Lokal Media Network Gelar ‘Ngopi dan Opini’ Rancang Peta Jalan Tenaga Kerja Lokal di Kota Industri Gresik  

GRESIK,1minute.id – Lokal Media Network menggelar diskusi bertajuk ‘Ngopi dan Opini Gresik’ di DDjirolu Cafe Jalan Pahlawan Sidayu, Gresik pada Rabu malam, 24 Juni 2026. Diskusi yang  berupaya membangun peta jalan tenaga kerja lokal berbasis dunia pendidikan SMK, kampus, hingga pesantren.

Serta, mempersiapkan dan melindungi warga lokal untuk kebutuhan ketenagakerjaan di masa mendatang, seiring masifnya pembangunan industri di Gresik wilayah utara. 

Diskusi mengusung tema ‘Menyiapkan dan Melindungi Tenaga Kerja Lokal’, menghadirkan empat narasumber yakni Kepala Disnaker Kabupaten Gresik Zainul Arifin, Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Khoirul Anwar, Ketua Konfederasi SPSI Gresik Imam Syafiuddin, dan perwakilan Manajemen Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integreted Industrial and Port Estate (JIPPE) Yudi Darjanto.

Moderator acara ini yakni Akhmad Sutikon, Barista Lokal Media Network yang juga Ketua Serikat Media Siber (SMSI) Kabupaten Gresik pun berlangsung gayeng. Banyak hal yang dibahas dalam diskusi ditengah perkembangan kebutuhan tenaga kerja yang kian modern. Perwakilan lembaga sekolah seperti SMK hingga perwakilan Cabang Dinas Pendidikan menyampaikan berbagai keluhan. 

“Perkembangan dunia usaha kian modern. Banyak kebutuhan skil dunia usaha seperti di Jippe, berbondong-bondong seperti sektor mineral, konstruksi, pelabuhan, hingga teknologi,” kata perwakilan PT BKMS, pengelola KEK JIIPE Yudi Darjanto.

Yudi mengatakan, membuka lebar jika ada warga Gresik yang memiliki kompetensi tersebut untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di JIPPE. Gayung bersambut, perwakilan lembaga SMK PGRI mengakui kurangnya modal lembaga dalam memenuhi kompetensi anak didiknya.

Kata dia, untuk memenuhi kompetensi itu fasilitas uji praktik untuk mendukung hal tersebut terbilang harganya mahal. “Kita berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja seperti membentuk kerjasama dengan para instansi dan pengusaha,” jelas Wakil Kepala SMK PGRI 1 Gresik Suwarno Hadi

Sementara, Rektor UMG Khoirul Anwar menyampaikan bahwa pihak akademik tidak menutup mata akan masifnya perkembangan kebutuhan skill tenaga kerja di era modern. Ia mengakui, dunia pendidikan di Indonesia tertinggal hampir 10 tahun dengan negara lain seperti, China.

Pihaknya perlu kurikukum baru yang sepadan untuk mewujudkan kesetaraan kebutuhan tenaga kerja modern. “Minim pengalaman, soft skill yang kurang, faktor itu juga yang membuat para pekerja belum memenuhi kebutuhan dunia kerja,” paparnya. 

Mewakili serikat pekerja Syaiduddin, menyebut sulit untuk mendapatkan hak-hak perlindungan para pekerja. Ia menceritakan, perlu belasan tahun memperjuangkan bersama rekan sejawat mendapat hak-hak pekerja. Puncaknya, warga Gresik mendapatkan haknya sebagai tenaga lokal mendapat porsi 70 persen bekerja di perusahaan.

“Itu tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan yang kemudian diperkuat oleh Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 71 Tahun 2024,” jelasnya.

Kepala Disnaker Kabupaten Gresik Zainul, menyampaikan Gresik memiliki potensi besar daerah industri. Namun kebanyakan perusahaan di Gresik sekarang lebih mengarah ke padat modal, ketimbang padat karya. Artinya perusahaan lebih memaksimalkan teknologi ketimbang jumlah tenaga kerja.

Angka Upah Minimum Kerja (UMK) mencapai Rp 5 juta, turut menjadikan pekerja berbondong-bondong mencari kerja di Gresik. 

Pemkab Gresik berupaya memberikan solusi terbaik bagi pencari kerja di Gresik. Salah satunya pencarian kerja tersebut digaungkan melalui program aplikasi Gresik Kerja. “Dengan ber-KTP Gresik, pencari kerja bisa mencari dan dicari perusahaan sesuai kebutuhan kompetensi. Kita juga memberikan pembekalan agar mereka juga siap kerja,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Lokal Media Network Gelar ‘Ngopi dan Opini’ Rancang Peta Jalan Tenaga Kerja Lokal di Kota Industri Gresik   Selengkapnya

Ratusan Kendaraan Bermotor Jalani Uji Emisi, Wabup Gresik : Kita Ingin Udara yang Kita Hirup Lebih Segar dan Baik

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik menggelar Uji Emisi Kendaraan Bermotor gratis di Halaman Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 24 Juni 2026. Aksi nyata untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026 ini  mengusung tema “Sayangi Bumi : Saatnya Bekerja untuk Iklim, Mulai dari Uji Emisi Kendaraanmu” di buka oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. 

Sebanyak seratus unit kendaraan roda empat dan lebih yang menjalani pemeriksaan uji emisi yang bekerjasama dengan Envilab dan PT Smelting ini. Ratusan unit kendaraan bermotor (ranmor) terdiri dari 50 unit kendaraan dinas ; kendaraan operasional kebersihan dan pertamanan, masing-masing 10 unit, eksternal atau umum 30 unit kendaraan. 

Dalam uji emisi gas buang ini, kendaraan dinas Wakil Bupati Gresik dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sri Subseti ikut menjalani uji emisi. Hasilnya? Kendaraan dinas sesuai standar dan ditempeli stiker berbentuk bulat dan warna dasar hijau dengan tulisan berbunyi “Lulus Uji Emisi Kendaraan” berwarna putih.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengatakan, uji emisi kendaraan dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup ini karena Pemkab Gresik berkomitmen untuk menjaga kualitas udara di Gresik baik. “Kita ingin udara yang kita hirup lebih baik,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif dalam sambutannya pada Rabu, 24 Juni 2026.

RATUSAN Kendaraan Bermotor berjajar rapi untuk antri menjalani uji emisi kendaraan di halaman Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 24 Juni 2026 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Kabupaten Gresik, imbuhnya, dikenal sebagai Kota Industri dengan jumlah penduduk sekitar 1,3 juta. Pada pagi dan sore jumlah penduduk diperkirakan bertambah kali lipat. Berkisar antara 3 juta sampai 4 juta jiwa. Sejumlah ruas jalan mengalami kemacetan. “Jadi banyak orang yang datang ke Kabupaten Gresik mungkin dari Surabaya di Lamongan dari Sidoarjo maupun dari kabupaten-kabupaten lainnya. Mereka tidak mungkin jalan. Merena pasti menbawa kendaraan bermotor. Berdasarkan aturan yang ada semua kendaraan harus lolos uji emisi,” tegas Asluchul Alif. 

Dinas LH Gresik, ia melanjutkan, bergerak melakukan uji emisi kendaraan, seluruh kendaraan bermotor yakni mobil, motor maupun kendaraan berat lolos uji emisi. Uji emisi kendaraan ini bukan tujuan utama. Pemkab Gresik ingin merubah kedisiplinan dari seluruh masyarakat yang masuk ke kabupaten Gresik. “Kalau kita tanam pohon yang bisa mengeluarkan oksigen itu sebagai pahala bagi kita. Sebaliknya kendaraan kita yang bikin tercemar udara yang ada di Kabupaten Gresik ini juga jika ada yang sakit gara-gara udara yang kita keluarkan punya risiko dan tanggung jawab. Apakah itu sebuah dosa atau kembali ke dirinya sendiri untuk sakit karena menghirup udara yang tidak itu. yang mungkin bisa kita sosialisasikan kepada masyarakat,” kata Wabup Alif bertamsil.

Kenapa kita harus peduli dengan lingkungan? “Semoga kegiatan dinilai sebagai ibadah untuk anak, cucu kita menjaga lingkungan Gresik lebih baik, lebih baik, lebih bersih dan lebih bersih lagi,” katanya. 

STIKER LULUS UJI EMIS KENDARAAN: Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif didampingi (kiri) Manajer Teknis Envilab Muhammad Suhar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gresik Sri Subaida dan External Affairs PT Smelting Gresik Erika Silva menempelkan stiker di kendaraan yang lulus uji emisi di halaman Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 24 Juni 2026 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Selain Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, kegiatan uji emisi kendaraan ini dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Gresik Misbahul Munir, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sri Subaida, VP Governmental/ External Affairs PT Smelting Gresik Erika Silva dan Manajer Teknis Envilab Muhammad Suhar dimulai pukul 08.30 WIB. Ratusan kendaraan yang akan mengikuti uji emisi berjajar rapi di bagi timur kantor Bupati Gresik. 

Kali pertama yang menjalani uji emisi adalah mobil dinas Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif yakni Toyota Zenix Hybrit kemudian Mobil Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sri Subaida. Kedua mobil dinas itu lulus uji emisi. 

Ditempat sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gresik Sri Subaida mengatakan, ada tiga tujuan yang ingin capai dalam uji emisi kendaraan ini. Diantaranya, data hasil uji selanjutnya dijadikan sebagai data aktual tingkat emisi kendaraan di wilayah kabupaten sebagai bahan evaluasi dan perumusan kebijakan lingkungan kedepan.

Saat ini, kata Sri Subaida, kualitas udara di Kabupaten Gresik masih tergolong dibawah ambang batas baku mutu alias aman. Ia mengutip hasil Indeks Kualitas Lingkungan Hidup dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) masih dibawah target dari 90. “Kita masih di angka 89,8.  Gresik perlu berbenah, dengan melakukan penanaman pohon, uji kualitas udara baik yang bergerak maupun tidak bergerak seperti dari perusahaan,” tegas perempuan berhijab itu. 

Ia mengatakan, uji emisi kendaraan ini adalah program rutin tahunan. Untuk tahun 2026, katanya, di Kantor Bupati Gresik diikuti 100 unit kendaraan yakni kendaraan dinas Pemkab Gresik 50 unit, kendaraan operasional kebersihan dan pertamanan, masing-masing 10 unit dan eksternal atau umum 30 kendaraan. (adv/yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Ratusan Kendaraan Bermotor Jalani Uji Emisi, Wabup Gresik : Kita Ingin Udara yang Kita Hirup Lebih Segar dan Baik Selengkapnya

Selama 4 Dekade, Sambut HUT, Petrokimia Gresik Fasilitasi Khitan Gratis untuk Anak di Gresik dan Sekitarnya 

GRESIK, 1minute.id – Petrokimia Gresik,, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, (Persero) memfasilitasi 100 anak untuk mengikuti “Khitan Umum Gratis 2026” di GOR Tri Dharma pada Selasa, 23 Juni 2026.

Program tahunan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan anak-anak sebagai generasi unggul bangsa adalah rangkaian HUT Ke-54 Petrokimia Gresik. Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyampaikan bahwa khitan umum ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kegiatan ini sekaligus wujud komitmen perusahaan untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Petrokimia Gresik menyelenggarakan program khitan gratis ini sejak empat dekade silam, atau tahun 1985. Alhamdulillah Petrokimia Gresik bisa konsisten memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat,” ujar Daconi.

Menurut Daconi, keberhasilan perusahaan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, Petrokimia Gresik terus berupaya menghadirkan berbagai program TJSL yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.

“Petrokimia Gresik tidak hanya berfokus pada pencapaian kinerja bisnis, tetapi juga berkomitmen untuk tumbuh bersama masyarakat. Melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat, kami ingin memastikan keberadaan perusahaan dapat memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekitar,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik, Nuril Huda menambahkan, kegiatan khitan Petrokimia Gresik digelar dalam rangka HUT Ke-54 Petrokimia Gresik. Program khitan tahun ini diikuti oleh 100 anak yang berasal dari sekitar operasional perusahaan, mulai dari Gresik, Lamongan, hingga Surabaya.

Dalam pelaksanaannya, para peserta mendapatkan layanan khitan menggunakan metode Super Ring yang ditangani tenaga medis profesional dari RS Grha Husada. Selain khitan gratis, setiap peserta juga memperoleh uang saku sebesar Rp200.000, celana khitan, sarung, dan obat-obatan. Peserta khitan juga mendapatkan layanan kontrol pascakhitan di RS Grha Husada.

“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat bagi kesehatan anak-anak serta menjadi bagian dari kebahagiaan keluarga dalam menyambut salah satu momen penting dalam tumbuh kembang mereka,” ujarnya.

Sementara itu, senyum bahagia terpancar dari wajah Siti Muzayanah saat mendampingi putra pertamanya, Abdullah Rosyidul Rahman (9), mengikuti khitan gratis yang diselenggarakan Petrokimia Gresik. Keputusannya untuk mendaftarkan sang buah hati berawal dari rekomendasi teman dan kerabat yang lebih dulu merasakan manfaat program tersebut.

Awalnya, Siti mengaku sempat merasa cemas seperti kebanyakan orang tua yang akan mengantarkan anaknya menjalani khitan. Namun kekhawatiran itu berangsur hilang setelah melihat langsung profesionalisme tenaga medis serta pelayanan yang diberikan selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, proses khitan berjalan dengan baik dan didukung layanan pascakhitan yang membuat peserta maupun orang tua merasa lebih tenang.

Memanfaatkan momen liburan sekolah, Siti memilih agar putranya yang akan naik ke Kelas 4 Sekolah Dasar mengikuti khitan Petrokimia Gresik. Baginya, kegiatan ini tidak hanya membantu masyarakat dari sisi biaya, tetapi juga menghadirkan rasa nyaman dan kebahagiaan bagi anak-anak yang menjadi peserta.

“Alhamdulillah, rekomendasi dari teman dan saudara memang benar. Pelayanannya sangat baik, tenaga medisnya profesional, dan anak-anak juga mendapatkan banyak perhatian, hadiah, serta mainan. Terima kasih Petrokimia Gresik yang sudah membantu masyarakat dan membuat momen penting bagi anak kami menjadi lebih berkesan,” kata warga Kelurahan Randuagung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik tersebut. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Selama 4 Dekade, Sambut HUT, Petrokimia Gresik Fasilitasi Khitan Gratis untuk Anak di Gresik dan Sekitarnya  Selengkapnya

Menteri PPPA Apresiasi Sinergi Pemkab dan Petrokimia Gresik dalam Perlindungan Perempuan dan Anak

GRESIK,1minute.id – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Gresik pada Senin, 22 Juni 2026.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyambut langsung kedatangan Menteri PPPA ini di Wisma Kebomas PT Petrokimia Gresik. Kunjungan tersebut menjadi momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia industri dalam upaya pemberdayaan perempuan serta perlindungan anak.

Dalam sambutannya, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi  memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas keberhasilan Gresik mempertahankan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Nindya. Menurutnya ini adalah bukti bahwa hak-hak anak di sini benar-benar diprioritaskan.

Selain itu, Kabupaten Gresik juga mencatatkan capaian membanggakan dengan menempati peringkat ketiga nasional dalam Indeks Perlindungan Anak (IPA) dan Indeks Pemenuhan Hak Anak (IPHA). Capaian ini sekaligus menjadikan Gresik sebagai yang terbaik di Provinsi Jawa Timur.

“Gresik saat ini berada di peringkat ketiga tingkat nasional untuk Indeks Perlindungan Anak dan menjadi yang terbaik di Provinsi Jawa Timur. Ini luar biasa dan mudah-mudahan dapat terus dipertahankan serta ditingkatkan,” ujar Menteri Arifah.

Ia juga menyoroti langkah Pemkab Gresik dalam melindungi kelompok rentan. Salah satunya melalui keberadaan Tempat Penitipan Anak (TPA) Masmundari yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga pekerja rentan perempuan. Seperti pengemudi ojek online dan pekerja harian. Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah bagi perempuan pekerja.

Selain itu, Arifah turut mengapresiasi perhatian Pemkab Gresik terhadap anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia yang selama ini mengalami keterbatasan akses identitas, pendidikan, dan layanan kesehatan. “Belum semua pimpinan daerah memiliki komitmen terhadap hal-hal seperti ini. Karena itu saya memberikan apresiasi kepada Bupati Gresik, dan mudah-mudahan upaya ini dapat terus berkelanjutan,” ungkap Arifah.

Menteri Arifah menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Gresik dan PT Petrokimia Gresik atas kolaborasi yang sudah terjalin.  “Sekali lagi apresiasi kami dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk Pemerintah Kabupaten Gresik dan Petrokimia Gresik atas sinergi dan komitmen yang luar biasa. Saya berharap setelah ini kita bisa melanjutkan kolaborasi dan sinergi program yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa sebagai daerah industri terbesar di Jawa Timur, Gresik terus membangun sinergi dengan perusahaan BUMN maupun swasta. Tujuannya untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak. 

Berbagai upaya dilakukan, seperti pemenuhan hak-hak pekerja, penyediaan ruang laktasi, hingga pengaturan jam kerja yang lebih ramah bagi pekerja perempuan. Menurut Bupati Yani, komunikasi dan kolaborasi dengan dunia usaha telah menjadi budaya yang terus dikembangkan di Kabupaten Gresik.

“Sebagai kabupaten industri, kami terus bersinergi dengan dunia usaha dalam isu perlindungan perempuan dan anak, pemenuhan hak-hak pekerja, serta kebijakan yang ramah perempuan. Hal-hal seperti ini terus kami diskusikan dan menjadi budaya di Kabupaten Gresik,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Direktur PT Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, memaparkan berbagai fasilitas dan program perusahaan dalam mendukung pekerja perempuan. Ia menjelaskan bahwa perusahaan menyediakan sejumlah layanan yang ramah bagi pekerja perempuan.

Salah satunya adalah keberadaan TPA yang telah beroperasi sejak 1993, yang tidak hanya diperuntukkan bagi anak pegawai perusahaan. Fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum di sekitar perusahaan.

Dalam rangkaian kunjungannya, Menteri Arifah turut meninjau TPA Masmundari. Kehadiran Menteri PPPA disambut antusias oleh anak-anak yang berada di tempat penitipan tersebut. Di sela-sela kunjungan, seorang ibu yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online sempat berbagi cerita kepada Ibu Menteri. Ia mengaku hidupnya jauh lebih tenang semenjak ada fasilitas ini.

“Saya sangat terbantu dengan adanya TPA ini. Karena ini fasilitas resmi dari pemerintah, saya percaya menitipkan anak di sini. Anak saya juga betah berada di sini, jadi saya bisa bekerja dengan tenang,” ungkapnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Menteri PPPA Apresiasi Sinergi Pemkab dan Petrokimia Gresik dalam Perlindungan Perempuan dan Anak Selengkapnya

Kapolres Gresik Pimpin Baksos Bedah Rumah Purnawirawan Polri 

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik menggelar Bakti Sosial (Baksos) Bedah Rumah untuk masyarakat. Kegiatan sosial ini, rangkaian HUT ke-80 Bhayangkara yang diperintahkan setiap 1 Juli itu. Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution yang memimpin langsung peninjauan renovasi rumah AKP (Purn) Mulyo Utomo di Desa Tanjungan, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik pada Senin, 22 Juni 2026.

Kapolres Ramadhan didampingi Kapolsek Driyorejo Kompol Gatot Setyo Budi, Kasat Lantas AKP Nur Arifin, Kasi Humas Iptu Hepi Muslih Riza, serta Kanit Gakkum Satlantas Iptu Ahmad Andri Aswoko. Mulyo Utomo, pensiun polisi itu terharu karena rumahnya dikunjungi oleh Kapolres Ramadhan. 

Kehadiran jajaran Polres Gresik menjadi bentuk nyata perhatian institusi kepada para purnawirawan yang telah mengabdikan diri bagi bangsa dan negara. Selain melakukan pengecekan kondisi bangunan, rombongan juga menyempatkan diri berdialog dengan keluarga penerima bantuan.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengatakan bahwa program bedah rumah merupakan salah satu rangkaian kegiatan sosial dalam memperingati HUT ke-80 Bhayangkara. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi simbol perayaan, tetapi juga bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat dan keluarga besar Bhayangkara.

“Melalui program ini kami berharap dapat membantu mewujudkan hunian yang lebih layak dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat. Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Suasana penuh kekeluargaan tampak mewarnai kegiatan tersebut Mulyo Utomo beserta keluarga mengaku terharu atas perhatian yang diberikan Polres Gresik. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya.

Baginya, program bedah rumah tersebut bukan sekadar bantuan renovasi bangunan, melainkan juga wujud kepedulian dan penghargaan dari institusi Polri kepada para purnawirawan yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk negara.

Melalui kegiatan sosial ini, Polres Gresik kembali menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, pelayanan, dan pengabdian kepada masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan Polri yang Presisi, sekaligus mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat agar semakin dekat, humanis, dan dicintai rakyat. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Kapolres Gresik Pimpin Baksos Bedah Rumah Purnawirawan Polri  Selengkapnya

Wabup Gresik Dorong APPSI jadi Mitra Strategis Pemerintah untuk Kesejahteraan Pedagang Pasar 

GRESIK,1minute.id –  Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Gresik periode 2026-2031 resmi dilantik. Organisasi yang menaungi para pedagang ini dinakhodai oleh Munawarah. 

Pelantikan dilakukan di Ruang Putri Mijil, Kompleks Pendapa Bupati Gresik di Alun-alun Gresik Jalan KH Wachid Hasyim Gresik. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia berharap APPSI dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat keberadaan pasar rakyat sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pedagang.

“Catatan penting dari kami untuk Bu Muna beserta seluruh jajaran adalah pentingnya koordinasi. Sinergi berarti menempatkan diri sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Gresik, bukan sekadar menyampaikan tuntutan, tetapi bersama-sama mencari solusi terbaik bagi berbagai persoalan di pasar,” ujar Wabup Alif.

Wabup Alif mendorong kepengurusan baru APPSI untuk segera membentuk kepengurusan di masing-masing unit pasar yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Gresik. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memudahkan pemetaan persoalan dan kebutuhan yang dihadapi para pedagang di setiap pasar.

Selain itu, ia mengingatkan agar organisasi yang menaungi pedagang pasar tersebut tetap berorientasi pada peningkatan kesejahteraan anggota. Ia juga berpesan agar APPSI dijalankan secara profesional dan tidak terlibat dalam politik praktis sehingga program-program organisasi dapat berjalan dengan baik.

“Tujuan APPSI adalah menyejahterakan para pedagang pasar. Maka rangkul semua. Saya pesan, jangan terlalu banyak dibawa ke politik praktis, nanti organisasi ini tidak bergerak dan kerdil lagi,” pungkas Wabup Alif.

Dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, Wabup Alif mengajak APPSI memanfaatkan platform digital pemantauan harga SIBAPO, serta saluran pengaduan resmi Pemkab Gresik di nomor 0812-1788-9986. Dengan kolaborasi tersebut, kenaikan harga yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) dapat segera ditindaklanjuti melalui operasi pasar maupun kerja sama dengan Bulog.

Sementara itu, Ketua DPD APPSI Kabupaten Gresik Munawarah, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Gresik terhadap para pedagang pasar. Ia menegaskan bahwa kepengurusan yang baru siap memperkuat organisasi serta menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak demi meningkatkan kesejahteraan pedagang.

“Kami siap menjadikan APPSI sebagai wadah aspirasi pedagang sekaligus mitra strategis pemerintah. Dengan sinergi yang baik, kami berharap pasar rakyat di Kabupaten Gresik semakin maju dan para pedagang semakin sejahtera,” kata Munawarah. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Wabup Gresik Dorong APPSI jadi Mitra Strategis Pemerintah untuk Kesejahteraan Pedagang Pasar  Selengkapnya

Buku ‘Futuhus Sama’, Mahasiswa di Gresik Jadikan Malik Ibrahim Teladan Spirit Pergerakan

GRESIK,1minute.id – Aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Atas Langit Daruttaqwa melaunching buku berjudul ‘Malik Ibrahim Sang Penguasaq Islam, Teladan Sebagai Spirit Pergerakan’.

Peluncuran buku antologi karya  mahasiswa ini ditandai dengan acara ‘Ngaji Sejarah’ dengan menghadirkan para tokoh budayawan dan sejarawan di Kabupaten Gresik sebagai narasumber yaitu,  Prof. Menachem Ali (Ahli Filologi) ;  Nurul Yaqin (Ketua Umum MAPSINU), Kris Adji AW (Budayawan Gresik) serta dihadiri Himpunan Dzuriyah Sunan Giri, Pengurus MAPSINU, Akhmad Khoiri, owner Batik Gajah Mungkur. 

Launching digelar di kawasan Heritage Kampung Kemasan di Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik. 

Secara singkat, buku berjudul ‘Malik Ibrahim Sang Penguasa Islam, Teladan Sebagai Spirit Pergerakan’ ini awalnya merupakan kumpulan materi yang disampaikan dalam agenda Pelatihan Kader Dasar (PKD) PMII Atas Langit Daruttaqwa beberapa waktu lalu. 

Buku ini memuat tentang sejarah Sunan Maulana Malik Ibrahim sebagai tokoh penyebar agama Islam Wali Songo yang kemudian dijadikan rujukan sebagai teladan dalam menggugah spirit pergerakan.

Ketua Pengurus Komisariat (PK) PK PMII Atas Langit Daruttaqwa M. Hadi Khoirur Roziqin mengatakan, buku berjudul ‘Malik Ibrahim Sang Penguasa Islam, Teladan Sebagai Spirit Pergerakan’ hadir dengan tujuan untuk menggugah spirit pergerakan sekaligus instrumen kaderisasi bagi kalangan mahasiswa khususnya kader PMII melalui penguatan literasi dan kajian sejarah lokal Gresik.

“Buku Futuhus sama’ (tersingkapnya cakrawala pemikiran kader PMII) merupakan hasil dari proses belajar kader pada pelatihan kader dasar v kemarin, dengan harapan dapat menjadi instrument untuk proses kaderisasi, sekaligus memperdalam literasi kader PMII Atas Langit tentang sejarah lokal Gresik,” ujarnya.

Menurutnya, sejarah perjalanan Sunan Maulana Malik Ibrahim sebagai tokoh penyebar agama Islam Wali Songo patut dijadikan rujukan. Sehingga perjuangan para tokoh Islam dapat menjadi inspirasi dan spirit pergerakan bagi aktivis mahasiswa khususnya di Kabupaten Gresik. “Karena itu perlu sangat penting memperdalam literasi tentang sejarah lokal Gresik,” tegasnya.

Sementara Ketua Majelis Pembina Komisariat (Mabinkom) PK PMII Atas Langit Daruttaqwa M. Gus Maulana Yasin menuturkan bahwa buku berjudul ‘Malik Ibrahim Sang Penguasa Islam, Teladan Sebagai Spirit Pergerakan’ diharapkan menjadi simbol titik balik bagi kader PMII untuk berbenah dan memperdalam sejarah lokal Gresik. Sehingga dapat terus bergerak dan berkarya sesuai tuntutan zaman.

“Jika Futuhus Sama’ (Isra’ Mi’raj) Nabi Muhammad SAW sebagai perjalanan vertikal dan Hijrahnya sebagai implementasi horizontal untuk membangun peradaban, maka buku Futuhus Sama’ diharapkan menjadi simbol titik balik bagi kader PMII untuk berbenah dan peringatan tahun baru Hijriyah sebagai momentum untuk terus bergerak dan berkarya sesuai tuntutan zaman,” terangnya.

Ketua Umum Pengurus Cabang (PC) PMII Gresik M. Dafa Abie Almadhani menegaskan, launching buku Futuhus Sama’ oleh PK PMII Atas Langit Darurttaqwa ini merupakan bentuk komitmen kader dalam mengembangkan tradisi literasi dan intelektual di lingkungan PMII. Kehadiran buku ini diharapkan menjadi pemantik semangat membaca, menulis, dan berpikir kritis bagi seluruh kader.

“Melalui buku Futuhus Sama’, diharapkan kualitas kader PMII semakin meningkat, tidak hanya dalam aspek literasi dan keilmuan, tetapi juga dalam menerjemahkan gagasan menjadi aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, rangkaian kegiatan Ngaji Sejarah menjadi sarana penting untuk membangun kesadaran historis kader. Sebagai representasi pemuda dan mahasiswa, kader PMII diharapkan mampu memahami sejarah kedaerahan, menjaga nilai-nilai lokal, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah dengan berlandaskan pemahaman sejarah yang kuat. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Buku ‘Futuhus Sama’, Mahasiswa di Gresik Jadikan Malik Ibrahim Teladan Spirit Pergerakan Selengkapnya

Meriah Pembukaan Kapolres Gresik Esports Competition 2026, AKBP Ramadhan : Momentum Lahirkan Bibit Atlet Esports Nasional 

GRESIK,1minute.id – Pembukaan Kapolres Gresik Esports Competition 2026 di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik meriah pada Jumat malam, 19 Juni 2026. Ratusan peserta mayoritas generasi Z (Gen-Z) berlaga untuk menjadi yang terbaik dalam ajang memperingati Hari Bhayangkara ke-80 ini.

Kompetesi sekaligus wadah pembinaan talenta digital di Kabupaten Gresik menjadi pembuka jalan atlet asal Gresik untuk berlaga di Esports Kapolri Cup 2026 ini dibuka oleh Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution. 

Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Gresik yakni, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Gresik Achmad Rifai, Ketua Pengadilan Agama Gresik Rusdiansyah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Kadis Parekrafbudpora Saifudin Ghozali hadir dan berkumpul bersama ratusan peserta. 

Dalam sambutannya, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan turnamen, mulai dari pemerintah daerah, instansi terkait, komunitas esports, hingga para peserta.

Menurutnya, Kapolres Gresik Esports Competition 2026 bukan hanya sekadar kompetisi permainan digital, melainkan menjadi sarana positif untuk membangun karakter generasi muda yang kreatif, disiplin, dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Pada saat ini, esports telah berkembang menjadi olahraga yang diminati berbagai kalangan. Melalui kolaborasi Polres Gresik bersama Disparekrafbudpora dan ESI Kabupaten Gresik, kami ingin menghadirkan wadah yang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan prestasinya,” ujar AKBP Ramadhan Nasution.

Kapolres menegaskan bahwa olahraga, termasuk esports, mengajarkan nilai-nilai penting seperti kerja sama tim, kekompakan, strategi, dan semangat pantang menyerah. Nilai-nilai tersebut dinilai sejalan dengan upaya membangun generasi muda yang produktif dan berdaya saing. 

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Kapolres Gresik Esports Competition 2026 dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 secara resmi saya nyatakan dibuka,” ucapnya yang disambut tepuk tangan meriah dari para undangan dan peserta.

Kapolres juga berpesan kepada seluruh peserta agar bertanding dengan penuh semangat, menjaga etika, serta menjunjung tinggi sportivitas selama kompetisi berlangsung. Ia berharap kompetisi yang digelar selama dua hari tersebut dapat melahirkan atlet-atlet esports berbakat yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Gresik di tingkat yang lebih tinggi.

Melalui penyelenggaraan Kapolres Gresik Esports Competition 2026, Polres Gresik tidak hanya memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80, tetapi juga memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung perkembangan olahraga digital yang semakin diminati generasi muda.

Kapolres Gresik Esports Competition 2026 diharapkan menjadi momentum lahirnya bibit-bibit atlet esports potensial sekaligus mempererat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi langkah Polres Gresik yang menghadirkan kompetisi esports sebagai bagian dari peringatan Hari Bhayangkara. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarkomunitas esports dan generasi muda di Kabupaten Gresik.

“Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara, kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi bagi komunitas esports. Mudah-mudahan seluruh peserta merasa senang dan kompetisi ini berjalan sukses hingga akhir,” ujarnya.

Ia menilai Kabupaten Gresik memiliki banyak talenta muda di bidang esports yang berpotensi meraih prestasi lebih tinggi di tingkat regional maupun nasional. “Kami melihat banyak bakat esports di Gresik. Turnamen ini bisa menjadi langkah awal untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah,” pungkasnya. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Meriah Pembukaan Kapolres Gresik Esports Competition 2026, AKBP Ramadhan : Momentum Lahirkan Bibit Atlet Esports Nasional  Selengkapnya

Wabup Gresik Dorong Link and Match Vokasi-Industri untuk Buka Peluang Kerja Lebih Luas di Gresik

GRESIK,1minute.id – Kabupaten Gresik, salah satu daerah industri terbesar di Jawa Timur terus memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mendorong pengembangan ekosistem vokasi yang mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal.

Upaya tersebut diperkuat melalui Workshop Pengembangan Ekosistem Vokasi Berbasis Sinergi Industri dan Dunia Pendidikan sekaligus Monitoring dan Evaluasi Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) Kabupaten Gresik di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 19 Juni 2026. 

Kegiatan tersebut mempertemukan unsur pemerintah daerah, kamar dagang dan industri (KADIN) Gresikk dan Jawa Timur, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), SMK negeri dan swasta, serta perguruan tinggi vokasi untuk memperkuat konsep link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menegaskan, pengembangan pendidikan vokasi menjadi salah satu strategi penting Pemerintah Kabupaten Gresik dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten sekaligus mendukung percepatan penurunan angka pengangguran terbuka dan kemiskinan.

Tantangan pembangunan saat ini, menurut dokter Alif, sapaan, Asluchul Alif tidak hanya berkaitan dengan penyediaan lapangan kerja, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. “Tujuan kami bersama Bupati Gresik jelas, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu caranya adalah memastikan masyarakat memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja sehingga peluang kerja yang tersedia dapat diisi oleh tenaga kerja lokal,” ujarnya.

Alif mengatakan, sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri harus dibangun secara berkelanjutan. Karena itu, keberadaan TKDV diharapkan menjadi wadah koordinasi yang mampu menyatukan berbagai program pengembangan sumber daya manusia, ketenagakerjaan, investasi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ia mengungkapkan, Bupati Gresik mendorong adanya forum komunikasi rutin antara dunia pendidikan dan industri. Pertemuan tersebut diharapkan mampu memastikan kurikulum pendidikan vokasi terus menyesuaikan dengan perkembangan kebutuhan industri yang bergerak cepat. “Dunia pendidikan perlu mengetahui kebutuhan industri secara berkala. Sebaliknya, industri juga perlu terlibat aktif agar lulusan yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan,” tegasnya.

Selain menyiapkan tenaga kerja, Wabup Alif juga mendorong agar pertumbuhan industri memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat melalui penguatan rantai pasok lokal. Menurutnya, kebutuhan industri yang selama ini dipenuhi dari luar daerah dapat menjadi peluang bagi UMKM dan IKM di Kabupaten Gresik.

“Ekosistem ini harus dibangun secara menyeluruh. Tidak hanya menyiapkan tenaga kerja, tetapi juga membuka peluang usaha baru sehingga pertumbuhan industri dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tuturnya.

Wabup Alif menambahkan, kesiapan memasuki dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh kompetensi, tetapi juga kondisi kesehatan dan karakter peserta didik. Ia mendorong sekolah agar aktif memanfaatkan berbagai program pemeriksaan kesehatan bagi siswa sebagai bagian dari persiapan menuju dunia kerja.

Sementara itu, Ketua KADIN Jawa Timur Adik Dwi Putranto menyampaikan bahwa dunia usaha dan dunia industri memiliki peran strategis dalam pengembangan pendidikan vokasi. Menurutnya, industri harus menjadi bagian penting dalam memastikan kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Perubahan teknologi dan kebutuhan industri yang berlangsung cepat membuat dunia pendidikan perlu memperoleh informasi yang akurat mengenai kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja di masa mendatang. “Penyelarasan kurikulum harus berangkat dari kebutuhan nyata industri. Karena itu komunikasi dan kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan dunia usaha harus terus diperkuat,” ujarnya.

Ia mengatakan, keterlibatan industri tidak cukup hanya pada proses rekrutmen, tetapi juga dalam penyusunan kurikulum, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, hingga memberikan pengalaman kerja bagi peserta didik. KADIN Jawa Timur juga mengapresiasi langkah Kabupaten Gresik yang dinilai progresif dalam pengembangan pendidikan vokasi. Gresik menjadi salah satu daerah yang lebih awal membentuk Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) sekaligus menyusun strategi daerah pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Gresik Zainul Arifin menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik terus memperkuat ekosistem vokasi melalui penyusunan strategi daerah pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi. Penguatan tersebut salah satunya diwujudkan melalui Peraturan Bupati Gresik Nomor 91 Tahun 2025 tentang Perencanaan Strategi Daerah Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi di Kabupaten Gresik. Regulasi tersebut menjadi landasan dalam membangun sistem pendidikan dan pelatihan vokasi yang terintegrasi, berkelanjutan, serta selaras dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja.

Melalui strategi tersebut, Pemkab Gresik mendorong penguatan kemitraan antara lembaga pendidikan vokasi dan industri, penyelarasan kurikulum berbasis kompetensi, serta pengembangan sertifikasi kompetensi bagi lulusan vokasi.

Dalam pengembangan kapasitas SDM, Disnaker Gresik menjalankan program Guru Sinau Industri yang diikuti 60 guru SMK untuk memperoleh pengalaman langsung mengenai proses kerja di industri. Program tersebut diharapkan membantu tenaga pendidik memahami perkembangan kebutuhan dunia usaha sehingga pembelajaran di sekolah dapat semakin relevan dengan kebutuhan lapangan kerja.

Pemkab Gresik juga melaksanakan pelatihan berbasis kompetensi yang telah diikuti 450 peserta, dengan 438 peserta dinyatakan kompeten. Ke depan, penguatan sertifikasi kompetensi terus dikembangkan sebagai pendamping ijazah bagi lulusan SMK dan pendidikan vokasi.

“Kami ingin lulusan pendidikan vokasi tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga memiliki sertifikat kompetensi yang menjadi bukti kemampuan sesuai kebutuhan industri,” jelas Kadisnaker. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Wabup Gresik Dorong Link and Match Vokasi-Industri untuk Buka Peluang Kerja Lebih Luas di Gresik Selengkapnya

Happy Ending, Bupati Gresik Beri Bantuan Stimulan Usaha dan Lahan Baru untuk PKL Semambung Driyorejo

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 34 pedagang kaki lima terdampak penataan kawasan di Desa Semambung, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik kini bisa tersenyum. Happy ending. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memberikan bantuan stimulan usaha untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebesar Rp 5 juta per orang atau total Rp 215 juta.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, bantuan tersebut berasal dari kolaborasi sejumlah perusahaan dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Gresik. Ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Gresik untuk memastikan penataan kawasan yang dilakukan demi kepentingan masyarakat umum tetap berjalan seiring dengan keberlangsungan ekonomi warga terdampak. 

“Bantuan stimulan usaha ini akan diserahkan untuk 43 pelaku usaha terdampak penertiban. Masing-masing akan menerima sama senilai Rp 5 juta sebagai langkah nyata pemulihan ekonomi masyarakat pasca relokasi kawasan,” kata Gus Yani, sapaan akrab, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat menyerahkan bantuan secara simbolis di ruang rapat Putri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 18 Juni 2026.

Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Misbahul Munir , Camat Driyorejo Muhammad Amri, Ketua Baznas Gresik  Muhamad Mujib serta sejumlah perwakilan perusahaan di Kecamatan Driyorejo.

Ia melanjutkan, dalam dua bulan terakhir, Pemkab Gresik melakukan pendataan, verifikasi, serta pendampingan terhadap para pelaku usaha terdampak guna memetakan kebutuhan pasca penataan kawasan. Hasil proses tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui kolaborasi dengan sejumlah perusahaan dan Baznas Gresik agar bantuan modal usaha dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada para penerima manfaat.

“Penataan kawasan yang dilakukan pada April 2026 merupakan bagian dari upaya normalisasi saluran dan pengendalian banjir di wilayah Driyorejo dan Wringinanom. Setelah proses tersebut berjalan, Pemkab Gresik berfokus pada langkah-langkah pemberdayaan bagi pelaku usaha terdampak agar dapat kembali mengembangkan usahanya,” harapnya.

Ia menambahkan, sejak proses penataan kawasan dilakukan, Pemkab bersama DPRD Gresik terus membuka ruang komunikasi dengan para pelaku usaha terdampak, guna membahas berbagai kebutuhan pascapenataan, termasuk keberlanjutan usaha dan opsi lokasi berjualan. Bantuan modal usaha yang disalurkan saat ini menjadi salah satu bentuk dukungan untuk membantu pelaku usaha kembali menjalankan aktivitas ekonominya.

“Selain bantuan modal usaha, Pemkab Gresik juga menyediakan lahan aset daerah seluas 1000 meter persegi, saat ini yang akan dimanfaatkan dan dikelola oleh paguyuban PKL Semambung. Dengan kontrak 5 tahun sebagai lokasi usaha dengan skema retribusi 6 bulan awal ada dispensasi dan 6 bulan berikutnya dibayarlah retribusi sesuai angka yang telah disepakati,” terang mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Bupati Gresik Fandi Akhmad yani juga berpesan kepada paguyuban PKL untuk merawat dan menjaga lahan relokasi yang disediakan oleh Pemkab Gresik tersebut secara optimal. “Pentingnya kesadaran kolektif dari PKL maupun paguyuban untuk menjaga kebersihan dan ketertiban agar fasilitas tersebut tetap bersih, nyaman dan aman bagi UMKM maupun pengunjung, “harapnya.

Salah satu penerima manfaat M. Adhim, 42, mengaku bersyukur atas perhatian dan dukungan yang diberikan pemerintah daerah bersama berbagai pihak. Bantuan modal usaha tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk kembali memulai usaha dan menopang perekonomian keluarga. 

“Dampak penertiban kemarin memang berat bagi kami, tetapi dengan adanya bantuan modal dan perhatian dari pemerintah, kami merasa tidak berjalan sendirian. Bantuan stimulan usaha ini akan kami maksimalkan untuk menata kembali modal dagang kami demi menyambung hidup keluarga,” katanya kemudian tersenyum. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Happy Ending, Bupati Gresik Beri Bantuan Stimulan Usaha dan Lahan Baru untuk PKL Semambung Driyorejo Selengkapnya