Puluhan Orang Diduga Korban Penipuan Rekrutmen ASN Pemkab Gresik, Sudah Pakai Baju PNS, ada Ikut Upacara dan Diantar Ortu Kerja

GRESIK,1minute.id – Puluhan warga Gresik dan Surabaya diduga menjadi korban penipuan rekrutmen pegawai di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Gresik. Modus penipuan melalui pemberian Surat Keputusan (SK) pengangkatan palsu yang mencatut nama pejabat daerah.

Kini, pemkab Gresik sedang menyelisik otak pelaku dugaan penipuan rekrutmen pegawai di Pemkab Gresik. Sumber 1minute.id menyebutkan identitas terduga pelaku sudah diketahui. “Pelaku adalah orang pecatan pegawai di lingkungan Pemkab Gresik,” ujar sumber yang enggan disebutkan identitasnya itu pada Rabu. 8 April 2026.

Terbongkarnya kasus dugaan penipuan rekrutmen pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Gresik ini berawal dari seorang perempuan berinisial SE. Perempuan yang kelahiran 2000 atau 26 tahun datang ke kantor Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pemkab Gresik pada Senin pagi, 6 April 2026.

Perempuan itu memakai seragam pakaian dinas harian (PDH) warna keki membawa map berwarna biru berisi foto kopian surat keputusan (SK) pengangkatan tahun 2024 dengan legalisir (tanda tangan basah dan stempel) yang diduga kuat palsu dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Gresik. Perempuan berinisial SE itu mengaku pindahan dari Kecamatan Menganti. Dalam SK tersebut dia tercatat pegawai golongan III.

Kepala Bagian (Kabag) Prokopim Setda Gresik Imam Basuki merasa ada kejanggalan dari SK itu. “Format SK berbeda dari biasanya dan di teken tahun 2024. Kenapa baru melakukan SPMT (surat pernyataan melaksanakan tugas) sekarang,” ujar Imam Basuki, biasa dipanggil, Imbas ketika ditemui 1minute.id pada Rabu, 8 April 2026.

Selain format SK yang tak lazim, perempuan berinisial SE juga gelagapan ketika diberondong pertanyaan anak buah Imbas. “Ketika kami tanya JFU (Jabatan Fungsional Umum) sebelumnya dimana. Orang itu kelagapan,” kata seorang PNS di Prokopim Setda Gresik. 

Saat Imbas melakukan pendalaman berkas, perempuan berhidung mancung, berhijab itu menyempatkan berkenalan dengan para pegawai lainnya di Bagian Prokopim Setda Gresik. Bahkan, salah satu staf telah menyiapkan tempat duduk untuk SE. 

Perempuan berinisial SE itu kemudian diajak oleh staf Prokopim ke ruang BKPSDM Gresik. Ternyata, sudah sekitar sembilan orang lainnya diduga korban penipuan rekrutmen pegawai lainnya. Semakin siang, jumlah terduga korban terus bertambah. Jumlah antara 12 sampai 15 orang. Semuanya memakai seragam PDH warna keki yang masih kinyis-kinyis. 

Selain di Prokopim, terduga korban penipuan itu ditempatkan diantaranya pada Bagian Organisasi Organisasi dan Tata Laksana) sebanyak 2 orang ; Dinas Sosial sebanyak 2 orang.

Seorang pegawai bercerita dari puluhan orang diduga korban penipuan ketika melakukan penghadapan ada yang diantar oleh orang tuanya. “Ada juga yang sempat ikut upacara pagi. Bahkan, ada juga yang hamil,” ujar seorang pegawai yang enggan disebutkan identitasnya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Puluhan Orang Diduga Korban Penipuan Rekrutmen ASN Pemkab Gresik, Sudah Pakai Baju PNS, ada Ikut Upacara dan Diantar Ortu Kerja Selengkapnya

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution Sidak Satpas dan Layanan Kepolisian di Mal Pelayanan Publik 

GRESIK,1minute.id – Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik layanan masyarakat kepolisian pada Senin, 6 April 2026.

Titik sasaran sidak antara lain, SIM Ling dan SKCK keliling, Mall Pelayanan Publik Kabupaten Gresik, serta Gedung Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) dan unit Layanan Laka. Sidak dilakukan untuk memastikan seluruh proses pelayanan berjalan optimal, cepat, serta sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). 

Komitmen dalam menghadirkan pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan humanis. Dalam kegiatan tersebut, Kapolres AKBP Ramadhan Nasution menelusuri langsung alur pelayanan, mulai dari ruang tunggu, loket pendaftaran, hingga proses teknis di lapangan. Ia memastikan tidak ada hambatan birokrasi yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Pengecekan ini bertujuan untuk memastikan pelayanan publik kepolisian berjalan prima dan humanis. Kami ingin masyarakat mendapatkan haknya dengan nyaman serta tanpa celah pungli,” ujar alumnus Akpol 2007 itu.

Selain memastikan kualitas pelayanan, Polres Gresik juga terus mendorong pemanfaatan teknologi dalam sistem layanan.Salah satunya melalui penerapan pendaftaran antrean secara online guna mengurangi antrian dan mempercepat proses pelayanan.

Di sela kegiatan, Kapolres juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan masyarakat yang tengah mengurus SIM, perpanjangan STNK, maupun pembayaran pajak kendaraan. Dari hasil komunikasi tersebut, masyarakat mengaku puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh petugas.

Tak hanya itu, Kapolres turut memberikan arahan kepada para petugas agar senantiasa mengedepankan sikap disiplin dan empati dalam melayani masyarakat. “Layani dengan hati, tetap disiplin, dan berikan kemudahan. Petugas adalah wajah kepolisian di mata publik, sehingga keramahan dan profesionalisme harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Melalui kegiatan sidak ini, diharapkan kualitas pelayanan publik di lingkungan Polres Gresik semakin meningkat, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution Sidak Satpas dan Layanan Kepolisian di Mal Pelayanan Publik  Selengkapnya

Polres Gresik Gerebek Pengedar Narkoba di Pulau Bawean, Enam Tersangka Ngaku Sabu-sabu 13 Gram dari Madura

GRESIK,1minute.id – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Gresik menggulung sindikat peredaran narkoba antarpulau. Sebanyak enam orang diringkus. Mereka berinisial BF, 25 ; DR, 27;  R, 32 ; NRS, 25 ; dan MA, 26, ditangkap di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Sementara itu, satu tersangka lain berinisial BS, 37, diamankan di wilayah Gresik.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas berhasil menyita barang bukti berupa 14 paket sabu dengan berat kotor total sekitar 13,26 gram. Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution, menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen kuat Polres Gresik dalam memberantas jaringan narkotika hingga ke akar.

“Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang kemudian kami tindak lanjuti dengan penyelidikan intensif. Kami berhasil mengamankan tersangka,” ujar AKBP Ramadhan Nasution dalam konferensi pers di Mapolres Gresik pada Senin, 7 April 2026.

Dari hasil pengembangan, polisi berhasil membongkar struktur jaringan. Tersangka DR dan R diketahui berperan sebagai pemasok tingkat menengah, sementara NRS dan MA bertindak sebagai pengedar di wilayah Bawean. Sedangkan BS memiliki peran krusial sebagai pemasok utama di wilayah Gresik.

Lebih lanjut, diketahui jaringan ini mendapatkan pasokan sabu dari wilayah Madura, dengan satu pemasok lainnya masih dalam daftar pencarian orang (DPO).

Dalam penggerebekan tersebut, petugas berhasil menyita barang bukti berupa 14 paket sabu dengan berat total sekitar 13,26 gram, alat hisap (bong), timbangan elektrik, plastik klip, sejumlah handphone, serta uang tunai hasil transaksi sebesar Rp600 ribu.

Para pelaku menggunakan berbagai modus operandi untuk mengelabui petugas, mulai dari sistem ranjau, transaksi COD, hingga menyamarkan pengiriman narkotika dalam paket pakaian dan sepatu. Aktivitas ilegal ini diketahui telah berlangsung sejak Februari 2026.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara hingga seumur hidup, serta denda hingga Rp2 miliar. Khusus tersangka BS, terancam hukuman pidana mati atau penjara seumur hidup.

Kapolres menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengembangan untuk memburu pelaku lain yang masih buron. “Kami tidak akan berhenti sampai di sini. Pengembangan jaringan terus kami lakukan untuk mengungkap pemasok lainnya,” tegasnya.

Polres Gresik juga mengimbau masyarakat untuk aktif berperan dalam pemberantasan narkoba dengan segera melaporkan aktivitas mencurigakan melalui Call Center 110 atau hotline “Lapor Cak Rama” di nomor 0811-8800-2006.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata keseriusan Polres Gresik dalam menjaga wilayahnya dari ancaman narkotika serta melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Polres Gresik Gerebek Pengedar Narkoba di Pulau Bawean, Enam Tersangka Ngaku Sabu-sabu 13 Gram dari Madura Selengkapnya

Polres Gresik Gerebek Tempat Persembunyian Sindikat Pencuri Travo PLN di Ngawi, 5 Tersangka Diamankan 

GRESIK,1minute.id – Aliran listrik di Desa Ambeng-ambengwatangrejo, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik blackout alias petheng ndedet. Warga pun ribut. Petugas layanan pengaduan PLN pusing tujuh keliling. Kejadian pada Selasa, 24 Februari 2026 pukul 04.00 WIB, akhirnya bisa ungkap oleh Satreskrim Polres Gresik.

Penyebab, aliran listrik di Desa Ambeng-ambengwatangrejo itu padam karena travo listrik digasak kawanan  pencuri. “Kami lakukan penangkapan lima pelaku tempat persembunyiannya di Hotel Nuansa, Ngawi,” kata Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution dalam konferensi pers di Mapolres Gresik pada Senin, 6 April 2026.

Dalam pemeriksaan terungkap 3 dari 5 pelaku adalah residivis. Rinciannya, 3 pelaku lama. Mereka telah beraksi 29 kali di Gresik, Bangkalan dan Ngawi. Sedangkan, 2 pelaku baru. Modus operandi dilakukan oleh kawanan penjahat ini, memakai rompi seolah-olah petugas dari perusahaan setrum negara dan membawa mobil. Sehingga aksi mereka nyaris tidak membuat warga desa curiga. 

Dalam penggerebekan terhadap kawanan penjahat spesialis travo listrik milik PLN yang diperkirakan seharga Rp 15 juta per unit ini, polisi menyita sejumlah barang bukti,  di antaranya, tiga gunting besi, sebuah linggis, kunci pas ring , rompi dan plat nomor polisi palsu. Mereka dijerat dengan pasal 477 KUHP yakni pencurian dengan pemberatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih atau menggunakan cara merusak, memotong, memanjat, memakai kunci palsu, atau pakaian jabatan palsu untuk masuk.

“Ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” tegas Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution. Polres Gresik menghimbau kepada masyarakat terhadap orang yang tidak dikenal atau dicurigai di tempat tinggal masing-masing. Segera melapor jika menemukan atau mengalami tindak pidana melalui call Center 110. Sementara untuk layanan “Lapor Cak Rama”, laporan juga dapat disampaikan melalui WhatsApp di nomor 0811-8800-2006,” pungkasnya.(*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Polres Gresik Gerebek Tempat Persembunyian Sindikat Pencuri Travo PLN di Ngawi, 5 Tersangka Diamankan  Selengkapnya

Polres Gresik Amankan Pelaku Rudapaksa terhadap Anak Dibawah Umur di Toilet Masjid

GRESIK,1minute.id – Lelaki bertubuh kerempeng berinisial A.R, 44 tahun itu terus merunduk ketika digiring ke rumah tahanan (rutan) Polres Gresik pada Senin, 6 April 2026. 

Tersangka dugaan perbuatan asusila terhadap anak laki-laki dibawah umur di toilet sebuah masjid di Kecamatan Kebomas itu ditangkap oleh anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik. Perbuatan AR ini membuat warga Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ngelus dada. Prihatin. 

Sebab, pelaku melakukan rudapaksa usai korban pulang ngaji. Lokasinya di sebuah toilet salah satu masjid. Akibat rudakpaksa itu, korban laki-laki yang berumur 13 tahun mengalami syok. Beruntung Satreskrim Polres Gresik cepat bertindak sehingga tidak menimbulkan korban lainnya.

Menurut keterangan polisi, pelaku melakukan rudapaksa kepada korban dua kali. Kali pertama, dilakukan pada Maret 2026 dan kedua pada April 2026. “Modusnya sama, lokasi juga sama di toilet masjid,” kata Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution dalam Konferensi Pers di Mapolres Gresik pada Senin, 6 April 2026.

Kronologi bermula saat korban selesai mengaji. Pelaku kemudian mengajak korban untuk pergi ngopi dengan menggunakan sepeda motor. Di tengah perjalanan, pelaku beralasan hendak ke toilet dan meminta korban menemaninya. Sesampainya di lokasi, pelaku mengajak korban masuk ke kamar mandi dalam kondisi tertutup, kemudian melakukan tindakan pencabulan secara paksa.

Setelah menerima laporan dari masyarakat, anggota Satreskrim Polres Gresik langsung bergerak cepat melakukan penindakan. Kurang dari tiga jam setelah kejadian, tepatnya sekitar pukul 22.30 WIB, pelaku berhasil diamankan di lokasi kejadian guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Dalam pengungkapan kasus ini, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian korban dan pelaku, satu unit sepeda motor Yamaha Mio warna merah nomor polisi W 55** FG.

“Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 415 KUHP tentang tindak pidana pencabulan terhadap anak, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara,” tegas Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution.

Kapolres menegaskan komitmen jajarannya dalam memberikan perlindungan terhadap anak serta menindak tegas pelaku kejahatan seksual.

Polres Gresik berkomitmen memberikan perlindungan maksimal kepada anak sebagai generasi penerus bangsa. 

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap anak. Polres Gresik mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak. 

“Memastikan lingkungan pergaulan yang sehat. Menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini. Segera melapor jika menemukan atau mengalami tindak pidana melalui call Center 110. Sementara untuk layanan “Lapor Cak Rama”, laporan juga dapat disampaikan melalui WhatsApp di nomor 0811-8800-2006,” pungkasnya.(*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Polres Gresik Amankan Pelaku Rudapaksa terhadap Anak Dibawah Umur di Toilet Masjid Selengkapnya

Lagi, Pelaku Curanmor Keok di Gresik, 2 Tersangka di Balongpanggang, 1 Pelaku di Driyorejo 

GRESIK,1minute.id – Satu lagi kawanan pencuri kendaraan bermotor (curanmor) keok di wilayah hukum Polres Gresik. Kali ini, dua pelaku curanmor ditangkap di area persawahan di Desa Karangsemanding, Kecamatan Balongpanggang. 

Sebelumnya, satu dari dua pelaku yang beraksi di kawasan Kota Baru Driyorejo (KBD) diringkus. Di Desa Karangsemanding, duo terduga pelaku berinisial FIA, 35, warga Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, dan SAA, 17, warga Kabupaten Gresik mengincar sepeda motor Yamaha Yupiter Z.

Motor milik Rateno, 61, petani itu di parkir di area persawahan sekitar pukul 05.30 WIB. Diduga karena terbiasa aman korban tidak mencabut kunci motor alias tetap nempel di kontak starter.

Sekitar satu jam kemudian, saat tengah beraktivitas di sawah, korban dikejutkan dengan aksi seorang pria tak dikenal yang sudah berada di atas motornya dan berusaha menyalakan mesin. Spontan, korban berteriak meminta pertolongan.

Teriakan “maling” yang dilontarkan korban sontak mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah warga dan saksi langsung bergerak cepat melakukan pengejaran terhadap pelaku yang berusaha melarikan diri ke area persawahan.

Warga kemudian melakukan pengejaran. Namun, nahas upaya terduga pelaku tersebut gagal. Berkat kesigapan warga, kedua pelaku akhirnya berhasil diamankan sebelum sempat kabur lebih jauh.

Dari hasil penangkapan, polisi mengidentifikasi kedua pelaku berinisial FIA, 35, warga Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, serta SAA, 17, warga Kabupaten Gresik.

Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter Z milik korban beserta STNK, serta satu unit sepeda motor Honda CS One yang diduga digunakan sebagai sarana oleh pelaku dalam menjalankan aksinya

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal pencurian dengan pemberatan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution melalui Kapolsek Balongpanggang AKP Wiwit Mariyanto, mengimbau masyarakat agar lebih waspada, khususnya saat memarkir kendaraan di area terbuka seperti persawahan.

“Pastikan kendaraan dalam kondisi terkunci dengan baik dan jangan meninggalkan kunci kontak menempel, meskipun hanya sebentar atau berada di tempat yang dianggap aman,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat juga diimbau segera melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas melalui Call Center 110 atau layanan Lapor Cak Rama agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Lagi, Pelaku Curanmor Keok di Gresik, 2 Tersangka di Balongpanggang, 1 Pelaku di Driyorejo  Selengkapnya

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Bekali Tiga Isu Penting bagi Duta GenRe untuk Sukses

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan pembekalan kepada 20 finalis Duta Generasi Berencana (Genre) di Rumah Dinas Bupati Gresik pada Selasa, 31 Maret 2026. 

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik Titik Ernawati, serta Ketua Tim Penggerak PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani.

Dalam arahannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menekankan peran strategis Duta Genre dalam menyosialisasikan edukasi kepada remaja agar terhindar dari perilaku berisiko, seperti pernikahan dini, seks bebas, dan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (napza).

“Tiga hal tersebut menjadi perhatian khusus kami. Jika tidak dicegah, dapat berdampak pada masa depan generasi muda,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia pun mendorong para finalis untuk terus mengembangkan diri dan memanfaatkan masa muda dengan kegiatan positif. “Fokus pada apa yang harus dikerjakan saat ini, yaitu belajar dan terus meningkatkan kapasitas diri,” ungkap magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Forum Duta Genre merupakan wadah bagi remaja untuk membentuk karakter yang sehat, tangguh, dan bertanggung jawab.

“Jadilah teladan dan inspirasi bagi remaja lainnya. Menjadi Duta Genre bukan sekadar gelar, tetapi tanggung jawab untuk menyampaikan pesan positif kepada masyarakat,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, para finalis diharapkan mampu memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai generasi unggul, serta memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya remaja, dalam mencegah perilaku berisiko dan membangun masa depan yang lebih baik. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Bekali Tiga Isu Penting bagi Duta GenRe untuk Sukses Selengkapnya

DPRD Gresik Gelar Halal Bihalal, Pererat Silaturahmi bersama Forkopimda Gresik

GRESIK,1minute.id –  Ruang Rapat Paripurna DPRD Gresik terasa beda dari biasanya pada Selasa, 31 Maret 2026. Suasana Ruang Wakil Rakyat di kawasan Gresik Kota Lama (GKL) Jalan KH Wachid Hasyim itu lebih hangat. Tidak ada interupsi. 

Semua yang hadir, antara lain, 50 anggota DPRD Gresik termasuk Ketua Muhammad Syahrul Munir, dan tiga Wakil Ketua DPRD Gresik yakni Ahmad Nurhamim, Mujid Riduan dan Luthfi Dhawam. Kemudian Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Gresik Achmad Rifai, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Zam Zam Ikhwan, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif serta Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman tampak semringah. 

Ya, kehadiran forum koordinasi pimpinan daerah atau Forkopimda Gresik ini untuk menghadiri halal bihalal yang dihelat oleh DPRD Gresik.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir menyampaikan bahwa kegiatan halal bihalal ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antar unsur Forkopimda, meskipun dilaksanakan secara sederhana. Ia berharap kebersamaan yang terjalin dapat semakin memperkuat sinergitas dalam menjalankan tugas pemerintahan ke depan.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat berjalan optimal tanpa adanya kolaborasi yang kuat antara eksekutif, legislatif, dan Forkopimda. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk meninggalkan perbedaan serta memperkuat kebersamaan demi kemajuan Kabupaten Gresik.

Sementara itu, Ketua PN Gresik Achmad Rifai menilai bahwa sinergi antarlembaga di Kabupaten Gresik selama ini telah berjalan dengan baik. Menurutnya, komunikasi dan koordinasi yang solid menjadi kunci dalam penyelesaian berbagai persoalan hukum maupun sosial di tengah masyarakat.

Di kesempatan yang sama, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menekankan pentingnya menjaga silaturahmi sebagai sarana komunikasi efektif antarpemangku kepentingan. Ia menyebut, hubungan yang harmonis menjadi landasan dalam menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyelesaikan berbagai permasalahan yang muncul di lapangan. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

DPRD Gresik Gelar Halal Bihalal, Pererat Silaturahmi bersama Forkopimda Gresik Selengkapnya

Pemkab Gresik Perkuat Kolaborasi dengan  Perusahaan Percepat Penurunan Stunting di Desa 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Gresik bersama PT Cargill Indonesia menutup Program Promosi dan Pencegahan Stunting Fase 2 di enam desa di Kecamatan Manyar pada Senin, 30 Maret 2026.

Kegiatan dikemas dalam Halal Bihalal ini menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi percepatan penurunan stunting di tingkat desa di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh pihak dan tidak dapat dilakukan secara parsial. “Penurunan stunting ini tidak bisa dikerjakan sendiri. Tidak bisa hanya pemerintah daerah, tidak cukup Dinas Kesehatan, tidak cukup KBPPPA, dan tidak bisa hanya perusahaan. Ini harus kolaboratif,” tegas dr Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif.

Sebanyak 42 laskar cegah stunting telah dilatih dalam komunikasi perubahan perilaku untuk mendukung edukasi di masyarakat. Intervensi juga menyasar kelompok strategis. Sebanyak 452 ibu menyusui mendapatkan edukasi dan dukungan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta 440 orang tua balita PAUD memperoleh pengetahuan kesehatan melalui parenting cegah stunting. 

Selain itu, 300 remaja putri telah mendapatkan edukasi melalui program Youth Speak Up Cegah Stunting. Dari sisi pelaksanaan kegiatan, tercatat 300 paket PMT edukasi telah didistribusikan dan 10 kali pertemuan sosialisasi telah dilaksanakan. 

Program ini juga menghasilkan resolusi tindakan yang diterapkan di tingkat keluarga, sekolah, dan desa. Penguatan komunikasi dilakukan melalui produksi dan pemasangan 500 lembar stiker edukasi terkait penyebab stunting yang menjangkau sedikitnya 100 keluarga sasaran. 

Media ini dimanfaatkan untuk mendukung kader dalam menyampaikan pesan pencegahan stunting secara lebih efektif. Wabup Alif menekankan bahwa keberhasilan program harus diukur dari dampak nyata terhadap penurunan angka stunting. “Target utama kita adalah penurunan stunting. Program boleh banyak, relawan boleh banyak, tapi kalau tidak berdampak, itu yang harus kita evaluasi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tantangan di Kecamatan Manyar sebagai kawasan industri dengan mobilitas penduduk yang tinggi, serta masih ditemukannya pernikahan usia muda yang berdampak pada pola asuh dan pemenuhan gizi anak. Menurutnya, edukasi menjadi kunci dalam pencegahan stunting, terutama dalam membangun kesadaran orang tua terkait pentingnya pemenuhan gizi anak.

“Memberikan asupan gizi kepada anak itu tidak mudah. Butuh kesabaran, waktu, dan pemahaman. Di sinilah peran edukasi menjadi sangat penting,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya fokus intervensi agar hasil yang dicapai lebih optimal. “Kita tidak harus langsung menjangkau semua desa. Cukup fokus di enam desa ini, tapi hasilnya harus signifikan. Kalau ini berhasil, akan sangat membantu pemerintah daerah,” tambahnya.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Gresik mendorong penguatan intervensi berbasis desa melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk melalui forum rembuk stunting desa, keterlibatan kader, serta dukungan dunia usaha.

Wabup Alif juga mengapresiasi peran laskar cegah stunting yang dinilai menjadi ujung tombak dalam pendampingan masyarakat di tingkat desa. “Laskar ini harus kita kuatkan bersama. Harus terhubung dengan program pemerintah, dengan tenaga kesehatan, agar bergerak dalam satu tujuan yang sama,” tuturnya.

Ke depan, enam desa dampingan di Kecamatan Manyar diharapkan dapat menjadi model dengan capaian penurunan stunting yang signifikan dan berkelanjutan. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi

Pemkab Gresik Perkuat Kolaborasi dengan  Perusahaan Percepat Penurunan Stunting di Desa  Selengkapnya

Nama Syahrul Munir, Tokoh Muda juga Ketua DPRD Gresik Menguat di Arena Muscab PKB Gresik 

GRESIK,1minute.id –  Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Gresik menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) di Hotel Aston Gresik pada Sabtu, 28 Maret 2026.

Forum tertinggi untuk menentukan kandidat nakhoda baru di partai berlambang bola dunia dengan dikelilingi sembilan bintang di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini dibuka oleh Ketua DPW PKB Jawa Timur Abdul Halim Iskandar. Tampak hadir diantaranya Jazilul Fawaid, Wakil Ketua Umum DPP PKB juga Ketua Fraksi PKB DPR RI periode 2024-2029.

Pada pelaksanaan muscab, dinamika internal partai mulai mengerucut pada sejumlah nama. Salah satu yang paling santer diperbincangkan adalah Muhammad Syahrul Munir. Politisi muda berusia 34 tahun. Ia saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Gresik periode 2024-2029. 

“Saat ini Syahrul Munir yang beredar di kalangan PAC memiliki kans kuat untuk memimpin PKB Gresik lima tahun ke depan,” ungkap salah satu pengurus partai di arena Muscab PKB Gresik pada Sabtu, 28 Maret 2026.

Saat berita ini ditulis pukul 14.00 WIB, panitia muscab masih membacakan tata tertib nomine calon ketua PKB Gresik. ” Muscab ini hanya mengusulkan nama-mama kandidat. Nanti, yang menentukan adalah pengurus DPP PKB,” ujar sumber yang enggan disebutkan identitasnya. 

Ia melanjutkan, dalam muscab ini mengusulkan sedikitnya tiga nama calon Ketua DPC PKB Gresik. Nama Syahrul Munir, politisi muda yang menjabat sebagai Ketua DPRD Gresik ini, salah satu kandidat terkuat untuk menggantikan posisi Much. Abdul Qodir yang kini menjadi anggota DPRD Jawa Timur.

Sementara itu, Muhammad Syahrul Munir memilih bersikap normatif menanggapi berkembangnya dukungan tersebut. Ia menegaskan bahwa proses penentuan ketua di PKB tidak melalui mekanisme pencalonan pribadi, melainkan berdasarkan usulan struktural. “Mekanismenya diusulkan. Bukan mencalonkan diri, jadi lihat usulannya nanti ketika muscab berlangsung,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa usulan tersebut berasal dari tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) dan DPC, kemudian disampaikan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) melalui Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB sebagai bagian dari mekanisme organisasi. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Nama Syahrul Munir, Tokoh Muda juga Ketua DPRD Gresik Menguat di Arena Muscab PKB Gresik  Selengkapnya