Ada Pelayanan Perizinan Gratis Di setiap CFD

GRESIK,1minute.id – Minggu Sehat kembali digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik di sepanjang Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik pada Minggu, 15 Mei 2022. Gelaran tanpa asap kendaraan bermotor itu di mulai badal Subuh  dengan center point depan gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP). Minggu Sehat dengan istilah karennya, Car Free Day (CFD) itu di buka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman. 

Diawali kegiatan senam bareng masyarakat menyambut antusias kegiatan itu. Merekatumplek blek dan bebas beraktivitas tanpa terganggu oleh lalu lalang kendaraan bermotor. Para pedagang kaki lima (PKL) mendapatkan berkah dari kegiatan yang bakal menjadi agenda rutin hari Minggu itu.

Apalagi, Minggu Sehat kali pertama dengan mengambil tema “Sehat Jasmani, Sehat Ekonomi” pascavakum sejak 2019 itu ada pelayanan perizinan gratis dari Dinas Penanaman Modal Pelayanan Satu Atap Terpadu (DPM-PTSP) Gresik bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Gresik. 

Kepala DPM-PTSP A.M. Reza Pahlevi mengatakan, pihaknya membuka layanan konsultasi pengurusan izin dasar dan izin berusaha sekaligus tata cara laporan kegiatan penanaman modal (LKPM). “Kami lakukan jemput bola melalui acara yang banyak mendatangkan masyarakat dan pelaku usaha dari UMKM sampai yang skala besar,”ujar Reza pada Minggu,15 Mei 2022.

Pelayanan perizinan dasar antara lain nomor induk berusaha (NIB). “UMKM yang belum memiliki NIB kita fasilitasi dan kita asistensi untuk memiliki NIB melalui pengenalan aplikasiOSS RBA (Online Single Submission Risk Based Approach ). Dan gratis dan hitungan menit sudah jadi,”terang mantan Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik ini. Reza menegaskan, pelayanan jemput bola akan dilakukan setiap minggunya di CFD nanti. “Kita akan berikan pelayanan setiap minggunya,”tegasnya. (yad)

Ada Pelayanan Perizinan Gratis Di setiap CFD Selengkapnya

Kinerja DPM PTSP Gresik Kinclong, Realisasi Pendapatan  Triwulan Pertama Melebihi Target

GRESIK,1minute.id – Kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Gresik kinclong. Pada triwulan pertama membukukan pendapatan dari sektor retribusi lebih dari Rp 5 miliar. Raihan pendapatan itu melebihi target APBD sebesar Rp 2 miliar. 

Meski begitu, Kepala DPM-PTSP Gresik A.M. Reza Pahlevi belum puas dengan raihan itu. “Saya setiap hari terus mencari potensi meningkatkan pendapatan,”kata Reza Pahlevi dikonfirmasi pada Rabu, 30 Maret 2022. Sehari sebelumnya, kinerja positif itu mendapatkan apreasiasi dari Komisi II DPR RI. Komisi dengan lingkup tugas di bidang dalam negeri, sekretariat negara, dan pemilu melakukan kunjungan kerja ke Mal Pelayanan Publik (MPP) di DPM-PTSP Gresik.

Rombongan dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPR RI Lukman Hakim disambut oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan Kepala DPM-PTSP Gresik A.M Reza Pahlevi.  Mereka melihat secara langsung 21 jenis pelayanan yang ada di MPP itu. 

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Lukman Hakim menyatakan bahwa, pihaknya ingin memastikan peningkatan pelayanan publik di Gresik sudah diselenggarakan dengan baik. Ia juga memastikan tingkat kepuasan masyarakat terhadap playanan yang diberikan. 
Lukman Hakim menilai MPP Gresik layak di apresiasi.

Sebab menurutnya, hampir seluruh kebutuhan perizinan masyarakat tersedia di MPP Gresik. Masyarakat dapat menerima layanan secara langsung dengan mendatangi MPP atau bisa juga dengan sistem online. “Pelayanan di sini (MPP Gresik) sudah cukup memadai dan memudahkan masyarakat mengurus segala kebutuhan perijinan,” ungkapnya. 

Lukman Hakim yang juga ketua Fraksi PKB tersebut, dirinya mengatakan bahwa MPP ini ramah disabilitas. “Saya lihat Pemkab Gresik memiliki paradigma pembangunan yang mengarusutamakan pelayanan bagi kaum disabilitas,”ujarnya. Kendati demikian, masih ada sejumlah catatan sebagai bahan perbaikan untuk lebih maju kedepannya.

“Misalnya bagaimana layanan difabel yang lebih detail, seperti alat baca atau alat dengar kedepan bisa disediakan di MPP ini. Dan catatan ini sebagai hal yang wajar demi kemajuan bersama dan peningkatan layanan bagi masyarakat,”imbuhnya. “MPP Gresik layak menjadi percontohan di level nasional. Apalagi ditambah dengan inovasi Pak Bupati terkait rencana perizinan yang dapat diselesaikan di tingkat kecamatan. Bupati milenial, inovasinya juga gemilang,”pujinya. 

Sementara itu,  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan pihaknya telah berkomitmen memberikan pelayanan prima. “Mal Pelayanan Publik ini merupakan komitmen pemerintah terhadap pelayanan dasar seluruh aspek yang menjadi kebutuhan masyarakat. Kami terus berusaha hadir di tengah masyarakat yang dibarengi dengan inovasi yang terus kita kembangkan. Misalnya jemput bola kick off di desa terkait pelayanan administrasi kependudukan,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani.

Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, Pemkab Gresik juga berkomitmen mengangkat UMKM di Gresik untuk terus maju. Bahkan ia berharap UMKM di Gresik mampu berdaya saing hingga berani ekspor. Ia menjelaskan, NIB (Nomor Induk Berusaha) bagi UMKM atau perizinan produk UMKM kedepan dapat diurus di tingkat kecamatan.

“Saat ini masih Kecamatan Kebomas dan Kecamatan Gresik Kota yang kita jadikan pilot project. Dan secepatnya akan diterapkan di kecamatan lainnya. Upaya ini akan terus kita dorong agar NIB bisa di selesaikan di tingkat kecamatan,”tegasnya. Dengan adanya MPP berharap agar masyarakat tidak bingung. Di era transformasi digital seperti saat ini, pihaknya juga akan mengenalkan kepada masyarakat terkait banyaknya platform yang dapat diakses dari gadget dan bisa dilakukan dimanapun berada. 

“Di era transformasi digital ini, kami terus mempersiapkan berbagai platform untuk lebih memudahkan masyarakat dalam memperoleh pelayanan yang efektif efisien, cukup memanfaatkan gadget yang dimiliki oleh setiap masyarakat. Saya yakin mayoritas masyarakat Gresik sekarang ini sudah banyak mengikuti perkembangan teknologi,” katanya. (yad)

Kinerja DPM PTSP Gresik Kinclong, Realisasi Pendapatan  Triwulan Pertama Melebihi Target Selengkapnya