Bupati Gresik Matangkan Pelebaran Jalan Menganti-Lakarsantri Perkuat Konektivitas Gresik bagian Selatan dengan Kota Surabaya

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus mematangkan rencana pelebaran Jalan Raya Menganti, Gresik – Lakarsantri, Surabaya sebagai salah satu proyek strategis untuk memperkuat konektivitas Gresik bagian selatan dengan Kota Surabaya. 

Memasuki tahapan pengadaan tanah, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengajak masyarakat berpartisipasi aktif melalui Sosialisasi dan Konsultasi Publik Pengadaan Tanah untuk Pembangunan bagi Kepentingan Umum yang digelar di Kantor Desa Menganti, Kecamatan Menganti pada Kamis, 16 Juli 2026. 

Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan proses pengadaan tanah berjalan secara transparan, akuntabel, dan mengedepankan musyawarah. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Dhiannita Tri Astuti, perwakilan Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik, perwakilan Kejaksaan Negeri Gresik, perwakilan DPRD Gresik, Forkopimcam Menganti, Pemerintah Desa Menganti, serta masyarakat pemilik lahan yang terdampak rencana pembangunan.

Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa Kecamatan Menganti kini berkembang menjadi kawasan strategis yang berbatasan langsung dengan Kota Surabaya. Perkembangan tersebut harus diimbangi dengan infrastruktur jalan yang memadai agar mobilitas masyarakat semakin lancar sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru.

“Menganti lima tahun lalu dengan sekarang sudah sangat berbeda. Kawasan ini berbatasan langsung dengan Surabaya bagian barat, sementara perkembangan Kota Surabaya juga terus bergerak ke arah barat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Gresik ingin mengintegrasikan konektivitas wilayah selatan agar Menganti benar-benar menjadi kota satelit Kabupaten Gresik,” ujar Bupati Fandi Akhmad Yani.

Menurutnya, pelebaran Jalan Menganti-Lakarsantri merupakan langkah strategis untuk mengatasi persoalan kemacetan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Jalan yang saat ini terdiri dari dua lajur akan diperlebar menjadi empat lajur sehingga mampu meningkatkan kapasitas lalu lintas sekaligus memperlancar konektivitas antarwilayah.

Ia mengungkapkan bahwa proyek tersebut berawal dari keberanian pemerintah memulai pembangunan secara bertahap beberapa tahun lalu. Saat itu, pengadaan tanah diawali dari ruas di Desa Setro, Kecamatan Menganti. Dukungan masyarakat yang terus menguat menjadi modal penting bagi pemerintah untuk melanjutkan pembangunan hingga memasuki tahapan pengadaan tanah saat ini.

“Dulu saya sempat ragu memulai. Tetapi saya berpikir, kalau tidak dimulai kapan lagi? Saat hujan banjir lalu macet, pagi dan sore juga macet. Akhirnya kami mulai bertahap dari Setro. Alhamdulillah, respons masyarakat luar biasa. Dukungan itulah yang membuat kami yakin untuk melanjutkan pembangunan ini,” kata Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Ia menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan tanah akan dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dengan pendampingan Kejaksaan Negeri Gresik dan Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik sehingga hak-hak masyarakat tetap terlindungi.

“Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan baik, transparan, dan masyarakat tidak dirugikan. Yang terpenting adalah kepentingan bersama. Infrastruktur yang dibangun ini nantinya kembali untuk masyarakat Gresik sendiri,” tegas Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Lebih jauh, Bupati Yani berharap koridor Menganti-Lakarsantri nantinya tidak hanya menjadi solusi kemacetan, tetapi juga mampu mendukung pengembangan transportasi massal yang menghubungkan Kabupaten Gresik dengan Kota Surabaya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Dhiannita Tri Astuti, menjelaskan bahwa konsultasi publik merupakan tahapan wajib dalam proses pengadaan tanah guna membangun kesepahaman antara pemerintah dan masyarakat sebelum proyek dilaksanakan.

“Kalau jaringan jalan terbuka, investasi pasti akan masuk. Ketika investasi tumbuh, kesempatan kerja dan peluang usaha masyarakat juga ikut meningkat. Karena itu, pengadaan tanah ini menjadi bagian penting agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan,” jelas Dhiannita.

Ia menegaskan, proses pengadaan tanah mengedepankan prinsip musyawarah, transparansi, dan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan yang berlaku. “Seluruh mekanisme dilakukan sesuai aturan. Pembayaran ganti kerugian nantinya langsung ditransfer ke rekening masing-masing pemilik tanah, bukan secara tunai. Kami ingin seluruh proses berlangsung akuntabel dan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,” ujarnya.

Dhiannita menjelaskan, sosialisasi dan konsultasi publik dilaksanakan secara bertahap di seluruh desa yang terdampak. Sebelum Desa Menganti, kegiatan telah digelar di Desa Hulaan pada 3 Juli 2026, Desa Setro pada 9 Juli 2026, dan Desa Laban pada 10 Juli 2026. Setelah Desa Menganti, kegiatan serupa dijadwalkan berlangsung di Desa Sidowungu pada 17 Juli 2026. 

Hasil konsultasi publik tersebut akan menjadi bagian dari proses pengajuan Penetapan Lokasi (Penlok) kepada Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik sebagai dasar pelaksanaan tahapan pengadaan tanah berikutnya.

Khusus di Desa Menganti, ruas yang akan ditangani memiliki panjang sekitar 580 meter, termasuk kawasan Simpang Empat Menganti. Berdasarkan identifikasi awal, terdapat 119 bidang tanah yang berpotensi terdampak. Seluruh proses pengadaan tanah akan dilaksanakan melalui mekanisme Penetapan Lokasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Berdasarkan layout penanganan Simpang Empat Menganti, pekerjaan mencakup penataan sepanjang 525 meter yang terbagi dalam lima ruas, yaitu Ruas Menganti-Bringkang dengan lebar 11 meter, Ruas Menganti-Lakarsantri selebar 11 meter, Ruas Menganti-Kepatihan selebar 8,5 meter, Ruas Menganti-Banjaran selebar 7 meter, serta Jalan Pasar Menganti selebar 5 meter.

Selain pelebaran jalan menjadi empat lajur, kawasan Simpang Empat Menganti juga akan ditata menjadi koridor perkotaan yang lebih representatif melalui pembangunan trotoar di kedua sisi jalan, sistem drainase yang lebih baik, median jalan, serta utilitas bawah tanah sehingga kabel-kabel udara tidak lagi semrawut. Penataan tersebut diharapkan mampu mengurangi titik kemacetan, meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, sekaligus menghadirkan wajah baru Kecamatan Menganti sebagai kawasan perkotaan yang modern.

Dalam kegiatan tersebut juga digelar public hearing sebagai ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat. Berbagai masukan disampaikan warga sebagai bagian dari penyempurnaan rencana pembangunan.

Salah satu warga Desa Menganti, Miftahul Huda, menyatakan dukungannya terhadap rencana pelebaran Jalan Menganti-Lakarsantri. “Mudah-mudahan apa yang direncanakan ini berjalan lancar. Saya mendukung dengan apa yang sudah direncanakan ini,” ujarnya.

Meski demikian, ia berharap pemerintah turut melengkapi hasil pembangunan dengan fasilitas keselamatan bagi pejalan kaki, seperti pelican crossing, agar masyarakat dapat menyeberang jalan dengan lebih aman. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Matangkan Pelebaran Jalan Menganti-Lakarsantri Perkuat Konektivitas Gresik bagian Selatan dengan Kota Surabaya Selengkapnya

2026 : Pemkab Gresik Fokus Perbaikan JPD Rusak menjadi Mantap

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bakal fokus melakukan pembenahan infrastruktur Jalan Poros Desa (JPD). Kebijakan yang bakal dimulai tahun ini diambil sebagai tindak lanjut evaluasi capaian kinerja pembangunan jalan sepanjang tahun 2025 sekaligus menjawab masih tingginya kebutuhan penanganan jalan desa di berbagai kecamatan.

“Bangun Desa, Menata Kota”. Berdasarkan rekapitulasi yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik penanganan infrastruktur JPD di seluruh kecamatan, baik di wilayah daratan maupun kepulauan kategori rusak ringan, sedang dan berat diestimasikan sebesar Rp 2,83 triliun. 

Duet Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif, Bupati dan Wakil Bupati Gresik akan memfokuskan pembangunan infrastruktur JPD dengan kategori jalan rusak menjadi mantap kebutuhan anggaran diestimasikan sebesar Rp 1 triliun. Pembangunan akan dilakukan secara bertahap selama 4 tahun, periode 2026 sampai 2029. Setiap tahun, akan mengalokasikan minimal sebesar Rp 250 miliar.

Pada 2026, Pemkab Gresik akan memprioritaskan peningkatan dan pelebaran JPD pada ruas-ruas strategis yang berfungsi sebagai penghubung antar desa, jalur distribusi hasil pertanian dan industri, serta akses utama layanan pendidikan dan kesehatan. 

Sejumlah program yang direncanakan antara lain peningkatan JPD di beberapa wilayah kecamatan, pelebaran jalan pada jalur dengan tingkat kepadatan tinggi, serta pemeliharaan berkala untuk menjaga kemantapan jalan yang telah dibangun sebelumnya.

Sebagai gambaran capaian, sepanjang tahun 2025 DPUTR  Gresik telah melaksanakan perbaikan infrastruktur jalan dengan total panjang 22,257 kilometer menggunakan konstruksi beton, aspal, dan paving yang tersebar di 37 titik. Pekerjaan tersebut meliputi peningkatan dan pelebaran jalan, rekonstruksi ruas jalan, pembangunan jembatan baru, serta perbaikan fasilitas pendukung infrastruktur di Pulau Bawean.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menegaskan bahwa keberhasilan perbaikan jalan tidak dapat dilakukan secara parsial dan harus dikerjakan secara menyeluruh. Ia mendorong Dinas PUTR untuk memperkuat kolaborasi dengan perangkat daerah terkait, khususnya para camat di wilayah yang memiliki ruas jalan rusak.

“Upaya peningkatan kemantapan jalan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Camat memiliki pemahaman langsung terhadap kondisi wilayahnya. Insight dari mereka sangat dibutuhkan agar perbaikan jalan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Dalam menentukan prioritas perbaikan, Pemkab Gresik turut melibatkan partisipasi masyarakat. Aduan dan laporan yang masuk melalui media sosial, kanal Lapor Gus, hingga layanan panggilan darurat 112 dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan ruas jalan yang akan ditangani. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

2026 : Pemkab Gresik Fokus Perbaikan JPD Rusak menjadi Mantap Selengkapnya

2025, DPUTR Gresik Lakukan Pemantapan Infrastruktur Jalan Sepanjang 24,5 Kilometer 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik terus berikhtiar mempercepat pemantapan infrastruktur jalan. Tahun 2025, Pemkab Gresik melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik telah menggarap jalan sepanjang 12,49 kilometer. 

Kondisi jalan yang rusak berat berkurang menjadi 19,75 km atau 3,48 %. “Kemantapan jalan baik dan sedang panjang 399,21 km atau 70,46 % dari total panjang jalan Kabupaten 566,61 km,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Dhiannita Tri Astuti dalam Ngobrol Infrastruktur di Kantor DPUTR Gresik pada Selasa, 23 Desember 2025.

Dhian, sapaan akrab, Dhiannita Tri Astuti didampingi Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Gresik Eddy Pancoro serta Kepala Bidang lainnya.  Meski keberadaan jalan rusak berat “hanya” 19,75 kilometer, Dhian menganggap memiliki dampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi dan keselamatan bagi masyarakat, terutama di wilayah dengan lalu lintas yang padat dan akses logistik yang menjadi hajat hidup orang banyak. 

Dhian mengatakan, bahwa perbaikan infrastruktur jalan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perbaikan infrastruktur dilakukan melalui proses berkelanjutan yang dilakukan sejak 2021. Upaya yang dilakukan mencakup peningkatan kualitas jalan hingga dukungan penyediaan lahan untuk proyek nasional yang ditargetkan kelar akhir 2025 ini. 

“Penanganan jalan kami lakukan bertahap dan terukur. Fokus kami adalah ruas-ruas prioritas yang menopang aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah,” tegasnya. Penyediaan lahan untuk proyek nasional, antara lain, pembangunan jembatan Manyar dan Pelebaran jalan yang terhubung dengan Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE).

“Pak Bupati (Fandi Akhmad Yani) memberikan perhatian khusus untuk pelebaran jalan Manyar ini,” katanya. Data DPUTR Gresik pada Tahun Anggaran 2025, Bidang Bina Marga DPUTR Gresik melakukan 27 paket pekerjaan yang meliputi 10 paket pekerjaan peningkatan jalan aspal 645 meter, beton 7.571 meter ; 11 paket pelebaran jalan aspal 4.687,5 meter dan beton 4.298 meter dan 2 paket rekonstruksi jalan aspal 262 meter, beton 627 meter. 

Total pekerjaan jalan yang dilelang pada 2025 mencapai lebih dari 18 kilometer, ditambah pemeliharaan rutin sepanjang 6,3 kilometer. Dengan demikian, keseluruhan penanganan jalan Bina Marga tahun depan ditargetkan menyentuh hampir 24,5 kilometer. Selain infrastruktur jalan, juga ada 4 paket jembatan, yakni 2 pembangunan jembatan baru, 1 rehabilitasi Dermaga Apung Bawean.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Gresik Eddy Pancoro, menyampaikan bahwa skala prioritas perbaikan tidak hanya ditentukan oleh kondisi teknis jalan, tetapi juga laporan langsung dari masyarakat. “Setiap aduan yang masuk melalui layanan 112 Lapor Gus kami tindaklanjuti secepat mungkin. Partisipasi warga sangat membantu kami menentukan kebutuhan paling mendesak,” jelasnya.

Bagaimana rencana pemantapan infrastruktur 2026? Edi Pancoro menyampaikan, beberapa ruas strategis yang menjadi prioritas tahun depan antara lain Jalan Bungah–Dukun sepanjang sekitar 4 kilometer yang akan dilebarkan hingga delapan meter, serta Jalan Duduksampeyan–Betoyo Guci yang akan dibeton karena berbatasan langsung dengan jalan nasional.

Melalui langkah-langkah tersebut, Pemkab Gresik menargetkan infrastruktur jalan yang lebih layak, aman, dan mampu menunjang pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

2025, DPUTR Gresik Lakukan Pemantapan Infrastruktur Jalan Sepanjang 24,5 Kilometer  Selengkapnya

Jaga Lumbung Pangan, Kota Industri Gresik Operasikan 220 HIPPA Kelola Jaringan Irigasi seluas 14 Ribu Ha 

GRESIK,1minute.id – Sejumlah petani berkumpul di ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik sehari menjelang peringatan Hari Pangan Sedunia 2025.

Hari Pangan Sedunia diperingati setiap 16 Oktober. Kehadiran petani, anggota Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) untuk mengikuti pembinaan yang diinisiasi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik ini dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. 

Wabup Asluchul Alif menyatakan, Gresik meski menyandang julukan Kota Industri. Akan tetapi, sektor pertanian menjadi perhatian serius. Sebab, justru dari sawah dan irigasilah ketahanan pangan negeri ini bertumpu.

“Hari ini panjenengan hadir, silakan menyampaikan uneg-uneg yang ada. Sampaikan, nanti kita perbaiki. Gresik potensi pertaniannya sangat tinggi, kota industri, tapi pertanian kita tetap nomor lima. Ketahanan pangan yang diminta Presiden agar bisa terpenuhi memerlukan irigasi yang optimal,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah kabupaten tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dengan petani, desa, hingga kelembagaan seperti HIPPA menjadi kunci. “Kita membutuhkan keadaan nyata di lapangan. Tidak mungkin Pemkab Gresik bekerja sendiri, karena kita memerlukan kolaborasi dengan panjenengan semua,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Gresik Dhiannita Tri Astuti, dalam laporannya menyebutkan saat ini ada 220 HIPPA di Gresik yang mengelola jaringan irigasi seluas hampir 14.000 hektare. Dari angka itu, sebagian HIPPA sudah mandiri, bahkan ada yang pernah meraih penghargaan nasional.

“Air adalah jantung pertanian. Infrastruktur irigasi tidak akan berfungsi tanpa partisipasi petani yang aktif. Karena itu pembinaan seperti ini penting untuk memperkuat kapasitas HIPPA agar petani bisa semakin berdaya,” jelasnya.

Kabupaten Gresik memang dikenal sebagai kota industri. Namun peran pertanian tetap menjadi sektor vital. Karenanya acara pembinaan HIPPA ini tidak hanya menjadi ajang penyampaian program pemerintah, tapi juga ruang bertukar pengalaman. Para pengurus HIPPA dari delapan kecamatan hadir, membawa cerita sekaligus bertukar pikiran agar sistem irigasi bisa lebih baik. (yad)

Jaga Lumbung Pangan, Kota Industri Gresik Operasikan 220 HIPPA Kelola Jaringan Irigasi seluas 14 Ribu Ha  Selengkapnya

Besok DPUTR Gresik Perbaiki Ruas Jalan Babatan, Balongpanggang, Gresik

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif melakukan inspeksi ruas Jalan Desa Kedungsumber – Babatan di Kecamatan Balongpanggang pada Senin, 3 Maret 2025. dokter Alif, sapaan akrabnya didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang atau DPUTR Gresik Dhiannita Tri Astuti. 

Infrastruktur jalan yang menghubungkan Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik dengan Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan ini kerap dikeluhkan oleh pengguna jalan. Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik akan memperbaiki jalan tersebut untuk memberikan kenyamanan berkendara sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

“Kami sering mendapatkan aduan terkait jalan berlubang dan bergelombang di tempat ini (Jalan Babatan,Red). Hari ini saya cek memang benar banyak yang rusak. Saya sudah minta besok (Selasa) Bu Dian (Kadis PUTR,red) melakukan perbaikan,” kata dokter Alif pada Senin, 3 Maret 2025.

Ia menjelaskan, kondisi Jalan Babatan mengalami kerusakaan akibat banyak dilalui kendaraan berat ditambah tingginya intensitas curah hujan. Rencananya, total jalan yang diperbaiki sepanjang 1,5 kilometer dengan waktu pengerjaan diperkirakan selama dua sampai tiga minggu.

“Untuk pengendara yang melintas saya harap bisa berhati-hati dan bersabar selama proses perbaikan,” ujar mantan Wakil Ketua DPRD Gresik itu. Ia menegaskan, Pemkab Gresik berkomitmen terus melakukan perbaikan jalan rusak. Hanya saja memang butuh waktu untuk menyelesaikan semuanya. Perbaikan dilakukan secara bertahap.

“Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Dinas PUTR Gresik hampir setiap hari melakukan penambalan jalan rusak. Seperti tadi memperbaiki ruas Bundaran Desa Pangkahwetan sampai pertigaan Ujungpangkah,” tegasnya. (yad)

Besok DPUTR Gresik Perbaiki Ruas Jalan Babatan, Balongpanggang, Gresik Selengkapnya

Hujan Sepanjang Malam, Kali Lamong Meluap, 6 Desa di Balongpanggang Terendam

GRESIK,1minute.id – Hujan deras dengan intensitas tinggi membuat Kali Lamong meluap pada Senin malam, 24 Februari 2025. Air bah itu terus mengalir ke tempat yang lebih rendah. Akibatnya, enam desa di Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Jawa Timur terendam air. Enam Desa itu di antaranya, Desa Dapet genangan air terlihat di tiga 3 dusun ;  Desa Sekarputih menggenangi 2 dusun ; Desa Wotansari sebanyak  3 Dusun yang kebanjiran. 

Banjir Kali Lamong kali pertama di 2025. Berikutnya, Desa Banjaragung ada  2 Dusun yang terendam ;  Desa Karangsemanding sebanyak 2 Dusun ; dan, Desa Pucung air Kali Lamong menggenangi 3 Dusun. Ketinggian air antara 30 sentimeter hingga 60 sentimeter.

Kepala Desa Dapet Siswadi, menceritakan pada Senin malam, sekitar pukul.21.00 WIB, pihaknya bersama perangkat kecamatan sedang melakukan rapat. Rapat dadakan itu, untuk mengantisipasi dampak dan langkah-langkah penyelamatan bila debit air Kali Lamong semakin tinggi. “Ini karena setelah rapat jam 21.00 WIB itu masih sebanyak 9 rumah di Dusun Sugiwaras, dan Kedungdowo 19 Rumah tapi setelah jam 22.00 air datang begitu derasnya,” cerita Siswadi kepada wartawan. 

Debit air yang sangat deras membuat air mengalir begitu cepat. “Otomatis warga ribut untuk menyelamatkan barangnya sehingga tidak ada orang yang tidur,” tuturnya. 

Siswadi juga menambahkan bahwa Banjir Kali ini luar biasa besarnya, sampai sampai air melintas ke sebelah selatan sehingga merusakkan infrastruktur jalan desa. “Alhamdulilah masyarakat selamat dan tidak ada korban jiwa tidak ada kerusakan, sementara hewan sapi dan kambing di evakuasi kedataran yang lebih tinggi,” terangnya.  

Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBPD Gresik F.X.Driatmiko Herlambang mengatakan, pihaknya masih terus memantau perkembangan banjir. “Ini saya masih di Balongpanggang,” kata Miko-sapaannya pada Selasa, 25 Februari 2025. (yad)

Hujan Sepanjang Malam, Kali Lamong Meluap, 6 Desa di Balongpanggang Terendam Selengkapnya

Pemkab Pasang Rambu Larangan Kendaraan Berat, Bupati Gresik Koordinasi Penyedia Layanan Peta Online

GRESIK,1minute.id – Ruas Jalan Prambangan, Kebomas-Betiring, Cerme telah selesai dibangun dan diserahkan kepada pemerintah kabupaten atau Pemkab Gresik.

Jalan alternatif yang bisa mempercepat laju ekonomi itu dikhususkan untuk kelas jalan kabupaten. Sehingga, ruas jalan tersebut harus steril dari kendaraan berat. Rambu larangan kendaraan berat telah di pasang di ruas Jalan Raya Betiring, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik pada Selasa, 4 Juni 2024.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani tampak hadir saat pemasangan rambu larangan tersebut. Sebelumnya, rambu yang sama telah dipasang di ruas Jalan Prambangan, Kecamatan Kebomas.

Pemasangan rambu jalan ini merupakan bagian dari program peningkatan infrastruktur lalu lintas yang bertujuan untuk meminimalisir kecelakaan, meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, dan menjaga keawetan jalan.

Bupati Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa adanya fasilitas infrastruktur bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat. Namun, dalam pelaksanaannya tentunya diperlukan tanggung jawab bersama untuk menjaga ketertiban dan keselamatan di jalan raya, salah satunya terkait kelas jalan.

“Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan adanya rambu-rambu ini, kami berharap masyarakat lebih tertib dan waspada saat berkendara. Untuk ruas jalan ini (Betiring-Prambangan), tidak boleh dilewati kendaraan berat terutama kendaraan beroda 10,” ujarnya.

Pemasangan rambu di titik Betiring hari ini merupakan kelanjutan dari pemasangan rambu yang sama di titik Prambangan, pada Sabtu lalu, 1 Juni 2024. 

Selain pemasangan rambu jalan, Gus Yani juga akan melakukan koordinasi dengan penyedia layanan peta online. Hal ini karena ditengah perkembangan teknologi informasi, penggunaan layanan peta online biasa digunakan pengguna jalan.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan penyedia layanan peta online. Karena kita tahu, saat ini penggunaan peta online sudah lazim digunakan pengguna jalan. Dalam peta biasanya akan ditunjukkan rute tercepat, nah disini kita akan melakukan koordinasi agar pihak penyedia layanan peta untuk menampilkan notifikasi bahwa jalur Betiring-Prambangan ini tidak boleh dilewati kendaraan berat,” terang mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Larangan kendaraan berat atau roda 10 mendapatkan apresiasi dari masyarakat pengguna jalan tersebut. Sebab, saat masa pemeliharaan selama 6 bulan, mulai Desember 2023 sampai Mei 2024, ruas jalan tersebut kerap mengalami kerusakan karena ditengarai kerap dilintasi kendaraan berat. 

Sebab, keberadaan jalan alternatif, Betiring-Prambangan ini selain mulus, memperpendek perjalanan menuju ke Surabaya atau sebaliknya. 

“Adanya ruas jalan ini sangat membantu akses mobilitas masyarakat. Karenanya, pemasangan rambu ini adalah langkah positif untuk keselamatan kita semua. Semoga pengguna jalan bisa lebih disiplin dan peduli terhadap rambu yang telah dipasang,” ujar salah satu warga sekitar.

Dengan adanya pemasangan rambu jalan ini, Kabupaten Gresik diharapkan menjadi daerah yang lebih aman dan nyaman bagi pengguna jalan. Program ini juga menjadi salah satu bentuk nyata dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dan pelayanan publik. (yad)

Pemkab Pasang Rambu Larangan Kendaraan Berat, Bupati Gresik Koordinasi Penyedia Layanan Peta Online Selengkapnya

Jalan Cerme-Kebomas Rusak, DPRD Gresik Desak DPUTR Gresik Tolak Penyerahan Pekerjaan 

GRESIK,1minute.id – Komisi III DPRD Gresik mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang atau DPUTR Gresik untuk menolak penyerahan pekerjaan proyek jalan alternatif penghubung Kebomas-Cerme di Jalan Banjarsari.

Sebab, kondisi jalan penghubung itu rusak. Komisi yang membidangi pembangunan itu meminta perbaikan menyeluruh, mulai tembok penahan tanah atau TPT dan peningkatan jalan. 

Sekretaris Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi mengatakan, bahwa proses perbaikan harus dilakukan secara total dan menyeluruh.

“Bisa kami lihat kerusakannya sangat parah, sehingga tidak akan efektif jika hanya ditambal saja, karena pasti akan kembali rusak. Harus menyeluruh diperbaikinya,” ujar Abdullah Hamdi kepada wartawan pada Kamis, 16 Mei 2024.

Kondisi jalan terlihat ambles. Bahkan, banyak terdapat cekungan dengan kedalaman bervariasi muulai dari 10-20 centimeter.

“Padahal sebelum dibangun sudah ada TPT-nya. Namun, TPT tidak ikut ditingkatkan sehingga saat ambrol akan berdampak pada kerusakan jalan seperti sekarang ini,” imbuh Abdullah Hamdi.

LONGSOR : Tembok penahan tanah di ruas Jalan Cerme-Kebomas di Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme yang ambrol dan belum ada perbaikan psda Jumat, 17 Mei 2024 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sementara, anggota Komisi III DPRD Gresik Luthfi Dawam meminta DPUTR Gresik jangan menerima dulu penyerahan jalan tersebut. Dikarenakan masa pemeliharaan akan berakhir pada Juni 2024 mendatang.

“Jangan diterima dulu penyerahan jalan tersebut. Harus ada solusi dulu terkait kerusakan yang terjadi,” katanya.

Rencananya, DPRD Gresik akan memanggil DPUTR Gresik, kontraktor, konsultan perencana dan konsultan pengawas untuk meminta solusi konkret sebelum masa pemeliharaan selesai.

“Rencananya pada Senin (20/5/2024) pekan depan kami jadwalkan pemanggilan,” tegas Luthfi Dawam. Dalam pengamatan 1minute.id kondisi jalan penghubung Cerme-Kebomas lewat Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik sepintas terlihat mulus. Akan tetapi, ketika melewati jalan itu, jalan bergelombang, tambal sulam membuat pengendara motor kurang nyaman. 

KAYU PENANDA : Alas penutup saluran air atau uditch di ruas Jalan Cerme-Kebomas di Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik yang patah sehingga warga memberikan tanda sebuah kayu agar pengendara tidak terperosk pada Jumat, 17 Mei 2024 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Di sejumlah ruas jalan terdapat TPT yang ambrol juga belum ada perbaikan. Selain itu, banyak penutup saluran air atau uditch patah dan dipasang balok kayu penanda jalan berlubang. 

Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Gresik Edi Pancoro mengatakan, ruas jalan yang rusak masih dilakukan perbaikan oleh kontraktor. “Karena ruas jalan masih belum diserahkan. Masa perbaikan selama 6 bulan atau Juni nanti,” ujar Edi Pancoro ditemui di acara Job Fair, Gresik Kerja 2024 di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro pada Rabu, 15 Mei 2024.

Ia mengatakan, kontraktor dinilai korporatif dan bertanggung jawab atas pekerjaan. “Perbaikan selesai minggu ini,” katanya. (yad)

Jalan Cerme-Kebomas Rusak, DPRD Gresik Desak DPUTR Gresik Tolak Penyerahan Pekerjaan  Selengkapnya

Hari Bhakti PUPR, Sekda Gresik Beberkan Program Nawa Karsa,  Gresik Mapan, Ini Hasilnya !

GRESIK,1minute.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Gresik menggelar apel siaga banjir serta aksi penanaman 2,2 juta pohon. Aksi peduli lingkungan itu dilakukan dalam rangka memperingati Hari Bakti ke-78 PUPR ini mengusung tema “Sigap Membangun Negeri”. 

Kegiatan digelar di Waduk Bunder belakang kantor DPUTR itu dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman pada Selasa, 5 Desember 2023.

Achmad Washil Miftachul Rachman mengatakan, upaya mewujudkan Gresik baru yang lebih mandiri, sejahtera berdaya saing dan berlandaskan akhlakul karimah. Pemkab Gresik melalui Nawa Karsa yang salah satunya diamanahkan kepada dinas PUTR adalah Gresik Mapan. “Gresik Mapan menargetkan, Gresik bebas banjir, Gresik berketahanan pangan dan Gresik transportasi terpadu,” terangnya.

Dikatakan, untuk mewujudkan Gresik bebas banjir Pemkab telah melakukan beberapa proyek prioritas berupa, normalisasi Kali Lamong dari hulu hingga hilir dimulai 2021-2023 serta anak Kali Lamong sepanjang 122,56 km. Selain itu rencana pembangunan kolam retensi di Desa Tambakberas Cerme dengan luas 9 hektare serta beberapa lokasi lainnya yang akan di bangun pada tahun depan, 2024.

“Hal ini untuk bertujuan selain untuk bangunan pengendali banjir juga direncanakan sebagai fungsi menampung suplai air yang berlimpah untuk irigasi pengairan sawah pertanian saat kemarau dalam mendukung ketahanan pangan,” jelas mantan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman – kini menjadi- Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKPKP) Gresik itu.

Selain program ketahanan pangan, lanjut Washil, Pemkab juga melakukan kegiatan rehabilitasi dan pemeliharaan jaringan irigasi secara rutin dan berkala di hampir semua kecamatan sejak 2021 hingga 2023.

“Rehabilitasi jaringan irigasi dengan total panjang 5.357 meter. Pemeliharaan rutin dan berkala dengan panjang 36 km dengan total luas layanan 4.506 hektar,” terangnya.

Dirinya menambahkan, lumbung air Sukodono memiliki jumlah tampungan sebesar 1,67 juta meter kubik akan dimanfaatkan untuk irigasi Food Estate mangga dan holtikultura seluas 2.200 hektar. Serta air baku air bersih untuk 9 desa dengan debit 30 liter/detik.

“Disamping itu, normalisasi dan pembuatan taman Bale Purbu di Kawasan Pantai Kelurahan Lumpur. Ini untuk mempermudah akses perahu nelayan dan meningkatkan produktifitas hasil tangkapan ikan oleh nelayan,” ucapnya.

Tidak hanya itu, untuk mendukung konektifitas antarwilayah, mengurai kemacetan, dan  memperlancar mobilitas jaringan transportasi Pemkab Gresik berkomitmen untuk terus meningkatkan kondisi jalan Mantab sepanjang 512 km jalan Kabupaten dan 423 km jalan poros desa.

Selama kurun waktu 2021 – 2023 Pemkab Gresik telah melaksanakan program unggulan. Diantaranya, pembangunan/peningkatan jalan sepanjang 43,5 km dengan lebar minimal 6 meter. Kedua pemeliharaan dan rehabilitasi jalan sepanjang 84,5 km. Ketiga pembangunan jembatan 201,6 M dan pemeliharaan/rehabilitas jembatan sepanjang 310,6 meter.

“Dengan kondisi jalan yang sudah mantab diharapkan mampu mengurangi kecelakaan, mengurangi biaya dan waktu tempuh perjalanan. Yang pada akhirnya berdampak positif, pada peningkatan pertumbuhan ekonomi warga di Kabupaten Gresik,” imbuhnya.

Di tempat sama, Kepala Dinas PUTR Gresik Dhiannita Tri Astuti dalam laporannya menyampaikan, dalam memperingati Hari Bakti PUPR, Dinas PUTR telah dan akan melaksanakan beberapa kegiatan. Diantaranya, jalan sehat seluruh pegawai Dinas PUTR, apel hari bakti PU dan siaga banjir serta penanaman pohon di sejumlah tempat.

“Untuk rencana kedaruratan banjir Dinas PUTR telah menyiapkan SDM, peralatan dan material,” kata Dhiannita. Peralatan dan material terdiri dari  8 unit ekskavator standby di lokasi rawan banjir, ketersediaan bahan banjiran seperti gedek 168 biji, bongkotan 1.833 biji, bronjong 112 unit, karung 12.000 sak, jumbo bag 85 bal dan terpal 25 pcs, pompa air 4 unit, tim survei dan administrasi 27 orang serta operator dan petugas lapangan 16 orang.

Dinas PUTR akan terus berupaya mendukung terwujudnya program Nawa Karsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik yaitu Gresik Mapan menargetkan, Gresik bebas banjir, Gresik berketahanan pangan dan Gresik transportasi terpadu.

“Untuk mewujudkan 3 program utama tersebut, bidang pertanahan dan tata ruang telah melaksanakan beberapa hal. Diantaranya, penyediaan lahan untuk normalisasi Kali Lamong dan pembangunan kolam retensi. “Selain itu penyediaan lahan untuk pembangunan jalan raya deandles Manyar, jalan Kemudi – Betoyo Guci serta penyediaan lahan untuk pembangunan jembatan kacangan,” pungkasnya. (yad)

Hari Bhakti PUPR, Sekda Gresik Beberkan Program Nawa Karsa,  Gresik Mapan, Ini Hasilnya ! Selengkapnya

Jalan Desa Setro-Pengalangan, Menganti Mulus, Aktivitas Ekonomi Warga Menggeliat 

GRESIK,1minute.id – Proyek infrastruktur jalan terus dikebut oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Tahun ini, Pemkab Gresik  menggelontorkan anggaran ratusan miliar untuk perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Gresik ini. 

Perbaikan jalan yang ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik ini ada jalan utama maupun jalur penghubung antarwilayah. Jalur ekonomi yang diharapkan bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi terutama sektor pertanian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

Perbaikan infrastruktur jalan yang mendapatkan respon positif warga, antara lain, ruas Jalan Desa Setro menghubungkan Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Tahap pertama pembangunan sepanjang 750 meter. Konstruksi badan jalan aspal. Mulus! “Satu bulan lalu memang rusak berat, tapi saat ini sudah selesai diperbaiki,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pada Selasa, 25 Juli 2023. 

Fandi Akhmad Yani mengatakan bahwa perbaikan jalan ini untuk menunjang aktivitas warga yang setiap hari melintas di jalan tersebut. “Kita lihat jalan poros ini dikelilingi oleh sektor pertanian. Dengan kondisi jalan yang rusak, maka berdampak pula pada perekonomian masyarakat. Oleh sebab itu, kami berupaya agar aktivitas masyarakat tidak terganggu sehingga mampu memulihkan ekonomi masyarakat,” ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

SEMRINGAH: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berdialog dengan pengguna jalan saat sidak perbaikan Jalan poros Desa Setro-Pengalangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik pada Selasa, 25 Juli 2023 ( Foto: Prokopim Gresik for 1minute.id)

Selain sektor pertanian, perbaikan jalan di Desa Setro ini membawa multiplayer effect di sektor lainnya. Antara lain, bidan pendidikan dan distribusi barang dan jasa, dan perekonomian UMKM. “Alhamdulillah banyak masyarakat yang diuntungkan karena jalan yang dilewati sudah mulus dan tak rusak lagi. Kami harap masyarakat untuk ikut serta menjaga kondisi jalan agar tidak rusak lagi,” harap Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Tahun ini, pembangunan dan perbaikan infrastruktur menjadi konsentrasi duet Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah. Wabil khusus jalan. “Kami terus perbaiki kondisi jalan yang menghuhungkan antarwilayah, sesuai dengan RPJMD Pemerintah Kabupaten Gresik yakni Gresik Mapan,” pungkasnya.

Bagaimana reaksi masyarakat? Syahidun, misalnya. Petani Desa Setro mengaku senang lantaran jalan yang dilaluinya setiap hari kini diperbaiki oleh pemerintah. “Saya mewakili warga menyampaikan terima kasih kepada pak bupati yang telah memperbaiki jalan kami. Semoga dengan perbaikan jalan ini akan semakin menambah manfaat bagi masyarakat, bukan hanya petani saja. Namun masyarakat-masyarakat lainnya yang melintas di jalan ini setiap harinya,” ucap Syahidun.

Sedangkan, Hengki sekali tiga uang dengan Syahidun. Penjual tahu keliling asal Desa Ambeng-ambengwatangrejo, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik senang karena Jalan Poros Desa Setro dengan Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti mulus. Hampir setiap hari Hengki melewati jalan tersebut dengan mengendarai motor Honda Supranya. 

Bila sebelum diperbaiki ia harus menempuh waktu cukup lama, 15 menit karena laju motor mencari jalan tidak berlubang agar ronjot plastik tempat Tahu tidak terjatuh. “Alhamdulillah, sekarang sudah diperbaiki. Matur suwun pak Bupati (Fandi Akhmad Yani, Red),” katanya. (yad)

Jalan Desa Setro-Pengalangan, Menganti Mulus, Aktivitas Ekonomi Warga Menggeliat  Selengkapnya