Spenda Gresik Bersiap Menuju Eco Green School Asean 2025, Mohammad Salim : Mohon Doa Warga Gresik

GRESIK,1minute.id – Sekolah Menengah Pertama Negeri atau SMPN 2 Gresik atau Spenda Gresik terus berbenah mempersiapkan sekolah menuju Eco Green School Asean 2025. Di event terbesar jenjang SMP di Asean itu, sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim dibimbing oleh Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik.

Persiapan sekolah berada di Jalan KH Kholil, Kecamatan/Kabupaten Gresik, Jawa Timur itu semakin intens dilakukan. Diantarnya, penerapan Pendidikan berbudaya Lingkungan Hidup Sekolah atau PBLHS, pemanfaatan limbah sampah kertas yang diolah menjadi kompos ( KEBAS ) dan Eco Enzim semakin dimatangkan.

“Mohon doanya untuk kesuksesan Spenda,” ujar Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim usai menerima kunjungan studi tiru rombongan dari Madrasah Aliyah atau MA Mambaus Sholihin yang dipimpin oleh KH.Ahmad Thohari dengan didampingi para staf madrasah pada Selasa, 19 November 2024.

Rombong MA Mambaus Sholihin kagum dengan program Lingkungan Sekolah yang Aman Nyaman dan Menyenangkan. Spenda berbeda dengan sekolah lainnya. Bangunan utama gedung sekolah yang berada di Jalan KH Kholil, Gresik ini masih mempertahankan arsitektur kolonial Belanda yang memiliki ciri pintu dan jendela lebar dan tinggi.

Sedangkan, plafon gedung sekolah telah memasuki usia 64 tahun ini memiliki ketinggian sekitar 4 meteran. Cuaca yang terik membuat para guru dan siswa tidak terasa gerah. Di belakang gedung utama telah disulap sebagai taman. Tempat yang menyenangkan bagi siswa untuk membaca selain ruang perpustakaan sekolah. 

Halaman sekolah juga terlihat bersih. Karena telah menerapkan Pendidikan Berbudaya Lingkungan Hidup Sekolah atau PBLHS melalui program zero waste. Kondisi itulah, menjadikan Spenda Gresik kerap menjadi lokus penilaian program Adipura untuk sekolah di kawasan perkotaan.

“Saya akan kembali lagi untuk ngaji tentang lingkungan di Spenda Gresik ini terkait program sekolah yang luar biasa dan sekolah yang langganan jadi lokus Adipura ini,” kata KH. Ahmad Thohari. 

Lingkungan yang aman, nyaman dan menyenangkan adalah dambaan peserta didik dan orang tua. Guru menyambut siswa pagi menjadi budaya yang masih dipertahankan di Spenda. (yad)

Spenda Gresik Bersiap Menuju Eco Green School Asean 2025, Mohammad Salim : Mohon Doa Warga Gresik Selengkapnya

DPRD Gresik Apresiasi DLH Gresik Gercep Tangani Kerusakan Gapura Naga Giri, Ikon Kota Wali yang Rusak Diduga Tersambar Petir

GRESIK,1minute.id – Sri Subaidah mengerahkan puluhan petugas kebersihan reruntuhan bangunan di sekitar Gapura Naga Giri yang rompal diduga tersambar petir pada Rabu, 13 November 2024. Kepala Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik itu memimpin langsung membersihkan puing-puing bangunan yang berserakan di kawasan Waduk Bunder di Jalan Pantura ruas Gresik-Lamongan itu.

Di kawasan Gapura Naga Giri, yang menjadi tetenger masuk kawasan Kota Gresik itu kemudian dipasangi pita plastik dan jaring mengantisipasi  agar kendaraan lebih berhati-hati ketika melintas menuju arah Terminal Bunder. Aksi gerak cepat alias Gercep Sri Subaidah itu mendapatkan apresiasi dari Abdullah Hamdi,  di Komisi III DPRD Gresik.

Dalam pantauan 1minute.id  pita plastik warna kuning kombinasi hitam masih terpasang di kawasan Gerbang Naga Giri yang terlihat asri karena banyak tanaman hias yang tumbuh dan terawat itu. Gerbang Naga Giri itu memiliki tinggi 19,5 meter. Gerbang atau tugu yang dibangun melalui dana corporate social responsibility atau CSR PT Petrokomia Gresik senilai Rp 7 miliar. 

Bangunan gapura itu berdiri kokoh di dua sisi ruas jalan nasional, Jalan Raya Bunder, Kecamatan Kebomas diresmikan oleh Bupati Gresik Sambari Halim Radianto pada 26 September 2015 lalu. Bentuk Naga Giri yang cukup besar sehingga dari jauh terlihat kokoh dan mencerminkan ciri Gresik sebagai Kota Wali

Tugu selamat datang berbentuk Naga Giri tersebut telah menjadi salah satu ikon sebelum memasuki Kawasan Kota Gresik dan menjadi pengetahuan baru bagi masyarakat. Pascaperesmian, tetenger masuk kawasan Kota Gresik menjadi aset Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik. Tahun ini, umur bangunan gapura telah memasuki 9 tahun. 

MONITORING : Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gresik Sri Subaidah (topi warna putih) melakukan monitoring di kawasan Gapura Naga Giri yang rusak diduga tersambar petir pada Rabu. 13 November 2024 ( Foto : DLH Gresik untuk 1minute.id)

Pada Rabu, 13 November 2024, bagian atas gapura yang telah dipasang besi berbentuk lancip diduga anti petir itu rompal. DLH Gresik belum bisa memastikan penyebab kerusakan atap gapura Naga Giri itu. Dugaan awak rusak karena tersambar petir.

Kepala DLH Pemkab Gresik Sri Subaidah mengatakan, pihaknya telah melakukan monitoring langsung ke Gapura Naga Giri di kawasan Waduk Bunder itu pada Rabu, 13 November 2024. Langkah awal monitoring, pihaknya juga melakukan pembersihan terhadap puing-puing yang berserakan. “Langkah awal ini kami bersihkan dulu. Kami netralisir puing-puing gapura biar tidak berceceran di jalan,” ucapnya pada Kamis, 14 November 2024.

Setelah pembersihan puing-puing, ia melanjutkan, DLH juga memasang garis pengaman berupa police line di sekitaran Gapura Bunder. Hal tersebut untuk mengantisipasi agar kendaraan lebih berhati-hati ketika melintas menuju arah Terminal Bunder. Pengamanan juga akan dilakukan dengan memasang jaring-jaring penyangga pada bagian atas. 

“Sementara ini kami amankan dulu. Kami pasangi jaring-jaring sekalian untuk pengamanannya,” sambungnya. Jaring pengaman akan dipasangkan pada bagian atas Gapura Bunder. Pada titik tersebut disinyalir sebagai pemicu awal kerusakan bangunan. 

Ia mengatakan, dugaan awal kerusakan diakibatkan oleh hantaman petir. Namun, Kepala DLH Sri Subaidah menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan penelusuran lebih lanjut. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan konsultan pemeliharaan untuk mencari titik awal persoalan kerusakan. “Kami akan telusuri lebih dulu. Baru nantinya kalau sudah ada penyebab dan titik kerusakan utama akan kami lakukan langkah lanjutan,” bebernya. 

Langkah lanjutan yang akan ditempuh adalah perbaikan secara intensif pada tugu selamat datang tersebut. Ke depan, DLH akan menjalin komunikasi dengan sejumlah OPD terkait untuk merealisasikan perbaikan Gapura Bunder. “Perbaikan jadi langkah penting untuk memastikan kejadian serupa tidak berlangsung pada masa yang akan datang,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman atau DCKPKP Gresik Ida Lailatussa’diyah mengatakan, pihak DLH Gresik telah melakukan koordinasi DCKPKP Gresik. “Sudah berkoordinasi dengan kami. Karena dilengkapi taman dikelola oleh DLH,” kata Ida Lailatussa’diyah dikonfirmasi pada Kamis, 14 November 2024.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi memberikan apresiasi kecapatan DLH Gresik dalam  penanganan gapura setinggi 19,5 meter ini. Menurut Hamdi, penanganan cepat sangat penting agar tak membahayakan pengguna jalan yang sedang melintas.

“Kami salut atas kerja cepat DLH Gresik. Tak sampai satu jam puing-puing reruntuhan gapura langsung bersih,” ucap Hamdi kepada wartawan. (yad/adv)

DPRD Gresik Apresiasi DLH Gresik Gercep Tangani Kerusakan Gapura Naga Giri, Ikon Kota Wali yang Rusak Diduga Tersambar Petir Selengkapnya

Rancang Kostum Daur Ulang hingga Gerakan, Siswa UPT Negeri 31 Gresik Jawara Yel_yel Nawa Karsa, Gresik Lestari Award 2024

GRESIK,1minute.id – Nawa Karsa Award Gresik Lestari menjadi penutup puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di helat Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro atau WEP pada Rabu, 10 Juli 2024.

Sejumlah kegiatan memeriahkan acara yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik yang dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah itu. 

Diantara kegiatan untuk memeriahkan acara tersebut adalah kompotesi yel-yel bertemakan Lingkungan Hidup untuk kader lingkungan. Tim juri dari kompetesi itu menetapkan kader lingkungan dari UPT SMP Negeri 31 Gresik sebagai jawara. 

Di kompetesi Yel-yel, kader lingkungan yang semuanya siswa di sekolah yang dipimpin oleh Miko Dani Asmoro memakai kostum daur ulang. Mereka mendesain sendiri kostum itu.

Menurut guru pembina UPT SMP Negeri 31 Gresik Misri Astuti, siswa bersama semua guru harus lembur membuat kostum daur ulang tersebut.

“Anak-anak all out tampilnya. Busana yang ditampilkan juga kreasi daur ulang made in sendiri. Jadi bapak ibu guru semuanya terlibat dan anak-anak untuk mendaur ulang jadi kostumnya luar biasa,” ujar Misri Astuti pada Kamis, 11 Juli 2024.

FOTO BARENG : Siswa dan guru UPT SMP Negeri 31 Gresik foto bersama usai acara Nawa Karsa Award, Gresik Lestari di depan gedung WEP pada Rabu, 10 Juli 2024 ( Foto : istimewa)

Ia pun mengaku tidak menyangka, dalam kompetesi ini bisa meraih menjadi yang terbaik. “Pesertanya sangat banyak. Dan semuanya baik-baik. Saya tidak menyangka anak-anak bisa menjadi juara,” katanya. Raihan positif dalam kompetisi Yel-yel Lingkungan ini semakin melengkapi keberhasilan yang diraih sekolah berada di Dusun Dadelrejo, Desa Pacuh, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik itu.

Sebab, sebelumnya sekolah berada di ujung barat berbatasan antara Gresik-Lamongan dan Mojokerto itu telah meraih predikat sekolah Adiwiyata Mandiri pada 2022 lalu. “Kalau Adiwiyata itu mah nggak bisa sendiri..one man show. Ya, tahun nabung kegiatan l, nabung menciptakan lingkungan yang bersih ramah anak itu terbayar itu itu luar biasa,” tegas Misri Astuti berapi-api. 

Seperti diberitakan, Dinas Lingkungan Hidup Gresik menggelar Nawa Karsa Award 2024. Dalam gelaran itu, organisasi perangkat daerah atau OPD bertanggungjawab tentang menjaga kualitas dan kelestarian lingkungan di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini menggelar sejumlah kegiatan. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang hadir bersama Wakil Bupati Aminatun Habibah mengajak semua stakeholder untuk menjaga dan melestarikan lingkungan di kabupaten seluas 1.137 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 1,3 juta jiwa ini.

“Pelestarian lingkungan ini membutuhkan komitmen bersama, bagaimana langkah kita dalam menjaga kelestarian lingkungan di daerah. Melalui Nawa karsa Award: Gresik Lestari ini, mudah-mudahan menjadi spirit bersama dalam satu ekosistem (industri, masyarakat, pemerintah) untuk terus memperhatikan isu lingkungan yang ada di sekitar. Termasuk di lingkungan sekolah, kita ingin sekolah adiwiyata juga semakin banyak,” kata Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. (yad)

Rancang Kostum Daur Ulang hingga Gerakan, Siswa UPT Negeri 31 Gresik Jawara Yel_yel Nawa Karsa, Gresik Lestari Award 2024 Selengkapnya

Nawa Karsa Gresik Lestari Wujud Komitmen Pemkab Gresik Lestarikan Lingkungan 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik menggelar Nawa Karsa Gresik Lestari di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro atau WEP di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik pada Rabu, 10 Juli 2024.

Event yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik sebagai puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 yang diperingati setiap 5 Juni itu menjadi wujud komitmen dan penghargaan bagi para pihak yang berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Nawa Karsa Award, Gresik Lestari dan juga kepada seluruh pihak yang terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan di Gresik.

“Isu lingkungan menjadi isu strategis. Sehingga didalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) disebutkan ada program Gresik Lestari. Program ini wujud perhatian pemerintah dalam menjaga lingkungan hidup di Kabupaten Gresik,” ujar orang nomor satu di Kabupaten berpenduduk 1,3 juta jiwa ini.

Gresik Lestari, Gus Yani melanjutkan, merupakan salah satu dari sembilan program prioritas dalam RPJMD Kabupaten Gresik. Mengingat Gresik memiliki karakteristik sebagai kota industri, diperlukan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Nawa Karsa Award ini diharapkan dapat menjadi semangat bersama bagi industri, masyarakat, dan pemerintah dalam menghadapi isu lingkungan,” ujar Ketua DPRD Gresik 2019-2020 itu. Ia menegaskan kembali komitmen pemerintah kabupaten atau Pemkab Gresik untuk terus memperhatikan isu lingkungan, sebagai Gresik yang dikenal sebagai kota industri.

“Kami berkomitmen untuk menjadikan Gresik sebagai kota industri yang ramah lingkungan,” tegas suami Nurul Haromaini Ali ini. 

Penghargaan Nawa Karsa Award Gresik Lestari ini dapat menjadi pendorong bagi kita semua untuk meningkatkan perhatian terhadap lingkungan. Dalam gelaran itu dilakukan penandatanganan Komitmen Bersama Program Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di Kabupaten Gresik yang dilakukan oleh semua stakeholder. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah yang mengawali menandatangani komitmen tersebut. 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik Sri Subaidah menambahkan, dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, menggelar berbagai rangkaian kegiatan. Di antaranya, menggelar kompetisi Kampung Gresik berseri, Lomba konten Lingkungan Hidup, Gerakan Aksi Bersih Lngkungan, Susur Sungai, Penanaman Pohon, Penanaman biopori hingga workshop pengelolaan lingkungan bagi industri. (yad)

Nawa Karsa Gresik Lestari Wujud Komitmen Pemkab Gresik Lestarikan Lingkungan  Selengkapnya

Andil Raih Piala Adipura, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Berikan Tali Asih dan Uang Tunai Kepada Paskun

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 500 petugas kebersihan dan pemeliharaan taman-biasa disebut-pasukan kuning (Paskun) pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik menerima tali asih berupa sembako dan uang tunai dari Bupati Fandi Akhmad Yani di TPA Kelurahan Ngipik pada Rabu, 27 Maret 2024. 

Pemberian tali asih sebagai bentuk ucapan terima kasih atas kinerja para petugas kebersihan, dalam menciptakan Kabupaten Gresik menjadi kota bersih dan sehat sehingga mendapatkan Piala Adipura 2023 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Fandi Akhmad Yani  mengucapkan banyak terima kasih, kepada seluruh petugas kebersihan. Dirinya juga mengapresiasi atas kinerja petugas kebersihan dan pertamanan DLH yang patut diberikan penghargaan. “Mereka selalu hadir baik dalam menciptakan kebersihan, kesehatan, lingkungan maupun di TPA dan TPS. Dari situ Kabupaten Gresik mendapatkan kembali piala Adipura,” ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Dikatakan, dengan mendapatkan penghargaan tersebut Kabupaten Gresik dikenal dengan kebersihannya yang berkaitan dengan kesehatan. Ini dibutuhkan kegigihan dan konsisten, maka perlu senantiasa dijaga.”Kita semua tahu berkat kegigihan mereka Kabupaten Gresik bisa meraih Adipura. Mereka mempunyai peran yang sangat penting didalam kebersihan daerah,” ungkap mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Ia  menambahkan, keberhasil meraih Piala Adipura menjadi capaian bersama. Mudah-mudahan sedikit tali asih ini memberikan manfaat buat saudara saudara semua. “Tak lupa mari kita doakan juga untuk saudara saudara kita yang di Bawean, agar segera pulih dan melakukan aktifitas kembali dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.

Sementara, Kasmuin, salah satu sopir pengangkut kebersihan mengaku senang atas pemberian tali asih berupa sembako dan uang kepada seluruh petugas kebersihan dan pertamanan Kabupaten Gresik. “Jangan melihat nilainya, semoga bermanfaat dan sedikit meringankan beban teman teman seluruh petugas. Ini merupakan wujud perhatian Bapak Bupati Gresik kepada kami,” tuturnya. (yad)

Andil Raih Piala Adipura, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Berikan Tali Asih dan Uang Tunai Kepada Paskun Selengkapnya

Meriah Kirab Piala Adipura, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : 2024 Bangun TPST Gresik Utara Hingga Hutan Kota 

GRESIK,1minute.id – Kirab Piala Adipura meriah pada Selasa, 5 Maret 2024. Ribuan pasang mata berdiri di sepanjang jalan untuk menyaksikan Piala Adipura yang dibawa secara bergantian oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sri Subaidah. 

Piala Adipura diarak dengan naik bus susun berangkat dari depan Stadion Gelora Joko Samudro (G-JOS) di Jalan Veteran, Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas melewati Jalan Panglima Sudirman dan finish di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik. Sepanjang jalan yang dilewati kirab Piala Adipura itu, masyarakat tumplek-blek. Mereka mulai anak-anak sampai orang dewasa. Mereka bangga, Gresik yang dikenal sebagai Kota Industri, tetap bisa meraih penghargaan tertinggi di bidang lingkungan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. 

Piala Adipura 2023, kali pertama dalam kurun waktu satu dasawarsa atau 10 tahun terakhir itu serahkan langsung oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin kepada Bupati Fandi Akhmad Yani di Jakarta pada Selasa, 5 Maret 2024. Sore harinya, Piala Adipura yang kali terakhir diterima Kabupaten Gresik pada 2013 itu akhirnya bisa kembali ke Gresik dibawa kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah ini. Teriakan histeris masyarakat terus menggema sepanjang 5 kilometer begitu mereka melihat Piala Adipura itu. 

Kirab Piala Adipura seakan menjadi oase setelah paceklik penghargaan di bidang lingkungan ini. “Piala Adipura ini kami persembahkan untuk semua warga Kabupaten Gresik. Ini kado kami yang sedang merayakan Hari Jadi Kota Gresik,” ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik merayakan ulang tahun emas atau 50 tahun pada 27 Februari 2024. Dan, Hari Jadi ke-537 Kota Gresik. Namun, orang nomor satu itu berharap raihan Piala Adipura ini bisa menjadi momuntum bagi semua stakeholder untuk terus berkolaborasi dan sinergi menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya. 

Fasilitas umum dan sosial harus dijaga kebersihan.”Toilet di terminal, Alun-alun dan tempat umum lainnya harus dijaga tetap bersih,” harap mantan Ketua DPRD Gresik itu. Sedangkan, pemerintah kabupaten melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik akan terus mendorong bertambahnya ruang terbuka hijau (RTH) di Gresik. “Saat ini, kita masih belum punya Hutan Kota. Tahun ini, akan kita terus melakukan penanaman. Menanam sampai mati,” kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani bertamsil.

Pembuatan Hutan Kota

PAHLAWAN SAMPAH : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (berkopyah) didampingi Kepala Dinas DLH Gresik Sri Subaidah bersama pasukan kebersihan (paskun) usai kirab Piala Adipura di Gedung WEP pada Selasa, 5 Maret 2024 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Bupati Fandi Akhmad Yani memiliki obesesi untuk membuat kawasan perkotaan hijau royo-royo. Kawasan perkotaan yang menjadi pusat industri dengan menjaga kualitas lingkungan yang bersih dan sehat. “Tahun ini, kita berupaya untuk membuat hutan kota. Karena kita saat belum memiliki hutan kota,” kata Gus Yani kepada wartawan usai kirab Adipura di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP). 

Hutan Kota, lanjutnya, akan dipusatkan di belakang Stadion G-JOS. Saat ini, stadion yang menjadi markas kesebelasan Gresik United itu masih dalam proses revitalisasi. “Revitalisasi dilakukan di bagian dalam Stadion Gelora Joko Samudro. Sedangkan, bagian luar nanti DLH bersama CKPKP melakukan pembenahan dan penghijauan,” ujarnya. 

Hilirisasi Sampah

SISWA ADIWIYATA: Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah membawa Piala Adipura sedang melayani ucapan selamat dari para pelajar ketika memasuki halaman Gedung WEP usai Kirab Adipura pada Selasa, 5 Maret 2024 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Belahanrejo, Kecamatan Kedamean telah beroperasi. Bahkan, sampah hasil olahan di TPST Belahanrejo dan TPA Ngipik, yang telah dilengkapi fasilitas RDF di  dua fasilitas tersebut akan dikirimkan ke SIG Pabrik Tuban untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif substitusi batu bara.  Pemkab Gresik bersama Semen Indonesia Tbk telah menandatangani kesepakatan bersama pemanfaatan RDF itu pada 29 Februari 2024. Tahun ini, kita akan bangun TPST di Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah,” kata Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Selain pembangunan TPST di Gresik Utara, imbuhnya, Pemkab Gresik juga telah membangun TPST di Desa Diponggo, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean. “TPST di Pulau Bawean ini belum kami resmikan,” katanya. Berbagai upaya itu dilakukan oleh Pemkab Gresik dengan harapan kedepan kelestarian, dan kesehatan masyarakat Gresik semakin baik. 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gresik Sri Subaidah mengatakan, pihaknya akan terus berkolaborasi dengan semua stakeholder untuk terus menanam tanaman. “Mimpi Saya kawasan belakang Gelora Joko Samudro ditanami palem seperti di Stadion GBK (Gelora Bung Karno, Jakarta),” katanya. (yad)

Meriah Kirab Piala Adipura, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : 2024 Bangun TPST Gresik Utara Hingga Hutan Kota  Selengkapnya

Peringati Hari Peduli Sampah Nasional, Siswa SMP Negeri 2 Gresik Luncurkan Produk Inovasi Kebas. Pertama Di Indonesia 

GRESIK,1minute.id – Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2024 terasa beda di UPT SMP Negeri 2 Gresik pada Jumat, 23 Februari 2024. Di momen itu, sekolah “Zero Waste”  berlokasi di Jalan KH Kholil 16 Gresik itu melaunching sejumlah produk ramah lingkungan. Diantaranya, Kompos kertas bekas (KEBAS) dan eco enzim berbahan sampah buah dan sayur dapur.

“Untuk kompos kertas bekas ini yang pertama di Jawa bahkan mungkin di Indonesia,” ujar Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim usai acara pada Jumat, 23 Februari 2024. Kompos kertas bekas ini, menggunakan bahan kertas yang dihasilkan oleh siswa. Misalnya, siswa salah tulis kemudian kertas di robek-robek dan di buang ke bak sampah yang ada di sekolah. 

Kertas-kertas lecek, sobek-sobek dengan sedikit tinta pulpen itu kemudian dikumpulkan oleh kelompok cinta lingkungan (KCL) yang beranggotakan 58 siswa itu. Kertas kemudian dibusukkan menggunakan air bekas cuci beras. “Selama sebulan proses pembusukannya,” terang Salim yang didampingi oleh Pembinaan Kelompok Cinta lingkungan koordinator Lingkungan Hidup SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik Sumiarsih. 

Kompos Bekas Kertas ini telah dilakukan ujicoba untuk penyubur tanaman di sekolah berlabel Adiwiyata Mandiri itu. “Sangat subur dan aman,” tegas Sumiarsih yang juga Tata Usaha di Spenda Gresik itu. Saat ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik sedang melakukan penelitian kandungan yang terdapat dalam Kompos berbahan kertas itu. 

“Kami ingin setiap momen Hari Lingkungan Hidup ada produk inovasi yang di inisiasi oleh anak kelompok cinta lingkungan ( KCL ) untuk mendukung Inovasi ekonomi hijau,” kata Salim. 

KEBAS : Siswa dan guru UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik pamerkan inovasi Kompos Kertas bekas (Kebas) dan melakukan sedekah sampah kardus untuk Peringati Hari Peduli Sampah Nasional 2024 di halaman sekolah pada Jumat, 23 Februari 2024 ( Foto: Spenda Gresik untuk 1minute.id)

Sementara itu, peringkatan Hari Peduli Sampah Nasional 2024 terasa meriah. Meski, digelar secara sederhana di halaman sekolah. Produk inovasi karya siswa tersebut menjadi perhatian orang tua siswa yang mengikuti seminar Parenting. Hari Peduli Sampah Nasional ini diperingati setiap 21 Februari. Tampak hadir dalam acara tersebut, antar lain, Fungsional Teknis Penyehatan Lingkungan pada DLH Gresik Umaya.

Pada kesempatan itu, Spenda juga menggelar Jumat Berkah dengan Sedekah Sampah Kardus dari siswa. “Sampah kardus itu kami sedekah kan ke DLH Gresik,” kata Salim. 

Seperti diberitakan sejak Oktober 2023, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik menjadikan UPT SMP Negeri 2 Gresik sebagai sekolah percontohan zero waste Kabupaten Gresik. Sejak saat itu sekolah dipimpin oleh Mohammad Salim menjadi jujugan studi tiru. Antara lain, 27 orang pegiat lingkungan dari berbagai organisasi. Diantaranya, Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Gresik; Asosiasi Bank Sampah Indonesia (Asobsi) ; Relawan Eco Enzym Indonesia (REEI) ; Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton). Juga organisasi kemasyarakatan, seperti Muslimat, Fatayat, Nasiyatul Asyiyah, dan perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Gresik. 

Kemudian,  40 Bunda PAUD dari Kecamatan Gresik, Kebomas dan Manyar melakukan studi tiru Merdeka Sampah (Zero Waste) di UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik pada Selasa, 12 Desember 2023. Spenda juga pelopor kantin Halal di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Sekitar 90 persen, produk makanan yang ada di kantin sekolah itu telah mengantongi label Halal. (yad)

Peringati Hari Peduli Sampah Nasional, Siswa SMP Negeri 2 Gresik Luncurkan Produk Inovasi Kebas. Pertama Di Indonesia  Selengkapnya

Gresik Darurat Sampah, Kementerian LH Larang Pendirian TPA baru. Ini Langkah DLH Gresik?

GRESIK,1minute.id – Sampah rumah tangga masih menggunung di tempat pembuangan akhir (TPA) Ngipik. Meski, volume sampah berada di TPA berlokasi Jalan Prof Moh Yamin, Kelurahan Ngipik, Kecamatan/Kabupaten Gresik berkurang. 

“Volume sampah yang masuk TPA Ngipik sekitar 200-an meter kubik per hari,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sri Subaidah usai acara penanaman pohon mangrove, Wilmar Go Green di kawasan wisata Mangrove Karangkiring di Desa Karangkiring, Kecamatan Kebomas pada Sabtu, 11 November 2023.

Di TPA Ngipik, semua sampah rumah tangga warga di kabupaten berjumlah penduduk 1,3 jiwa di tampung. Kementerian Lingkungan Hidup telah membuat kebijakan pada 2030, tidak memperbolehkan pendirian TPA. Benarkah? Sri Subaidah membenarkan.  Ia menyebut Gresik darurat Sampah. 

DIALOG : Kepala DLH Gresik Sri Subaidah berdiskusi dengan Unit Business Head PT Wilmar Nabati Indonesia Ridwan Brandes (depan bertopi) dalam acara Wilmar Peduli, Wilmar Go Green, penanaman pohon mangrove di wisata Mangrove Karangkiring, Desa Karangkiring, Kecamatan Kebomas pada Sabtu, 11 November 2023 ( Foto: chusnul cahyadi/1minute.id)

Namun, perempuan berhijab itu, optimistis Gresik akan Merdeka Sampah pada 2030 mendatang. Ia mengatakan, pihaknya saat ini telah mendorong sejumlah desa mendirikan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). “Sampah di olah di TPST yang ada di desa-desa,” katanya. Sementara itu, pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik juga telah memiliki sejumlah TPST. Selain TPA Ngipik, dalam waktu dekat berdiri TPST Belahanrejo, Kecamatan Kedamean. 

“Kedepan sampah itu harus diolah ditempat asal itu juga. Tidak ada yang dibuang lagi di TPA,” kata Sri Subaidah. Selain mendorong pendirian TPST di setiap desa, Dinas Lingkungan Hidup Gresik yang berkantor di bekas kantor Bupati Gresik di Alun-alun Gresik itu telah memberikan teladan tidak menyediakan minuman berbahan plastik. Bahkan, bekal makanan bagi aparatur sipil negera (ASN) di DLH Gresik “wajibkan” membawa wadah yang ramah lingkungan. “Di kantor kami, tidak menyediakan minuman gelas plastik. Saya bawa bekal makanan ramah lingkungan,” tegasnya. 

Ia pun berharap di sejumlah instansi, kawasan perkantoran di Kabupaten Gresik tidak lagi menggunakan bahan plastik. Sehingga, tekad pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik menjadikan merdeka sampah teralisasi pada 2030. “Kalau Gresik Lestari jargonnya Menanam sampai Mati. Untuk bebas sampah ada lagi jargon yakni Gresik Kawasan Merdeka Sampah,” tegasnya. (yad)

Gresik Darurat Sampah, Kementerian LH Larang Pendirian TPA baru. Ini Langkah DLH Gresik? Selengkapnya

Wilmar Go Green, Tanam 2.500 Pohon Mangrove di Pesisir Karangkiring, DLH Gresik : Gresik Lestari, Tanam Pohon Sampai Mati

GRESIK,1minute.id – Wilmar Nabati Indonesia (WINA) Peduli menggelar penanaman ratusan bibit pohon mangrove di pesisir Karangkiring, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 11 November 2023. Bakti sosial bertajuk Wilmar Go Green ini dipimpin langsung oleh Unit Business Head PT Wilmar Nabati Indonesia (WINA) Ridwan Brandes.

“Selain kuantitas, kami akan lebih fokus untuk kualitas,” kata Ridwan Brandes dalam sambutannya. Menurutnya, pihaknya tidak hanya berfokus berapa banyak bibit pohon mangrove yang ditanam. “Kami akan pelihara dan pemantaun berapa pohon mangrove yang bisa tumbuh. Jadi, kami tidak asal menanam. Tapi, juga akan memeliharanya,” tegasnya. Wilmar Peduli dengan menanam pohon mangrove di pesisir Desa Karangkiring atau Kawasan Wisata Mangrove Karangkiring ini sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Saat ini, lebih kurang 2.500 pohon mangrove yang telah ditanam. 

SIMBOLIS: Unit Business Head PT Wilmar Nabati Indonesia (WINA) Ridwan Brandes menyerahkan bibit mangrove kepada Kepala DLH Gresik Sri Subaidah di Wisata Mangrove Karangkiring, Kecamatan Kebomas pada Sabtu, 11 November 2023 (Foto: chusnul cahyadi/1minute.id)

“Pohon mangrove sangat penting karena bisa menghasilkan banyak oksigen,” katanya. Gerakan Wilmar Go Green dengan menanam pohon mangrove ini, dihadiri antara lain Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sri Subaidah, Kepala Satuan Polisi Air ( Polair) Polres Gresik AKP Winardi, Camat Kebomas Yusuf Anshori , Kades Karangkiring Dedik Hartono, serta warga pesisir Karangkiring. 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sri Subaidah mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Wilmar ini. Ia pun mengajak semua stakeholder untuk terlibat aktif melakukan penanaman pohon. Sri Subaidah bercerita, dirinya telah mendapat wejangan dari Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani agar terus aktif melestarikan lingkungan. Caranya, melakukan penanaman pohon terus menerus untuk mewujudkan Gresik Lestari, satu dari sembilan program Nawa Karsa, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.  “Bu Kadis tolong wujudkan Program Gresik Lestari, menanam pohon sampai mati,” cerita Sri Subaidah membuat peserta yang hadir dalam Wilmar Go Green ini tersenyum. 

Sri Subaidah berharap, kepedulian lingkungan yang dilakukan oleh Wilmar bisa diikuti oleh perusahaan lainnya yang ada di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Selain menanam secara berkelanjutan, juga dilakukan pemeliharaan tanamannya. “Jadi tidak asal tanam, setelah itu ditinggal kemudian pohonnya mati,” ujarnya.

Data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik menyebut, luas kawasan Mangrove di Kabupaten Gresik mencapai 2.854,32 hektar yang tersebar di sepuluh kecamatan. Salah satu berada dalam kawasan wisata Mangrove Karangkiring ini. 

TANAM MANGROVE: Unit Business Head PT Wilmar Nabati Indonesia (WINA) Ridwan Brandes bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gresik Sri Subaidah di lokasi penanaman mangrove di kawasan wisata Mangrove Karangkiring Kecamatan Kebomas pada Sabtu, 11 November 2023 ( Foto: chusnul cahyadi/1minute.id)

Setelah proses seremonial penyerahan bibit mangrove dari Wilmar kepada Dinas LH Gresik kemudian dilanjutkan penanaman pohon mangrove secara simbolis. Karena lokasi penanaman sekitar 400 meter dari bibir pantai, sehingga mereka naik perahu lokasinya. Penanaman mangrove dilakukan sekitar pukul 10.10 WIB karena menunggu air laut pasang. Sinar matahari mulai menyengat kulit, namun mereka terlihat antusias menanam pohon mangrove. 

Kepala Desa Karangkiring Dedik Hartono mengatakan, kawasan tanaman mangrove di pesisir Karangkiring ini luasan mencapai 12 hektar. Untuk penanaman mangrove bersama Wilmar Go Green ini dipusatkan di sisi utara. “Kalau di sisi selatan sudah banyak mangrove, selain itu sisi selatan ini tempat warga mencari kerang dan kepiting,” kata Dedik usai acara.  (yad)

Wilmar Go Green, Tanam 2.500 Pohon Mangrove di Pesisir Karangkiring, DLH Gresik : Gresik Lestari, Tanam Pohon Sampai Mati Selengkapnya

UPT SMP Negeri 2 Gresik, Sekolah Zero Waste Pertama, Jujugan Studi Tiru 

GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 Gresik menjadikan sekolah percontohan zero waste Kabupaten Gresik. Sekolah dipimpin oleh ohammad Salim itu menjadi jujugan pegiat lingkungan untuk melakukan studi tiru. 

Antara lain, tim Penyuluh Gresik Kawasan Merdeka Sampah (GKMS) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik. Sebanyak 27 orang dari berbagai organisasi, diantaranya, pusat telaah dan informasi regional (Pattiro) Gresik; Aosiasi bank sampah Indonesia (Asobsi) ; Relawan Eco Enzym Indonesia (REEI) ; Ecoton. Selain itu, ada juga organisasi kemasyarakatan, seperti Muslimat, Fatayat, Nasiyatul Asyiyah, dan perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Gresik. 

Rombongan tiba di UPT SMP Negeri 2 Gresik di Jalan KH Kholil, Kelurahan Kebungson, Gresik sekitar pukul 07.30 WIB. Mereka kemudian melakukan diskusi di ruang perpustakaan sekolah. Diskusi pun gayeng. Karena mereka memiliki tujuan sama Gresik bebas sampah.  “Tim penyuluh itu melakukan kunjungan ke sekolah untuk studi tiru pengelolaan sampah di sekolah,” kata Mohammad Salim pada Rabu, 25 Oktober 2025.  Tim penyuluh diajak ke pusat sampah yakni kantin sekolah. 

STUDI TIRU : Peserta diskusi studi tiru di sekolah zero waste UPT SMP Negeri 2 Gresik ( Foto : Istimewa)

“Kantin kami sudah tersertifikasi halal sehingga sumber sampah sudah dapat di minimalisir dan sehat,” ujar Salim didampingi humas sekolah Titien Harfutien. Kemudian, tim menuju tempat penanganan komposter dan bank sampah sekolah yang sudah aktif berjalan sejak program Adiwiyata digulirkan. ” Skarang tertanam pada karakter hidup bersih dan pulah sampah,” tegasnya. 

Titien Harfutien menambahkan, kehadiran orang tua dan studi tiru itu diharapkan mampu memberikan kontribusi pada program zero waste. “Orang tua bisa berkontribusi membuat sekolah zero waste dengan tidak memakai plastik saat mengirim makanan anaknya ke sekolah, ini kita periksa di pos pintu masuk,” kata Titien Harfutien. Peran aktif siswa menciptakan sekolah zero waste ini, melalui kelompok cinta lingkungan. “Sekolah audah terbentuk tim kelompok cinta lingkungan ( KCL) yang sebagai kader model dan duta penyuluh lingkungan,” kata Inggar, bagian kesiswaan UPT SMP Negeri 2 Gresik. 

Partisipasi semua insan sekolah itu, menjadikan UPT SMP Negeri 2 Gresik menjadi Sekolah Zero Waste, pertama di Kabupaten Gresik. (yad)

UPT SMP Negeri 2 Gresik, Sekolah Zero Waste Pertama, Jujugan Studi Tiru  Selengkapnya