Hari Pertama Masuk Sekolah, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Turun Langsung Pastikan Kelancaran Lalu Lintas

GRESIK,1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution turun langsung membantu mengatur lalu lintas di hari pertama masuk sekolah pada Senin, 13 Juli 2026. Perwira dua melati di pundak itu terlihat ikut menyeberangkan siswa baru UPT SD Negeri 2 Gresik di Jalan Jaksa Agung Suprapto Gresik.

Di hari pertama tahun ajaran baru 2026/2027 ini puluhan polisi lalu lintas (Polantas) Polres Gresik diterjunkan untuk mengatur lalu lintas, bersama personel Polisi Pamong Praja (Pol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik di sejumlah sekolah di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Lalu lintas pun lancar.

Kehadiran AKBP Ramadhan Nasution yang memakai seragam lengkap untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar dan aman ini menarik perhatian anak-anak. Apalagi Cak Rama -sapaan akrab – AKBP Ramadhan Nasution juga tidak segan menggandeng, memyapa bocah-bocah itu untuk menyeberangkan jalan. 

Di sela-sela kegiatan, AKBP Ramadhan Nasution berdialog dengan sejumlah wali murid untuk mendengarkan langsung situasi di lapangan pada hari pertama pembelajaran. “Kegiatan ini merupakan wujud nyata bahwa polisi hadir di tengah-tengah masyarakat. Kami ingin memberikan rasa aman dan nyaman, khususnya di hari pertama sekolah ini,” ujar Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution.

“Saya berharap anak-anak sekolah bisa sampai dengan lancar dan tidak terlambat masuk kelas,” imbuhnya. Kapolres menegaskan bahwa pengaturan lalu lintas pada jam-jam sibuk akan terus menjadi perhatian jajaran Polres Gresik, terutama di sekitar kawasan pendidikan yang memiliki mobilitas tinggi.

Pada akhir kegiatan, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution memberikan apresiasi kepada personel kepolisian yang telah bersiaga sejak pagi hari di berbagai perempatan dan depan sekolah. Menurutnya, dedikasi para anggota sangat penting dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas serta keselamatan para pengguna jalan.

Dengan pengamanan dan pengaturan lalu lintas yang dilakukan secara maksimal, aktivitas hari pertama masuk sekolah di wilayah hukum Polres Gresik dapat berlangsung tertib, aman, dan lancar. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Hari Pertama Masuk Sekolah, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Turun Langsung Pastikan Kelancaran Lalu Lintas Selengkapnya

Kawal Pemulangan Anak PMI, Nila Yani Hardiyanti Tegaskan Komitmen Diplomasi Parlemen BKSAP DPR RI untuk Perlindungan WNI

GRESIK,1minute.id – Program pemulangan anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia yang diinisiasi oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mendapatkan perhatian serius dari anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Hardiyanti. 

Anggota Badan Kerja Sama Antarparlemen (BKASAP) DPR RI ini ikut menyambut pemulangan dan penyerahan anak PMI di Pendapa Rumah Dinas Bupati Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik pada Jumat, 10 Jumat 2026. Pada tahap kedua ini, ada sembilan anak PMI dari Malaysia. Rinciannya, enam anak asal Kabupaten Gresik dan tiga anak dari Jawa Tengah. 

Mereka diantar oleh Soheh, perwakilan KBRI Kuala Lumpur. Tahap pertama, pada Februari 2026 ada tiga anak PMI yang dipulangkan ke Gresik. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang menyambut langsung pemulangan dan penyerahan anak PMI kepada keluarga di Gresik.

Nila Yani Hardiyanti mengatakan kehadirannya dalam acara pemulangan anak PMI dari Malaysia ini bagian dari Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI ini. Sebagai anggota BKSAP, ia menegaskan komitmen kuat legislatif dalam memastikan perlindungan, pemenuhan hak, dan integrasi sosial yang layak bagi para Warga Negara Indonesia (WNI) yang kembali dari luar negeri.

Ia menyampaikan bahwa pemantauan pemulangan migran asal Kabupaten Gresik khususnya yang berasal dari beberapa kecamatan seperti Panceng, Bungah, dan Ujung Pangkah bukan sekadar prosesi seremonial, melainkan bentuk nyata dari kehadiran negara. 

Sebagai anggota BKSAP, politisi dari PDI-Perjuangan inj menyoroti pentingnya sinergi antara diplomasi internasional yang dijalankan parlemen dengan perlindungan riil di tingkat akar rumput (grassroots).

“Melalui BKSAP DPR RI, kami terus mendorong penguatan kerja sama bilateral maupun multilateral dengan negara-negara penempatan guna memastikan perlindungan hukum dan kesejahteraan pekerja migran kita sejak sebelum keberangkatan hingga kepulangan mereka ke tanah air. Hari ini, di Pendopo Gresik, kita menyaksikan langsung buah dari koordinasi lintas sektoral tersebut,” ujar Nila Yani.

Lebih lanjut, legislator muda dari Komisi VII DPR RI ini mengapresiasi kerja sama taktis pemerintah daerah Kabupaten Gresik beserta seluruh jajaran penegak hukum dan ketenagakerjaan yang tanggap dalam mengawal kepulangan para migran. 

Berdasarkan data manifest kepulangan per Juni 2026, tercatat pemulangan sejumlah warga beserta anak-anak mereka yang kini dapat berkumpul kembali bersama keluarga dengan aman. Ia juga menekankan pentingnya program pemberdayaan pasca kepulangan bagi para mantan pekerja migran dan keluarganya agar mereka mampu membangun kemandirian ekonomi di daerah asal. 

“Tugas kita tidak selesai saat mereka menginjakkan kaki di Pendopo ini. DPR RI bersama pemerintah akan terus memastikan adanya program pendampingan, pemantauan aspek pendidikan bagi anak-anak migran, serta fasilitasi wirausaha lokal agar para pahlawan devisa ini dapat berdaya seutuhnya di kampung halaman sendiri,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Kawal Pemulangan Anak PMI, Nila Yani Hardiyanti Tegaskan Komitmen Diplomasi Parlemen BKSAP DPR RI untuk Perlindungan WNI Selengkapnya

Lagi, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Pulangkan Anak PMI di Malaysia, Selamatkan Masa Depan Anak

GRESIK,1minute.id – Program pemulangan anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Gresik di Malaysia yang diinisiasi oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berlanjut. Pada Jumat, 10 Juli 2026 sebanyak enam anak PMI bisa pulang ketempat kelahiran orang tuanya di Gresik. Sebelumnya, bulan Februari 2026 sebanyak tiga anak PMI yang dipulangkan ke Gresik. Total sembilan anak. Anak-anak itu pun semringah. Sebab, mereka tidak lagi statelass alias tidak memiliki kewarganegaraan karena hasil pernikahan yang tidak tercatat oleh negara. 

Mereka pun kini berani mengungkapkan mimpinya setelah Pemkab Gresik memberikan administrasi kependudukan. Pemulangan ini merupakan bagian dari klaster repatriasi guna menjamin hak pendidikan dan perlindungan anak-anak PMI. Acara penerimaan dan penyerahan kepada pihak keluarga dilangsungkan di Pendapa Rumah Dinas Bupati Gresik. 

Enam anak PMI itu, yakni berinisial IAA, 8 ; LA, 8 ; ZF, 9 ; NS, 19 ; RF, 17, dan AYA, 17. Penerimaan dan penyerahan kepada pihak keluarga ini dilakukan langsung oleh inisiator yang juga Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Hadir dalam yang penuh haru, karena anak-anak bisa berkumpul kembali dengan keluarga di Indonesia, antara lain, Soheh, perwakilan KBRI di Malaysia ; Anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Hardiyanti ; Ketua Pengadilan Agama Gresik ; Perwakilan dari Provinsi Jawa Timur, serta Kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Gresik.

Kepala OPD yang hadir diantara Kepala Dinas Sosial Gresik Ummi Khoiroh, Kepala Dinas KBPPPA Gresik Titik Ernawati,  Kepala Tenaga Kerja Gresik Zainul Arifin; Kepala Dinas Pendidikan Gresik S.Hariyanto ; Plt Kepala Dinas Informasi dan komunikasi (Diskominfo) Gresik Kiki Nuryadi serta Rian Pramana Suwanda dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).

Perjalanan yang melelahkan dari Malaysia ke Gresik tidak membuat anak-anak PMI kecapekan. Mereka pun terlihat semringah karena bisa bertemu orang tua, maupun saudara mereka lainnya. Ipang, misalnya. Bocah 8 tahun terlihat tersenyum bahagia. “Saya pingin jadi sepak bola,” katanya. Bagi Ipang mimpi itu akan sulit terwujud bila tetap berada di Malaysia karena tidak memiliki identitas kependudukan. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen menyelamatkan masa depan anak-anak PMI. Dengan langkah nyata, memulangkan mereka ke Gresik dan memberikan hak dasar mereka seperti identitas hingga pendidikan setelah kembali di tanah kelahiran orang tuanya.

Kepulangan para anak PMI ini difasilitasi melalui kerjasama Pemkab Gresik dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia. Para anak PMI ini diantar langsung oleh perwakilan KBRI Kuala Lumpur, Soheh yang juga warga Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik.

“Kami menyambut kepulangan anak-anak PMI, dalam hal ini diantar oleh salah satu perwakilan KBRI di Kuala Lumpur Malaysia pak Soheh yang juga warga Bawean Gresik. Alhamdulilah beliau lah membantu  Pemkab Gresik,” kata Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

“Hari ini ada 9 anak yang dipulangkan untuk mendapatkan hak-hak atas anak mulai dari hak identitas kemudian hak pendidikan, hak kesehatan semuanya kita berikan layanan kepada anak-anak tersebut ini menjadi satu konsentrasi pemerintah daerah terkait pelayanan publik bagi anak-anak PMI tersebut,” imbuh Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Menurutnya, meski Kabupaten Gresik bukan kantong PMI di Jawa Timur, tetapi ada warga Gresik yang merantau dan bekerja di sana. Pemkab Gresik memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yang lahir dari pasangan PMI yang terancam stateless. Ia menilai ketika kepemilikan identitas sudah tuntas, akan menjadi pintu utama bagi masa depan seorang anak.

“Kami melihat ketika hak dasar identitas tidak dimiliki, maka seluruh hak hidupnya akan terputus baik itu hak kesehatan, hak perlindungan hak-hak yang lain bahkan hak pendidikannya, ini menjadi masalah besar, ketika mereka tidak mendapatkan akses pendidikan yang layak dimulai usia anak sampai dewasa pasti kehilangan cita-citanya artinya ketika kita menyelamatkan mereka, kita menyelamatkan generasi mereka, maka pemerintah kabupaten Gresik menjadi satu jembatan untuk menggapai cita-cita anak-anak hebat tersebut,” ungkap mantan Ketua DPRD Gresik ini. 

Pemulangan PMI berdasarkan MoU Pemkab Gresik dengan KBRI yang ada di Malaysia terkait dengan perlindungan anak PMI dan Kabupaten Gresik banyak warga yang bekerja menjadi PMI di Malaysia. Bupati Fandi Akhmad Yani berupaya melihat dan mendengar langsung terhadap anak-anak yang lahir dari pernikahan PMI tersebut. 

Pemkab Gresik telah menyiapkan sejumlah langkah lanjutan untuk mereka agar dapat mengenyam pendidik, mulai sekolah dasar hingga kuliah. Untuk anak usia sekolah, SD hingga SMP, Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik akan memberikan akses. 

Pihaknya juga menyiapkan langkah lanjutan agar seluruh anak dapat kembali mengenyam pendidikan. “Ketika anak tersebut di usia 9 tahun yang seharusnya melewati sekolah SD kelas 2 atau kelas 3 bisa jadi kita ikutkan kejar paket ketika melewati usianya. Kalau usianya tepat, Dispendik akan memberikan kesempatan akses anak tersebut melanjutkan sekolah formal di Kabupaten Gresik bisa jadi sekolah negeri, madrasah atau ponpes tergantung keluarga atau anak tersebut di Kabupaten Gresik,” tegasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Lagi, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Pulangkan Anak PMI di Malaysia, Selamatkan Masa Depan Anak Selengkapnya

Bertambah, Penyidik Satreskrim Polres Gresik Tetapkan Oknum ASN Pemkab Gresik Tersangka Dugaan Penipuan dan Pemalsuan SK PNS/PPPK Gresik

GRESIK,1minute.id – Tersangka dugaan penipuan dan pemalsuan SK PNS dan PPPK Pemerintah Kabupaten Gresik bertambah satu menjadi dua orang. Tersangka baru itu, berinisial A.P, 56 tahun. Oknum aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Pemkab Gresik ini diduga  berperan membantu aksi penipuan dengan meyakinkan para korban bahwa mereka dapat diloloskan menjadi PPPK melalui jalur tidak resmi.

Tersangka sebelumnya adalah Antoni, 45, pegawai pecatan di Pemkab Gresik saat ini dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Gresik. Dalam perkara ini, Antoni kepada penyidik di Kepolisian Resor Gresik mengaku mengantongi uang hasil kejahatan sebesar Rp 1,5 miliar. 

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya membenarkan adanya tersangka baru itu. Perwira tiga balok itu mengatakan, tersangka berinisial AP, 56, warga Kabupaten Lamongan yang bekerja sebagai staf di lingkungan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Gresik. Peran tersangka A.P membantu aksi penipuan dengan meyakinkan para korban bahwa mereka dapat diloloskan menjadi PPPK melalui jalur tidak resmi

“Dalam penyelidikan terungkap bahwa AP memperkenalkan para korban kepada seseorang bernama Antoni, yang sebelumnya telah mengaku memiliki akses untuk meloloskan peserta seleksi PPPK dengan imbalan sejumlah uang,” kata AKP Arya Widjaya ketika ditanya wartawan di Mapolres Gresik pada Jumat, 10 Juli 2026.

Arya didampingi Kanit Tipidek Satreskrim Polres Gresik Iptu Komang Andhika, Kasi Humas Polres Gresik Iptu Hepi Muslih Riza melanjutkan tersangka A.P tidak hanya mempertemukan korban dengan pelaku utama, tetapi juga terus meyakinkan korban bahwa proses pengurusan PPPK sedang berjalan sehingga korban tetap percaya dan tidak segera meminta uangnya kembali.

Dalam penyidikan, Satreskrim Polres Gresik telah memeriksa sebanyak 20 orang saksi. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa rekening koran, enam lembar salinan legalisir surat keputusan (SK) yang diduga palsu, serta percakapan WhatsApp antara tersangka dengan para korban.

Berdasarkan hasil penyidikan, AP diduga memberikan kesempatan, sarana, serta keterangan yang mempermudah tindak pidana penipuan sehingga dijerat sebagai pembantu tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 492 KUHP juncto Pasal 21 ayat (1) huruf a dan b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Nasional.

Polres Gresik juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak yang mengaku mampu meloloskan seseorang menjadi PPPK maupun PNS dengan meminta imbalan uang. “Apabila menemukan praktik serupa, masyarakat diminta segera melapor kepada kepolisian,” tegas AKP Arya Widjaya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bertambah, Penyidik Satreskrim Polres Gresik Tetapkan Oknum ASN Pemkab Gresik Tersangka Dugaan Penipuan dan Pemalsuan SK PNS/PPPK Gresik Selengkapnya

Jelang Akhir Libur Sekolah, UPT SMP Negeri 2 Gresik Gelar Workshop Pemanfaatan AI untuk Dunia Pendidikan 

GRESIK,1minute.id – Pembelajaran tahun ajaran baru 2026/2027 dimulai Senin, 13 Juli 2026. Sejumlah lembaga pendidikan di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik mulai bersiap diri. Diantaranya, UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik. 

Satuan pendidikan berlokasi Jalan KH Kholil, Gresik yang dipimpin oleh Mohammad Salim menggelar Workshop mengusung tema “Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) dalam Dunia Edukasi”. Workshop dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto ini diikuti oleh seluruh tenaga pendidik menghadirkan pembicara Wahyudi, dari Sidoarjo berlangsung selama 4 hari, mulai Rabu hingga Sabtu, 8-11 Juli 2026.

Menurut Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim mengatakan, workshop untuk penyegeran kembali para guru dan siswa menjelang akhir libur sekolah. “Fokus workshop pemanfaatan teknologi AI untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” kata Mohammad Salim pada Kamis, 9 Juli 2026.

Dalam workshop ini semua guru harus membawa komputer jinjing alias laptop. workshop menggunakan alat digital secara gratis dari Google. “Refreshment Pembelajaran Google Workspace for Education. Ini sangat membantu guru membuat tugas, berdiskusi jarak jauh, dan berkolaborasi dalam satu tempat,” imbuh Salim.

Workshop dihelat dua sesi. Sesi pertama, materi Guru yang Menggerakkan dengan narasumber S.Hariyanto, Kadispendik Gresik. Sesi kedua, tentang Pemanfaatan Teknologi AI untuk Mendukung Pembelajaran yang Menyenangkan oleh Kokapten KSRG (Kandidat Sekolah Rujukan Google) Wahyudi dari sidoarjo.

UPT SMP Negeri 2 Gresik, adalah pioner sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Industri, sebutan lain , Kabupaten Gresik yang masuk KSRG. Program ini dipimpin oleh tim inti dan fasilitator yang berkolaborasi untuk membangun ekosistem pendidikan adaptif menggunakan perangkat Google for Education. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Jelang Akhir Libur Sekolah, UPT SMP Negeri 2 Gresik Gelar Workshop Pemanfaatan AI untuk Dunia Pendidikan  Selengkapnya

Tanamankan Budaya Tertib Lalu Lintas Sejak Dini Satlantas Polres Gresik Gandeng Guru SD

GRESIK,1minute.id –  Keselamatan berlalu lintas tidak hanya dimulai saat seseorang memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), tetapi dibentuk sejak usia dini melalui pendidikan, keteladanan, dan kebiasaan sehari-hari.  Berangkat dari pemikiran tersebut, Satlantas Polres Gresik terus mengedukasi masyarakat melalui program Polantas Menyapa, dengan melibatkan para guru sebagai agen perubahan dalam menanamkan budaya tertib berlalu lintas.

Pada Selasa, 7 Juli 2027, kegiatan edukasi digelar di Aula SD Muhammadiyah 1 GKB (Mugeb) Gresik. Puluhan guru dan tenaga kependidikan mengikuti sosialisasi yang dikemas secara interaktif oleh Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Gresik. Kegiatan dipimpin Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik Ipda Andreas Dwi A.

Kasat Lantas Polres Gresik AKP Nur Arifin, menegaskan bahwa pendekatan preventif melalui edukasi merupakan langkah strategis dalam membangun budaya tertib berlalu lintas secara berkelanjutan. Menurutnya, guru memiliki peran penting sebagai teladan bagi para siswa. Perilaku sederhana seperti menggunakan helm dengan benar, mematuhi rambu, hingga disiplin saat berkendara akan menjadi contoh nyata yang mudah ditiru oleh anak-anak.

“Membangun budaya keselamatan tidak bisa dilakukan hanya melalui penegakan hukum. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak, terutama para guru yang setiap hari berinteraksi dengan anak-anak. Mereka adalah agen perubahan yang mampu menanamkan karakter disiplin dan tertib sejak dini,” ungkap AKP Nur Arifin.

Melalui program Polantas Menyapa, Satlantas Polres Gresik berharap para guru mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, sehingga pesan-pesan tentang pentingnya disiplin di jalan tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi juga terbawa ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, budaya tertib berlalu lintas dapat tumbuh menjadi kebiasaan yang mengakar dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dalam kegiatan Polantas Menyapa yang dipimpin oleh Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik Ipda Andreas Dwi A. mengajak para peserta memahami bahwa keselamatan di jalan bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan, melainkan bentuk penghargaan terhadap nyawa diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

“Keselamatan di jalan bukan hanya soal menghindari tilang. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menjaga diri sendiri dan menghormati hak hidup orang lain dengan berkendara secara aman dan bertanggung jawab,” ujar Ipda Andreas.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai safety riding dan defensive driving. Berbagai aspek dibahas mulai dari pentingnya penggunaan helm berstandar yang benar, kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, hingga kemampuan mengenali potensi bahaya (hazard awareness) saat berkendara.

Suasana berlangsung dinamis ketika para guru menyampaikan berbagai pertanyaan, pengalaman, hingga persoalan yang sering dijumpai di jalan raya. Diskusi dua arah itu menjadi ruang berbagi solusi untuk membangun budaya keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah maupun masyarakat. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Tanamankan Budaya Tertib Lalu Lintas Sejak Dini Satlantas Polres Gresik Gandeng Guru SD Selengkapnya

Pengunjung PetroNite Fest 2026 Membludak, Pemilik Tenan, UMKM Semringah, 9 Hari Transaksi Diperkirakan Lebih  Rp 10 Miliar 

GRESIK,1minute.id – PetroNite Fest 2026 yang digelar Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia (Persero) memasuki hari terakhir, Minggu, 5 Juli 2026. Ribuan orang tumplek-blek di Kompleks Sarana Olahraga (SOR) Tri Dharma Petrokimia Gresik. 

PetroNite Fest yang dihelat mulai 27 Juni hingga 5 Juli 2026 menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membawa berkah bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sebanyak 30 ribu hingga 50 ribu pengunjung yang memadati area festival setiap hari memberikan dampak langsung terhadap peningkatan penjualan para tenant.

Salah satu yang merasakan manfaat tersebut adalah stan Jajano, pelaku UMKM yang menyajikan beragam kue dan camilan kekinian. Sejak hari pertama penyelenggaraan, produk-produk yang dibawa selalu habis terjual bahkan sebelum operasional festival berakhir.

“Dari pameran ini belum buka pukul 16.00, sudah banyak pengunjung yang antre. Mulai hari pertama, produk yang kami bawa selalu habis sebelum pameran ditutup. Penjualan kami di PetroNite Fest jauh lebih ramai dibandingkan event-event lain yang kami ikuti,” ujar Riska Indayani, penjaga stan Jajano pada Selasa malam, 30 Juni 2026.

Inda, sapaan akrab Riska Indayani mengungkapkan, saat ini Jajano mengikuti tiga pameran yang berlangsung bersamaan, yakni di Gresik dan Surabaya. Namun, hanya di PetroNite Fest mereka menambah jumlah karyawan hingga lima orang untuk melayani tingginya jumlah pembeli.

“Antrean pembeli di sini (PetroNite Fest, Red) selalu panjang, tidak pernah kurang dari sepuluh orang dalam barisan. Karena itu karyawan stan Jajano di PetroNite Fest lebih banyak, biar pelanggan tetap mendapatkan layanan cepat,” kata Inda.

Ramainya pengunjung juga tercermin dari omzet penjualan. Di PetroNite Fest, Jajano mampu meraih omzet sedikitnya Rp20 juta per hari, dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan pameran lain yang rata-rata mencapai Rp 10 juta per hari. Bahkan, angka tersebut jauh melampaui omzet gerai harian mereka di Jalan Perintis Taman 5 Randuagung, Gresik, yang berkisar Rp 5 juta per hari.

“Jelas PetroNite Fest menjadi berkah bagi pelaku UMKM. Karena itu Jajano selalu ikut setiap penyelenggaraannya,” ujar Inda. Muhammad Farhan R, pemilik stan mainan setali tiga uang dengan Indah. Pemuda asal Jalan Kapten Dulasim, Gresik ini mengaku omzet yang diperolehnya selama mengikuti PetroNite Fest meningkat drastis. Bahkan mencapai tujuh kali lipat dibandingkan saat membuka lapak di Alun-Alun Gresik.

“Alhamdulillah pengunjung PetroNite Fest ramai sekali, jadi berkah bagi pelaku usaha yang meramaikan pameran ini. Biasanya saya buka di alun-alun dapat sekitar Rp 200 ribu, kalau di PetroNite Fest bisa mencapai Rp 1,5 juta per hari,” ujarnya.

Hal serupa juga dirasakan Mang Cecep, pemilik stan kuliner Margoci (aci-acian) yang membawa brand baru ke PetroNite Fest. Di luar dugaan, produk yang ditawarkannya langsung mendapat sambutan positif dari para pengunjung.

“Ngeri banget ramainya pengunjung, di luar ekspektasi kami para pelaku usaha. Baru pertama ikut pameran di PetroNite Fest langsung menyala. Omzet kami sehari bisa dua digit. Para penjual happy semua melihat pengunjung yang ramai,” katanya.

Sementara itu, Nur Aini Rahmawati, pemilik stan aksesori Sandy’s, juga merasakan lonjakan penjualan yang signifikan selama penyelenggaraan PetroNite Fest. Menurutnya, jumlah pembeli jauh lebih banyak dibandingkan di gerai hariannya.

“Kalau di rumah biasanya hanya laku sekitar 10 pcs, di sini saya bisa jual lebih dari 50 pcs. Selama lima hari saya bisa dapat omzet hingga Rp20 jutaan,” tuturnya.

Tingginya antusiasme masyarakat yang memadati PetroNite Fest tidak hanya menciptakan suasana acara yang meriah, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan omzet para pelaku UMKM dan tenant yang berpartisipasi.

Tahun ini PetroNite Fest menghadirkan 670 tenant, terdiri atas 558 pedagang kaki lima (PKL), 73 stan outdoor VIP, dan 39 stan indoor VIP yang beroperasi hingga 5 Juli 2026. Petrokimia Gresik juga melibatkan 12 tenant mitra binaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendorong pertumbuhan UMKM. Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, PetroNite Fest mencatat perputaran ekonomi sekitar Rp10 miliar dengan total kunjungan mencapai 319 ribu orang. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pengunjung PetroNite Fest 2026 Membludak, Pemilik Tenan, UMKM Semringah, 9 Hari Transaksi Diperkirakan Lebih  Rp 10 Miliar  Selengkapnya

Yudhi Dwi Anggoro Sabet Piala Kapolres Gresik Cup Fishing Championship 2026. Berikut Nama Para Juaranya

GRESIK,1minute.id – Yudhi Dwi Anggoro menyabet juara pertama Kapolres Gresik Cup Fishing Championship 2026. Kompetisi mancing antarjurnalis untuk merayakan HUT Ke-80 Bhayangkara digelar di Kolam Pancing dan Rest Area Putri Sari Indah, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 4 Juli 2026. 

Yudhi meraih juara pertama untuk kategori ikan terberat yakni 2,6 kilogram; Dio (1,6 kilogram) dan Lono (1,1 kilogram). Lomba mancing yang dibuka langsung oleh Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution ini dibuka pukul 07.00 WIB hingga 13.30 WIB. 

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution hadir langsung didampingi Wakapolres Gresik Kompol Shabda Purusha Putra serta para pejabat utama Polres Gresik. Camat Cerme Umar Hasyim, Danramil Cerme Kapten Arh M.N. Qomar, Kepala Desa Pandu Vino. Serta pengurus dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik dan Kelompok Wartawan Grissee (KWGe).

Ketua Panitia AKP Taufan Arif Nugroho mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dengan mengusung semangat “Pengabdian Polri untuk Masyarakat”. Menurutnya, lomba memancing tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga bertujuan membangun komunikasi yang lebih baik antara Polri dengan masyarakat, termasuk insan pers dan unsur lintas sektoral.

“Kegiatan ini bertujuan membangun dan mempererat sinergitas antara Polri dengan masyarakat, terutama media dan lintas sektoral, sehingga bersama-sama mampu menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di Kabupaten Gresik,” ujar AKP Taufan Arif Nugroho yang juga Kapolsek Cerme ini.

Dalam sambutannya, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menegaskan keberhasilan pelaksanaan kegiatan tidak terlepas dari dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk media yang selama ini menjadi mitra strategis Polres Gresik dalam menyampaikan informasi kepada publik.

“Terima kasih kepada seluruh panitia dan peserta. Kegiatan ini berlangsung meriah dan lancar. Kami juga mengapresiasi rekan-rekan media yang selama ini memberikan informasi kepada masyarakat sehingga Polres Gresik dapat terus bekerja secara akuntabel dan transparan,” ungkapnya.

Kapolres berharap momentum Hari Bhayangkara semakin mempererat hubungan antara Polri, media, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah. “Semoga silaturahmi semakin erat dan kita bersama-sama menjaga kondusivitas Kabupaten Gresik. Selamat kepada seluruh pemenang. Jogo Gresik, hidup media,” tegasnya.

Usai perlombaan, panitia mengumumkan para pemenang dari tiga kategori. Kategori ikan terberat dimenangkan Yudi dengan tangkapan seberat 2,6 kilogram, disusul Dio (1,6 kilogram) dan Lono (1,1 kilogram).

Pada kategori ikan tercepat, juara pertama diraih Anam dengan waktu tangkapan pukul 08.56 WIB, disusul Ashadi pukul 08.57 WIB dan Udin pukul 09.00 WIB.Sementara kategori tangkapan terbanyak dimenangkan Irwan dengan 24 ekor ikan, Sugik 22 ekor, dan Rokim 18 ekor.

Selain penyerahan hadiah kepada para juara, Kapolres Gresik juga membagikan kuis dan doorprize kepada peserta yang menambah kemeriahan suasana. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pukul 13.30 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan penuh keakraban, mencerminkan komitmen Polres Gresik dalam membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan yang positif. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Yudhi Dwi Anggoro Sabet Piala Kapolres Gresik Cup Fishing Championship 2026. Berikut Nama Para Juaranya Selengkapnya

Buronan Spesialis Pembobol Bengkel Motor Antarprovinsi Dibekuk Polres Gresik di Badung, Bali

GRESIK,1minute.id – Dua buronan spesialis pembobolan rumah antar provinsi  di ringkus Polres Gresik di Badung, Bali. Duo pelaku itu berinisial MY, 52 ; dan HR, 49. Keduanya warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Dua tersangka ini diburu oleh Unit Reserse Mobile (Resmob) Satreskrim Polres Gresik karena ditengarai telah “menggerayangi” rumah Amanah, 67, warga Jalan J.A. Suprapto, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik pada Sabtu, 11 Mei 2026 pukul 12.00 WIB. Akibat aksi mereka korban mengalami kerugian Rp 300 juta. 

Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya, membenarkan keberhasilan anggotanya mengungkap kasus tersebut. Menurutnya, kedua terduga pelaku kini telah diamankan di Mapolres Gresik untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Kasus ini bermula pada Sabtu, 16 Mei 2026, sekitar pukul 12.00 WIB. Korban, Amanah, 67, warga Jalan J.A. Suprapto, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik, yang juga menjadi lokasi Bengkel Agung Jaya Motor, meninggalkan rumah sejenak untuk mengantar suaminya melaksanakan ibadah salat.

Sepulang dari masjid, korban mendapati jejak kaki asing di dalam rumah hingga kamar tidur. Kecurigaannya semakin kuat saat hendak menyimpan cincin ke dalam loker kamar. Loker tersebut sudah dalam keadaan terbuka dan seluruh barang berharga di dalamnya telah raib digondol pelaku. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp300 juta dan segera melaporkannya ke Polsek Gresik Kota.

Berbekal laporan polisi tersebut, Unit Resmob Satreskrim Polres Gresik yang dipimpin oleh Kanit Resmob Ipda Andi Muh. Asyraf Gunawan, melakukan penyelidikan intensif. Hasil penelusuran akhirnya mengarah ke Bali setelah polisi memperoleh informasi mengenai keberadaan para pelaku.

Tanpa menunda waktu, tim bergerak menuju Pulau Dewata dan melakukan penyisiran di sejumlah lokasi. Pada Kamis, 25 Juni 2026 sekitar pukul 06.30 WITA, kedua pelaku berhasil diringkus di Jalan Tegal Wangi, Kuta, Kabupaten Badung, tanpa perlawanan. Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 477 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan.

Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminal, terutama saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.

“Masyarakat diharapkan segera melaporkan apabila mengetahui adanya tindak pidana maupun aktivitas yang mencurigakan ke kantor polisi terdekat. Laporan juga dapat disampaikan melalui layanan Hotline 110 maupun WhatsApp di nomor 0811-8800-2006. Partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Buronan Spesialis Pembobol Bengkel Motor Antarprovinsi Dibekuk Polres Gresik di Badung, Bali Selengkapnya

BNN RI dan Bea Cukai Jatim Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Rp 4 Triliun di Pergudangan Prambanan Bizland, Gresik

GRESIK,1minute.id – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur menggerebek Kompleks Pergudangan Prambanan Bizland Blok SA-33, Desa Cerme Lor, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik pada Kamis, 2 Juli 2026.

Dalam penggerebekan itu, petugas menyita sekitar 3,37 ton narkotika jenis kuncup bunga canabinoid atau bunga ganja. Barang bukti itu ditemukan dalam empat kontainer yang berisi puluhan kardus dan 79 koper. Barang bukti itu dugaan hasil penyelundupan narkotika jaringan internasional  : Thailand–Malaysia–Indonesia.

Selain barang bukti, petugas juga mengamankan 12 orang yang diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan tersebut. Narkotika itu diduga akan diedarkan serta digunakan sebagai campuran cairan rokok elektrik.

Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, mengatakan pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil operasi bersama BNN RI dan Bea Cukai Jawa Timur untuk memutus mata rantai peredaran narkotika lintas negara. “Pengungkapan jaringan internasional Thailand–Malaysia–Indonesia ini merupakan hasil joint operation BNN RI bersama Bea Cukai,” ujarnya.

Ia menjelaskan ada tersangka ada satu orang warga asing yang diamankan dan masih dilakukan pengembangan dan ada yang masih kita lakukan pengejaran kabur di negara tetangga.”Untuk warga Indonesia yaitu supir dan pegawai kargo,” jelas Komjen Pol. Suyudi Ario Seto. 

BNN memperkirakan nilai barang bukti yang diamankan mencapai sekitar Rp 4 triliun. Pengungkapan tersebut dinilai penting karena peredaran narkotika berpotensi menyasar berbagai lapisan masyarakat, terutama kalangan generasi muda.

Kepala Bea Cukai Indonesia Letjen TNI (Purn) Djaka Budhi Utama, mengatakan pengungkapan bermula dari pemeriksaan terhadap jalur masuk barang di pelabuhan. Hasil pemeriksaan kemudian dikembangkan hingga petugas menemukan lokasi penyimpanan di kawasan pergudangan di Gresik.

“Kami bersama-sama membongkar jaringan Thailand–Indonesia melalui pengecekan di pelabuhan. Setelah dilakukan pendalaman, barang tersebut terlacak hingga Kabupaten Gresik,” katanya. Menurut Djaka, Bea Cukai terus berkoordinasi dengan BNN dan aparat terkait untuk menelusuri jaringan serta memastikan seluruh pihak yang terlibat dapat diproses sesuai hukum.

“Kami berkomitmen menjaga bangsa ini dari peredaran narkotika yang merupakan musuh dunia,” pungkasnya.Hingga kini, BNN RI dan Bea Cukai Jawa Timur masih mendalami peran 12 terduga pelaku, jalur distribusi narkotika, serta kemungkinan keterlibatan jaringan lain dalam kasus tersebut. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

BNN RI dan Bea Cukai Jatim Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Rp 4 Triliun di Pergudangan Prambanan Bizland, Gresik Selengkapnya