Dari TPA Ngipik untuk Tuban: Gunungan 10 Tahun yang Menunggu Jadi Energi

GRESIK, 1minute.id — Di TPA Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, gunungan sampah setinggi bukit telah menumpuk lebih dari 10 tahun. Bila hujan baunya menyengat, kemarau debunya beterbangan, dan burung kuntul di atasnya. Di kejauhan cerobong pabrik Manyar dan Tuban menjulang menunggu bahan bakar.

Gunungan inilah yang kini diperebutkan menjadi energi.

Sejak 24 Februari 2026, Pemkab Gresik meresmikan Landfill Mining 25 ton per jam. Metode pertama di Kota Industri ini membongkar sampah lama, mencacah, dan mengolahnya menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) — bahan bakar alternatif pengganti batu bara untuk Pabrik Semen Indonesia di Tuban.

Jika tidak dikelola, sampah menjadi beban lingkungan, sosial, bahkan ekonomi. Pengadaan fasilitas melalui APBD Kabupaten Gresik 2025 sebesar Rp 6 miliar bukan sekadar belanja alat. Melainkan investasi jangka panjang untuk kualitas lingkungan dan generasi mendatang.

Sebelumnya hanya 20 ton per hari yang bisa diolah sejak 2023. Kini targetnya menghabiskan warisan dekade lalu.

Hampir sepekan ini mesin kadang hidup kadang mati, ada manusia yang menggantungkan hidupnya. Pak Ali, 70, pemulung asal Malang, hampir 35 tahun hidup dari Ngipik. Ia tinggal di bedeng triplek di tepi TPA. Setiap hari memungut plastik, kain, kayu — bahan baku RDF. Saat mesin hidup, ia bernapas lega. Saat mati, ia duduk di depan pintu bedeng, menunggu.

“Nek sregep yo oleh akeh. Iso kirim uang nang istri dan anak di Malang. Kalau mati, ya menunggu,” katanya pelan.

Truk-truk kuning tetap hilir mudik. Sampah baru terus datang, truk keluar TPA setelah bongkar muatan. Gunungan lama belum habis, gunungan baru terus tumbuh.

Di sinilah Swasembada Energi itu nyata: bukan di ruang rapat, tapi di atas gunungan sampah yang diolah menjadi energi, oleh tangan seperti Pak Ali. RDF dari Ngipik adalah bioenergi — pilar swasembada energi dalam negeri. Dari gunungan sampah Gresik untuk energi Tuban.

Berikut Foto Cerita Swasembada Energi :

FOTO 1 : Truk sampah keluar dari TPA Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Sabtu, 17 Oktober 2026. Setelah membongkar sampah, truk keluar membawa residu. Di lokasi ini sampah lama gunungan 10 tahun diolah menjadi bioenergi. ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id )
FOTO 2  : Arsip April 2023 – Seorang pemulung memilah sampah di atas gunungan TPA Ngipik, Gresik. Fraksi plastik dan kain yang ia kumpulkan menjadi bahan baku Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bioenergi pengganti batu bara. Gunungan ini menumpuk lebih dari 10 tahun. ( Foto : Arsip Chusnul Cahyadi/1minute.id )
FOTO 3 : Fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di TPA Ngipik, Gresik, Sabtu, 17 Oktober 2026. Terlihat papan SOP dan pengelolaan sampah dari sumber untuk mendukung standar keselamatan kerja pengolahan sampah menjadi energi. ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id )
FOTO 4 : Fasilitas Landfill Mining 25 ton per jam di TPA Ngipik, Gresik, Sabtu, 17 Oktober 2026. Terlihat unit shredder, trommel screen di atas trailer, dan conveyor hijau. Fasilitas senilai APBD Rp 6 miliar ini mengolah sampah lama menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) untuk Semen Indonesia di Tuban, mengurangi ketergantungan energi fosil impor dan mendukung target zero emisi. ( Foto  : Chusnul Cahyadi/ 1minute.id )
FOTO 5 : Pak Ali ,70, duduk di depan bedengnya di TPA Ngipik, Gresik, Sabtu, 17 Oktober 2026.  Pemulung asal Malang ini sudah hampir 35 tahun menggantungkan hidup dari sampah Ngipik. Saat mesin RDF hidup, ia bisa mengirim uang ke anak dan istri di Malang. Saat mati, ia menunggu. ( Foto : Chusnul Cahyadi/ 1minute.id  )

Editor : Chusnul Cahyadi 

Dari TPA Ngipik untuk Tuban: Gunungan 10 Tahun yang Menunggu Jadi Energi Selengkapnya

Gresik Bersholawat: Cuaca Panas, Hati Sejuk, Gus Yani Ajak Masyarakat Perkuat Doa dan Kebersamaan

GRESIK, 1minute.id – Ribuan jemaah memadati halaman Kantor Bupati Gresik pada Kamis malam, 15 Oktober 2026. Mereka datang dari berbagai daerah, seperti Gresik, Lamongan, Sidoarjo, hingga Surabaya.

Kedatangan mereka untuk ngalap berkah dalam acara Gresik Bersholawat bersama Habib Ali Zainal Abidin Assegaf bersama Majelis Taklim dan Sholawat Az-Zahir dari Pekalongan dan KH. Ahmad Anwar Zahid, Pengasuh Pondok Pesantren Sabilunnajah Bojonegoro.

Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Asluchul Alif, bersama jajaran Forkopimda juga hadir berzikir dan bersholawat. Lantunan selawat membuat cuaca Gresik yang mencapai 37-40 derajat terasa sejuk di hati para jemaah.

Kegiatan religi ini menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW, serta memanjatkan doa bagi keberkahan dan keselamatan masyarakat.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan tawasul, kemudian dilanjutkan dengan bacaan selawat yang dipimpin Habib Ali Zainal Abidin Assegaf bersama Majelis Taklim dan Sholawat Az-Zahir. Jamaah terlihat khusyuk mengikuti setiap lantunan pujian kepada Nabi Muhammad SAW.

Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang akrab disapa Gus Yani, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran para alim ulama, tokoh masyarakat, serta seluruh jamaah.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada seluruh jamaah dan elemen masyarakat yang telah hadir. Semoga majelis sholawat ini semakin mempererat kekompakan kita serta menambah kecintaan kita kepada junjungan Nabi Agung Muhammad SAW,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Gresik. Gus Yani juga mengajak jemaah untuk bersama-sama memanjatkan doa agar daerah senantiasa dalam lindungan Allah SWT, dijauhkan dari musibah, serta diberikan kemakmuran dan kesejahteraan.

“Mudah-mudahan Gresik senantiasa diberi keberkahan oleh Allah SWT, dijauhkan dari segala musibah dan bencana, serta doa-doa kita dikabulkan. Semoga hujan segera turun dan menjadi pembawa keberkahan, serta seluruh jamaah yang hadir diberikan rezeki yang melimpah dan barokah,” tambahnya.

Selain mendoakan Kabupaten Gresik, Gus Yani mengajak masyarakat menunjukkan kepedulian kepada daerah lain yang tengah menghadapi musibah.

“Mari kita selipkan doa agar musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta berbagai bencana lain di daerah lain dapat segera teratasi,” ajaknya.

Setelah selawat dan doa, acara dilanjutkan tausiyah oleh KH. Ahmad Anwar Zahid. Dengan gaya khas yang diselingi humor, Gus Anzaq mengajak jamaah menjadikan kebaikan sebagai landasan hidup.

“Tugas utama kita adalah menjadi orang baik. Dalam menjalani seluruh aktivitas kehidupan ini, mari kita niatkan yang baik, ucapkan yang baik, pikirkan yang baik, dan kerjakan yang baik. Insyaallah, dunia dan akhirat akan membawa kebaikan,” pesannya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kerendahan hati dan tidak menyombongkan harta, ilmu, maupun jabatan. Menurutnya, segala sesuatu yang dimiliki manusia merupakan titipan Allah SWT.

“Manusia itu aslinya tidak punya apa-apa. Kita lahir tidak membawa apa-apa dan nanti akan kembali tidak membawa apa-apa. Semua milik Allah. Kalau ada orang yang merasa memiliki atau menyombongkan hartanya, itu aneh. Mari kita berlomba-lomba membuat cerita hidup yang baik melalui amal saleh,” tuturnya.

Selain menjadi sarana ibadah dan silaturahmi, Pemkab Gresik memberikan doorprize 2 unit sepeda motor matik kepada jemaah.

Bagi masyarakat yang tidak dapat hadir langsung, Pemkab Gresik menyediakan siaran langsung melalui kanal YouTube resmi Pemkab Gresik.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan, kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta ikhtiar bersama untuk mewujudkan Kabupaten Gresik yang aman, damai, dan penuh keberkahan dapat terus terjaga. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Gresik Bersholawat: Cuaca Panas, Hati Sejuk, Gus Yani Ajak Masyarakat Perkuat Doa dan Kebersamaan Selengkapnya

Dorong Bansos Tepat Sasaran, Gus Yani Kenalkan Portal Perlinsos Digital di Rembuk Akur 2026

GRESIK,1minute.id  – Program Rembuk Akur Warga kembali bergulir. Bertema “Gresik Lebih Baik”, kegiatan tahun 2026 digelar pada Selasa, 13 Oktober 2026 di Gedung Olahraga Raden Kromo Widjojo, Kecamatan Sidayu, Gresik.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani hadir langsung menyapa warga. Dalam sambutannya, Pemkab Gresik mendorong pemerataan bantuan sosial melalui penguatan peran masyarakat dalam mengusulkan dan mengawal penerima manfaat.

Warga diperkenalkan dengan Portal Perlinsos Digital, layanan resmi Kementerian Sosial yang terintegrasi dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Melalui portal ini, masyarakat bisa mendaftar, memantau, hingga mengajukan sanggahan terkait bansos secara mandiri.

Gus Yani – sapaan akrab Bupati Gresik menegaskan, warga akan dilibatkan sebagai agen Perlinsos. Mereka bisa mengusulkan tetangga atau warga sekitar yang dinilai layak menerima bantuan, termasuk bantuan presiden.

“Bapak ibu semua nantinya akan menjadi agen Perlinsos. Panjenengan bisa ikut mengusulkan warga yang membutuhkan bantuan, termasuk untuk bantuan presiden,” ujar Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini

Menurut Gus Yani, kesempatan mengusulkan terbuka untuk semua warga. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, pendataan diharapkan lebih menjangkau kelompok rentan sehingga bansos lebih merata dan tepat sasaran.

Ia menegaskan peran agen Perlinsos bersifat sukarela tanpa honorarium. Ini adalah bentuk gotong royong dan kepedulian sosial.

“Perlu saya tegaskan, menjadi agen Perlinsos ini sifatnya sukarela. Tidak ada imbalan atau honorarium. Ini bentuk kepedulian kita bersama agar masyarakat yang membutuhkan bisa terjangkau bantuan,” tegas Mantan Ketua DPRD Gresik ini. 

Melalui Rembuk Akur Warga 2026, Pemkab Gresik berharap sinergi pemerintah dan masyarakat semakin kuat mewujudkan perlindungan sosial yang transparan, inklusif, dan merata. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Dorong Bansos Tepat Sasaran, Gus Yani Kenalkan Portal Perlinsos Digital di Rembuk Akur 2026 Selengkapnya

Jelang Musim Tanam, Petrokimia Gresik Siapkan 443 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi

GRESIK, 1minute.id  – PT Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak 443.436 ton untuk mengamankan musim tanam Oktober–Maret.

Stok tersebut berada di atas ketentuan “safety stock” yang ditetapkan pemerintah. Langkah ini untuk menjaga kesiapan pasokan demi produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional.

Rinciannya, Urea 95.645 ton, NPK Phonska 261.858 ton, Petroganik 70.054 ton, ZA 4.116 ton, dan SP-36 11.763 ton.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, di Gresik, Senin (12/10/2026), mengatakan ketersediaan pupuk menjadi kunci kelancaran musim tanam. “Paling utama kebutuhan petani itu tercukupi, tidak ada kendala apalagi pada saat musim tanam. Ini bentuk dukungan kami untuk meningkatkan produktivitas dan mewujudkan ketahanan pangan nasional,” ujar Daconi.

Dorong Pemupukan Berimbang

Selain stok, Petrokimia Gresik mendorong pemupukan berimbang untuk menjaga produktivitas berkelanjutan. Hal ini penting, karena hasil uji terhadap 40.282 sampel tanah di 27 provinsi sejak 2016 menunjukkan 91,9 persen sampel memiliki karbon organik rendah. Padahal, bahan organik berperan menjaga struktur tanah dan ketersediaan hara.

“Pupuk harus dimanfaatkan secara tepat. Selain memenuhi hara tanaman, kita perlu menjaga kesehatan tanah agar tetap produktif. Penggunaan organik dan anorganik secara berimbang penting untuk keberlanjutan,” jelas Daconi.

Ia menambahkan, Petroganik memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, sementara pupuk anorganik memenuhi kebutuhan hara. Kombinasi keduanya meningkatkan efisiensi pemupukan.

Untuk tanaman padi, Petrokimia Gresik memperkenalkan pola 5:3:2, yakni 500 kg pupuk organik, 300 kg NPK, dan 200 kg Urea per hektare. Penerapannya tetap menyesuaikan kondisi tanah dan rekomendasi teknis setempat.

Optimalkan Teknologi Digital

Untuk menjaga kesinambungan pasokan, Petrokimia Gresik mengoptimalkan teknologi digital melalui Warehouse Management System (WMS), Sistem Scheduling Truk Online (SISTRO), dan Petrokimia Gresik Port Information System (Petroport).

Sistem tersebut mendukung kelancaran pasokan bahan baku, produksi, serta pengelolaan gudang melalui penguatan koordinasi transportasi dan kepelabuhanan.

Sebagai produsen pupuk, tanggung jawab kami memastikan kesiapan produksi dan ketersediaan pasokan agar kebutuhan petani terus terpenuhi,” tutup Daconi. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Jelang Musim Tanam, Petrokimia Gresik Siapkan 443 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi Selengkapnya

Ribuan Jamaah Padati Tabligh Akbar Majelis Alya Gresik, Habib Abdullah Rifky Ingatkan Bahaya AI dan Pentingnya Jaga Anak dari Gawai

GRESIK,1minute.id – Ribuan jamaah memadati halaman Masjid Baitul Ishlah, Perumahan Alam Bukit Raya (ABR), Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Jumat malam, 9 Oktober 2026. Mereka menghadiri Tabligh Akbar ke-2 Majelis Alya Gresik dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.

Hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain, Habib Abdullah Rifky bin Hasan Alaydrus dari Kuningan, Imam masjid Jamik Gresik KH Umar Thoha, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik KH. Ainur Rofiq Thoyyib, Pengasuh Majelis SIJI Bersholawat (Majelis Silaturahmi Jumat Isuk) Gresik KH Mohammad Zainul Amin Ismail.

Serta, shohibul bait, Ketua Majelis Alya sekaligus Pengasuh Ponpes Darul Ilmi Wassuluk Gresik, KH Abdurrouf Sirojuddin dan para habaib, jajaran Forkopimcam Kebomas, serta masyarakat. 

Acara berlangsung khidmat, diawali kirab dari halaman depan Ponpes Darul Ilmi Wassuluk menuju lokasi acara Tabligh Akbar ke-2 di halaman masjid Baitul Ishlah ABR. Kemudian dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Maulid Diba’, dan lantunan selawat. 

KIRAB : (tiga dari kanan) Ketua Majelis Alya Gresik sekaligus Pengasuh Ponpes Darul Ilmi Wassuluk Gresik, KH Abdurrouf Sirojuddin bersama para habaib jalan kaki menuju acara Tabligh Akbar-2 Majelis Alya di halaman Masjid Baitul Ishlah ABR pada Jumat malam. 9 Oktober 2026 ( Foto : Chusnul Cahyadi / 1minute.id)

Ketua Majelis Alya Gresik sekaligus Pengasuh Ponpes Darul Ilmi Wassuluk Gresik, KH Abdurrouf Sirojuddin, dalam sambutannya mengajak jamaah menanamkan rasa mahabbah atau cinta kepada Allah SWT dan sesama manusia.

“Semoga orang yang memiliki rasa mahabbah akan berkumpul dengan orang yang dicintai,” tuturnya.

Ia berharap peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meneladani ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ribuan jamaah tumplek-blek mengikuti Tabligh Akbar ke-2 Majelis Alya. Panitia memperkirakan jamaah yang ngalab berkah mencapai 2.250 jamaah. Atau 2 kali lipat dibandingkan Tabligh Akbar pertama tahun lalu.  Dalam kegiatan ini, juga dilakukan launching air minum dalam kemasan.

Ingatkan Bijak Bermedsos di Zaman AI

Dalam tausiyahnya, Habib Abdullah Rifky bin Hasan Alaydrus menekankan pentingnya mengenang perjuangan Rasulullah SAW yang senantiasa mengutamakan umatnya.

Selain mengajak jamaah meneladani kesederhanaan Rasulullah, ia menyoroti tantangan orang tua dalam mendidik anak di era digital. Ia mengingatkan kebiasaan memberikan gawai kepada anak saat makan perlu mendapat perhatian serius.

“Penggunaan gawai tanpa pengawasan berpotensi memengaruhi perilaku anak dan mengurangi interaksi dengan orang tua,” ucapnya.

Habib Abdullah Rifky juga mengingatkan jamaah agar tidak mudah percaya informasi di media sosial, terlebih di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang rawan disalahgunakan untuk menyebarkan informasi menyesatkan.

“Zaman AI harus cerdas bermedsos karena banyak fitnah,” pesannya. Ia mengajak orang tua mengawasi penggunaan gawai anak serta menanamkan pendidikan agama sejak dini, terutama pembiasaan salat dan sikap hormat kepada orang tua.

Ajak Doakan Orang Tua

Menjelang akhir tausiyah, Habib Abdullah Rifky mengajak jamaah mendoakan orang tua, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Suasana haru menyelimuti lokasi saat doa dipanjatkan. Sejumlah jamaah tampak meneteskan air mata.

“Semoga orang tua kita dihapus dosa-dosanya. Amin,” pungkasnya.

Melalui Tabligh Akbar ke-2 ini, Majelis Alya Gresik berharap peringatan Maulid Nabi dapat memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, menjaga bakti kepada orang tua, serta membekali anak dengan nilai agama di tengah perkembangan zaman. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Ribuan Jamaah Padati Tabligh Akbar Majelis Alya Gresik, Habib Abdullah Rifky Ingatkan Bahaya AI dan Pentingnya Jaga Anak dari Gawai Selengkapnya

Bupati Yani Buka Pelatihan Bunda Puspa, Tekankan Alumni Jangan Ditinggal Usai Pelatihan

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka Pelatihan Usaha untuk Pemberdayaan Ekonomi Program Bunda Puspa di Ruang Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik pada Senin, 5 Oktober 2026.

Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Gresik memperkuat kemandirian ekonomi perempuan. Kegiatan diikuti kader Bunda Puspa dengan melibatkan perangkat daerah, perguruan tinggi, organisasi perempuan, hingga pemerintah kecamatan.

Dalam sambutannya, Bupati Yani menegaskan Bunda Puspa tidak boleh berhenti hanya pada pelatihan. Program harus berlanjut dengan pendampingan hingga memberikan dampak nyata bagi perekonomian.

“Yang saya inginkan, kesejahteraan kader-kader Bunda Puspa semakin naik. Ketika pelatihan ini berdampak pada ekonomi masyarakat, peran Dinas KBPPPA sangat penting untuk mengoordinasikan seluruh elemen, baik internal maupun eksternal,” ujar Bupati Yani.

Ia menekankan, keberhasilan program tidak diukur dari jumlah peserta, melainkan sejauh mana keterampilan yang diperoleh bisa tumbuh menjadi kegiatan ekonomi.

Untuk itu, ia mendorong sinergi dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan. Alumni Bunda Puspa didorong menjadi pelaku usaha melalui fasilitasi legalitas seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), akses permodalan, hingga pengembangan usaha.

“Bunda Puspa ini didampingi, dilatih, kemudian dilepas ke masyarakat. Jangan sampai setelah pelatihan selesai, selesai juga programnya. Harus ada pendampingan sampai mereka benar-benar bisa menjadi pelaku usaha,” tegasnya.

Bupati Yani juga berharap alumni Bunda Puspa menjadi penggerak pemberdayaan di lingkungannya masing-masing. Mereka diharapkan bisa berbagi pengalaman kepada perempuan lain di tingkat dusun, desa, hingga RT/RW.

“Minimal alumni Bunda Puspa bisa menjadi alumni yang hebat. Bisa mengajar di lingkungan terkecil. Punya pengalaman dan mampu mendampingi perempuan-perempuan lain agar semakin hebat,” katanya.

Menurut Bupati Yani, Program Bunda Puspa yang berjalan sejak 2022 ini juga selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Desa. Ia mendorong kolaborasi program tersebut dengan program pemberdayaan lain seperti Program Keluarga Harapan (PKH).

“Sejak 2022 kita pertama kali menjalankan Bunda Puspa. Sekarang kita harus melihat, apakah lulusan atau alumni Bunda Puspa sudah memberikan dampak di tengah masyarakat. Itu yang harus kita kawal bersama,” tandasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik, tim pelaksana Bunda Puspa, Universitas Airlangga, para camat dan kader Bunda Puspa, serta organisasi perempuan seperti Fatayat, Aisyiyah, GOW dan Puspa Pinatih. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Bupati Yani Buka Pelatihan Bunda Puspa, Tekankan Alumni Jangan Ditinggal Usai Pelatihan Selengkapnya

Cemburu, Perempuan Muda Diduga Habisi Bos Toko Bangunan di Gresik

GRESIK,1minute.id – Satreskrim Polres Gresik menetapkan perempuan berinisial IR sebagai tersangka dugaan pembunuhan. Perempuan muda berusia 22 tahun diamankan polisi di lokasi kejadian di sebuah toko bangunan di Desa Randupadangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.

Tersangka IR pun telah dijebloskan di rumah tahanan (Rutan) Polres Gresik. Kini, penyidik Satreskrim Polres Gresik sedang motif pembunuhan bos toko bangunan berinisial MF, 23 tahun adalah cemburu.

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Mohammad Prasetyo mengatakan, penyidik hingga kini masih terus mengembangkan perkara tersebut untuk memastikan rangkaian kejadian serta motif di balik aksi kekerasan tersebut.

“Sampai saat ini kami masih melakukan pengembangan penyidikan. Untuk sementara, pelaku kami duga masih satu orang,” kata AKP Mohammad Prasetyo di Mapolres Gresik pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Selain itu, petugas telah memeriksa enam saksi, penyidik juga telah menerima hasil visum terhadap korban. Dari hasil pemeriksaan medis tersebut ditemukan sejumlah luka akibat kekerasan menggunakan benda tajam.

“Hasil visum terhadap korban yaitu beberapa luka kekerasan benda tajam, di antaranya tiga buah luka iris di kepala dan satu luka bacok,” jelasnya.

Terkait motif, penyidik menduga perkara tersebut dipicu persoalan kecemburuan. Dugaan tersebut masih terus didalami dengan mencocokkan keterangan para saksi, hasil visum, barang bukti, serta fakta-fakta yang ditemukan selama proses penyidikan.

Sebelumnya, kasus tersebut terungkap setelah terduga pelaku menghubungi layanan darurat kepolisian 110 dan melaporkan kejadian yang dialaminya. Polisi kemudian mendatangi lokasi dan melakukan penanganan bersama Tim Inafis serta Satreskrim Polres Gresik.

Dari informasi yang dihimpun sebelumnya, hubungan korban dan terduga pelaku menjadi salah satu bagian yang didalami penyidik. Polisi juga menduga persoalan kecemburuan berkaitan dengan hubungan keduanya.

AKP Mohammad Prasetyo menegaskan, proses penyidikan masih berjalan. Polisi akan terus mengembangkan keterangan yang diperoleh untuk mengungkap perkara tersebut secara utuh.

“Kami masih melakukan pendalaman dan pengembangan penyidikan,” tegasnya.

Polres Gresik mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi berkaitan dengan tindak pidana untuk segera melaporkannya kepada kepolisian melalui layanan Call Center 110.

Selain itu, masyarakat juga dapat menyampaikan pengaduan melalui layanan Lapor Cak Rama Polres Gresik melalui WhatsApp di nomor 0811-8800-2006. Layanan tersebut menjadi salah satu sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi maupun laporan terkait gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Cemburu, Perempuan Muda Diduga Habisi Bos Toko Bangunan di Gresik Selengkapnya

Wabup Alif: Jangan Stigma ODHA, Bangun Lingkungan Peduli di Gresik

GRESIK, 1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif membuka Sosialisasi HIV/AIDS dan Pengenalan Warga Peduli AIDS (WPA) se-Kabupaten Gresik, Selasa, 6 Oktober 2026.

Kegiatan yang diinisiasi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Gresik ini diikuti Ketua TP PKK dari 16 kecamatan dan digelar di Ruang Retno Suwari, Kantor Bupati Gresik. Dua kecamatan yang absen adalah Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean.

Sosialisasi bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai HIV/AIDS, mulai dari upaya pencegahan, penanganan, hingga peran masyarakat dalam mendukung penanggulangan di wilayah masing-masing.

Wabup Alif menekankan, penanganan HIV/AIDS tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan lingkungan keluarga. Dukungan bersama bagi Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) menjadi kunci.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita memberikan dukungan kepada masyarakat yang hidup dengan HIV/AIDS agar tetap mendapatkan hak untuk hidup sehat, layanan kesehatan, dan menjalani kehidupan secara baik. Dukungan harus diberikan dengan cara yang tepat, tanpa stigma maupun perlakuan diskriminatif,” ujarnya.

Ia juga meminta kolaborasi dan koordinasi diperkuat dalam menyosialisasikan informasi yang benar dan mudah dipahami masyarakat.

“Kolaborasi dan koordinasi harus terus kita perkuat. Informasi HIV/AIDS harus disampaikan secara benar dan mudah dipahami, sehingga pencegahan dapat dilakukan bersama tanpa menimbulkan kesalahpahaman,” ungkapnya.

Menurut Wabup Alif, stigma negatif justru menjadi hambatan. Stigma membuat seseorang enggan mengakses layanan kesehatan maupun terbuka mengenai kondisinya.

“Jangan memberikan stigma negatif kepada ODHA. Mari bangun lingkungan yang lebih peduli, sehingga penanggulangan HIV/AIDS dari tingkat paling dasar dapat berjalan baik,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Sekretariat KPA Kabupaten Gresik Nur Chakim mengatakan kegiatan ini menjadi momentum menyamakan persepsi dan menyatukan visi seluruh pihak.

“Kita berkumpul untuk menyamakan persepsi dan menyatukan visi bagaimana bersama-sama menangani kasus HIV/AIDS di Gresik. Penanggulangan membutuhkan keterlibatan dan kepedulian berbagai unsur masyarakat,” jelasnya.

Nur Chakim menambahkan, sosialisasi merupakan bagian dari program Warga Peduli AIDS (WPA). “Kami berharap peserta dapat menjadi bagian dari penyebarluasan informasi yang benar tentang HIV/AIDS,” tambahnya.

Kegiatan dilanjutkan pemaparan materi pencegahan penularan HIV/AIDS oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr. Puspita Wardani. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Wabup Alif: Jangan Stigma ODHA, Bangun Lingkungan Peduli di Gresik Selengkapnya

Pol PP Gresik dan Tim Gabungan Bongkar Bangli dan Makam Buatan di Cerme

GRESIK,1minute.id – Tim gabungan dibawah komando Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gresik membongkar bangunan dan makam buatan di Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik pada Senin, 5 Oktober 2026.

Bangunan dan makam itu berada diatas lahan aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Tidak perlawanan dalam penertiban bangunan liar itu. Kepala Satpol PP Gresik Agustin Halomoan Sinaga, mengatakan, pembongkaran melibatkan ratusan personil dari berbagai instansi, organisasi keagamaan, TNI dan Polri.

“Pembongkaran dilakukan karena bangunan dan makam buatan melanggar peraturan daerah,” katanya. Ia menyebut, bangunan dan makam buatan berdiri diatas lahan aset Pemkab Gresik. 

Selain keberadaan makam buatan juga telah menimbulkan keresahan masyarakat. ” Selama pelaksanaan kegiatan penertiban dan pembongkaran bangunan serta makam buatan kegiatan berjalan aman, tertib, lancar, dan terkendali,” katanya. 

Pembongkaran bangli alias bangunan liar dan makam buatan di mulai pukul 14.00 WIB. Tim gabungan secara persuasif meminta penghuni untuk mengeluarkan secara barang. Selang 45 menit kemudian petugas melakukan pembongkaran bangli dan makam buatan. “Pembongkaran selesai pukul 16.15. Suasana kondusif,” tegasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pol PP Gresik dan Tim Gabungan Bongkar Bangli dan Makam Buatan di Cerme Selengkapnya

Yuuuk Pulang Kampung, Reuni SMAN Gresik 79-80-81 Penuh Kehangatan dan Nostalgia

GRESIK, 1minute.id – Suasana penuh kebersamaan dan nostalgia mewarnai reuni temu kangen alumni SMAN Gresik angkatan 79-80-81 yang digelar Sabtu pagi, 3 Oktober 2026.

Acara yang berlangsung di Ballroom Hotel Horison Jalan Kalimantan GKB, Gresik ini menjadi momen spesial bagi para peserta untuk menjalin tali silaturahmi setelah lebih dari empat dekade berpisah. 

Selain menjadi ajang silaturahmi dan nostalgia, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mempererat persaudaraan antar alumni serta mengenang masa-masa saat bersekolah di SMAN Klorak, sebutan sekolah saat itu karena lingkungan sekolah masih berpagar tanaman klorak.

Dengan mengangkat tema “Yuuuk Pulang Kampung”, acara berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan, apalagi saat guest star Farhan tampil energik, acara semakin meriah.

Hudi Soeyanto dalam sambutannya menyampaikan, terselenggaranya reuni ini adalah hasil kolaborasi dan kekompakan seluruh alumni yang tergabung dalam jejaring alumni 79-80-81. Dukungan moril dan materiil dari para alumni membuat acara bisa terselenggara dengan sukses dan meriah.

“Tingkat kehadiran alumni yang mencapai 85 persen membuktikan bahwa semangat silaturahmi dan kebersamaan di antara alumni masih sangat kuat,” ujar alumni 1979 ini.

Udik Soetarto, salah satu panitia mengaku, reuni ini menjadi ajang untuk mengenang masa-masa indah saat masih berseragam putih coklat khaki, sekaligus mempererat hubungan antar alumni serta memberikan penghormatan kepada para guru yang telah berjasa membimbing hingga menjadi pribadi yang sukses.

“Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh guru atas kesabaran, ketekunan dan dedikasi dalam mendidik kami hingga seperti ini,” kata Udik didampingi Humas Ari Wahjoedi yang alumni 1981.

Sementara itu salah satu guru yang hadir, Halimatus Sa’diyah menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada para alumni yang mampu menyelenggarakan acara dengan penuh kekeluargaan dan nuansa kebersamaan.

“Melihat semangat dan solidaritas alumni, sungguh membanggakan. Apalagi kepedulian mereka terhadap almamater dan guru, menunjukkan bahwa nilai-nilai luhur yang kami tanamkan dahulu masih melekat kuat,” ungkap Bu Halimah, sapaan akrabnya. 

Ia berharap kegiatan semacam ini bisa menginspirasi angkatan lainnya untuk terus menjaga silaturahmi dan rasa cinta terhadap almamater serta para guru.

Aunur Rofiq, selaku penasihat panitia menyampaikan terima kasih kepada panitia dan seluruh alumni yang telah hadir. Ia juga menyampaikan rasa hormat yang mendalam kepada para guru.

“Setelah empat dekade, akhirnya kita bisa berkumpul kembali. Ini bukan hanya reuni biasa, tapi juga ajang penghargaan atas jasa guru-guru kita tercinta,” pungkas Cak Nung, panggilan akrabnya. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Yuuuk Pulang Kampung, Reuni SMAN Gresik 79-80-81 Penuh Kehangatan dan Nostalgia Selengkapnya