PWI Gresik Siap Berkolaborasi untuk Gresik Lebih Baik

GRESIK,1minute.id – “Kolaborasi untuk Meneguhkan Eksistensi”. Itu tema yang diusung oleh Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI Gresik periode 2024-2027 yang resmi dilantik oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Jawa Timur Mahmud Suhermono di Gedung Nasional Indonesia pada Kamis, 28 November 2024. 

Pelatikan dilanjutkan seminar yang mengusung tema Kolaborasi Informasi untuk Perkembangan Pariwisata menghadirkan dua narasumber yakni Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan komisioner Komisi Informasi atau KI Jawa Timur M. Sholahuddin. 

Pengurus baru PWI Gresik siap berkolaborasi untuk Gresik lebih maju. Dalam sambutannya, Mahmud Suhermono mengucapkan selamat kepada para pengurus baru. Ia juga memuji tema yang diusung, yang dianggap sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi dunia pers saat ini. “Tema kolaborasi untuk meneguhkan eksistensi sangat menggambarkan kondisi dunia pers yang sedang menghadapi gempuran era digital,” ujarnya.

Mahmud menyoroti tantangan besar yang dihadapi oleh media pers, yaitu kemunculan banyak media baru tanpa dasar kemampuan dan pengetahuan jurnalistik. Fenomena ini, menurutnya, berpotensi mengaburkan kualitas informasi di masyarakat.

“Perkembangan media digital membawa dampak besar, tetapi juga menciptakan tantangan bagi pers yang profesional,” katanya. 

Ia menekankan pentingnya peran PWI Gresik dalam mensosialisasikan perbedaan antara media pers dan media non-pers. Sosialisasi ini, lanjutnya, perlu dilakukan tidak hanya kepada masyarakat umum, tetapi juga kepada pemerintahan, perusahaan, lembaga pendidikan, hingga pemerintahan desa.

Mahmud menggarisbawahi bahwa kolaborasi adalah kunci untuk menjawab tantangan tersebut. “PWI tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi dengan semua pihak agar sosialisasi dan edukasi ini lebih efektif,” tegasnya. Ia juga mengajak semua pihak yang hadir untuk mendukung program PWI Gresik ke depan.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pengurus baru PWI Gresik. Dalam sambutannya, ia mengucapkan selamat dan menyampaikan harapan besar agar kolaborasi antara pemerintah dan PWI terus terjalin. “Kami siap berkolaborasi dengan PWI Gresik untuk membangun Gresik yang lebih maju,” ujarnya.

Bupati Fandi berharap kontribusi PWI Gresik dapat lebih optimal, terutama dalam memberikan gagasan inovatif untuk pembangunan daerah. Ia menilai kolaborasi yang mengusung inovasi baru sangat penting untuk kesejahteraan masyarakat Gresik.

Dukungan serupa juga disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim. Ia menilai peran pers selama ini sudah terasa, tetapi masih perlu dikembangkan dalam perspektif yang lebih luas. “Ke depan, kami berharap kontribusi pers tidak hanya pada penyebaran informasi, tetapi juga dalam membangun ide dan gagasan baru,” ujarnya.

Nurhamim mengapresiasi inisiatif PWI Gresik sebelumnya, seperti diskusi dengan berbagai pihak yang melahirkan ide green economy. Menurutnya, ide tersebut sangat potensial untuk meningkatkan pendapatan daerah dan dapat menjadi salah satu contoh kontribusi nyata dari dunia pers.

Ia berharap PWI Gresik terus menggali potensi lokal dan menghadirkan terobosan baru. “Kami ingin pers dapat menerjemahkan potensi daerah secara kreatif, tidak hanya terbatas pada regulasi yang ada,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PWI Gresik terpilih, Deni Ali Setiono menyampaikan rasa terima kasih atas berbagai dukungan yang diberikan. Ia juga menegaskan komitmen pengurus baru untuk terus berkontribusi dalam memajukan Kabupaten Gresik. “Kami ingin PWI Gresik menjadi mitra strategis dalam membangun Gresik yang lebih maju,” katanya.

Deni menambahkan PWI Gresik akan mengedepankan program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan sejalan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor adalah langkah utama yang akan dilakukan untuk mewujudkan visi tersebut.

Pelantikan ini juga menjadi ajang refleksi bagi PWI Gresik untuk memperkuat perannya sebagai lembaga pers yang kredibel. “Kami berharap ke depan PWI Gresik dapat terus menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi yang edukatif dan konstruktif,” ujar Deni.

Dengan dukungan dari pemerintah, DPRD, dan berbagai elemen masyarakat, PWI Gresik optimistis dapat menjalankan tugas-tugasnya dengan lebih baik. Pelantikan ini menjadi titik awal baru untuk memperkuat eksistensi pers dalam mendukung pembangunan daerah.

Acara yang berlangsung di Gresik ini dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, tokoh masyarakat, dan insan pers. Pelantikan ditutup dengan harapan bersama agar PWI Gresik terus menjadi motor penggerak bagi kemajuan informasi dan edukasi di Kabupaten Gresik. (yad)

PWI Gresik Siap Berkolaborasi untuk Gresik Lebih Baik Selengkapnya

Iringan Salawat dan Hadrah, Cabup Gresik Fandi Akhmad Yani Nyoblos di TPS

GRESIK,1minute.id – Calon Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani nyoblos di TPS 16 Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Rabu, 27 November 2024. 

Cabup inkumben itu, tiba di tempat pemungutan suara di UPT SMP Negeri 22 Gresik dengan jalan kaki dari rumahnya di Jalan Raya Bengawan Solo, Kompleks Perumahan Randuagung, Kecamatan Kebomas sekitar pukul 08.40 WIB. 

Dengan melantunkan salawat nabi diiringi seni religi, hadrah, Gus Yani-sapaan akrab- Fandi Akhmad Yani didampingi istri, Nurul Haramaini Ali dan  keluarganya berulangkali berhenti untuk menyalami warga. Tampak dalam iring-iringan itu, orang tua Gus Yani, H. Nur Cholis bersama istri serta dua adiknya, Nur Rahmad Yani dan Nila Yani Hardiyanti, yang anggota DPR RI dapil Gresik-Lamongan itu.

“Mohon doanya,” katanya setiap kali pertemu dengan warga di perjalanan menuju TPS yang berjarak 400 meteran dari rumah.  Gus Yani yang memakai baju warna putih, celana kasual hitam dan berkopyah hitam langsung menuju meja pendaftaran kemudian bersama calon pemilih lainnya menunggu panggilan dari petugas Kelempok Penyelenggara Pemungutan Suara atau KPPS setempat.

CABUP GRESIK : Gus Yani bersama keluarga memberikan keterangan kepada wartawan usai nyoblos di TPS 16 Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Rabu, 27 November 2024 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Setelah mendapatkan dua surat suara yakni strip warna coklat untuk pemilihan Gubernur Jatim dan warna biru untuk Pemilihan Bupati kemudian menuju bilik suara. Tidak lebih dari 5 menit, Gus Yani dan Ning Nurul menyelesaikan hak pilihnya.

Mengapa menggunakan musik religi, Hadrah, Gus Yani bercerita musik ini sengaja ditampilkan sebagai sinkronisasi antar tim dan mudah-mudahan dalam setiap langkahnya dimudahkan semua. “Pilkada serentak tahun ini bagian dari kami mencalonkan diri. Saya berdoa yang terbaik khususnya dalam pembangunan Gresik kedepan,” ungkapnya.

NUNGGU NYOBLOS : Cabup Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi istri Nurul Haromaini Ali (kiri) dan calon pemilih menunggu giliran untuk nyoblos di TPS 16 Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Rabu, 27 November 2024 ( Foto : chusnul Cahyadi/1minute.id)

Gus Yani juga menginginkan Gresik semakin maju. Dukungan dari masyarakat serta ulama serta doanya agar pilkada ini berjalan damai, aman, dan kondusif. Ia menambahkan, setelah pilkada ini dirinya tetap berharap guyup rukun, gotong-royong dalam membangun Gresik seutuhnya.

“Dan, berharap masyarakat semakin sejahtera, mudah mendapatkan pekerjaan, mudah untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar, bansos tepat sasaran, infrastruktur penghubung dan pertumbuhan ekonomi yang merata di setiap daerah menjadi harapan kami,” katanya. (yad)

Iringan Salawat dan Hadrah, Cabup Gresik Fandi Akhmad Yani Nyoblos di TPS Selengkapnya

Merasakan Manfaat Program UHC, Pemilih Pemula dan Gen Z di Pilbup Gresik, Tekad Menangkan Gus Yani-dokter Alif

GRESIK,1minute.id – Calon Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyapa ratusan generasi atau Gen-Z di posko pemenangan Gus Yani – dr Alif di Kelurahan Kawisanyar, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Pada kesempatan itu, Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani menyampaikan, bahwa pasangan calon atau paslon nomor urut 01 dalam Pemilihan Bupati atau Pilbup Gresik 2024 mendapatkan dukungan dari seluruh partai politik di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.

Dukungan parpol yang memiliki kursi di parlemen maupun parpol non parlemen. Sehingga tidak perlu ada keraguan untuk memilih paslon 01. “Dukungan semua parpol menunjukkan kalau parlemen juga mendukung. Sehingga program yang sudah on the track (sesuai target) seperti normalisasi Kali Lamong dan UHC bisa dimaksimalkan lagi karena ada dukungan anggaran dari DPRD,” ujar Gus Yani dihadapan ratusan Gen-Z pada akhir pekan lalu.

Selain menjlentrehkan program, Gus Yani yang berpasangan dengan Cawabup Gresik dr Asluchul Alif itu menghimbau kepada seluruh relawan Gus Yani – dr Alif untuk melakukan kampanye hitam alias Black campaign kepada orang yang tidak seaspirasi dengan paslon 01. Ia pun mengajak kepada para relawannya tetap solid dan kompak, agar tetap fokus dalam memenangkan paslon 01 tanpa harus melakukan kampanye hitam terhadap pendukung kotak kosong.

“Tidak usah menjelek-jelekkan orang yang tidak memilih saya dan dokter alif. Biarkan itu hak mereka. Yang penting saya ke jenengan semua agar tetap fokus untuk pemenangan,” pesannya.

Senada dengan Gus Yani, Ketua Relawan Gus Yani Kabupaten Gresik, Isa Ansori juga mengimbau relawan yang ada di Kecamatan dan Desa untuk menjaga suasana yang sejuk dan teduh selama masa pelaksanaan Pilkada Gresik.

“Yang disampaikan Gus Yani benar. Kita tidak perlu buang tenaga, waktu, dan pikiran dengan komentar negatif terhadap yang milih kotak kosong. Kita fokus saja kampanye program dan keberhasilan Gus Yani selama menjabat,” imbaunya.

Sementara, relawan Gus Yani dari kalangan Gen Z, Helmalia mengaku terdorong untuk memilih paslon 01 karena Gus Yani selama menjabat dalam waktu yang singkat terbukti berhasil mengatasi masalah-masalah krusial di Gresik.

“Masalah kesehatan setahu saya banyak masyarakat yang nunggak BPJS-nya. Tapi sejak ada UHC, masyarakat berobat atau yang sakit tinggal bawa KTP saja tanpa dibebani tagihan bulanan karena sudah dicover oleh Pemkab Gresik,” bebernya. Sebelum acara bubar, ratusan relawan yang mayoritas Gen Z dan Baby Boomers itu menyatakan tekadnya untuk memenangkan paslon nomor urut 01, Fandi Akhmad Yani-dr Asluchul Alif.

“Kami mendukung paslon nomor 01 Gus Yani- dr. Alif dan siap memenangkan Gus Yani – dr. Alif 90 persen di wilayah kebomas,” teriak Ketua Relawan Gus Yani Kecamatan Kebomas, Choiri Alwi, yang diikuti relawan lain saat deklarasi.

Berdasarkan data yang didapat 1minute.id dari Komisi Pemilihan Umum atau KPU Gresik jumlah daftar pemilih tetap atau DPT Pilbup Gresik pada 27 November 2024 mendatang sebanyak 971.740 pemilih. Rinciannya, pemilih laki-laki 484.071 dan perempuan 487.669 orang. Sedangkan jumlah tempat pemungutan suara atau TPS 1.868. (yad)

Merasakan Manfaat Program UHC, Pemilih Pemula dan Gen Z di Pilbup Gresik, Tekad Menangkan Gus Yani-dokter Alif Selengkapnya

Sowan ke PCNU Gresik. Ini Nasehat Para Kiai kepada Paslon Gus Yani – dr Alif

GRESIK,1minute.id – Pasangan calon atau Paslon Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-dr Asluchul Alif melakukan silaturahmi ke Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama atau PCNU Gresik pada Ahad, 27 Oktober 2024.

Paslon nomor urut #1 dalam pemilihan bupati atau Pilbup Gresik 2024 itu sowan ke pengurus Syuriah dan Tanfidziyah di kantor PCNU itu. Selama sekitar 1,5 jam Gus Yani-dr Alif silaturahmi. Paslon tunggal dalam Pilbup Gresik itu ditemui antara lain, KH Mulyadi ; KH Farhan ; KH Malik ; KH Rofiq dan KH Khusairi di kantor PCNU berada di Jalan Raya Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Sekretaris PCNU Gresik Mohammad Syifaul Fuad mengatakan, paslon Fandi Akhmad Yani dan dr Asluchul Alif kebetulan bagian dari Nahdalatul Ulama. Sebagai tradisi internal warga nahdliyin, yang akan punya gawe atau hajat selalu meminta doa dan restu berikut arahan dan masukkan dari orang tua mereka. Dalam hal ini, adalah restu para kiai. 

“Karena organisasi NU secara kelembagaan tidak boleh terjun secara langsung ke dalam politik praktis. Dilarang dalam AD/ART dan Perkum. NU memberikan masukkan,” kata Gus Syifa- panggilan – Mohammad Syifaul Fuad pada Ahad, 27 Oktober 2024.

Ada pun masukkan dari  para kiai, antara lain :  Jangan pernah menolak, kritik dan saran dari masyarakat. “Itu bagian dari obat agar pelaksanaan pemerintah ke depan lebih baik dari pemerintahan sebelumnya. Dan, tentu pemerintahan tidak memiliki kesempurnaan yang utuh,” ujarnya.

Selain itu, paslon Gus Yani-dr Alif dalam membuat program lebih menitikberatkan hajat hidup orang banyak. Gus Syifa lalu mencontohkan program pendidikan, kesehatan, peningkatan ekonomi masyarakat. “Termasuk program dulu yang belum tuntas, seperti normalisasi Kali Lamong. Sehingga masyarakat Gresik Selatan bisa terbabas dari banjir musiman,” katanya.

Ia berharap doa restu para kiai, dan masyarakat, pemerintahan hasil Pilbup Gresik pada 27 November 2024 nanti, Gresik bisa semakin maju. “Dalam istilah santri, akan tercipta Kota Gresik yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ujarnya.

Data yang dihimpun 1minute.id  Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik pada Jumat, 26 Februari 2021. Saat itu ada wabah Covid-19. Hampir 2 tahun masa kepemimpinan Gus Yani -begitu sapaan- Fandi Akhmad Yani berfokus untuk menekan angka fatalitas atau angka kematian akibat wabah yang paling mengerikan di era modern itu. 

Gus Yani, cuti untuk mengikuti kontestasi Pilbup Gresik mulai 25 September 2024. Praktis Gus Yani memiliki waktu efektif sekitar 2 tahunan. Meskipun begitu, sejumlah program bisa menuai apresiasi. Antara lain, program universal health coverage atau UHC, berobat cukup bawa kartu tanda penduduk elektronik alias e-KTP. Program yang diluncurkan Oktober 2022 itu capaiannya hampir 100 persen pada 2023. 

Capaian itu, mendapatkan apresiasi dari Kementerian Kesehatan. Penghargaan diserahkan oleh  Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Balai Sudirman Jakarta pada 14 Maret 2023.  (yad)

Sowan ke PCNU Gresik. Ini Nasehat Para Kiai kepada Paslon Gus Yani – dr Alif Selengkapnya

Apel Kebangsaan Kemandirian Desa, 290 Desa di Kabupaten Gresik Status Desa Mandiri, Tidak Ada Desa Miskin

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 3.200  orang mengikuti Apel Kebangsaan Kemandirian Desa di halaman Kantor Bupati Gresik pada Senin 23 September 2024. Ribuan peserta apel itu, berasal dari semua stakeholder di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.

Mereka diataranya perangkat desa, anggota badan permusyawaratan desa atau BPD, perkumpulan BPD serta ibu PKK. Apel dipimpin langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dengan komandan upacara Muhammad Qodim dari perkumpulan BPD Gresik. Tampak hadir Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, forkompimda serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah atau OPD di Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik. 

Apel Kebangsaan Kemandirian Desa menjadi ajang meneguhkan komitmen Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik dalam rekognisi, dan keberpihakan bersama dalam membangun desa-desa berlandaskan Nawa karsa Gresik Baru menuju Gresik yang lebih maju. 

Menurut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, kebersamaan antara kepala desa dan perangkat desa harus terjalin dengan baik. Karena untuk mewujudkan desa yang maju, mandiri dan sejahtera, harus tercipta sinergitas antara kepala desa, perangkat desa, serta lembaga desa yaitu BPD. 

“Semuanya itu merupakan komponen utama dalam penyelenggaraan pemerintahan desa,” ucap Gus Yani-sapaan akrab-Fandi Akhmad Yani mengawali sambutan. 

Bupati menyampaikan ucapan terima kasih serta penghargaan yang setulus-tulusnya atas dedikasi, loyalitas dan pengabdian. Serta kontribusi yang diberikan seluruh aparatur pemerintah desa untuk kemajuan dan kemakmuran masyarakat.

“Dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki oleh kepala desa, perangkat, dan bpd, disamping melaksanakan fungsinya sebagai unsur penyelenggara pemerintahan desa. Juga dapat memberikan pemikiran konstruktif dalam kegiatan-kegiatan pembangunan yang sekarang sedang kita laksanakan di berbagai bidang,” imbuhnya. 

Dirinya menambahkan, dengan bertambahnya masa jabatan kepala desa, mudah-mudahan menjadikan ladang amal dan ibadah dalam mewujudkan pembangunan di desa. Dibutuhkan kolaborasi, perencanaan yang matang serta optimalkan dan tingkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Pembangunan daerah yang berkelanjutan adalah kunci dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera, maju dan mandiri,” pesannya. 

Sebelum mengakhiri sambutan Gus Yani juga berpamitan kepada Forkopimda, kepala OPD di lingkungan Pemkab Gresik dan seluruh aparatur pemerintah desa. Sebab, mulai 25 September 2024, ia cuti karena mengikuti kontestasi pemilihan bupati atau Pilbup Gresik.

“Atas nama pribadi saya menyampaikan permohonan maaf. Jika ada kesalahan dan kekhilafan baik sengaja maupun tidak disengaja selama menjalankan tugas sebagai kepala daerah mohon maaf yang sebesar besarnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa atau PMD Gresik Abu Hassan menyampaikan banyak capaian positif selama kepemimpinan Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah. Abu Hassan mencontohkan pada 2024 ini, sebanyak 290 desa dari 330 desa se-Kabupaten Gresik atau 87,9 persen telah mencapai status Desa Mandiri. 

Status ini, adalah status tertinggi indeks Desa Membangun yang merepresentasikan keberhasilan pembangunan Desa pada pilar pemerintahan, sosial, dan ekologi. Sedangkan sisanya, 40 Desa memiliki status maju. “Gresik tidak lagi memiliki Desa dengan status berkembang, apalagi tertinggal dan sangat tertinggal,” kata Abu Hassan.  

Capaian positif, katanya, diganjar dengan penambahan insentif Desa pada perjalanan sebesar Rp 9,13 miliar untuk alokasi kinerja pemerintah Desa terbaik dan penghargaan pada 2024. Dukungan APBDesa dalam percepatan penurunan stunting juga mendapatkan apresiasi dengan tambahan insentif fiskal sebesar Rp 6,03 miliar.

Usai mengikuti apel, peserta menikmati delapan gunungan yang dibawa oleh asosiasi kepala desa. Gunungan rata-rata setinggi 2,5 meter isinya aneka makanan dan sayur mayur hasil desa. Ada juga gunung pudak dari Kecamatan Duduksampeyan. Panganan khas Gresik yang berjumlah 3.200 biji. Kecamatan Cerme membawa gunungan ikan bandeng goreng tanpa duri yang berjumlah 1.500 ekor. Dan,  sayur serta buah-buahan lainnya. (yad) 

Apel Kebangsaan Kemandirian Desa, 290 Desa di Kabupaten Gresik Status Desa Mandiri, Tidak Ada Desa Miskin Selengkapnya

Menyonsong Gresik Emas yang Mendunia, Pemkab Gresik Siapkan SDM dan Kebijakan untuk Gen-Z

GRESIK,1minute.id – Rembug Akur kembali dihelat oleh Pemerintah Kabupaten Gresik pada Sabtu malam, 21 September 2024. Gelaran kali kedua yang diinisiasi oleh Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat atau Bakohumas Gresik dipusatkan di hall Sang Pencerah Universitas Muhammadiyah Gresik atau UMG ini bertajuk “Rembug Akur dan Mimbar Mahasiswa : Gresik Kerja, Gresik Daulat Industri”.

Dialog yang menghadirkan ratusan mahasuswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM dari berbagai kampus serta para pemuda di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini berlangsung seru. Ada tiga narasumber yang hadir yakni Bupati Fandi Akhmad Yani ; Rektor UMG  Nadhirotul Laily serta Sekretaris Daerah atau Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman.

Kabupaten Gresik yang memiliki luas wilayah 1.194 kilometer persegi. Nilai investasi tren terus naik. Ribuan pabrik beroperasi. Kini, ada pabrik smelter terbesar di dunia beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus, Java Integreted Industrian and Port Estate atau KEK JIIPE di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Upah minimum kabupaten atau UMK Gresik 2024 sebesar Rp 4.642.031 perbulan atau tertinggi nomor dua di Jawa Timur. 

Berbagai “keistimewaan” itu, Gresik di mata para pencari kerja Gresik bagai gadis bertubuh lencir, berkulit kuning dan berhidung mancung. Pencari kerja berbondong-bondong untuk menikmati “madunya”.

“Apakah BEM siap diubah?” tanya Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengawali mimbarnya. “Berubah seperti apa?” tanya peserta. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani tampil memakai sarung, baju koko warna putih, berkopyah hitam serta sepatu dengan lugas mengatakan perubahan yang diinginkan menjadi lebih baik. 

Caranya, mahasiswa harus aktif belajar, berorganisasi dan meningkatkan kompetensi. Gus Yani memberikan teladan kepada mahasiswa dan pemuda lainnya. Ditengah kesibukan sebagai orang nomor satu-julukan lain-Bupati Gresik tetap belajar. “Saya saat ini juga mahasiswa sedang menempuh program S-3 (doktoral, Red),” katanya mendapatkan tepuk sorak peserta yang memenuhi Hall Sang Pencerah. Gus Yani sarjana Ekonomi dan Magister Mitigasi Bencana dari Universitas Airlangga Surabaya.

Gus Yani menyampaikan bahwa Pemkab Gresik telah menyiapkan rencana jangka, menengah, panjang untuk mengoptimalkan Sumber Daya Manusia atau SDM yang memadai untuk kebutuhan penyerapan industri.  Masyarakat Gresik di usia produktif, bisa menambah kemampuan dan keterampilan untuk menjawab kebutuhan dunia kerja. 

Selain pelatihan, Pemkab juga sudah menyiapkan kebijakan untuk mematangkan instrumen pengembangan SDM tersebut dengan menekankan aspek integrasi antara budaya, industri dan masyarakat.

“Tantangan kita semakin besar. Dengan percepatan kemajuan teknologi, tugas kita menyiapkan keterampilan semaksimal mungkin. termasuk ketrampilan bahasa asing,” ujar Gus Yani.  

“Kami mengajak pada seluruh anak-anak muda yang  ada di kabupaten Gresik siap berubah, Kalau tidak kita siapakan hari ini akan menjadi masalah yang besar,” lanjutnya.  

Selain itu, adanya Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK banyak potensi yang perlu diserap. Tidak hanya terkait penyerapan tenaga kerja saja. Ada peluang lain seperti penyediaan logistik, Makan dan minuman atau mamin bagi pekerja. Hal itu, sudah diformulasikan Pemkab Gresik, untuk kemanfaatan masyarakat lokal melalui kerja sama dengan sektor UMKM lokal. 

“Jadi tidak hanya soal tenaga kerja saja. Ekonomi kultur masyarakat juga harus disiapkan. Seperti mendorong produksi petambak Bandeng sebagai produk lokal. Itu menjadi satu ekositem yang mendukung adanya KEK,” jelasnya. 

Ia juga meminta kepada seluruh stokeholder, termasuk Perguruan Tinggi, ikut mendorong menyiapkan SDM lokal yang kompeten siap bekerja sesuai kebutuhan industri, misal jurusan yang berkaitan dengan keterampilan teknik mesin. Pada 2025, Pemkab Gresik akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 6,5 miliar.  Anggaran itu, akan digunakan oleh Dinas Tenaga Kerja atau Disnaker Gresik memberikan pelatihan kepada anak-anak usia produktif di Gresik. Sebab, pelatihan keterampilan bersertifikasi sangat dibutuhkan. “Anggaran untuk penamping anak Gresik,” tegasnya. 

FOTO BARENG MAHASISWA : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (baju putih berkopyah) , Rektor UMG Nadhirotul Laily foto bersama usai Rembug Akur dan Mimbar Mahasiswa di Hall Sang Pencerah UMG pada Sabtu malam, 21 September 2024 (Foto : chusnul cahyadi /1munute.id)

Sementara itu, Rektor UMG Nadhirotul Lailly, menyampaikan, bahwa Kabupaten Gresik merupakan kota strategis yang punya keunggulan sebagai kota industri. “Ada ribuan industri mikro hingga multinasional,” kata Nadhirotul.

Namun menurutnya, keunggulan tersebut juga tidak lepas dari tantangan, yakni bagaimana potensi tersebut bisa berdaulat. Bisa dimanfaatkan masyarakat lokal, terutama generasi Z. 

Untuk itu, Ia mendorong mahasiswa untuk terus meningkatkan kompetensi. “Jangan menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang),” kata Laila. Mahasiswa Gresik bisa punya empati sosial dan peran di komunitas masyarakat. Karena dunia pendidikan menurutnya masih belum cukup untuk mengasah soft skill ketika masuk ke dunia kerja. “Tidak bisa dipungkiri dunia mahasiswa tidak cukup, butuh soft skill untuk menjadi modal di dunia kerja,” pungkasnya.

Sementara itu,  Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman menyampaikan konsep Gresik kedepan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD dengan slogan “Gresik Emas yang Mendunia”. Slogan tersebut mengingat Kabupaten Gresik kedepan akan menjadi tumpuan ekonomi Jawa Timur. “Salah satu yang kita siapkan yakni bahasa Asing, Bahasa Inggris dan Mandarin,” jelasnya. 

Washil menerangkan, bahwa, Pemkab Gresik juga, sudah  membuat regulasi yang mengakomodir kepentingan masyarakat lokal. Setidaknya ada 2 komponen regulasi, pertama, terkait penyertaan kemitraan UMKM, kedua regulaasi ketenagakerjaan yang mewajibkan perusaahaan untuk penyerapan warga lokal Gresikk 60 persen. “Sudah ada regulasi. Jadi tinggal kita manfaatkan untuk masuk,” jelasnya. 

Lebih lanjut Washil, membeberkan, jika KEK di Manyar akan semakin banyak investor, industri yang masuk. Itu akan menambah peluang penyerapan tenaga kerja lokal. “Ada industri baru nanti. Ada industri tembaga dan timah yang masuk. Ini bisa menambah peluang,” bebernya. (yad/adv

Menyonsong Gresik Emas yang Mendunia, Pemkab Gresik Siapkan SDM dan Kebijakan untuk Gen-Z Selengkapnya

Gayeng! Rembug Akur Warga dengan Bupati Gresik Gus Yani, Tegaskan Komitmen Pemerataan Dan Keberlanjutan Pembangunan

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani kembali menegaskan komitmennya dalam upaya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Gresik. 

“Gresik Utara, Gresik Kota dan Gresik Selatan memiliki karakteristik masing-masing. Keunggulan masing-masing.  Dan, Gresik Selatan sangat ideal untuk pengembangan rumah hunian,” kata Gus Yani-panggilan akrab-Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam Rembug Akur di GOR New Kampret di Desa Hulaan,  Kecamatan Menganti,  Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Jumat, 13 September 2024.

Jagongan bersama Bupati Gresik ini bertajuk Gresik Selatan, Now and Future” atau Gresik Selatan terkini dan akan datang ini berfokus pada bidang infrastruktur dan kesehatan. Banyak aspirasi masyarakat muncul dalam silaturrahmi yang juga menghadirkan KH Mulyadi, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama atau PCNU Gresik yang pemangku Pondok Pesantren Darul Ihsan, Menganti, Gresik ini. 

Pada kesempatan itu, Gus Yani menjlentrehkan pencapaian terkait pembangunan infrastruktur jalan yang sudah selesai dan sedang pembagunan. Pembangunan infrastruktur yang sedang berjalan, diantaranya, pelebaran Jalan Raya Bringkang, Kecamatan Menganti sepanjang 1,8 kilometur. Sedangkan secara keseluruhan infrastruktur jalan di Gresik Selatan yang dibangun di era Gus Yani dan Bu Min mencapai 39,78 kilometer.

“Kita berupaya untuk menghapus kesenjangan pembangunan di wilayah Gresik Selatan, Utara, maupun Kota. Semua wilayah punya keunggulan dan karakteristik masing-masing,” kata Gus Yani.  

“Untuk wilayah Gresik Selatan ini, punya potensi yang sangat besar untuk berkembang menjadi kota satelit yang menopang wilayah inti Gresik. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan seperti pelebaran jalan menjadi prioritas utama agar potensi tersebut dapat dioptimalkan,” lanjut Gus Yani. 

Selain infrastruktur, ketua DPRD Gresik periode 2019-2024 menyoroti pencapaian penting di sektor kesehatan, terutama dengan berdirinya Rumah Sakit Gresik Sehati di Kecamatan Kedamean. Kehadiran rumah sakit ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memberikan akses layanan kesehatan yang lebih merata di seluruh wilayah Kabupaten Gresik.

Dengan fasilitas yang lengkap dan modern, Rumah Sakit Gresik Sehati diharapkan dapat melayani kebutuhan kesehatan masyarakat di Gresik Selatan dan sekitarnya dengan lebih baik.

REMBUK AKUR : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka Rembuk Akur di Kecamatan Menganti, Kecamatan Gresik, Jatim (Foto : ist)

Pembangunan infrastruktur yang merata dan peningkatan layanan kesehatan di wilayah Gresik Selatan ini dinilai akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat. Infrastruktur yang memadai akan mempercepat arus barang dan jasa, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, sedangkan akses yang lebih mudah ke fasilitas kesehatan akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam hal pelayanan kesehatan yang cepat dan terjangkau. Hal ini ditunjang dengan keberhasilan program Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Gresik yang telah berjalan hampir dua tahun.

Acara Rembug Akur wilayah Gresik Selatan ini dihadiri oleh ratusan masyarakat. Mereka berasal dari berbagai kecamatan di wilayah Gresik Selatan seperti Kecamatan Menganti, Kedamean, dan Driyorejo. Mereka dengan antusias menyampaikan harapan dan apresiasi atas capaian yang hingga saat ini sudah dirasakan di masing-masing wilayahnya.

Kasnadi, salah satu warga asal Driyorejo menyampaikan harapannya terkait peningkatan kualitas jalan di wilayah Banjaran Driyorejo. Disampaikan bahwa jalan wilayah Banjaran menjadi jalur alternatif bagi kendaraan-kendaraan yang terjebak kemacetan di wilayah Legundi, karenanya kualitas jalan perlu diperhatikan agar memperlancar mobilitas masyarakat.

Lain halnya dengan Arif, asal Kota Baru Driyorejo atau KBD. Dirinya memberikan apresiasi atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Gresik dibawah nahkoda Bupati Fandi Akhmad Yani. Ini lantaran dalam masa kepemimpinan Bupati Fandi Akhmad Yani fasilitas umum di KBD sudah di serah terima dan sudah lengkap surat-suratnya sehingga membawa manfaat bagi masyarakat. (yad/adv)

Gayeng! Rembug Akur Warga dengan Bupati Gresik Gus Yani, Tegaskan Komitmen Pemerataan Dan Keberlanjutan Pembangunan Selengkapnya

Transformasi Pelayanan,  Dinkes Gresik Integrasikan Layanan Kesehatan di 32 Puskesmas 

GRESIK,1minute.id – Dinas Kesehatan atau Dinkes Gresik dan Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI Gresik menggelar workshop di Gedung Nasional Indonesia atau GNI Gresik pada Rabu, 11 September 2024.

Workshop ini menghadirkan narasumber Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Ketua sementara DPRD Gresik Abdullah Hamdi, Kadinkes Gresik dr Mukhibatul Khusna dan Ketua PWI Gresik Deny Ali Setyono. Worshop mengusung tema “Integrasi Layanan Primer di Kabupaten Gresik Mengedepankan Pelayanan sesuai Siklus Hidup” gayeng

Integrasi layanan primer bertujuan untuk menyediakan layanan kesehatan yang terintegrasi dari tahap bayi dalam kandungan, anak, remaja, dewasa hingga usia lanjut.  

Dengan transformasi pelayanan anyar ini,  warga di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik dapat mengakses pelayanan kesehatan atau yankes yang sesuai dengan kebutuhan spesifik pada setiap tahap kehidupan. Yankes lebih efisien dan efektif. 

“Saat ini layanan kesehatan yang telah terintegrasi atau diujcobakan di 32 puskesmas di Kabupaten Gresik,” kata Kadinkes Gresik dr Mukhibatul Khusna pada Rabu, 11 September 2024. “Kedepannya, harapan semua yankes seperti pustu, ponkesdes hingga posyandu bisa teritegrasi,” imbuh dr Khusna. 

Ia megatakan, integrasi pelayanan primer merupakan trasformasi baru pelayanan kesehatan di Indonesia. Dengan integrasi layanan primer ini, para pasien akan mendapatkan kualitas layanan yang semakin baik. 

“Integrasi Layanan Kesehatan Primer adalah upaya untuk mengoordinasikan dan menyelaraskan berbagai layanan kesehatan primer. ILP merupakan salah satu pilar transformasi bidang kesehatan di Indonesia yang melayani mulai dari ibu hamil, bayinya, remaja, dewasa hingga lansia,” ungkapnya.

Layanan primer ini, transformasi pelayanan kesehatan di masyarakat paling bawah, yakni di desa atau kelurahan seperti posyandu,  puskesmas pembantu atau pustu,  pondok kesehatan desa atau ponkesdes hingga puskesmas.

“Ketika pelayanan kesehatan sudah terlayani di desa,  kunjungan ke puskesmas akan berkurang,” ujarnya. Pelayanan teritegrasi ini tidak semudah membalik telapak tangan. Sebab, banyak tantangannya,  mulai sumber daya manusia hingga anggaran. 

“Dengan adanya UHC tentu layanan ini akan sangat terintegrasi. Sehingga harapannya bisa bersinergi dengan legislatif, terutama soal pengawalan anggaran,” tuturnya.

Integrasi layanan ini memiliki beberapa fokus, yaitu menyelaraskan pelayanan kesehatan berdasarkan siklus hidup, Memperluas layanan kesehatan hingga ke tingkat kalurahan dan padukuhan, serta memperkuat pemantauan wilayah setempat.

“Semoga bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat,” harap dokter Khusna. 

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan masih banyak problem pelayanan kesehatan yang saat ini menjadi tantangan Pemerintah Kabupaten. Ia bersama jajaran sedang fokus menyelesaikan hal tersebut.

Seperti keadaan pustu yang memprihatinkan tapi tak bisa direhabilitasi sebab berada diatas lahan aset desa, gaji kader kesehatan yang masih kecil, dan lainnya.

Gus Yani-begitu biasa disapa-Fandi Akhmad Yani mencontohkan layanan kesehatan di Singapura yang dianggap baik. “Kehebatan negara maju dalam pelayanan kesehatan adalah dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, layanan yang ramah dan cepat, peningkatan kapasitas SDM perawat. Ini yang perlu kita contoh dan benahi,” kata Ketua DPRD Gresik periode 2019-2020 itu. 

Ia pun meminta kepada Dinkes dan Kepala Puskesmas agar memikirkan layanan konsultasi kesehatan dengan jarak jauh berbasis teknologi. Hal ini dianggap sangat inovatif untuk mengurangi antrean di Puskesmas saat berobat.

“Mungkin bisa kita coba, nanti honor pelayanannya diambilkan dari dana kapitasi di BPJS. Mungkin bisa dicoba di kota dulu,” kata Gus Yani, orang nomor satu di Kota Santri ini. 

Ketua sementara, DPRD Gresik Abdullah Hamdi mengatakan, legislatif akan mendukung upaya perbaikan pelayanan kesehatan untuk semakin lebih baik. “Bahkan, mungkin nanti dana pokir dewan bisa dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur pelayanan kesehatan,” tegasnya. (yad) 

Transformasi Pelayanan,  Dinkes Gresik Integrasikan Layanan Kesehatan di 32 Puskesmas  Selengkapnya

Hanya Satu Paslon, KPU Gresik Perpanjangan Masa Pendaftaran hingga 1 September 

GRESIK,1minute.id – Komisi Pemilihan Umum atau KPU Gresik memperpanjang masa pendaftaran pasangan calon atau paslon untuk mengikuti kontestasi Pemilihan Bupati atau Pilbup Gresik 2024.

Masa injuri time selama 3 hari, mulai Jumat, 30 Agustus hingga Ahad, 1 September 2024. Perpanjangan masa pendaftaran itu dilakukan dikarenakan sampai berakhir masa pendaftaran pada Kamis, 29 Agustus 2024 pukul 23.59 WIB hanya ada satu paslon yang mendaftar, yakni Fandi Akhmad Yani  dengan Asluchul Alif Maslichan

Menurut Ketua KPU Gresik Akhmad Taufik,  perpanjangan masa pendaftaran itu, merujuk pada Pasal 134 PKPU 2024. Jika hanya ada satu paslon maupun menyisakan partai politik peserta pemilu yang belum mengusulkan pasangan calon maka KPU mempertimbangkan untuk memperpanjang masa pendaftaran Pilbup Gresik.

“Sampai penutupan pendaftaran hanya Yani-Alif yang mendaftar. Sehingga, masa pendaftaran di perpanjangan selama 3 hari, sampai 1 September 2024,” kata Ketua KPU Gresik Akhmad Taufik kepada 1minute.id pada Jumat, 30 Agustus 2024. 

Berdasarkan hasil penelitian dan verifikasi berkas kelengkapan pendaftaran paslon Yani-Alif mendapatkan delapan rekomendasi dari parpol yang memiliki kursi di DPRD Gresik. Rinciannya, dua parpol pengusung dan enam parpol yang mendukung. “Yang masuk ke kami hanya 8 parpol kang,” tegasnya. 

Untuk diketahui,  kontestasi pemilihan legislatif atau Pileg 2024 diikuti 18 parpol di Gresik. Hasil coblosan yaitu, PKB dengan 14 kursi ; Gerindra (10) ! PDI-Perjuangan (9) ; Partai Golkar (6); Partai Demokrat (3), PPP (3) ; PAN (3) dan NasDem (2). Paslon Yani-Alif mendapatkan diusung dan didukung 8 parpol yang memiliki 50 kursi atau seluruh kursi di DPRD Gresik. Sedangkan, 10 parpol lainnya tidak mendapatkan kursi.  

Pada pendaftaran Pilbup Gresik pada 27 Agustus 2024, para ketua parpol non parlemen turut mengantarkan Yani-Alif mendaftar ke kantor KPU Gresik yang berada di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas. Bahkan, para ketua parpol berada dalam satu ruangan pendaftaran. (yad) 

Hanya Satu Paslon, KPU Gresik Perpanjangan Masa Pendaftaran hingga 1 September  Selengkapnya

Jelang Penutupan Pendaftaran, Hanya Paslon Yani-Alif Terdaftar di KPU Gresik

GRESIK,1minute.id – Komisi Pemilihan Umum Gresik masih membuka pendaftaran pasangan calon atau Paslon Bupati dan Wakil bupati Gresik sampai Kamis, 29 Agustus 2024 pukul 23.59 WIB. Tenda untuk menerima para tamu pun belum di bongkar. 

Hingga pukul 20.09 WIB tidak ada paslon lain yang melakukan pendaftaran. Bila sampai batas waktu berakhir tidak ada paslon lain yang melakukan pendaftaran, Pemilihan Bupati atau Pilbup Gresik pada 27 November 2024 hanya ada satu paslon Cabup dan Cawabup Gresik, Fandi Akhmad Yani – dr Asluchul Alif Maslikhan atau Yani-Alif. 

Paslon Yani yang diusung oleh PDI-Perjuangan dengan 9 kursi. Sedangkan, dokter Alif yang ketua DPC Partai Gerinda oleh partainya yang memiliki 10 kursi di parlemen di DPRD Gresik. Selain PDI-Perjuangan dan Gerindra. 

Paslon yang memiliki 19 kursi juga didukung enam partai lainnya yakni PKB dengan 14 kursi ; Golkar (6) ; Partai Demokrat (3), PPP (3) ; PAN (3) dan NasDem (2).  Artinya Yani-Alif mendapatkan dukungan delapan parpol atau seluruh anggota DPRD yang berjumlah 50 orang itu. 

Selain partai yang ada di parlemen, partai politik yang tidak memiliki perwakilan di DPRD Gresik juga merapat ke paslon Gus Yani-dokter Alif ini. Secara perhitungan matematika coblosan Pemilihan Bupati atau Pilbup Gresik pada 27 November 2024 hanya ada satu kandidat paslon yakni Gus Yani-dokter Alif. Paslon ini dimungkinkan akan melawan kotak kosong alias bumbung kosong. 

“Saat ini, semua parpol memberikan dukungan kepada Gus Yani-dokter Alif. Pendaftaran masih tersisa dua hari. Pendaftaran paslon sampai 29 Agustus,” ujar Ketua KPU Gresik Akhmad Taufik pada Selasa, 27 Agustus 2024. (yad) 

Jelang Penutupan Pendaftaran, Hanya Paslon Yani-Alif Terdaftar di KPU Gresik Selengkapnya