Ribuan Jemaah Bersalawat dan Doa Bersama Habib Syech, untuk Keselamatan Warga Pulau Bawean 

GRESIK,1minute.id – Ribuan jemaah memenuhi Alun-alun Sangkapura, Kecamatan Sangkapura  Pulau Bawean, Kabupaten Gresik pada Sabtu malam, 27 Juli 2024.

Jemaah yang menyemut itu datang dari Kecamatan Sangkapura dan Tambak. Mereka datang untuk mengikutinya “Bawean Bersholawat” yang dipimpin oleh Habib Syech bin Abu Bakar Assegaf. Kehadiran ulama yang memiliki jemaah fanatik yakni syecher maniah ini kali pertama di pulau berjarak 180 mil laut dari pusat pemerintahan kabupaten Gresik itu. 

Selama lebih 2 jam, ribuan jemaah melantunkan salawat nabi dengan diiringi Grup Sholawat Hadrah Ahbabul Musthofa ini membuat suasana malam Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean itu terasa semakin sejuk dan damai. 

Perhelatan akbar bertemakan “Bawean Bersholawat” ini digelar dalam rangkaian peringatan HUT ke-50 Pemkab Gresi dan Hari Jad ke-537 Kota Gresik. Sejatinya rencana itu digelar pada Maret 2024. Namun, tuhan berkehendak lain. Gempa bumi berkekuatan 6,5 magnitudo menguncang Pulau terluar di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu. 

Dan, Bawean Bersholawat  sebagai bentuk doa bersama untuk keselamatan warga Bawean pascagempa.  

BAWEAN BERSHOLAWAT: Ribuan jemaah memadati Alun-alun Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik mengikuti Bawean Bersholawat bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf serta Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Sabtu malam, 27 Juli 2024 ( FOTO: Prokopim Gresik untuk 1minute.id)

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, acara ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Jadi Kabupaten Gresik dan juga doa bersama untuk keselamatan warga Bawean dan seluruh warga di Kabupaten Gresik. Gus Yani berharap dengan salawat ini dapat membawa berkah.

“Melalui zikir dan doa bersama, kita memohon kepada Allah SWT agar masyarakat di Pulau Bawean ini selalu diberikan berkah dan rahmat. Mudah-mudahan Gresik makin berkah, dijauhkan dari bencana dan Gresik yang kondusif,” jelasnya. Selain Gus Yani, tampak hadir dalam acara religi itu, antara lain Dandim 0817/Gresik Letkol Inf  Ahmad Saleh Rahanar,  Kapolres Gresik AKBP Arief Kurniawan, dan Danlanal Batuporon Letkol Laut (P)  Moch. Anton Maulana.

Gus Yani mengharapkan, melalui momentum zikir dan doa bersama untuk mengingat dan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT Serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjalankan syariat dan syiar Islam secara kaffah.

”Hari ini merupakan kesempatan baik untuk kita semua untuk bermunajah kepada Allah. Mudah mudahan kita selalu di berikan kesehatan, kesembuhan, rizki yang berlimpah dan terhindar dari segala bencana,” pesan Gus Yani. 

Habib Syech mengaku senang bangga alias ajib atas terselenggaranya acara ini. Dia mengapresiasi keramahan masyarakat Pulau Bawean. “Bawean sangat istimewa, masih asli dan asri alamnya. Makasih semua pihak terkait yang membantu acara ini. Saya baru kali ini, bisa ke Bawean, karena memang baru kali ini juga ada ajakan dari bupati ke Bawean,” ucapnya.

Kapolres Gresik AKBP Arief Kurniawan memastikan kegiatan Bawean Bersholawat berlangsung aman dan lancar meski berada di Kepulauan Bawean, Gresik. 

“Alhamdulilah acara Gresik bersholawat berlangsung aman dan lancar, kami juga mengajak masyarakat untuk menjaga sama sama-sama kamtibmas di kepulauan Bawean aman dan kondusif,” tukasnya. (yad)

Ribuan Jemaah Bersalawat dan Doa Bersama Habib Syech, untuk Keselamatan Warga Pulau Bawean  Selengkapnya

Revitalisasi Gedung Sekolah Pascagempa Bumi Bawean Rampung, Siswa Semringah 

GRESIK,1minute.id – Ratusan siswa di empat  sekolah dasar negeri atau SDN di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik bisa tersenyum. Mereka semringah karena bisa berkumpul dan belajar bersama dengan teman-temannya di sekolah.

Sebab, revitalisasi gedung sekolah pascagempa dengan kekuatan 6,5 magnitudo pada Jumat, 22 Maret 2024 lalu telah selesai. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang meresmikan langsung 4 gedung SD Negeri yang sempat mengalami kerusakan parah akibat gempa bumi itu pada Sabtu, 27 Juli 2024.

Empat gedung sekolah yang kelar revitalisasi itu adalah Unit Pelaksana Teknis atau UPT SDN 332 ; 333 ; 338 serta 387. Peresmian pascarevitalisasi itu di pusatkan di halaman UPT SDN halaman UPT SDN 332 Gresik di Desa Dekatagung, Kecamatan Sangkapura.

Senyum menghiasi di wajah bocah-bocah di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean karena bahagia. Tidak terlihat lagi perasaan trauma akibat gempa bumi. Bupati Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani pun semringah. 

Gus Yani menyampaikan rasa prihatin atas kejadian gempa di Bawean. Ia menuturkan pascapemulihan gempa akan terus bergerak cepat dan bersinergi bersama dalam membangun Bawean bangkit.

“Tentu kami sangat prihatin bencana alam ini cukup membuat kami yang berada di Gresik mengalami prihatin. Tetapi pascapemulihan kami berusaha dan akan terus bergerak cepat serta bersinergi bersama dengan pemerintah pusat dan provinsi,” ujarnya.

Orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu  juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang turut serta dalam menuntaskan pembangunan 4 gedung UPT SD Negeri ini. Sehingga terdapat peningkatan murid yang cukup signifikan dan dapat digunakan kembali untuk kegiatan belajar mengajar.

“Kami menyaksikan pembangunan gedung telah tuntas. Dan dapat digunakan proses belajar mengajar. Alhamdulillah pembangunan gedung baru ini dapat meningkatkan antusias murid untuk mendaftar hingga lebih dari 200%. Terimakasih pemerintah pusat, provinsi dan stakeholder yang terus bersinergi bersama. Mudah-mudahan tempat ini dapat digunakan kembali untuk belajar dan mengajar untuk anak-anak,” pungkas Ketua DPRD Gresik periode 2019-2020 itu. 

Di tempat yang sama, Kepala UPT SDN 322 Gresik Ahmad Yani menceritakan kejadian gempa 6,5 magnitudo itu merobohkan gedung sekolah yang dia pimpin. Akibat gempa gempa ini aktivitas belajar mengajar terganggu. Sehingga pembelajaran dilaksanakan melalui online dan jemput bola ke rumah orangtua siswa atau home schooling.

“Ketika gempa terjadi di Hari Jumat, sebelum duhur dan sekitar pukul 03.00 WIB, saya benar-benar kaget ketika melihat bangunan sekolah runtuh,” katanya. Ahmad Yani memutuskan aktivitas belajar dilakukan melalui daring. “Bagi orang tua murid yang belum bisa daring maka kami fasilitasi dengan melakukan jemput bola ke rumah siswa untuk mengajar. Dan alhamdulillah kami sangat senang sekali berkat revitalisasi bangunan gedung ini banyak siswa siswi yang mendaftar ke sekolah, anak anak dapat bersekolah kembali dan ruangan sudah bisa dimanfaatkan,” jelas Ahmad Yani.

Revitalisasi Gedung Sekolah Pascagempa Bumi Bawean Rampung, Siswa Semringah  Selengkapnya

Relawan Kecamatan Kedamean Deklarasi Dukungan ke Gus Yani. Ini Alasannya!

GRESIK,1minute.id – Dukungan kepada Fandi Akhmad Yani terus mengalir. Kali ini, dukungan kepada inkumben datang dari para relawan di Kecamatan Kedamean. Mengenakan kaos berwarna hitam dan bertuliskan bolone Gus’e, para relawan ini meminta Gus Yani menjadi Bupati dua periode.

Sebelumnya, dukungan serupa berasal dari relawan di Kecamatan Manyar, Cerme, Balongpanggang, Benjeng, Duduksampeyan serta Ujung Pangkah. Dukungan relawan Kecamatan Kedamean karena mereka menganggap kepemimpinan Bupati Fandi Akhmad Yani ateu Gus Yani dalam kurun waktu 3,5 tahun telah memberikan kemajuan di wilayah mereka.

Antara lain, pembangunan rumah sakit Gresik Sehati dan pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu atau TPST d Desa Belahanrejo.
“Dari total 15 Desa di Kecamatan Kedamean, ini semua relawan hadir dari masing-masing Desa. Kami sepakat Gus Yani harus dua periode karena di periode yang sekarang cuma 3,5 tahun sehingga perlu diberikan kesempatan lagi,” kata Ketua Relawan Gus Yani Kecamatan Kedamean Uman pada Jumat, 26 Juli 2024.

Dijelaskan Uman, saat awal menjabat Gus Yani sudah dihadapkan dengan penanganan Covid-19 dalam kurun dua tahun. Sehingga masa jabatan Gus Yani 3,5 tahun ini dinilai Uman relatif singkat hanya 1,5 tahun. Oleh karena itu, mantan anggota DPRD Gresik ini menganggap Gus Yani bisa berbuat lebih banyak di periode kedua.

“Kita harus punya cara pandang yang fair ya, dari masa jabatan 3,5 tahun, sementara hampir dua tahun untuk penanganan Covid-19, ada refocusing anggaran juga, berarti masa efektifnya membangun ya cuma 1,5 tahun, kan begitu kalkulasinya,” jelas Uman. 

Meski menganggap masa efektifnya hanya 1,5 tahun, Uman tak menampik jika Gus Yani sudah banyak melakukan pembangunan signifikan lebih-lebih di Kecamatan Kedamean. Di antaranya di Desa Slempit, telah diresmikan Gus Yani Rumah Sakit Gresik Sehati dengan kapasitas 100 kamar. 

Rumah Sakit Gresik Sehati berdiri di lahan seluas 11.570 meter persegi dengan luas bangunan 8.500 meter persegi. Rumah Sakit Gresik Sehati ini merupakan wujud nyata Nawa Karsa Bupati Gus Yani dan Wakil Bupati Bu Min. Berdirinya rumah sakit ini merupakan bentuk komitmen Gus Yani dalam memberikan pelayanan kesehatan. 

“Selain itu, ada juga Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Belahanrejo yang telah diresmikan. Apalagi menggunakan mesin Refused Derived Fuel (RDF) yang bisa menghasilkan 8 ton olahan setiap harinya. Itu kan ide cemerlang Gus Yani menyelesaikan persoalan sampah di Kabupaten Gresik,” bebernya. 

Sementara relawan lainnya, Darmaji mengungkapkan alasannya mendukung kembali ke Gus Yani karena Gresik Selatan mendapatkan perhatian lebih dari Pemkab Gresik. Darmaji menyebut, sejumlah ruas jalan di Kecamatan Kedamean banyak dilakukan pembangunan hingga bisa dinikmati masyarakat. 

Misalnya jalan Sidoraharjo-Kesamben Kulon sudah direkonstruksi Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Gresik untuk penunjang pertanian. Lalu pembangunan jembatan Sidoraharjo sebagai akses ke Rumah Sakit Gresik Sehati dan Exit Tol Kedamean, jalan ke TPST Belahanrejo dan beberapa ruas jalan lainnya. 

“Sejauh ini Gus Yani sudah membangun secara signifikan, kita akui memang belum tuntas makanya Gus Yani butuh diberikan kesempatan lagi untuk melanjutkan apa yang sudah dibangun ini. Jadi kami akan mendukung dan memangkan Gus Yani kembali, agar bisa memberikan perhatiannya lagi,”pungkas Darmaji. (yad)

Relawan Kecamatan Kedamean Deklarasi Dukungan ke Gus Yani. Ini Alasannya! Selengkapnya

Yankes di RSUD Ibnu Sina Gresik Semakin Lengkap, Bupati Gresik Fandi Akhmad Resmikan Gedung Instalasi Pelayanan Kanker Terpadu 

GRESIK,1minute.id – Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Ibnu Sina Gresik memilki gedung Instalasi Pelayanan Kanker Terpadu atau IPKT.  Layanan kesehatan atau yankes teranyar di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik itu pun semakin lengkap. Pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik semakin mudah dan nyaman. 

RSUD Ibnu Sina Gresik semakin memantapkan sebagai rumah sakit rujukan regional bagi masyarakat di Gresik, Lamongan, Bojonegoro dan Tuban. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang meresmikan gedung IPKT RSUD Ibnu Sina Gresik ini pada Kamis, 25 Juli 2024.

“Peresmian Gedung IPKT ini adalah wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dan Direktur Utama RSUD Ibnu Sina Gresik dr Soni.

“Kami berharap, dengan adanya fasilitas ini, penderita kanker tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan pelayanan yang memadai. Ini adalah langkah dalam mewujudkan Gresik sebagai kota yang sehat dan peduli terhadap kesehatan warganya,” imbuh Ketua DPRD Gresik periode 2019-2020 itu.

Gus Yani melanjutkan, pembangunan gedung IPKT merupakan hasil dari sinergi antara RSUD Ibnu Sina bersama Pemkab Gresik dengan Kementerian Kesehatan RI. Untuk diketahui, IPKT di RSUD Ibnu Sina ini merupakan satu dari dua kota di Jawa mendapatkan DAK dari Kementerian Kesehatan RI berupa alat radioterapi dengan nilai Rp 50 Miliar.

“Ini diawali dari inisiatif Dirut RSUD Ibnu Sina, yang berkeinginan agar lahan kosong di kompleks RSUD Ibnu Sina bisa dimanfaatkan. Dengan begitu, maka RSUD Ibnu Sina dapat memberikan layanan lebih banyak kepada masyarakat. Dari sini, kita tindak lanjuti dengan melakukan komunikasi dengan Pak Menteri Kesehatan RI, tentang apa saja yang kita butuhkan. Saya sampaikan urgensi dan strategisnya posisi RSUD Ibnu Sina dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat wilayah Pantura,” ungkap orang nomor satu di Kabupaten berpenduduk 1,3 juta jiwa ini.

Selain menyiapkan tenaga medis yang mumpuni, RSUD Ibnu Sina juga tengah menjalin komunikasi terkait perzinan serta dengan BPJS Kesehatan terkait MoU. Dengan begitu, nantinya fasilitas IPKT ini akan bisa melayani pasien UHC (universal Health Coverage). UHC layanan kesehatan bagi masyarakat Gresik cukup membawa identitas kartu tanda penduduk elektronik alias e-KTP yang telah dinikmati sejak 1 Oktober 2022.

Ditempat sama, Wakil Bupati Aminatun Habibah menambahkan bahwa pelayanan kesehatan merupakan hak dasar bagi masyarakat Gresik. Namun, adanya fasilitas kesehatan baru di RSUD Ibnu Sina ini diharapkan tetap diiringi dengan gaya hidup sehat oleh masyarakat.

“Kesehatan adalah hak dasar setiap warga. Oleh karenanya, kami berupaya memberikan pelayanan yang terbaik dengan menghadirkan instalasi yang terpadu dan berkualitas. Namun, kami juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan dengan menjaga pola hidup sehat,” ujarnya.

IPKT di RSUD Ibnu Sina dirancang untuk memberikan pelayanan komprehensif mulai dari deteksi dini, diagnosis, pengobatan, hingga rehabilitasi bagi pasien kanker. Dengan dukungan peralatan medis canggih dan tenaga medis profesional, diharapkan instalasi ini dapat memberikan layanan terbaik dan meningkatkan harapan hidup pasien kanker bagi masyarakat Gresik dan sekitarnya.

Dirut RSUD Ibnu Sina dr Soni menjelaskan, penyakit kanker merupakan satu dari lima penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Dalam sepuluh tahun terakhir telah terjadi perubahan pola penyakit penyebab kematian tertinggi, dari yang dulunya penyakit menular menjadi penyakit tidak menular.

Data BPJS mulai  2017-2022 menunjukkan, angka penyebab kematian di Indonesia sebanyak 87% diakibatkan akibat penyakit tidak menular. Seiring dengan itu, data kematian pada 2023 di RSUD Ibnu Sina sebanyak 75,81% juga diakibatkan penyakit tidak menular. Khusus untuk penyakit kanker, data 2023 menunjukkan sebanyak 1.386 kasus tercatat masuk di RSUD Ibnu Sina.

“Kasus ini rata-rata kita rujuk ke Surabaya, dan antrinya kurang lebih 6 bulan. Insya Allah tahun ini kita bisa meresmikan gedung IPKT ini, SDM kita sudah siap dan alat-alat juga sudah siap. Perizinan akan kita selesaikan sehingga gedung ini bisa segera beroperasional penuh,” tegasnya. (yad)

Yankes di RSUD Ibnu Sina Gresik Semakin Lengkap, Bupati Gresik Fandi Akhmad Resmikan Gedung Instalasi Pelayanan Kanker Terpadu  Selengkapnya

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani “Berguru” ke Galeri Rasulullah. Ini Tujuannya

BANDUNG,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani serius mewujudkan mimpi warga Kabupaten Gresik untuk memiliki museum art. 

Untuk mewujudkan mimpi jutaan warganya, Gresik Universal Science atau GUS itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah bersama wartawan melakukan studi tiru ke Galeri Rasulullah yang berada di kompleks Masjid Agung Al Jabbar, Kota Bandung, Jawa Barat pada Senin, 22 Juli 2024.

Pembangunan GUS berada di kompleks Islamic Center di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik itu ditargetkan rampung akhir 2024. 

“Kunjungan ini kita harapkan menjadi suatu inspirasi dalam pembangunan kompleks islamic center di Balongpanggang yang akan kita tuntaskan di tahun ini. Dari kunjungan ini, kita dapatkan banyak konsep, ide, dan kreativitas yang dapat kita terapkan di Balongpanggang,” kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Sebagaimana diketahui di kompleks Islamic Center Balongpangganterdapat tiga bangunan . Satu diantaranya adalah Masjid KH. Robbach Ma’sum yang telah diresmikan pada Maret 2024 lalu. Dari kompleks bangunan tersebut, salah satunya akan dibangun gedung yang difungsikan sebagai Art Science dan perpustakaan.

DIALOG: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Gresik Ida Lailatus Sa’diyah berdiskusi dengan pengelola Galeri Rasulullah di kompleks Masjid Agung Al Jabbar, Kota Bandung, Jawa Barat pada Senin, 22 Juli 2024 ( FOTO: chusnul cahyadi/1minute.id)

Pemilihan lokasi Galeri Rasulullah di Mesjid Al Jabbar juga punya alasan tersendiri. Galeri Rasulullah sendiri terkenal dengan desain arsitekturnya yang futuristik serta koleksi yang mengedepankan teknologi interaktif.

Fasilitas ini tidak hanya menjadi tempat edukasi, tetapi juga destinasi wisata yang menarik bagi masyarakat luas. Kunjungan wisatawan di kompleks Masjid Agung Al Jabbar dan Galeri Rasulullah itu mencapai 7 juta per tahun. Disamping karena lokasinya yang sama-sama menjadi satu kompleks dengan Masjid, tema galeri dan penggunaan teknologi modern juga menjadi pertimbangan khusus.

“Tidak hanya itu, kita juga mendapat pelajaran baru terkait dengan payung hukum, hingga pengelolaan dan perawatan yang menjadi evaluasi kita agar nantinya pembangunan GUS di Balongpanggang menjadi lancar,” terangnya.

Lebih jauh Gus Yani mengungkapkan, terkait GUS nantinya akan mengangkat konten kearifan lokal dengan konsep art digital. Semuanya akan di konsep digital yang menarik dan modern agar menjadi daya tarik dan sumber edukasi bagi anak-anak sekolah. Ini nantinya akan diintegrasikan dengan tersedianya sentra UMKM yang menjual produk-produk lokal baik itu kuliner maupun cinderamata.

Kunjungan studi tiru ini menjadi lebih spesial dengan keikutsertaannya para jurnalis dari Kabupaten Gresik turut mengawal terwujudnya mimpi besar pemerintah kabupaten Gresik di kompleks Islamic center di Balongpanggang.

“Kehadiran rekan-rekan jurnalis Gresik ini kita harapkan bisa menginformasikan kepada masyarakat bahwa nanti kita akan mempunyai museum digital di Balongpanggang. Tidak usah jauh-jauh ke luar negeri, nanti di Balongpanggang itu akan ada,” tutupnya. (yad)

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani “Berguru” ke Galeri Rasulullah. Ini Tujuannya Selengkapnya

Tok…! Perda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Gresik 2023 Disahkan Aklamasi oleh DPRD Gresik

GRESIK,1minute.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Gresik secara aklamasi mengesahkan Peraturan Daerah atau Perda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Gresik tahun anggaran 2023.

Pengesahan dilakukan melalui rapat paripurna yang dihadiri 34 dari 50 anggota DPRD Gresik pada Sabtu 20 Juli 2024. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menghadiri agenda penting itu.  Ada dua agenda rapat paripurna untuk kali terakhir bagi anggota DPRD masa periode 2019-2024 ini. 

Agenda pertama adalah penyampaian laporan badan anggaran terkait pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Gresik 2023. Agenda kedua adalah rapat palipurna Pengambilan Keputusan terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Gresik tahun anggaran 2023. Kedua kegiatan itu dipimpin oleh Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir dengan didampingi Wakil Ketua DPRD Gresik Nursaidah. Dua wakil ketua lainnya yakni Achmad Nurhamim dan Mujid Riduan tidak bisa hadir.

Rapat dimulai dengan penyampaian laporan Badan Anggaran atau Banggar DPRD Gresik yang dibacakan oleh Faqih Usman. Faqih Usman menjlentrehkan proses pembahasan yang dilakukan secara maraton oleh badan anggaran atau Banggar DPRD Gresik bersama dengan tim anggaran eksekutif itu. Pembahasan membutuhkan waktu selama sebulan, mulai Juni 2024 hingga 20 Juli 2024.

Hasil pembahasan, banggar memberikan enam rekomendasi kepada eksekutif. Diantaranya, bidang pendapatan yang terlalu of3nsif sehingga mengakibatkan tidak tercapainya target pendapatan ; perencanaan program kegiatan,  sub kegiatan perangkat daerah masih belum mencerminkan kebutuhan daerah sehingga diperlukan adanya analisis perencanaan mulai di tingkat kabupaten, Kecamatan hingga perangkat desa.

Terkait kewajiban yang harus dibayarkan kepada APBD 2023 harus semuanya direalisasikan pada tahun 2024 dengan anggaran yang telah disepakati ; ritme realisasi belanja daerah harus diserasikan dengan pendapatan daerah setiap triwulan agar bisa dikendalikan. Dan, rekomendasi terakhir adalah hal-hal yang menjadi catatan dalam pembahasan di badan anggaran dan komisi-komisi dimasukkan menjadi lampiran dalam peraturan daerah. 

Setelah penyampaian laporan badan anggaran, kemudian dilanjutkan paripurna pengambilan keputusan pengesahan ranperda menjadi perda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Gresik 2023. Suasana ruang rapat mendadak memanas. Sejumlah anggota DPRD Gresik melakukan interupsi kepada pimpinan sidang. 

Suberi, Ketua Fraksi Partai Demokrat itu mempersoalkan tentang jumlah anggota DPRD Gresik yang hadir di ruang rapat paripurna itu. Menurut Suberi, pengambilan keputusan harus dihadiri 3/4 anggota DPRD Gresik yang berjumlah 50 anggota itu. “Mohon ketua cek kembali kehadiran anggota DPRD Gresik,” kata Suberi. 

Faqih Usman, anggota lainnya menyampaikan, persetujuan dalam rapat paripurna adalah 2/3 dari anggota. Ia pun meminta pimpinan rapat untuk melanjutkan sidang pengambilan keputusan. Moh Syafik A.M, fraksi PKB sepekat dengan pendapat Faqih Usman yang dari Partai Amanat Nasional itu. 

Abdul Qodir, pimpinan sidang paripurna yang juga Ketua DPRD Gresik itu kemudian meminta kepada Sekretaris Dewan atau Sekwan DPRD Gresik Mokh Najikh menghitung kehadiran anggota. Berdasarkan absensi yang ada paripurna dihadiri 34 dari 50 anggota DPRD Gresik. Berdasarkan absensi kehadiran anggota lebih dari 2/3 anggota.

“Apakah Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Gresik tahun anggaran 2023 dan seluruh lampiran dapat disetujui dapat ditetapkan sebagai perda. Apakah saudara setuju?” kata Qodir dan dijawab aklamasi setuju.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan apresiasi kepada anggota DPRD Gresik. “Terimakasih dan Saya mengapresiasi setinggi-tingginya atas pemahaman, dan kerjasama dukungan dari ketua, Wakil Ketua dan seluruh anggota DPRD Gresik,” kata Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya. 

Untuk diketahui, pada laporan pelaksanaan APBD 2023 yang telah dibacakan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani defisitnya sebesar Rp 2,24 miliar. Realisasi Pendapatan 2023 sebesar Rp 3.416.390.957.965,09. Sedangkan, realisasi belanja daerah (Desember 2023) sebesar Rp 3.418.637.235.920,96. Namun, terdapat beban kewajiban pemerintah pada tahun anggaran 2023 mencapai Rp 281 miliar. (yad)

Tok…! Perda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Gresik 2023 Disahkan Aklamasi oleh DPRD Gresik Selengkapnya

Hari Pertama Bertugas, AKBP Arief Kurniawan Silaturahmi dengan Bupati Gresik Ini yang Dibahas!

GRESIK,1minute.id – Kapolres GresikAKBP Arief Kurniawan memulai aktivitas hari pertama berdinas melakukan kunjungan ke Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 19 Juli 2024.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menyambut langsung kedatangan mantan Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya itu. Pertemuan berlangsung gayeng. Salah satu topik yang dibahas adalah terkait menjaga sistem keamanan dan ketertiban masyarakat (siskamtibmas) di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Kapolres Arief menyampaikan beberapa hal terkait situasi kamtibmas di Gresik, termasuk beberapa potensi gangguan yang perlu diantisipasi. Kapolres juga menyampaikan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Gresik dalam menjaga kondusifitas wilayah.

“Diharapkan dengan sinergitas yang kuat, Gresik dapat menjadi daerah yang aman, damai, dan sejahtera bagi seluruh masyarakatnya,” kata AKBP Arief Kurniawan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  mengapresiasi sinergitas yang selama ini terjalin antara Polres Gresik dan Pemerintah Kabupaten Gresik. 

Gus Yani sapaan akrab Fandi Akhmad Yani juga menyampaikan beberapa hal terkait dengan tantangan yang dihadapi Gresik, seperti Pilkada yang akan segera digelar dan potensi masalah ketenagakerjaan akibat peralihan dari tenaga manusia ke mesin.

“Tantangan paling dekat adalah Pilkada, termasuk masalah yang menyangkut Tenaga Kerja yang perlu mendapatkan perhatian karena peralihan tenaga manusia diganti mesin akan berdampak pada PHK,” ujar Bupati Gresik.

Gus Yani berharap dengan silaturahmi dan komunikasi yang terjalin dengan baik antara Polres Gresik dan Pemerintah Kabupaten Gresik, berbagai tantangan tersebut dapat dihadapi dengan bersama-sama. Bupati juga mengajak seluruh masyarakat Gresik untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya. (yad)

Hari Pertama Bertugas, AKBP Arief Kurniawan Silaturahmi dengan Bupati Gresik Ini yang Dibahas! Selengkapnya

Pemkab Gresik Luncurkan Gerakan Aksi Bergizi di Sekolah. Ini Tujuannya!

GRESIK,1minute.id – Gerakan Aksi Bergizi di sekolah dimulai di UPT SMP Negeri 17 Gresik pada Jumat, 19 Juli 2024. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang datang langsung ke sekolah berada di Jalan Kalimantan, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru atau GKB, Kecamatan Manyar, Gresik itu.

Gerakan meminum suplemen penambah darah yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan atau Dispendik Gresik ini diikuti seluruh siswa kelas VII. Jumlahnya 282 siswa. Pada kesempatan itu, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani juga membagikan kain seragam gratis untuk siswa baru.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Gerakan Aksi Gizi adalah program Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik untuk menurunkan angka stunting. Aksi Gizi dengan mengkonsumsi suplemen penambah darah sangat baik untuk anak-anak. 

“Remaja perempuan harus tahu fungsi dari meminum tablet tambah darah. Ini merupakan program dari Pemkab Gresik untuk menurunkan angka stunting. Jadi harus beneran di minum, jangan di buang,” tutur Gus Yani didampingi Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto dan Kabid SMP Syifaul Qulub. 

Nurul Haromaini Ali menambahkan, manfaat minum tablet tambah darah dapat mengatasi risiko anemia. “Minum tablet tambah darah dapat mengurangi risiko anemia atau kekurangan darah. Ciri-ciri anemia yaitu mudah mengantuk, munculnya rasa malas, dan badan cepat lemas,” jelas istri Bupati Fandi Akhmad Yani ini.

Ada empat poin dalam naskah komitmen bersama dalam rangka penurunan angka stunting dengan implementasi Germas melalui Aksi Bergizi di Sekolah. Yakni, Kami siap dan patuh sarapan dan minum satu butir tablet tambah darah bersama di sekolah setiap satu minggu ; Kami siap dan patuh penuhi gizi seimbang dengan makan protein hewani, sayur dan buah ; Kami siap melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari dan kami siap mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

Seperti sebuah semboyan : Mens sana in corpore sano (Latin) artinya adalah “Jiwa yang sehat dalam tubuh yang sehat.” Maksudnya jika jiwa seseorang sehat, maka tubuhnya akan sehat juga. (yad)

Pemkab Gresik Luncurkan Gerakan Aksi Bergizi di Sekolah. Ini Tujuannya! Selengkapnya

Satu Lagi, Rumah TPS-3R Desa di Kabupaten Gresik Beroperasi, Ini Lokasinya 

GRESIK,1minute.id – Rumah Tempat Pengolahan Sampah di Kabupaten Gresik bertambah satu lagi. Terbaru yakni tempat pengolahan sampah reduce, reuse dan recycle atau TPS3R Manyarejo Kampung Indonesia. 

TPS3R di Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik itu berdiri hasil kolaborasi Pemkab Gresik dengan SKK Migas dan Petronas Indonesia. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang meresmikan beroperasinya TPS3R itu pada Selasa, 16 Juli 2024.

Sebelumnya, telah beroperasi TPS3R Desa Sungonlegowo, Kecamatan Bungah berkapasitas 4 ton per hari. Lalu, TPS3R Petiken, Kecamatan Driyorejo berkapasitas 12 ton per hari. Bila setiap desa bisa memiliki TPS3R, persoalan sampah rumah tangga akan bisa teratasi. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, isu kelestarian alam sudah menjadi isu global. Ia mengajak masyarakat Gresik memiliki komitmen bersama dalam menjaga lingkungan di sekitar. “Persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah namun juga seluruh lapisan masyarakat pun ikut berperan serta menjaga daerah masing-masing,” ujar Gus Yani-sapaan akrab-Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 16 Juli 2024

Gus Yani mengingatkan, jika pada 2022 Kabupaten Gresik mendapatkan capaian tertinggi dalam kebersihan Kota/Kabupaten dengan meraih Piala Adipura. Piala Adipura ini diberikan pada 2023. Capaian ini, imbuhnya, menjadi bukti kerja sama dan tanggung jawab antara pemerintah daerah dengan masyarakat Gresik dalam penanganan akan kebersihan lingkungan.

Program ini sejalan dengan program 9 Nawakarsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik. Yang salahsatunya adalah Gresik Lestari. Untuk itu, Gus Yani meminta di setiap desa memiliki TPS-3R. Ini penting karena program ini dapat memilah sampah terlebih dahulu di setiap desanya sebelum sampah yang tidak bisa diolah dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

TPS-3R adalah sistem pengolahan sampah dengan inovasi teknologi mesin pencacah sampah dan pengayak kompos. Inovasi ini dinilai lebih efektif dan efesien. Hasil pengolahan sampah organik berupa kompos digunakan untuk pupuk tanaman hias dan herbal yang ditanam di lahan sekitar TPS3R serta sebagian bisa untuk dijual.

Sementara itu, Presiden Direktur Petronas Indonesia Yuzaini MD Yusof menyampaikan, beberapa program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta lingkungan seperti program pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan usaha membatik, penanaman bibit mangrove, serta pembangunan rumah TPS-3R yang menjadi fasilitas pengolahan sampah.

“Didirikannya Rumah TPS-3R ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat setempat terkait pengolahan sampah untuk dijadikan produk yang mempunyai nilai ekonomi. Selain itu, program ini diharapkan dapat mendukung target pemerintah untuk mencapai Indonesia Bersih Sampah 2025,” tutur Yuzaini.

Sementara itu, pembudidayaan maggot yang terintegrasi menjadi salah satu program utama untuk Rumah TPS-3R. Maggot merupakan media penting untuk penguraian sampah organik sehingga dapat di proses lebih lanjut menjadi kompos dan juga dapat dijadikan pakan ternak ayam dan kambing.

Tidak hanya itu, Rumah TPS-3R juga dilengkapi dengan lahan pekarangan yang dimanfaatkan untuk penanaman tanaman obat keluarga atau Toga. (yad)

Satu Lagi, Rumah TPS-3R Desa di Kabupaten Gresik Beroperasi, Ini Lokasinya  Selengkapnya

Rancang Kostum Daur Ulang hingga Gerakan, Siswa UPT Negeri 31 Gresik Jawara Yel_yel Nawa Karsa, Gresik Lestari Award 2024

GRESIK,1minute.id – Nawa Karsa Award Gresik Lestari menjadi penutup puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di helat Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro atau WEP pada Rabu, 10 Juli 2024.

Sejumlah kegiatan memeriahkan acara yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik yang dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah itu. 

Diantara kegiatan untuk memeriahkan acara tersebut adalah kompotesi yel-yel bertemakan Lingkungan Hidup untuk kader lingkungan. Tim juri dari kompetesi itu menetapkan kader lingkungan dari UPT SMP Negeri 31 Gresik sebagai jawara. 

Di kompetesi Yel-yel, kader lingkungan yang semuanya siswa di sekolah yang dipimpin oleh Miko Dani Asmoro memakai kostum daur ulang. Mereka mendesain sendiri kostum itu.

Menurut guru pembina UPT SMP Negeri 31 Gresik Misri Astuti, siswa bersama semua guru harus lembur membuat kostum daur ulang tersebut.

“Anak-anak all out tampilnya. Busana yang ditampilkan juga kreasi daur ulang made in sendiri. Jadi bapak ibu guru semuanya terlibat dan anak-anak untuk mendaur ulang jadi kostumnya luar biasa,” ujar Misri Astuti pada Kamis, 11 Juli 2024.

FOTO BARENG : Siswa dan guru UPT SMP Negeri 31 Gresik foto bersama usai acara Nawa Karsa Award, Gresik Lestari di depan gedung WEP pada Rabu, 10 Juli 2024 ( Foto : istimewa)

Ia pun mengaku tidak menyangka, dalam kompetesi ini bisa meraih menjadi yang terbaik. “Pesertanya sangat banyak. Dan semuanya baik-baik. Saya tidak menyangka anak-anak bisa menjadi juara,” katanya. Raihan positif dalam kompetisi Yel-yel Lingkungan ini semakin melengkapi keberhasilan yang diraih sekolah berada di Dusun Dadelrejo, Desa Pacuh, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik itu.

Sebab, sebelumnya sekolah berada di ujung barat berbatasan antara Gresik-Lamongan dan Mojokerto itu telah meraih predikat sekolah Adiwiyata Mandiri pada 2022 lalu. “Kalau Adiwiyata itu mah nggak bisa sendiri..one man show. Ya, tahun nabung kegiatan l, nabung menciptakan lingkungan yang bersih ramah anak itu terbayar itu itu luar biasa,” tegas Misri Astuti berapi-api. 

Seperti diberitakan, Dinas Lingkungan Hidup Gresik menggelar Nawa Karsa Award 2024. Dalam gelaran itu, organisasi perangkat daerah atau OPD bertanggungjawab tentang menjaga kualitas dan kelestarian lingkungan di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini menggelar sejumlah kegiatan. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang hadir bersama Wakil Bupati Aminatun Habibah mengajak semua stakeholder untuk menjaga dan melestarikan lingkungan di kabupaten seluas 1.137 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 1,3 juta jiwa ini.

“Pelestarian lingkungan ini membutuhkan komitmen bersama, bagaimana langkah kita dalam menjaga kelestarian lingkungan di daerah. Melalui Nawa karsa Award: Gresik Lestari ini, mudah-mudahan menjadi spirit bersama dalam satu ekosistem (industri, masyarakat, pemerintah) untuk terus memperhatikan isu lingkungan yang ada di sekitar. Termasuk di lingkungan sekolah, kita ingin sekolah adiwiyata juga semakin banyak,” kata Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. (yad)

Rancang Kostum Daur Ulang hingga Gerakan, Siswa UPT Negeri 31 Gresik Jawara Yel_yel Nawa Karsa, Gresik Lestari Award 2024 Selengkapnya