GRESIK,1minute.id – Majelis Rebo Awal yang digelar di Pesarean Nyai Ageng Pinatih di Kelurahan Kebungson, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Rabu, 3 November 2025.
Majelis yang setiap Rabu awal bulan ini bertepatan dengan akhir tahun sekaligus memasuki tahun kedua penyelenggaraannya ini menjadi ruang spiritual bagi masyarakat di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. Sejak siang hari warga mulai berdatangan ke Pesarean ibu angkat Sunan Giri itu.
Acara diawali dengan Khotmil Qur’an bin Nadhor dan Amaliyah Nyai Ageng Pinatih yang dipimpin Ustad Fabino bersama Tim Mahabbatul Musthofa beserta para guru di sekolah sekitar pesarean. Menjelang sore, suasana kian khusyuk dengan pembacaan Salawat Nabi MuhammadSAW, Tahlil oleh Gus H. Romi Mubarok, serta Ngaji Budaya oleh Budayawan Gresik Kris Adji A.W. yang menyampaikan berbagai versi kisah perjalanan hidup Nyai Ageng Pinatih sebagai tokoh penyebar Islam dan penjaga nilai kemanusiaan di pesisir Gresik.
Acara yang dihadiri Camat Gresik Jalesvie Triyatmoko, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan yakni Danramil 0817/05 ; Kapolsek Kota Gresik, dan Kepala Kantor Urusan Agama (KAU) Gresik, serta lurah dan Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Gresik dan berbagai elemen masyarakat lainnya. Pesarehan saudagar perempuan yang pernah menjabat sebagai Syahbandar Pelabuhan Gresik, kini setingkat, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) disesaki warga untuk ngalap berkah. Jemaah tidak hanya kirim doa bagi para leluhur, tetapi juga untuk masyarakat Aceh dan Sumatra yang tengah terdampak bencana alam.
Doa keselamatan khusus turut dipanjatkan agar mereka diberikan perlindungan, kekuatan, dan kemudahan melewati masa sulit, terlebih di tengah intensitas musim penghujan.
Acara puncak pada malam hari ditutup dengan Mauidloh Hasanah oleh KH. Ahmad Fathoni Abdus Syukur, yang mengajak jamaah memperbanyak amal kebajikan kepada sesama dan kepada alam sebagai bentuk kesadaran spiritual yang memberi manfaat luas.
Sementara itu, Camat Gresik Jalesvie Triyatmoko menegaskan pentingnya menjaga tradisi spiritual dan budaya di tengah masyarakat. “Kegiatan doa bersama dan kajian budaya seperti ini penting untuk menjaga kekuatan spiritual sekaligus melestarikan kearifan lokal. Selain mempererat persaudaraan warga, majelis ini juga menjadi momentum untuk mendoakan keselamatan bangsa. Semoga tradisi baik ini terus terjaga dan memberi dampak positif bagi masyarakat Gresik,” kata Jalesvie.
Kepala Kelurahan Kebungson, M. Fither Kuntajaya, selaku penggagas kegiatan, menyampaikan harapannya majelis Rabo Awal bisa membawa berkah bagi masyarakat dan Indonesia. “Semoga majelis ini membawa keberkahan bagi warga Kebungson, memperkuat kebersamaan, serta menjadi wasilah doa keselamatan, termasuk bagi saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatra yang tertimpa bencana,” kata Fither. Majelis Rebo Awal kembali menjadi bukti bahwa spiritualitas, budaya, dan kepedulian sosial dapat berjalan berdampingan, menghadirkan keteduhan dan harapan bagi seluruh masyarakat.
Lalu siapa Nyai Ageng Pinatih? Dalam buku Grissee Kota Bandar, Nyai Ageng Pinatih, syahbandar perempuan pertama di Gresik pada 1458 Masehi. Pada masa itu, Nyai Ageng Pinatih, perempuan pertama bertugas untuk memungut bea cukai dan mengawasi perdagangan asing.
Beliau adalah saudagar kaya rata yang menjadi ibu angkat Sunan Giri. Monumen jangkar sebagai tetenger masa kepemimpinan di depan terminal penumpang di Pelabuhan Gresik masih dipajang dan terawat baik. (yad)
GRESIK,1minute.id – Gresik Migas bakal mendapatkan tambahan suntikan modal dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik sebesar 7 miliar. DPRD Gresik telah menyetujui tambahan modal ke badan usaha milik daerah (BUMD) yang berkantor di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu.
Menurut Direktur Utama Gresik Migas Priest Djabbar mengatakan, pihaknya tambahan modal sebesar Rp 7 miliar dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik akan digunakan untuk pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum dan Nelayan (SPBUN) Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah.
“Investasi pembangunan SPBUN itu membutuhkan anggaran Rp 8,7 miliar,” kata Priest Djabbar dikonfirmasi selulernya pada Rabu, 3 Desember 2025. Penambahan penyertaan modal itu akan dilakukan pada P-APBD 2026 nanti.
Untuk diketahui DPRD Gresik telah menetapkan empat rancangan peraturan daerah (Ranperda) pada 27 November 2025. Empat Ranperda itu, terdiri dua Ranperda baru, yakni, Ranperda Pelaksanaan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan Ranperda Penyertaan Modal Pemerintah Daerah pada Perusahaan Perseroan Daerah Gresik Migas.
Sedangkan dua ranperda perubahan yaitu Ranperda Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2013 tentang Pengendalian Air Limbah dan Pengelolaan Kualitas Air dan Ranperda Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa.
Priest melanjutkan, SPBUN untuk mensuplai kebutuhan solar dan pertalite bagi nelayan setempat. ‘Berdasarkan data Dinas Perikanan dan Kelautan, kebutuhan bahan bakar untuk nelayan sebanyak 19 Kiloliter per hari,” ujarnya.
Solar bersubsidi dan pertalite menjadi kebutuhan vital bagi para nelayan Desa Pangkah Wetan untuk melaut. Selain dua bahan bakar bersubsidi, Imbuhnya, juga menyediakan bahan bakar non subsidi, antara lain, Pertamax, Dexlite, Biodiesel dan lainnya. ” Pembelian solar atau pertalite nelayan yang terdaftar dengan menggunakan sistem barcode,” ujarnya. Dalam barcode itu, berisi antara lain identitas nelayan. “By name, by address, dan besaran kuotanya,” tegasnya.
Pembangunan SPBUN Ujungpangkah ini, akan menambah jaringan SPBUN yang dikelola oleh Gresik Migas. Sebelumnya, SPBUN telah beroperasi di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng dan SPBUN Lumpur di Jalan R.E. Martadinata, Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik. (yad)
GRESIK,1minute.id – Layanan kesehatan di Kabupaten Gresik semakin merata. Kini, pasien rawat semakin tidak harus ke rumah sakit. Sebab, 29 dari 31 puskesmas atau 90 persen di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik bisa melayani rawat inap.
“Dulu masyarakat harus ke rumah sakit hanya untuk mendapatkan perawatan dasar. Sekarang 90 persen puskesmas sudah siap rawat inap. Target kita jelas, tinggal tiga puskesmas lagi dan kita targetkan 99% siap melayani rawat inap,” ujar Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif saat melaunching 8 puskesmas yang siap melayani rawat inap pada puncak Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Gresik pada Selasa, 2 Desember 2025.
Sebelumnya, sudah ada 21 puskesmas yang melayani rawat inap. Kini, tersisa tiga puskesmas yang belum melayani rawat inap dikarenakan luas lahan sempit dan persoalan lainnya. Tiga puskesmas itu, yakni Puskesmas Nelayan berada di Jalan Gubernur Suryo, Gresik ; Puskesmas Industri berlokasi di Jalan Arif Rahman Hakim, Gresik ; dan Puskesmas Dadapkuning, Kecamatan Cerme.
Ia menambahkan, keberadaan layanan ini sangat krusial mengingat hampir seluruh masyarakat Gresik telah tercakup dalam kepesertaan BPJS. Dengan Universal Health Coverage (UHC) yang telah mencapai 100 persen, seluruh pembiayaan ditanggung BPJS sesuai regulasi.
“Bisa dikatakan, kalau punya KTP Gresik maka kesehatannya terjamin. Tidak semua orang mudah mendapatkan uang untuk berobat, apalagi tindakan medis besar. Karena itu pemerintah memastikan seluruh masyarakat memegang BPJS dan layanan kesehatan harus dekat, murah, dan mudah,” terang dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif.
Capaian ini menjadi puncak dari berbagai program strategis sektor kesehatan selama 2025. Berdasarkan laporan resmi Dinas Kesehatan Gresik, selain telah melaksanakan integrasi layanan primer di seluruh 32 puskesmas, serta peningkatan 8 puskesmas menjadi rawat inap, Dinkes Gresik juga melakukan penguatan 1.512 posyandu.
Dinkes juga telah melaksanakan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk 244.118 sasaran, sistem e-rekam medis di seluruh puskesmas, penguatan Labkesmas, serta layanan ambulans dilengkapi GPS tracking. Layanan RSUD Gresik Sehati juga telah berjalan dan menjangkau masyarakat Gresik di wilayah selatan. Terkait TBC, Dinkes juga telah menemukan 2.935 kasus TBC dari 23.454 suspek sebagai bagian dari upaya pengendalian penyakit. (yad)
GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik akan memulangkan anak pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia. Pemulangan anak yang terancam stateless alias tidak memiliki kewarganegaraan karena hasil pernikahan yang tidak tercatat oleh negara untuk menyelamatkan masa depan anak tersebut.
“Pemulangan anak PMI untuk menyelamatkan masa depan anak. Ini kemanusiaan,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Semarang, Jawa Tengah pada akhir November 2025. Rencana pemulangan anak PMI telah mendapatkan restu dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia.
“Setelah kami bawa pulang, mereka akan sekolah di Gresik. Bila yang pingin mondok juga bisa,” tegas Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.
Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Gresik Zainul Arifin mengatakan, pemulangan anak PMI akan dilakukan dalam waktu dekat. “Tahun ini, ada anak PMI di Malaysia yang akan dipulangkan ke Gresik,” kata Zainul dikonfirmasi pada Selasa, 2 Desember 2025. Akan tetapi, mantan Camat Manyar itu, belum bisa memastikan kapan waktu pemulangan.
Informasi yang dihimpun, rencana pemulangan anak Pekerja Migran Indonesia di Malaysia asal Gresik akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal, pada Desember 2025 ada sebanyak enam anak PMI yang dipulangkan ke Gresik.
Anak tersebut masih berusia sekolah. Akan tetapi mereka tidak bisa belajar di lembaga pendidikan formal di Malaysia karena tidak memiliki kewarganegaraan alias stateless. Sebab, pernikahan orang tua mereka itu tidak dilakukan secara hukum negara.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani telah membentuk tim Ad Hoc untuk tugas kemanusiaan pemulangan anak Pekerja Migran Indonesia asal Gresik di negeri Jiran, Malaysia itu.
Pelaksanaan teknis tim.Ad Hoc Pemulangan Anak PMI asal Gresik, Rian Pramana Suwanda ketika dikonfirmasi membenarkan adanya tim tersebut. “Untuk pemulangan anak PMI ini, kami dibantu oleh komunitas Pekerja Migran Indonesia di Malaysia,” katanya. Saat ini, kata Rian, masih proses pengurusan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP).
“Ini tindak lanjut dari MoU dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia,” katanya dikonfirmasi pada Selasa, 2 Desember 2025. Seperti diberitakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menandatangani Nota Kesepakatan (MoU) dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia pada Selasa, 14 Oktober 2025. MoU itu diteken oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Duta Besar (Dubes) RI untuk Malaysia Hermono di Kantor KBRI Kuala Lumpur.
Kesepakatan ini menjadi langkah nyata Pemkab Gresik untuk memastikan perlindungan hukum dan pemenuhan hak anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Gresik, terutama terkait identitas dan akses pendidikan. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menekankan bahwa inti dari MoU ini adalah memastikan anak-anak pekerja migran memiliki identitas hukum yang jelas.
“Anak-anak kita harus difasilitasi tentang asal usulnya. Jika salah satu orang tuanya warga Gresik, maka mereka berhak atas identitas yang lengkap. Tanpa dokumen, mereka akan menjadi stateless, tidak bisa sekolah, bahkan tidak mendapatkan jaminan kesehatan. Padahal pendidikan adalah jalan utama untuk meningkatkan kesejahteraan,” tegas Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.
Menurutnya, tanpa identitas anak-anak tidak akan bisa mengenyam pendidikan, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi, sehingga cita-cita mereka bisa terhenti. “Kita ingin memastikan tidak ada anak yang kehilangan masa depannya hanya karena status administratif. Orang tua mereka adalah pahlawan devisa, maka sudah menjadi tanggung jawab kita memberi perhatian penuh kepada anak-anak tersebut,” ujarnya. (yad)
SEMARANG,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Sosial (Kemensos) RI Robben Rico melakukan visitasi ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 45 Semarang pada Ahad, 30 November 2025.
Kegiatan itu dilakukan untuk mengetahui pengelolaan SRT berlokasi di Kompleks Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produkvitas Kota Semarang ini, puluhan siswa sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Pasalnya, dalam waktu dekat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik akan membangun gedung sekolah rakyat (SR) baru di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Gedung SR anyar yang modern itu diperuntukkan untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Setiap jenjang sekolah adalah tiga rombongan belajar atau rombel. Setiap rombel akan diisi 25 peserta didik. Jadi totalnya 225 siswa (SD, SMP dan SMA). Bila ditambah siswa kelas X Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 30 Gresik yang saat ini menempati eks gedung UPT SMP Negeri 30 Gresik di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu total menjadi 300 siswa.
Di gedung SR di bangun sebanyak 36 ruang kelas, asrama siswa putra, putri dan guru, laboratorium, masjid, kantin. Gedung SR akan dilengkapi fasilitas lapangan basket, mini soccer hingga ruang terbuka hijau (RTH). Semua fasilitas itu dibangun di atas lahan seluas lebih dari 5 hektar dengan total luas bangunan mencapai 62.577 meter persegi.
DIALOG : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyapa siswa SRT 45 Kota Semarang saat melakukan visitasi ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 45 Kota Semarang pada Ahad, 30 November 2025 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, kunjungan ini dalam rangka mempelajari program, maupun pengelolaan SRT 45 Semarang yang dinilai berhasil. Sekolah ini merupakan inisiatif pemerintah yang berada di bawah kewenangan operasional Kemensos, dengan fokus untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berasrama yang setara SD/SMP/SMA bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
“Dari visitasi ini kita belajar bagaimana problem dan cara mengatasi Sekolah Rakyat Terintegrasi yang menampung siswa SD dan SMA, kemudian program serupa dapat direplikasi atau diterapkan di Kabupaten Gresik, dengan harapan dapat membantu pengentasan kemiskinan secara terpadu melalui pendidikan,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.
Orang nomor satu di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik itu didampingi Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, antara lain, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gresik, Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Gresik serta wartawan. Rombongan disambut oleh Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin, Kepala SRT 45 Kota Semarang Ridho Irwanto serta siswa setempat.
JEMPOL SISWA SRT 45 Semarang : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyapa siswa SRT 45 Kota Semarang saat melakukan visitasi ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 45 Kota Semarang pada Ahad, 30 November 2025 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Menurutnya, pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kabupaten Gresik akan dibangun di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu. Fasilitas pendidikan ini akan dilengkapi secara terpadu mulai dari tempat belajar, olahraga hingga ruang terbuka hijau.
“Berdiri di atas lahan lebih dari 5 hektare dengan total luas bangunan 62.577 meter persegi, SR Gresik bakal dilengkapi sederet fasilitas pendidikan modern. Di dalamnya terdapat 26 jenis bangunan, termasuk 36 ruang kelas, laboratorium, dan klinik. Termasuk gedung olahraga lengkap dengan lapangan badminton, basket, mini soccer, dan jogging track,” terang mantan Ketua DPRD Gresik itu.
Dikatakan, SRT 45 Semarang sendiri merupakan program inisiatif yang menyediakan fasilitas lengkap, termasuk asrama, ruang kelas, laboratorium, laptop untuk guru dan siswa, dengan kurikulum yang mengintegrasikan akademik, karakter kebangsaan, dan pendidikan vokasi. Keberhasilan implementasi dan fasilitas lengkap di SRT 45 Semarang menjadi inspirasi bagi Bupati Fandi Akhmad Yani untuk menerapkan standar serupa dan meningkatkan fasilitas di sekolah rakyat di Kabupaten Gresik.
Sekolah berasrama atau Boarding School di SRT 45 Kota Semarang mendidik dan merawat anak-anak dibawah garis kemiskinan. “Ternyata campur siswa SD, disini anak-anak SMA membantu anak SD belajar. Tumbuh rasa kebersamaan. Kalau kami tidak kesini (SRT 45 Kota Semarang) tidak mengetahuinya,” ujarnya.
“Kunjungan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang merata. Melalui kunjungan ini kami berharap dapat membawa praktik-praktik baik dari SR 45 Semarang untuk direplikasi, disesuaikan, dan dikembangkan sesuai dengan karakter masyarakat Kabupaten Gresik,” imbuhnya.
Ia melanjutkan SRT 45 Semarang merupakan program inisiatif yang menyediakan fasilitas lengkap, termasuk asrama, ruang kelas, laboratorium, laptop untuk guru dan siswa, dengan kurikulum yang mengintegrasikan akademik, karakter kebangsaan, dan pendidikan vokasi. Keberhasilan implementasi dan fasilitas lengkap di SRT 45 Semarang menjadi inspirasi bagi Bupati Fandi Akhmad Yani untuk menerapkan standar serupa dan meningkatkan fasilitas di sekolah rakyat di Kabupaten Gresik.
“Kunjungan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang merata. Melalui kunjungan ini kami berharap dapat membawa praktik-praktik baik dari SR 45 Semarang untuk direplikasi, disesuaikan, dan dikembangkan sesuai dengan karakter masyarakat Kabupaten Gresik,” kata Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu.
Dirjen Kementerian Sosial RI Robben Rico didampingi Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin melakukan visitasi bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ke SRT 45 Kota Semarang pada Ahad, 30 November 2025 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Di tempat sama, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI Robben Rico, menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata inklusi pendidikan bagi masyarakat yang selama ini tidak tersentuh layanan pendidikan formal.
Robben menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya menawarkan jalur pendidikan alternatif, tetapi juga membuka ruang pemulihan sosial bagi warga. Menurutnya, banyak peserta yang sebelumnya kehilangan kepercayaan diri dan merasa tidak memiliki arah hidup, kini mulai berani bermimpi. “Program ini memberi kesempatan kepada mereka yang dulu tidak pernah membayangkan bisa menjadi guru, direktur, atau profesional. Sekolah Rakyat membuat harapan itu hidup kembali. Semoga kelak yang bisa menjadi Bupati ” ujarnya.
Menurut Robben, ada tiga prinsip utama yang harus dijalankan oleh sekolah rakyat: pertama, memuliakan orang kecil; kedua, menjangkau mereka yang belum terjangkau pendidikan; dan ketiga, memungkinkan hal yang tampaknya mustahil. “Lulusan sekolah rakyat bukan hanya pintar, tapi juga memiliki karakter yang kuat dan terampil. Selain itu, Kemensos juga menyediakan 2.600 beasiswa bagi siswa-siswi Sekolah Rakyat,” ujar Robben.
Robben mengungkapkan bahwa awalnya banyak kabupaten/kota yang kurang peduli dengan pendirian sekolah rakyat. Kini kesadaran tentang pentingnya program ini semakin berkembang, khususnya untuk menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan pendidikan.
“Saat ini terdapat 13.864 anak usia 7–12 tahun di Jawa Tengah dan 23.041 anak di Jawa Timur yang belum mengenyam pendidikan. Keberadaan sekolah rakyat sejalan dengan upaya pemerintah untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan akses bagi semua lapisan masyarakat,” tandasnya. (yad/adv)
GRESIK, 1minute.id – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gresik terus mendorong perusahaan, dunia usaha untuk peduli kepada pekerja sekitar. Caranya, mendaftarkan pekerja rentan sekitar mengikuti program jaminan sosial ketenagakerjaan. Program anyar “Ayo Sejahterakan Pekerja Sekitar Anda” atau SERTAKAN untuk menghindari terjadinya kemiskinan ekstrem bagi pekerja rentan. Pekerja informal, antara lain, Asisten Rumah Tangga, sopir, tukang kebun atau pengurus tempat ibadah.
Jamiman perlindungan Ketenagakerjaan, antara lain, Jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JK). Premi “hanya” Rp 16.800 per bulan atau Rp 210. 000 per tahun.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gresik Bunyamin Najmi menegaskan, pentingnya pekerja non formal untuk ikut serta sebagai peserta BPJAMSOSTEK. Menurutnya, keikutsertaan tersebut akan memastikan keluarga pekerja tetap mendapat manfaat perlindungan, terutama jika terjadi risiko kecelakaan kerja maupun kematian.
“Kita tidak tahu kapan insiden itu terjadi. Tapi kalau sudah terlindungi BPJS Ketenagakerjaan, pekerja tidak perlu khawatir karena seluruh manfaat sudah dijamin, mulai dari perawatan hingga santunan kepada ahli waris,” ujar Bunyamin dalam Sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan kepada wartawan pada Kamis, 27 November 2025.
“Kami terus mendorong pekerja non-formal memanfaatkan jaminan perlindungan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan. Dengan perlindungan ini, kebutuhan keluarga serta pendidikan anak tetap dapat terjamin ketika risiko terjadi,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Gresik, Den Imam D.P, menambahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik sebenarnya sudah memberikan perlindungan kepada sekitar 8.600 pekerja rentan bidang transportasi. Antara lain, tukang ojek pangkalan, sopir, tukang becak, pengemudi delman, serta pekerja di sektor keagamaan.
Bila dibandingkan dengan jumlah pekerja rentan di Kota Industri, julukan lain, Kabupaten Gresik. Data BPJS Ketenagakerjaan, dari 715.619 angkatan kerja, terdapat sebanyak 553.977 pekerja non-ASN dan non-TNI/Polri. Rinciannya, pekerja penerima upah (PU) yang masih belum terdaftar tercatat 141.469 orang. Lalu di sektor pekerja bukan penerima upah (BPU) sebanyak 143.066 orang belum terdaftar.
“Untuk kategori BPU yang terlindungi sekitar 21% atau 36.652 peserta,” tegas Den Imam. Sektor informal termasuk kelompok dengan tingkat risiko tinggi, namun kepesertaannya masih rendah. Misalkan petani, pedagang, nelayan, pengemudi ojek dan sopir harian. Kemudian pekerja serabutan, pekerja rumah tangga, usaha mikro dan perorangan lainnya.
BPJS Ketenagakerjaan menilai bahwa perlindungan jaminan sosial untuk kelompok ini harus terus dipercepat, agar tidak banyak keluarga jatuh miskin ketika pencari nafkah mengalami kecelakaan kerja atau meninggal dunia.
BPJS Ketenagakerjaan pun menegaskan bahwa pihaknya terus memperkuat sosialisasi ke berbagai instansi, komunitas pekerja, dan elemen masyarakat. Juga mendorong Pemkab Gresik untuk kembali memperluas dukungan terhadap kelompok rentan, agar Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) bisa tercapai lebih cepat. Dari total 715.619 penduduk angkatan kerja ber-KTP Gresik, capaian UCJ sebesar 40,82% per 26 November 2025. Target BPJS Ketenagakerjaan 52,69%, atau kekurangan sekitar 84.960 peserta.
“Kami terus bersinergi dengan Pemda Gresik agar semakin banyak pekerja rentan yang mendapatkan perlindungan jaminan sosial. Ini penting, bukan hanya untuk keselamatan pekerja, tapi juga mendukung penurunan kemiskinan ekstrem di daerah,” katanya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka Seminar Nasional yang digelar di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 27 November 2025. Seminar dengan tema “Implikasi Pemberlakuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan Peran Aparat Penegak Hukum dalam Penegakan Hukum Pidana”, bekerja sama dengan Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya.
Acara ini diikuti oleh ratusan peserta dari unsur advokat, akademisi, kejaksaan, kehakiman, hingga praktisi hukum menghadirkan keynote speaker Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Permasyarakatan yang juga ketua DPP Peradi Otto Hasibuan.
Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum ini. “Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik mengucapkan selamat datang kepada para narasumber dan tamu undangan,” ujarnya. Ia berharap seminar ini menjadi ruang diskusi produktif bagi seluruh peserta.
Otto Hasibuan menjelaskan bahwa seminar ini penting untuk menyosialisasikan KUHP baru kepada masyarakat luas. “Seminar ini menjadi sarana penting untuk menyosialisasikan KUHP baru secara tepat dan menyeluruh,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa KUHP baru akan berlaku efektif pada 2 Januari 2026 mendatang. Otto menekankan pentingnya pemahaman yang benar agar implementasinya tidak menimbulkan kerancuan di lapangan. KUHP baru menempatkan pemidanaan sebagai instrumen perlindungan masyarakat dan pemulihan keadilan. Prinsip individualisasi pidana dan konsep ultimum remedium juga menjadi landasan penting dalam penegakan hukum pidana.
Sementara itu, Ketua DPC Peradi Gresik Kukuh Purnomo Budi menyampaikan dukungan bagi Pemkab Gresik. “Kami siap membantu pemerintah daerah dalam penyusunan produk hukum yang mencerminkan local wisdom masyarakat Gresik agar selaras dengan pembaruan KUHP,” ujarnya.
Melalui seminar ini, seluruh pihak berharap mampu memperkuat kesiapan dalam menghadapi pemberlakuan KUHP baru. Acara ini juga diharapkan memperkuat koordinasi penegak hukum menuju sistem yang modern dan humanis. (yad)
GRESIK,1minute.id – Pemuda berinisial RAS ini memiliki hobi nyeleneh. Pemuda asal Lamongan itu dikabarkan kerap mencuri pakaian dalam, seperti celana dalam atau bra. Pakaian dalam itu digunakan untuk berfantasi liar.
Kini, pemuda 27 tahun harus menanggung hobi nyeleneh itu. Ia ditangkap oleh Tim Reserse Mobile (Resmob) Satreskrim Polres Gresik. Penangkapan RAS dipimpin langsung oleh Kanit Resmob Polres Gresik Ipda Andi Muh. Asyraf Gunawan. “Pada Jumat (21/11/2025) sekitar pukul 16.10 WIB, kami mengamankan pelaku di Jalan Raya Ambeng-Ambeng, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik,” ujar Kanit Resmob Polres Gresik Ipda Andi Muh. Asyraf Gunawan melalui siaran pers pada Senin, 24 November 2025.
Dalam pemeriksaan awal, RAS mengakui bahwa dirinya mencuri bra milik korban berinisial DAS di wilayah Randuagung, Kebomas. Ia juga mengaku bahwa aksinya dilakukan karena dorongan fantasi seksual dan barang-barang hasil curian disimpan di kamar rumahnya.
Aksi pencurian terjadi pada Sabtu, 8 November 2025 sekitar pukul 12.30 WIB. Saat mengecek jemuran, korban menemukan salah satu pakaian dalamnya hilang. Setelah meminta rekaman CCTV tetangga, terlihat seorang pria berjaket hitam, berhelm putih, dan mengendarai Honda Scoopy merah marun mengambil pakaian tersebut. Korban melaporkan ke Polres Gresik.
Kanit Resmob Polres Gresik Ipda Andi Muh. Asyraf Gunawan memimpin langsung serangkaian langkah penyelidikan, mulai dari pemanggilan saksi, pengumpulan keterangan warga, hingga analisa rekaman CCTV. Dari hasil penelusuran, tim menemukan nomor polisi kendaraan yang digunakan pelaku. Kendaraan tersebut diketahui digunakan oleh seorang pria bernama RAS, 27, warga Kabupaten Lamongan.
Polres Gresik turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu rekaman CCTV saat pelaku melakukan pencurian, satu unit sepeda motor Honda Scoopy gress rakitan 2025 nopol S-3523-JDC, satu helm warna putih, satu jaket hoodie warna hitam, satu sandal selop hitam–putih, satu bra warna merah hitam, satu bra warna merah marun, satu bra warna abu-abu. Pelaku dijerat Pasal 362 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun.
Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu melalui Kanit Resmob Polres Gresik Ipda Andi Muh. Asyraf Gunawan, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. “Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat menjemur pakaian, terutama pakaian dalam yang bersifat privasi. Jika memungkinkan, jemurlah di area tertutup atau di dalam rumah agar tidak memberikan peluang bagi pelaku kejahatan,” tegasnya.
Polres Gresik mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan atau mencurigai kejadian serupa melalui hotline “Lapor Cak Roma” di nomor 0811-8800-2006 atau langsung mendatangi kantor kepolisian terdekat. (yad)
GRESK,1minute.id – Siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 30 Gresik bakal memiliki gedung anyar. Lokasinya di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Gedung baru itu akan lebih megah, nyaman dan modern bila dibandingkan gedung yang berada di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu. Fasilitas juga bakal lebih komplet. Selain ruang kelas, asrama siswa putra, putri dan guru, laboratorium, masjid, kantin. Gedung sekolah rakyat (SR) akan dilengkapi fasilitas lapangan basket, mini soccer hingga ruang terbuka hijau (RTH).
Semua fasilitas itu dibangun di atas lahan seluas lebih dari 5 hektar dengan total luas bangunan mencapai 62.577 meter persegi.
Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Gresik Ida Lailatus Sa’diyah mengatakan, persiapan pembangunan telah dilakukan melalui rapat koordinasi sebagai langkah awal sebelum proyek dimulai.
Ia menjelaskan bahwa gedung SR akan berdiri di atas lahan seluas lebih dari 5 hektar dengan total luas bangunan mencapai 62.577 meter persegi. Di dalamnya, akan dibangun 26 jenis bangunan yang dirancang untuk menunjang seluruh kebutuhan kegiatan belajar dan pengembangan siswa.
Fasilitas yang tersedia mencakup 36 ruang kelas, laboratorium, klinik, hingga gedung olahraga yang lengkap seperti lapangan basket, mini soccer, dan jogging track.
“Selain itu ada juga taman ruang terbuka hijau (RTH),” kata Ida Lailatus Sa’diyah dikonfirmasi pada Minggu, 23 November 2025. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa di kawasan tersebut juga akan dibangun tempat ibadah hingga bozem.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memiliki komitmen untuk terus meningkatkan fasilitas pendidikan di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik.
Persiapan pembangunan telah dilakukan melalui rapat koordinasi sebagai langkah awal sebelum proyek dimulai. “Seluruh fasilitas ini akan menunjang para siswa, dan bahkan akan lebih lengkap dibandingkan SRMA Mriyunan,” kata Ida Lailatus Sa’diyah.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus berupaya meningkatkan fasilitas pendidikan. Pembangunan akan dilakukan pada Desember 2025. Targetnya, gedung SR baru ini sudah harus bisa digunakan pada tahun ajaran baru 2026.
Untuk diketahui, kegiatan belajar mengajar di SMRA 30 Gresik menempati gedung eks UPT SMP Negeri 30 Gresik di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Gresik. Sebanyak 75 siswa atau tiga rombongan belajar (rombel). Sebelumnya, Pemkab Gresik melakukan revitalisasi gedung eks UPT SMP Negeri 30 Gresik itu.
Bila pembangunan gedung baru sekolah rakyat di Deaa Raci Tengah kelar, pemkab Gresik akan gedung tersebut sebagai panti lansia. Selain halaman luas, fasilitas juga bagus. (yad)
GRESIK,1minute.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik menggelar Awarding, Screening, dan Bincang Film di Aula Kantor MUI Gresik pada Sabtu, 22 November 2025.
Pemberian penghargaan yang diselenggarakan oleh Komisi Seni, Budaya Islam, dan Remaja MUI Gresik kepada peserta Festival Film Pendek MUI Gresik. Festival Film kali pertama para sineas muda di Indonesia dengan tema Sinergi Dakwah & Seni” dalam Mengembangkan dan Melestarikan Kearifan Lokal. Lomba dimulai 10 Agustus sampai 10 November 2025.
Setelah proses panjang, dewan juri memutuskan dan menetapkan juara pertama yakni Irama Lama yang Kembali – Mochammad Mauludin Habibulloh – Sinergi Risalah ; Juara kedua Hadza min Fadli Robbi – Lailatul Khumairoh – SMK Al Hadi dan juara ketiga Suwung (Sunyi yang berbicara) – Verga Sahara Pramestal – Komunitas Kreatif Kedungrukem.
Wakil Ketua Umum MUI Gresik Prof. Abdul Chalik menyampaikan bahwa kesenian merupakan sesuatu yang lintas batas bahkan lintas etnis. “Ud’u ila sabili robbika bil hikmati wal mau’idhotil hasanah. Bahwa berdakwah itu harus dengan hikmah, sehingga bisa diterima masyarakat, dan kesenian menjadi salah satu jalan hikmahnya,” kata Prof. Chalik.
Ia melanjutkan, bahwa dakwah dengan seni sudah dipraktikkan oleh para wali dalam masa awal penyebaran agama Islam di Nusantara, dan terbukti dapat diterima masyarakat dengan baik hingga saat ini. “Terakhir, kami juga menyampaikan apresiasi kepada para peserta Festival Film MUI Gresik, terlebih juga kepada Komisi Seni, yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan maksimal,” katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi Seni, Budaya Islam dan Remaja Hj. Sri Wahyuni menyampaikan apresiasi kepada para peserta Festival Film MUI Gresik 2025 ini. “Alhamdulillah, pada gelaran pertama Festival Film MUI Gresik ini, diikuti 40 peserta, yang terdiri dari 10 peserta dari Gresik dan 30 peserta dari seluruh Indonesia,” katanya.
Bu Uyun, sapaan akrabnya, juga menyampaikan selamat kepada para pemenang, dan berharap festival ini menjadi awal nyata generasi muda mensyiarkan dakwah dengan film. “Selamat kepada para pemenang, dan untuk yang belum berkesempatan menjadi juara jangan patah arah, dan mari tetap menggairahkan dakwah Islam melalui seni, yang salah satunya dengan film,” ujarnya.
Ketua MUI Kabupaten Gresik KH. Ainur Rofiq Thoyyib menutup kegiatan tersebut dengan kesan dan pesan sekaligus Doa Berkah. “Luar biasa, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Seluruh Film yang ditayangkan penuh pesan moral dan menjadi media dakwah. Semoga membawa keberkahan untuk kita semua,” ucap Kiai Rofiq sapaan akrabnya. (yad)