan Waduk Bunder di Jalan Pantura ruas Gresik-Lamongan itu.

Di kawasan Gapura Naga Giri, yang menjadi tetenger masuk kawasan Kota Gresik itu kemudian dipasangi pita plastik dan jaring mengantisipasi  agar kendaraan lebih berhati-hati ketika melintas menuju arah Terminal Bunder. Aksi gerak cepat alias Gercep Sri Subaidah itu mendapatkan apresiasi dari Abdullah Hamdi,  di Komisi III DPRD Gresik.

Dalam pantauan 1minute.id  pita plastik warna kuning kombinasi hitam masih terpasang di kawasan Gerbang Naga Giri yang terlihat asri karena banyak tanaman hias yang tumbuh dan terawat itu. Gerbang Naga Giri itu memiliki tinggi 19,5 meter. Gerbang atau tugu yang dibangun melalui dana corporate social responsibility atau CSR PT Petrokomia Gresik senilai Rp 7 miliar. 

Bangunan gapura itu berdiri kokoh di dua sisi ruas jalan nasional, Jalan Raya Bunder, Kecamatan Kebomas diresmikan oleh Bupati Gresik Sambari Halim Radianto pada 26 September 2015 lalu. Bentuk Naga Giri yang cukup besar sehingga dari jauh terlihat kokoh dan mencerminkan ciri Gresik sebagai Kota Wali

Tugu selamat datang berbentuk Naga Giri tersebut telah menjadi salah satu ikon sebelum memasuki Kawasan Kota Gresik dan menjadi pengetahuan baru bagi masyarakat. Pascaperesmian, tetenger masuk kawasan Kota Gresik menjadi aset Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik. Tahun ini, umur bangunan gapura telah memasuki 9 tahun. 

MONITORING : Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gresik Sri Subaidah (topi warna putih) melakukan monitoring di kawasan Gapura Naga Giri yang rusak diduga tersambar petir pada Rabu. 13 November 2024 ( Foto : DLH Gresik untuk 1minute.id)

Pada Rabu, 13 November 2024, bagian atas gapura yang telah dipasang besi berbentuk lancip diduga anti petir itu rompal. DLH Gresik belum bisa memastikan penyebab kerusakan atap gapura Naga Giri itu. Dugaan awak rusak karena tersambar petir.

Kepala DLH Pemkab Gresik Sri Subaidah mengatakan, pihaknya telah melakukan monitoring langsung ke Gapura Naga Giri di kawasan Waduk Bunder itu pada Rabu, 13 November 2024. Langkah awal monitoring, pihaknya juga melakukan pembersihan terhadap puing-puing yang berserakan. “Langkah awal ini kami bersihkan dulu. Kami netralisir puing-puing gapura biar tidak berceceran di jalan,” ucapnya pada Kamis, 14 November 2024.

Setelah pembersihan puing-puing, ia melanjutkan, DLH juga memasang garis pengaman berupa police line di sekitaran Gapura Bunder. Hal tersebut untuk mengantisipasi agar kendaraan lebih berhati-hati ketika melintas menuju arah Terminal Bunder. Pengamanan juga akan dilakukan dengan memasang jaring-jaring penyangga pada bagian atas. 

“Sementara ini kami amankan dulu. Kami pasangi jaring-jaring sekalian untuk pengamanannya,” sambungnya. Jaring pengaman akan dipasangkan pada bagian atas Gapura Bunder. Pada titik tersebut disinyalir sebagai pemicu awal kerusakan bangunan. 

Ia mengatakan, dugaan awal kerusakan diakibatkan oleh hantaman petir. Namun, Kepala DLH Sri Subaidah menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan penelusuran lebih lanjut. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan konsultan pemeliharaan untuk mencari titik awal persoalan kerusakan. “Kami akan telusuri lebih dulu. Baru nantinya kalau sudah ada penyebab dan titik kerusakan utama akan kami lakukan langkah lanjutan,” bebernya. 

Langkah lanjutan yang akan ditempuh adalah perbaikan secara intensif pada tugu selamat datang tersebut. Ke depan, DLH akan menjalin komunikasi dengan sejumlah OPD terkait untuk merealisasikan perbaikan Gapura Bunder. “Perbaikan jadi langkah penting untuk memastikan kejadian serupa tidak berlangsung pada masa yang akan datang,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman atau DCKPKP Gresik Ida Lailatussa’diyah mengatakan, pihak DLH Gresik telah melakukan koordinasi DCKPKP Gresik. “Sudah berkoordinasi dengan kami. Karena dilengkapi taman dikelola oleh DLH,” kata Ida Lailatussa’diyah dikonfirmasi pada Kamis, 14 November 2024.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi memberikan apresiasi kecapatan DLH Gresik dalam  penanganan gapura setinggi 19,5 meter ini. Menurut Hamdi, penanganan cepat sangat penting agar tak membahayakan pengguna jalan yang sedang melintas.

“Kami salut atas kerja cepat DLH Gresik. Tak sampai satu jam puing-puing reruntuhan gapura langsung bersih,” ucap Hamdi kepada wartawan. (yad/adv)

DPRD Gresik Apresiasi DLH Gresik Gercep Tangani Kerusakan Gapura Naga Giri, Ikon Kota Wali yang Rusak Diduga Tersambar Petir Selengkapnya

Rancang Kostum Daur Ulang hingga Gerakan, Siswa UPT Negeri 31 Gresik Jawara Yel_yel Nawa Karsa, Gresik Lestari Award 2024

GRESIK,1minute.id – Nawa Karsa Award Gresik Lestari menjadi penutup puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di helat Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro atau WEP pada Rabu, 10 Juli 2024.

Sejumlah kegiatan memeriahkan acara yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik yang dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah itu. 

Diantara kegiatan untuk memeriahkan acara tersebut adalah kompotesi yel-yel bertemakan Lingkungan Hidup untuk kader lingkungan. Tim juri dari kompetesi itu menetapkan kader lingkungan dari UPT SMP Negeri 31 Gresik sebagai jawara. 

Di kompetesi Yel-yel, kader lingkungan yang semuanya siswa di sekolah yang dipimpin oleh Miko Dani Asmoro memakai kostum daur ulang. Mereka mendesain sendiri kostum itu.

Menurut guru pembina UPT SMP Negeri 31 Gresik Misri Astuti, siswa bersama semua guru harus lembur membuat kostum daur ulang tersebut.

“Anak-anak all out tampilnya. Busana yang ditampilkan juga kreasi daur ulang made in sendiri. Jadi bapak ibu guru semuanya terlibat dan anak-anak untuk mendaur ulang jadi kostumnya luar biasa,” ujar Misri Astuti pada Kamis, 11 Juli 2024.

FOTO BARENG : Siswa dan guru UPT SMP Negeri 31 Gresik foto bersama usai acara Nawa Karsa Award, Gresik Lestari di depan gedung WEP pada Rabu, 10 Juli 2024 ( Foto : istimewa)

Ia pun mengaku tidak menyangka, dalam kompetesi ini bisa meraih menjadi yang terbaik. “Pesertanya sangat banyak. Dan semuanya baik-baik. Saya tidak menyangka anak-anak bisa menjadi juara,” katanya. Raihan positif dalam kompetisi Yel-yel Lingkungan ini semakin melengkapi keberhasilan yang diraih sekolah berada di Dusun Dadelrejo, Desa Pacuh, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik itu.

Sebab, sebelumnya sekolah berada di ujung barat berbatasan antara Gresik-Lamongan dan Mojokerto itu telah meraih predikat sekolah Adiwiyata Mandiri pada 2022 lalu. “Kalau Adiwiyata itu mah nggak bisa sendiri..one man show. Ya, tahun nabung kegiatan l, nabung menciptakan lingkungan yang bersih ramah anak itu terbayar itu itu luar biasa,” tegas Misri Astuti berapi-api. 

Seperti diberitakan, Dinas Lingkungan Hidup Gresik menggelar Nawa Karsa Award 2024. Dalam gelaran itu, organisasi perangkat daerah atau OPD bertanggungjawab tentang menjaga kualitas dan kelestarian lingkungan di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini menggelar sejumlah kegiatan. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang hadir bersama Wakil Bupati Aminatun Habibah mengajak semua stakeholder untuk menjaga dan melestarikan lingkungan di kabupaten seluas 1.137 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 1,3 juta jiwa ini.

“Pelestarian lingkungan ini membutuhkan komitmen bersama, bagaimana langkah kita dalam menjaga kelestarian lingkungan di daerah. Melalui Nawa karsa Award: Gresik Lestari ini, mudah-mudahan menjadi spirit bersama dalam satu ekosistem (industri, masyarakat, pemerintah) untuk terus memperhatikan isu lingkungan yang ada di sekitar. Termasuk di lingkungan sekolah, kita ingin sekolah adiwiyata juga semakin banyak,” kata Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. (yad)

Rancang Kostum Daur Ulang hingga Gerakan, Siswa UPT Negeri 31 Gresik Jawara Yel_yel Nawa Karsa, Gresik Lestari Award 2024 Selengkapnya