Satreskirim Polres Gresik Bekuk Pelaku Pembobol Kartu ATM sebesar Rp 30,6 Juta

GRESIK,1minute.id – Para penjahat semakin canggih. Bahkan, seorang pencuri dengan pemberatan (curat) pun bisa membobol kartu anjugan tunai mandiri (ATM) sebesar Rp 30,65 juta. Unit Reserse Mobile (Resmob) Satreskrim Polres Gresik turun tangan menangkap pelaku yang diketahui berinisial NBR, 25 tahun. Ia warga Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. 

Menurut Kasatreskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya, pengungkapan kasus tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan korban yang kehilangan dompet berisi identitas diri dan kartu ATM. “Begitu laporan kami terima, anggota Unit Resmob Satreskrim Polres Gresik langsung melakukan serangkaian penyelidikan hingga berhasil mengidentifikasi dan menangkap pelaku,” ujarnya di Mapolres Gresik pada Selasa, 30 Juni 2026.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan polisi di SPKT Polres Gresik. Korban bernama Muhammad Jamil, warga Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Kronologi kejadian  Selasa, 23 Juni 2026 sekitar pukul 19.00 WIB korban baru turun dari bus TransJatim di Terminal Bunder, Gresik. Tanpa disadari, dompet yang disimpan di saku belakang celana hilang. Di dalam dompet tersebut terdapat KTP, kartu BPJS, kartu ATM BCA, ATM BNI serta dokumen pribadi lainnya.

Korban baru menyadari dompetnya hilang setelah tiba di rumah sekitar pukul 20.00 WIB. Keesokan harinya, Rabu, 24 Juni 2026

korban berusaha mencari dompet tersebut namun tidak ditemukan. Karena khawatir kartu ATM disalahgunakan, korban kemudian memeriksa saldo melalui aplikasi mobile banking. Saat itulah korban mengetahui saldo rekening BCA miliknya berkurang drastis. Korban kemudian mendatangi kantor Bank BCA di kawasan GKB, Gresik untuk mencetak rekening koran. Hasil pemeriksaan rekening koran menunjukkan uang sebesar Rp30.650.000 telah ditarik oleh orang yang tidak dikenal tanpa seizin korban.

Merasa dirugikan, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Gresik. Menindaklanjuti laporan itu, Unit Resmob Satreskrim Polres Gresik yang dipimpin Kanit Resmob Ipda Andi Muh. Asyraf Gunawan melakukan penyelidikan intensif. Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang terduga pelaku.

Pada Senin, 29 Juni 2026 sekitar pukul 14.00 WIB, tim memperoleh informasi mengenai keberadaan pelaku di wilayah Kabupaten Gresik. Beberapa anggota Resmob bergerak melakukan penyisiran di lokasi yang dicurigai. Sekitar pukul 14.40 WIB, petugas akhirnya berhasil mengamankan pelaku di sebuah rumah makan Bakso di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Pelaku kemudian dibawa ke Mapolres Gresik untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam penangkapan tersebut, Satreskrim Polres Gresik turut mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu unit telepon seluler, KTP milik korban, kartu ATM BCA dan ATM BNI milik korban, satu unit sepeda motor Yamaha Vixion warna putih beserta STNK dan kunci kendaraan, surat gadai telepon seluler iPhone, surat gadai BPKB sepeda motor, sepasang sandal, serta uang tunai sebesar Rp 1.472.000.

Saat ini penyidik Satreskrim Polres Gresik masih terus melengkapi proses penyidikan dan pemberkasan perkara guna proses hukum lebih lanjut. Pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 476 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat apabila masyarakat mengetahui atau mengalami tindak pidana, segera laporkan ke kantor kepolisian terdekat atau melalui Call Center 110. Selain itu, warga Gresik juga dapat memanfaatkan layanan pengaduan 24 jam LAPOR Cak Rama (Lapor Kapolres Gresik) melalui nomor 0811-8800-2006. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Satreskirim Polres Gresik Bekuk Pelaku Pembobol Kartu ATM sebesar Rp 30,6 Juta Selengkapnya

Lindungi Hak Anak, Kejari Gresik Ajukan Hak Asuh Bagi Anak-anak di Pengadilan Negeri Agama 

GRESIK,1minute.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik menjalin kerja sama dengan Pengadilan Agama (PA) Gresik dalam penanganan penetapan perwalian bagi anak di bawah umur dan anak terlantar. Langkah tersebut untuk memastikan anak yatim, anak terlantar, dan anak kurang mampu memperoleh perlindungan hukum serta hak-haknya secara sah.

Kerjasama tersebut melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun)  Kejari Gresik dengan mendaftar permohonan penetapan perwalian anak di ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pengadilan Agama Gresik, Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Senin, 29 Juni 2026.

Kepala Seksi Datun Kejari Gresik Alfiah Yustiningrum melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Raden Achmad Nur Rizky mengatakan, langkah tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan hukum kepada anak yang tidak mampu.

Selain itu, Kejaksaan dalam mengajukan permohonan pengangkatan wali diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Kejaksaan Republik Indonesia, khususnya Pasal 30C huruf (f), yang memberikan kewenangan kepada Kejaksaan menjalankan fungsi di bidang keperdataan dan kepentingan publik, termasuk perkara yang berkaitan dengan hukum keluarga dan perwalian anak.

Dasar hukum lainnya yaitu, Jaksa Pengacara Negara juga memiliki dasar hukum untuk mengajukan permohonan pengangkatan wali sebagaimana diatur dalam Pasal 360 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), serta diperkuat dengan Peraturan Jaksa Agung Nomor 7 Tahun 2021 yang mengatur bahwa pengangkatan wali bagi anak di bawah umur harus diajukan melalui Pengadilan Agama.

“Intinya, negara hadir untuk memenuhi hak-hak anak melalui Kejaksaan Negeri Gresik. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 34 mengenai pemeliharaan fakir miskin dan anak terlantar,” kata Achmad Nur Rizky.

Lebih lanjut Achmad Nur Rizky menambahkan, melalui penetapan perwalian di Pengadilan Agama, nantinya anak-anak yang selama ini belum memiliki wali sah diharapkan memperoleh kepastian hukum, sehingga hak-haknya. “Baik mulai dari pendidikan, administrasi kependudukan hingga berbagai bentuk bantuan sosial dan layanan negara lainnya, dapat dipenuhi secara optimal,” katanya.

Sementara Panitera Pengadilan Agama Gresik Koes Admaja Utama, mengatakan, penetapan asuh anak diperlukan untuk memberi kepastian hukum kepada pihak yang ditunjuk sebagai wali anak yang belum cakup melakukan perbuatan hukum.

“Perwalian ini dibutuhkan agar ada wali anak yang sah untuk mewakili anak dalam memperoleh hak-haknya. Misalnya di bidang pendidikan ketika kedua orang tuanya sudah tidak ada. Ketua yayasan yang menjadi wali, nantinya dapat mendampingi anak memperoleh hak seperti beasiswa melalui Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Gresik,” kata  Koes Admaja. 

Lebih lanjut Koes Admaja menambahkan, Bidang Datun memiliki kewenangan sebagai Jaksa Pengacara Negara (JPN), sehingga dapat memberi pendampingan hukum dalam pemenuhan hak-hak anak.

“Datun memiliki legitimasi sebagai Jaksa Pengacara Negara untuk membantu pemenuhan hak-hak anak, terutama anak kurang mampu maupun anak terlantar yang tidak jelas keberadaan orang tuanya,” katanya.

Menurut Koes Admaja, program tersebut merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Gresik sebagai tindak lanjut program serentak yang diinisiasi Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

“Dari pihak Datun Kejari Gresik telah mengajukan permohonan kepada kami. Selanjutnya Pengadilan Agama akan menjadwalkan persidangan untuk memeriksa alat bukti dan saksi sebelum mengeluarkan penetapan perwalian,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Bidang Datun Kejari Gresik mengajukan sejumlah permohonan penetapan perwalian. Salah satunya diajukan oleh Exell Yudistira Budiman Sismedy terhadap tiga anak, yakni berinisial DFS, FA, dan CES. 

Selain itu, juga diajukan permohonan perwalian atas dua anak terlantar, berinisial MTB dan DS, berdasarkan surat permohonan dari Dinas Sosial Kabupaten Gresik.

“Seluruh permohonan tersebut diajukan berdasarkan surat permohonan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik kepada Kepala Kejaksaan Negeri Gresik terkait penetapan perwalian anak terlantar,” katanya. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Lindungi Hak Anak, Kejari Gresik Ajukan Hak Asuh Bagi Anak-anak di Pengadilan Negeri Agama  Selengkapnya

Hari Ketiga, Antusiasme Warga Nikmati PetroNite Fest 2026 Libatkan 670 Tenant Tetap Tinggi 

GRESIK,1minute.id – PetroNite Fest 2026 memasuki hari ketiga pada Senin malam, 29 Juni 2026. Event tahunan yang digelar oleh Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, (Persero) dipusatkan kompleks Sarana Olahraga (SOR) Tridharma Petrokimia Gresik. 

PetroNite Fest 2026 yang dibuka oleh Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo untuk merayakan HUT ke-54 Petrokimia Gresik ini melibatkan 670 tenant yang didominasi pelaku UMKM.

Keterlibatan UMKM ini sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas akses promosi, memperkuat ekosistem UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia GresiknAdityo Wibowo, usai pembukaan menyampaikan bahwa event ini merupakan kontribusi nyata perusahaan dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan dan memperkuat daya saing UMKM lokal dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-54 Petrokimia Gresik.

“PetroNite Fest menjadi ruang bagi UMKM untuk berkembang, memperluas pasar, sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Adit, sapaan akrab Adityo Wibowo.

Ia menjelaskan, tahun ini PetroNite Fest diikuti 670 tenant yang terdiri atas 558 pedagang kaki lima (PKL), 73 stan outdoor VIP, dan 39 stan indoor VIP yang akan beroperasi hingga 5 Juli 2026. Seluruh tenant juga didorong menggunakan QRIS sebagai bentuk penguatan ekosistem usaha berbasis digital sehingga transaksi menjadi lebih mudah, cepat, aman, dan nyaman.

Selain itu, Petrokimia Gresik melibatkan 12 tenant mitra binaan CSR serta Karang Taruna di sekitar perusahaan yang dipercaya mengelola area parkir selama kegiatan berlangsung. Pada penyelenggaraan tahun lalu, PetroNite Fest mencatatkan perputaran ekonomi sekitar Rp10 miliar dengan total pengunjung mencapai 319 ribu orang.

“Kami ingin UMKM tidak hanya bertambah dari sisi jumlah, tetapi juga naik kelas dari sisi ekosistem bisnisnya. Karena itu, tahun ini seluruh tenant kami dorong menggunakan QRIS agar transaksi menjadi lebih mudah, cepat, aman, dan nyaman, sekaligus mendukung percepatan ekonomi digital di Kabupaten Gresik,” kata Adit.

Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, mengapresiasi komitmen Petrokimia Gresik yang secara konsisten mendukung pengembangan UMKM dan memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Gresik dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat.

“Selama ini Petrokimia Gresik juga banyak memberikan dukungan bagi kemajuan UMKM, termasuk mendukung berbagai program Pemerintah Kabupaten Gresik yang berkaitan dengan pengembangan UMKM,” tandasnya.

Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan PetroNite Fest dengan membeli dan menggunakan produk-produk UMKM lokal sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Wabup juga berharap Petrokimia Gresik terus berkembang sehingga kontribusinya terhadap pengembangan UMKM dan kesejahteraan masyarakat Gresik semakin besar.

“Lebih dari lima dekade Petrokimia Gresik telah menjadi kebanggaan masyarakat Gresik. Tidak hanya berperan sebagai perusahaan strategis nasional yang mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi mitra penting Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam membangun perekonomian daerah, khususnya UMKM,” tutupnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Hari Ketiga, Antusiasme Warga Nikmati PetroNite Fest 2026 Libatkan 670 Tenant Tetap Tinggi  Selengkapnya

Catatan MURI di Gresik Bertambah, Terbaru Festival Tumpeng Nasi Krawu Setinggi 4,5 Meter

GRESIK,1minute.id – Catatan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) bertambah satu pada Minggu, 28 Juni 2026. Rekor baru adalah Festival Tumpeng Nasi Krawu Vol. 4 yang digelar Komunitas Wartawan Grissee di Gresik Universal Science (GUS) Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Pengakuan tersebut diberikan atas penyusunan gunungan setinggi sekitar 4,5 meter yang terdiri dari 3.000 bungkus nasi krawu.

Nasi atau sego krawu adalah warisan budaya tak benda (WBTB) Nasional oleh Kemendibudristek pada 2022 lalu. Rekor ini menambah panjang piagam MURI yang di koleksi di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. 

Pada 17 Juli 2022, PT Petrokimia Gresik memecahkan rekor baru yakni 50 ribu jubung. Pemecahan rekor MURI dilakukan disela acara seremoni pembukaan PetroNite Fest 2022 di halaman Gedung Sarana Olahraga (SOR) Tridharma Petrokimia Gresik. 

Kemudian, 28 Oktober 2024, giliran Pengadilan Agama (PA) Gresik yang memecahkan rekor baru sebagai Pionir/Pengadilan Agama Tingkat Kabupaten Pertama yang menginisiasi kerja sama dengan perusahaan untuk komitmen bersama dalam pemenuhan hak perempuan dan anak pasca perceraian.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian budaya mampu memperkuat identitas daerah sekaligus memperluas pengenalan Gresik di tingkat nasional maupun internasional.

Didampingi Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Bupati Yani mengapresiasi konsistensi Komunitas Wartawan Grissee yang selama empat kali penyelenggaraan terus menghadirkan inovasi dalam mengangkat nasi krawu sebagai ikon kuliner khas Gresik. Menurutnya, upaya merawat budaya akan memberi dampak yang lebih luas ketika dilakukan secara kolaboratif dan dikemas menjadi kegiatan yang mampu menarik partisipasi masyarakat.

“Nasi krawu bukan sekadar makanan khas. Nasi krawu adalah identitas Kabupaten Gresik. Di mana pun orang mengenal Gresik, salah satu yang langsung diingat adalah nasi krawu. Karena itu, upaya melestarikan kuliner ini menjadi sangat penting,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia menuturkan, Festival Nasi Krawu telah menunjukkan bahwa warisan budaya dapat berkembang menjadi ruang kebersamaan yang menghadirkan manfaat di berbagai sektor. Selain menjadi sarana memperkenalkan identitas daerah, kegiatan tersebut juga membuka peluang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.

“Berangkat dari budaya, kemudian tumbuh menjadi ruang wisata yang mempertemukan masyarakat. Orang datang bersama keluarga untuk menikmati festival, mengenal kuliner khas Gresik, dan pada saat yang sama kegiatan ini ikut menggerakkan ekonomi masyarakat lokal,” tutur Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Mantan Ketua DPRD Gresik ini berharap keberhasilan meraih Rekor Dunia MURI menjadi penyemangat untuk terus melahirkan inovasi dalam mempromosikan potensi Kabupaten Gresik. Menurutnya, keberhasilan tersebut bukanlah titik akhir, melainkan awal dari berbagai gagasan baru yang dapat semakin memperkuat citra Gresik sebagai daerah yang kaya akan budaya dan tradisi.

“Hari ini prestasinya telah mencapai Rekor Dunia MURI. Semoga ke depan lahir lebih banyak lagi ide-ide kreatif yang membawa nama Kabupaten Gresik semakin dikenal,” katanya. 

Sementara itu, Perwakilan MURI Ari Andriani menjelaskan bahwa pengukuhan Rekor Dunia diberikan tidak hanya karena jumlah sajian yang berhasil disusun, tetapi juga karena festival ini mengangkat nilai kearifan lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat Gresik.

“Sego krawu bukan sekadar nasi dengan suiran daging, serundeng, dan sambal. Sego krawu adalah identitas, warisan leluhur, sekaligus simbol kehangatan serta keramahan masyarakat Gresik,” jelas Ari.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil verifikasi, gunungan sego krawu yang terdiri atas 3.000 bungkus dengan tinggi sekitar 4,5 meter memenuhi seluruh persyaratan pencatatan rekor. Atas dasar itu, MURI menetapkan capaian tersebut sebagai rekor dunia karena dinilai berhasil mengangkat kuliner tradisional Indonesia melalui sebuah perhelatan budaya yang melibatkan partisipasi luas masyarakat.

Usai prosesi penyerahan piagam Rekor Dunia MURI kepada KWGe, ribuan bungkus nasi krawu yang tersusun dalam gunungan dibagikan kepada masyarakat. Antusiasme warga yang memadati kawasan GUS menjadi penutup manis festival yang tidak hanya menorehkan prestasi, tetapi juga mempertegas bahwa budaya lokal dapat menjadi kekuatan untuk membangun kebanggaan daerah. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Catatan MURI di Gresik Bertambah, Terbaru Festival Tumpeng Nasi Krawu Setinggi 4,5 Meter Selengkapnya

Bupati Gresik Resmikan Rumah Kreasi Damarkurung “Melintasi Waktu”, Dorong Terintegrasi Pariwisata, Dongkrak Ekonomi Warga

GRESIK,1minute.id – Damarkurung telah bertransformasi. Lukisan bercerita yang dipopulerkan oleh maestro Damarkurung Masmundari ini telah menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional. Kini, Damarkurung memiliki “rumah” sendiri. Namanya, rumah kreasi Damarkurung di Jalan KH Kholil, Kelurahan Kebungson Kecamatan Gresik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang meresmikan langsung rumah kreasi sekaligus membuka pameran lukisan bertajuk “Damarkurung Melintas Waktu” pada Sabtu malam, 27 Juni 2026. Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, Kabupaten Gresik tidak hanya dikenal sebagai kota industri atau kota santri, tetapi juga sebuah kota yang kaya akan warisan sejarah dan seni budaya yang adiluhung. 

Salah satunya permata budaya yang paling berharga, yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional, adalah damar kurung. Ia berharap rumah kreatif damar kurung dapat menjadi ruang episentrum generasi muda dalam menjaga identitas budaya. 

Kehadiran rumah kreasi dan pameran lukisan ini tidak hanya menjadi wadah apresiasi seni, tetapi juga mampu terintegrasi secara kuat dengan sektor pariwisata daerah. Melalui integrasi tersebut, ruang kreatif ini diproyeksikan dapat menarik kunjungan wisatawan yang lebih luas, sehingga sektor kesenian mampu memberikan dampak nyata dan bertransformasi menjadi nilai ekonomi yang menyejahterakan para pelaku seni serta masyarakat lokal.

“Mudah-mudahan langkah strategis ini mampu mengubah potensi kreativitas seniman lokal, menjadi sebuah ekosistem yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berkelanjutan,” harap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani yang didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga (Disparekrafbudpora) Gresik Syaiduddin Ghozali.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, damarkurung bukan sekadar lampion kayu berhias kertas lukis. Di balik pendar cahayanya, ada narasi kehidupan, tradisi, nilai-nilai sosial, dan spiritualitas masyarakat muslim pesisir Gresik yang terekam dengan sangat jujur. “Melalui goresan tangan maestro kita, Mbah Masmundari, Damar Kurung telah berkelana jauh, memperkenalkan wajah Gresik ke panggung seni rupa dunia,” ucapnya. 

Untuk itu, lanjut Bupati, peresmian Rumah Kreasi Damar Kurung merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik bersama seluruh elemen masyarakat untuk menjaga agar api kreativitas ini tidak padam. Tempat ini kita dedikasikan sebagai pusat pembelajaran, wadah inkubasi kreatif bagi generasi muda, sekaligus ruang bertemunya para seniman untuk terus menghidupkan ikon kebanggaan Gresik.  “Kita ingin memastikan bahwa anak cucu kita ke depan tidak hanya mendengar nama damar kurung dari buku sejarah. Tetapi mampu melukis dan memaknainya secara langsung,” harap Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Bupati Gresik mengapresiasi dibukanya rumah kreasi dan pameran lukisan yang bertajuk “Damar Kurung Melintas Waktu”. Menurut bupati, tema tersebut membawa pesan yang sangat kuat.”Melintas Waktu” mengingatkan bahwa seni tradisional harus terus relevan dengan perkembangan zaman. 

“Damar kurung harus mampu melintasi sekat-sekat generasi dari masa lalu Mbah Masmundari, masa kini di tangan para perupa modern, hingga masa depan di era digital. Pameran ini adalah bukti bahwa damar kurung adalah seni yang hidup, dinamis, dan terus menginspirasi,” tuturnya.

Bupati Yani juga, mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, dinas terkait, para seniman, budayawan, dan komunitas kreatif yang telah bekerja keras mewujudkan ruang dan pameran tersebut. Pihaknya berharap, kolaborasi seperti ini dibutuhkan dalam membangun ekosistem kebudayaan Gresik yang maju dan berkelanjutan.

“Semoga tempat ini membawa berkah, menjadi motor penggerak ekonomi kreatif berbasis budaya, dan pemantik semangat kita semua untuk terus melestarikan warisan leluhur. Selamat menikmati pameran, mari kita jaga kekayaan budaya Gresik,” tandasnya.

Di tempat sama, Ketua Panitia pembukaan rumah kreasi dan pembukaan pameran lukisan Damar Kurung Melintas Waktu, Muhammad Anhar menyampaikan, Rumah Kreasi Damar Kurung diharapkan menjadi episentrum kreatif yang mampu mendorong generasi muda untuk melestarikan warisan budaya lokal sekaligus memajukan ekonomi kreatif berbasis budaya. 

“Saya berharap, tempat ini menginspirasi anak muda di Gresik untuk terus berkarya, menghargai, dan meneruskan jejak perjuangan para maestro seni daerah. Selain itu, wadah kolaborasi anak muda untuk belajar, berbagi, dan menghidupkan seni tanpa harus berbayar atau gratis,” singkatnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Resmikan Rumah Kreasi Damarkurung “Melintasi Waktu”, Dorong Terintegrasi Pariwisata, Dongkrak Ekonomi Warga Selengkapnya

Ratusan Calon Siswa SMK PGRI 1 Gresik Ikuti Wisata Industri, 36 Siswa Terbaik Masuk Spring School PT Indospring Tbk

GRESIK,1minute.id – Sebanyak seratus siswa baru SMK PGRI 1 Gresik mengikuti wisata industri di pabrik III PT Indospring Tbk di Jalan Mayjend Sungkono, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 27 Juni 2026.

Ratusan anak fresh graduate dari berbagai sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik itu terlihat antusias mengikuti kegiatan wisata industri. Sebab, mereka baru kali pertama bisa melihat langsung proses produksi di perusahaan pegas terbesar di Asia Tenggara  tersebut. “Ini jadi pengalaman baru, menambah wawasan bagi Saya dan juga teman-teman lainnya,” ujar Revan Al Rasyid P.S., lulusan UPT SMP Negeri 22 Gresik disela acara pada Sabtu, 27 Juni 2026.

Sebelum mengikuti plant tour alias wisata industri, ratusan anak-anak yang memiliki tinggi badan minimal 170 centimeter dan memakai seragam pramuka ini mendapatkan pembekalan dari manajemen PT Indospring Tbk. 

Industrial Relations & General Affairs (IR&GA) Manajer PT.Indospring Tbk Dias Pipit Chusairy mengatakan, wisata industri ini untuk memberikan wawasan kepada siswa tentang bagaimana persaingan di dunia usaha atau industri. “Kami harus banyak menginspirasi mereka, karena dunia kerja akan semakin kompetitif,” kata Dias Pipit Chusairy. Wisata industri ini, bukan kali pertama dilaksanakan oleh PT Indospring Tbk. 

Tahun-tahun sebelumnya, Indospring Tbk telah “membuka” pintu lebar-lebar bagi siswa di jenjang SMA dan SMK untuk wisata industri. Nah, tahun ini wisata industri diperuntukkan siswa yang baru lulus SMP. “Dulu, kami memberikan hal serupa kepada para siswa SMA/SMK, tapi tahun ini, kami menyasar siswa SMP, karena bagi kami sangat penting bagaimana industri itu,” ujarnya. “Kami ingin memberikan wawasan kepada siswa (SMP) tentang kedepan bagaimana persaingan di dunia usaha atau industri,” ia melanjutkan.

Peserta wisata industri ini adalah siswa  baru di SMK PGRI 1 Gresik. Mereka berasal dari berbagai SMP Negeri dan swasta di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Tahun ajaran 2026/2027, sekolah berlokasi di Jalan Dr Soetomo, Gresik ini menerima 769 siswa. Nah, dari 769 siswa baru dipilih sebanyak 100 siswa yang memiliki tinggi badan minimal 170 centimeter dan sehat. 

Nantinya, seratus anak “istimewa” ini akan diambil sebanyak 36 siswa untuk masuk kelas Spring School. Sekolah kolaborasi antara SMK PGRI 1 Gresik dengan PT Indospring Tbk. Di Spring School PT Indospring ini, siswa akan mendapatkan pembelajaran budaya kerja di industri hingga penggunaan teknologi yang up to date di industri pegas ini selama 3 tahun sejak di kelas X. 

Selama 3 tahun siswa di Spring School akan mendapatkan pendidikan hard skill dan soft skill. Termasuk budaya kerja di lingkungan industri serta teknologi robotik dan mekatronik. Selain itu, Dias , sapaan akrab, Dias Pipit Chusairy, siswa Spring School juga digembleng kedisiplinan dari TNI dan ngegym untuk menjaga kebugaran tubuhnya. 

“Mereka (siswa) ini kebanyakan dari latar belakang keluarga yang kurang mampu. Kami ingin setelah selesai sekolah, para siswa ini bisa bekerja di Indospring atau di tempat lain,” ujarnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Ratusan Calon Siswa SMK PGRI 1 Gresik Ikuti Wisata Industri, 36 Siswa Terbaik Masuk Spring School PT Indospring Tbk Selengkapnya

Pemkab Gresik Siapkan Anggaran Percepatan Akses Air Bersih dan Sanitasi Aman

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik mempercepat upaya pemenuhan akses air bersih dan sanitasi aman bagi masyarakat. Program prioritas duet Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif selain infrastruktur jalan. Komitmen tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman saat membuka kegiatan Stakeholder Forum & Sharing Session bertema “Kabupaten Gresik Menuju Pemenuhan Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak Berkelanjutan Bagi Masyarakat” di Ruang Argo Lengis Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 25 Juni 2026.

Dalam sambutannya, Sekda Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman  menyampaikan bahwa penyediaan air bersih dan sanitasi aman menjadi salah satu perhatian utama Bupati dan Wakil Bupati Gresik. Karena itu, berbagai langkah strategis terus disiapkan untuk mempercepat pemenuhan layanan dasar tersebut.

Salah satunya melalui pembangunan dua tandon air berkapasitas besar di Desa Sembayat dan Desa Manyar. Keduanya di Kecamatan Manyar. Infrastruktur tersebut nantinya akan mendukung distribusi air dari Bendung Gerak Sembayat (BGS) ke sejumlah desa yang masih membutuhkan akses air bersih.

“Anggarannya sudah kita susun. Mudah-mudahan proses pemenuhan akses air bersih ini berjalan lancar dan segera berdampak bagi desa-desa yang akan dialiri air dari Bendung Gerak Sembayat,” ujar Sekda Washil.

Selain akses air bersih, Pemkab Gresik juga memberikan perhatian serius terhadap peningkatan sanitasi aman. Sekda Washil mengungkapkan bahwa capaian sanitasi aman di Kabupaten Gresik saat ini masih berada pada angka 2,69 persen atau sekitar 11.787 rumah. Sementara itu, target yang ditetapkan dalam RPJMD 2025–2029 mencapai 23,41 persen.

“Artinya kita masih memiliki deviasi atau kesenjangan sekitar 20,72 persen. Ini angka yang sangat besar, sehingga proses pemenuhan sanitasi aman harus kita maksimalkan. Tidak bisa hanya mengandalkan dinas terkait, tetapi membutuhkan dukungan seluruh pihak, termasuk sektor swasta,” jelas mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik ini.

Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, Washil yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Gresik ini mendorong Kecamatan Manyar dan Kecamatan Bungah menjadi wilayah percontohan (pilot project) dalam penerapan sanitasi aman di Kabupaten Gresik.

Pada kesempatan itu, ia juga menyoroti fenomena yang disebut sebagai “sanitasi tersamar” di kawasan perkotaan dan permukiman padat. Menurutnya, masih banyak rumah yang terlihat memiliki fasilitas sanitasi yang baik, namun belum dilengkapi septic tank yang memenuhi standar atau bahkan masih membuang limbah langsung ke saluran terbuka.

Kondisi tersebut berpotensi mencemari air tanah oleh bakteri E. coli, terutama karena jarak antara sumur warga dan resapan tangki septik kerap berada di bawah batas aman 10 meter. Sebagai upaya penanganan, Pemkab Gresik berencana mengintegrasikan pembangunan sanitasi aman ke dalam program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). 

Pada tahun 2026 hingga 2027, sebanyak 647 unit rumah warga pada kelompok desil 1 dan desil 2 ditargetkan direhabilitasi dan wajib dilengkapi fasilitas sanitasi aman berupa bio septic tank. Selain itu, melalui UPT Pengelolaan Limbah Cair Domestik (PLCD) pada Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CK-PKP) Gresik juga akan mengoptimalkan program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (L2T2) serta aplikasi GO-PLONG. Hal ini guna memastikan pengelolaan limbah domestik dilakukan secara berkala setiap dua hingga tiga tahun.

Menutup sambutannya, Sekda Washil menyampaikan apresiasi kepada berbagai mitra pembangunan yang selama ini mendukung upaya peningkatan akses air bersih dan sanitasi di Kabupaten Gresik. Mitra tersebut di antaranya Yayasan Cempaka serta sejumlah perusahaan di kawasan industri seperti Freeport, yang ikut memfasilitasi dalam mendorong perubahan perilaku sanitasi masyarakat. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pemkab Gresik Siapkan Anggaran Percepatan Akses Air Bersih dan Sanitasi Aman Selengkapnya

Lokal Media Network Gelar ‘Ngopi dan Opini’ Rancang Peta Jalan Tenaga Kerja Lokal di Kota Industri Gresik  

GRESIK,1minute.id – Lokal Media Network menggelar diskusi bertajuk ‘Ngopi dan Opini Gresik’ di DDjirolu Cafe Jalan Pahlawan Sidayu, Gresik pada Rabu malam, 24 Juni 2026. Diskusi yang  berupaya membangun peta jalan tenaga kerja lokal berbasis dunia pendidikan SMK, kampus, hingga pesantren.

Serta, mempersiapkan dan melindungi warga lokal untuk kebutuhan ketenagakerjaan di masa mendatang, seiring masifnya pembangunan industri di Gresik wilayah utara. 

Diskusi mengusung tema ‘Menyiapkan dan Melindungi Tenaga Kerja Lokal’, menghadirkan empat narasumber yakni Kepala Disnaker Kabupaten Gresik Zainul Arifin, Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Khoirul Anwar, Ketua Konfederasi SPSI Gresik Imam Syafiuddin, dan perwakilan Manajemen Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integreted Industrial and Port Estate (JIPPE) Yudi Darjanto.

Moderator acara ini yakni Akhmad Sutikon, Barista Lokal Media Network yang juga Ketua Serikat Media Siber (SMSI) Kabupaten Gresik pun berlangsung gayeng. Banyak hal yang dibahas dalam diskusi ditengah perkembangan kebutuhan tenaga kerja yang kian modern. Perwakilan lembaga sekolah seperti SMK hingga perwakilan Cabang Dinas Pendidikan menyampaikan berbagai keluhan. 

“Perkembangan dunia usaha kian modern. Banyak kebutuhan skil dunia usaha seperti di Jippe, berbondong-bondong seperti sektor mineral, konstruksi, pelabuhan, hingga teknologi,” kata perwakilan PT BKMS, pengelola KEK JIIPE Yudi Darjanto.

Yudi mengatakan, membuka lebar jika ada warga Gresik yang memiliki kompetensi tersebut untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di JIPPE. Gayung bersambut, perwakilan lembaga SMK PGRI mengakui kurangnya modal lembaga dalam memenuhi kompetensi anak didiknya.

Kata dia, untuk memenuhi kompetensi itu fasilitas uji praktik untuk mendukung hal tersebut terbilang harganya mahal. “Kita berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja seperti membentuk kerjasama dengan para instansi dan pengusaha,” jelas Wakil Kepala SMK PGRI 1 Gresik Suwarno Hadi

Sementara, Rektor UMG Khoirul Anwar menyampaikan bahwa pihak akademik tidak menutup mata akan masifnya perkembangan kebutuhan skill tenaga kerja di era modern. Ia mengakui, dunia pendidikan di Indonesia tertinggal hampir 10 tahun dengan negara lain seperti, China.

Pihaknya perlu kurikukum baru yang sepadan untuk mewujudkan kesetaraan kebutuhan tenaga kerja modern. “Minim pengalaman, soft skill yang kurang, faktor itu juga yang membuat para pekerja belum memenuhi kebutuhan dunia kerja,” paparnya. 

Mewakili serikat pekerja Syaiduddin, menyebut sulit untuk mendapatkan hak-hak perlindungan para pekerja. Ia menceritakan, perlu belasan tahun memperjuangkan bersama rekan sejawat mendapat hak-hak pekerja. Puncaknya, warga Gresik mendapatkan haknya sebagai tenaga lokal mendapat porsi 70 persen bekerja di perusahaan.

“Itu tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan yang kemudian diperkuat oleh Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 71 Tahun 2024,” jelasnya.

Kepala Disnaker Kabupaten Gresik Zainul, menyampaikan Gresik memiliki potensi besar daerah industri. Namun kebanyakan perusahaan di Gresik sekarang lebih mengarah ke padat modal, ketimbang padat karya. Artinya perusahaan lebih memaksimalkan teknologi ketimbang jumlah tenaga kerja.

Angka Upah Minimum Kerja (UMK) mencapai Rp 5 juta, turut menjadikan pekerja berbondong-bondong mencari kerja di Gresik. 

Pemkab Gresik berupaya memberikan solusi terbaik bagi pencari kerja di Gresik. Salah satunya pencarian kerja tersebut digaungkan melalui program aplikasi Gresik Kerja. “Dengan ber-KTP Gresik, pencari kerja bisa mencari dan dicari perusahaan sesuai kebutuhan kompetensi. Kita juga memberikan pembekalan agar mereka juga siap kerja,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Lokal Media Network Gelar ‘Ngopi dan Opini’ Rancang Peta Jalan Tenaga Kerja Lokal di Kota Industri Gresik   Selengkapnya

Ratusan Kendaraan Bermotor Jalani Uji Emisi, Wabup Gresik : Kita Ingin Udara yang Kita Hirup Lebih Segar dan Baik

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik menggelar Uji Emisi Kendaraan Bermotor gratis di Halaman Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 24 Juni 2026. Aksi nyata untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026 ini  mengusung tema “Sayangi Bumi : Saatnya Bekerja untuk Iklim, Mulai dari Uji Emisi Kendaraanmu” di buka oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. 

Sebanyak seratus unit kendaraan roda empat dan lebih yang menjalani pemeriksaan uji emisi yang bekerjasama dengan Envilab dan PT Smelting ini. Ratusan unit kendaraan bermotor (ranmor) terdiri dari 50 unit kendaraan dinas ; kendaraan operasional kebersihan dan pertamanan, masing-masing 10 unit, eksternal atau umum 30 unit kendaraan. 

Dalam uji emisi gas buang ini, kendaraan dinas Wakil Bupati Gresik dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sri Subseti ikut menjalani uji emisi. Hasilnya? Kendaraan dinas sesuai standar dan ditempeli stiker berbentuk bulat dan warna dasar hijau dengan tulisan berbunyi “Lulus Uji Emisi Kendaraan” berwarna putih.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengatakan, uji emisi kendaraan dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup ini karena Pemkab Gresik berkomitmen untuk menjaga kualitas udara di Gresik baik. “Kita ingin udara yang kita hirup lebih baik,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif dalam sambutannya pada Rabu, 24 Juni 2026.

RATUSAN Kendaraan Bermotor berjajar rapi untuk antri menjalani uji emisi kendaraan di halaman Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 24 Juni 2026 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Kabupaten Gresik, imbuhnya, dikenal sebagai Kota Industri dengan jumlah penduduk sekitar 1,3 juta. Pada pagi dan sore jumlah penduduk diperkirakan bertambah kali lipat. Berkisar antara 3 juta sampai 4 juta jiwa. Sejumlah ruas jalan mengalami kemacetan. “Jadi banyak orang yang datang ke Kabupaten Gresik mungkin dari Surabaya di Lamongan dari Sidoarjo maupun dari kabupaten-kabupaten lainnya. Mereka tidak mungkin jalan. Merena pasti menbawa kendaraan bermotor. Berdasarkan aturan yang ada semua kendaraan harus lolos uji emisi,” tegas Asluchul Alif. 

Dinas LH Gresik, ia melanjutkan, bergerak melakukan uji emisi kendaraan, seluruh kendaraan bermotor yakni mobil, motor maupun kendaraan berat lolos uji emisi. Uji emisi kendaraan ini bukan tujuan utama. Pemkab Gresik ingin merubah kedisiplinan dari seluruh masyarakat yang masuk ke kabupaten Gresik. “Kalau kita tanam pohon yang bisa mengeluarkan oksigen itu sebagai pahala bagi kita. Sebaliknya kendaraan kita yang bikin tercemar udara yang ada di Kabupaten Gresik ini juga jika ada yang sakit gara-gara udara yang kita keluarkan punya risiko dan tanggung jawab. Apakah itu sebuah dosa atau kembali ke dirinya sendiri untuk sakit karena menghirup udara yang tidak itu. yang mungkin bisa kita sosialisasikan kepada masyarakat,” kata Wabup Alif bertamsil.

Kenapa kita harus peduli dengan lingkungan? “Semoga kegiatan dinilai sebagai ibadah untuk anak, cucu kita menjaga lingkungan Gresik lebih baik, lebih baik, lebih bersih dan lebih bersih lagi,” katanya. 

STIKER LULUS UJI EMIS KENDARAAN: Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif didampingi (kiri) Manajer Teknis Envilab Muhammad Suhar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gresik Sri Subaida dan External Affairs PT Smelting Gresik Erika Silva menempelkan stiker di kendaraan yang lulus uji emisi di halaman Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 24 Juni 2026 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Selain Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, kegiatan uji emisi kendaraan ini dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Gresik Misbahul Munir, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sri Subaida, VP Governmental/ External Affairs PT Smelting Gresik Erika Silva dan Manajer Teknis Envilab Muhammad Suhar dimulai pukul 08.30 WIB. Ratusan kendaraan yang akan mengikuti uji emisi berjajar rapi di bagi timur kantor Bupati Gresik. 

Kali pertama yang menjalani uji emisi adalah mobil dinas Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif yakni Toyota Zenix Hybrit kemudian Mobil Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sri Subaida. Kedua mobil dinas itu lulus uji emisi. 

Ditempat sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gresik Sri Subaida mengatakan, ada tiga tujuan yang ingin capai dalam uji emisi kendaraan ini. Diantaranya, data hasil uji selanjutnya dijadikan sebagai data aktual tingkat emisi kendaraan di wilayah kabupaten sebagai bahan evaluasi dan perumusan kebijakan lingkungan kedepan.

Saat ini, kata Sri Subaida, kualitas udara di Kabupaten Gresik masih tergolong dibawah ambang batas baku mutu alias aman. Ia mengutip hasil Indeks Kualitas Lingkungan Hidup dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) masih dibawah target dari 90. “Kita masih di angka 89,8.  Gresik perlu berbenah, dengan melakukan penanaman pohon, uji kualitas udara baik yang bergerak maupun tidak bergerak seperti dari perusahaan,” tegas perempuan berhijab itu. 

Ia mengatakan, uji emisi kendaraan ini adalah program rutin tahunan. Untuk tahun 2026, katanya, di Kantor Bupati Gresik diikuti 100 unit kendaraan yakni kendaraan dinas Pemkab Gresik 50 unit, kendaraan operasional kebersihan dan pertamanan, masing-masing 10 unit dan eksternal atau umum 30 kendaraan. (adv/yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Ratusan Kendaraan Bermotor Jalani Uji Emisi, Wabup Gresik : Kita Ingin Udara yang Kita Hirup Lebih Segar dan Baik Selengkapnya

Selama 4 Dekade, Sambut HUT, Petrokimia Gresik Fasilitasi Khitan Gratis untuk Anak di Gresik dan Sekitarnya 

GRESIK, 1minute.id – Petrokimia Gresik,, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, (Persero) memfasilitasi 100 anak untuk mengikuti “Khitan Umum Gratis 2026” di GOR Tri Dharma pada Selasa, 23 Juni 2026.

Program tahunan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan anak-anak sebagai generasi unggul bangsa adalah rangkaian HUT Ke-54 Petrokimia Gresik. Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyampaikan bahwa khitan umum ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kegiatan ini sekaligus wujud komitmen perusahaan untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Petrokimia Gresik menyelenggarakan program khitan gratis ini sejak empat dekade silam, atau tahun 1985. Alhamdulillah Petrokimia Gresik bisa konsisten memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat,” ujar Daconi.

Menurut Daconi, keberhasilan perusahaan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, Petrokimia Gresik terus berupaya menghadirkan berbagai program TJSL yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.

“Petrokimia Gresik tidak hanya berfokus pada pencapaian kinerja bisnis, tetapi juga berkomitmen untuk tumbuh bersama masyarakat. Melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat, kami ingin memastikan keberadaan perusahaan dapat memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekitar,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik, Nuril Huda menambahkan, kegiatan khitan Petrokimia Gresik digelar dalam rangka HUT Ke-54 Petrokimia Gresik. Program khitan tahun ini diikuti oleh 100 anak yang berasal dari sekitar operasional perusahaan, mulai dari Gresik, Lamongan, hingga Surabaya.

Dalam pelaksanaannya, para peserta mendapatkan layanan khitan menggunakan metode Super Ring yang ditangani tenaga medis profesional dari RS Grha Husada. Selain khitan gratis, setiap peserta juga memperoleh uang saku sebesar Rp200.000, celana khitan, sarung, dan obat-obatan. Peserta khitan juga mendapatkan layanan kontrol pascakhitan di RS Grha Husada.

“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat bagi kesehatan anak-anak serta menjadi bagian dari kebahagiaan keluarga dalam menyambut salah satu momen penting dalam tumbuh kembang mereka,” ujarnya.

Sementara itu, senyum bahagia terpancar dari wajah Siti Muzayanah saat mendampingi putra pertamanya, Abdullah Rosyidul Rahman (9), mengikuti khitan gratis yang diselenggarakan Petrokimia Gresik. Keputusannya untuk mendaftarkan sang buah hati berawal dari rekomendasi teman dan kerabat yang lebih dulu merasakan manfaat program tersebut.

Awalnya, Siti mengaku sempat merasa cemas seperti kebanyakan orang tua yang akan mengantarkan anaknya menjalani khitan. Namun kekhawatiran itu berangsur hilang setelah melihat langsung profesionalisme tenaga medis serta pelayanan yang diberikan selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, proses khitan berjalan dengan baik dan didukung layanan pascakhitan yang membuat peserta maupun orang tua merasa lebih tenang.

Memanfaatkan momen liburan sekolah, Siti memilih agar putranya yang akan naik ke Kelas 4 Sekolah Dasar mengikuti khitan Petrokimia Gresik. Baginya, kegiatan ini tidak hanya membantu masyarakat dari sisi biaya, tetapi juga menghadirkan rasa nyaman dan kebahagiaan bagi anak-anak yang menjadi peserta.

“Alhamdulillah, rekomendasi dari teman dan saudara memang benar. Pelayanannya sangat baik, tenaga medisnya profesional, dan anak-anak juga mendapatkan banyak perhatian, hadiah, serta mainan. Terima kasih Petrokimia Gresik yang sudah membantu masyarakat dan membuat momen penting bagi anak kami menjadi lebih berkesan,” kata warga Kelurahan Randuagung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik tersebut. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Selama 4 Dekade, Sambut HUT, Petrokimia Gresik Fasilitasi Khitan Gratis untuk Anak di Gresik dan Sekitarnya  Selengkapnya