Tanamankan Budaya Tertib Lalu Lintas Sejak Dini Satlantas Polres Gresik Gandeng Guru SD

GRESIK,1minute.id –  Keselamatan berlalu lintas tidak hanya dimulai saat seseorang memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), tetapi dibentuk sejak usia dini melalui pendidikan, keteladanan, dan kebiasaan sehari-hari.  Berangkat dari pemikiran tersebut, Satlantas Polres Gresik terus mengedukasi masyarakat melalui program Polantas Menyapa, dengan melibatkan para guru sebagai agen perubahan dalam menanamkan budaya tertib berlalu lintas.

Pada Selasa, 7 Juli 2027, kegiatan edukasi digelar di Aula SD Muhammadiyah 1 GKB (Mugeb) Gresik. Puluhan guru dan tenaga kependidikan mengikuti sosialisasi yang dikemas secara interaktif oleh Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Gresik. Kegiatan dipimpin Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik Ipda Andreas Dwi A.

Kasat Lantas Polres Gresik AKP Nur Arifin, menegaskan bahwa pendekatan preventif melalui edukasi merupakan langkah strategis dalam membangun budaya tertib berlalu lintas secara berkelanjutan. Menurutnya, guru memiliki peran penting sebagai teladan bagi para siswa. Perilaku sederhana seperti menggunakan helm dengan benar, mematuhi rambu, hingga disiplin saat berkendara akan menjadi contoh nyata yang mudah ditiru oleh anak-anak.

“Membangun budaya keselamatan tidak bisa dilakukan hanya melalui penegakan hukum. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak, terutama para guru yang setiap hari berinteraksi dengan anak-anak. Mereka adalah agen perubahan yang mampu menanamkan karakter disiplin dan tertib sejak dini,” ungkap AKP Nur Arifin.

Melalui program Polantas Menyapa, Satlantas Polres Gresik berharap para guru mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, sehingga pesan-pesan tentang pentingnya disiplin di jalan tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi juga terbawa ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, budaya tertib berlalu lintas dapat tumbuh menjadi kebiasaan yang mengakar dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dalam kegiatan Polantas Menyapa yang dipimpin oleh Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik Ipda Andreas Dwi A. mengajak para peserta memahami bahwa keselamatan di jalan bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan, melainkan bentuk penghargaan terhadap nyawa diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

“Keselamatan di jalan bukan hanya soal menghindari tilang. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menjaga diri sendiri dan menghormati hak hidup orang lain dengan berkendara secara aman dan bertanggung jawab,” ujar Ipda Andreas.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai safety riding dan defensive driving. Berbagai aspek dibahas mulai dari pentingnya penggunaan helm berstandar yang benar, kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, hingga kemampuan mengenali potensi bahaya (hazard awareness) saat berkendara.

Suasana berlangsung dinamis ketika para guru menyampaikan berbagai pertanyaan, pengalaman, hingga persoalan yang sering dijumpai di jalan raya. Diskusi dua arah itu menjadi ruang berbagi solusi untuk membangun budaya keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah maupun masyarakat. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Tanamankan Budaya Tertib Lalu Lintas Sejak Dini Satlantas Polres Gresik Gandeng Guru SD Selengkapnya

Pengunjung PetroNite Fest 2026 Membludak, Pemilik Tenan, UMKM Semringah, 9 Hari Transaksi Diperkirakan Lebih  Rp 10 Miliar 

GRESIK,1minute.id – PetroNite Fest 2026 yang digelar Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia (Persero) memasuki hari terakhir, Minggu, 5 Juli 2026. Ribuan orang tumplek-blek di Kompleks Sarana Olahraga (SOR) Tri Dharma Petrokimia Gresik. 

PetroNite Fest yang dihelat mulai 27 Juni hingga 5 Juli 2026 menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membawa berkah bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sebanyak 30 ribu hingga 50 ribu pengunjung yang memadati area festival setiap hari memberikan dampak langsung terhadap peningkatan penjualan para tenant.

Salah satu yang merasakan manfaat tersebut adalah stan Jajano, pelaku UMKM yang menyajikan beragam kue dan camilan kekinian. Sejak hari pertama penyelenggaraan, produk-produk yang dibawa selalu habis terjual bahkan sebelum operasional festival berakhir.

“Dari pameran ini belum buka pukul 16.00, sudah banyak pengunjung yang antre. Mulai hari pertama, produk yang kami bawa selalu habis sebelum pameran ditutup. Penjualan kami di PetroNite Fest jauh lebih ramai dibandingkan event-event lain yang kami ikuti,” ujar Riska Indayani, penjaga stan Jajano pada Selasa malam, 30 Juni 2026.

Inda, sapaan akrab Riska Indayani mengungkapkan, saat ini Jajano mengikuti tiga pameran yang berlangsung bersamaan, yakni di Gresik dan Surabaya. Namun, hanya di PetroNite Fest mereka menambah jumlah karyawan hingga lima orang untuk melayani tingginya jumlah pembeli.

“Antrean pembeli di sini (PetroNite Fest, Red) selalu panjang, tidak pernah kurang dari sepuluh orang dalam barisan. Karena itu karyawan stan Jajano di PetroNite Fest lebih banyak, biar pelanggan tetap mendapatkan layanan cepat,” kata Inda.

Ramainya pengunjung juga tercermin dari omzet penjualan. Di PetroNite Fest, Jajano mampu meraih omzet sedikitnya Rp20 juta per hari, dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan pameran lain yang rata-rata mencapai Rp 10 juta per hari. Bahkan, angka tersebut jauh melampaui omzet gerai harian mereka di Jalan Perintis Taman 5 Randuagung, Gresik, yang berkisar Rp 5 juta per hari.

“Jelas PetroNite Fest menjadi berkah bagi pelaku UMKM. Karena itu Jajano selalu ikut setiap penyelenggaraannya,” ujar Inda. Muhammad Farhan R, pemilik stan mainan setali tiga uang dengan Indah. Pemuda asal Jalan Kapten Dulasim, Gresik ini mengaku omzet yang diperolehnya selama mengikuti PetroNite Fest meningkat drastis. Bahkan mencapai tujuh kali lipat dibandingkan saat membuka lapak di Alun-Alun Gresik.

“Alhamdulillah pengunjung PetroNite Fest ramai sekali, jadi berkah bagi pelaku usaha yang meramaikan pameran ini. Biasanya saya buka di alun-alun dapat sekitar Rp 200 ribu, kalau di PetroNite Fest bisa mencapai Rp 1,5 juta per hari,” ujarnya.

Hal serupa juga dirasakan Mang Cecep, pemilik stan kuliner Margoci (aci-acian) yang membawa brand baru ke PetroNite Fest. Di luar dugaan, produk yang ditawarkannya langsung mendapat sambutan positif dari para pengunjung.

“Ngeri banget ramainya pengunjung, di luar ekspektasi kami para pelaku usaha. Baru pertama ikut pameran di PetroNite Fest langsung menyala. Omzet kami sehari bisa dua digit. Para penjual happy semua melihat pengunjung yang ramai,” katanya.

Sementara itu, Nur Aini Rahmawati, pemilik stan aksesori Sandy’s, juga merasakan lonjakan penjualan yang signifikan selama penyelenggaraan PetroNite Fest. Menurutnya, jumlah pembeli jauh lebih banyak dibandingkan di gerai hariannya.

“Kalau di rumah biasanya hanya laku sekitar 10 pcs, di sini saya bisa jual lebih dari 50 pcs. Selama lima hari saya bisa dapat omzet hingga Rp20 jutaan,” tuturnya.

Tingginya antusiasme masyarakat yang memadati PetroNite Fest tidak hanya menciptakan suasana acara yang meriah, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan omzet para pelaku UMKM dan tenant yang berpartisipasi.

Tahun ini PetroNite Fest menghadirkan 670 tenant, terdiri atas 558 pedagang kaki lima (PKL), 73 stan outdoor VIP, dan 39 stan indoor VIP yang beroperasi hingga 5 Juli 2026. Petrokimia Gresik juga melibatkan 12 tenant mitra binaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendorong pertumbuhan UMKM. Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, PetroNite Fest mencatat perputaran ekonomi sekitar Rp10 miliar dengan total kunjungan mencapai 319 ribu orang. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pengunjung PetroNite Fest 2026 Membludak, Pemilik Tenan, UMKM Semringah, 9 Hari Transaksi Diperkirakan Lebih  Rp 10 Miliar  Selengkapnya

Yudhi Dwi Anggoro Sabet Piala Kapolres Gresik Cup Fishing Championship 2026. Berikut Nama Para Juaranya

GRESIK,1minute.id – Yudhi Dwi Anggoro menyabet juara pertama Kapolres Gresik Cup Fishing Championship 2026. Kompetisi mancing antarjurnalis untuk merayakan HUT Ke-80 Bhayangkara digelar di Kolam Pancing dan Rest Area Putri Sari Indah, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 4 Juli 2026. 

Yudhi meraih juara pertama untuk kategori ikan terberat yakni 2,6 kilogram; Dio (1,6 kilogram) dan Lono (1,1 kilogram). Lomba mancing yang dibuka langsung oleh Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution ini dibuka pukul 07.00 WIB hingga 13.30 WIB. 

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution hadir langsung didampingi Wakapolres Gresik Kompol Shabda Purusha Putra serta para pejabat utama Polres Gresik. Camat Cerme Umar Hasyim, Danramil Cerme Kapten Arh M.N. Qomar, Kepala Desa Pandu Vino. Serta pengurus dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik dan Kelompok Wartawan Grissee (KWGe).

Ketua Panitia AKP Taufan Arif Nugroho mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dengan mengusung semangat “Pengabdian Polri untuk Masyarakat”. Menurutnya, lomba memancing tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga bertujuan membangun komunikasi yang lebih baik antara Polri dengan masyarakat, termasuk insan pers dan unsur lintas sektoral.

“Kegiatan ini bertujuan membangun dan mempererat sinergitas antara Polri dengan masyarakat, terutama media dan lintas sektoral, sehingga bersama-sama mampu menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di Kabupaten Gresik,” ujar AKP Taufan Arif Nugroho yang juga Kapolsek Cerme ini.

Dalam sambutannya, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menegaskan keberhasilan pelaksanaan kegiatan tidak terlepas dari dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk media yang selama ini menjadi mitra strategis Polres Gresik dalam menyampaikan informasi kepada publik.

“Terima kasih kepada seluruh panitia dan peserta. Kegiatan ini berlangsung meriah dan lancar. Kami juga mengapresiasi rekan-rekan media yang selama ini memberikan informasi kepada masyarakat sehingga Polres Gresik dapat terus bekerja secara akuntabel dan transparan,” ungkapnya.

Kapolres berharap momentum Hari Bhayangkara semakin mempererat hubungan antara Polri, media, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah. “Semoga silaturahmi semakin erat dan kita bersama-sama menjaga kondusivitas Kabupaten Gresik. Selamat kepada seluruh pemenang. Jogo Gresik, hidup media,” tegasnya.

Usai perlombaan, panitia mengumumkan para pemenang dari tiga kategori. Kategori ikan terberat dimenangkan Yudi dengan tangkapan seberat 2,6 kilogram, disusul Dio (1,6 kilogram) dan Lono (1,1 kilogram).

Pada kategori ikan tercepat, juara pertama diraih Anam dengan waktu tangkapan pukul 08.56 WIB, disusul Ashadi pukul 08.57 WIB dan Udin pukul 09.00 WIB.Sementara kategori tangkapan terbanyak dimenangkan Irwan dengan 24 ekor ikan, Sugik 22 ekor, dan Rokim 18 ekor.

Selain penyerahan hadiah kepada para juara, Kapolres Gresik juga membagikan kuis dan doorprize kepada peserta yang menambah kemeriahan suasana. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pukul 13.30 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan penuh keakraban, mencerminkan komitmen Polres Gresik dalam membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan yang positif. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Yudhi Dwi Anggoro Sabet Piala Kapolres Gresik Cup Fishing Championship 2026. Berikut Nama Para Juaranya Selengkapnya

Buronan Spesialis Pembobol Bengkel Motor Antarprovinsi Dibekuk Polres Gresik di Badung, Bali

GRESIK,1minute.id – Dua buronan spesialis pembobolan rumah antar provinsi  di ringkus Polres Gresik di Badung, Bali. Duo pelaku itu berinisial MY, 52 ; dan HR, 49. Keduanya warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Dua tersangka ini diburu oleh Unit Reserse Mobile (Resmob) Satreskrim Polres Gresik karena ditengarai telah “menggerayangi” rumah Amanah, 67, warga Jalan J.A. Suprapto, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik pada Sabtu, 11 Mei 2026 pukul 12.00 WIB. Akibat aksi mereka korban mengalami kerugian Rp 300 juta. 

Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya, membenarkan keberhasilan anggotanya mengungkap kasus tersebut. Menurutnya, kedua terduga pelaku kini telah diamankan di Mapolres Gresik untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Kasus ini bermula pada Sabtu, 16 Mei 2026, sekitar pukul 12.00 WIB. Korban, Amanah, 67, warga Jalan J.A. Suprapto, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik, yang juga menjadi lokasi Bengkel Agung Jaya Motor, meninggalkan rumah sejenak untuk mengantar suaminya melaksanakan ibadah salat.

Sepulang dari masjid, korban mendapati jejak kaki asing di dalam rumah hingga kamar tidur. Kecurigaannya semakin kuat saat hendak menyimpan cincin ke dalam loker kamar. Loker tersebut sudah dalam keadaan terbuka dan seluruh barang berharga di dalamnya telah raib digondol pelaku. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp300 juta dan segera melaporkannya ke Polsek Gresik Kota.

Berbekal laporan polisi tersebut, Unit Resmob Satreskrim Polres Gresik yang dipimpin oleh Kanit Resmob Ipda Andi Muh. Asyraf Gunawan, melakukan penyelidikan intensif. Hasil penelusuran akhirnya mengarah ke Bali setelah polisi memperoleh informasi mengenai keberadaan para pelaku.

Tanpa menunda waktu, tim bergerak menuju Pulau Dewata dan melakukan penyisiran di sejumlah lokasi. Pada Kamis, 25 Juni 2026 sekitar pukul 06.30 WITA, kedua pelaku berhasil diringkus di Jalan Tegal Wangi, Kuta, Kabupaten Badung, tanpa perlawanan. Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 477 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan.

Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminal, terutama saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.

“Masyarakat diharapkan segera melaporkan apabila mengetahui adanya tindak pidana maupun aktivitas yang mencurigakan ke kantor polisi terdekat. Laporan juga dapat disampaikan melalui layanan Hotline 110 maupun WhatsApp di nomor 0811-8800-2006. Partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Buronan Spesialis Pembobol Bengkel Motor Antarprovinsi Dibekuk Polres Gresik di Badung, Bali Selengkapnya

BNN RI dan Bea Cukai Jatim Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Rp 4 Triliun di Pergudangan Prambanan Bizland, Gresik

GRESIK,1minute.id – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur menggerebek Kompleks Pergudangan Prambanan Bizland Blok SA-33, Desa Cerme Lor, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik pada Kamis, 2 Juli 2026.

Dalam penggerebekan itu, petugas menyita sekitar 3,37 ton narkotika jenis kuncup bunga canabinoid atau bunga ganja. Barang bukti itu ditemukan dalam empat kontainer yang berisi puluhan kardus dan 79 koper. Barang bukti itu dugaan hasil penyelundupan narkotika jaringan internasional  : Thailand–Malaysia–Indonesia.

Selain barang bukti, petugas juga mengamankan 12 orang yang diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan tersebut. Narkotika itu diduga akan diedarkan serta digunakan sebagai campuran cairan rokok elektrik.

Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, mengatakan pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil operasi bersama BNN RI dan Bea Cukai Jawa Timur untuk memutus mata rantai peredaran narkotika lintas negara. “Pengungkapan jaringan internasional Thailand–Malaysia–Indonesia ini merupakan hasil joint operation BNN RI bersama Bea Cukai,” ujarnya.

Ia menjelaskan ada tersangka ada satu orang warga asing yang diamankan dan masih dilakukan pengembangan dan ada yang masih kita lakukan pengejaran kabur di negara tetangga.”Untuk warga Indonesia yaitu supir dan pegawai kargo,” jelas Komjen Pol. Suyudi Ario Seto. 

BNN memperkirakan nilai barang bukti yang diamankan mencapai sekitar Rp 4 triliun. Pengungkapan tersebut dinilai penting karena peredaran narkotika berpotensi menyasar berbagai lapisan masyarakat, terutama kalangan generasi muda.

Kepala Bea Cukai Indonesia Letjen TNI (Purn) Djaka Budhi Utama, mengatakan pengungkapan bermula dari pemeriksaan terhadap jalur masuk barang di pelabuhan. Hasil pemeriksaan kemudian dikembangkan hingga petugas menemukan lokasi penyimpanan di kawasan pergudangan di Gresik.

“Kami bersama-sama membongkar jaringan Thailand–Indonesia melalui pengecekan di pelabuhan. Setelah dilakukan pendalaman, barang tersebut terlacak hingga Kabupaten Gresik,” katanya. Menurut Djaka, Bea Cukai terus berkoordinasi dengan BNN dan aparat terkait untuk menelusuri jaringan serta memastikan seluruh pihak yang terlibat dapat diproses sesuai hukum.

“Kami berkomitmen menjaga bangsa ini dari peredaran narkotika yang merupakan musuh dunia,” pungkasnya.Hingga kini, BNN RI dan Bea Cukai Jawa Timur masih mendalami peran 12 terduga pelaku, jalur distribusi narkotika, serta kemungkinan keterlibatan jaringan lain dalam kasus tersebut. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

BNN RI dan Bea Cukai Jatim Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Rp 4 Triliun di Pergudangan Prambanan Bizland, Gresik Selengkapnya

Hari Lingkungan Hidup 2026, Freeport Perkuat Kolaborasi dengan Aksi Bersih Pantai hingga Penanaman Mangrove

GRESIK,1minute.id –  PT Freeport Indonesia (PTFI) menutup rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 dengan Aksi Bersih Pantai di Pantai Kemukem, Desa Kramat, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Aksi peduli lingkungan kolaboratif ini melibatkan sekitar 400 peserta.

Ratusan peserta itu berasal dari unsur pemerintah daerah, masyarakat, pelajar, komunitas lingkungan, serta karyawan dan mitra perusahaan untuk memperkuat pelestarian lingkungan. 

Mengangkat tema “Be the Solution, Not the Pollution: Recycle and Conserve”, rangkaian kegiatan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam mendorong keberlanjutan lingkungan. Serta, mendukung pengelolaan sampah pesisir sekaligus memperkuat program berbasis masyarakat melalui inisiatif Waste for Waste.

Wakil Presiden Direktur PTFI Jenpino Ngabdi mengatakan keberhasilan operasional perusahaan harus berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat. “Bagi kami, komitmen terhadap lingkungan bukan sekadar kewajiban, melainkan bagian integral dari keberlanjutan operasional serta tanggung jawab kepada pemerintah dan masyarakat,” kata Jenpino.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi contoh kolaborasi yang menghasilkan dampak nyata. “Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata dan komitmen berkelanjutan dalam menjaga lingkungan. Mulai dari Aksi Bersih Pantai hingga penanaman mangrove, langkah-langkah ini sangat menginspirasi Pemerintah Kabupaten Gresik untuk memulai dari hal-hal yang terdekat,” katanya.

Pantai Kemukem dipilih karena merupakan bagian dari ekosistem pesisir dan mangrove yang memiliki nilai ekologis tinggi, namun juga menjadi lokasi penumpukan sampah kiriman dari aliran sungai. Dalam kegiatan tersebut, sekitar 1,6 ton sampah berhasil dikumpulkan dari area seluas sekitar 500 meter persegi. Seluruh sampah dipilah berdasarkan jenisnya. Sampah anorganik disalurkan ke bank sampah untuk didaur ulang, sampah organik diolah menjadi kompos, sementara residu dikelola sesuai ketentuan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik.

Afandi, nelayan warga Desa Kramat, mengatakan program tersebut telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.  “Harapan kami program ini terus berlanjut dan memberi manfaat bagi lingkungan. Nilai manfaatnya banyak, warga diberdayakan dan lingkungan kami jadi bersih. Sekarang lingkungannya juga lebih enak dipandang, pasir-pasirnya mulai terlihat, dan insyaallah ikan-ikan datang,” katanya

Selain aksi bersih pantai, PTFI juga menggelar penanaman mangrove di Desa Karangrejo yang melibatkan sekitar 350 peserta dari berbagai kalangan. Penanaman dilakukan dengan pendekatan silvofishery yang mengintegrasikan konservasi mangrove dengan budidaya tambak sehingga memberikan manfaat ekologis sekaligus ekonomi bagi masyarakat. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari target penanaman 50.000 bibit mangrove di kawasan konservasi yang dikelola PTFI. Rangkaian kegiatan Hari Lingkungan Hidup PTFI juga mencakup Environmental Awareness Workshop dan Student Exhibition yang mendorong edukasi serta partisipasi publik melalui pendekatan kolaboratif, termasuk konservasi sungai dan penguatan peran pelajar melalui karya berbasis Citizen Science.

Di lingkungan internal perusahaan, PTFI menyelenggarakan berbagai kegiatan yang melibatkan karyawan dan kontraktor, antara lain donor darah, program housekeeping dan pemilahan sampah, Environmental Smart Quiz, seminar Lunch & Learn, serta Monthly Contractor Meeting. Seluruh kegiatan tersebut bertujuan memperkuat budaya keselamatan, kepatuhan, dan keberlanjutan dalam operasional perusahaan.

Melalui rangkaian kegiatan Hari Lingkungan Hidup 2026, PTFI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dan mendorong aksi nyata dalam menjaga lingkungan. Pendekatan yang terintegrasi, mulai dari konservasi hingga pengelolaan sampah, diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Hari Lingkungan Hidup 2026, Freeport Perkuat Kolaborasi dengan Aksi Bersih Pantai hingga Penanaman Mangrove Selengkapnya

Sensus Ekonomi 2026, Wabup Gresik Dorong BPS Lakukan Pendataan Digital untuk Percepat Capaian

GRESIK,1minute.id – Sensus Ekonomi 2026 memasuki pertengahan bulan pertama pada akhir Juni 2026. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mendorong Badan Pusat Statistik (BPS) Gresik untuk melakukan percepatan pendataan melalui sistem digital agar target sensus dapat segera tercapai.

Hal tersebut disampaikan Wabup Alif saat menghadiri kegiatan pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Ruang Putri Mijil, Pendapa Rumah Dinas Bupati Gresik pada Selasa, 30 Juni 2026. Dalam arahannya, Wabup Gresik Asluchul Alif menyebut capaian sensus saat ini masih sekitar 17 persen, sementara pelaksanaan akan berakhir pada 31 Agustus 2026. Untuk mempercepat pendataan, ia mengusulkan pemanfaatan data pegawai di lingkungan Pemkab Gresik yang berjumlah sekitar 12.000 orang.

“Kalau petugas BPS harus mendatangi satu per satu dari total 12.000 pegawai kita di lingkungan Pemkab hingga guru-guru sekolah, tentu BPS bisa pusing sendiri dan waktu akan habis. Saya instruksikan lewat Pak Sekda untuk membuat surat resmi. Kumpulkan data email dan nomor telepon, lalu lakukan blasting kuesioner digital terintegrasi via WhatsApp dan Gmail,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Selain Wabup Alif, kegiatan pencanangan Sensus Ekonomi 2026 ini dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Kepala BPS Kabupaten Gresik Indriya Purwaningsih, jajaran Forkopimda, serta perwakilan OPD di lingkungan Pemkab Gresik.

Menurutnya, proses tersebut juga akan disertai pemantauan secara berkala. BPS akan menyampaikan daftar instansi atau pegawai yang belum mengisi kuesioner, sehingga masing-masing kepala OPD dapat segera melakukan tindak lanjut. Dengan cara ini, petugas BPS bisa lebih fokus melakukan pendataan terhadap pelaku usaha dan perusahaan yang masih menghadapi kendala di lapangan.

Wabup Alif menegaskan, data Sensus Ekonomi sangat penting sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah. Sebagai daerah industri yang terus berkembang, Gresik membutuhkan data ekonomi yang akurat untuk mendukung perencanaan pembangunan, investasi, serta pengembangan UMKM.

Wabup Alif menerangkan bahwa data Sensus Ekonomi 10 tahunan ini sangat krusial bagi masa depan Kabupaten Gresik yang kini menjadi kawasan industri raksasa. Keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Kawasan Industri Gresik (KIG), Kawasan Maspion, hingga 90.000 UMKM membutuhkan basis data yang berkualitas agar arah kebijakan pembangunan daerah ke depan tepat sasaran.

Ia juga mengajak seluruh pelaku usaha, baik perusahaan maupun usaha perorangan, untuk memberikan data yang benar kepada petugas sensus. Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir karena data sensus tidak digunakan untuk kepentingan perpajakan.

“Saya sendiri sudah di sensus oleh teman-teman BPS dan menyampaikan data apa adanya yang formal di atas kertas. Masyarakat dan pelaku usaha tidak perlu takut akan masalah pajak atau lainnya. Berikan data yang jujur mengenai tenaga kerja, omzet, dan jenis produksi,” tambahnya.

Hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi sumber data penting bagi pemerintah maupun pelaku usaha. Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk melihat kondisi dunia usaha, mengidentifikasi peluang investasi, meningkatkan daya saing, sekaligus menjadi dasar penyusunan program pembangunan daerah, termasuk RPJMD.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman menyatakan kesiapan seluruh perangkat daerah untuk mendukung percepatan pendataan digital. Ia berharap langkah tersebut dapat membantu mewujudkan target 100 persen pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Gresik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Sensus Ekonomi 2026, Wabup Gresik Dorong BPS Lakukan Pendataan Digital untuk Percepat Capaian Selengkapnya

Satreskirim Polres Gresik Bekuk Pelaku Pembobol Kartu ATM sebesar Rp 30,6 Juta

GRESIK,1minute.id – Para penjahat semakin canggih. Bahkan, seorang pencuri dengan pemberatan (curat) pun bisa membobol kartu anjugan tunai mandiri (ATM) sebesar Rp 30,65 juta. Unit Reserse Mobile (Resmob) Satreskrim Polres Gresik turun tangan menangkap pelaku yang diketahui berinisial NBR, 25 tahun. Ia warga Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. 

Menurut Kasatreskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya, pengungkapan kasus tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan korban yang kehilangan dompet berisi identitas diri dan kartu ATM. “Begitu laporan kami terima, anggota Unit Resmob Satreskrim Polres Gresik langsung melakukan serangkaian penyelidikan hingga berhasil mengidentifikasi dan menangkap pelaku,” ujarnya di Mapolres Gresik pada Selasa, 30 Juni 2026.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan polisi di SPKT Polres Gresik. Korban bernama Muhammad Jamil, warga Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Kronologi kejadian  Selasa, 23 Juni 2026 sekitar pukul 19.00 WIB korban baru turun dari bus TransJatim di Terminal Bunder, Gresik. Tanpa disadari, dompet yang disimpan di saku belakang celana hilang. Di dalam dompet tersebut terdapat KTP, kartu BPJS, kartu ATM BCA, ATM BNI serta dokumen pribadi lainnya.

Korban baru menyadari dompetnya hilang setelah tiba di rumah sekitar pukul 20.00 WIB. Keesokan harinya, Rabu, 24 Juni 2026

korban berusaha mencari dompet tersebut namun tidak ditemukan. Karena khawatir kartu ATM disalahgunakan, korban kemudian memeriksa saldo melalui aplikasi mobile banking. Saat itulah korban mengetahui saldo rekening BCA miliknya berkurang drastis. Korban kemudian mendatangi kantor Bank BCA di kawasan GKB, Gresik untuk mencetak rekening koran. Hasil pemeriksaan rekening koran menunjukkan uang sebesar Rp30.650.000 telah ditarik oleh orang yang tidak dikenal tanpa seizin korban.

Merasa dirugikan, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Gresik. Menindaklanjuti laporan itu, Unit Resmob Satreskrim Polres Gresik yang dipimpin Kanit Resmob Ipda Andi Muh. Asyraf Gunawan melakukan penyelidikan intensif. Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang terduga pelaku.

Pada Senin, 29 Juni 2026 sekitar pukul 14.00 WIB, tim memperoleh informasi mengenai keberadaan pelaku di wilayah Kabupaten Gresik. Beberapa anggota Resmob bergerak melakukan penyisiran di lokasi yang dicurigai. Sekitar pukul 14.40 WIB, petugas akhirnya berhasil mengamankan pelaku di sebuah rumah makan Bakso di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Pelaku kemudian dibawa ke Mapolres Gresik untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam penangkapan tersebut, Satreskrim Polres Gresik turut mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu unit telepon seluler, KTP milik korban, kartu ATM BCA dan ATM BNI milik korban, satu unit sepeda motor Yamaha Vixion warna putih beserta STNK dan kunci kendaraan, surat gadai telepon seluler iPhone, surat gadai BPKB sepeda motor, sepasang sandal, serta uang tunai sebesar Rp 1.472.000.

Saat ini penyidik Satreskrim Polres Gresik masih terus melengkapi proses penyidikan dan pemberkasan perkara guna proses hukum lebih lanjut. Pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 476 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat apabila masyarakat mengetahui atau mengalami tindak pidana, segera laporkan ke kantor kepolisian terdekat atau melalui Call Center 110. Selain itu, warga Gresik juga dapat memanfaatkan layanan pengaduan 24 jam LAPOR Cak Rama (Lapor Kapolres Gresik) melalui nomor 0811-8800-2006. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Satreskirim Polres Gresik Bekuk Pelaku Pembobol Kartu ATM sebesar Rp 30,6 Juta Selengkapnya

Lindungi Hak Anak, Kejari Gresik Ajukan Hak Asuh Bagi Anak-anak di Pengadilan Negeri Agama 

GRESIK,1minute.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik menjalin kerja sama dengan Pengadilan Agama (PA) Gresik dalam penanganan penetapan perwalian bagi anak di bawah umur dan anak terlantar. Langkah tersebut untuk memastikan anak yatim, anak terlantar, dan anak kurang mampu memperoleh perlindungan hukum serta hak-haknya secara sah.

Kerjasama tersebut melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun)  Kejari Gresik dengan mendaftar permohonan penetapan perwalian anak di ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pengadilan Agama Gresik, Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Senin, 29 Juni 2026.

Kepala Seksi Datun Kejari Gresik Alfiah Yustiningrum melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Raden Achmad Nur Rizky mengatakan, langkah tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan hukum kepada anak yang tidak mampu.

Selain itu, Kejaksaan dalam mengajukan permohonan pengangkatan wali diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Kejaksaan Republik Indonesia, khususnya Pasal 30C huruf (f), yang memberikan kewenangan kepada Kejaksaan menjalankan fungsi di bidang keperdataan dan kepentingan publik, termasuk perkara yang berkaitan dengan hukum keluarga dan perwalian anak.

Dasar hukum lainnya yaitu, Jaksa Pengacara Negara juga memiliki dasar hukum untuk mengajukan permohonan pengangkatan wali sebagaimana diatur dalam Pasal 360 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), serta diperkuat dengan Peraturan Jaksa Agung Nomor 7 Tahun 2021 yang mengatur bahwa pengangkatan wali bagi anak di bawah umur harus diajukan melalui Pengadilan Agama.

“Intinya, negara hadir untuk memenuhi hak-hak anak melalui Kejaksaan Negeri Gresik. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 34 mengenai pemeliharaan fakir miskin dan anak terlantar,” kata Achmad Nur Rizky.

Lebih lanjut Achmad Nur Rizky menambahkan, melalui penetapan perwalian di Pengadilan Agama, nantinya anak-anak yang selama ini belum memiliki wali sah diharapkan memperoleh kepastian hukum, sehingga hak-haknya. “Baik mulai dari pendidikan, administrasi kependudukan hingga berbagai bentuk bantuan sosial dan layanan negara lainnya, dapat dipenuhi secara optimal,” katanya.

Sementara Panitera Pengadilan Agama Gresik Koes Admaja Utama, mengatakan, penetapan asuh anak diperlukan untuk memberi kepastian hukum kepada pihak yang ditunjuk sebagai wali anak yang belum cakup melakukan perbuatan hukum.

“Perwalian ini dibutuhkan agar ada wali anak yang sah untuk mewakili anak dalam memperoleh hak-haknya. Misalnya di bidang pendidikan ketika kedua orang tuanya sudah tidak ada. Ketua yayasan yang menjadi wali, nantinya dapat mendampingi anak memperoleh hak seperti beasiswa melalui Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Gresik,” kata  Koes Admaja. 

Lebih lanjut Koes Admaja menambahkan, Bidang Datun memiliki kewenangan sebagai Jaksa Pengacara Negara (JPN), sehingga dapat memberi pendampingan hukum dalam pemenuhan hak-hak anak.

“Datun memiliki legitimasi sebagai Jaksa Pengacara Negara untuk membantu pemenuhan hak-hak anak, terutama anak kurang mampu maupun anak terlantar yang tidak jelas keberadaan orang tuanya,” katanya.

Menurut Koes Admaja, program tersebut merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Gresik sebagai tindak lanjut program serentak yang diinisiasi Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

“Dari pihak Datun Kejari Gresik telah mengajukan permohonan kepada kami. Selanjutnya Pengadilan Agama akan menjadwalkan persidangan untuk memeriksa alat bukti dan saksi sebelum mengeluarkan penetapan perwalian,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Bidang Datun Kejari Gresik mengajukan sejumlah permohonan penetapan perwalian. Salah satunya diajukan oleh Exell Yudistira Budiman Sismedy terhadap tiga anak, yakni berinisial DFS, FA, dan CES. 

Selain itu, juga diajukan permohonan perwalian atas dua anak terlantar, berinisial MTB dan DS, berdasarkan surat permohonan dari Dinas Sosial Kabupaten Gresik.

“Seluruh permohonan tersebut diajukan berdasarkan surat permohonan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik kepada Kepala Kejaksaan Negeri Gresik terkait penetapan perwalian anak terlantar,” katanya. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Lindungi Hak Anak, Kejari Gresik Ajukan Hak Asuh Bagi Anak-anak di Pengadilan Negeri Agama  Selengkapnya

Hari Ketiga, Antusiasme Warga Nikmati PetroNite Fest 2026 Libatkan 670 Tenant Tetap Tinggi 

GRESIK,1minute.id – PetroNite Fest 2026 memasuki hari ketiga pada Senin malam, 29 Juni 2026. Event tahunan yang digelar oleh Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, (Persero) dipusatkan kompleks Sarana Olahraga (SOR) Tridharma Petrokimia Gresik. 

PetroNite Fest 2026 yang dibuka oleh Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo untuk merayakan HUT ke-54 Petrokimia Gresik ini melibatkan 670 tenant yang didominasi pelaku UMKM.

Keterlibatan UMKM ini sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas akses promosi, memperkuat ekosistem UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia GresiknAdityo Wibowo, usai pembukaan menyampaikan bahwa event ini merupakan kontribusi nyata perusahaan dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan dan memperkuat daya saing UMKM lokal dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-54 Petrokimia Gresik.

“PetroNite Fest menjadi ruang bagi UMKM untuk berkembang, memperluas pasar, sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Adit, sapaan akrab Adityo Wibowo.

Ia menjelaskan, tahun ini PetroNite Fest diikuti 670 tenant yang terdiri atas 558 pedagang kaki lima (PKL), 73 stan outdoor VIP, dan 39 stan indoor VIP yang akan beroperasi hingga 5 Juli 2026. Seluruh tenant juga didorong menggunakan QRIS sebagai bentuk penguatan ekosistem usaha berbasis digital sehingga transaksi menjadi lebih mudah, cepat, aman, dan nyaman.

Selain itu, Petrokimia Gresik melibatkan 12 tenant mitra binaan CSR serta Karang Taruna di sekitar perusahaan yang dipercaya mengelola area parkir selama kegiatan berlangsung. Pada penyelenggaraan tahun lalu, PetroNite Fest mencatatkan perputaran ekonomi sekitar Rp10 miliar dengan total pengunjung mencapai 319 ribu orang.

“Kami ingin UMKM tidak hanya bertambah dari sisi jumlah, tetapi juga naik kelas dari sisi ekosistem bisnisnya. Karena itu, tahun ini seluruh tenant kami dorong menggunakan QRIS agar transaksi menjadi lebih mudah, cepat, aman, dan nyaman, sekaligus mendukung percepatan ekonomi digital di Kabupaten Gresik,” kata Adit.

Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, mengapresiasi komitmen Petrokimia Gresik yang secara konsisten mendukung pengembangan UMKM dan memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Gresik dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat.

“Selama ini Petrokimia Gresik juga banyak memberikan dukungan bagi kemajuan UMKM, termasuk mendukung berbagai program Pemerintah Kabupaten Gresik yang berkaitan dengan pengembangan UMKM,” tandasnya.

Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan PetroNite Fest dengan membeli dan menggunakan produk-produk UMKM lokal sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Wabup juga berharap Petrokimia Gresik terus berkembang sehingga kontribusinya terhadap pengembangan UMKM dan kesejahteraan masyarakat Gresik semakin besar.

“Lebih dari lima dekade Petrokimia Gresik telah menjadi kebanggaan masyarakat Gresik. Tidak hanya berperan sebagai perusahaan strategis nasional yang mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi mitra penting Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam membangun perekonomian daerah, khususnya UMKM,” tutupnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Hari Ketiga, Antusiasme Warga Nikmati PetroNite Fest 2026 Libatkan 670 Tenant Tetap Tinggi  Selengkapnya