Arumi Bachsin Terpesona Bangunan Rumah Juga Batik Gajah Mungkur Gresik

GRESIK,1minute.id – Arumi Bachsin mengunjungi rumah Gajah Mungkar di Jalan Nyai Ageng Arem-arem, Kelurahan Kebungson, Kecamatan/ Kabupaten Gresik pada Senin, 7 Agustus 2023.

Kunjungan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Timur itu didampingi Ketua Dekranasda Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad disambut oleh Akhmad Khoiri, keturunan pemilik rumah dan Lurah Kebungson M. Fither Kuntajaya.

Istri Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jatim itu terlihat senang bisa melihat secara langsung bangun rumah tempat tinggal yang dibangun oleh keluarga oleh almarhum H. Djaelan, putra keempat dari H. Oemar Bin Ahmad (yang membuat rumah rumah di kampung Kemasan) pada 1898 itu.

Rumah seluas  2 ribu meter persegi berlantai 2 terdapat patung gajah mungkar kini dihuni oleh Hj Nur Rahmah itu. Ia keturunan keempat pasangan almarhum Haji Djaelan dengan almarhumah Hj Romlah. Hj Nur Rahmah adalah ibunda Akhmad Khoiri yang kini mengembangkan bisnis batik dan suvenir. 

“Selama ini, Saya hanyalah mendapatkan ceritanya saja tentang Rumah Gajah Mungkur ini,” kata Arumi terlihat semringah. Ia memuji arsitektur bangunan rumah Gajah Mungkur ini. Bangunan rumah yang sudah berumur 124 tahun ini masih terawat bagus. Karena pemilik merawat dengan baik. “(Bangunan rumah) sudah lama sekali. Kalau tidak salah dibangun 1880-an. Mungkin zaman buyut saya masih ABG (anak baru gede) ya!” kata perempuan kelahiran 19 Februari, 29 tahun lalu itu. 

“Rumah ini dirawat sangat luar biasa dan juga dijadikan pusat batik. Dan batik disini tampak high quality. Kunjungan tepat sasaran akan membuat banyak pengetahuan,” imbuh Arumi. 

Arumi mengatakan kunjungan ke rumah Gajah Mungkur ini, sedang menyelesaikan rencana pembuatan buku Wastra Jawa Timur. Wastra adalah nama lain untuk menyebut kain tradisional Indonesia. Indonesia punya empat Wastra atau kain tradisional yang sudah mendunia, yaitu kain batik, kain ikat, kain songket dan kain tenun.

Kabupaten Gresik, salah satu dari  Kabupaten/Kota di Jatim yang bisa meng- capture budaya di Jawa Timur. Ada budaya Medura, Matramanan dan Tapal Kuda. Alumnus Raffles College, Australia itu nanti akan memilih dua atau tiga kabupaten/kota di Jawa Timur yang dianggap memiliki ciri khas sehingga bisa menjadi representasi budaya. “Wastra dan filosofinya sampai tercipta motif batik,” katanya. (yad)

Arumi Bachsin Terpesona Bangunan Rumah Juga Batik Gajah Mungkur Gresik Selengkapnya

Mahasiswa 4 Negara Kunjungi Rumah Gajah Mungkur yang Pernah Dikunjungi  Pukubuwa X

GRESIK,1minute.id – Sebanyak sebelas mahasiswa berasal dari empat negara mengunjungi Kampung Kemasan dan Rumah Gajah Mungkur pada Rabu, 30 November 2022. Mereka mahasiswa dari Indonesia, Sudan, Thailand dan Vietnam. Kunjungan itu bertajuk “Short Indonesian Culture and Language Program for Foreign Speakers” Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).

Sekitar pukul 10.30 WIB rombongan mahasiswa berasal dari empat negara itu tiba di rumah Gajah Mungkur yang berada di Jalan Nyai Ageng Arem-arem, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/ Kabupaten Gresik itu. 

Rombongan disambut oleh Akhmad Khoiri, anak Hj. Nur Rahmah, keturunan keempat pasangan almarhum Haji Djaelan dengan almarhumah Hj Romlah. Pemilik rumah Gajah Mungkur. Khoiri menemui puluhan mahasiswa itu di lantai dasar rumah itu. Lantai dasar rumah yang juga digunakan sebagai ruang pamer atau galeri  batik karya Akhmad Khoiri itu.

Dihadapan mahasiswa, Khoiri, menjelaskan sejarah tentang rumah Gajah Mungkur dibangun pada 1898 itu. Ia mengatakan rumah Gajah Mungkur dibangun oleh kakek buyut, almarhum Haji Djaelan. Ia pengusaha pribumi yang berbisnis penyamakan kulit. Bisnis berkembang pesat. Sehingga, Haji Djaelan dan keluarga bisa membangun sejumlah rumah mewah yang memiliki arsitektur campuran Kolonial, Tionghoa dan Jawa. Selain rumah Gajah Mungkur juga sejumlah rumah di Kampung Kemasan. 

JAJAL BATIK : Mahasiswa dari 4 negara mencoba memakai batik ketika mengunjungi Rumah Gajah Mungkur pada Rabu, 30 November 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

“Dan sampai hari ini, seluruh bangunan masih terawat baik,”terang Khoiri yang dialih bahasa oleh seorang penerjemah dari UMG. Pada Ahad, 2 Oktober 1927, Raja Kesunanan Surakarta, Pakubuwana X mengunjungi rumah Gajah Mungkur. Penyambutan sangat mewah.

Sebuah karpet merah di beber mulai rumah Gajah Mungkur hingga Masjid Jamik Gresik di Alun-alun Gresik untuk menyambut Susuhunan kesembilan Kesunanan Surakarta itu. “Panjang karpet merah sekitar 2 kilometer. Sampai hari karpet merah sepanjang 2 kilometer belum terpecahkan,” ujarnya. 

Raja Pakubuwana X terkesan dengan arsitektur bangunan rumah Gajah Mungkur itu. Raja Pakubuwana X kemudian membangun rumah mirip Gajah Mungkur di Surakarta. “Tapi rumah lebih besar. Dan, berada di jalan utama Kota Solo. Persisnya, di Jalan Slamet Riyadi Solo,”terangnya. Usaha penyamakan kulit semakin besar. Haji Djaelan kemudian mendirikan pabrik rokok di Surakarta. 

Kini, sisa masa kejayaan pengusaha pribumi itu bisa dinikmati masyarakat di Kota Santri. Bangunan rumah kuno yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Rumah heritage yang banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun luar negeri. “Untuk bulan ini, menerima 4 kunjungan secara rombongan. Untuk kunjungan perorangan banyak,”katanya. 

Setiap ada kunjungan itu, Khoiri juga mengenalkan tentang batik. Puluhan mahasiswa itu pun senang bisa mengenal tentang batik. Apalagi, motif batik karya Khoiri ini semuanya memiliki ciri khas Gresik atau kearifan lokal (local wisdom).

BATIK MAHAKARYA : Akhmad Khoiri ketika menerangkan batik karyanya kepada mahasiswa dari 4 negara ketika mengunjungi Rumah Gajah Mungkur pada Rabu, 30 November 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Misalnya, motif Damarkurung. Damarkurung adalah sebuah karya seni yang dipopularkan oleh almarhumah Mbah Masmundari. Damarkurung, salah satu ikon Gresik. Lalu motif pudak dan jubung. Kedua adalah makanan khas Gresik. Kemudian, motif sisik bandeng. Gresik dikenal salah satu penghasil ikan bandeng terbesar di Jawa Timur. 

Puluhan mahasiswa itu, diperbolehkan memakai kain batik Gajah Mungkur. “Kain ini bisa untuk sewek (jarit),”katanya. Halaman rumah Gajah Mungkur bagai peragaan busana. Gajah Mungkur Fashion Week. (yad)

Mahasiswa 4 Negara Kunjungi Rumah Gajah Mungkur yang Pernah Dikunjungi  Pukubuwa X Selengkapnya

Begini Keriuhan GM Fashion Week, Sambut Tim Eksplore Jelajah Indonesia 

GRESIK,1minute.id – Pesona Rumah Gajah Mungkur semakin memikat. Halaman rumah yang di bangun 1898 itu bagai ajang fashion show pada Sabtu sore, 6 Agustus 2022. Gajah Mungkur (GM) Fashion Week. 

Suasana halaman pun riuh. Karena model dadakan tampil memikat. Busana yang dipakai pun beragam. Ada kasual, kebaya, pejuang kemerdekaan hingga busana batik karya Akhmad Khoiri, pengusaha batik keturunan keempat pasangan almarhum Haji Djaelan dengan almarhumah Hj Romlah. 

Ia pemilik rumah Gajah Mungkur yang ikonik itu. Motif kain batik yang dipakai oleh dua model yakni Deby dan Chotimah Phoebi Putri Arifin , siswa SMA Negeri 1 Manyar dan SMA Negeri 1 Cerme adalah khas Gresik. Diantaranya, motif Damarkurung, Ikan Bandeng dan Jubung. 

Jubung adalah jajanan mirip jenang terbuat dari ketan hitam yang di taburi wejan. Biasanya Jubung ditempatkan dalam selongsong warna putih kecoklatan yang terbuat dari kulit pohon pinang. Warga Gresik menyebut Ope. 

Puluhan penggemar fotografi mengabadikan momentum itu. Pengguna jalan yang kebetulan melintas di depan rumah Gajah Mungkur di Jalan Nyai Ageng Arem-arem Kelurahan Pakelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik menghentikan laju kendaraan bermotor untuk melongok GM Fashion Week yang dimulai pukul 14.30 WIB hingga menjelang Magrib itu. 

Akhmad Khoiri mengatakan, pihaknya awalnya menggelar hunting fotografi menyambut kedatangan Team Explorer Jelajah Indonesia.

Ada dua model yang difasilitasi untuk memperagakan motif baru batik karyanya. “Ternyata banyak warga yang berminat,”katanya pada Sabtu, 6 Agustus 2022. Melihat tingginya ekspektasi warga, Akhmad Khoiri berencana menggelar event yang lebih besar lagi. “Tunggu tanggal mainnya,”ujarnya.

Bagaimana kesereuan GM Fashion Week? Geser fotonya hanya di 1minute.id. Foto karya Chusnul Cahyadi. (yad)

Tidak ada galeri yang dipilih atau galeri itu dihapus.

Begini Keriuhan GM Fashion Week, Sambut Tim Eksplore Jelajah Indonesia  Selengkapnya

Batik Gajah Mungkur Gresik Ramaikan Pameran Canting Jawa Wetan di Kantor Gubernur Jatim 

SURABAYA,1minute.id –  Pameran Canting Jawa Wetan di Kantor Gubernur Jawa Timur lebih semarak dengan hadirnya Batik Gajah Mungkur, Gresik. Batik Gajah Mungkur dipamerkan oleh Akhmad Khoiri. “Alhamdulillah, hari pertama ramai,”kata Akhmad Khoiri pada Minggu, 27 Maret 2022.

Pameran  Canting Jawa Wetan di gelar di  halaman Kantor Gubernur Jawa Timur mulai 26-28 Maret 2022. Semua batik tulis hasil produksi dari 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur.  Batik Gajah Mungkur, Gresik, salah satunya.

Khoiri membawa sejumlah mahakarya dalam seni batik tulis itu. Semuanya, motif tentang Gresik. Ada motif kuliner Jubung, Pudak, Ikan Bandeng hingga rumah Gajah Mungkur berlokasi di Jalan Nyai Ageng Arem-arem, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan Gresik. 

BATIK GAJAH MUNGKUR: Akhmad Khoiri, perajin dan pemilik Batik Gajah Mungkur ketika mengikuti pameran Canting Jawa Wetan di Kantor Gubernur Jawa Timur pada Sabtu, 26 Maret 2022 (Foto : Akhmad Khoiri for 1minute.id)

Motif batik terbaru yang dibawa Khoiri adalah desain Rumah Gajah Mungkur. Desain antar dibuat limited edition atawa edisi terbatas. Hanya ada dua biji. “khusus karya Rumah Gajah Mungkur tidak dijual karena sudah diminta Museum Tekstil Jakarta. Saya buat dua, satu saya simpan dan satunya untuk museum,”katanya. 

Untuk diketahui Rumah Gajah Mungkur, salah satu destinasi wisata heritage di Gresik Kota Lama (GKL). Rumah Gajah Mungkur dibangun oleh Haji Djaelan (almarhum) pada 1881. Haji Djaelan adalah pengusaha penyamakan kulit terbesar saat ini. Dari bisnis usahanya, selain membangun Rumah Gajah Mungkur juga membangun sejumlah rumah di Kampung Kemasan.

Akhmad Khoiri, pemilik Batik Gajah Mungkur ini adalah keturunan keempat pasangan Haji Djaelan dan Romlah. 
Rumah Gajah Mungkur, menjadi jujugan para mahasiswa arsitektur dari berbagai negara. Mereka datang ke Kampung Kemasan dan Rumah Gajah Mungkur ini untuk kunjungan lapangan. Selain mengamati arsitektur, mereka belajar budaya Gresik. (yad)

Batik Gajah Mungkur Gresik Ramaikan Pameran Canting Jawa Wetan di Kantor Gubernur Jatim  Selengkapnya