GRESIK, 1minute.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan melakukan silaturahmi ke Kantor MUI Kabupaten Gresik pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
Rombongan dipimpin Ketua Umum MUI HSS TGH Muhammad Zailani dan disambut langsung Ketua Umum MUI Gresik KH Ainur Rofiq Thoyyib beserta pengurus.
Silaturahmi ini bertujuan belajar pengembangan organisasi berbasis potensi dan sumber daya, salah satu strategi MUI Gresik dalam memperkuat dakwah dan pelayanan umat.
Ketua Umum MUI Gresik KH Ainur Rofiq Thoyyib menyambut hangat dan menyampaikan keterbukaan untuk berbagi pengalaman pengelolaan organisasi dan program pelayanan umat.
Sebaliknya, MUI Gresik juga ingin mempelajari praktik baik yang diterapkan MUI Hulu Sungai Selatan. Menurut Kiai Rofiq, keterbukaan berbagi ilmu menjadi kunci pengembangan organisasi.
“Salah seorang murid Imam Abu Hanifah pernah bertanya, ‘Mengapa panjenengan memperoleh ilmu yang begitu banyak?’ Imam Abu Hanifah menjawab, ‘Saya tidak akan kikir dalam membagikan ilmu dan tidak malu untuk belajar dari orang lain’,” ujar Kiai Rofiq.
Kiai Rofiq juga bersyukur MUI Gresik terus berprestasi dalam pelayanan umat.
“Alhamdulillah, tahadduts bin nikmah, MUI Kabupaten Gresik pernah menjadi organisasi terbaik se-Jawa Timur pada 2022 dan 2025. Penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan kepada umat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, MUI Gresik selama ini menjadi rujukan bagi MUI kabupaten/kota dari berbagai daerah, mulai Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Papua, hingga Nusa Tenggara Barat.
“Kita ini sama-sama belajar, namun tujuannya sama, Al-Islamu ya’lu wa la yu’la ‘alaihi, Islam itu tinggi dan tidak ada sesuatu yang mengalahkan ketinggiannya,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum MUI HSS TGH Muhammad Zailani menyampaikan, kunjungan ini untuk mempelajari strategi dakwah dan pengelolaan organisasi MUI Gresik. Menurutnya, sebagian pengurus MUI HSS masih muda sehingga membutuhkan banyak referensi.
“Sebelum berangkat, Bupati kami menyampaikan bahwa MUI Gresik ini MUI Bintang Lima. Karena itu, sangat tepat bagi kami untuk ngaji kepada MUI Kabupaten Gresik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program MUI HSS selama ini lebih banyak berfokus pada pelayanan umat, terutama pengelolaan masjid dan musala. Dengan dukungan dana pemerintah, pihaknya rutin menyalurkan bantuan kepada masjid dan musala, termasuk untuk takmir. MUI HSS juga memberikan beasiswa bagi santri yang melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah.
“Meski demikian, kemandirian usaha masih menjadi pekerjaan rumah. Pengalaman MUI Gresik dalam mengembangkan unit usaha dan pemberdayaan ekonomi umat menjadi hal yang ingin kami pelajari,” ungkapnya.
Dalam sesi pemaparan, Wakil Ketua Umum MUI Gresik Prof Abdul Chalik menjelaskan, berbagai program MUI Gresik berjalan melalui pendekatan Asset-Based Driven Governance (ABDG).
“Model ini menekankan pemanfaatan kekuatan, potensi, dan sumber daya yang dimiliki organisasi sebagai dasar pengembangan program, bukan semata-mata berfokus pada persoalan atau kekurangan,” ujarnya.
Potensi tersebut diterjemahkan dalam berbagai program dakwah, konsultasi keagamaan, pelayanan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Sejak 2015, MUI Gresik memperkuat peran sebagai mitra pemerintah, BUMN, BUMD, swasta, dan masyarakat.
“Kerja sama tersebut diwujudkan melalui pembinaan rohani, pendampingan psikologis, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan ekonomi umat. Mitra yang bersinergi di antaranya Pemkab Gresik, Pengadilan Agama Gresik, RSUD Ibnu Sina, Semen Indonesia, RS Semen Gresik, RS Petrokimia Gresik, dan Rutan Gresik,” ungkapnya.
MUI Gresik juga terus mengembangkan layanan menuju visi 2029 sebagai organisasi terdepan dalam pelayanan umat melalui sistem one day service, one stop service, dan excellent service.
“Dalam bidang dakwah, pelayanan dikembangkan secara luring dan daring. Secara luring, ada pemberdayaan ekonomi syariah melalui Koperasi Syariah (Kopsyah) MUI sejak 2016, bimbingan rohani bagi narapidana melalui Pesantren At-Taubah di Rutan Gresik, serta bimbingan rohani bagi pasien di RSUD Ibnu Sina dan RS Semen Gresik,” jelasnya.
MUI Gresik juga melayani konseling pencegahan perkawinan anak di Pengadilan Agama Gresik. Adapun layanan daring meliputi konsultasi keagamaan, sertifikasi halal, pengaduan perundungan, pembatasan ibadah di perusahaan, serta pengaduan KDRT.
“Penguatan jaringan dakwah tersebut didukung 18 MUI kecamatan, 1.068 Kader Penggerak MUI Desa (KP-MUI), serta 90 Kader Keluarga Bahagia (KKB) MUI se-Kabupaten Gresik,” pungkasnya. (yad)
Editor : Chusnul Cahyadi

