Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution Silaturahmi ke MUI dan DPRD Gresik

GRESIK,1minute.id – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Gresik AKBP Ramadhan Nasution melakukan tradisi baik, silaturahmi kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik dan DPRD Gresik pada Senin, 26 Januari 2026.

Tradisi silaturahmi ke MUI wujud komitmen Polres Gresik dalam memperkuat sinergi antara umara dan ulama sebagai pilar penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. Dan, kunjungan ke DPRD Gresik untuk memperkuat sinergitas lintas lembaga. 

Silaturahmi kali pertama ke kantor MUI Gresik di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas dilakukan badal Salat Duhur.

Kapolres AKBP Ramadhan Nasution didampingi Wakapolres Gresik Kompol Shabda Purusha, Kasat Reskrim AKP Arya Widjaya, Kasat Binmas AKP Alimudin Nasution, Kasat Intelkam Iptu Bagas Indra Wicaksono, serta Kasi Humas Iptu Hepi Muslih Riza disambut oleh Ketua MUI  Gresik KH Ainur Rofiq Toyyib serta pengurus lainnya. 

Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya kolaborasi nyata antara ulama dan kepolisian, khususnya dalam upaya pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda. “Kami berharap ada kerja sama konkret dalam menangani narkoba. Pendekatan religi seperti mengaji dan zikir bersama di tingkat sekolah, baik Aliyah maupun Muhammadiyah, perlu didampingi oleh pihak kepolisian agar lebih efektif,” ujarnya.

Sementara itu, MUI Kabupaten Gresik juga menyatakan kesiapan mendukung program nasional Presiden terkait Makan Bergizi Gratis (MBG). MUI berharap dapat dilibatkan dalam pengawasan aspek kehalalan makanan guna memastikan kesesuaian dengan ketentuan syariat Islam. 

Silaturahmi ke DPRD Gresik

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution bersama Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir saat silaturahmi ke pimpinan DPRD Gresik pada Senin, 26 Januari 2026 ( Foto: Istimewa)

Sedangkan, silaturahmi dengan pimpinan DPRD Gresik dilakukan di ruang pertemuan Ketua DPRD Gresik. Kapolres AKBP Ramadhan Nasution disambut Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, dan tiga Wakil Ketua DPRD Gresik yakni Achmad Nurhamim; Mujid Riduan dan Lutfi Dhawam.

Pada silaturahmi itu, AKBP Ramadhan Nasution menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui kerja sama yang solid dengan seluruh pemangku kepentingan. Ia berharap DPRD Gresik dapat terus bersinergi dengan Polres Gresik, khususnya dalam menampung dan menindaklanjuti aspirasi serta keluhan masyarakat secara bersama-sama.

“Kami mohon dukungan dan kolaborasi dari DPRD Kabupaten Gresik. Kami ingin bersinergi, terutama dalam menampung aspirasi dan keluhan masyarakat agar dapat segera ditindaklanjuti secara bersama,” ujar AKBP Ramadhan.

Ketua DPRD Gresik, Muhammad Syahrul Munir, menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi komitmen Kapolres Gresik yang baru. Ia berharap sinergitas yang selama ini terjalin antara DPRD dan Polres Gresik dapat semakin diperkuat demi menjaga kondusivitas wilayah.

Selain sebagai ajang silaturahmi dan perkenalan, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk membahas isu strategis yang tengah menjadi perhatian publik, yakni sengketa lahan di kawasan PT Bungah Industrial Park (BIP). Pimpinan DPRD Gresik menitipkan harapan agar Kapolres Gresik turut mengawal proses penyelesaian pemberian tali asih kepada warga terdampak, khususnya masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat proyek tersebut.

“Fokus kami adalah warga yang rumahnya terdampak karena itu merupakan satu-satunya tempat tinggal mereka. Kami berharap kesepakatan dapat segera tercapai,” tegas Syahrul Munir. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution Silaturahmi ke MUI dan DPRD Gresik Selengkapnya

Konsisten Melayani Umat, MUI Gresik Sabet Anugerah DP MUI Jatim Award 2025

GRESIK,1minute.id – Umat Muslim di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik patut berbangga. Pasalnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik berhasil meraih kembali predikat Kinerja Terbaik se-Jawa Timur. Capaian ini menegaskan peran strategis MUI dalam melayani umat serta bersinergi dengan pemerintah daerah.

Prestasi itu untuk kali kedua diraih organisasi keumatan yang dipimpin oleh KH. Ainur Rofiq Thoyyib itu. Penghargaan tersebut, diberikan oleh MUI Jawa Timur, dalam Musyawarah Daerah (MUSDA) ke-IX MUI Jawa Timur di Hotel Santika Premiere Surabaya pada Jumat, 26 Desember 2025. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang menyerahkan penghargaan itu kepada Ketua MUI Gresik KH Ainur Rofiq Thoyyib. 

Dalam keterangannya, KH. Ainur Rofiq Thoyyib menyampaikan rasa syukur mendalam, atas prestasi yang diraih MUI Kabupaten Gresik. “Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, yang berperan aktif di MUI Gresik, terutama dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Gresik, Bupati Gus Yani (Fandi Akhmad Yani) dan Wakil Bupati dr. Alif (Asluchul Alif) sehingga MUI Gresik bisa meraih penghargaan ini,” ujar Kiai Rofiq.

Selanjutnya, Kiai Rofiq juga mengatakan terima kasih kepada seluruh Dewan Pimpinan dan Pengurus MUI Kabupaten Gresik, atas kerja kerasnya selama ini. “Terima kasih juga kepada seluruh jajaran di MUI Kabupaten Gresik, mulai dari Dewan Pertimbangan, Dewan Pimpinan dan seluruh Pengurus, yang telah menjalankan program-programnya dengan baik dan dirasakan luas oleh umat,” kata Kiai Rofiq.

Ketua Umum juga berharap, penghargaan untuk MUI Kabupaten Gresik bisa terus menambah semangat seluruh jajaran untuk lebih maksimal lagi dalam berkhidmah. “Semoga dengan penghargaan ini, bisa menambah semangat seluruh jajaran MUI Kabupaten Gresik dalam meningkatkan peran, sebagai khodimul umat dan shodiqul hukumah,” pungkas Kiai Rofiq.

Turut hadir dalam Pembukaan MUSDA IX MUI Jawa Timur, Ketua Umum MUI Pusat KH. M. Anwar Iskandar, Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Dewan Pertimbangan MUI Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Emil Elistianto Dardak, serta Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur KH. Hasan Mutawakkil Alallah. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Konsisten Melayani Umat, MUI Gresik Sabet Anugerah DP MUI Jatim Award 2025 Selengkapnya

Pertama, MUI Gresik Gelar Festival Film : Sinergi Dakwah & Seni. Ini Jawaranya!

GRESIK,1minute.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik menggelar Awarding, Screening, dan Bincang Film di Aula Kantor MUI Gresik pada Sabtu, 22 November 2025.

Pemberian penghargaan yang  diselenggarakan oleh Komisi Seni, Budaya Islam, dan Remaja MUI Gresik kepada  peserta Festival Film Pendek MUI Gresik. Festival Film kali pertama para sineas muda di Indonesia dengan tema Sinergi Dakwah & Seni” dalam Mengembangkan dan Melestarikan Kearifan Lokal. Lomba dimulai 10 Agustus sampai 10 November 2025. 

Setelah proses panjang, dewan juri memutuskan dan menetapkan juara  pertama yakni Irama Lama yang Kembali – Mochammad Mauludin Habibulloh – Sinergi Risalah ; Juara kedua Hadza min Fadli Robbi – Lailatul Khumairoh – SMK Al Hadi dan juara ketiga Suwung (Sunyi yang berbicara) – Verga Sahara Pramestal – Komunitas Kreatif Kedungrukem.

Wakil Ketua Umum MUI Gresik Prof. Abdul Chalik menyampaikan bahwa kesenian merupakan sesuatu yang lintas batas bahkan lintas etnis. “Ud’u ila sabili robbika bil hikmati wal mau’idhotil hasanah. Bahwa berdakwah itu harus dengan hikmah, sehingga bisa diterima masyarakat, dan kesenian menjadi salah satu jalan hikmahnya,” kata Prof. Chalik.

Ia melanjutkan, bahwa dakwah dengan seni sudah dipraktikkan oleh para wali dalam masa awal penyebaran agama Islam di Nusantara, dan terbukti dapat diterima masyarakat dengan baik hingga saat ini. “Terakhir, kami juga menyampaikan apresiasi kepada para peserta Festival Film MUI Gresik, terlebih juga kepada Komisi Seni, yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan maksimal,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi Seni, Budaya Islam dan Remaja Hj. Sri Wahyuni menyampaikan apresiasi kepada para peserta Festival Film MUI Gresik 2025 ini. “Alhamdulillah, pada gelaran pertama Festival Film MUI Gresik ini, diikuti 40 peserta, yang terdiri dari 10 peserta dari Gresik dan 30 peserta dari seluruh Indonesia,” katanya.

Bu Uyun, sapaan akrabnya, juga menyampaikan selamat kepada para pemenang, dan berharap festival ini menjadi awal nyata generasi muda mensyiarkan dakwah dengan film. “Selamat kepada para pemenang, dan untuk yang belum berkesempatan menjadi juara jangan patah arah, dan mari tetap menggairahkan dakwah Islam melalui seni, yang salah satunya dengan film,” ujarnya.

Ketua MUI Kabupaten Gresik KH. Ainur Rofiq Thoyyib menutup kegiatan tersebut dengan kesan dan pesan sekaligus Doa Berkah. “Luar biasa, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Seluruh Film yang ditayangkan penuh pesan moral dan menjadi media dakwah. Semoga membawa keberkahan untuk kita semua,” ucap Kiai Rofiq sapaan akrabnya. (yad)

Pertama, MUI Gresik Gelar Festival Film : Sinergi Dakwah & Seni. Ini Jawaranya! Selengkapnya

GPAI SMPN  dan MUI Gresik Sinergi Cegah Kemaksiatan dan Perundungan di Gresik

GRESIK,1minute.id – Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam atau MGMP PAI Sekolah Menengah Pertama Negeri atau SMP Negeri se-Kabupaten Gresik menggelar bincang santai dengan Pengurus Majelis Ulama Indonesia atau MUI Gresik.

Dalam bincang santai di Aula Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik, Jawa Timur dalam rangka pencegahan perundungan, kemaksiatan, judi online dikalangan pelajar SMP pada Kamis, 13 Februari 2025.

Acara diikuti sebanyak 60 Guru Pendidikan Agama Islam atau GPAI berdiskusi tentang peran guru agama sebagai bentuk dukungan dalam pendidikan ramah anak. Sekretaris MUI Gresik Makmun memberikan apresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh Pengurus MGMP ini.

Menurut Makmun, dalam Rangka mencegah kemaksiatan dikalangan pelajar tentunya tugas mulia yang harus banyak mendapat dukungan dari semua pihak tak terkecuali orang tua dan masyarakat wajib mengawasi aktifitas lingkungan pertemanan pergaulan anaknya agar tidak terlibat kegiatan negatif khususnya pada saat bulan Suci Ramadan.

Menurut ketua MGMP PAI Suhadak, kegiatan ini akan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Agama di sekolah terlebih GPAI adalah vigur teladan di sekolah. 

Sementara itu, Pembina MGMP PAI juga Kepala UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik Mohammad Salim mengharapkan kegiatan tidak terhenti hanya di forum diskusi. ” Kami berharap setelah diskusi ini semua guru PAI langsung eksen praktik langsung untuk menciptakan Suasana Belajar yang aman nyaman dan menyenangkan di SMP masing-masing,” harap Salim yang juga pengurus MUI bidang Pendidikan dan Kaderisasi ini. (yad)

GPAI SMPN  dan MUI Gresik Sinergi Cegah Kemaksiatan dan Perundungan di Gresik Selengkapnya

Silaturahmi ke MUI, Kapolres Gresik Diwaduli Maraknya Judi Online 

GRESIK,1minute.id – Kepala Kepolisian Resor atau Kapolres Gresik AKBP Arief Kurniawan melanjutkan road show ke sejumlah tokoh dan organisasi di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Hari ini, Kamis, 25 Juli 2024 mantan Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya itu melakukan silaturahmi ke  Majelis Ulama Indonesia atau MUI Gresik. 

AKBP Arief disambut hangat oleh Ketua MUI Gresik KH Moch Mansoer Shodiq beserta pengurus lainnya. Tujuannya untuk minta dukungan dan doa untuk menjaga kamtibmas khususnya di Kabupaten Gresik. 

“Kami seluruh jajaran MUI Gresik mendoakan sukses dalam tugas sebagai Kapolres Gresik dan tentunya kabupaten Gresik aman dan kondusif,” kata KH Mansoer Shodiq.

Pada kesempatan itu, Kiai Mansoer Shodiq menyatakan MUI merupakan organisasi keagamaan mendapat banyak wadulan dari masyarakat, sehingga kewajiban kami untuk menyampaikan ke Polres Gresik

Salah satunya, adalah judi online alias judol yang marak di masyarakat dan berdampak pada perceraian karena ekonomi hingga kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT. Selain itu, juga masalah narkoba yang beredar di masyarakat yang menurut data separuh kasus adalah terpidana narkoba.

“Mohon diperhatikan pihak kepolisian khususnya Polres Gresik,” imbuh Kiai Mansoer Shodiq. Pada kesempatan itu, AKBP Arief Kurniawan menyampaikan sebagai Kapolres Gresik yang baru, berharap bisa diterima sebagai keluarga di Kabupaten Gresik.

“Apabila ada hal yang salah mohon kiranya di luruskan, dan berharap Sinergitas MUI dan Polres berlajalan baik untuk kepentingan masyarakat kabupaten Gresik,” kata alumnus Akpol 2004 itu. 

Merespon penyampaian Ketua MUI Mansoer Shodiq menegaskan akan menjaga Kabupaten Gresik sebagai kota wali. “Kalau ada hal yang berpotensi mengundang atau melakukan tidak pindana, kami akan melakukan tindakan sesuai undang-undang yang berlaku,” tegas AKBP Arief Kurniawan. (yad)

Silaturahmi ke MUI, Kapolres Gresik Diwaduli Maraknya Judi Online  Selengkapnya

Ijtima Sanawi dan Penganugrahan, Bupati Gresik : Wujudkan Cita-cita MUI Gresik sebagai Public Service 

GRESIK,1minute.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik menggelar Ijtima Sanawi dan Penganugrahan di Aula MUI Gresik pada Kamis, 1 Februari 2024. Acara yang dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Ketua DPRD Gresik Moch Abdul Qodir, Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq serta para ketua MUI Kecamatan se-Kabupaten Gresik inu mengusung tema “Maju Bersama Menuju Pengelolaan Manajemen MUI Inovatif”.

Ijtima Sanawi adalah forum pertemuan tahunan untuk menyosialisasikan fatwa MUI kepada Dewan Pengurus Syariah ini bertujuan mewujudkan aspirasi umat Islam mengenai masalah perekonomian. Penganugerahan kepada MUI Kecamatan ini, merupakan suatu wujud keberhasilan MUI Gresik yang dipenghujung tahun lalu menorehkan juara umum program akreditasi MUI se-Jawa Timur.

Bupati Gresik Fandi Akhmad menyatakan , bahwa Ijtima Sanawi menjadi forum temu penting untuk menjalin harmonisasi antarstakeholder. Apalagi dengan era sosial budaya yang berkembang pesat seperti saat ini. “Transformasi sosial budaya saat ini begitu masif, terutama di media sosial ditambah dengan isu-isu yang ada, maka MUI kecamatan menjadi lembaga yang sangat penting dan menjalin harmonisasi dalam kecamatan,” ujarnya.

Disisi lain, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani memberikan apresiasi kepada MUI Gresik yang terus melakukan inovasi dalam pelayanan kepada masyarakat sehingga memjadi juara umum program akreditasi MUI se-Jawa Timur. Prestasi yang didapakan MUI ini menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kabupaten Gresik yang benar benar progresif.

“Prestasi tersebut juga merupakan hasil dari program-program yang visioner dan perencanaan yang begitu jelas. Sehingga besar harapannya akan memberikan dampak kepada masyarakat Kabupaten Gresik,” kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Kepada para penerima anugerah MUI kecamatan terbaik, Bupati Yani berharap seluruh kecamatan pemenang bisa menjadi inspirasi bagi kecamatan-kecamatan lain. “Dengan begitu, cita-cita MUI sebagai public service masyarakat kabupaten Gresik dalam sektor masing-masing,” ujar Bupati Yani.

Capaian prestasi MUI ini juga dianggap sebagai menjadi suatu bentuk semangat bersama oleh Ketua MUI Gresik KH. Mansoer Shodiq. Menurutnya, prestasi tersebut adalah momentum bersama dalam majunya MUI baik tingkat kabupaten maupun kecamatan.

“Lewat penganugerahan ini, adalah menjadi program asesmen penguatan lembaga MUI kecamatan se-Kabupaten Gresik. Ini untuk melihat perkembangan dan kemajuan kelembagaan MUI kecamatan dalam rangka pembinaan organisasi,”terangnya. (yad)

Ijtima Sanawi dan Penganugrahan, Bupati Gresik : Wujudkan Cita-cita MUI Gresik sebagai Public Service  Selengkapnya

Prasasti baru, Bupati Gresik Resmikan Gedung MUI Termegah di Jawa Timur 

GRESIK,1minute.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik memiliki gedung baru dan megah. Gedung MUI termegah di Jawa Timur itu diresmikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Rabu, 22 Februari 2023. Gedung dua lantai itu berada dalam kompleks Masjid Agung Gresik Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik berdiri diatas lahan seluas 17.058 meter persegi (m²).

Peletakan batu pertama pembangunan gedung MUI ini dibangun ketika masih ada wabah Corona Virus Desease 2019 (Covid-19). Saat itu, 2021 diawal pemerintahan duet Bupati-Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah memerintah Kabupaten Gresik. Gus Yani-Bu Min, dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik pada Jumat, 26 Februari 2021. Pembangunan dilakukan dua tahap, 2021 dan kelar Desember 2022. 

Gedung MUI di dominasi warna hijau toska dan kuning emas terlihat megah. “Saat itu kondisi anggaran sedang tidak baik karena adanya pandemi Covid-19. Semoga gedung ini membawa barokah,” harap Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya pada Rabu, 22 Februari 2023. Ia menceritakan, gagasan pembangunan gedung MUI Gresik mulai 2019. Saat itu, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad menjabat sebagai Ketua DPRD Gresik. Sedangkan, Ketua fraksinya adalah Much Abdul Qodir-kini-Ketua DPRD Gresik. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik membangun gedung ini, katanya, MUI mempunyai peran strategis dengan Pemerintah Kabupaten Gresik. Dinamika yang ada di Gresik diperlukan peran, fatwa atau nasehat MUI dalam menjaga iklim yang kondusif. Bupati juga mengapresiasi MUI Gresik atas capaian tata kelola organisasi sosial keagamaan terbaik Jawa Timur. Ini prestasi luar biasa selain sebagai Himayatul Ummah dan Shodiqul Hukumah atau mitra pemerintah.

“MUI Gresik telah melakukan berbagai kegiatan seperti membantu pemerintah dalam berbagai persoalan masyarakat. Mulai dari penanganan Covid-19, kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, dan fatwa keagamaan,” tambahnya.

Ketua Umum MUI Jawa Timur KH Mohammad Hasan Mutawakkil Alallah mengatakan, peran Pemerintah Kabupaten Gresik yang dipimpin Gus Yani sangat luar biasa atas terwujudnya pembangunan kantor MUI Gresik.

“Dengan di bangunnya kantor MUI ini sangat muftadol. Gresik merupakan berlabuhnya penyiar Islam di Nusantara yaitu Sunan Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri,” tutur Kiai Mutawakkil, panggilan akrab Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo.

DIRESMIKAN: Gedung baru MUI Gresik diresmikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Rabu, 22 Februari 2023 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)1

Dirinya berharap, MUI Gresik untuk menjalin hubungan yang harmoni dengan pemerintah kabupaten Gresik dalam upaya kemaslahan masyarakat. MUI merupakan wadah berkhidmat para Kiai, Ulama, Cendekiawan untuk kepentingan umat, bangsa dan negara. “Hari ini Gus Bupati mengajarkan kita suatu bagian kemulyaan. Melalui kebijakannya dalam membangun kantor MUI Gresik untuk kemaslahatan bersama,” ungkapnya.

Dirinya, juga mengajak meningkatkan khidmah melalui peran MUI. Di antaranya menjadi mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan, melalui instrumen-instrumen keagamaan sesuai dengan tujuan untuk kebaikan.

Selain itu, memediasi masyarakat dan pemerintah melalui pelayanan keumatan, menjadi rujukan pemerintah dan masyarakat melalui keputusan keagamaan. Terakhir peran MUI menjaga harmoni antarumat beragama dalam kebhinekaan beragama.

“MUI Jatim memiliki 3 program prioritas, yaitu meningkatkan kualitas syiar keagamaan, meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat serta mengembangkan ekosistem ekonomi halal,” tegasnya.

Sementara, Ketua MUI Gresik KH Mansoer Sodiq mengaku bersyukur, MUI Gresik memiliki kantor baru. Menurutnya, hal ini tak lepas dari keseriusan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. “MUI merupakan rumah Islam, memiliki peran strategis sekaligus mitra pemerintah yang tidak bisa dipisahkan dan saling melengkapi,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan diresmikannya gedung baru MUI ini tentunya menjadi energi positif untuk pelayanan kepada umat. Komitmen sinergitas itu akan kita lakukan terus menerus di berbagai persoalan umat.

“Hubungan simbiosis mutualisme tersebut juga terjadi di Gresik, berbagai persoalan keagamaan dan keumatan diselesaikan bersama sama sesuai peran dan fungsi masing-masing, “kata Kiai Mansoer Sodiq. (yad)

Prasasti baru, Bupati Gresik Resmikan Gedung MUI Termegah di Jawa Timur  Selengkapnya

Refleksi Akhir Tahun 2022 DCKPKP Gresik Mendukung Nawa Karsa, Simak Apa Saja Pekerjaan

GRESIK,1minute.id – Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik terlihat megah pada Kamis, 22 Desember 2022. Gedung dua lantai dengan cat tembok dominan warna hijau dan kuning emas itu menunggu untuk diresmikan. Gedung MUI itu berada dalam satu kompleks Masjid Agung Gresik berada Jalan DR.Wahidin Sudirohusodo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Pemerintahan kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Gresik mengucurkan anggaran sebesar Rp 6,17 miliar. Pembangunan dilakukan dengan dua tahap. “Gedung MUI siap untuk diresmikan tahun ini,” kata Kepala DCKPKP Gresik Ida Lailatussa’diyah dalam Refleksi Akhir tahun 2022 yang dikemas dalam  “Ngopi Bareng” wartawan pada Selasa lalu, 20 Desember 2022. 

Selain membangun gedung MUI Gresik, DCKPKP Gresik mengerjakan sejumlah program  mengawal Nawa Karsa, Bupati-Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah itu. Program unggulan tahun ini, diantaranya, pembangunan reservoir Bunder di Desa Dahanrejo Kebomas. Proyek ini menelan anggaran Rp 6,13 miliar.

Kemudian, program pembangunan tower air dan penjernih air di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu dengan anggaran Rp 484 juta. Berikutnya, perluasan SPAM jaringan perpipaan di Jalan Sunan Giri dengan anggaran Rp 19,60 miliar.

GNI KINI : Kondisi GNI paskarevitalisasi dilakukan oleh DCKPKP Gresik pada Rabu, 21 Desember 2022 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Selanjutnya, pembangunan gedung dan penataan landskap bangunan Gedung Nasional Indonesia (GNI) dan finishing dengan anggaran Rp 3,43 miliar. Revitalisasi gedung telah kelar dan diresmikan oleh Menteri Pariwisata, Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Sholahuddin Uno pada Minggu, 18 Desember 2022. Peresmian GNI, sebagai rangkaian launching Bandar Grissee. 

“Kami juga telah menjalankan program perluasan SPAM jaringan perpipaan di Kecamatan Kebomas dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Anggarannya, Rp 33,61 miliar,” jelas Ida Lailatussa’diyah. 

Selain itu, tambahnya, pada tahun 2022, DCKPKP telah menjalankan program perluasan SPAM jaringan perkotaan kegiatan Nasional Urban Water Supply (NUWS) dengan anggaran Rp 12,21 miliar. Program DAK lainnya, adalah DAK integrasi di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu yang meliputi pembangunan prasarana, sarana dan utilitas umum (PSU), Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan sanitasi. ” Anggaran Rp  7,26 miliar,” bebernya.

Bagaimana rencana tahun 2023 ? Masih menurut Ida Lailatussa’diyah, ada sejumlah program Nawa Karsa yang akan dilakukan, dan melanjutkan program belum tuntas di pemerintahan sebelumnya.

Program dimaksud kata dia, antara lain, pembangunan Rumah Sakit Gresik Sehati (RSGS) di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean. Pagu anggaran fisiknya Rp 85 miliar dari APBD Gresik.

Berikutnya, meneruskan program Islamic Center di Balongpanggang. Pekerjaan yang diteruskan pembangunan masjid, jalan dan penghijauan, dengan anggaran Rp 8 miliar. “Diharapkan Hari Raya Idul Fitri tahun depan masjid sudah bisa digunakan,” harapnya. (yad)

PROGRAM CKPKP Gresik 2022

1. Pembangunan Gedung MUI Rp 6,17 miliar

2. Pembangunan Reservoir Bunder di Desa Dahanrejo Kebomas Rp  6,13 miliar

3. Program pembangunan Tower alAir dan Penjernih air di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu Rp 484 juta

4.  Perluasan SPAM Jaringan Perpipaan di Jalan Sunan Giri  Rp 19,60 miliar

5. Pembangunan gedung dan Penataan Landskap Bangunan Gedung Nasional Indonesia (GNI) dan Finishing  Rp 3,43 miliar. 

6. Program perluasan SPAM jaringan perpipaan di Kecamatan Kebomas dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 33,61 miliar

7. Program perluasan SPAM jaringan perkotaan kegiatan Nasional Urban Water Supply (NUWS)  Rp 12,21 miliar

8. DAK integrasi di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu yang meliputi pembangunan prasarana, sarana dan utilitas umum (PSU), Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan sanitasi  Rp  7,26 miliar

( Data DCKPKP Gresik dalam Refleksi Akhir tahun bersama wartawan)

Refleksi Akhir Tahun 2022 DCKPKP Gresik Mendukung Nawa Karsa, Simak Apa Saja Pekerjaan Selengkapnya

Merawat Tradisi Ukhuwah Islami, MUI Gresik Gelar Silaturahmi Ulama dan Konsolidasi Kebangsaan 

GRESIK,1minute.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik menggelar Silaturahmi Ulama dan Konsolidasi Kebangsaan di Aula Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik pada Sabtu, 20 Agustus 2022. Silaturahmi untuk meneguhkan Gresik sebagai Kota Santri serta Merawat Tradisi Ukhuwah Islami dalam bingkai moderasi.

Silaturami ini dihadiri puluhan ulama, umara dan pengurus organisasi kepemudaan dan asosiasi kepala desa (AKD). Diantaranya, Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq, Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah, Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Aminuddin Ma’ruf. Serta, pengurus PCNU Gresik, PD Muhammadiyah, Dewan Masjid Indonesia (DMI) serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Kabupaten Gresik. 

Menurut Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq, silaturahmi ini merupakan salah satu bentuk dari memperkuat ukhuwah Islamiyah dalam lingkungan sekitar. Dalam kaitannya dengan Gresik Kota Santri, Ia katakan bahwa MUI Gresik merupakan pembimbing dan pelayan umat yang miliki tugas untuk menjaga agama dan umat yang sekaligus jadi mitra pemerintah.

“Tentu MUI Gresik sebagai pembimbing dan pelayan umat yang memiliki tugas menjaga agama, menjaga umat yang sekaligus menjadi mitra pemerintah,”kata Kiai Mansoer. Ia juga singgung tentang peranan dari pemerintah yang sejatinya sudah ditunggu sejak lama dalam mempertahankan Gresik Kota Santri saat ini. Dimana banyak benturan dari mulai modernisasi dan industrialisasi.

“Tentu ditunggu peran dan fungsinya untuk bisa mempertahankan sekaligus memperkokoh Gresik Kota Santri di tengah-tengah gencarnya industri,”ujarnya. 

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengapresiasi langkah MUI Gresik yang turut serta dalam menjaga dan memberdayakan umat beragama di lingkungan Kabupaten Gresik.

“Di kabupaten Gresik ini banyak wadah organisasi Islam, dan MUI yang sebagai jembatan ini bisa menyambungkan satu sama lain sehingga antara organisasi Islam di Kabupaten Gresik ini tidak pernah ada kesalahpahaman yang menyebabkan sesuatu yang tidak baik,”kata Bu Min sapaan Aminatun Habibah itu.

Wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu ajak seluruh organisasi yang hadir untuk terus komunikasi dan jalin kerjasama satu sama lain demi terciptanya masyarakat Gresik yang aman dan tentram. Terutama organisasi kepemudaan yang mana menurutnya di zaman sekarang rasa memiliki terhadap agama dan negara mulai berkurang.

Staf Khusus (Stafsus) Presiden Joko Widodo, Aminuddin Ma’ruf dalam materinya bahwa pemerintah dan MUI harus sejalan, harus saling beriringan dalam hadapi persoalan apapun dan saling mengawal satu sama lain. Fungsinya agar tidak terjadi kesalahpahaman sehingga timbul gesekan-gesekan yang tidak perlu.

“Tidak bisa pemerintah berjalan sendiri harus tetap dikawal oleh para kiai para ulama yang ada di organisasi-organisasi baik NU, Muhammadiyah, LDII dan semua yang tergabung dalam majelis ulama Indonesia,” tandasnya. (yad)

Merawat Tradisi Ukhuwah Islami, MUI Gresik Gelar Silaturahmi Ulama dan Konsolidasi Kebangsaan  Selengkapnya

Pesanggrahan Keramat “Ki Ageng” Tutup, Tempat Ritual Nyeleneh Manusia Menikahi Kambing 

GRESIK,1minute.id – Seruan Aksi Aliansi Masyarakat Desa Jogodalu “Tolak Melawan Kodrat” urung dilakukan Minggu hari ini, 12 Juni 2022. Seruan aksi tersebar melalui WhatsApp Grup. Dalam pantauan 1minute.id hingga pukul 14.00 WIB tidak ada tanda-tanda massa. Suasana Balai Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik yang rencananya menjadi titik kumpul massa pun lengang.

Sementara itu, Pesanggrahan juga sepi. Gerbang Pesanggrahan milik Nur Hudi Didin Ariyanto tertutup rapat. Selembar terpal warna kuning dibentangkan menutupi pelakat Pesanggrahan. Terpal bertuliskan kata “Ditutup…”. Ketika wartawan 1minute.id mencoba melongok bagian dalam Pesanggrahan dari pagar tembok setinggi 2 meteran itu tidak terlihat ada aktivitas di dalamnya. Kondisi itu bertolak belakang pada Minggu, 6 Juni 2022. 

LENGANG : Suasana Pesanggrahan Keramat di Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik sepi pada Minggu, 12 Juni 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Pesanggrahan riuh karena ada hajatan ngunduh mantu, manusia nikahi kambing. Hajatan nyeleneh hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik mengeluarkan fatwa pernikahan manusia dengan kambing adalah penistaan agama. Empat orang yang terlibat dalam perkawinan manusia dengan kambing betina bernama Sri Rahayu binti Bejo itu dinyatakan murtad. Mereka pun harus taubat dengan mengucap syahadat di depan para tokoh agama.

Diduga sejak Fatwa MUI Gresik menyatakan perkawinan manusia dengan kambing adalah penistaan agama, pemilik Pesanggrahan Keramat “Ki Ageng” memilih untuk menutup Pesanggrahan itu. 

Kapolsek Benjeng Akp Tulus membenarkan bahwa Pesanggrahan Kramat “Ki Ageng” di Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng sudah dalam keadaan tertutup ditinggal pemiliknya.

” Pesanggerahan di tutup sendiri. Anggota kami dan warga mengecek kerumahnya, bahwa rumah sudah tertutup tidak ada penghuninya,”kata AKP Tulus kepada wartawan.

Seperti diberitakan,  MUI Gresik menyatakan ritual nyeleneh manusia menikahi kambing adalah penistaan agama. Empat orang yang terlibat bertaubat dan mengucapkan syahadat.  Empat itu ada pemilik Pesanggrahan Nur Hudi Didin Ariyanto, mempelai pria Syaiful Arif, penghulu atau yang memimpin prosesi pernikahan Kresna, dan pembuatan konten kreatif Arif Syaifullah. (yad)

Pesanggrahan Keramat “Ki Ageng” Tutup, Tempat Ritual Nyeleneh Manusia Menikahi Kambing  Selengkapnya