Bandeng Kawak Berat 14,6 Kilogram, Seusia Siswa SMA, Jawara Kontes Bandeng Gresik

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik kembali menggelar tradisi Pasar dana Kontes Bandeng 2025. Tradisi terun temurun konon sejak Sunan Giri, Wali Sanga yang juga Kepala Pemerintahan di Bukit Giri pada 1478 Masehi. 

Bandeng yang konon digunakan oleh para santri Sunan Giri sebagai oleh-oleh ketika merayakan hari raya Idul Fitri di kampung halaman mereka masing-masing. Tahun ini, tradisi Pasar Bandeng 2025 digelar selama tiga hari, 26 Maret sampai 28 Maret 2025 di Kawasan perdagangan di Gresik Kota Lama atau GKL, mulai Jalan Gubernur Suryo, H. Samanhudi, Cokroaminoto, Raden Santri dan Basuki Rahmat.

Sedangkan untuk kontes Bandeng Kawak dihelat pada Malem 27 Ramadan yang dipusatkan di kawasan Bandar Grissee di Jalan Basuki Rahmat, Gresik. Ada tiga ikan bandeng kontestan yang meramaikan tradisi tahunan yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta para perwakilan kepala daerah se-Jawa Timur itu.

ikan bandeng dengan bobot 14,6 kilogram dengan panjang 109 sentimeter milik petambak Saifullah Mahdi, petambak asal Desa Pangkah Kulon, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik keluar sebagai jawara. 

Juara kedua bandeng dengan berat 11,6 kilogram, panjang 106 sentimeter milik Askin, petambak asal Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik. Dan, juara ketiga bandeng seberat 8 kilogram dengan panjang 90 sentimeter milik Zainul Abidin,  petambak Pulau Mengare di Desa Watuagung, Kecamatan Bungah.

Mereka ini, adalah langganan jawara kontes di event tahunan di Kontes Bandeng Kawak. Sebab, tidak mudah bagi petambak untuk melakukan budidaya bandeng kawak yang biaa seusai anak sekolah dasar hingga sekolah menengah atas atau SMA itu. Ikan bandeng milik Syaifullah Mahdi, biasa disapa, Sandi yang beratnya 14,6 kilometer itu dipanen setelah berusia 16 tahun atau seusia siswa SMA.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Kontes Bandeng Kawak merupakan salah satu tradisi kebanggaan masyarakat Gresik yang sudah berusia ratusan tahun sejak era Sunan Giri. Tradisi yang digelar mulai malam 26 Ramadan hingga akhir Ramadan ini juga bertujuan untuk meningkatkan ekonomi khususnya sektor perikanan.

“Kecerdasan Mbah Sunan Giri di era itu, ingin meningkatkan ekonomi sektor ikan bandeng di wilayah Leran, Manyar sampai Ujungpangkah,” ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani pada Rabu malam, 26 Maret 2025. Dia mengungkapkan bahwa Kabupaten Gresik memiliki potensi budidaya ikan bandeng yang luar biasa. Di Gresik luas tambak 17 ribu hektar atau sekitar 36 persen luas tambak di Jawa Timur. Total produksi ikan bandeng sebanyak 49 ribu ton per tahun.

“Tiap tahun bandeng kita 49 ribu ton, semoga sektor perikanan tidak tergerus oleh regulasi-regulasi yang ruwet, seperti regulasi pupuk. Pupuk ini sangat krusial untuk pakan ikan bagi petambak,” terangnya.

Dalam hitungan wartawan 1minute.id bila hasil panen ikan bandeng 49 ribu ton per tahun alias 49 juta kilogram dengan harga bandeng seharga Rp 25 ribu per kilogram sama dengan Rp 1,22 triliun per tahun. 

Sementara pemenang Kontes Bandeng Kawak 2025, Saifullah Mahdi mengaku ikan bandeng miliknya sudah berusia 16 tahun, dengan perawatan ekstra dan dibudidayakan di lahan tambak khusus.

“Bandeng ini sudah kami rawat selama 16 tahun, di tambak seluas 4 hektar, jadi tambak tersebut memang kami siapkan khusus untuk bandeng-bandeng yang akan mengikuti kontes setiap tahun,” terang Sandi yang juga Kepala Desa Pangkah Kulon ini.

Mahdi menyebut, dirinya sudah sejak puluhan tahun mengikuti Kontes Bandeng Kawak. Hal ini sebagai wujud kecintaan terhadap budaya Kabupaten Gresik, serta kebanggaan dan penyemangat para petani tambak. “Kami berharap petani atau pembudidaya bisa terus melestarikan tradisi Kontes Bandeng Kawak ini, karena Bandeng adalah salah satu ikon kebanggaan masyarakat Gresik,” katanya. 

Dalam puncak Kontes Bandeng Kawak ini, ikan bandeng pemenang kontes milik Syaifullah Mahdi juga dilelang dengan harga awal Rp. 20 juta, dan terjual Rp 50 juta dengan penawaran terakhir pihak managemen Petrokimia Gresik. (yad)

Bandeng Kawak Berat 14,6 Kilogram, Seusia Siswa SMA, Jawara Kontes Bandeng Gresik Selengkapnya

Cek Kesiapan Layanan Mudik Lebaran, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani: Semoga Mudik Lancar, Aman dan Nyaman

GRESIK,1minute.id – Puncak mudik lebaran diperkirakan mulai 28 Maret sampai 30 Maret 2025. Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik berupaya mendukung kelancaran mudik dan kenyamanan masyarakat selama libur Lebaran.

“Kami ingin memastikan masyarakat Gresik dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan lancar. Infrastruktur jalan terus kami perbaiki, layanan transportasi dan kesehatan juga disiapkan dengan matang. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati selama perjalanan dan saling menjaga keamanan serta ketertiban,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di rapat one week di kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Senin, 24 Maret 2025.

Kegiatan rutin mingguan yang juga dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif dan diikuti semua Kepala Organisasi Perangkat Daerah atau OPD di Kabupaten Gresik itu membahas terkait kesiapan berbagai sektor untuk mendukung kelancaran mudik dan kenyamanan masyarakat selama libur Lebaran.

Layanan Kedadarutan Call Center 112 Gratis

“Apabila masyarakat menghadapi kondisi darurat seperti kecelakaan, kebakaran, gangguan ketertiban, atau situasi mendesak lainnya, segera hubungi layanan darurat 112. Tim kami siap merespons dengan cepat demi keselamatan dan kenyamanan seluruh warga Gresik,” ujar  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Siaga Kegawatdaruratan 24 Jam

Dalam rangka mengantisipasi situasi darurat selama Hari Raya Idul Fitri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) akan siaga penuh selama 24 jam. Tim gabungan ini siap bertindak cepat dalam menghadapi potensi bencana, gangguan ketertiban, serta keadaan darurat lainnya.

Layanan Kesehatan Tetap Buka

Untuk memastikan akses kesehatan tetap tersedia bagi masyarakat, layanan Unit Gawat Darurat (UGD) di RS Ibnu Sina, RS Gresik Sehati, dan RS Umar Mas’oed serta Puskesmas di berbagai wilayah Kabupaten Gresik akan tetap beroperasi selama libur Lebaran. Selain itu, layanan medis akan makin tanggap dengan dokter spesialis yang bersiaga secara on-call selama 24 jam.

Perbaikan Infrastruktur untuk Kelancaran Mudik

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau DPUPR Gresik telah melakukan peningkatan kualitas infrastruktur jalan guna mendukung arus mudik dan balik Lebaran 2025. Beberapa ruas jalan yang telah dikerjakan sejak awal tahun antara lain : Ruas Panceng – Lowayu, Dukun sepanjang 300 meter ; Ruas Wotan – Petung, Panceng sepanjang 200 meter ; Ruas Kapten Darmo Sugondo, Kebomas sepanjang 600 meter ; Ruas Balongpanggang – Metatu, Benjeng sepanjang 150 meter dan Ruas Balongpanggang – Mojopuro (akses utama ke Lamongan sisi selatan) sepanjang 700 meter.

Selain itu, Tim Satuan Tugas Unit Reaksi Cepat (SATGAS URC) Dinas PUPR telah menindaklanjuti 152 laporan perbaikan jalan sepanjang tahun 2025. “Tim ini juga akan tetap siaga selama libur Lebaran untuk menangani kondisi darurat terkait jalan dan jembatan,” kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. 

Mudik Gratis dan Keamanan Transportasi

Dinas Perhubungan atau Dishub Gresik kembali menggelar program mudik gratis bagi masyarakat. Sebanyak 1.072 peserta telah terdaftar dalam program ini. Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik menyiapkan 24 unit armada bus dengan 8 jurusan kabupaten/ kota di JawaTimur. 

Dishub Gresik juga tengah mengupayakan normalisasi Penerangan Jalan Umum  alias PJU dan penerangan di sepanjang jalur pantai utara atau Pantura Gresik. Sedangkan, untuk memastikan keamanan dan kesehatan perjalanan, Dinas Kesehatan atau Dinkes Gresik menyediakan fasilitas pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi dan peserta mudik. Selain itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) turut melakukan tes urine bagi pengemudi dan kru bus guna memastikan keselamatan selama perjalanan.

Dengan berbagai langkah kesiapsiagaan ini, Pemkab Gresik berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 H. (yad)

Cek Kesiapan Layanan Mudik Lebaran, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani: Semoga Mudik Lancar, Aman dan Nyaman Selengkapnya

Maleman Selawe Ramadan Masjid Sunan Giri, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Sediakan  3.000 Porsi Nasi Kebuli

GRESIK,1minute.id – Ribuan jemaah menyemut di Bukit Giri pada Senin malam, 24 Maret 2025. Mereka datang dari berbagai daerah untuk mengikuti tradisi Maleman Selawe alias Malam 25 Ramadan, salah satu malam ganjil di 10 terakhir bulan suci Ramadan. 

Maleman Salawe Ramadan dipusatkan di Masjid Sunan Giri,  Mochamad Ainul Yaqin di Bukit Giri, Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Jemaah memenuhi masjid untuk mengikuti sholat Isya dan tarawih, yang kemudian dilanjutkan dengan munajat pembacaan 1000 surat Al-Ikhlas.

Tampak hadir di tradisi turun temurun itu,  antara lain,  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir, Ketua MUI Gresik KH Ainur Rofiq Thoyyip dan Ketua PCNU Gresik KH Mulyadi. Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini dengan penuh khidmat.

“Malam hari ini kita dapat berkumpul di tempat yang mulia, di Masjid Ainul Yaqin yang penuh berkah. Pada malam hari ini kita semua meneladani apa yang dikerjakan oleh para pendahulu kita. Warisan budaya Malam Selawe kita laksanakan di Masjid Jami Ainul Yaqin. Mudah-mudahan ke depan, Malam Selawe tetap istiqomah seperti ini,” kata Bupati Fandi Akhmad Yani.  

“Dengan niat baik kita semua, doa yang kita panjatkan dikabulkan oleh Allah. Saya juga berterima kasih kepada seluruh panitia Malam Selawe, mudah-mudahan semua panitia, Yayasan Makam Sunan Giri, serta pemerintahan desa doanya dikabulkan. Gresik semakin sukses, masyarakat semakin sejahtera,” imbuh Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. 

Pada bagian lain malam selawe yang telah menjadi tradisi keagamaan di Gresik, tidak hanya menjadi momentum untuk bermunajat dan beribadah, tetapi juga sarana untuk mempererat kebersamaan umat. Sebagai bentuk kepedulian sosial, Pemerintah Kabupaten Gresik membagikan 3000 porsi nasi kebuli kepada masyarakat yang hadir. 

Selain itu, suasana di sepanjang Jalan Sunan Giri semakin semarak dengan kehadiran para pedagang yang menjajakan berbagai kuliner khas dan produk UMKM.  Dari makanan tradisional hingga pernak-pernik khas Gresik

Salah satu warga yang hadir Lilis (25th), yang merupakan warga lokal Sidokmukti Sunan Giri,mengungkapkan rasa syukurnya atas tradisi ini. 

“Saya datang bersama suami untuk mengenalkan tradisi Malam Selawe kepadanya, karena ini pertama kalinya ia mengikuti acara ini. Alhamdulillah, kami mendapat nasi kebuli. Semoga tahun depan semakin banyak porsinya. Jika memungkinkan, ada juga nasi krawu agar makanan khas daerah ini lebih dikenal masyarakat luas,” pungkasnya

Acara yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Suara Gresik, Dinas Informasi dan Komunikasi atau Infokom Gresik ini turut menjadi ajang refleksi spiritual bagi masyarakat. Selain ibadah, momen berbagi 3000 porsi nasi kebuli menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan warganya. 

Kegiatan ini pun disambut antusias oleh masyarakat yang berharap tradisi Malam Selawe terus dipertahankan dan semakin berkembang di tahun-tahun mendatang. Dengan adanya dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk jajaran Forkopimda, PCNU Gresik, MUI Kabupaten Gresik, Ansor Kabupaten Gresik, serta Takmir Masjid Jamik Sunan Giri, Malam Selawe diharapkan semakin memperkuat ikatan keagamaan dan sosial masyarakat Gresik. 

Tradisi yang tidak hanya memperkaya spiritualitas, tetapi juga mempererat tali silaturahmi dalam kehidupan bermasyarakat.(yad) 

Maleman Selawe Ramadan Masjid Sunan Giri, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Sediakan  3.000 Porsi Nasi Kebuli Selengkapnya

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : RPJMD  Harus selaras dengan Asta Cita 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa RPJMD Kabupaten Gresik harus selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo serta mendukung visi nasional dan provinsi untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan pembangunan di Gresik sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo,” tegas Fandi Akhmad Yani ketika membuka Forum Umum Konsultasi Publik dalam rangka perumusan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Gresik 2025-2030 dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 di Kantor Pemkab Gresik.pada akhir pekan lalu.

Fokus utama, ia melanjutkan, adalah menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat infrastruktur, pendidikan, dan layanan kesehatan. “Kami telah menyusun sembilan cita-cita pembangunan yang akan tercatat dalam dokumen perencanaan Kabupaten Gresik,” ujar Gus Yani, sapaan akrabnya.

Ia menyampaikan rencana strategis untuk lima tahun ke depan, termasuk pembangunan Kali Lamong sepanjang 44,8 kilometer, pengembangan transportasi terpadu dengan Lintas Rel Terpadu (LRT) yang menghubungkan Gresik dengan wilayah sekitar, serta optimalisasi teknologi RDF (Refuse Derived Fuel) dalam pengelolaan sampah.

“Efisiensi anggaran menjadi prioritas, terutama untuk memperbaiki fasilitas kesehatan di RS Gresik dan memastikan pembangunan sekolah sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Semua ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup warga Gresik,” tambah magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Sementara itu, Kepala Bappeda Gresik Eddy Hadisiswoyo, menyatakan bahwa perencanaan pembangunan ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah serta partisipasi dari berbagai pihak.

“Kegiatan ini menjadi wadah bagi seluruh elemen masyarakat untuk memberikan masukan terhadap arah pembangunan Gresik. Dengan kolaborasi yang baik, kita bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi 4,79 persen dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) hingga 78,93 persen pada periode 2025-2030,” jelas Eddy.

Forum dihadiri antara lain, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir bersama jajaran pimpinan DPRD, perwakilan Bappeda kota/kabupaten aglomerasi Surabaya  serta stakeholder lainnya, Pemkab Gresik berharap dapat menyusun kebijakan pembangunan yang lebih inklusif, partisipatif, dan selaras dengan visi nasional. “Kami berkomitmen menjadikan Gresik sebagai kabupaten yang lebih maju, transparan, dan berkelanjutan,” pungkas Gus Yani. (yad)

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : RPJMD  Harus selaras dengan Asta Cita  Selengkapnya

Sinergi Baznas Jatim dan Gresik Santuni 1000 Anak Yatim Duafa

GRESIK,1minute.id – Sebanyak seribu anak yatim dan duafa berkumpul di Aula Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim. Mereka terlihat semringah. Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif terlihat ada bersama anak-anak tersebut.

Kehadiran ribuan anak yatim dan duafa se-Kabupaten Gresik itu menerima santunan dari Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas Gresik bersinergi dengan Baznas Jawa Timur. Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas program yang terus dijalankan oleh Baznas, baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten.

“Alhamdulillah, Gresik selalu dipilih oleh Baznas Jatim dalam melaksanakan berbagai programnya, termasuk santunan 1.000 yatim dan dhuafa ini. Kegiatan ini sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan, dan semoga dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk berbagi dengan sesama,” ujar Gus Yani, sapaan, Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya.

Sebagai lembaga yang berperan dalam penghimpunan dan penyaluran zakat, Baznas Kabupaten Gresik terus aktif dalam berbagai program sosial guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Beberapa program yang telah dilaksanakan antara lain:

OASE (Orang Tua Asuh Sehari)
Program kolaborasi antara Baznas Jatim, Baznas Gresik, dan PT Petrokimia Gresik ini bertujuan memberikan bantuan kepada anak yatim dan dhuafa melalui sistem orang tua asuh yang memberikan santunan secara langsung.

Syiar Zakat
Kegiatan ini dilaksanakan pada minggu kedua bulan ini dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat serta membangun kepedulian sosial di lingkungan sekitar.

Santunan untuk Pengemudi Ojek Online (Ojol) dan Ojek Pangkalan (Opang)
sebagai bentuk apresiasi terhadap para pekerja sektor transportasi yang sering kali memiliki penghasilan tidak menentu, Baznas Gresik memberikan santunan guna meringankan beban mereka.

Santunan bagi Petugas Keamanan dan Kebersihan
Para pekerja di sektor keamanan dan kebersihan, yang memiliki peran penting dalam menjaga kenyamanan serta kebersihan lingkungan, juga mendapat perhatian khusus dari Baznas Gresik.

Kedepan, Baznas Gresik juga berencana memberikan santunan kepada para guru Madrasah Diniyah (Madin) dan guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mencerdaskan generasi muda di Kabupaten Gresik.

Pada kesempatan ini, sebanyak 1.000 anak yatim dan dhuafa dari seluruh kecamatan di Kabupaten Gresik menerima berbagai bantuan, berupa paket sembako dari Bupati Gresik ; Perlengkapan sekolah dari Baznas Jawa Timur dan Uang tunai senilai Rp200.000 dari Baznas Kabupaten Gresik.

Selain itu, Baznas Gresik juga memberikan insentif bagi 200 marbot masjid sebesar Rp200.000 per orang sebagai bentuk penghargaan atas peran mereka dalam menjaga dan merawat masjid. 

Baznas juga menyalurkan bantuan pembangunan MCK senilai Rp5 juta, yang diharapkan dapat meningkatkan fasilitas sanitasi bagi masyarakat. Kegiatan santunan ini menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah daerah dan Baznas dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. 

Baznas Gresik terus berupaya menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah secara tepat sasaran agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh penerima.

Acara ini ditutup dengan doa bersama dan penyerahan bantuan secara simbolis kepada anak yatim, kaum dhuafa, marbot, serta perwakilan penerima bantuan MCK. Diharapkan, kegiatan ini semakin mendorong kesadaran masyarakat untuk berbagi dan berkontribusi dalam aksi sosial guna menciptakan kesejahteraan bersama. (yad)

Sinergi Baznas Jatim dan Gresik Santuni 1000 Anak Yatim Duafa Selengkapnya

Baznas Gresik Gelar Syiar Zakat bersama Pekerja Informan dan Perempuan 

GRESIK,1minute.id –  Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Gresik kembali menggelar kegiatan syiar zakat di Pendapa Rumah Dinas Bupati Gresik pada Jumat, 14 Maret 2025. Syiar zakat menyemarakkan bulan suci Ramadan ini berfokus pada pemberdayaan pekerja informal, terutama perempuan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, serta berbagai mitra, termasuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Petrokimia Gresik. 

Kegiatan bertajuk “Syiar Zakat dan Buka Puasa Bersama Ojol, Ojek Pangkalan Perempuan, Tukang Becak, dan Loper Koran” ini bertujuan tidak hanya untuk mengedukasi masyarakat tentang zakat, tetapi juga memberikan bantuan langsung kepada mereka yang membutuhkan.

Sebanyak 130 pekerja informal menerima paket sembako dan uang tunai. Bantuan tersebut disalurkan kepada 50 tukang becak, 50 ojek pangkalan perempuan, dan 30 loper koran.

Ketua Baznas Kabupaten Gresik, Muhammad Mujib, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen membantu para pekerja informal, terutama perempuan yang bekerja di sektor transportasi. 

“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban mereka, terutama para pekerja perempuan yang berjuang memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar Muhammad Mujib.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Baznas Gresik juga menggelar pawai kampanye zakat yang melintasi berbagai titik strategis di Kota Gresik. Pawai ini dimulai dari depan Kantor DPRD Gresik, melewati Alun-Alun Gresik, Jalan Malik Ibrahim, Bandar Grissee, dan beberapa jalan utama sebelum kembali ke Pendapa Rumah Dinas Bupati di depan Alun-Alun Gresik Kota Lama. 

Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya zakat sebagai kewajiban agama sekaligus wujud kepedulian sosial.

Bupati Gresik.Fandi Akhmad Yani mengapresiasi inisiatif Baznas dalam mendukung masyarakat yang membutuhkan. “Gerakan zakat ini harus terus berkembang agar semakin banyak masyarakat yang terbantu. Saya mengajak seluruh warga Gresik untuk menunaikan zakat sebagai bentuk kepedulian kepada sesama,” ungkap Gus Yani-sapaan akrab – Fandi Akhmad Yani.

Mak Ninik, seorang ojek pangkalan perempuan, mengaku terharu dan bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh Baznas Gresik. “Ini tahun kedua saya mengikuti acara ini, dan saya sangat berterima kasih atas bantuannya. Semoga ke depan semakin banyak kegiatan seperti ini,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Baznas Gresik tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap sesama melalui zakat. Gerakan zakat ini diharapkan terus berkembang dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat agar manfaatnya semakin luas, terutama bagi pekerja informal yang berjuang memenuhi kebutuhan hidup di tengah tantangan ekonomi. (yad)

Baznas Gresik Gelar Syiar Zakat bersama Pekerja Informan dan Perempuan  Selengkapnya

Panen Raya Padi di Gresik, Mentan Amran Sulaiman Apresiasi Produktivitas Padi dan Harga Jual Gabah Rp 6.500 /Kg

GRESIK,1minute.id – Menteri Pertanian atau Mentan Andi Amran Sulaiman mengapresiasi produksi dan serapan gabah yang baik di Kabupaten Gresik. Hal itu disampaikan Mentan Amran Sulaiman saat menghadiri panen raya padi dan serap gabah di Desa Sirnoboyo, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Jumat, 14 Maret 2025.

Pada kesempatan itu, Mentan Amran Sulaiman secara simbolis memanen padi menggunakan Alsintan combine harvester. Alsintan combine harvester adalah alat panen padi yang dapat memotong, mengangkut, merontokkan, membersihkan, menyeleksi, dan mengemas dalam satu proses. 

Mentan Amran juga menyaksikan transaksi penjualan gabah dari petani kepada Bulog dengan harga Rp 6.500 per kilogram, lebih tinggi dari harga sebelumnya yang hanya Rp 6.000 per kilogram.

“Biasanya dijual Rp 6.000, sekarang menjadi Rp 6.500 perkilogram. Hal ini merupakan arahan dari Presiden untuk meningkatkan pendapatan petani, daya beli konsumen, serta kesejahteraan para pengusaha. Tujuan negara memang seharusnya seperti ini, semua tersenyum bahagia,” ujar Mentan Amran.

Selain Mentan Amran Sulaiman, panen raya dan penyerapan hasil panen ini juga dihadiri oleh Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Rudy Saladin, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti, serta jajaran Forkopimda Jawa Timur dan Gresik.

PANEN : (ki-ka) Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Mentan Amran Sulaiman dan Wakil Mentan Sudaryono dalam Panen Raya Padi di Desa Sirnoboyo, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Jumat, 14 Maret 2025 ( Foto : prokopim untuk 1minute.id)

Dalam sambutannya, Mentan Amran juga menyoroti situasi ketahanan pangan global, terutama di negara-negara seperti Malaysia, Filipina, dan Jepang, yang saat ini mengalami krisis pangan.

“Saat ini di Jepang, harga beras hampir mencapai Rp 86 ribu dan bahkan menuju Rp 100 ribu per kilogram. Oleh karena itu, Saya mengucapkan terima kasih karena Indonesia berhasil meningkatkan produktivitas. Mari kita terus bergandengan tangan,” ujarnya.

Mentan Amran juga mengapresiasi hasil panen di Kabupaten Gresik yang dinilai sangat baik, dengan produktivitas mencapai 8-9 ton gabah kering panen per hektare. “Kabupaten Gresik patut dibanggakan, hasil panennya sangat memuaskan,” tuturnya.

Dalam sesi tanya jawab, seorang warga yang mewakili petani menyampaikan apresiasi atas harga gabah yang telah ditetapkan sebesar Rp 6.500 per kilogram. Namun, ia juga berharap harga tersebut dapat terus dikawal agar benar-benar diterima oleh para petani.

Selain itu, ia mengungkapkan keluhan mengenai banjir yang kerap melanda wilayah mereka akibat luapan Kali Lamong.

“Daerah kami ini berhimpitan dengan Kali Lamong. Setiap minggu, kami mengalami kebanjiran dua kali. Meskipun pemerintah daerah sudah berupaya, kondisi di Kali Lamong sebelah selatan masih sering banjir. Kami berharap ada penanggulangan serius agar air tidak terus meluber,” ujar warga tersebut.

Tak hanya saat musim hujan, permasalahan juga muncul saat musim kemarau, di mana air dari Kali Lamong sering kali mengering sehingga tidak dapat dimanfaatkan untuk pertanian.

“Kami berharap pemerintah dapat membangun dam karet agar saat musim kemarau, air dapat disimpan sebagai cadangan. Selain itu, kami juga mohon bantuan untuk bibit padi,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjelaskan bahwa wilayah tersebut memiliki lahan tadah hujan seluas sekitar 195 hektar. Di sisi lain, wilayah ini juga berdekatan dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Lamong, yang kerap meluap saat musim hujan dan mengakibatkan banjir, sementara di musim kemarau, lahan menjadi kering.

“Kami sudah membangun kolam retensi di kecamatan lain (Desa Tambakberas, Kecamatan Cerme,Red). Tujuannya adalah untuk pengendalian banjir dan menyediakan pintu air agar saat musim kemarau, air dari tadah hujan dapat dialirkan,” tutup Bupati Fandi Akhmad Yani. (yad)

Panen Raya Padi di Gresik, Mentan Amran Sulaiman Apresiasi Produktivitas Padi dan Harga Jual Gabah Rp 6.500 /Kg Selengkapnya

Mudik Gratis Bareng Gus Yani-dr Alif, Ini Jadwal, Tujuan dan Syaratnya

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik atau Pemkab Gresik melalui Dinas Perhubungan Gresik kembali menggelar Mudik Gratis 2025. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Kamis 27 Maret 2025 di Kantor Bupati Gresik.

Acara bertitel Mudik Gratis 2025 Bareng Gus Yani dan Dokter Alif ini menyediakan ribuan kursi bus di 8 jurusan. Bagi warga Gresik yang ingin memanfaatkan fasilitas mudik gratis ini bisa mendaftar ke Kantor Dishub Gresik mulai Selasa, 11 Maret 2025 di jam kerja.

Usai rapat koordinasi persiapan mudik gratis, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik Khusaini,  mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyediakan berbagai rute tujuan ke berbagai wilayah di Jawa Timur, antara lain:

Gresik – Situbondo – Banyuwangi

Gresik – Pasuruan – Probolinggo – Lumajang – Jember

Gresik – Malang – Blitar

Gresik – Jombang – Kediri – Tulungagung – Trenggalek

Gresik – Nganjuk – Madiun

Gresik – Magetan

Gresik – Ponorogo

Gresik – Bojonegoro – Padangan – Ngawi

Menurut Khusaini, pendaftaran program Mudik Gratis 2025 akan dibuka mulai 11 Maret 2025 hingga kuota terpenuhi. Bagi warga yang berminat, persyaratan yang diperlukan sangat sederhana.

“Cukup membawa fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK). Pendaftarannya bisa dilakukan di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, Jalan Lamongan Terminal Bunder, Gresik,” jelas Khusaini.

Untuk informasi lebih lanjut, warga dapat menghubungi narahubung berikut pada jam kerja (08.00-15.00 WIB):

M. Taufiq: 0813-3164-1469 dan  Tedi: 0823-1338-8474

Dikatakan, program Mudik Gratis ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat yang ingin bersilaturahmi dengan keluarga saat Hari Raya Idulfitri. Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, sehingga mudik dapat berjalan dengan lancar, aman, dan nyaman. (yad)

Mudik Gratis Bareng Gus Yani-dr Alif, Ini Jadwal, Tujuan dan Syaratnya Selengkapnya

Implementasi Retret, Pemkab Gresik: Satu Langkah, Satu Ritme untuk Gresik Maju

GRESIK,1minute.id –  Pemerintah Kabupaten Gresik menggelar kegiatan Implementasi Retret sebagai upaya menyelaraskan langkah dan memperkuat sinergitas antara pemerintah pusat, daerah, dan desa dalam mendorong kemajuan Kabupaten Gresik. 

Kegiatan ini diinisiasi langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif dilaksanakan d Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 4 Maret 2025. Pesertanya, para kepala organisasi perangkat daerah atau OPD, Camat, serta Kepala Desa/lurah se-Kabupaten Gresik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menegaskan bahwa tujuan utama pertemuan ini adalah menyamakan satu langkah dan ritme kebersamaan demi mewujudkan Gresik Baru Lebih Maju. Terinspirasi dari pengalaman retret di Akmil, Magelang usai pelantikannya pekan lalu akan pentingnya peran desa sebagai penggerak utama pembangunan daerah.

“Desa memiliki peran vital dalam kemajuan daerah. Maka, kebersamaan dan kolaborasi menjadi kunci, agar setiap kebijakan yang digulirkan, baik dari pusat maupun daerah, bisa diterjemahkan hingga tingkat desa,” tegas Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. 

Dalam pertemuan, ada sejumlah isu strategis yang dibahas, antara lain, ketahanan pangan ; efisiensi anggaran ;  stabilitas harga kebutuhan pokok ;  pengelolaan sampah berbasis desa dan kolaborasi Desa dan BAZNAS Gresik.

Terkait ketahanan pangan, ia menyebut Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp 6.500 per kilogram. “Dengan menetapkan harga minimal gabah sebesar Rp6.500 agar petani tetap sejahtera,” tegasnya. Selain itu, sawah tadah hujan akan didata dan diusulkan ke pemerintah pusat untuk dikembangkan menjadi lebih produktif.

Berikutnya, efisiensi anggaran. Gus Yani mengingatkan pentingnya efisiensi dalam penggunaan anggaran desa, memastikan setiap rupiah benar-benar berdampak bagi masyarakat. Selanjutnya, stabilisasi harga kebutuhan pokok, ia meminta kepada kepala desa turut aktif memantau harga kebutuhan pokok di pasar, agar tidak terjadi lonjakan harga yang membebani masyarakat.

Kemudian, Pengelolaan Sampah Berbasis Desa, mantan Ketua DPRD Gresik itu mendorong agar setiap desa memiliki TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) untuk mengurangi sampah dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Terakhir, Kolaborasi Desa dan BAZNAS Gresik, mengajak pemerintah desa untuk bersinergi dengan BAZNAS Gresik melalui pembentukan UPZ (Unit Pengumpul Zakat) di desa-desa, sebagai bentuk penguatan ekonomi umat dan dukungan bagi masyarakat kurang mampu.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri oleh Bupati dan Wakil Bupati, melainkan membutuhkan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat.

“Tidak mungkin kami berdua berjalan sendiri. Kolaborasi adalah kunci. Program-program yang kita jalankan harus linier, mulai dari tingkat desa, kabupaten, hingga nasional,” ujar dokter Alif.

Ia juga menambahkan empat fokus utama yang menjadi perhatian. Di antaranya,  dukungan terhadap program  Makan Bergizi Gratis atau MBG dalam hubungannya dengan menggerakkan perekonomian lokal.

Berikutnya adalah penanggulangan banjir akibat luapan Kali Lamong dan Bengawan Solo baik itu berupa pembangunan kolam retensi maupun relokasi sebagai solusi jangka panjang bagi masyarakat terdampak.

Hal lain yang juga menjadi fokus adalah peningkatan infrastruktur, meliputi eks jalan penghubung desa, sekolah, dan puskesmas, dengan tujuan agar pelayanan publik semakin optimal. Terakhir, Wabup Alif juga menekankan penguatan kolaborasi antar wilayah aglomerasi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal dan regional.

Sekretaris Daerah atau Sekda Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, yang juga menjadi moderator melihat nilai positif dalam ini. Dirinya menyampaikan bahwa kegiatan bersama kepala desa semacam ini akan dilakukan secara berkala.

“Pertemuan ini menjadi ruang diskusi dan penyamaan visi. Ke depan, kami akan mengagendakan pertemuan serupa agar komunikasi antara pemerintah daerah dan desa semakin solid,” ungkap Sekda Washil. (yad)

Implementasi Retret, Pemkab Gresik: Satu Langkah, Satu Ritme untuk Gresik Maju Selengkapnya

Bupati & Wabup Gresik Paparkan Visi-Misi Kolaboratif di DPRD Gresik. Ini Sembilan Navigasi Gresik Baru

GRESIK,1minute.id – Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif memaparkan visi dan misi masa jabatan 2025-2030 dalam Rapat Paripurna yang digelar di Ruang Paripurna Gedung DPRD Gresik pada Senin, 3 Maret 2025.

Menariknya, sidang paripurna kali ini mengawali tradisi baru, di mana penyampaian visi & misi Bupati dan Wakil Bupati Gresik turut mengundang kepala daerah dari wilayah aglomerasi. Tampak hadir Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Wakil Bupati Bangkalan Mochamad Fauzan Ja’far, dan Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian.

“Kami ingin membangun sinergi sejak awal dengan berpikir secara aglomerasi, mengesampingkan ego sektoral. Artinya, di tengah isu efisiensi, kita bekerja bersama dan mempererat semangat gotong royong. Contohnya seperti Kali Lamong, dengan adanya sinergi dengan wilayah kabupaten/kota sekitar, diharapkan penanganannya akan lebih maksimal,” tegas Gus Yani-sapaan akrab- Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Dengan mengusung visi “Pembangunan Gresik Baru yang Berkelanjutan sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi untuk Kesejahteraan Masyarakat”, Gus Yani dan dr Alif – panggilan – Wabup Asluchul Alif menegaskan komitmen mereka untuk mendorong percepatan pembangunan yang adil, inovatif, dan berorientasi pada potensi lokal.

Untuk mewujudkan visi tersebut, lima misi strategis yang akan menjadi pijakan utama pembangunan Gresik selama lima tahun ke depan dipaparkan, yaitu:

1. Membangun insan Gresik yang unggul, sehat, cerdas, berkarakter, dan berakhlakul karimah.

2. Mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah yang merata, berbasis potensi lokal yang berkualitas dan berdaya saing.

3. Menyelesaikan pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang terintegrasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

4. Menguatkan sistem pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan terbaik bagi masyarakat.

5. Meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan pemenuhan kebutuhan dasar.

Guna mengakselerasi visi-misi tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Gresik mengusung sembilan program prioritas bertajuk Nawa Karsa atau sembilan navigasi Gresik Baru, yang meliputi:

– Gresik Tuntas : Integrasi layanan publik melalui Gresik Integrated Smart System, Rembug Akur, Desa Siap, dan kios pelayanan publik di kecamatan.

– Gresik Seger : Program kesejahteraan sosial seperti Gresik Santri, Bumi Gresik, dan Gresik Sporti.

– Gresik Mapan : Infrastruktur terpadu, termasuk pembangunan jalan lintas utara-selatan, revitalisasi pintu masuk Gresik, dan ketersediaan air bersih.

– Gresik Agropolitas : Mendorong pertanian, perikanan, dan pengembangan Techno Park berbasis minapolitan.

– Gema Karya : Penguatan UMKM melalui Gresik Hub dan program pelatihan bersertifikat BNSP.

– Gresik Cemerlang : Peningkatan kualitas pendidikan, beasiswa inklusif, dan Bawean sebagai Pulau Pendidikan.

– Gresik Sehati : Layanan kesehatan integratif dengan memperkuat puskesmas, polindes, dan posyandu.

– Gresik Barokah : Penguatan karakter pemuda, pencegahan narkoba, dan partisipasi sosial.

– Pesona Gresik : Revitalisasi ekowisata, pengelolaan sampah terpadu, dan pengembangan industri hijau.

Di hadapan awak media, Bupati Yani juga menegaskan bahwa efisiensi yang tengah digaungkan pemerintah tidak akan mempengaruhi program-program strategis dalam Nawa Karsa. Program-program yang menyasar masyarakat, seperti sertifikasi keahlian BNSP, job fair, penurunan kemiskinan, bansos, dan mudik gratis, akan tetap berjalan.

“Hasil efisiensi yang dilakukan di Kabupaten Gresik akan difokuskan pada percepatan pembangunan kolam retensi di Balongpanggang, serta peningkatan jalan eks-JPD dan betonisasi,” terangnya.

Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir memberikan apresiasi atas visi dan misi yang telah dipaparkan. “Saya, atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD bersama masyarakat Kabupaten Gresik, menyambut hangat dan mengucapkan selamat kepada Bupati dan Wakil Bupati terpilih,” ujarnya.

Lebih lanjut, Syahrul Munir juga berharap agar kemitraan yang baik terjalin dengan DPRD, terutama dalam meningkatkan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat Gresik.  “Kami juga menyambut baik program kolaborasi berbasis aglomerasi ini, agar penuntasan masalah pembangunan antar daerah dapat dilakukan secara cepat, kolaboratif, dan terpadu,” pungkasnya. (yad)

Bupati & Wabup Gresik Paparkan Visi-Misi Kolaboratif di DPRD Gresik. Ini Sembilan Navigasi Gresik Baru Selengkapnya