Ini Sosok Rayyan, Pelukis Kaligrafi Cilik, Karyanya Raih Apresiasi Khattat Internasional 

GRESIK,1minute.id – Kabupaten Gresik memiliki pelukis cilik. Pelukis kaligrafi. Ia bernama M.Rayyan Rabbani. Baru-baru ini, karya siswa SD Nahdlatul Ulama (SD NU) 1 Trate Gresik ini bahkan lolos seleksi pameran Kaligrafi 50 negara. 

Karya siswa kelas 5 ICP ( International Class Program) ini mendapatkan banyak apresiasi dari pelukis kaligrafi internasional. Yakni, kurator yang juga Khattat asal India Mr Gori Yusuf Husain, Ustad Isep Misbah, Dewan Hakim MKQ Nasional 2026 serta Dipo, Direktur pameran Lukisan Kaligrafi dalam rangka MTQ Nasional ke-XXXI di Kota Semarang yang berlangsung 12-18 September 2026 di Ciputra Mall Semarang.

Pameran 50 Negara itu dibuka Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti.

Menurut Muhammad Riyanto, pada 2026 karya anaknya, M. Rayyan Rabbani, ini sudah memperoleh penghargaan dua kali. “Awards dari Ourdream pallet dengan judul karya Sun and Water dan karya unik Kebagiaanmu membuatku tersenyum yang berbentuk palet lukis,” kata Riyanto melalui pesan WhatsApp pada Ahad, 20 September 2026. 

Rayyan, sapaan akrab, M.Rayyan Rabbani adalah siswa kelas 5 ICP SDNU 1 Trate Gresik sekaligus santri Ponpes Roudlotut Tholibin Islamiyah asuhan KH.Chotib Hambari.

Rayyan mengikuti jejak orang tuanya, Muhammad Riyanto juga pelukis kaligrafi Indonesia yang juga lolos kurasi pada pameran Lukisan Kaligrafi dalam rangka MTQ Nasional ke-XXXI DI Kota Semarang.

Dua bulan terakhir ini, aktivitas Rayyan cukup sibuk. Sebab, ia mengikuti sejumlah event pameran lukisan di beberapa kota di Indonesia. Pada Agustus 2026, Rayyan mengikuti pameran di Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Jakarta. Pameran dibuka Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman. 

Kemudian di event ArtJog karya Rayyan berjudul My Truck menarik minat pencinta kaligrafi. “Alhamdulillah setelah lukisanku terjual aku langsung beli peralatan cat dan kanvas buat karyaku ke depan,” kata Riyanto menirukan ucapan Rayyan. 

Rayyan terus berproses. Pencinta kaligrafi menunggu ide-ide goresan tangan dari siswa kelas 5 ICP SDNU 1 Trate Gresik ini. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Ini Sosok Rayyan, Pelukis Kaligrafi Cilik, Karyanya Raih Apresiasi Khattat Internasional  Selengkapnya

Jargas 7.363 SR di Menganti, Gresik Siap Layani Warga

GRESIK,1minute.id – Pembangunan jaringan gas bumi (Jargas) untuk rumah tangga di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik rampung. 100 persen. Ada 7.363 Sambungan Rumah (SR) tersebar di enam desa, yakni Domas, Bringkang, Boteng, Putatlor, Gadingwatu, dan Sidojangkung, dan kini menunggu pengoperasian.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan, terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia atas dukungan program sambungan Jargas gratis bagi masyarakat Menganti. Menurutnya, program tersebut diusulkan Pemkab Gresik karena kebutuhan energi masyarakat dan aktivitas UMKM di wilayah tersebut cukup besar.

“Kita mengusulkan ini karena ingin menghemat biaya masyarakat. Penggunaan LPG tabung dikonversi menjadi gas alam yang tarifnya lebih murah,” ujar Fandi Akhmad Yani saat mendampingi Kepala Staf Presiden Dudung Abdurachman dmengecek kesiapan Jargas di Desa Domas pada Jumat, 18 September 2026.

Menganti, kata Bupati Yani, memiliki banyak UMKM yang membutuhkan energi untuk produksi, mulai dari usaha kecambah di Desa Hulaan, pemotongan ayam di Desa Mboro, hingga industri logam di Laban.

“Terutama bagi UMKM. Mereka sangat membutuhkan gas untuk kegiatan produksi. Lebih efektif dan lebih murah menggunakan jaringan gas ini,” kata mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Ia berharap Jargas segera dioperasikan dengan tarif yang terjangkau dan disosialisasikan secara jelas kepada masyarakat. Pemkab Gresik juga mendorong agar pengembangan jaringan dapat dilanjutkan ke desa-desa lainnya.

“Dua atau tiga tahun lalu kita membangun di Kecamatan Cerme, sekarang bergeser ke Menganti. Mudah-mudahan kita bisa mengajukan lagi untuk desa yang lain,” ujarnya.

Ia menambahkan, dukungan Pemkab Gresik telah diberikan sejak proses pembangunan, termasuk perizinan karena jaringan melintasi jalan kabupaten, dukungan sarana prasarana, serta sosialisasi bersama pemerintah desa. “Ini sudah kita lakukan, tinggal operasionalnya,” tutur Bupati Yani.

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengatakan, peninjauan tersebut merupakan bagian dari pengawalan program prioritas nasional, khususnya dalam mendorong kemandirian energi dan mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor.

Secara nasional, pembangunan Jargas 2025-2026 ditargetkan mencapai 119.379 sambungan rumah di 15 kabupaten/kota. Untuk Gresik, jaringan yang dibangun mencapai 7.363 SR.

Dudung mengatakan sejumlah persyaratan yang sebelumnya menjadi bagian dari proses menuju pengoperasian telah diselesaikan, termasuk persetujuan lingkungan dan rekomendasi teknis. Ia mendorong percepatan penetapan badan usaha pengelola, perizinan niaga gas, kepastian alokasi gas, serta penyiapan tarif yang terjangkau.

“Pembangunan adalah separuh pekerjaan. Separuh lainnya adalah memastikan jaringan ini melayani masyarakat setiap hari,” ujarnya.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Jargas Kementerian ESDM Agung Kuswandono mengapresiasi dukungan Pemkab Gresik dalam pembangunan Jargas, khususnya dalam perizinan dan aspek sosial di masyarakat.

Menurut Agung, Gresik memiliki peluang untuk terus mengembangkan Jargas karena merupakan wilayah penghasil gas dan memenuhi kriteria pengembangan jaringan gas.

“Memungkinkan untuk kita kembangkan lagi. Selain dukungan Pemerintah Daerah yang bagus, Gresik ini penghasil gas dan memenuhi kriteria untuk pengembangan Jargas,” ujarnya.

Sebelum pembangunan tahap ini, jaringan gas di Kabupaten Gresik telah mencapai 10.895 SR yang tersebar di Kecamatan Cerme, Gresik, Manyar dan Kebomas. Pemkab Gresik juga telah mengusulkan perluasan potensi pelanggan Jargas di Kecamatan Menganti hingga 14.823 SR kepada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi pada Januari 2026.

Bagi warga, kehadiran Jargas diharapkan memberikan kemudahan sekaligus kepastian akses energi. Salah seorang warga Desa Domas berharap tarif Jargas tetap terjangkau dan infrastruktur mendapat perawatan secara berkelanjutan.

“Dengan adanya gas ini kita merasa lebih ringan. Harapan warga, harganya tetap murah, bukan hanya di awal tetapi seterusnya,” ujarnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Jargas 7.363 SR di Menganti, Gresik Siap Layani Warga Selengkapnya

238 Proyek Konstruksi di Gresik Jadi Sorotan, Pemkab Wajibkan Jaminan BPJS Ketenagakerjaan

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Saat ini ada 238 pekerjaan konstruksi di Kabupaten Gresik yang menjadi perhatian.

Setiap pekerja yang terlibat dalam proyek pemerintah, termasuk yang bekerja melalui penyedia jasa, didorong untuk mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ikhtiar itu dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Akselerasi Universal Coverage Jamsostek melalui Perlindungan Pekerja Jasa Konstruksi dan Mitra OPD bertema “Menguatkan Sinergi Lintas Sektor demi Perlindungan Tenaga Kerja dan Kepatuhan Regulasi di Kabupaten Gresik.”

Sekda: Kepesertaan BPJS Wajib Dipastikan

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman mengatakan, perlindungan jaminan sosial merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah. Karena itu, perlindungan perlu dipastikan tidak hanya bagi pekerja di lingkungan pemerintah daerah, tetapi juga mereka yang terlibat melalui penyedia jasa.

“Kalau ada konstruksi, pekerja dari konstruksi dan pekerja yang terlibat dalam proyek pemerintah melalui penyedia jasa, baik konsultan maupun jasa lainnya, ini penting untuk kita dukung. Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaannya harus dipastikan,” ujar Washil pada Kamis, 17 September 2026.

Menurut Sekda, 238 pekerjaan konstruksi itu mencakup pembangunan jalan poros desa, jalan lingkungan dan jalan kabupaten, sektor perumahan dan kawasan permukiman, pembangunan fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan Pustu, serta sarana pendidikan.

Banyaknya proyek membuat aspek perlindungan pekerja perlu diperhatikan sejak pelaksanaan hingga proses pembayaran kepada penyedia jasa. “Pada tahapan pembayaran pekerjaan konstruksi, kepesertaan pekerja di perusahaan tersebut harus menjadi perhatian dan dipastikan sesuai dengan ketentuan BPJS Ketenagakerjaan,” tegasnya.

Baru 20 dari 50 OPD Daftarkan Pekerja

Selain pekerja konstruksi, perhatian serupa diberikan kepada tenaga outsourcing, tenaga kebersihan, tenaga keamanan, tenaga pendukung pelayanan, serta pekerja yang terlibat dalam proyek pemerintah melalui penyedia jasa lainnya.

Sekda menegaskan, pemenuhan jaminan sosial bukan hanya tugas satu perangkat daerah. “Ini bukan hanya tanggung jawab Dinas Tenaga Kerja atau BKPSDM, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Dari sekitar 50 OPD, baru sekitar 20 OPD yang telah menginformasikan atau mendaftarkan tenaga kerjanya kepada BPJS Ketenagakerjaan. Sekda meminta data segera direkonsiliasi.

Kejar Target 55 Persen di 2026

Upaya memperluas perlindungan sejalan dengan target universal coverage jaminan sosial ketenagakerjaan Kabupaten Gresik 55 persen pada 2026.

Untuk mengejar target, Pemkab juga memperluas kepesertaan dari guru ngaji, marbot, penjaga makam, dan pelaku UMKM. Tambahan kepesertaan dari kelompok tersebut mencapai sekitar 13.942 orang.

“Dalam tiga bulan ke depan, ini akan kita maksimalkan untuk mengejar capaian 55 persen. Kemudian pada 2027 targetnya lebih tinggi lagi, dalam RPJMD berada di angka 59 persen,” ujar Sekda.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Gresik Purwantono mengatakan masih ada sekitar 100.000 tenaga kerja yang perlu diperluas perlindungannya untuk mendukung target 55 persen tersebut. “Harapannya kegiatan ini dapat meningkatkan universal coverage di Kabupaten Gresik,” ujarnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

238 Proyek Konstruksi di Gresik Jadi Sorotan, Pemkab Wajibkan Jaminan BPJS Ketenagakerjaan Selengkapnya

HUT ke-81 PMI di Gresik, Bupati Gus Yani Ajak Kolaborasi Atasi Krisis Air Bersih 

GRESIK,1minute.id – Palang Merah Indonesia (PMI) genap berusia 81 tahun. Di Kabupaten Gresik, peringatan PMI dipusatkan di Lapangan Pusdiklat PMI, Bunder Asri, Kecamatan Kebomas pada Kamis,17 September 2026.

Peringatan dihadiri di antaranya, Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo dan  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Pada kesempatan itu, Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani mengajak berkolaborasi dengan semua stakeholder untuk mengantisipasi dampak musim kemarau, khususnya kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah.

Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, Pemkab Gresik terus memantau laporan masyarakat terkait wilayah yang mengalami kekeringan. Masyarakat dapat menyampaikan informasi melalui kanal pengaduan pemerintah, termasuk Gresik AKAS 112 dan WhatsApp Lapor Gus.

“Beberapa titik sudah memberikan informasi melalui Gresik AKAS 112 maupun Lapor Gus. Salah satunya kemarin di Kecamatan Balongpanggang,” tuturnya.

Menurutnya, kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah telah diantisipasi melalui kolaborasi antara BPBD, PMI, Baznas, serta berbagai unsur masyarakat. Sejumlah partai politik melalui jajaran di tingkat daerah juga turut membantu distribusi air bersih kepada masyarakat.

“Insyaallah kami sudah mempersiapkan kebutuhan air bersih. Ada BPBD, PMI, Baznas, dan teman-teman dari berbagai partai politik yang juga memberikan bantuan air bersih di wilayah Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Ia menyebut, wilayah yang saat ini membutuhkan perhatian antara lain Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang. Sementara beberapa wilayah lain mulai terantisipasi dengan adanya layanan air perpipaan.

Dari sisi anggaran, ia memastikan dukungan untuk penanganan kebutuhan air bersih masih tersedia. Pemkab Gresik juga telah menambah alokasi anggaran melalui perubahan APBD untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat selama musim kemarau.

“Alhamdulillah anggaran masih cukup. Di P-APBD kemarin juga ada tambahan untuk kebutuhan air bersih di musim kemarau ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo menekankan pentingnya kesiapsiagaan relawan dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Ia meminta PMI di kabupaten dan kota memastikan personel dan posko selalu siap serta memperkuat koordinasi dengan BPBD dan instansi terkait.

“Kesiapan relawan harus lebih baik dan lebih handal. Kalau terjadi pengungsian, yang paling utama adalah membantu dapur umum, kemudian evakuasi dan kebutuhan lainnya,” ujar Imam.

Ia juga mengingatkan masyarakat dan relawan untuk mengikuti informasi resmi BMKG terkait perkembangan cuaca dan potensi bencana. “Kesiapan relawan dan kesiapan anggota kita harus selalu siap. Kita bersama-sama dengan instansi terkait dan BPBD akan bisa bergerak bersama-sama,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

HUT ke-81 PMI di Gresik, Bupati Gus Yani Ajak Kolaborasi Atasi Krisis Air Bersih  Selengkapnya

Wabup Alif : Agen Perlinsos Harus Objektif, Jangan Sampai Warga Miskin Tak Masuk Data

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mulai menyiapkan pelaksanaan Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital. Program anyar ini akan melibatkan masyarakat dalam proses pendataan penerima bantuan sosial.

Gagasan ini dibahas dalam rapat koordinasi Program Perlindungan Sosial Digital di Ruang Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 16 September 2026.  Program yang mendorong transformasi bantuan sosial melalui data yang lebih terintegrasi, akses yang lebih mudah, serta penyaluran yang lebih tepat sasaran bagi masyarakat rentan.

Tahap awal dimulai dari pembentukan agen Perlinsos yang berasal dari berbagai unsur yang dekat dengan masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, kader, pendamping sosial, aparatur pemerintah daerah, serta mitra yang telah memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengatakan, keterlibatan organisasi kemasyarakatan dipilih karena sejumlah organisasi memiliki jaringan dan struktur hingga tingkat bawah. Jaringan tersebut dinilai dapat membantu pemerintah menjangkau warga yang selama ini belum masuk dalam data perlindungan sosial.

“Kami berharap agen yang dipilih benar-benar memiliki rasa tanggung jawab dan memahami kondisi masyarakat di lingkungannya. Jangan sampai warga yang memang membutuhkan justru belum masuk data,” kata dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Menurutnya, agen Perlinsos nantinya memiliki dua peran utama, yakni membantu mendaftarkan masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial dan menjalankan mekanisme sanggah terhadap penerima bantuan yang dinilai sudah tidak memenuhi syarat. Kedua tugas tersebut memang tercantum sebagai kewenangan agen dalam materi program Perlinsos Digital.

Wabup Alif menegaskan, mekanisme tersebut bukan untuk menggantikan jalur pendataan formal pemerintah, melainkan melengkapinya melalui partisipasi masyarakat. Pemerintah desa, kecamatan, Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta instansi terkait tetap menjalankan kewenangannya sesuai prosedur.

“Prinsipnya harus objektif, bukan subjektif. Agen bukan penentu kelayakan penerima bantuan. Agen membantu pendataan, memberikan informasi, mendampingi masyarakat, dan menyampaikan sanggahan sesuai mekanisme,” ujarnya.

Ia juga meminta agen tidak menarik pungutan maupun menjanjikan bantuan kepada masyarakat. Edukasi dan pendampingan menjadi bagian penting agar masyarakat memahami proses Perlinsos Digital dan dapat mengikuti prosedur secara benar.

Ia mengatakan, perbaikan data menjadi penting karena jumlah masyarakat yang masuk dalam kelompok Desil 1 sampai Desil 4 di Gresik mencapai 168.909 keluarga atau 530.455 jiwa. Sementara pada periode Juli–September 2026, penerima PKH tercatat 47.048 keluarga dan penerima sembako sebanyak 64.695 keluarga.

“Yang ingin kita lakukan adalah memperbaiki data bersama-sama. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Kami meminta kolaborasi seluruh pihak agar data kemiskinan semakin akurat dan bantuan sosial semakin tepat sasaran,” ungkapnya.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Gresik Ummi Khoiroh mengatakan, rapat koordinasi tersebut sekaligus menjadi langkah awal pembentukan tim pelaksana Perlinsos lintas perangkat daerah dan agen Perlinsos di tingkat masyarakat.

Kabupaten Gresik termasuk dalam 114 kabupaten/kota yang menjadi lokasi tahap kedua uji coba Perlinsos Digital. Program tersebut merupakan pengembangan dari uji coba tahap awal yang melibatkan sejumlah daerah di Indonesia.

“Output yang kami harapkan adalah terbentuknya tim pelaksana lintas OPD dan agen Perlinsos. Melalui agen inilah masyarakat yang membutuhkan dapat dibantu untuk masuk dalam proses pendataan dan pengusulan bantuan sosial,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan partisipatif tersebut diharapkan membuat proses pendataan lebih dekat dengan kondisi riil masyarakat. Terlebih, target Perlinsos Digital mencakup keluarga rentan dan berpenghasilan rendah, warga yang belum terdaftar IKD, penerima bantuan sosial yang tidak lagi memenuhi kriteria, serta warga miskin yang belum memiliki IKD.

Tahapan selanjutnya akan mencakup pembentukan tim percepatan pendataan penduduk miskin, peningkatan pendaftaran IKD melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, sosialisasi kepada masyarakat, serta bimbingan teknis bagi para agen. Materi rapat menempatkan pembentukan tim pada September dan bimbingan teknis agen pada Oktober.

Melalui skema tersebut, Pemkab Gresik berharap partisipasi masyarakat dapat menjadi penguat bagi sistem perlindungan sosial yang sudah berjalan. Tujuannya bukan sekadar menambah jumlah data, tetapi memastikan data yang digunakan pemerintah semakin mencerminkan kondisi warga di lapangan sehingga intervensi bantuan dapat diberikan secara lebih tepat. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Wabup Alif : Agen Perlinsos Harus Objektif, Jangan Sampai Warga Miskin Tak Masuk Data Selengkapnya

Hidayah itu Turun, Isa pun Memeluk Agama Islam

GRESIK,1minute.id – Hidayah itu akhirnya datang. Isa, 40 tahun mantap memilih Islam sebagai agama yang diyakininya. Ikrar dua kalimat syahadat lelaki kelahiran Rembang, Jawa Tengah tinggal di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik dilakukan di di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik pada Sabtu,  12 September 2026.

Ikrar mualaf Isa dipimpin Sekretaris MUI Gresik KH. Muhsin Munhamir. Turut hadir Sekretaris Umum MUI Kabupaten Gresik Makmun, dan Anggota Komisi Pemberdayaan Ekonomi Syariah H. Rasyid Rasminto.

Sebelum membimbing Isa mengucapkan dua kalimat syahadat, KH. Muhsin Munhamir menyampaikan nasihat tentang hidayah Allah yang mengantarkan seseorang menuju jalan kebenaran.Kiai Munhamir mengingatkan, bahwa seseorang yang memperoleh petunjuk dari Allah tidak akan ada yang mampu menyesatkannya. Sebaliknya, orang yang disesatkan Allah tidak akan mendapatkan petunjuk dari siapa pun.

“Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barang siapa disesatkan Allah, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk,” tutur Kiai Munhamir.

Menurutnya, keputusan Isa untuk datang ke Kantor MUI Gresik dan mengikrarkan syahadat merupakan bagian dari perjalanan menuju kebaikan, dan mengajak Isa agar menjadikan momentum tersebut sebagai awal untuk terus belajar dan menjalankan ajaran Islam dengan baik.

“Dari hati nurani menuju agama Islam. Langkah panjenengan dari rumah sampai ke sini termasuk bagian dari ibadah,” ujarnya. Kiai Munhamir juga menyampaikan bahwa setiap orang yang mendapatkan hidayah dan kemudian memilih Islam patut disyukuri. Setelah mengucapkan syahadat, seorang mualaf perlu mendapatkan pendampingan agar semakin mengenal ajaran Islam dan mampu menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kiai Munhamir berpesan agar Isa tidak berhenti pada ikrar syahadat, tetapi terus belajar tentang dasar-dasar keislaman, memperkuat ibadah, serta membangun lingkungan pergaulan yang mendukung prosesnya sebagai seorang muslim.

“Semoga setelah ini panjenengan terus belajar, karena menjadi muslim itu bukan hanya mengucapkan syahadat. Kita harus belajar menjalankan ajaran Islam sedikit demi sedikit,” pesan Kiai Munhamir.

Sementara itu, Isa mengungkapkan bahwa keputusan memeluk Islam lahir dari keyakinan pribadi. Ia menyampaikan tidak ada pihak yang memaksanya untuk memilih Islam. “Yang mendasari saya memilih Islam adalah dari hati nurani saya yang paling terdalam memilih agama Islam,” ungkap Isa.

Ia juga menyampaikan bahwa keyakinannya semakin kuat setelah menemukan pemahaman yang menurutnya memberikan jawaban atas pencarian keagamaannya. Isa menyebut salah satu ayat dalam Al-Quran yang menjadi bagian dari proses tersebut.

“Tidak ada paksaan untuk masuk agama Islam. Saya mendapatkan kebenaran di Surat Al-A’raf ayat 25,” katanya. Setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, Isa mengaku merasakan kebahagiaan. Ia berharap dapat menjalani kehidupan barunya sebagai seorang muslim dengan baik dan meminta doa agar diberikan kekuatan dalam mempelajari serta mengamalkan ajaran Islam.

“Rasanya begitu bahagia. Saya juga minta doanya, semoga bisa menjadi muslim yang baik,” ujar Isa. Momentum ikrar tersebut menjadi awal perjalanan Isa untuk mengenal Islam lebih dalam. Dengan bimbingan dan dukungan lingkungan sekitarnya, ia diharapkan dapat menjalani kehidupan sebagai muslim dengan keyakinan, ketekunan, dan terus meningkatkan pemahaman terhadap ajaran agama. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Hidayah itu Turun, Isa pun Memeluk Agama Islam Selengkapnya

Tambah Pasokan dari Smelter Manyar, Petrokimia Gresik dan Freeport Jaga Keberlanjutan Pupuk Nasional

GRESIK, 1minute.id – PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), bersama MIND ID dan PT Freeport Indonesia (PTFI) memperkuat sinergi penyediaan bahan baku pupuk untuk menjaga keberlanjutan produksi dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Penguatan sinergi tersebut dilakukan melalui rencana peningkatan pasokan asam sulfat dari Smelter Manyar PTFI dibahas dalam pertemuan ketiga perusahaan di Kantor MIND ID, Jakarta pada Rabu, 9 September 2026.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menyampaikan, Petrokimia Gresik saat ini telah memiliki kerja sama dengan PTFI terkait penyediaan dan penyerapan asam sulfat dari PTFI Smelting untuk periode 2026–2028. Seiring telah beroperasinya Smelter Manyar PTFI, kedua perusahaan terus mematangkan rencana peningkatan kerja sama melalui tambahan pasokan bahan baku tersebut.

“Asam sulfat merupakan salah satu bahan baku utama Petrokimia Gresik selain gas alam. Karena itu, kepastian dan keandalan pasokannya sangat penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pupuk. Tambahan pasokan dari dalam negeri akan semakin memperkuat keandalan produksi pupuk nasional, terutama untuk memenuhi penugasan pemerintah dalam penyediaan Pupuk,” ujar Daconi.

Asam sulfat digunakan dalam rantai produksi sejumlah produk pupuk Petrokimia Gresik, antara lain NPK, SP-36, dan ZA. Karena itu, kepastian pasokan bahan baku tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan operasional dan kontinuitas produksi pupuk untuk mendukung produktivitas pertanian serta ketahanan pangan nasional.

Berdasarkan hasil pembahasan dalam pertemuan tersebut, Petrokimia Gresik dan PTFI akan menindaklanjuti dan mengupayakan tambahan pasokan asam sulfat dari Smelter Manyar secara bertahap. Selain tambahan pasokan dari Smelter Manyar, Petrokimia Gresik dan PTFI juga membahas keberlanjutan pasokan asam sulfat dari PTFI Smelting.

Penguatan sumber pasokan dari dalam negeri tersebut diharapkan semakin meningkatkan ketahanan rantai pasok bahan baku Petrokimia Gresik. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari mitigasi risiko disrupsi rantai pasok global, termasuk yang dapat dipengaruhi oleh dinamika dan ketegangan geopolitik, sehingga kontinuitas produksi pupuk untuk mendukung ketahanan pangan nasional dapat tetap terjaga.

Daconi menambahkan, kolaborasi Petrokimia Gresik, MIND ID, dan PTFI juga mencerminkan sinergi antarsektor industri dalam memperkuat ekosistem hilirisasi nasional. Produk hasil hilirisasi mineral PTFI dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bagi industri pupuk yang memiliki peran strategis dalam mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan Indonesia.

Upaya peningkatan sinergi tersebut turut mendapat dukungan MIND ID yang akan memfasilitasi koordinasi tindak lanjut kerja sama PTFI dan Petrokimia Gresik. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong sinergi antar-BUMN, optimalisasi pemanfaatan produk hasil hilirisasi mineral, serta keberlanjutan industri pupuk nasional.

“Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana hilirisasi mineral di dalam negeri dapat memberikan manfaat bagi sektor strategis lainnya. Bagi Petrokimia Gresik, sinergi ini memperkuat keandalan pasokan bahan baku sekaligus meningkatkan ketahanan rantai pasok di tengah dinamika global. Pada akhirnya, kolaborasi ini diharapkan semakin memperkuat industri nasional, mendukung produktivitas pertanian, dan menjaga ketahanan pangan Indonesia,” pungkas Daconi. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Tambah Pasokan dari Smelter Manyar, Petrokimia Gresik dan Freeport Jaga Keberlanjutan Pupuk Nasional Selengkapnya

Satu Peta, Satu Data: Pemkab Gresik Ajak Perusahaan Perkuat Intervensi Air Bersih dan Sanitasi

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik mendorong penanganan akses air minum dan sanitasi dilakukan secara lebih terarah melalui kolaborasi pemerintah, perusahaan, komunitas, dan organisasi masyarakat sipil. 

Salah satu langkahnya adalah menyatukan data kebutuhan, memetakan wilayah prioritas, hingga memastikan intervensi berjalan sampai tahap pengawasan. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman saat menghadiri Stakeholder Forum dan Sharing Session 2 Program Peningkatan Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak  oleh Cempaka Foundation di Hotel Aston Gresik pada Kamis, 10 September 2026.

Mengusung tema “Merangkai Kolaborasi, Menuju Kabupaten Gresik Layak Air Bersih dan Sanitasi”, forum tersebut mempertemukan pemerintah daerah dengan sejumlah perusahaan, forum CSR, serta organisasi yang selama ini bergerak dalam isu air, sanitasi, kesehatan, dan lingkungan.

Sekda Washil mengatakan, pemerintah daerah memiliki kewenangan, sumber daya manusia, serta anggaran untuk menangani persoalan infrastruktur dasar. Namun, kebutuhan di lapangan cukup besar sehingga penyelesaiannya membutuhkan keterlibatan banyak pihak. “Anggaran pemerintah daerah tidak mungkin menyelesaikan semuanya sendiri. Karena itu, kolaborasi menjadi penting, terutama dengan perusahaan melalui program CSR, untuk mempercepat penuntasan persoalan air bersih dan sanitasi,” ungkap Sekda Washil.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur air minum dan sanitasi tidak berhenti pada pembangunan fisik. Keberlanjutan layanan, kualitas air, distribusi, pengelolaan limbah, hingga perubahan perilaku masyarakat juga harus menjadi bagian dari intervensi.

Dampaknya pun tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan infrastruktur. Akses air minum dan sanitasi yang layak berhubungan langsung dengan kesehatan masyarakat, pencegahan stunting, pengurangan kemiskinan, kualitas lingkungan, serta produktivitas masyarakat. “Jangan sampai setelah infrastrukturnya dibangun kemudian selesai. Kita harus memastikan layanan, kualitas, distribusi, dan pengelolaannya berjalan dengan baik,” ujarnya.

Washil menyebut tantangan Gresik cukup kompleks karena karakter wilayahnya beragam. Kabupaten Gresik memiliki kawasan perkotaan, industri, pesisir, perdesaan, pertanian, perikanan, hingga kawasan yang berkembang pesat. Karena itu, pendekatan penanganan air minum dan sanitasi tidak bisa diseragamkan untuk seluruh wilayah.

Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Gresik, capaian akses sanitasi aman di Kabupaten Gresik pada 2025 baru mencapai 2,69 persen dari 11.787 rumah tangga, sementara target dalam RPJMD 2025-2029 mencapai 23,41 persen.

Pada sektor air minum, capaian akses disebut berada pada angka 45,07 persen dari target 78,81 persen. Kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat kesenjangan yang membutuhkan intervensi bersama. “Sanitasi aman ini penting untuk kita kolaborasikan bersama. Begitu juga dengan air minum. Masih ada deviasi yang harus kita maksimalkan,” tuturnya.

Karena itu, Pemkab Gresik mendorong dibangunnya pendekatan berbasis satu peta, satu data, dan satu intervensi. Data dari perangkat daerah diharapkan dapat dipadukan untuk mengetahui wilayah yang sudah terlayani, wilayah yang belum terlayani, serta kebutuhan intervensi di masing-masing kawasan.

Pemetaan tersebut nantinya juga dapat menjadi dasar bagi perusahaan dalam menentukan lokasi program CSR. Dengan begitu, dukungan perusahaan tidak berjalan sendiri, tetapi dapat diarahkan ke wilayah yang memiliki kebutuhan paling mendesak dan selaras dengan prioritas pembangunan daerah. “Harapannya ada data yang bisa disatukan, kemudian ada skala prioritas yang bisa kita tangani bersama, dan implementasinya bisa dikawal sampai pengawasan,” ujarnya.

Sekda Washil juga menekankan pentingnya aspek perubahan perilaku. Menurutnya, persoalan sanitasi tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan septic tank, jaringan perpipaan, atau instalasi pengolahan air limbah. Kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah domestik dan menjaga lingkungan sehat juga menjadi bagian penting dari keberhasilan program.

Ia mencontohkan pengalaman pembangunan IPAL komunal di Gresik yang pada awalnya menghadapi penolakan masyarakat. Setelah masyarakat memahami risiko sanitasi yang tidak aman terhadap lingkungan dan kesehatan, penerimaan terhadap pembangunan IPAL komunal meningkat.

Pengalaman tersebut, kata Washil, menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan edukasi. Infrastruktur yang tersedia akan lebih berkelanjutan apabila masyarakat memahami manfaat sekaligus terlibat dalam pengelolaannya.

Sementara itu, Direktur Cempaka Foundation Sarifudin Lathif mengatakan forum tersebut merupakan kelanjutan dari kolaborasi yang telah dibangun sebelumnya. Cempaka Foundation sendiri telah menjalankan program terkait akses air bersih dan sanitasi di Gresik sejak 2021, termasuk bersama sejumlah mitra.

Menurut Sarifudin, hingga saat ini terdapat sejumlah desa di wilayah Manyar dan Bungah serta kawasan perkotaan Gresik yang menjadi lokasi intervensi program. Program tersebut antara lain mencakup dukungan sambungan rumah dan pengembangan model pengelolaan air berbasis masyarakat.

Salah satu yang dikembangkan adalah model master meter di Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar. Model tersebut memungkinkan masyarakat melalui kelompok pengelola air untuk mengelola layanan secara lebih mandiri dan berkelanjutan. “Masalah yang kita hadapi bukan hanya ketersediaan sumber air, tetapi juga infrastruktur jaringan pipanya. Itu yang perlu kita diskusikan bersama,” kata Sarifudin.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, perusahaan, forum CSR, dan organisasi masyarakat sipil diperlukan untuk memperluas penerima manfaat layanan air minum sekaligus memperkuat pengelolaan sanitasi.

Dalam forum tersebut, Cempaka Foundation juga menghadirkan sejumlah mitra dan pemangku kepentingan untuk berbagi pengalaman serta membuka peluang kolaborasi, termasuk dari sektor industri dan forum CSR.

Sarifudin berharap forum tersebut tidak berhenti sebagai ruang berbagi gagasan. Pemetaan kebutuhan yang lebih jelas diharapkan dapat menghasilkan kerja sama yang konkret sehingga semakin banyak masyarakat Gresik memperoleh akses air minum dan sanitasi yang layak. “Kolaborasi ini diharapkan bisa mempercepat dan memperkuat posisi penting Kabupaten Gresik untuk memenuhi kebutuhan dasar air dan sanitasi,” ujarnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Satu Peta, Satu Data: Pemkab Gresik Ajak Perusahaan Perkuat Intervensi Air Bersih dan Sanitasi Selengkapnya

Wabup Gresik Lepas Tim Robotik Bawah Air, Siti Busyro UMG, Finalis Kontes Kapal Indonesia Nasional ke Bengkalis, Riau

GRESIK,1minute.id – Tim Siti Busyro, Finalis Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2026 Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) berangkat menuju Bengkalis, Riau pada Kamis, 10 September 2026. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif melepas Tim Siti Busyro dari Program Studi Teknik Konstruksi Perkapalan, Fakultas Teknik UMG ini dari kantor Bupati Gresik di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

KKI Nasional ke-12 ini  diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dit Belmawa), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek)

Wabup Asluchul Alif mengapresiasi Tim Siti Busyro UMG yang berhasil menembus babak final Kontes Kapal Indonesia. Menurutnya, pencapaian ini membuktikan bahwa kualitas pemuda dan iklim akademis di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik mampu bersaing di kancah nasional, khususnya dalam penguasaan teknologi maritim dan robotika bawah air. 

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik, saya berharap prestasi ini dapat menjadi pemantik motivasi bagi generasi muda lainnya di Gresik untuk terus berinovasi dan mengharumkan nama daerah,” kata dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif.

Wabup Alif berpesan kepada Tim Siti Busyro untuk selalu menjaga kekompakan tim dan saling mendukung satu sama lain di sepanjang jalannya kompetisi. Menurutnya, harmoni dan soliditas antar anggota adalah kunci utama dalam menghadapi tekanan kompetisi tingkat nasional. 

“Keberhasilan menembus babak final ini memiliki nilai tersendiri buat adik-adik karena nantinya akan bersaing langsung dengan jajaran universitas bonafit dan ternama di Indonesia. Saya berharap agar seluruh anggota tim tetap semangat, tidak merasa minder, dan selalu menjaga fokus demi membawa pulang hasil terbaik,” tuturnya.

“Selain itu, jaga sportifitas karena kalian membawa nama almamater Universitas Muhammadiyah Gresik dan Pemerintah Kabupaten Gresik di kancah Nasional,” Ia melanjutkan.

Di tempat sama, Rektor UMG Khoirul Anwar mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Dikatakan pelepasan ini menjadi simbol dukungan penuh pemerintah terhadap inovasi teknologi maritim oleh generasi muda Gresik. Selain itu, mendorong untuk menjadi program unggulan dalam produk salah satunya robotik bawah air yang saat ini akan mengikuti kontes di Kabupaten Bengkalis Riau. 

“Tim Siti Busyro akan bertanding pada kategori Remotely Operated Vehicle (ROV). ROV ini merupakan teknologi bagaimana kapal bisa menyelam dengan keseimbangan dan kembali ke permukaan,” terangnya. 

Pihaknya menambahkan, kompetitor dalam babak final nanti dinilai cukup berat. Hal itu karena di antara para finalis itu ada kompetitor dari 18 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 5 Perguruan Tinggi Swasta (PTS). PTN di antaranya, Institut Teknologi 10 Nopember  Surabaya (ITS), Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Universitas Brawijaya (UB) Malang, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan Universitas Indonesia (UI) Jakarta.

Sedangkan, PTS antara lain, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). “Ini merupakan mailstone penting dalam mewujudkan Prodi Teknik Konstruksi Perkapalan UM Gresik sebagai pusat pengembangan robotik bawah air,” ungkap Khoirul Anwar.

Tim Siti Busyro UMG berangkat ke ajang nasional ini melalui jalur darat. Rombongan berjumlah 13 orang. Rinciannya, 10 mahasiswa, 2 dosen pendamping dan 1 orang tua mahasiswa Politeknik Bengkalis asal Surabaya. Mereka naik mobil niaga serta kendaraan angkutan serba guna Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik. 

Turut menyaksikan pemberangkatan anak-anak muda ke Bengkalis, Riau yakni Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Gresik Awang Djohan Bachtiar, Kepada Prodi Teknik Konstruksi Perkapalan selaku Ketua Tim Hadi Suroso, Dekan Fakultas Teknik UMG Misbah serta Tim ROV Siti Busyro UM Gresik.

Koordinator Lapangan (korlap) Yusa Ali mengatakan, perjalanan bakal ditempuh selama 3 hari. ” Mohon doanya semua lancar, selamat dan bisa mengharumkan nama UMG dan Kabupaten Gresik,” kata Yusa Ali yang juga Dosen Program Studi Teknik Konstruksi Perkapalan UMG ini ketika dikonfirmasi wartawan 1minute.id pada Kamis, 10 September 2026. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Wabup Gresik Lepas Tim Robotik Bawah Air, Siti Busyro UMG, Finalis Kontes Kapal Indonesia Nasional ke Bengkalis, Riau Selengkapnya

“Semoga Bisa Kembali Sekolah”, Begini Upaya Kapolres Gresik Pulihkan Mental Anak 14 Tahun

GRESIK,1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution turun langsung memberikan pendampingan kepada bocah perempuan berinisia RA. Anak berusia 14 tahun itu mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosi dan perilakunya.

Perwira dua melati di pundak itu mendatangi rumah anak RA yang tinggal di Desa Banyu Urip, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik pada Rabu, 9 September 2026. Informasi mengenai kondisi RA diterima Polres Gresik dari masyarakat. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan pengalaman traumatis yang dialaminya sejak masa kecil. Terlebih, kedua orang tua RA saat ini telah berpisah sehingga diperlukan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Polres Gresik kemudian berkoordinasi dengan keluarga serta Pondok Rehabilitasi Mental dan Sosial Yayasan Berkas Bersinar Abadi milik Ipda Purnomo untuk mencari langkah penanganan yang tepat bagi RA.

Dengan dukungan Kapolres Gresik, keluarga, serta Ipda Purnomo, RA akhirnya bersedia diajak untuk mendapatkan pendampingan dan penanganan lebih lanjut. “Memang di awal sempat agak marah-marah, mungkin karena traumanya. Namun setelah kami komunikasi dan dibantu keluarga, yang bersangkutan sudah mau kooperatif,” ujar AKBP Ramadhan Nasution.

Selanjutnya, RA diberangkatkan ke Lamongan untuk mendapatkan pendampingan dari Ipda Purnomo. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu RA dalam mengelola kondisi emosionalnya secara bertahap, sehingga nantinya dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

Kapolres Gresik menegaskan bahwa proses pendampingan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan humanis, dukungan keluarga, serta penanganan yang sesuai dengan kebutuhan anak. “Kami berdoa semoga anak ini bisa mendapatkan kesembuhan, bisa kembali sekolah dan melanjutkan pendidikannya. Usianya masih 14 tahun, sehingga masa depannya masih panjang,” tuturnya.

Sementara itu, ibu RA, Sujani, menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Gresik yang telah memberikan perhatian dan membantu proses penanganan terhadap anaknya. “Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Kapolres Gresik yang sudah membantu anak saya, juga kepada Pak Purnomo yang sudah menerima dan membantu mengobati anak saya,” ungkap Sujani.

Kepedulian tersebut menjadi wujud perhatian Polres Gresik terhadap masyarakat, khususnya anak yang membutuhkan perlindungan dan pendampingan. Dengan dukungan berbagai pihak, RA diharapkan dapat melalui proses pemulihan dengan baik, kembali bersekolah, melanjutkan pendidikan, serta meraih masa depan yang lebih baik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

“Semoga Bisa Kembali Sekolah”, Begini Upaya Kapolres Gresik Pulihkan Mental Anak 14 Tahun Selengkapnya