Pelabuhan Petrokimia Gresik Raih Anugerah Pelabuhan Terbaik Nasional 

GRESIK,1minute.id – Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) milik Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, (Persero), meraih predikat pelabuhan terbaik nasional dalam asesmen Green and Smart Port pada ajang Green and Smart Port Initiatives (GSPI) Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Menko Zulhas), dalam puncak acara GSPI ASRI 2026 di Dermaga C Petrokimia Gresik, Jawa Timur pada Selasa, 15 Juli 2026.

Dalam kegiatan itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan didampingi enam Menteri Kabinet Merah Putih, di antaranya, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. 

Berikutnya,  Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat., serta Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Berdasarkan hasil asesmen Green and Smart Port (GSP), TUKS Petrokimia Gresik berhasil meraih predikat pelabuhan terbaik nasional. Penilaian dilakukan secara komprehensif berdasarkan Green and Smart Port Guidelines 3.0/2023 yang mengacu pada regulasi nasional dan praktik terbaik internasional.

Predikat pelabuhan terbaik nasional tersebut diraih setelah TUKS Petrokimia Gresik mencatatkan nilai akhir 94 persen pada asesmen Green and Smart Port (GSP), meningkat dibandingkan capaian 82 persen pada 2022. Pencapaian tersebut merupakan hasil penerapan prinsip Green and Smart Port secara konsisten melalui penguatan tata kelola kepelabuhanan, efisiensi energi, sistem operasional berbasis digital yang terintegrasi, serta inovasi berkelanjutan untuk mendukung kelancaran pasokan bahan baku bagi proses produksi serta distribusi pupuk ke berbagai wilayah Indonesia.

Dalam sambutannya, Menko Zulhas mengatakan bahwa ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh hasil produksi. Sistem logistik yang andal juga menjadi kunci agar pangan dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara efektif dan efisien.

“Pelabuhan adalah simpul strategis yang menghubungkan produksi, distribusi, hingga ketersediaan pangan di seluruh Indonesia. Karena itu, transformasi pelabuhan menuju ekosistem yang hijau dan cerdas bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan,” ujar Menko Zulhas.

Ia menambahkan, GSPI ASRI bukan sekadar ajang penghargaan. Program ini menjadi wadah untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun pelabuhan yang berdaya saing, mendukung ketahanan pangan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Menurutnya, pemerintah juga akan terus menyempurnakan pelaksanaan GSPI ASRI melalui penguatan instrumen penilaian, peningkatan aspek ASRI, serta perluasan partisipasi pelabuhan di berbagai daerah agar transformasi sektor kepelabuhanan berjalan semakin cepat.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Zulhas bersama jajaran kementerian meninjau sejumlah fasilitas di TUKS Petrokimia Gresik yang menunjukkan implementasi aspek keberlanjutan, keselamatan, efisiensi operasional, dan digitalisasi dalam pengelolaan kepelabuhanan.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas komitmen perusahaan dalam mengembangkan pengelolaan kepelabuhanan yang tidak hanya andal dari sisi operasional, tetapi juga mengedepankan keselamatan, keberlanjutan, inovasi, dan digitalisasi.

“Bagi kami, kepelabuhanan merupakan infrastruktur strategis yang memastikan kelancaran pasokan bahan baku bagi proses produksi serta distribusi pupuk ke berbagai wilayah Indonesia guna mendukung kedaulatan pangan nasional. Penghargaan ini menjadi apresiasi atas kerja keras seluruh insan Petrokimia Gresik dan dukungan para pemangku kepentingan dalam menghadirkan pengelolaan kepelabuhanan yang semakin hijau, cerdas, dan berdaya saing,” ujar Daconi.

Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus melakukan transformasi secara berkelanjutan. “Kami tidak akan berhenti pada penghargaan ini. Ke depan, transformasi kepelabuhanan akan terus kami maksimalkan melalui penguatan digitalisasi, peningkatan standar keselamatan, efisiensi layanan, serta inovasi berkelanjutan agar mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus mendukung sistem logistik pangan nasional,” kata Daconi.

Penghargaan GSPI ASRI 2026 menjadi tonggak penting bagi Petrokimia Gresik dalam memperkuat transformasi kepelabuhanan berbasis Green and Smart Port. Komitmen tersebut diharapkan semakin memperkuat peran perusahaan dalam mendukung sistem logistik nasional yang efisien, berkelanjutan, dan mendukung ketahanan pangan Indonesia. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pelabuhan Petrokimia Gresik Raih Anugerah Pelabuhan Terbaik Nasional  Selengkapnya

Inspiration Day, 49 Insan Petrokimia Gresik Terjun Sekolah Menginspirasi 1.300 Pelajar

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, (Persero), menggelar PG Inspiration Day bagi sekitar 1.300 pelajar di Kabupaten Gresik. Kegiatan itu dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Petrokimia Gresik mengusung bertema Growing the Future.

Sebanyak 49 Insan Petrokimia Gresik turun langsung sebagai pemateri, pengajar, dan fasilitator untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, serta inspirasi agar para pelajar berani mengembangkan potensi, membangun kompetensi, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

PG Inspiration Day tahun ini digelar di dua sekolah, yaitu SMK Assa’adah pada Selasa, 14 Juli 2026 diikuti 580 siswa dan SMAN 1 Kedamean pada Rabu besok, 15 Juli 2026 akan diikuti 720 siswa SMAN 1 Kedamean melalui seminar umum dan sesi classroom yang terbagi dalam 18 kelas.

Puluhan Insan Petrokimia Gresik tersebut berasal dari berbagai fungsi perusahaan, mulai dari operasional pabrik, riset, laboratorium, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pengembangan SDM, hingga fungsi korporat. Berbekal pengalaman profesional di bidangnya masing-masing, mereka berbagi wawasan mengenai dunia industri, budaya keselamatan, pengembangan diri, serta kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi dunia kerja. Keterlibatan para relawan ini menjadi wujud komitmen Petrokimia Gresik dalam menghadirkan pengalaman nyata dari dunia industri ke lingkungan sekolah.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik. Yang dibutuhkan bukan hanya ilmu pengetahuan, tetapi juga keberanian untuk bermimpi, kemauan belajar, serta semangat untuk terus berkembang.

“Growing the Future bukan hanya tentang menumbuhkan sektor agroindustri, tetapi juga tentang menumbuhkan manusia. Masa depan Indonesia ditentukan oleh generasi muda yang memiliki kompetensi, karakter, dan keberanian untuk terus berkembang. Karena itu, kami ingin hadir mendampingi mereka sejak di bangku sekolah,” ujar Daconi.

Melalui seminar dan sesi classroom, para pelajar berdialog langsung dengan Insan Petrokimia Gresik mengenai pengembangan diri, budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), dunia kerja, hingga pentingnya membangun kompetensi sejak dini. Berbekal pengalaman nyata para narasumber di dunia industri, para pelajar memperoleh wawasan mengenai keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja sekaligus motivasi untuk terus belajar, beradaptasi, dan mempersiapkan masa depan sejak di bangku sekolah.

Menurut Daconi, pendidikan merupakan investasi jangka panjang dalam membangun Indonesia. Karena itu, dunia industri memiliki tanggung jawab untuk mendukung dunia pendidikan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, budaya keselamatan, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan menghadapi perubahan.

“Kami tidak hanya datang untuk memberikan motivasi, tetapi juga berbagi pengalaman nyata dari dunia industri. Kami ingin para pelajar mengetahui kompetensi apa yang dibutuhkan, tantangan yang akan mereka hadapi, dan bagaimana mempersiapkan diri agar mampu bersaing di masa depan. Dengan kemauan belajar, disiplin, dan kerja keras, setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mewujudkan cita-citanya,” tambah Daconi.

Komitmen Petrokimia Gresik dalam mendukung pendidikan juga diwujudkan melalui berbagai program berkelanjutan, salah satunya Beasiswa Petro (BESTRO) yang turut diperkenalkan kepada para pelajar dalam kegiatan ini. BESTRO memberikan kesempatan kepada pelajar berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Selain bantuan biaya pendidikan, penerima beasiswa juga memperoleh pembinaan kepemimpinan, pengembangan soft skill, kewirausahaan, kesehatan mental, serta pembekalan untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan memasuki dunia kerja.

Sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan, Petrokimia Gresik juga menyerahkan bantuan dana pendidikan kepada kedua sekolah. Kedua sekolah menerima total bantuan sebesar Rp 27 juta untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.

“Semangat Growing the Future kami wujudkan melalui berbagai program yang membuka akses pendidikan sekaligus memperkuat kapasitas generasi muda, termasuk melalui BESTRO. Kami ingin Petrokimia Gresik tidak hanya hadir memberikan inspirasi, tetapi juga membuka kesempatan agar semakin banyak generasi muda dapat berkembang dan meraih cita-citanya,” tutup Daconi.

Kepala SMK Assa’adah Bungah Ainur Rofiq menyampaikan terima kasih atas kepedulian Insan Petrokimia Gresik yang datang menginpirasi bagi para siswa di sekolahnya. Materi dan pengalaman yang disampaikan, tambahnya, memberikan wawasan lebih luas lagi bagi siswa SMK Assa’adah.

“Petrokimia Gresik banyak memberikan kontribusi bagi peserta didik SMK Assa’adah. Sinergi yang sekarang ini dibangun antara dunia industri dalam hal ini Petrokimia Gresik dengan lembaga pendidikan akan menumbuhkan motivasi bagi siswa untuk terus berkembang,” ujarnya.

PG Inspiration Day merupakan agenda tahunan dalam rangkaian HUT Petrokimia Gresik. Sejalan dengan tema HUT ke-54, Growing the Future, program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menyiapkan generasi muda yang unggul, berkarakter, berbudaya keselamatan, dan siap menghadapi tantangan masa depan melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia industri. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Inspiration Day, 49 Insan Petrokimia Gresik Terjun Sekolah Menginspirasi 1.300 Pelajar Selengkapnya

Siswa SD Kebingungan Pulang, Satlantas Polres Gresik Antar Anak  ke Rumah, Ortu pun Lega

GRESIK,1minute.id – Azraqi Raffan celingukan. Siswa UPT SDN 29 Randuagung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik seperti kebingungan ketika mau pulang ke rumahnya di Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas. 

Azraqi yang masih memakai seragam baju berwarna putih, celana dan topi warna merah terus berjalan kaki sambil “menggendong” tas rangselnya. Sekitar pukul 10.30 WIB. Berulang kali, ia mengusap tahinya karena terkena sengatan sinar matahari. Saat ia melintas di depan Pos Polisi GKB, ada seorang polisi yang baik. 

Petugas segera menghampiri dan mengajak anak tersebut berbincang secara persuasif. Dari hasil komunikasi, diketahui anak itu bernama Azraqi Raffan, siswa UPT SDN 29 Randuagung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Kepada petugas, Azraqi mengaku hendak berjalan kaki pulang ke rumah. Namun karena tidak mengetahui arah, ia akhirnya tersesat dan kebingungan di jalan. Personel kemudian berupaya menenangkan Azraqi sekaligus menggali informasi mengenai alamat rumahnya. Setelah memperoleh petunjuk yang cukup, diketahui rumahnya berada di belakang gang masuk  RS Denisa, Kebomas atau Dusun Singorejo, Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas. 

Tanpa menunda waktu, petugas langsung mengantarkan Azraqi menggunakan kendaraan dinas menuju kediamannya demi memastikan keselamatannya.

Sesampainya di rumah, petugas mendapati rumah hanya ada saudaranya. Belakangan diketahui orang tuanya sedang panik mencari Azraqi ke sekolah karena saat dijemput, sang anak sudah tidak berada di lokasi.

Rasa cemas keluarga pun akhirnya berubah menjadi lega setelah mengetahui Azraqi telah diantarkan pulang oleh personel Satlantas Polres Gresik dalam kondisi sehat dan selamat.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution melalui Kasat Lantas Polres Gresik AKP Nur Arifin, mengatakan tindakan cepat anggotanya merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam melindungi keselamatan anak-anak.

“Respons cepat kepolisian untuk langsung mengantarkan Adik Azraqi ke rumahnya merupakan bagian dari pelayanan prima kami kepada masyarakat. Keselamatan warga, terutama anak-anak, adalah prioritas kami,” ujar AKP Nur Arifin.

Ia juga mengimbau para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama saat jam pulang sekolah, serta memastikan koordinasi penjemputan berjalan dengan baik. “Kami mengimbau kepada para orang tua agar selalu berhati-hati dan memastikan anak-anak dijemput tepat waktu. Komunikasi dengan pihak sekolah juga harus terus dijaga demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

Peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa kehadiran polisi tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas, tetapi juga hadir memberikan perlindungan dan rasa aman bagi masyarakat melalui aksi-aksi kemanusiaan yang cepat, sigap, dan humanis. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Siswa SD Kebingungan Pulang, Satlantas Polres Gresik Antar Anak  ke Rumah, Ortu pun Lega Selengkapnya

Realisasi Pajak Daerah Tembus Rp 590,2 Miliar, Pemkab Gresik Apresiasi Wajib Pajak Patuh

GRESIK,1minute.id – Kinerja penerimaan pajak daerah Kabupaten Gresik hingga pertengahan tahun 2026 menunjukkan tren yang menggembirakan. Per 13 Juli 2026, realisasi pendapatan pajak daerah telah mencapai 52,91 persen atau sebesar Rp 590,248 miliar. Capaian tersebut menjadi modal penting bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik untuk terus mempercepat pembangunan di berbagai sektor sekaligus memperkuat budaya taat pajak di tengah masyarakat.

Sebagai bentuk apresiasi atas kepatuhan wajib pajak, Pemkab Gresik menggelar Pemberian Apresiasi kepada Wajib Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), serta Subjek Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Makanan dan/atau Minuman Tahap I /2026 di Rumah Makan Soto Cak Har Cabang Menganti pada Selasa, 14 Juli 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala UPT PPD Gresik Bapenda Provinsi Jawa Timur Eko Setiawan, jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Gresik, perwakilan PT Jasa Raharja, Ikatan Notaris Indonesia, Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), Bank Jatim Cabang Gresik, Subaga Mitra Solusi, serta para pelaku usaha dan masyarakat.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, pemberian apresiasi kepada wajib pajak bukan sekadar membagikan hadiah kepada masyarakat yang patuh, melainkan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk membangun budaya sadar pajak. Menurutnya, setiap pajak yang dibayarkan masyarakat merupakan investasi bagi pembangunan Kabupaten Gresik

“Semua pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali lagi kepada masyarakat. Pemerintah hanya mengelolanya menjadi pembangunan yang manfaatnya bisa dirasakan bersama,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia menjelaskan, pajak yang dihimpun dari masyarakat akan menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD), kemudian dikembalikan dalam bentuk pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, hingga berbagai program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Karena itu, kepatuhan masyarakat dan pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban perpajakan memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.

“Ini bentuk motivasi bagi masyarakat agar semakin taat membayar pajak. Pajak memang dipungut dari masyarakat, tetapi seluruh manfaatnya akan kembali kepada masyarakat. Mulai dari PBB, BPHTB, hingga pajak restoran dan makanan dan minuman, semuanya menjadi bagian dari PAD yang kemudian kita belanjakan kembali untuk pembangunan,” imbuh mantan Ketua DPRD Gresik ini. 

Untuk mendukung peningkatan kepatuhan tersebut, Pemkab Gresik terus melakukan pembinaan kepada pelaku usaha, khususnya sektor makanan dan minuman. Melalui pemasangan tapping box, setiap transaksi dapat tercatat secara transparan sehingga penerimaan PBJT dikelola secara akuntabel dan optimal.

Selain itu, Pemkab Gresik juga terus menggalakkan transaksi non-tunai sebagai alternatif pembayaran pajak yang lebih mudah, aman, dan praktis. Digitalisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan transparansi sekaligus efektivitas pengelolaan pendapatan daerah.

Bupati Yani mengungkapkan, pemberian apresiasi kepada wajib pajak telah dilaksanakan sejak tahun lalu dan kembali digelar pada tahap pertama tahun 2026. Strategi tersebut dinilai turut mendorong meningkatnya kepatuhan masyarakat yang tercermin dari capaian penerimaan pajak daerah hingga pertengahan tahun.

“Kami berharap sampai akhir tahun capaian penerimaan pajak bisa semakin baik. Yang terpenting, masyarakat melihat bahwa pajak yang mereka bayarkan benar-benar dikelola menjadi PAD, kemudian dibelanjakan kembali untuk kepentingan masyarakat,” kata Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Sebagai bukti nyata manfaat pajak, Bupati Yani mencontohkan perubahan wajah Kecamatan Menganti dalam lima tahun terakhir. Ruas jalan utama Menganti yang sebelumnya hanya memiliki dua lajur kini telah diperlebar menjadi empat lajur dengan lebar sekitar 14 meter sepanjang kurang lebih 13 kilometer hingga perbatasan Kota Surabaya.

Menurutnya, pembangunan di wilayah Menganti akan terus berlanjut melalui pembangunan jalan alternatif yang menghubungkan sejumlah kawasan strategis. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik untuk mewujudkan pembangunan yang merata di seluruh wilayah.

“Kami tidak ingin pembangunan hanya terpusat di Gresik Kota atau wilayah utara. Hari ini masyarakat bisa melihat sendiri bahwa Gresik Selatan juga menjadi prioritas pembangunan. Pemerataan pembangunan inilah yang ingin terus kami hadirkan untuk seluruh masyarakat Kabupaten Gresik,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rahman dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan penghargaan kepada wajib pajak yang memenuhi kewajibannya tepat waktu, mendorong peningkatan penerimaan pajak daerah, serta memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Gresik, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, PT Jasa Raharja, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun budaya taat pajak.

Dari sisi capaian hingga 13 Juli 2026, realisasi pendapatan pajak daerah Kabupaten Gresik telah mencapai 52,91 persen atau sebesar Rp 590,248 miliar. Sejumlah jenis pajak mencatatkan capaian yang menggembirakan, di antaranya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar 73,38 persen atau Rp 183,448 miliar, Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) 56,77 persen atau Rp 2,536 miliar, Opsen BBNKB 54,15 persen atau Rp 30,877 miliar, serta PBJT Makanan dan Minuman sebesar 53,75 persen atau Rp27,949 miliar.

Capaian positif juga ditunjukkan oleh PBJT Hiburan yang telah terealisasi 51,12 persen atau Rp2,471 miliar, PBJT Parkir 51,04 persen atau Rp2,041 miliar, PBJT Tenaga Listrik 51,01 persen atau Rp142,833 miliar, serta Opsen PKB sebesar 50,39 persen atau Rp61,862 miliar. Untuk mendukung transparansi penerimaan pajak daerah, hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Gresik telah memasang 173 unit tapping box sebagai alat pemantau transaksi di berbagai tempat usaha.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gresik turut menyerahkan berbagai bentuk apresiasi kepada para wajib pajak yang beruntung. Untuk kategori PKB, BBNKB, dan Opsen PKB/BBNKB disediakan hadiah berupa tiga unit sepeda motor serta enam tabungan umrah senilai Rp35 juta. Sementara bagi subjek PBJT makanan dan minuman disediakan enam unit AC setengah PK dan enam unit lemari es dua pintu. Seluruh proses penentuan penerima dilakukan melalui pengundian secara terbuka, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Realisasi Pajak Daerah Tembus Rp 590,2 Miliar, Pemkab Gresik Apresiasi Wajib Pajak Patuh Selengkapnya

Buka MPLS Ramah Anak, Bupati Gresik Jadikan UPT SMP N 1 Gresik Pelopor Sekolah Moderasi Beragama

GRESIK,1minute.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru tahun ajaran 2026/2027 di Kabupaten Gresik memasuki hari pertama pada Senin, 13 Juli 2026. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menekankan pentingnya MPLS menciptakan suasana sekolah yang ramah, aman, nyaman, inklusif dan bermakna. 

Hal ini disampaikan Bupati Fandi Akhmad Yani saat menjadi pembina apel pembukaan MPLS Ramah sekaligus Launching Sekolah Moderasi Beragama UPT SMPN 1 Gresik. Menurut Bupati Fandi Akhmad Yani melalui berbagai penguatan kebijakan, materi yang lebih relevan, serta aturan yang lebih jelas, MPLS menjadi langkah awal bagi peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah tanpa adanya perundungan, kekerasan, maupun praktik yang tidak mendidik.

“Mari wujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan penuh semangat belajar. Sehingga setiap peserta didik dapat memulai perjalanan pendidikannya dengan percaya diri dan bahagia,” harap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Gus Yani didampingi Kepala Dinas Pendidikan S. Hariyanto, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP pada Dinas Pendidikan Syifaul Qulub, Kepala Kantor Kementrian Agama Gresik, Muhammad Ali Faiq, serta Kepala UPT SMPN 1 Gresik Beri Avita Prasetia,  Camat Gresik Jalesvie Triyatmoko, Lurah Sidokumpul Mukhlisun. 

Selain itu, Bupati Gresik mendorong adanya sekolah moderasi beragama yang menekankan pada cara pandang yang seimbang dan toleran dalam beragama. Hal ini untuk menghindari ekstremisme dan fanatisme, serta menjunjung tingi nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan.

“Sekolah moderasi beragama, mengajarkan pentingnya sikap tengah dalam beragama, yaitu cara beragama yang tidak berlebihan atau ekstrem. Hal ini mencakup pada toleransi, baik yang mayoritas maupun minoritas, serta menghargai nilai-nilai budaya dan tradisi,” jelas mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Bupati Yani berpesan, MPLS dan Launching sekolah moderasi beragama adalah menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang aman, nyaman, dan inklusif serta menanamkan sikap toleransi, akhlak mulia, dan antikekerasan sejak dini. “Kegiatan MPLS dan peluncuran sekolah moderasi beragama merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang humanis dan berkarakter,” ungkapnya. 

Bupati berharap, seluruh satuan pendidikan di wilayahnya sebagai rujukan Sekolah Moderasi Beragama. Langkah strategis ini diambil sebagai implementasi regulasi terbaru guna mencetak generasi muda yang berkarakter, toleran, serta bebas dari segala bentuk perundungan dan kekerasan sejak hari pertama sekolah.

“Saya berharap sekolah-sekolah di Kabupaten Gresik menjadi rujukan sekolah moderasi beragama, di mana nilai-nilai toleransi dan kerukunan ditanamkan sejak dini kepada generasi muda,” tuturnya.

Guna memastikan program berjalan lancar, Bupati Gresik menyempatkan diri melihat langsung pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) di ruang kelas usai meresmikan pembukaan MPLS. Bupati menegaskan, bahwa MPLS dan pemenuhan gizi (MBG) merupakan langkah awal yang krusial untuk membangun generasi yang sehat dan cerdas.

Dikatakan, pemerintah daerah sangat mengapresiasi konsistensi pelaksanaan program MBG yang kini genap berjalan selama satu tahun. Pihaknya berharap, kualitas, porsi, dan kebersihan dari program MBG terus dipertahankan secara konsisten ke depannya.

“Sengaja saya langsung meninjau ke ruang kelas setelah membuka MPLS untuk melihat realisasi program MBG ini secara riil. Dari testimoni beberapa siswa siswi tadi berharap adanya tambahan susu dalam menu MBG. Saya sangat mengapresiasi kesiapan pihak sekolah dan penyedia menu di hari pertama masuk sekolah ini,” tandasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Buka MPLS Ramah Anak, Bupati Gresik Jadikan UPT SMP N 1 Gresik Pelopor Sekolah Moderasi Beragama Selengkapnya

Hari Pertama Masuk Sekolah, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Turun Langsung Pastikan Kelancaran Lalu Lintas

GRESIK,1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution turun langsung membantu mengatur lalu lintas di hari pertama masuk sekolah pada Senin, 13 Juli 2026. Perwira dua melati di pundak itu terlihat ikut menyeberangkan siswa baru UPT SD Negeri 2 Gresik di Jalan Jaksa Agung Suprapto Gresik.

Di hari pertama tahun ajaran baru 2026/2027 ini puluhan polisi lalu lintas (Polantas) Polres Gresik diterjunkan untuk mengatur lalu lintas, bersama personel Polisi Pamong Praja (Pol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik di sejumlah sekolah di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Lalu lintas pun lancar.

Kehadiran AKBP Ramadhan Nasution yang memakai seragam lengkap untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar dan aman ini menarik perhatian anak-anak. Apalagi Cak Rama -sapaan akrab – AKBP Ramadhan Nasution juga tidak segan menggandeng, memyapa bocah-bocah itu untuk menyeberangkan jalan. 

Di sela-sela kegiatan, AKBP Ramadhan Nasution berdialog dengan sejumlah wali murid untuk mendengarkan langsung situasi di lapangan pada hari pertama pembelajaran. “Kegiatan ini merupakan wujud nyata bahwa polisi hadir di tengah-tengah masyarakat. Kami ingin memberikan rasa aman dan nyaman, khususnya di hari pertama sekolah ini,” ujar Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution.

“Saya berharap anak-anak sekolah bisa sampai dengan lancar dan tidak terlambat masuk kelas,” imbuhnya. Kapolres menegaskan bahwa pengaturan lalu lintas pada jam-jam sibuk akan terus menjadi perhatian jajaran Polres Gresik, terutama di sekitar kawasan pendidikan yang memiliki mobilitas tinggi.

Pada akhir kegiatan, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution memberikan apresiasi kepada personel kepolisian yang telah bersiaga sejak pagi hari di berbagai perempatan dan depan sekolah. Menurutnya, dedikasi para anggota sangat penting dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas serta keselamatan para pengguna jalan.

Dengan pengamanan dan pengaturan lalu lintas yang dilakukan secara maksimal, aktivitas hari pertama masuk sekolah di wilayah hukum Polres Gresik dapat berlangsung tertib, aman, dan lancar. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Hari Pertama Masuk Sekolah, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Turun Langsung Pastikan Kelancaran Lalu Lintas Selengkapnya

Kawal Pemulangan Anak PMI, Nila Yani Hardiyanti Tegaskan Komitmen Diplomasi Parlemen BKSAP DPR RI untuk Perlindungan WNI

GRESIK,1minute.id – Program pemulangan anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia yang diinisiasi oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mendapatkan perhatian serius dari anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Hardiyanti. 

Anggota Badan Kerja Sama Antarparlemen (BKASAP) DPR RI ini ikut menyambut pemulangan dan penyerahan anak PMI di Pendapa Rumah Dinas Bupati Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik pada Jumat, 10 Jumat 2026. Pada tahap kedua ini, ada sembilan anak PMI dari Malaysia. Rinciannya, enam anak asal Kabupaten Gresik dan tiga anak dari Jawa Tengah. 

Mereka diantar oleh Soheh, perwakilan KBRI Kuala Lumpur. Tahap pertama, pada Februari 2026 ada tiga anak PMI yang dipulangkan ke Gresik. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang menyambut langsung pemulangan dan penyerahan anak PMI kepada keluarga di Gresik.

Nila Yani Hardiyanti mengatakan kehadirannya dalam acara pemulangan anak PMI dari Malaysia ini bagian dari Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI ini. Sebagai anggota BKSAP, ia menegaskan komitmen kuat legislatif dalam memastikan perlindungan, pemenuhan hak, dan integrasi sosial yang layak bagi para Warga Negara Indonesia (WNI) yang kembali dari luar negeri.

Ia menyampaikan bahwa pemantauan pemulangan migran asal Kabupaten Gresik khususnya yang berasal dari beberapa kecamatan seperti Panceng, Bungah, dan Ujung Pangkah bukan sekadar prosesi seremonial, melainkan bentuk nyata dari kehadiran negara. 

Sebagai anggota BKSAP, politisi dari PDI-Perjuangan inj menyoroti pentingnya sinergi antara diplomasi internasional yang dijalankan parlemen dengan perlindungan riil di tingkat akar rumput (grassroots).

“Melalui BKSAP DPR RI, kami terus mendorong penguatan kerja sama bilateral maupun multilateral dengan negara-negara penempatan guna memastikan perlindungan hukum dan kesejahteraan pekerja migran kita sejak sebelum keberangkatan hingga kepulangan mereka ke tanah air. Hari ini, di Pendopo Gresik, kita menyaksikan langsung buah dari koordinasi lintas sektoral tersebut,” ujar Nila Yani.

Lebih lanjut, legislator muda dari Komisi VII DPR RI ini mengapresiasi kerja sama taktis pemerintah daerah Kabupaten Gresik beserta seluruh jajaran penegak hukum dan ketenagakerjaan yang tanggap dalam mengawal kepulangan para migran. 

Berdasarkan data manifest kepulangan per Juni 2026, tercatat pemulangan sejumlah warga beserta anak-anak mereka yang kini dapat berkumpul kembali bersama keluarga dengan aman. Ia juga menekankan pentingnya program pemberdayaan pasca kepulangan bagi para mantan pekerja migran dan keluarganya agar mereka mampu membangun kemandirian ekonomi di daerah asal. 

“Tugas kita tidak selesai saat mereka menginjakkan kaki di Pendopo ini. DPR RI bersama pemerintah akan terus memastikan adanya program pendampingan, pemantauan aspek pendidikan bagi anak-anak migran, serta fasilitasi wirausaha lokal agar para pahlawan devisa ini dapat berdaya seutuhnya di kampung halaman sendiri,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Kawal Pemulangan Anak PMI, Nila Yani Hardiyanti Tegaskan Komitmen Diplomasi Parlemen BKSAP DPR RI untuk Perlindungan WNI Selengkapnya

Lagi, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Pulangkan Anak PMI di Malaysia, Selamatkan Masa Depan Anak

GRESIK,1minute.id – Program pemulangan anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Gresik di Malaysia yang diinisiasi oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berlanjut. Pada Jumat, 10 Juli 2026 sebanyak enam anak PMI bisa pulang ketempat kelahiran orang tuanya di Gresik. Sebelumnya, bulan Februari 2026 sebanyak tiga anak PMI yang dipulangkan ke Gresik. Total sembilan anak. Anak-anak itu pun semringah. Sebab, mereka tidak lagi statelass alias tidak memiliki kewarganegaraan karena hasil pernikahan yang tidak tercatat oleh negara. 

Mereka pun kini berani mengungkapkan mimpinya setelah Pemkab Gresik memberikan administrasi kependudukan. Pemulangan ini merupakan bagian dari klaster repatriasi guna menjamin hak pendidikan dan perlindungan anak-anak PMI. Acara penerimaan dan penyerahan kepada pihak keluarga dilangsungkan di Pendapa Rumah Dinas Bupati Gresik. 

Enam anak PMI itu, yakni berinisial IAA, 8 ; LA, 8 ; ZF, 9 ; NS, 19 ; RF, 17, dan AYA, 17. Penerimaan dan penyerahan kepada pihak keluarga ini dilakukan langsung oleh inisiator yang juga Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Hadir dalam yang penuh haru, karena anak-anak bisa berkumpul kembali dengan keluarga di Indonesia, antara lain, Soheh, perwakilan KBRI di Malaysia ; Anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Hardiyanti ; Ketua Pengadilan Agama Gresik ; Perwakilan dari Provinsi Jawa Timur, serta Kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Gresik.

Kepala OPD yang hadir diantara Kepala Dinas Sosial Gresik Ummi Khoiroh, Kepala Dinas KBPPPA Gresik Titik Ernawati,  Kepala Tenaga Kerja Gresik Zainul Arifin; Kepala Dinas Pendidikan Gresik S.Hariyanto ; Plt Kepala Dinas Informasi dan komunikasi (Diskominfo) Gresik Kiki Nuryadi serta Rian Pramana Suwanda dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).

Perjalanan yang melelahkan dari Malaysia ke Gresik tidak membuat anak-anak PMI kecapekan. Mereka pun terlihat semringah karena bisa bertemu orang tua, maupun saudara mereka lainnya. Ipang, misalnya. Bocah 8 tahun terlihat tersenyum bahagia. “Saya pingin jadi sepak bola,” katanya. Bagi Ipang mimpi itu akan sulit terwujud bila tetap berada di Malaysia karena tidak memiliki identitas kependudukan. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen menyelamatkan masa depan anak-anak PMI. Dengan langkah nyata, memulangkan mereka ke Gresik dan memberikan hak dasar mereka seperti identitas hingga pendidikan setelah kembali di tanah kelahiran orang tuanya.

Kepulangan para anak PMI ini difasilitasi melalui kerjasama Pemkab Gresik dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia. Para anak PMI ini diantar langsung oleh perwakilan KBRI Kuala Lumpur, Soheh yang juga warga Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik.

“Kami menyambut kepulangan anak-anak PMI, dalam hal ini diantar oleh salah satu perwakilan KBRI di Kuala Lumpur Malaysia pak Soheh yang juga warga Bawean Gresik. Alhamdulilah beliau lah membantu  Pemkab Gresik,” kata Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

“Hari ini ada 9 anak yang dipulangkan untuk mendapatkan hak-hak atas anak mulai dari hak identitas kemudian hak pendidikan, hak kesehatan semuanya kita berikan layanan kepada anak-anak tersebut ini menjadi satu konsentrasi pemerintah daerah terkait pelayanan publik bagi anak-anak PMI tersebut,” imbuh Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Menurutnya, meski Kabupaten Gresik bukan kantong PMI di Jawa Timur, tetapi ada warga Gresik yang merantau dan bekerja di sana. Pemkab Gresik memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yang lahir dari pasangan PMI yang terancam stateless. Ia menilai ketika kepemilikan identitas sudah tuntas, akan menjadi pintu utama bagi masa depan seorang anak.

“Kami melihat ketika hak dasar identitas tidak dimiliki, maka seluruh hak hidupnya akan terputus baik itu hak kesehatan, hak perlindungan hak-hak yang lain bahkan hak pendidikannya, ini menjadi masalah besar, ketika mereka tidak mendapatkan akses pendidikan yang layak dimulai usia anak sampai dewasa pasti kehilangan cita-citanya artinya ketika kita menyelamatkan mereka, kita menyelamatkan generasi mereka, maka pemerintah kabupaten Gresik menjadi satu jembatan untuk menggapai cita-cita anak-anak hebat tersebut,” ungkap mantan Ketua DPRD Gresik ini. 

Pemulangan PMI berdasarkan MoU Pemkab Gresik dengan KBRI yang ada di Malaysia terkait dengan perlindungan anak PMI dan Kabupaten Gresik banyak warga yang bekerja menjadi PMI di Malaysia. Bupati Fandi Akhmad Yani berupaya melihat dan mendengar langsung terhadap anak-anak yang lahir dari pernikahan PMI tersebut. 

Pemkab Gresik telah menyiapkan sejumlah langkah lanjutan untuk mereka agar dapat mengenyam pendidik, mulai sekolah dasar hingga kuliah. Untuk anak usia sekolah, SD hingga SMP, Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik akan memberikan akses. 

Pihaknya juga menyiapkan langkah lanjutan agar seluruh anak dapat kembali mengenyam pendidikan. “Ketika anak tersebut di usia 9 tahun yang seharusnya melewati sekolah SD kelas 2 atau kelas 3 bisa jadi kita ikutkan kejar paket ketika melewati usianya. Kalau usianya tepat, Dispendik akan memberikan kesempatan akses anak tersebut melanjutkan sekolah formal di Kabupaten Gresik bisa jadi sekolah negeri, madrasah atau ponpes tergantung keluarga atau anak tersebut di Kabupaten Gresik,” tegasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Lagi, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Pulangkan Anak PMI di Malaysia, Selamatkan Masa Depan Anak Selengkapnya

Bertambah, Penyidik Satreskrim Polres Gresik Tetapkan Oknum ASN Pemkab Gresik Tersangka Dugaan Penipuan dan Pemalsuan SK PNS/PPPK Gresik

GRESIK,1minute.id – Tersangka dugaan penipuan dan pemalsuan SK PNS dan PPPK Pemerintah Kabupaten Gresik bertambah satu menjadi dua orang. Tersangka baru itu, berinisial A.P, 56 tahun. Oknum aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Pemkab Gresik ini diduga  berperan membantu aksi penipuan dengan meyakinkan para korban bahwa mereka dapat diloloskan menjadi PPPK melalui jalur tidak resmi.

Tersangka sebelumnya adalah Antoni, 45, pegawai pecatan di Pemkab Gresik saat ini dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Gresik. Dalam perkara ini, Antoni kepada penyidik di Kepolisian Resor Gresik mengaku mengantongi uang hasil kejahatan sebesar Rp 1,5 miliar. 

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya membenarkan adanya tersangka baru itu. Perwira tiga balok itu mengatakan, tersangka berinisial AP, 56, warga Kabupaten Lamongan yang bekerja sebagai staf di lingkungan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Gresik. Peran tersangka A.P membantu aksi penipuan dengan meyakinkan para korban bahwa mereka dapat diloloskan menjadi PPPK melalui jalur tidak resmi

“Dalam penyelidikan terungkap bahwa AP memperkenalkan para korban kepada seseorang bernama Antoni, yang sebelumnya telah mengaku memiliki akses untuk meloloskan peserta seleksi PPPK dengan imbalan sejumlah uang,” kata AKP Arya Widjaya ketika ditanya wartawan di Mapolres Gresik pada Jumat, 10 Juli 2026.

Arya didampingi Kanit Tipidek Satreskrim Polres Gresik Iptu Komang Andhika, Kasi Humas Polres Gresik Iptu Hepi Muslih Riza melanjutkan tersangka A.P tidak hanya mempertemukan korban dengan pelaku utama, tetapi juga terus meyakinkan korban bahwa proses pengurusan PPPK sedang berjalan sehingga korban tetap percaya dan tidak segera meminta uangnya kembali.

Dalam penyidikan, Satreskrim Polres Gresik telah memeriksa sebanyak 20 orang saksi. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa rekening koran, enam lembar salinan legalisir surat keputusan (SK) yang diduga palsu, serta percakapan WhatsApp antara tersangka dengan para korban.

Berdasarkan hasil penyidikan, AP diduga memberikan kesempatan, sarana, serta keterangan yang mempermudah tindak pidana penipuan sehingga dijerat sebagai pembantu tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 492 KUHP juncto Pasal 21 ayat (1) huruf a dan b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Nasional.

Polres Gresik juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak yang mengaku mampu meloloskan seseorang menjadi PPPK maupun PNS dengan meminta imbalan uang. “Apabila menemukan praktik serupa, masyarakat diminta segera melapor kepada kepolisian,” tegas AKP Arya Widjaya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bertambah, Penyidik Satreskrim Polres Gresik Tetapkan Oknum ASN Pemkab Gresik Tersangka Dugaan Penipuan dan Pemalsuan SK PNS/PPPK Gresik Selengkapnya

Jelang Akhir Libur Sekolah, UPT SMP Negeri 2 Gresik Gelar Workshop Pemanfaatan AI untuk Dunia Pendidikan 

GRESIK,1minute.id – Pembelajaran tahun ajaran baru 2026/2027 dimulai Senin, 13 Juli 2026. Sejumlah lembaga pendidikan di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik mulai bersiap diri. Diantaranya, UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik. 

Satuan pendidikan berlokasi Jalan KH Kholil, Gresik yang dipimpin oleh Mohammad Salim menggelar Workshop mengusung tema “Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) dalam Dunia Edukasi”. Workshop dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto ini diikuti oleh seluruh tenaga pendidik menghadirkan pembicara Wahyudi, dari Sidoarjo berlangsung selama 4 hari, mulai Rabu hingga Sabtu, 8-11 Juli 2026.

Menurut Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim mengatakan, workshop untuk penyegeran kembali para guru dan siswa menjelang akhir libur sekolah. “Fokus workshop pemanfaatan teknologi AI untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” kata Mohammad Salim pada Kamis, 9 Juli 2026.

Dalam workshop ini semua guru harus membawa komputer jinjing alias laptop. workshop menggunakan alat digital secara gratis dari Google. “Refreshment Pembelajaran Google Workspace for Education. Ini sangat membantu guru membuat tugas, berdiskusi jarak jauh, dan berkolaborasi dalam satu tempat,” imbuh Salim.

Workshop dihelat dua sesi. Sesi pertama, materi Guru yang Menggerakkan dengan narasumber S.Hariyanto, Kadispendik Gresik. Sesi kedua, tentang Pemanfaatan Teknologi AI untuk Mendukung Pembelajaran yang Menyenangkan oleh Kokapten KSRG (Kandidat Sekolah Rujukan Google) Wahyudi dari sidoarjo.

UPT SMP Negeri 2 Gresik, adalah pioner sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Industri, sebutan lain , Kabupaten Gresik yang masuk KSRG. Program ini dipimpin oleh tim inti dan fasilitator yang berkolaborasi untuk membangun ekosistem pendidikan adaptif menggunakan perangkat Google for Education. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Jelang Akhir Libur Sekolah, UPT SMP Negeri 2 Gresik Gelar Workshop Pemanfaatan AI untuk Dunia Pendidikan  Selengkapnya