Gudang Kompleks Bekas Pabrik Sendal, New Era Terbakar 

GRESIK, 1minute.id –  Area gudang bekas pabrik sendal, New Era di Jalan Mayjend Sungkono, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik terbakar pada Selasa, 29 September 2026. 

Asap hitam membumbung tinggi ke angkasa. Jalan Mayjend Sungkono pun gelap diselimuti asap hitam. 

Hingga pukul 12.30 WIB, petugas pemadaman kebakaran dari Pemkab Gresik, PT Indospring Tbk, Petrokimia Gresik dan Semen Gresik masih berjibaku menjinakkan amuk si jago merah. 

Penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Sebab, saat amuk si jago merah gudang dalam kondisi kosong. Pantauan wartawan 1minute.id petugas damkar membongkar dua tembok batako untuk masuk ke dekat titik api. 

Petugas damkar pun berpencar ke sejumlah titik api. Ada yang bagian selatan dan barat. Di bagian selatan terdapat tumpukan sampah kardus, dan plastik. Pun, di bagian barat. “Banyak sampah kardus dan sampah bahan plastik yang terbakar,” ujar seorang petugas di sela melakukan pemadaman api.

Terlihat di lokasi, Kapolsek Kebomas Kompol Tatak Sutrisno bersama anggota melakukan pengamanan tempat kejadian kebakaran. Ada juga, Dias Pipit Chusairy,  Industrial Relations & General Affair (IR&GA) Manager PT Indospring Tbk.

Sekitar pukul 08.30 WIB, asap hitam muncul di bagian belakang bekas pabrik New Era. Hembusan angin membuat bara api cepat membesar. Ada tiga titik api yang terbakar. 

“Anggota masih di lapangan. Api belum padam,” kata Kadis Damkar Gresik Suyono. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Gudang Kompleks Bekas Pabrik Sendal, New Era Terbakar  Selengkapnya

Inspeksi Rutan, Waka Polres Gresik Doakan Penghuni dapat Hidayah

GRESIK,1minute.id  Wakil Kepala Kepolisian Resor Gresik Kompol Rizki Santoso melakukan inspeksi ke rumah tahanan (Rutan) Polres Gresik pada Senin, 28 September 2026. 

Inspeksi dilakukan untuk memastikan keamanan dan ketertiban ruang tahanan sekaligus mengecek kesiapsiagaan personel dalam melaksanakan tugas penjagaan. Rutan Polres dibawah kendali Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti) Polres Gresik. 

Dalam kegiatan itu, Kompol Rizki didampingi Tahti Iptu Tasmani. Inspeksi dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari kebersihan ruang dan kesehatan para tahanan hingga seluruh sistem pengamanan berjalan sesuai prosedur.

“Pengecekan ini bukan hanya untuk memastikan jumlah tahanan, tetapi juga memastikan sistem penjagaan berjalan dengan baik, lingkungan tetap bersih, dan kondisi kesehatan tahanan selalu terpantau. Petugas harus selalu waspada dan tidak boleh lengah,” tegas Kompol Rizki Santoso.

Dalam kesempatan itu, Kompol Rizki menyapa dan berdialog dengan penghuni rutan dan memberikan bimbingan mental. Juga, mengingatkan para tahanan menjaga kerukunan, saling menghormati, serta tidak melakukan tindakan perundungan atau bullying terhadap sesama penghuni.

“Jadikan masa ini sebagai kesempatan untuk introspeksi dan memperbaiki diri. Jaga kerukunan, jangan melakukan bullying, dan tetap berdoa agar seluruh proses yang dijalani diberikan kemudahan,” pesannya.

Ia juga mendoakan agar seluruh penghuni Rutan mendapatkan hidayah dari Tuhan Yang Maha Esa, diberikan kekuatan dalam menjalani proses hukum, serta dapat kembali ke tengah masyarakat dengan menjadi pribadi yang lebih baik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Inspeksi Rutan, Waka Polres Gresik Doakan Penghuni dapat Hidayah Selengkapnya

Komitmen Rp1,77 Miliar hingga 2030, 17 Mahasiswa Gresik Terima Beasiswa BESTRO Petrokimia Gresik

GRESIK,1minute.id – PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), kembali memperkuat akses pendidikan bagi masyarakat Kabupaten Gresik melalui program Beasiswa Petrokimia Gresik (BESTRO) jenjang S1/D4. 

Tahun ini, sebanyak 17 mahasiswa berprestasi terpilih sebagai penerima BESTRO setelah melalui proses seleksi yang semakin komprehensif.

Penandatanganan surat perjanjian BESTRO S1/D4 tahun penerimaan 2026 dilaksanakan di Gedung Diklat Petrokimia Gresik pada Jumat, 25 September 2026. Kegiatan dihadiri para penerima beasiswa beserta orang tua.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyampaikan pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sekaligus mempersiapkan generasi unggul masa depan. Melalui BESTRO, Petrokimia Gresik tidak hanya memberikan dukungan biaya pendidikan, tetapi juga mendorong pengembangan generasi muda yang kompeten, berkarakter dan memiliki daya juang.

“BESTRO merupakan bagian dari komitmen Petrokimia Gresik untuk memperluas kesempatan generasi muda Gresik dalam mengenyam pendidikan tinggi. Kesempatan ini diharapkan dapat melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, ketangguhan, kemampuan beradaptasi, serta kepedulian untuk berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Daconi.

Melalui program BESTRO, Petrokimia Gresik memberikan dukungan berupa Uang Kuliah Tunggal (UKT), uang saku bulanan, serta program pengembangan soft skill. Untuk penerimaan tahun 2026, total komitmen bantuan BESTRO hingga para penerima menyelesaikan pendidikan pada 2030 mencapai Rp1,77 miliar atau Rp1.774.350.000.

Daconi menambahkan, tantangan generasi muda semakin kompleks sehingga pendidikan perlu diiringi dengan penguatan karakter dan kompetensi. Karena itu, seleksi BESTRO 2026 dilakukan secara lebih komprehensif melalui penyempurnaan persyaratan administrasi dan sistem pembobotan, serta pelibatan institusi kredibel dan independen dalam asesmen psikologi.

“Beasiswa ini diharapkan benar-benar menjadi jembatan bagi generasi muda Gresik untuk meraih masa depan yang lebih baik. Manfaatnya diharapkan tidak berhenti pada penerima beasiswa, tetapi juga dapat dirasakan oleh keluarga, masyarakat, bahkan bangsa,” jelasnya.

Hingga 2026, total penerima BESTRO S1/D4 telah mencapai 214 mahasiswa yang tersebar di berbagai perguruan tinggi negeri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 152 penerima telah menyelesaikan pendidikan, meraih gelar sarjana, dan mulai meniti karier maupun berkarya di tengah masyarakat.

Menurut Daconi, keberlanjutan BESTRO menjadi bagian dari investasi jangka panjang Petrokimia Gresik dalam meningkatkan kualitas SDM masyarakat sekitar perusahaan.

“Para penerima BESTRO diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk terus meningkatkan prestasi, menjaga integritas, dan mengembangkan kemampuan agar nantinya mampu memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Salah satu penerima BESTRO S1 tahun 2026, Syela Priscilla Krisdiansih, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan. Ia mengaku antusias karena program tersebut tidak hanya memberikan dukungan biaya pendidikan, tetapi juga membekali penerima dengan program pengembangan soft skill.

“Beasiswa ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkembang dan membuktikan diri melalui berbagai prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Kami berharap Petrokimia Gresik semakin maju sehingga semakin banyak generasi muda yang mendapatkan manfaat dari BESTRO pada tahun-tahun mendatang,” ujar Syela. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Komitmen Rp1,77 Miliar hingga 2030, 17 Mahasiswa Gresik Terima Beasiswa BESTRO Petrokimia Gresik Selengkapnya

Gresik Teratas di Jatim! Progres Verval Kopdes Merah Putih, 158 Gerai Telah Diobservasi

GRESIK,1minute.id –  Kabupaten Gresik mencatat progres sementara verifikasi dan validasi (verval) Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terbanyak di Jawa Timur. Hingga Jumat, 25 September 2026, sebanyak 158 dari 190 gerai telah menjalani observasi lapangan. Hasilnya, Layak dengan catatan.

Berdasarkan rekapitulasi sementara pada periode yang sama, capaian Gresik berada di atas lima kabupaten/ kota lainnya di Jawa Timur, yakni Kabupaten Blitar 102 gerai, Ponorogo 97 gerai, Jember 94 gerai, Jombang 75 gerai, dan Pamekasan 74 gerai.

Data tersebut masih bersifat sementara dan dapat terus berubah mengikuti perkembangan verval serta proses input hasil di masing-masing daerah.

Percepatan verval di Gresik diawali melalui kick-off yang dipimpin Wakil Bupati Gresik bersama Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Endy Alim Abdi Nusa

pada Selasa pekan lalu. Setelah itu, lima tim diterjunkan secara paralel untuk menjangkau gerai yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Gresik.

Pelaksanaan kegiatan dikoordinasikan oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gresik (Diskoperindag) dengan melibatkan Inspektorat, Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Kegiatan di lapangan difokuskan pada observasi ketersediaan dan kondisi faktual gerai, pergudangan, utilitas, serta sarana-prasarana pendukung. Tim mencatat dan mendokumentasikan kondisi yang ditemukan sebagai bahan penilaian pada tahapan berikutnya.

Pendekatan tersebut untuk membedakan dari audit teknis konstruksi. Pedoman Menteri Koperasi Nomor 1 Tahun 2026 menegaskan bahwa hasil verval bersifat administratif dan faktual berdasarkan kondisi pada saat pelaksanaan.  Bukan merupakan audit teknis konstruksi, pemeriksaan struktur bangunan, pengujian mutu material maupun sertifikasi kelaikan bangunan. 

Lalu apa objek verval ? Objek verval antara lain mencakup keberadaan dan fungsi instalasi listrik, air bersih, drainase, sanitasi dan jaringan internet, sekaligus kelengkapan sarana-prasarana operasional. Pedoman mencantumkan 27 kategori kelengkapan, termasuk rak display, perangkat kasir, internet, CCTV, AC, APAR, komputer, genset dan berbagai perangkat pendukung lainnya. 

Dari hasil observasi sementara, sebagian besar KMP di Kabupaten Gresik mengarah pada kategori layak dengan catatan. Catatan yang muncul terutama berkaitan dengan kelengkapan sarana-prasarana, utilitas maupun bagian pendukung operasional yang masih membutuhkan tindak lanjut.

Namun demikian, hasil tersebut belum merupakan penetapan final kelayakan. Status akhir setiap gerai akan ditentukan setelah seluruh hasil observasi lima tim dikonsolidasikan dan dibahas bersama Tim Ahli Koperasi Merah Putih serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait.

Pedoman Menteri Koperasi mengatur tiga status hasil verval, yakni : Layak Digunakan dan Siap Operasional, Layak Digunakan dengan Catatan Perbaikan, serta Belum Layak. Untuk kategori layak dengan catatan, kekurangan tertentu masih dapat diperbaiki atau dilengkapi paling lambat tiga bulan sepanjang tidak mengganggu fungsi utama dan operasional koperasi. 

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gresik Darmawan, mengatakan kerja lintas perangkat daerah dilakukan untuk mempercepat proses sekaligus menjaga akuntabilitas hasil verval.

“Lima tim lintas-OPD kami terjunkan secara paralel untuk mengobservasi ketersediaan dan kondisi faktual gerai serta sarana-prasarana Koperasi Merah Putih. Seluruh hasil observasi nantinya akan dikonsolidasikan bersama Tim Ahli Koperasi Merah Putih dan para kepala OPD teknis terkait sebelum dilanjutkan untuk reviu BPKP,” ujar Darmawan.

Sementara Plt. Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Diskoperindag Kabupaten Gresik, Rian Pramana Suwanda, menekankan bahwa percepatan tersebut diarahkan pada kesiapan operasional koperasi.

“Percepatan verval bukan semata-mata mengejar jumlah gerai yang dikunjungi. Tim melakukan observing terhadap ketersediaan dan kondisi faktual, kemudian setiap temuan dicatat dan didokumentasikan sebagai bahan pembahasan selanjutnya,” ujar Rian. 

“Tujuan akhirnya adalah mengoptimalkan operasional dan kebermanfaatan Koperasi Merah Putih bagi masyarakat Gresik,” imbuh Rian yang juga Rektor Universitas Gresik (Unigres) ini.

Setelah pembahasan bersama Tim Ahli dan kepala OPD teknis, hasil verval akan dilanjutkan untuk reviu Badan Pengawas  Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Selanjutnya, hasil tersebut menjadi dasar tindak lanjut terhadap gerai yang masih membutuhkan pemenuhan maupun penyempurnaan.

Dengan 158 gerai telah diobservasi, fokus Pemkab Gresik berikutnya tidak hanya menyelesaikan gerai yang tersisa, 32 gerai. Juga, memastikan berbagai catatan dapat segera ditindaklanjuti sehingga Koperasi Merah Putih dapat bergerak menuju operasional yang optimal dan memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat desa dan kelurahan. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Gresik Teratas di Jatim! Progres Verval Kopdes Merah Putih, 158 Gerai Telah Diobservasi Selengkapnya

2 Tahun Terhenti, Gerbong Mutasi di Pemkab Gresik Bergerak lagi

GRESIK,1minute.id – Gerbong mutasi di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mulai bergerak pada Jumat, 25 September 2026. Kali terakhir, mutasi dilakukan Pemkab Gresik pada 2024. 

Mutasi kali pertama masa kepemimpinan Fandi Akhmad Yani – Asluchul Alif, Bupati dan Wakil Bupati Gresik dipusatkan di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik. Ada 25 pejabat yang dimutasi, rotasi dan promosi. Meteka pejabat eselon III  dan IV. “Mutasi kami lakukan secara bertahap,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gresik Agung Endro Dwi Setyo Utomo usai acara. 

25 pejabat yang dilantik oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini, terdiri dari 22 orang jabatan administrator eselon III A, dan B, dan 3 pejabat pengawas eselon IV. Ada sejumlah kriteria dalam penempatan pejabat baru. “Penilaian Kinerja, diantaranya,” kata Agung. 

Puluhan pejabat yang ikut gerbong pertama mutasi ini, diantaranya, Meista Dedy Hartadi. Jabatan sebelumnya Camat Duduksampeyan kini dipercaya menjadi Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD). “Saya sekarang bakal lebih banyak ke desa-desa,” kata Dedi, sapaan, Meista Dedy Hartadi. 

Hendrawan Susilo menempati posisi Inspektur Pembantu III Inspektorat. Ia sebelumnya menjabat sebagai Camat Manyar. Sedangkan, Nur Samsi, diangkat sebagai Sekretaris BKPSDM Gresik sebelumnya menjabat Kepala Bidang Mutasi dan Kepangkatan BKPSDM Gresik. 

Mutasi kali pertama ini, belum bisa mengisi jabatan di eselon III dan IV Pemkab Gresik. Sehingga, ada sejumlah kursi yang masih lowong dan ada yang diisi oleh pelaksana tugas atau Plt. 

Agung menegaskan, mutasi, rotasi dan promosi menjadi bagian dari penataan birokrasi Pemkab Gresik untuk memastikan jabatan yang kosong maupun yang membutuhkan penguatan dapat segera diisi. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

2 Tahun Terhenti, Gerbong Mutasi di Pemkab Gresik Bergerak lagi Selengkapnya

Pemkab Gresik Ajak Warga Cek dan Perbarui Data DTSEN

GRESIK, 1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik gencar menyosialisasikan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Upaya ini dilakukan untuk memastikan data sosial ekonomi warga Gresik sesuai kondisi terkini, sehingga program bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, menegaskan kualitas data adalah kunci kebijakan.

“Data yang tidak akurat akan menghasilkan kebijakan yang tidak tepat. Sebaliknya, data yang akurat akan membuat penanganan pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun kabupaten, menjadi lebih tepat sasaran,” ujar Sekda Washil dalam sosialisasi di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 24 September 2026.

Ia menjelaskan kondisi sosial ekonomi warga bersifat dinamis. Perubahan pekerjaan, kondisi usaha, jumlah anggota keluarga, hingga dampak bencana bisa mengubah kondisi rumah tangga. Karena itu, DTSEN tidak bisa diperlakukan sebagai data statis.

“DTSEN merupakan basis data tunggal yang memuat kondisi sosial, ekonomi, dan peringkat kesejahteraan keluarga. Data ini hasil penggabungan berbagai sumber resmi yang dipadankan dengan data kependudukan dan dimutakhirkan secara berkala,” jelasnya.

Menurut Washil, DTSEN tidak hanya untuk mendata warga miskin, tapi juga untuk menjawab siapa penerima program, bagaimana kondisinya, dan apakah bantuan sudah sampai kepada yang membutuhkan. Ke depan, DTSEN akan diintegrasikan dengan data kemiskinan daerah Gresik SOYA.

“Siapa saja penerima program harus valid. Jangan sampai ada yang dapat program berulang, sementara yang seharusnya menerima justru tidak dapat. Tentu dengan tetap memperhatikan perlindungan data pribadi,” tegasnya.

Soal Perubahan Desil

Kepala Dinsos (Kadinsos) Gresik Ummi Khoiroh, mengakui perubahan desil dalam DTSEN banyak dipertanyakan warga karena berdampak pada status penerima bansos.

“Keputusan penetapan desil bukan di Dinas Sosial. Kami bertugas membantu verifikasi dan ground checking agar penetapan desil sesuai kondisi riil di lapangan,” kata Ummi.

Warga yang mengalami perubahan kondisi atau menemukan data tidak sesuai, bisa mengajukan pemutakhiran melalui kanal resmi dengan dukungan pemerintah desa/kelurahan dan Dinsos.

Hal senada disampaikan Kepala BPS Kabupaten Gresik Indriya Purwaningsih. Ia menjelaskan, DTSEN bersifat dinamis karena memuat informasi keluarga, tempat tinggal, aset, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan.

“Perubahan desil tidak serta-merta berarti datanya salah. Desil adalah pemeringkatan relatif. Posisi sebuah keluarga bisa berubah ketika kondisinya sendiri atau kondisi masyarakat di sekitarnya berubah,” tutup Indriya. BPS mengimbau warga proaktif mengecek data melalui kanal cek DTSEN yang tersedia. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pemkab Gresik Ajak Warga Cek dan Perbarui Data DTSEN Selengkapnya

271 Unit Manyar Riverside Diserahterimakan, Pembangunan Tahap 1 Dikebut

GRESIK,1minute.id –  PT Graha Keluarga Sejahtera, pengembang perumahan Manyar Riverside menyerahterimakan 271 unit kepada konsumen. Kini, perusahaan menargetkan menyelesaikan pembangunan Tahap 1. Tetap menjaga kualitas pembangunan dan pelayanan kepada konsumen.

Direktur Keluarga Sejahtera Grup, Wahyu Ali Azhar mengatakan capaian serah terima tersebut menjadi indikator progres pembangunan sekaligus bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan kepastian kepada konsumen.

“Sampai saat ini sudah 271 unit yang kami serahterimakan kepada konsumen. Ini merupakan progres yang terus kami dorong dan menjadi bagian dari komitmen kami untuk menyelesaikan pembangunan Tahap 1 sesuai target yang telah ditetapkan,” ujar Wahyu.

Menurutnya, target penyelesaian pembangunan tidak hanya diukur dari kecepatan pengerjaan, tetapi juga dari kemampuan perusahaan menjaga kualitas setiap unit yang diserahkan kepada konsumen.

“Kami tentu ingin pembangunan selesai sesuai target. Namun, kecepatan harus berjalan beriringan dengan kualitas. Kami tidak ingin sekadar mengejar penyelesaian pembangunan, tetapi memastikan rumah yang diterima konsumen memiliki kualitas yang baik dan sesuai dengan standar yang kami tetapkan,” tegas Wahyu.

Bagi Keluarga Sejahtera Grup, pembangunan perumahan juga merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan jangka panjang dengan konsumen. Rumah tidak hanya dipandang sebagai produk properti, tetapi sebagai tempat masyarakat membangun kehidupan dan masa depan bersama keluarga.

“Bagi kami, membangun perumahan bukan hanya membangun bangunan. Kami juga membangun kepercayaan. Konsumen membeli rumah dengan harapan mendapatkan tempat tinggal yang layak, nyaman dan berkualitas bagi keluarganya. Itu yang menjadi tanggung jawab kami sebagai pengembang,” kata Wahyu.

Sejalan dengan proses pembangunan, perusahaan terus melakukan serah terima unit secara bertahap. Unit-unit yang telah memasuki tahapan penyelesaian akan melalui proses pemeriksaan sebelum diserahterimakan kepada konsumen. Wahyu mengatakan pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga keseimbangan antara percepatan pembangunan dan pengendalian kualitas.

“Setiap tahapan memiliki prosesnya masing-masing. Kami ingin progres pembangunan berjalan cepat, tetapi tetap prudent. Ada proses pembangunan, pemeriksaan, penyelesaian apabila terdapat catatan, kemudian serah terima kepada konsumen. Semua harus berjalan dengan baik,” ujarnya.

Menurut Wahyu, perkembangan Gresik sebagai salah satu kawasan industri dan pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur juga membuka peluang bagi sektor properti untuk terus berkembang. Pertumbuhan aktivitas industri dan ekonomi menciptakan kebutuhan terhadap hunian yang semakin beragam, baik bagi masyarakat lokal maupun pekerja yang beraktivitas di kawasan industri Gresik dan sekitarnya.

“Gresik berkembang sangat dinamis. Pertumbuhan industri dan ekonomi tentu menciptakan kebutuhan terhadap hunian. Kami ingin mengambil bagian dalam pertumbuhan tersebut dengan menghadirkan rumah yang berkualitas dan dapat menjadi pilihan bagi masyarakat Gresik,” tutur Wahyu.

Ia menambahkan, Keluarga Sejahtera Grup ingin menjadikan pengembangan Manyar Riverside sebagai bagian dari kontribusi perusahaan terhadap pertumbuhan kawasan Gresik. Penyediaan hunian yang berkualitas dinilai dapat berjalan beriringan dengan perkembangan ekonomi dan peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap tempat tinggal.

“Komitmen kami adalah menghadirkan rumah-rumah yang berkualitas di Gresik. Kami ingin setiap konsumen yang menerima unit bukan hanya mendapatkan sebuah bangunan, tetapi mendapatkan rumah yang bisa menjadi tempat tumbuh dan membangun kehidupan bersama keluarganya,” tegasnya.

Dengan 271 unit yang telah diserahterimakan, perusahaan optimistis pembangunan Manyar Riverside dapat terus berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan. Target penyelesaian pembangunan Tahap 1 dalam satu tahun akan menjadi salah satu fokus utama perusahaan ke depan.

Wahyu menegaskan, capaian serah terima tersebut bukan menjadi titik akhir, melainkan bagian dari perjalanan perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan kepada konsumen.

“271 unit yang sudah diserahterimakan bukanlah titik akhir. Ini bagian dari perjalanan kami untuk menyelesaikan pembangunan Tahap 1 dan memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen. Kami akan terus menjaga komitmen tersebut,” pungkas Wahyu. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

271 Unit Manyar Riverside Diserahterimakan, Pembangunan Tahap 1 Dikebut Selengkapnya

Sehari, 2 Rumah Terbakar di Gresik, Penyababnya Diduga Obat Antinyamuk dan Korek Api

GRESIK,1minute.id – Dua rumah terbakar di Kabupaten Gresik pada Selasa, 22 September 2026. Penyebabnya, diduga human error. Musibah kebakaran kali pertama terjadi di rumah Sutini, warga Desa Sunggonlegowo, Kecamatan Bungah.

Kebakaran terjadi pada pukul 09.47 WIB. Penyebabnya, diduga berasal dari obat antinyamuk. Selang 2 jam kemudian, tepatnya pukul 12.29 WIB rumah Panji Gombloh Saputro di Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo. Pemicunya, diduga berasal dari korek api. 

Untungnya, dua kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik mencatat duq kejadian ke-105 dan 109. Kebakaran ke-106 sampai 108 kebakaran alang-alang. 

Menurut keterangan Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Gresik Suyono, pihaknya menerima laporan kebakaran di rumah Ny Sutini terjadi pukul 09.47 WIB. Pelapornya, Arif Rahman, perangkat Desa Sungonlegowo. 

Berdasarkan keterangan saksi-saksi, pagi korban Sutini sedang tidur. Ia terbangun karena hawa panas dalam rumah. “Korban melihat api yang sudah membakar rumah bagian kamar belakang dan dapur,” kata Suyono pada Selasa, 22 September 2026.

Melihat amuk si jago merah, sebagaian warga membantu memadamkan. Sebagian lagi melaporkan call center 112. Berdasarkan keterangan saksi-saksi, kebakaran terjadi karena pemilik rumah lupa mematikan obat antinyamuk. “Tidak ada korban,” tegasnya. 

Kejadian kedua, di rumah milik Panji Gombloh Saputro di Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo. Kejadian sekitar pukul 12.15 WIB. Pelapor yakni Ny Nindy, tetangga korban.  Siang itu melihat ada asap dari lantai 2 rumah yang dihuni oleh Ny Yani itu. 

“Kami menerima laporan pukul 12.29. Petugas kami tiba pukul 12.44. Api kami padamkam pukul 13.28,” terang Suyono. Berdasarkan keterangan saksi-saksi, kebakaran diduga berasal dari korek api. “Anak mainan korek api dan membakar kertas. Lalu merembet,” ungkap mantan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Pemkab Gresik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Sehari, 2 Rumah Terbakar di Gresik, Penyababnya Diduga Obat Antinyamuk dan Korek Api Selengkapnya

Sulap Limbah Jadi Berkah, Petrokimia Gresik Kantongi Paten Inovasi Silika

GRESIK,1minute.id – PT Petrokimia Gresik berhasil mengubah produk samping menjadi solusi bernilai guna. Perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia ini mengembangkan silika sisa produksi sebagai bahan penyaring belerang cair di pabrik asam sulfat.

Inovasi tersebut telah mengantongi Sertifikat Paten Sederhana dari Kementerian Hukum RI. Sertifikat diserahkan Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, kepada SVP Operasi III Petrokimia Gresik, Bambang Ariwibowo, dalam acara What’s Up Campus Calls Out (WCCO) di Airlangga Convention Center Surabaya.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan selama ini penyaringan belerang cair menggunakan diatomaceous earth dari pihak ketiga.

“Melalui inovasi ini, kami tidak hanya menemukan solusi atas produk samping silika, tetapi juga menghadirkan alternatif bahan penyaring yang mendukung efisiensi produksi,” ujar Daconi pada Senin, 21 September 2026. 

Silika sendiri merupakan produk samping dari produksi aluminium fluorida (AlF3). Tiap bulan, unit tersebut menghasilkan sekitar 990 ton silika padat yang membutuhkan pengelolaan dan tempat penyimpanan khusus.

Asam sulfat merupakan bahan baku pupuk yang dalam prosesnya butuh penyaringan belerang cair agar mutunya terjaga. Silika hasil riset Petrokimia Gresik kini mampu menggantikan fungsi tersebut.

Dari sisi ekonomi, inovasi ini diproyeksikan menghemat biaya hingga Rp259,6 juta per tahun dari pengurangan pembelian diatomaceous earth.

“Melalui inovasi ini, kami ingin membangun cara pandang bahwa produk samping tidak selalu menjadi beban. Dengan riset yang tepat, material itu bisa menjadi solusi yang mendukung efisiensi dan keberlanjutan,” jelas Daconi.

Perolehan paten ini menjadi pengakuan atas inovasi Petrokimia Gresik dan membuka peluang pemanfaatan silika untuk industri lain dengan karakteristik serupa. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Sulap Limbah Jadi Berkah, Petrokimia Gresik Kantongi Paten Inovasi Silika Selengkapnya

Pengedar Sabu-sabu Driyorejo Dibekuk, Ngaku Pernah Edarkan 200 Gram 

GRESIK,1minute.id –  Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Gresik menangkap seorang pengedar sabu-sabu wilayah Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik.

Ia berinisial MAAM, 24 tahun. Asal Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Ia ditangkap di kos-kosan di Jalan Mastrip VIIIB, Kelurahan Warugunung, Kecamatan Karangpilang, Surabaya. Polisi menyita 7,35 gram. Diduga sabu-sabu itu, sisa dari pengiriman 200 gram

Di kemas 15 klip. Penangkapan MAAM hasil dari pengembangan penyidikan terhadap tersangka RAN, 28, yang ditangkap pinggir Jalan Desa Karangandong, Kecamatan Driyorejo pada Agustus 2026. Tersangka menyanyi barang bukti sabu-sabu berasal dari MAAM. 

Selain kristal bening yang diduga sabu-sabu, polisi juga mengamankan dua plastik foil warna merah, sebuah skrop dari potongan sedotan plastik, timbangan elektrik, uang tunai Rp 750 ribu, satu unit handphone warna hitam, serta sepeda motor Honda Scoopy beserta STNK.

Dari pemeriksaan terhadap MAAM, tersangka mengaku mendapatkan sabu tersebut dari seseorang berinisial L yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Ia juga mengaku sebelumnya menerima titipan sabu sebanyak 200 gram pada Minggu, 2 Agustus 2026 melalui sistem ranjau di Jalan Kapas Krampung, Kecamatan Kenjeran, Surabaya.

Sebagian besar sabu tersebut, menurut  keterangan tersangka, telah diedarkan melalui sistem ranjau di wilayah Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. 

“Motifnya tersangka mengaku tergiur dengan upah yang diperoleh dari aktivitas tersebut. Ia mendapatkan bayaran sebesar Rp25 ribu untuk setiap titik ranjauan,” ujar Kasat Resnarkoba Polres Gresik AKP Ahmad Yani di Mapolres Gresik pada Senin, 21 September 2026.

Satresnarkoba Polres Gresik terus mendalami keterangan tersangka untuk mengungkap jaringan di atasnya, termasuk memburu keberadaan L yang saat ini masih dalam pengejaran.

Atas perbuatannya, MAAM dijerat Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana dan Pasal 609 ayat (2) huruf a UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

“Satresnarkoba Polres Gresik juga mengajak masyarakat ikut berperan dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Masyarakat dapat menyampaikan informasi melalui Call Centre 110 atau Hotline Lapor Cak Rama di nomor 0811-8800-2006,” tukasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pengedar Sabu-sabu Driyorejo Dibekuk, Ngaku Pernah Edarkan 200 Gram  Selengkapnya