Bupati Gresik Resmikan Operasional Landfill Mining, Solusi Atasi Tumpukan Sampah di TPA Ngipik

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memiliki komitmen serius dalam mengatasi masalah sampah rumah tangga. Salah satunya menerapkan metode Landfill Mining sebagai salah satu solusi modern dalam mengurangi tumpukan sampah yang lebih dari 10 tahun. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Asluchul Alif yang memimpin operasional perdana pada Selasa, 24 Februari 2026. Operasional metode Landfill Mining, pertama di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini dihadiri oleh manajemen PT. Semen Indonesia Tbk pabrik Tuban dan Pimpinan PT. Semen Indonesia Tbk pabrik Rembang. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengungkapkan, persoalan sampah adalah tantangan besar bagi seluruh daerah, termasuk Kabupaten Gresik. Seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan industri serta pemukiman, volume timbulan sampah terus meningkat.”Jika tidak dikelola dengan baik sampah akan menjadi beban lingkungan, sosial bahkan ekonomi,” ucap Gus Yani, sapaan akrab,  Fandi Akhmad Yani saat meresmikan pengoperasian Landfill Mining di TPA Ngipik pada Selasa, 24 Februari 2026.

Peresmian ini merupakan wujud nyata komitmen Pemkab Gresik, teknologi Landfill Mining memungkinkan untuk mengolah kembali timbunan sampah lama memisahkan fraksi yang masih bernilai guna. Serta mengurangi volume sampah yang tertimbun di TPA. 

“Dengan kapasitas pengolahan sekitar 25 ton per jam, fasilitas ini diharapkan mampu secara bertahap mengurangi beban timbunan di TPA Ngipik,” harapnya. Ia melanjutkan, Pemkab Gresik terus berkomitmen, untuk melakukan transformasi sistem pengelolaan sampah. Sehingga tidak lagi hanya mengandalkan sistem kumpul – angkut – buang, tetapi bergerak menuju sistem pengolahan yang berbasis pengurangan, pemanfaatan kembali dan peningkatan nilai tambah. 

“Hasil pengolahan tidak berhenti sebagai limbah tetapi menjadi sumber daya baru. Fraksi organik dapat dimanfaatkan sebagai tanah uruk, layening landfill, maupun media tanam. Fraksi non organik diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif pengganti batubara. Ini adalah langkah konkret mendukung transisi energi dan pengurangan emisi,” terang Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Bupati Yani menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak khususnya mitra industri yang telah mendukung pemanfaatan RDF sebagai bahan bakar alternatif. Sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha seperti inilah menjadi kunci keberhasilan pemgelolaan lingkungan yang berkelanjutan. 

“Pengadaan fasilitas ini melalui APBD Kabupaten Gresik tahun anggaran 2025 sebesar Rp 6 milliar, bukan hanya sekedar belanja peralatan. Melainkan investasi jangka panjang untuk kualitas lingkungan dan masa depan generasi mendatang,” tambahnya.

Selain mengandalkan Landfill Mining atasi tumpukan sampah di TPA Ngipik, Bupati Yani menekankan Dinas Lingkungan Hidup, dengan keterlibatan Dinas PMD dan kecamatan mengajak pemerintah desa untuk membangun TPS3R. 

“Jika tidak memungkinkan membangun TPS3R dalam satu desa bisa dibuat satu TPS3R untuk tiga desa. Tujuannya sampah dapat dikelola terlebih dahulu di tingkat desa sehingga tidak terjadi penumpukan di TPA,” tegasnya. 

“Mudah-mudahan melalui metode Landfill Mining ini, timbunan sampah lama di TPA digali kembali untuk dilakukan pemilahan, pengolahan, dan pemanfaatan ulang seperti bahan bakar alternatif RDF atau material lain,” tandasnya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Resmikan Operasional Landfill Mining, Solusi Atasi Tumpukan Sampah di TPA Ngipik Selengkapnya

Rancang Sebulan, Polisi hanya Butuh Waktu 23 Jam Bekuk Pelaku Curanmor 

GRESIK,1minute.id – Lelaki berinisial II, 42 tahun ini bukan sahabat yang baik bagi Abdul Wahet, 26 tahun. Pasalnya, lelaki asal Kedemean, Kabupaten Gresik itu tega menyikat sepeda motor Wahet yang masih tetangga kosnya di Desa Sumengko, Kecamatan Wringinanom. 

Beruntung polisi sigap membekuk terduga pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) dengan cepat. Tidak lebih dari 24 jam. Kini, pelaku berinisial II ini menjalani pemeriksaan intensif di Maskas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Wringinanom. 

Korban Abdul Wahet mengaku sepeda motor matik Honda Beat rakitan 2014 raib pada Minggu, 22 Februari 2026 sekitar pukul 02.00 WIB. Motor itu raib saat di parkir di tempat kos korban. Berdasarkan hasil penyelidikan, tersangka diketahui berinisial II, 42 tahun, warga Kedamean, ternyata telah merancang aksinya sejak Januari 2026. 

Pelaku yang juga tinggal satu lingkungan kos dengan korban, diam-diam mengambil kunci motor dari dalam kamar korban tanpa izin. Dengan menguasai kunci tersebut, pelaku menunggu waktu yang dianggap aman. Saat situasi sepi pada dini hari, ia membawa kabur sepeda motor yang terparkir di belakang kamar kos.

Kendaraan hasil curian itu kemudian disembunyikan di sebuah rumah di Dusun Lingsir, Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, dengan rencana untuk segera dijual.

Kapolsek Wringinanom Iptu Ahmad Fahri menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari kecurigaan korban terhadap tersangka yang menghilang dari kamar kosnya bertepatan dengan waktu kejadian. 

Keterangan saksi korban tersebut langsung ditindaklanjuti dengan serangkaian pemeriksaan saksi dan upaya pengejaran.

“Kurang dari 24 jam, pada Senin (23/02/2026) sekitar pukul 01.00 WIB, petugas berhasil mengamankan tersangka di wilayah Sumengko. Dalam pemeriksaan, II mengakui perbuatannya dan menunjukkan lokasi penyimpanan sepeda motor yang belum sempat terjual,” ujar Iptu Ahmad Fahri pada Selasa, 24 Februari 2026.

Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat merah beserta STNK. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian materiil sekitar Rp 9 juta.

Polres Gresik kembali menegaskan pentingnya sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. “Keamanan wilayah bukan hanya tugas kepolisian, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat. Kita jaga bersama, kita amankan bersama,” pesan Kapolsek Wringinanom. 

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, memastikan kendaraan dalam kondisi terkunci ganda, serta tidak meninggalkan kunci di tempat yang mudah dijangkau. Apabila mengetahui atau mengalami tindak pidana, warga dapat segera melapor melalui layanan darurat 110 atau program Lapor Kapolres (LaporCakRama) di nomor 0811-8800-2006. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Rancang Sebulan, Polisi hanya Butuh Waktu 23 Jam Bekuk Pelaku Curanmor  Selengkapnya

Plong..! Ikhtiar Bupati Gresik Perjuangkan Pupuk Subsidi Tambak Disetujui Komisi IV DPR RI

GRESIK,1minute.id – Ikhtiar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani agar pupuk subsidi kembali menyentuh sektor budidaya perikanan akhirnya membuahkan hasil. Dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI di Kabupaten Gresik pada Senin 23 Februari 2026 dipastikan bahwa pupuk bersubsidi untuk pembudidaya ikan resmi dialokasikan kembali pada tahun 2026.

Dalam forum tersebut, Bupati Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa beberapa tahun terakhir menjadi masa penuh kegelisahan bagi para petambak akibat pencabutan subsidi pupuk sektor perikanan.

“Beberapa tahun belakangan ini kami mengalami kegelisahan. Kabupaten Gresik memiliki lebih dari 28 ribu hektare lahan budidaya. Ketika pupuk subsidi dicabut, dampaknya sangat terasa. Bandeng tidak tumbuh optimal karena budidaya ikan tradisional sangat bergantung pada pupuk untuk menumbuhkan plankton,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Kabupaten Gresik merupakan salah satu lumbung pangan nasional dari sektor perikanan, baik budidaya, tangkap, maupun pengolahan dan pemasaran. Luas lahan budidaya tercatat 28.653,27 hektare, terdiri dari tambak payau seluas 15.601,26 hektare dan tambak tawar 13.052,01 hektare. Jumlah pembudidaya mencapai 20.279 orang, terdiri dari 15.729 pemilik tambak dan 4.550 pandega, yang tersebar di 16 kecamatan.

Produksi perikanan budidaya, Gresik tahun 2025 mencapai 160.439 ton dengan nilai produksi sebesar Rp 3,54 triliun. Khusus komoditas bandeng, produksi diperkirakan mencapai sekitar 90.000 ton per tahun.

“Kalau harga bandeng rata-rata Rp 10.000 per kilogram, hampir Rp900 miliar berputar di sektor tambak saja. Jadi ini ekonomi rakyat,” tegasnya.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto, menyampaikan bahwa aspirasi Pemerintah Kabupaten Gresik telah dibahas dalam Panja Pupuk di Petrokimia dan resmi masuk dalam rekomendasi subsidi nasional.

“Alhamdulillah, tahun ini kebutuhan pupuk untuk budidaya perikanan sudah masuk dalam program subsidi sekitar 29.500 ton secara nasional. Ke depan kami akan fokus pada pembenahan data agar distribusi tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan seperti sebelumnya,” ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Haeru Rahayu, menyampaikan permohonan maaf atas kondisi dua tahun terakhir yang berdampak pada pembudidaya. “Atas nama pemerintah kami mohon maaf. Tahun ini secara nasional dialokasikan hampir Rp300 miliar untuk pupuk budidaya,” jelasnya.

Sebagai informasi, tahun 2026 ini telah dialokasikan pupuk bersubsidi pada sektor perikanan bagi pembudidaya ikan di Kabupaten Gresik. Yakni pupuk urea sebesar 4.721 ton, pupuk SP36 sebesar 4.598 ton dan pupuk organik sebesar 506 ton.

Karena itu, ditekankan juga pentingnya optimalisasi penyerapan kuota agar tidak terjadi sisa alokasi. Dukungan dari sisi distribusi dan sistem juga ditegaskan oleh Direktur Operasi PT Pupuk Indonesia, Dwi Satriyo Annurogo. Ia memastikan bahwa sistem distribusi pupuk kini telah terdigitalisasi penuh.

“Setiap penebusan pupuk di kios langsung tercatat dan terhubung secara real-time dengan sistem pusat. Alokasi otomatis terpotong sesuai kuota. Sistem siap dan stok dalam kondisi aman,” terangnya.

Di sisi lain, aspirasi petambak turut mengemuka. Sholiq, petambak asal Desa Betoyo Guci, menyampaikan apresiasi atas kembalinya subsidi pupuk, namun juga mengingatkan potensi anjloknya harga saat panen raya.

“Kalau produksi naik tapi panen bersamaan, harga bandeng bisa turun sampai Rp5.000 per kilo. Kami mohon stabilitas harga juga diperhatikan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Fandi Akhmad Yani mendorong penguatan ekosistem dari hulu hingga hilir. Selain memastikan pupuk tersedia, Pemkab Gresik juga mendorong peningkatan konsumsi ikan melalui berbagai program serta penguatan distribusi berbasis desa.

“Kami memiliki Koperasi Desa Merah Putih hampir di seluruh desa. Jika dilibatkan dalam distribusi pupuk subsidi, rantai pasok bisa lebih efektif dan ekonomi desa ikut bergerak,” tambahnya. (*)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Plong..! Ikhtiar Bupati Gresik Perjuangkan Pupuk Subsidi Tambak Disetujui Komisi IV DPR RI Selengkapnya

Petrokimia Gresik Istikamah Salurkan Bantuan Operasional sebesar Rp 723 Juta ke-146 Tempat Ibadah dan Lembaga Sosial agar Ibadah Ramadan Lebih Khusyuk

GRESIK,1minute.id –  Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, memberikan bantuan operasional untuk 146 masjid, musala, pondok pesantren (ponpes), dan panti asuhan yang ada di sekitar perusahaan. 

Bantuan senilai Rp 723,5 juta ini didistribusikan tepat di hari pertama puasa Ramadan di Gresik pada Kamis, 19 Februari 2026 untuk mendukung ibadah lebih khusyuk dan nyaman.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob usai penyerahan bantuan secara simbolis menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan secara istakamah setiap bulan Suci Ramadan. Ia berharap dukungan operasional tersebut dapat membantu pelaksanaan ibadah, seperti tarawih, tadarus, maupun salat berjamaah, berlangsung khusyuk dan penuh khidmat.

“Kami menyadari kegiatan di tempat ibadah, baik masjid maupun musala, termasuk di ponpes dan panti asuhan, semakin banyak di bulan puasa ini. Karena itu, Petrokimia Gresik berinisiatif memberikan dana operasional agar para jamaah bisa fokus menjalankan ibadah, dan momen Ramadan pun bisa berlangsung dengan lancar dan penuh keberkahan,” ujar Daconi.

Bantuan tersebut diberikan kepada 17 masjid dan 80 musala di sekitar perusahaan, yaitu di Desa Roomo, Kelurahan Karangpoh, Karangturi, Kroman, Lumpur, Ngipik, Sukorame, Tlogoojok, dan Kelurahan Sukodono. Setiap masjid menerima bantuan sebesar Rp 7,5 juta dan setiap musala sebesar Rp 5 juta. Bantuan juga disalurkan kepada 21 ponpes dan 28 panti asuhan dengan nilai masing-masing sebesar Rp 4 juta.

“Selain memberikan bantuan, melalui program Safari Ramadan kami juga akan mengikuti kegiatan buka puasa dan salat tarawih berjamaah secara bergiliran di masjid-masjid sekitar perusahaan. Tidak hanya melalui bantuan materi, kami juga secara langsung hadir membersamai masyarakat dalam menjalankan ibadah Ramadan di sekitar perusahaan,” tandas Daconi.

Ia menambahkan, bantuan ini sekaligus menjadi bentuk terima kasih perusahaan atas dukungan dan doa masyarakat kepada Petrokimia Gresik, sehingga perusahaan dapat menjalankan tugas dari pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pupuk bagi jutaan petani di seluruh Indonesia. Dukungan ini juga menjadi bagian dari upaya bersama melanjutkan swasembada pangan nasional.

“Petrokimia Gresik sejak berdiri memiliki komitmen untuk tumbuh bersama masyarakat. Kemajuan perusahaan harus selaras dengan kebermanfaatannya bagi masyarakat. Saya berharap dukungan yang selama ini diberikan bisa terus ditingkatkan untuk ketahanan pangan nasional,” ujar Daconi.

Sementara itu, Didi, perwakilan Masjid Nurul Huda Kelurahan Karangturi, menyampaikan terima kasih atas bantuan operasional yang diberikan Petrokimia Gresik. Dengan dukungan tersebut, takmir masjid dapat menyelenggarakan kegiatan Ramadan lebih meriah dan jamaah beribadah dengan lebih nyaman.

“Terima kasih kepada Petrokimia Gresik yang senantiasa peduli terhadap masjid dan musala di sekitar perusahaan. Bantuan ini rutin diberikan setiap Ramadan. Semoga membawa keberkahan sehingga Petrokimia Gresik semakin tumbuh dan maju,” ujar Didi. (yad) 

Editor : Chusnul Cahyadi 

Petrokimia Gresik Istikamah Salurkan Bantuan Operasional sebesar Rp 723 Juta ke-146 Tempat Ibadah dan Lembaga Sosial agar Ibadah Ramadan Lebih Khusyuk Selengkapnya

8 Personel Damkamat Gresik Lakukan Rescue Cincin Kaki Burung Murai Batu Kekecilan

GRESIK,1minute.id – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkamat) Gresik melakukan penyelamatan seekor burung Murai Batu pada Senin, 16 Februari 2026.

Pemilik burung M. Hadi Sholihin risau karena beberapa hari ini mulai “enggan” berkicau. Usut punya usut diduga karena cicin di kaki burung milik warga Jalan Raya Kemuning, Desa Menunggal, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik terlalu sempit. Hadi berusaha melepas. Tapi, ia kesulitan sehingga meminta bantuan kepada Dinas Damkamat Gresik.

Sebanyak delapan personel rescue di terjunkan untuk melakukan penyelamatan Burung Murai. “Operasi” pelepasan cicin kaki burung mulai dilakukan pada pukul 16.16 WIB. Selama 10 menit, cincin kaki Murai Batu bisa dilepas. Hadi pun semringah. Ia berharap burung bisa kembali berkicau.

Kepala Dinas Pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkamat) Gresik Suyono mengatakan, rescue cincin kaki burung Murai Batu ini kali pertama dilakukan. “Kami bersyukur rescue bisa dilakukan. Butuh waktu 10 menitan untuk memotong cincin di kaki burung Murai itu,” kata Suyono. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

8 Personel Damkamat Gresik Lakukan Rescue Cincin Kaki Burung Murai Batu Kekecilan Selengkapnya

Anak 14 Tahun asal Surabaya Diduga Setubuhi  Anak Diamankan Satreskrim Polres Gresik 

GRESIK1minute.id – Usia GBA masih 14 tahun. Akan tetapi, perbuatan bocah cilik (bocil) asal Surabaya seperti anak yang sudah dewasa. Anak berhadapan hukum (ABH) ini  kini menjalani pemeriksaan intensif di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik karena diduga telah menyetubuhi anak 14 tahun.

Dugaan persetubuhan anak terjadi pada Sabtu, 27 Desember 2025 sekitar pukul 15.00 WIB di rumah ABH pelaku di wilayah Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Sore itu, ABH korban yang masih berusia 14 tahun diajak jalan-jalan oleh ABH pelaku. Di tengah perjalanan, korban dibawa ke rumah ABH pelaku dalam kondisi rumah sedang sepi. Saat berada di dalam kamar, ABH pelaku diduga melakukan persetubuhan dengan korban.

Korban sempat menolak, namun ABH pelaku mengancam tidak akan mengantarkan korban pulang apabila menolak. Korban baru dipulangkan keesokan harinya pada Minggu, 28 Desember 2026 sekitar pukul 06.00 WIB.

Atas kejadian tersebut, ibu korban melaporkan peristiwa ini ke Polres Gresik. Modus yang dilakukan ABH pelaku adalah memanfaatkan situasi rumah yang sepi serta kondisi hujan saat itu dan  mengancam korban agar menuruti keinginannya.

“Tersangka sudah kami amankan,” tegas Kasatreskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya di Mapolres Gresik pada Minggu, 15 Februari 2026. Motif sementara, ABH pelaku diduga dilatarbelakangi nafsu terhadap korban. Tim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian yang digunakan korban dan ABH pelaku saat kejadian.

Dalam penanganan kasus ini, Polres Gresik tidak hanya fokus pada proses hukum terhadap tersangka, tetapi juga memastikan pemulihan kondisi korban.

Sejumlah langkah telah dilakukan mulai dari melakukan visum et repertum, pemeriksaan psikologis terhadap korban, pemeriksaan saksi-saksi, penyitaan barang bukti. “Kami memastikan korban mendapatkan pendampingan psikologis. Proses pemeriksaan dilakukan dengan pendekatan humanis agar korban tidak mengalami trauma tambahan,” ujar.

Korban mendapatkan pendampingan psikologis guna memastikan kondisi mentalnya tetap terjaga pascakejadian.

ABH pelaku dijerat Pasal 81 ayat (2) Jo Pasal 76D Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak atau Pasal 473 ayat (2) huruf B Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun.

Polres Gresik menegaskan komitmennya untuk memberikan perlindungan maksimal kepada anak sebagai korban serta menindak tegas pelaku kejahatan terhadap anak.

Sebagai bentuk komitmen pelayanan Polres Gresik, masyarakat diimbau untuk segera melaporkan apabila menemukan tindak pidana atau pelanggaran hukum di wilayah Kabupaten Gresik melalui Hotline Call Center 110 atau WhatsApp “Lapor Cak Rama” di nomor 0811-8800-2006 yang terhubung langsung dengan Kapolres Gresik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Anak 14 Tahun asal Surabaya Diduga Setubuhi  Anak Diamankan Satreskrim Polres Gresik  Selengkapnya

Pemkab Gresik Resmikan Pengoperasian Eskalator Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik Inklusif dan Modern

GRESIK,1minute.id – Masjid Agung Mualana Malik Ibrahim Gresik semakin Inklusif. Ramah anak dan lansia. Sebab, Pemerintah Kabupaten Gresik melengkapi masjid yang berada di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas itu dilengkapi tangga berjalan alias eskalator.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam hal ini diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sekretariat Daerah (Setda) Suprapto yang meresmikan pengoperasian eskalator Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik pada Jumat,  13 Februari 2026.

Pemasangan eskalator merupakan bentuk komitmen pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam penyediaan fasilitas publik yang ramah bagi seluruh kalangan. Pengoperasian eskalator ini menjadi bagian dari peningkatan sarana dan prasarana di Masjid Agung Gresik yang bertepatan dengan HUT Pemkab Gresik ke-52 dan Hari Jadi Kota Gresik ke-539 serta menyambut bulan suci Ramadan 1447 H.

Menurut Asisten I Setda Gresik Suprapto, kebutuhan akan eskalator dipandang urgen karena melihat berbagai karakteristik pengunjung Masjid Agung Gresik. Terutama untuk kalangan lanjut usia yang kesulitan menaiki tangga. “Adanya eskalator tersebut untuk mempermudah lansia, ibu hamil, dan masyarakat kebutuhan khusus agar mendapat akses lebih mudah mencapai lantai atas Masjid Agung Gresik,” kata Suprapto.

Pihaknya menjelaskan, pemasangan eskalator untuk naik dan turun tersebut dilakukan di sisi kanan bangunan utama Masjid. Menurutnya, langkah ini diambil agar jemaah sepuh merasa lebih aman dan nyaman ketika ingin naik ke lantai atas untuk beribadah.

“Masjid Agung Gresik sendiri, kerap menjadi pusat aktivitas keagamaan berskala besar, baik kegiatan salat berjamaah, pengajian akbar, hingga perhelatan hari besar Islam. Eskalator tersebut akan menjadi bagian dari transformasi layanan yang lebih ramah, inklusif, dan modern,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKPKP) Gresik Ida Lailatussa’diyah menyampaikan pemasangan eskalator di Masjid Agung Gresik melengkapi fasilitas masjid agar lebih modern dan nyaman bagi jemaah.

“Selain Masjid Agung Gresik, pemasangan eskalator nantinya juga akan dilakukan di Masjid KH Robach Ma’shum Islamic Center Balongpanggang,” ungkapnya.

Ia berharap masyarakat ikut menjaga dan merawat fasilitas eskalator yang telah disediakan agar dapat digunakan dalam jangka waktu lama. Selain itu, terus menghidupkan kegiatan keagamaan dan menjadi pusat edukasi serta sosial masyarakat.

Menurut salah satu warga, Mukhlisun, 62, saat diwawancara menyambut positif pengoperasian eskalator tersebut. Ia menyebut ini sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan spiritual dan fisik warganya. “Semoga ini bisa menjadi percontohan. Selain itu, tentunya memberikan kenyamanan terutama bagi lansia yang akan melaksanakan ibadah,” ucapnya. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Pemkab Gresik Resmikan Pengoperasian Eskalator Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik Inklusif dan Modern Selengkapnya

Polairud Polres Gresik Gelar Jangkar Nelayan, Pererat Sinergi Kepolisian dan Nelayan Gresik

GRESIK,1minute.id – Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) Polres Gresik menggelar Janggongan Ngopi Karo Nelayan alias Jangkar Nelayan di Kantor DPC HNSI Kabupaten Gresik beralamat di  Tajungrejo, Desa Ujungpangkah, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik pada Jumatan,  13 Februari 2026.

Kegiatan bersama PGN Saka Indonesia Pangkah limited dan DPC HNSI Gresik ini dihadiri  Kasat Polairud Polres Gresik AKP I Nyoman Ardita ; Kapolsek Ujungpangkah Iptu Suwito Saputro, Perwakilan PGN Saka Indonesia Pangkah Limited dan diikuti jajaran pengurus DPC HNSI serta 35 ketua Rukun Nelayan dari tujuh kecamatan di Kabupaten Gresik.

Jangkar Nelayan ini bertujuan mempererat  silaturahmi, sinergi antara kepolisian dengan masyarakat nelayan serta meningkatkan kesadaran dan wawasan hukum di kalangan nelayan.

Kasat Polairud Polres Gresik AKP I Nyoman Ardita mengatakan bahwa Jagongn Ngopi Karo Nelayan atau “Jangkar Nelayan”, adalah metode silaturahmi, dialog, pendekatan, dan pembinaan masyarakat nelayan oleh Satpolairud Polres Gresik 

“Acara ini adalah perintah Kapolres Gresik, diharapkan terjalin komunikasi yang baik antara aparat kepolisian dengan nelayan dalam menjaga keamanan serta kelestarian sumber daya laut di wilayah perairan Gresik, agar nelayan merasa dilindungi, didampingi dan diberi pemahaman hukum tentang peraturan dan perundang-undangan perikanan dan kelautan yang berlaku agar tumbuh kesadaran hukum di setiap kegiatan melautnya yang legal, aman, dan berkelanjutan,” ujar AKP I Nyoman Ardita.

Sementara itu, Supervisor Community Development and Community Relation (CDCR) PGN Saka Subali mengapresiasi kegiatan Jangkar Nelayan ini. “Kegiatan ini merupakan acara yang baik. Perlu kita support dan kita teruskan, agar segala permasalahan bisa diselesaikan secara damai, rukun,” kata Subali. “Sesuai dengan semangatnya polisi, sesuai dengan semangatnya nelayan, serta sesuai cita-cita PGN. Saka Ingin membangun harmoni dengan masyarakat di sekitar daerah operasinya, baik di Ujungpangkah maupun di area pesisir kabupaten Gresik,” imbuhnya. 

Sebelum ditutup doa, acara di isi dialog permasalahan nelayan dan pembagian jaket pelampung kepada semua peserta. Disaat penyerahan jaket pelampung Kasat Polairud kembali mengingatkan agar jaket ini dipakai saat melaut, jangan disimpan atau digantung di perahu, karena bisa menyelamatkan jiwa kita saat terjadi laka laut. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Polairud Polres Gresik Gelar Jangkar Nelayan, Pererat Sinergi Kepolisian dan Nelayan Gresik Selengkapnya

SPPG Bedilan Beroperasi, Diresmikan Ketua Bhayangkari Cabang Gresik Ny. Yanggi Ramadhan 

GRESIK, 1minute.id – Satu lagi, Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Polri  berdiri di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik pada Jumat, 13 Februari 2026. Peresmian SPPG berada di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Bedilan, Kecamatan/Kabupaten Gresik itu dilakukan sebelum zoom meeting kegiatan groundbreaking serentak Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Polri oleh Presiden Prabowo Subianto.

Ketua Bhayangkari Cabang Gresik Ny. Yanggi Ramadhan yang meresmikan SPPG Bedilan yang dihadiri antara lain Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution serta mitra strategis SPPG Polri dan Badan Gizi Nasional (BGN).

Ketua Bhayangkari Cabang Gresik Ny. Yanggi Ramadhan memaparkan bahwa Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Gresik kini telah memiliki beberapa titik SPPG, di antaranya di Yosowilangun, Pongangan, Manyarejo, Bedilan, dan Randuagung. Sementara itu, dua lokasi tambahan di Benjeng dan Driyorejo masih dalam tahap pembangunan.

“Program ini menjadi bukti nyata komitmen Polres Gresik dalam mendukung program pemerintah mencetak generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” tutur Ny. Yanggi sebelum melakukan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan dukungan penuh terhadap pengoperasian dapur gizi tersebut. Polres Gresik juga menyiapkan penambahan peresmian pelayanan pemberian bantuan gizi melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Yayasan SLB Kemala Bhayangkari II Gresik.

Seluruh kesiapan kegiatan, mulai dari personel, peralatan, hingga dukungan teknis lainnya, telah dipersiapkan secara matang. Penambahan layanan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperluas jangkauan penerima manfaat program gizi.

Untuk sementara, tercatat sekitar 3.000 hingga 4.000 penerima manfaat yang akan dilayani. Sasaran program tidak hanya anak-anak sekolah, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, serta masyarakat yang membutuhkan dalam radius 3 hingga 6 kilometer dari lokasi SPPG.

Program ini diharapkan mampu menjadi solusi konkret dalam upaya pencegahan dan penanganan kekurangan gizi di wilayah Gresik. Dengan dukungan pelayanan yang optimal, kebutuhan gizi masyarakat diharapkan dapat terpenuhi secara merata. Kapolres juga menyebut pemanfaatan aset Polri maupun skema pinjam pakai lahan desa sebagai bentuk optimalisasi sumber daya demi kepentingan masyarakat luas.

Dalam sambutannya, Bripka Galuh selaku Mitra SPPG yang mewakili Kakorsabhara Mabes Polri menegaskan bahwa keberadaan dapur SPPG bukan sekadar fasilitas produksi makanan, melainkan simbol sinergi lintas sektor.

“Dapur SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari ini adalah wujud komitmen bersama dalam meningkatkan pelayanan gizi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kolaborasi pemerintah, aparat keamanan, dan tenaga kesehatan,” ujarnya. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

SPPG Bedilan Beroperasi, Diresmikan Ketua Bhayangkari Cabang Gresik Ny. Yanggi Ramadhan  Selengkapnya

Pastikan Harga Stabil dan Pangan Aman Jelang Ramadan, Pemkab Gresik Geber Gerakan Pangan Murah

GRESIK,1minute.id – Pemrov Jatim berkolaborasi dengan Pemkab Gresik menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di depan Pendapa rumah Dinas Bupati Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Alun-alun Gresik pada Jumat, 13 Februari 2026.

Di Kabupaten Gresik, GPM yang dilakukan secara serentak se-Indonesia ini dipimpin oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. Gerakan ini sebagai bentuk komitmen daerah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Gerakan ini dibuka secara daring oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Dalam arahannya, Menteri Pertanian menegaskan bahwa seluruh pelaku usaha pangan tidak diperbolehkan menaikkan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Ia menyampaikan bahwa stok beras nasional saat ini mencapai 3,4 juta ton. Jumlah ini merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah untuk bulan Februari 2026. Pemerintah juga telah menyiapkan 1,5 juta ton beras SPHP dengan harga maksimal Rp 12.500 per kilogram serta 700 ribu ton minyak goreng dengan harga maksimal Rp15.700 per liter. Penindakan tegas akan dilakukan jika ditemukan pelanggaran, sesuai instruksi langsung Presiden.

Menindaklanjuti hal tersebut, Wabup Asluchul Alif menegaskan bahwa Pemkab Gresik tegak lurus dengan instruksi Presiden dalam menjaga kestabilan harga pangan. “Kami ingin memastikan masyarakat Gresik menjalani puasa dan merayakan Idul Fitri dengan tenang. Tidak boleh ada kelangkaan maupun lonjakan harga yang memberatkan. Pemerintah hadir untuk menjaga daya beli masyarakat,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Dalam kegiatan ini, berbagai komoditas dijual dengan harga di bawah pasar. Beras SPHP tersedia sebanyak 2,5 ton dengan harga Rp 11.000 per kilogram. Beras premium disediakan 500 kilogram dengan harga Rp 14.000 per kilogram. Minyak goreng Minyakita tersedia 360 liter dengan harga Rp 15.000 per liter.

Ada gula pasir, dan komoditas holtikultura seperti bawang merah, bawang putih, cabai rawit merah dan telur ayam ras. Semua harganya dibawah harga pasaran. 

Antusiasme warga terlihat sejak pagi. Siti, warga Kecamatan Kebomas, mengaku sangat terbantu dengan adanya gerakan pangan murah ini. Ia mengantre untuk membeli beras dan minyak goreng.

“Menjelang puasa biasanya harga naik. Jadi kegiatan seperti ini sangat dinanti. Alhamdulillah bisa beli beras dan minyak dengan harga lebih terjangkau,” tuturnya.

Tak hanya menjaga keterjangkauan harga, kegiatan ini juga menghadirkan mobil Laboratorium Keliling Pengawasan Keamanan Pangan yang mampu melakukan pemeriksaan kandungan bahan pangan secara langsung di lokasi. Langkah ini memastikan produk yang dijual tidak hanya terjangkau, tetapi juga aman dan layak konsumsi. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Pastikan Harga Stabil dan Pangan Aman Jelang Ramadan, Pemkab Gresik Geber Gerakan Pangan Murah Selengkapnya