Catatan MURI di Gresik Bertambah, Terbaru Festival Tumpeng Nasi Krawu Setinggi 4,5 Meter

GRESIK,1minute.id – Catatan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) bertambah satu pada Minggu, 28 Juni 2026. Rekor baru adalah Festival Tumpeng Nasi Krawu Vol. 4 yang digelar Komunitas Wartawan Grissee di Gresik Universal Science (GUS) Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Pengakuan tersebut diberikan atas penyusunan gunungan setinggi sekitar 4,5 meter yang terdiri dari 3.000 bungkus nasi krawu.

Nasi atau sego krawu adalah warisan budaya tak benda (WBTB) Nasional oleh Kemendibudristek pada 2022 lalu. Rekor ini menambah panjang piagam MURI yang di koleksi di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. 

Pada 17 Juli 2022, PT Petrokimia Gresik memecahkan rekor baru yakni 50 ribu jubung. Pemecahan rekor MURI dilakukan disela acara seremoni pembukaan PetroNite Fest 2022 di halaman Gedung Sarana Olahraga (SOR) Tridharma Petrokimia Gresik. 

Kemudian, 28 Oktober 2024, giliran Pengadilan Agama (PA) Gresik yang memecahkan rekor baru sebagai Pionir/Pengadilan Agama Tingkat Kabupaten Pertama yang menginisiasi kerja sama dengan perusahaan untuk komitmen bersama dalam pemenuhan hak perempuan dan anak pasca perceraian.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian budaya mampu memperkuat identitas daerah sekaligus memperluas pengenalan Gresik di tingkat nasional maupun internasional.

Didampingi Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Bupati Yani mengapresiasi konsistensi Komunitas Wartawan Grissee yang selama empat kali penyelenggaraan terus menghadirkan inovasi dalam mengangkat nasi krawu sebagai ikon kuliner khas Gresik. Menurutnya, upaya merawat budaya akan memberi dampak yang lebih luas ketika dilakukan secara kolaboratif dan dikemas menjadi kegiatan yang mampu menarik partisipasi masyarakat.

“Nasi krawu bukan sekadar makanan khas. Nasi krawu adalah identitas Kabupaten Gresik. Di mana pun orang mengenal Gresik, salah satu yang langsung diingat adalah nasi krawu. Karena itu, upaya melestarikan kuliner ini menjadi sangat penting,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia menuturkan, Festival Nasi Krawu telah menunjukkan bahwa warisan budaya dapat berkembang menjadi ruang kebersamaan yang menghadirkan manfaat di berbagai sektor. Selain menjadi sarana memperkenalkan identitas daerah, kegiatan tersebut juga membuka peluang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.

“Berangkat dari budaya, kemudian tumbuh menjadi ruang wisata yang mempertemukan masyarakat. Orang datang bersama keluarga untuk menikmati festival, mengenal kuliner khas Gresik, dan pada saat yang sama kegiatan ini ikut menggerakkan ekonomi masyarakat lokal,” tutur Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Mantan Ketua DPRD Gresik ini berharap keberhasilan meraih Rekor Dunia MURI menjadi penyemangat untuk terus melahirkan inovasi dalam mempromosikan potensi Kabupaten Gresik. Menurutnya, keberhasilan tersebut bukanlah titik akhir, melainkan awal dari berbagai gagasan baru yang dapat semakin memperkuat citra Gresik sebagai daerah yang kaya akan budaya dan tradisi.

“Hari ini prestasinya telah mencapai Rekor Dunia MURI. Semoga ke depan lahir lebih banyak lagi ide-ide kreatif yang membawa nama Kabupaten Gresik semakin dikenal,” katanya. 

Sementara itu, Perwakilan MURI Ari Andriani menjelaskan bahwa pengukuhan Rekor Dunia diberikan tidak hanya karena jumlah sajian yang berhasil disusun, tetapi juga karena festival ini mengangkat nilai kearifan lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat Gresik.

“Sego krawu bukan sekadar nasi dengan suiran daging, serundeng, dan sambal. Sego krawu adalah identitas, warisan leluhur, sekaligus simbol kehangatan serta keramahan masyarakat Gresik,” jelas Ari.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil verifikasi, gunungan sego krawu yang terdiri atas 3.000 bungkus dengan tinggi sekitar 4,5 meter memenuhi seluruh persyaratan pencatatan rekor. Atas dasar itu, MURI menetapkan capaian tersebut sebagai rekor dunia karena dinilai berhasil mengangkat kuliner tradisional Indonesia melalui sebuah perhelatan budaya yang melibatkan partisipasi luas masyarakat.

Usai prosesi penyerahan piagam Rekor Dunia MURI kepada KWGe, ribuan bungkus nasi krawu yang tersusun dalam gunungan dibagikan kepada masyarakat. Antusiasme warga yang memadati kawasan GUS menjadi penutup manis festival yang tidak hanya menorehkan prestasi, tetapi juga mempertegas bahwa budaya lokal dapat menjadi kekuatan untuk membangun kebanggaan daerah. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Catatan MURI di Gresik Bertambah, Terbaru Festival Tumpeng Nasi Krawu Setinggi 4,5 Meter Selengkapnya

Bupati Gresik Resmikan Rumah Kreasi Damarkurung “Melintasi Waktu”, Dorong Terintegrasi Pariwisata, Dongkrak Ekonomi Warga

GRESIK,1minute.id – Damarkurung telah bertransformasi. Lukisan bercerita yang dipopulerkan oleh maestro Damarkurung Masmundari ini telah menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional. Kini, Damarkurung memiliki “rumah” sendiri. Namanya, rumah kreasi Damarkurung di Jalan KH Kholil, Kelurahan Kebungson Kecamatan Gresik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang meresmikan langsung rumah kreasi sekaligus membuka pameran lukisan bertajuk “Damarkurung Melintas Waktu” pada Sabtu malam, 27 Juni 2026. Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, Kabupaten Gresik tidak hanya dikenal sebagai kota industri atau kota santri, tetapi juga sebuah kota yang kaya akan warisan sejarah dan seni budaya yang adiluhung. 

Salah satunya permata budaya yang paling berharga, yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional, adalah damar kurung. Ia berharap rumah kreatif damar kurung dapat menjadi ruang episentrum generasi muda dalam menjaga identitas budaya. 

Kehadiran rumah kreasi dan pameran lukisan ini tidak hanya menjadi wadah apresiasi seni, tetapi juga mampu terintegrasi secara kuat dengan sektor pariwisata daerah. Melalui integrasi tersebut, ruang kreatif ini diproyeksikan dapat menarik kunjungan wisatawan yang lebih luas, sehingga sektor kesenian mampu memberikan dampak nyata dan bertransformasi menjadi nilai ekonomi yang menyejahterakan para pelaku seni serta masyarakat lokal.

“Mudah-mudahan langkah strategis ini mampu mengubah potensi kreativitas seniman lokal, menjadi sebuah ekosistem yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berkelanjutan,” harap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani yang didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga (Disparekrafbudpora) Gresik Syaiduddin Ghozali.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, damarkurung bukan sekadar lampion kayu berhias kertas lukis. Di balik pendar cahayanya, ada narasi kehidupan, tradisi, nilai-nilai sosial, dan spiritualitas masyarakat muslim pesisir Gresik yang terekam dengan sangat jujur. “Melalui goresan tangan maestro kita, Mbah Masmundari, Damar Kurung telah berkelana jauh, memperkenalkan wajah Gresik ke panggung seni rupa dunia,” ucapnya. 

Untuk itu, lanjut Bupati, peresmian Rumah Kreasi Damar Kurung merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik bersama seluruh elemen masyarakat untuk menjaga agar api kreativitas ini tidak padam. Tempat ini kita dedikasikan sebagai pusat pembelajaran, wadah inkubasi kreatif bagi generasi muda, sekaligus ruang bertemunya para seniman untuk terus menghidupkan ikon kebanggaan Gresik.  “Kita ingin memastikan bahwa anak cucu kita ke depan tidak hanya mendengar nama damar kurung dari buku sejarah. Tetapi mampu melukis dan memaknainya secara langsung,” harap Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Bupati Gresik mengapresiasi dibukanya rumah kreasi dan pameran lukisan yang bertajuk “Damar Kurung Melintas Waktu”. Menurut bupati, tema tersebut membawa pesan yang sangat kuat.”Melintas Waktu” mengingatkan bahwa seni tradisional harus terus relevan dengan perkembangan zaman. 

“Damar kurung harus mampu melintasi sekat-sekat generasi dari masa lalu Mbah Masmundari, masa kini di tangan para perupa modern, hingga masa depan di era digital. Pameran ini adalah bukti bahwa damar kurung adalah seni yang hidup, dinamis, dan terus menginspirasi,” tuturnya.

Bupati Yani juga, mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, dinas terkait, para seniman, budayawan, dan komunitas kreatif yang telah bekerja keras mewujudkan ruang dan pameran tersebut. Pihaknya berharap, kolaborasi seperti ini dibutuhkan dalam membangun ekosistem kebudayaan Gresik yang maju dan berkelanjutan.

“Semoga tempat ini membawa berkah, menjadi motor penggerak ekonomi kreatif berbasis budaya, dan pemantik semangat kita semua untuk terus melestarikan warisan leluhur. Selamat menikmati pameran, mari kita jaga kekayaan budaya Gresik,” tandasnya.

Di tempat sama, Ketua Panitia pembukaan rumah kreasi dan pembukaan pameran lukisan Damar Kurung Melintas Waktu, Muhammad Anhar menyampaikan, Rumah Kreasi Damar Kurung diharapkan menjadi episentrum kreatif yang mampu mendorong generasi muda untuk melestarikan warisan budaya lokal sekaligus memajukan ekonomi kreatif berbasis budaya. 

“Saya berharap, tempat ini menginspirasi anak muda di Gresik untuk terus berkarya, menghargai, dan meneruskan jejak perjuangan para maestro seni daerah. Selain itu, wadah kolaborasi anak muda untuk belajar, berbagi, dan menghidupkan seni tanpa harus berbayar atau gratis,” singkatnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Resmikan Rumah Kreasi Damarkurung “Melintasi Waktu”, Dorong Terintegrasi Pariwisata, Dongkrak Ekonomi Warga Selengkapnya

Ratusan Calon Siswa SMK PGRI 1 Gresik Ikuti Wisata Industri, 36 Siswa Terbaik Masuk Spring School PT Indospring Tbk

GRESIK,1minute.id – Sebanyak seratus siswa baru SMK PGRI 1 Gresik mengikuti wisata industri di pabrik III PT Indospring Tbk di Jalan Mayjend Sungkono, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 27 Juni 2026.

Ratusan anak fresh graduate dari berbagai sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik itu terlihat antusias mengikuti kegiatan wisata industri. Sebab, mereka baru kali pertama bisa melihat langsung proses produksi di perusahaan pegas terbesar di Asia Tenggara  tersebut. “Ini jadi pengalaman baru, menambah wawasan bagi Saya dan juga teman-teman lainnya,” ujar Revan Al Rasyid P.S., lulusan UPT SMP Negeri 22 Gresik disela acara pada Sabtu, 27 Juni 2026.

Sebelum mengikuti plant tour alias wisata industri, ratusan anak-anak yang memiliki tinggi badan minimal 170 centimeter dan memakai seragam pramuka ini mendapatkan pembekalan dari manajemen PT Indospring Tbk. 

Industrial Relations & General Affairs (IR&GA) Manajer PT.Indospring Tbk Dias Pipit Chusairy mengatakan, wisata industri ini untuk memberikan wawasan kepada siswa tentang bagaimana persaingan di dunia usaha atau industri. “Kami harus banyak menginspirasi mereka, karena dunia kerja akan semakin kompetitif,” kata Dias Pipit Chusairy. Wisata industri ini, bukan kali pertama dilaksanakan oleh PT Indospring Tbk. 

Tahun-tahun sebelumnya, Indospring Tbk telah “membuka” pintu lebar-lebar bagi siswa di jenjang SMA dan SMK untuk wisata industri. Nah, tahun ini wisata industri diperuntukkan siswa yang baru lulus SMP. “Dulu, kami memberikan hal serupa kepada para siswa SMA/SMK, tapi tahun ini, kami menyasar siswa SMP, karena bagi kami sangat penting bagaimana industri itu,” ujarnya. “Kami ingin memberikan wawasan kepada siswa (SMP) tentang kedepan bagaimana persaingan di dunia usaha atau industri,” ia melanjutkan.

Peserta wisata industri ini adalah siswa  baru di SMK PGRI 1 Gresik. Mereka berasal dari berbagai SMP Negeri dan swasta di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Tahun ajaran 2026/2027, sekolah berlokasi di Jalan Dr Soetomo, Gresik ini menerima 769 siswa. Nah, dari 769 siswa baru dipilih sebanyak 100 siswa yang memiliki tinggi badan minimal 170 centimeter dan sehat. 

Nantinya, seratus anak “istimewa” ini akan diambil sebanyak 36 siswa untuk masuk kelas Spring School. Sekolah kolaborasi antara SMK PGRI 1 Gresik dengan PT Indospring Tbk. Di Spring School PT Indospring ini, siswa akan mendapatkan pembelajaran budaya kerja di industri hingga penggunaan teknologi yang up to date di industri pegas ini selama 3 tahun sejak di kelas X. 

Selama 3 tahun siswa di Spring School akan mendapatkan pendidikan hard skill dan soft skill. Termasuk budaya kerja di lingkungan industri serta teknologi robotik dan mekatronik. Selain itu, Dias , sapaan akrab, Dias Pipit Chusairy, siswa Spring School juga digembleng kedisiplinan dari TNI dan ngegym untuk menjaga kebugaran tubuhnya. 

“Mereka (siswa) ini kebanyakan dari latar belakang keluarga yang kurang mampu. Kami ingin setelah selesai sekolah, para siswa ini bisa bekerja di Indospring atau di tempat lain,” ujarnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Ratusan Calon Siswa SMK PGRI 1 Gresik Ikuti Wisata Industri, 36 Siswa Terbaik Masuk Spring School PT Indospring Tbk Selengkapnya

Pemkab Gresik Siapkan Anggaran Percepatan Akses Air Bersih dan Sanitasi Aman

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik mempercepat upaya pemenuhan akses air bersih dan sanitasi aman bagi masyarakat. Program prioritas duet Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif selain infrastruktur jalan. Komitmen tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman saat membuka kegiatan Stakeholder Forum & Sharing Session bertema “Kabupaten Gresik Menuju Pemenuhan Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak Berkelanjutan Bagi Masyarakat” di Ruang Argo Lengis Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 25 Juni 2026.

Dalam sambutannya, Sekda Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman  menyampaikan bahwa penyediaan air bersih dan sanitasi aman menjadi salah satu perhatian utama Bupati dan Wakil Bupati Gresik. Karena itu, berbagai langkah strategis terus disiapkan untuk mempercepat pemenuhan layanan dasar tersebut.

Salah satunya melalui pembangunan dua tandon air berkapasitas besar di Desa Sembayat dan Desa Manyar. Keduanya di Kecamatan Manyar. Infrastruktur tersebut nantinya akan mendukung distribusi air dari Bendung Gerak Sembayat (BGS) ke sejumlah desa yang masih membutuhkan akses air bersih.

“Anggarannya sudah kita susun. Mudah-mudahan proses pemenuhan akses air bersih ini berjalan lancar dan segera berdampak bagi desa-desa yang akan dialiri air dari Bendung Gerak Sembayat,” ujar Sekda Washil.

Selain akses air bersih, Pemkab Gresik juga memberikan perhatian serius terhadap peningkatan sanitasi aman. Sekda Washil mengungkapkan bahwa capaian sanitasi aman di Kabupaten Gresik saat ini masih berada pada angka 2,69 persen atau sekitar 11.787 rumah. Sementara itu, target yang ditetapkan dalam RPJMD 2025–2029 mencapai 23,41 persen.

“Artinya kita masih memiliki deviasi atau kesenjangan sekitar 20,72 persen. Ini angka yang sangat besar, sehingga proses pemenuhan sanitasi aman harus kita maksimalkan. Tidak bisa hanya mengandalkan dinas terkait, tetapi membutuhkan dukungan seluruh pihak, termasuk sektor swasta,” jelas mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik ini.

Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, Washil yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Gresik ini mendorong Kecamatan Manyar dan Kecamatan Bungah menjadi wilayah percontohan (pilot project) dalam penerapan sanitasi aman di Kabupaten Gresik.

Pada kesempatan itu, ia juga menyoroti fenomena yang disebut sebagai “sanitasi tersamar” di kawasan perkotaan dan permukiman padat. Menurutnya, masih banyak rumah yang terlihat memiliki fasilitas sanitasi yang baik, namun belum dilengkapi septic tank yang memenuhi standar atau bahkan masih membuang limbah langsung ke saluran terbuka.

Kondisi tersebut berpotensi mencemari air tanah oleh bakteri E. coli, terutama karena jarak antara sumur warga dan resapan tangki septik kerap berada di bawah batas aman 10 meter. Sebagai upaya penanganan, Pemkab Gresik berencana mengintegrasikan pembangunan sanitasi aman ke dalam program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). 

Pada tahun 2026 hingga 2027, sebanyak 647 unit rumah warga pada kelompok desil 1 dan desil 2 ditargetkan direhabilitasi dan wajib dilengkapi fasilitas sanitasi aman berupa bio septic tank. Selain itu, melalui UPT Pengelolaan Limbah Cair Domestik (PLCD) pada Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CK-PKP) Gresik juga akan mengoptimalkan program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (L2T2) serta aplikasi GO-PLONG. Hal ini guna memastikan pengelolaan limbah domestik dilakukan secara berkala setiap dua hingga tiga tahun.

Menutup sambutannya, Sekda Washil menyampaikan apresiasi kepada berbagai mitra pembangunan yang selama ini mendukung upaya peningkatan akses air bersih dan sanitasi di Kabupaten Gresik. Mitra tersebut di antaranya Yayasan Cempaka serta sejumlah perusahaan di kawasan industri seperti Freeport, yang ikut memfasilitasi dalam mendorong perubahan perilaku sanitasi masyarakat. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pemkab Gresik Siapkan Anggaran Percepatan Akses Air Bersih dan Sanitasi Aman Selengkapnya

Lokal Media Network Gelar ‘Ngopi dan Opini’ Rancang Peta Jalan Tenaga Kerja Lokal di Kota Industri Gresik  

GRESIK,1minute.id – Lokal Media Network menggelar diskusi bertajuk ‘Ngopi dan Opini Gresik’ di DDjirolu Cafe Jalan Pahlawan Sidayu, Gresik pada Rabu malam, 24 Juni 2026. Diskusi yang  berupaya membangun peta jalan tenaga kerja lokal berbasis dunia pendidikan SMK, kampus, hingga pesantren.

Serta, mempersiapkan dan melindungi warga lokal untuk kebutuhan ketenagakerjaan di masa mendatang, seiring masifnya pembangunan industri di Gresik wilayah utara. 

Diskusi mengusung tema ‘Menyiapkan dan Melindungi Tenaga Kerja Lokal’, menghadirkan empat narasumber yakni Kepala Disnaker Kabupaten Gresik Zainul Arifin, Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Khoirul Anwar, Ketua Konfederasi SPSI Gresik Imam Syafiuddin, dan perwakilan Manajemen Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integreted Industrial and Port Estate (JIPPE) Yudi Darjanto.

Moderator acara ini yakni Akhmad Sutikon, Barista Lokal Media Network yang juga Ketua Serikat Media Siber (SMSI) Kabupaten Gresik pun berlangsung gayeng. Banyak hal yang dibahas dalam diskusi ditengah perkembangan kebutuhan tenaga kerja yang kian modern. Perwakilan lembaga sekolah seperti SMK hingga perwakilan Cabang Dinas Pendidikan menyampaikan berbagai keluhan. 

“Perkembangan dunia usaha kian modern. Banyak kebutuhan skil dunia usaha seperti di Jippe, berbondong-bondong seperti sektor mineral, konstruksi, pelabuhan, hingga teknologi,” kata perwakilan PT BKMS, pengelola KEK JIIPE Yudi Darjanto.

Yudi mengatakan, membuka lebar jika ada warga Gresik yang memiliki kompetensi tersebut untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di JIPPE. Gayung bersambut, perwakilan lembaga SMK PGRI mengakui kurangnya modal lembaga dalam memenuhi kompetensi anak didiknya.

Kata dia, untuk memenuhi kompetensi itu fasilitas uji praktik untuk mendukung hal tersebut terbilang harganya mahal. “Kita berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja seperti membentuk kerjasama dengan para instansi dan pengusaha,” jelas Wakil Kepala SMK PGRI 1 Gresik Suwarno Hadi

Sementara, Rektor UMG Khoirul Anwar menyampaikan bahwa pihak akademik tidak menutup mata akan masifnya perkembangan kebutuhan skill tenaga kerja di era modern. Ia mengakui, dunia pendidikan di Indonesia tertinggal hampir 10 tahun dengan negara lain seperti, China.

Pihaknya perlu kurikukum baru yang sepadan untuk mewujudkan kesetaraan kebutuhan tenaga kerja modern. “Minim pengalaman, soft skill yang kurang, faktor itu juga yang membuat para pekerja belum memenuhi kebutuhan dunia kerja,” paparnya. 

Mewakili serikat pekerja Syaiduddin, menyebut sulit untuk mendapatkan hak-hak perlindungan para pekerja. Ia menceritakan, perlu belasan tahun memperjuangkan bersama rekan sejawat mendapat hak-hak pekerja. Puncaknya, warga Gresik mendapatkan haknya sebagai tenaga lokal mendapat porsi 70 persen bekerja di perusahaan.

“Itu tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan yang kemudian diperkuat oleh Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 71 Tahun 2024,” jelasnya.

Kepala Disnaker Kabupaten Gresik Zainul, menyampaikan Gresik memiliki potensi besar daerah industri. Namun kebanyakan perusahaan di Gresik sekarang lebih mengarah ke padat modal, ketimbang padat karya. Artinya perusahaan lebih memaksimalkan teknologi ketimbang jumlah tenaga kerja.

Angka Upah Minimum Kerja (UMK) mencapai Rp 5 juta, turut menjadikan pekerja berbondong-bondong mencari kerja di Gresik. 

Pemkab Gresik berupaya memberikan solusi terbaik bagi pencari kerja di Gresik. Salah satunya pencarian kerja tersebut digaungkan melalui program aplikasi Gresik Kerja. “Dengan ber-KTP Gresik, pencari kerja bisa mencari dan dicari perusahaan sesuai kebutuhan kompetensi. Kita juga memberikan pembekalan agar mereka juga siap kerja,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Lokal Media Network Gelar ‘Ngopi dan Opini’ Rancang Peta Jalan Tenaga Kerja Lokal di Kota Industri Gresik   Selengkapnya

Ratusan Kendaraan Bermotor Jalani Uji Emisi, Wabup Gresik : Kita Ingin Udara yang Kita Hirup Lebih Segar dan Baik

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik menggelar Uji Emisi Kendaraan Bermotor gratis di Halaman Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 24 Juni 2026. Aksi nyata untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026 ini  mengusung tema “Sayangi Bumi : Saatnya Bekerja untuk Iklim, Mulai dari Uji Emisi Kendaraanmu” di buka oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. 

Sebanyak seratus unit kendaraan roda empat dan lebih yang menjalani pemeriksaan uji emisi yang bekerjasama dengan Envilab dan PT Smelting ini. Ratusan unit kendaraan bermotor (ranmor) terdiri dari 50 unit kendaraan dinas ; kendaraan operasional kebersihan dan pertamanan, masing-masing 10 unit, eksternal atau umum 30 unit kendaraan. 

Dalam uji emisi gas buang ini, kendaraan dinas Wakil Bupati Gresik dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sri Subseti ikut menjalani uji emisi. Hasilnya? Kendaraan dinas sesuai standar dan ditempeli stiker berbentuk bulat dan warna dasar hijau dengan tulisan berbunyi “Lulus Uji Emisi Kendaraan” berwarna putih.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengatakan, uji emisi kendaraan dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup ini karena Pemkab Gresik berkomitmen untuk menjaga kualitas udara di Gresik baik. “Kita ingin udara yang kita hirup lebih baik,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif dalam sambutannya pada Rabu, 24 Juni 2026.

RATUSAN Kendaraan Bermotor berjajar rapi untuk antri menjalani uji emisi kendaraan di halaman Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 24 Juni 2026 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Kabupaten Gresik, imbuhnya, dikenal sebagai Kota Industri dengan jumlah penduduk sekitar 1,3 juta. Pada pagi dan sore jumlah penduduk diperkirakan bertambah kali lipat. Berkisar antara 3 juta sampai 4 juta jiwa. Sejumlah ruas jalan mengalami kemacetan. “Jadi banyak orang yang datang ke Kabupaten Gresik mungkin dari Surabaya di Lamongan dari Sidoarjo maupun dari kabupaten-kabupaten lainnya. Mereka tidak mungkin jalan. Merena pasti menbawa kendaraan bermotor. Berdasarkan aturan yang ada semua kendaraan harus lolos uji emisi,” tegas Asluchul Alif. 

Dinas LH Gresik, ia melanjutkan, bergerak melakukan uji emisi kendaraan, seluruh kendaraan bermotor yakni mobil, motor maupun kendaraan berat lolos uji emisi. Uji emisi kendaraan ini bukan tujuan utama. Pemkab Gresik ingin merubah kedisiplinan dari seluruh masyarakat yang masuk ke kabupaten Gresik. “Kalau kita tanam pohon yang bisa mengeluarkan oksigen itu sebagai pahala bagi kita. Sebaliknya kendaraan kita yang bikin tercemar udara yang ada di Kabupaten Gresik ini juga jika ada yang sakit gara-gara udara yang kita keluarkan punya risiko dan tanggung jawab. Apakah itu sebuah dosa atau kembali ke dirinya sendiri untuk sakit karena menghirup udara yang tidak itu. yang mungkin bisa kita sosialisasikan kepada masyarakat,” kata Wabup Alif bertamsil.

Kenapa kita harus peduli dengan lingkungan? “Semoga kegiatan dinilai sebagai ibadah untuk anak, cucu kita menjaga lingkungan Gresik lebih baik, lebih baik, lebih bersih dan lebih bersih lagi,” katanya. 

STIKER LULUS UJI EMIS KENDARAAN: Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif didampingi (kiri) Manajer Teknis Envilab Muhammad Suhar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gresik Sri Subaida dan External Affairs PT Smelting Gresik Erika Silva menempelkan stiker di kendaraan yang lulus uji emisi di halaman Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 24 Juni 2026 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Selain Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, kegiatan uji emisi kendaraan ini dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Gresik Misbahul Munir, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sri Subaida, VP Governmental/ External Affairs PT Smelting Gresik Erika Silva dan Manajer Teknis Envilab Muhammad Suhar dimulai pukul 08.30 WIB. Ratusan kendaraan yang akan mengikuti uji emisi berjajar rapi di bagi timur kantor Bupati Gresik. 

Kali pertama yang menjalani uji emisi adalah mobil dinas Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif yakni Toyota Zenix Hybrit kemudian Mobil Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sri Subaida. Kedua mobil dinas itu lulus uji emisi. 

Ditempat sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gresik Sri Subaida mengatakan, ada tiga tujuan yang ingin capai dalam uji emisi kendaraan ini. Diantaranya, data hasil uji selanjutnya dijadikan sebagai data aktual tingkat emisi kendaraan di wilayah kabupaten sebagai bahan evaluasi dan perumusan kebijakan lingkungan kedepan.

Saat ini, kata Sri Subaida, kualitas udara di Kabupaten Gresik masih tergolong dibawah ambang batas baku mutu alias aman. Ia mengutip hasil Indeks Kualitas Lingkungan Hidup dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) masih dibawah target dari 90. “Kita masih di angka 89,8.  Gresik perlu berbenah, dengan melakukan penanaman pohon, uji kualitas udara baik yang bergerak maupun tidak bergerak seperti dari perusahaan,” tegas perempuan berhijab itu. 

Ia mengatakan, uji emisi kendaraan ini adalah program rutin tahunan. Untuk tahun 2026, katanya, di Kantor Bupati Gresik diikuti 100 unit kendaraan yakni kendaraan dinas Pemkab Gresik 50 unit, kendaraan operasional kebersihan dan pertamanan, masing-masing 10 unit dan eksternal atau umum 30 kendaraan. (adv/yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Ratusan Kendaraan Bermotor Jalani Uji Emisi, Wabup Gresik : Kita Ingin Udara yang Kita Hirup Lebih Segar dan Baik Selengkapnya

Selama 4 Dekade, Sambut HUT, Petrokimia Gresik Fasilitasi Khitan Gratis untuk Anak di Gresik dan Sekitarnya 

GRESIK, 1minute.id – Petrokimia Gresik,, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, (Persero) memfasilitasi 100 anak untuk mengikuti “Khitan Umum Gratis 2026” di GOR Tri Dharma pada Selasa, 23 Juni 2026.

Program tahunan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan anak-anak sebagai generasi unggul bangsa adalah rangkaian HUT Ke-54 Petrokimia Gresik. Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyampaikan bahwa khitan umum ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kegiatan ini sekaligus wujud komitmen perusahaan untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Petrokimia Gresik menyelenggarakan program khitan gratis ini sejak empat dekade silam, atau tahun 1985. Alhamdulillah Petrokimia Gresik bisa konsisten memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat,” ujar Daconi.

Menurut Daconi, keberhasilan perusahaan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, Petrokimia Gresik terus berupaya menghadirkan berbagai program TJSL yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.

“Petrokimia Gresik tidak hanya berfokus pada pencapaian kinerja bisnis, tetapi juga berkomitmen untuk tumbuh bersama masyarakat. Melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat, kami ingin memastikan keberadaan perusahaan dapat memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekitar,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik, Nuril Huda menambahkan, kegiatan khitan Petrokimia Gresik digelar dalam rangka HUT Ke-54 Petrokimia Gresik. Program khitan tahun ini diikuti oleh 100 anak yang berasal dari sekitar operasional perusahaan, mulai dari Gresik, Lamongan, hingga Surabaya.

Dalam pelaksanaannya, para peserta mendapatkan layanan khitan menggunakan metode Super Ring yang ditangani tenaga medis profesional dari RS Grha Husada. Selain khitan gratis, setiap peserta juga memperoleh uang saku sebesar Rp200.000, celana khitan, sarung, dan obat-obatan. Peserta khitan juga mendapatkan layanan kontrol pascakhitan di RS Grha Husada.

“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat bagi kesehatan anak-anak serta menjadi bagian dari kebahagiaan keluarga dalam menyambut salah satu momen penting dalam tumbuh kembang mereka,” ujarnya.

Sementara itu, senyum bahagia terpancar dari wajah Siti Muzayanah saat mendampingi putra pertamanya, Abdullah Rosyidul Rahman (9), mengikuti khitan gratis yang diselenggarakan Petrokimia Gresik. Keputusannya untuk mendaftarkan sang buah hati berawal dari rekomendasi teman dan kerabat yang lebih dulu merasakan manfaat program tersebut.

Awalnya, Siti mengaku sempat merasa cemas seperti kebanyakan orang tua yang akan mengantarkan anaknya menjalani khitan. Namun kekhawatiran itu berangsur hilang setelah melihat langsung profesionalisme tenaga medis serta pelayanan yang diberikan selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, proses khitan berjalan dengan baik dan didukung layanan pascakhitan yang membuat peserta maupun orang tua merasa lebih tenang.

Memanfaatkan momen liburan sekolah, Siti memilih agar putranya yang akan naik ke Kelas 4 Sekolah Dasar mengikuti khitan Petrokimia Gresik. Baginya, kegiatan ini tidak hanya membantu masyarakat dari sisi biaya, tetapi juga menghadirkan rasa nyaman dan kebahagiaan bagi anak-anak yang menjadi peserta.

“Alhamdulillah, rekomendasi dari teman dan saudara memang benar. Pelayanannya sangat baik, tenaga medisnya profesional, dan anak-anak juga mendapatkan banyak perhatian, hadiah, serta mainan. Terima kasih Petrokimia Gresik yang sudah membantu masyarakat dan membuat momen penting bagi anak kami menjadi lebih berkesan,” kata warga Kelurahan Randuagung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik tersebut. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Selama 4 Dekade, Sambut HUT, Petrokimia Gresik Fasilitasi Khitan Gratis untuk Anak di Gresik dan Sekitarnya  Selengkapnya

Menteri PPPA Apresiasi Sinergi Pemkab dan Petrokimia Gresik dalam Perlindungan Perempuan dan Anak

GRESIK,1minute.id – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Gresik pada Senin, 22 Juni 2026.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyambut langsung kedatangan Menteri PPPA ini di Wisma Kebomas PT Petrokimia Gresik. Kunjungan tersebut menjadi momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia industri dalam upaya pemberdayaan perempuan serta perlindungan anak.

Dalam sambutannya, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi  memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas keberhasilan Gresik mempertahankan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Nindya. Menurutnya ini adalah bukti bahwa hak-hak anak di sini benar-benar diprioritaskan.

Selain itu, Kabupaten Gresik juga mencatatkan capaian membanggakan dengan menempati peringkat ketiga nasional dalam Indeks Perlindungan Anak (IPA) dan Indeks Pemenuhan Hak Anak (IPHA). Capaian ini sekaligus menjadikan Gresik sebagai yang terbaik di Provinsi Jawa Timur.

“Gresik saat ini berada di peringkat ketiga tingkat nasional untuk Indeks Perlindungan Anak dan menjadi yang terbaik di Provinsi Jawa Timur. Ini luar biasa dan mudah-mudahan dapat terus dipertahankan serta ditingkatkan,” ujar Menteri Arifah.

Ia juga menyoroti langkah Pemkab Gresik dalam melindungi kelompok rentan. Salah satunya melalui keberadaan Tempat Penitipan Anak (TPA) Masmundari yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga pekerja rentan perempuan. Seperti pengemudi ojek online dan pekerja harian. Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah bagi perempuan pekerja.

Selain itu, Arifah turut mengapresiasi perhatian Pemkab Gresik terhadap anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia yang selama ini mengalami keterbatasan akses identitas, pendidikan, dan layanan kesehatan. “Belum semua pimpinan daerah memiliki komitmen terhadap hal-hal seperti ini. Karena itu saya memberikan apresiasi kepada Bupati Gresik, dan mudah-mudahan upaya ini dapat terus berkelanjutan,” ungkap Arifah.

Menteri Arifah menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Gresik dan PT Petrokimia Gresik atas kolaborasi yang sudah terjalin.  “Sekali lagi apresiasi kami dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk Pemerintah Kabupaten Gresik dan Petrokimia Gresik atas sinergi dan komitmen yang luar biasa. Saya berharap setelah ini kita bisa melanjutkan kolaborasi dan sinergi program yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa sebagai daerah industri terbesar di Jawa Timur, Gresik terus membangun sinergi dengan perusahaan BUMN maupun swasta. Tujuannya untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak. 

Berbagai upaya dilakukan, seperti pemenuhan hak-hak pekerja, penyediaan ruang laktasi, hingga pengaturan jam kerja yang lebih ramah bagi pekerja perempuan. Menurut Bupati Yani, komunikasi dan kolaborasi dengan dunia usaha telah menjadi budaya yang terus dikembangkan di Kabupaten Gresik.

“Sebagai kabupaten industri, kami terus bersinergi dengan dunia usaha dalam isu perlindungan perempuan dan anak, pemenuhan hak-hak pekerja, serta kebijakan yang ramah perempuan. Hal-hal seperti ini terus kami diskusikan dan menjadi budaya di Kabupaten Gresik,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Direktur PT Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, memaparkan berbagai fasilitas dan program perusahaan dalam mendukung pekerja perempuan. Ia menjelaskan bahwa perusahaan menyediakan sejumlah layanan yang ramah bagi pekerja perempuan.

Salah satunya adalah keberadaan TPA yang telah beroperasi sejak 1993, yang tidak hanya diperuntukkan bagi anak pegawai perusahaan. Fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum di sekitar perusahaan.

Dalam rangkaian kunjungannya, Menteri Arifah turut meninjau TPA Masmundari. Kehadiran Menteri PPPA disambut antusias oleh anak-anak yang berada di tempat penitipan tersebut. Di sela-sela kunjungan, seorang ibu yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online sempat berbagi cerita kepada Ibu Menteri. Ia mengaku hidupnya jauh lebih tenang semenjak ada fasilitas ini.

“Saya sangat terbantu dengan adanya TPA ini. Karena ini fasilitas resmi dari pemerintah, saya percaya menitipkan anak di sini. Anak saya juga betah berada di sini, jadi saya bisa bekerja dengan tenang,” ungkapnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Menteri PPPA Apresiasi Sinergi Pemkab dan Petrokimia Gresik dalam Perlindungan Perempuan dan Anak Selengkapnya

Kapolres Gresik Pimpin Baksos Bedah Rumah Purnawirawan Polri 

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik menggelar Bakti Sosial (Baksos) Bedah Rumah untuk masyarakat. Kegiatan sosial ini, rangkaian HUT ke-80 Bhayangkara yang diperintahkan setiap 1 Juli itu. Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution yang memimpin langsung peninjauan renovasi rumah AKP (Purn) Mulyo Utomo di Desa Tanjungan, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik pada Senin, 22 Juni 2026.

Kapolres Ramadhan didampingi Kapolsek Driyorejo Kompol Gatot Setyo Budi, Kasat Lantas AKP Nur Arifin, Kasi Humas Iptu Hepi Muslih Riza, serta Kanit Gakkum Satlantas Iptu Ahmad Andri Aswoko. Mulyo Utomo, pensiun polisi itu terharu karena rumahnya dikunjungi oleh Kapolres Ramadhan. 

Kehadiran jajaran Polres Gresik menjadi bentuk nyata perhatian institusi kepada para purnawirawan yang telah mengabdikan diri bagi bangsa dan negara. Selain melakukan pengecekan kondisi bangunan, rombongan juga menyempatkan diri berdialog dengan keluarga penerima bantuan.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengatakan bahwa program bedah rumah merupakan salah satu rangkaian kegiatan sosial dalam memperingati HUT ke-80 Bhayangkara. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi simbol perayaan, tetapi juga bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat dan keluarga besar Bhayangkara.

“Melalui program ini kami berharap dapat membantu mewujudkan hunian yang lebih layak dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat. Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Suasana penuh kekeluargaan tampak mewarnai kegiatan tersebut Mulyo Utomo beserta keluarga mengaku terharu atas perhatian yang diberikan Polres Gresik. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya.

Baginya, program bedah rumah tersebut bukan sekadar bantuan renovasi bangunan, melainkan juga wujud kepedulian dan penghargaan dari institusi Polri kepada para purnawirawan yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk negara.

Melalui kegiatan sosial ini, Polres Gresik kembali menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, pelayanan, dan pengabdian kepada masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan Polri yang Presisi, sekaligus mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat agar semakin dekat, humanis, dan dicintai rakyat. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Kapolres Gresik Pimpin Baksos Bedah Rumah Purnawirawan Polri  Selengkapnya

Wabup Gresik Dorong APPSI jadi Mitra Strategis Pemerintah untuk Kesejahteraan Pedagang Pasar 

GRESIK,1minute.id –  Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Gresik periode 2026-2031 resmi dilantik. Organisasi yang menaungi para pedagang ini dinakhodai oleh Munawarah. 

Pelantikan dilakukan di Ruang Putri Mijil, Kompleks Pendapa Bupati Gresik di Alun-alun Gresik Jalan KH Wachid Hasyim Gresik. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia berharap APPSI dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat keberadaan pasar rakyat sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pedagang.

“Catatan penting dari kami untuk Bu Muna beserta seluruh jajaran adalah pentingnya koordinasi. Sinergi berarti menempatkan diri sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Gresik, bukan sekadar menyampaikan tuntutan, tetapi bersama-sama mencari solusi terbaik bagi berbagai persoalan di pasar,” ujar Wabup Alif.

Wabup Alif mendorong kepengurusan baru APPSI untuk segera membentuk kepengurusan di masing-masing unit pasar yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Gresik. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memudahkan pemetaan persoalan dan kebutuhan yang dihadapi para pedagang di setiap pasar.

Selain itu, ia mengingatkan agar organisasi yang menaungi pedagang pasar tersebut tetap berorientasi pada peningkatan kesejahteraan anggota. Ia juga berpesan agar APPSI dijalankan secara profesional dan tidak terlibat dalam politik praktis sehingga program-program organisasi dapat berjalan dengan baik.

“Tujuan APPSI adalah menyejahterakan para pedagang pasar. Maka rangkul semua. Saya pesan, jangan terlalu banyak dibawa ke politik praktis, nanti organisasi ini tidak bergerak dan kerdil lagi,” pungkas Wabup Alif.

Dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, Wabup Alif mengajak APPSI memanfaatkan platform digital pemantauan harga SIBAPO, serta saluran pengaduan resmi Pemkab Gresik di nomor 0812-1788-9986. Dengan kolaborasi tersebut, kenaikan harga yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) dapat segera ditindaklanjuti melalui operasi pasar maupun kerja sama dengan Bulog.

Sementara itu, Ketua DPD APPSI Kabupaten Gresik Munawarah, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Gresik terhadap para pedagang pasar. Ia menegaskan bahwa kepengurusan yang baru siap memperkuat organisasi serta menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak demi meningkatkan kesejahteraan pedagang.

“Kami siap menjadikan APPSI sebagai wadah aspirasi pedagang sekaligus mitra strategis pemerintah. Dengan sinergi yang baik, kami berharap pasar rakyat di Kabupaten Gresik semakin maju dan para pedagang semakin sejahtera,” kata Munawarah. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Wabup Gresik Dorong APPSI jadi Mitra Strategis Pemerintah untuk Kesejahteraan Pedagang Pasar  Selengkapnya