Ini Sosok Ning Nurul, Kandidat Kuat Calon Ketua DPC PKB Gresik

GRESIK,1minute.id – Sekretaris DPC PKB Gresik Imron Rosydi mengatakan musyawarah cabang (Muscab) PKB Gresik berbeda dengan sebelumnya. Muscab PKB diperkirakan dihelat Mei 2021. Serentak regional di Jawa Timur. Merujuk AD/ART terbaru hasil Muktamar PKB di Bali , kata Imron, ketua DPC PKB ditunjuk oleh DPP PKB. 

“Jadi tahun ini, muscab tidak memilih ketua. Tapi, DPP PKB yang menunjuk. Siapa yang diberikan mandat oleh DPP PKB ya itu yang menjadi ketua DPC PKB,”ujar Imron dikonfirmasi selulernya pada Selasa, 2 Februari 2021.

Panitia Muscab, tambah Imron, nantinya hanya membacakan surat mandat dari DPP PKB. Lalu siapa yang mendapatkan mandat dari DPP PKB , Imron mengaku belum mengetahuinya. ” Sampai saat ini saya belum mengetahui siapa yang mendapatkan mandat dari DPP,”ujarnya. 

Seperti diberitakan, Nurul Haromaini meramaikan bursa calon ketua DPC PKB Gresik. Ning Nurul-sapaan-Nurul Haromain adalah anak tokoh NU KH Agoes Ali Masyhuri, pemangku pondok pesantren Progresif Bumi Shalawat, Tulangan , Sidoarjo. Ia istri Fandi Akhmad Yani, bupati Gresik terpilih di Pilbup 2020.

Sejumlah sumber 1minute.id, menyebutkan Ning Nurul telah mendapatkan restu dari Gus Yani. “Ning Nurul siap bila untuk membantu membesarkan PKB Gresik,”kata sumber yang enggan disebutkan identitasnya itu.

Ketua PAC PKB Gresik Syaikhu Busiri menyatakan, PKB itu memiliki resource (sumber daya manusia/SDM) sangat banyak. Dan, mereka sangat mumpuni untuk bisa mengembalikan kejayaan partai di era 2009-an. 

Munculnya Ning Nurul sebuah angin segar. Dia masih muda. Alumnus Universitas Airlangga Surabaya. Dan, besar di lingkungan pondok pesantren. Lingkungan Ning Nurul selama ini kerap bersinggungan dengan organisasi dan leadership. 

“Bagi Saya itu sangat baik. Orang pondok masih muda dimunculkan. Secara DNA sudah siap. Lingkungan sudah terbawa. Jadi mainset sudah benar, sebelum-sebelumnya,”kata anggota FPKB Gresik itu dikonfirmasi selulernya, Selasa 2 Februari 2021.

Data dihimpun 1minute.id, Ning Nurul, lahir Juni 1992 atau 28 tahun. Ia anak nomor 7 dari 11 saudara dari tokoh Nahdlatul Ulama KH Agoes Ali Masyhuri. Pemangku Pondok Pesantren Progresif Bumi Shalawat, Tulangan, Sidoarjo. Ning Nurul, adik dari Ahmad Muhdlor Ali, bupati Sidoarjo terpilih.

Ning Nurul alumnus Fakultas Komunikasi Universitas Airlangga Surabaya. Sejumlah kader partai berlambang bola dunia dikeliling sembilan bintang menganggap Ning Nurul memiliki potensi mengembalikan masa kejayaan PKB di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. (*)

Ini Sosok Ning Nurul, Kandidat Kuat Calon Ketua DPC PKB Gresik Selengkapnya

Asumsi Ajak Masyarakat ikut Lawan Covid dengan Memakai Masker

 GRESIK,1minute.id – Wabah corona belum berakhir. Tidak ada yang bisa memastikan virus berawal dari Wuhan, Tiongkok itu kapan berakhir. 
Memakai masker menjadi salah satu cara mencegah penyebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Asosiasi UMK Sidayu (Asumsi)  melihat masyarakat banyak tidak memakai masker. Mereka tergerak untuk membantu pemerintah dengan membagikan 500 masker pada Senin, 1 Februari 2021.

Pembina Asumsi M. Khoirudin mengatakan, pembagian masker ini karena melihat masyarakat tidak memakai masker di sekitar Pasar Sidayu. Pengendara, pengunjung dan pedagang.  Program Asumsi membagikan seribu masker dalam dua periode.

“Tahap pertama hari ini kami bagikan 500 masker. Urunan anggota Asumsi,”kata Khoirudin melalui Whatsapp pada Senin, 1 Februari 2021. 

Wabah corona sejak Maret 2020 itu menjadikan anggota asosiasi usaha kecil menengah (UKM) di Kecamatan Sidayu merasakan dampaknya. Omzet menurun. Untuk mengatasi wabah di era global ini, tidak bisa mengharapkan dari pemerintah. Masyarakat harus ikut berjuang mengenyahkan Covid-19. 

“Semua harus dimulai dari diri sendiri,  Dan mulai lah dari lingkungan terdekat. Jika semua dilakukan serentak, kita pasti bisa mengenyahkan Covid-19 dari bumi Indonesia tercinta,”katanya. 

Sementara itu, data Satgas Covid-19 hari ini mencatat ada penambahan jumlah 14 kasus konfirmasi terakumulasi menjadi 4.813 kasus. Sedangkan, jumlah sembuh bertambah 18 kasus menjadi 4.174 kasus. Kasus meninggal dunia tetap terakumulasi  320 kasus. (*)

Asumsi Ajak Masyarakat ikut Lawan Covid dengan Memakai Masker Selengkapnya

Tiga Perahu Penangkap Ikan Gunakan Jaring Trawl Diamankan Polisi Air Polres Gresik

GRESIK, 1minute.id – Ratusan ekor ikan itu tertangkap jaring. Ikan besar hingga anak -anak ikan. Terumbuh karang pun “tersapu” jaring dari tiga perahu nelayan asal Desa Campurrejo, Kecamatan Panceng, Gresik. Setiap perahu memiliki tiga anak buah perahu. 

Maklum tiga perahu nelayan dikemudikan Sain, 43, Mustakim, 48, dan Enderik, 28, katerogi jaring trawl. Beruntung Polisi Air (Polair) Polres Gresik mendeteksi kegiatan nakal yang penangkap itu. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasat Polair Polres Gresik AKP Masyhur Ade mengatakan tiga perahu tersebut ditangkap sekitar pukul 08.00 alur pelayaran Barat Surabaya (APBS) wilayah Gresik. “Pagi itu anggota melakukan patroli di alur pelayaran barat Surabaya,”kata AKP Ade,  Sabtu 30 Januari 2021.

Anggota Polair Polres Gresik berpatroli dengan lambung kapal X-1029 itu melintas di perairan Mengare.  “Anggota melihat  tiga perahu nelayan menggunakan jaring trawl,”terangnya.

Penggunaan mata jaring trawl atawa pukat harimau, jelas Alumnus Akpol 2007 itu,  bisa menyebabkan rusaknya biota laut. “Biota laut yang masih kecil ikut tertangkap,”tegas perwira tiga balok di pundak itu. 

BARANG BUKTI : Ikan berbagai jenis dan ukuran yang ikut tertangkap jaring pukat harimau milik nelayan diamankan Satuan Polisi Air Gresik, Jumat 29 Januari 2021

Tatkala terpergok anggota, ketiga perahu nelayan menarik hasil tangkapannya. “Kapal Patroli langsung menghampiri dan mengamankan ketiga perahu itu,” tambahnya.

Ratusan ekor jenis ikan berbagai ukuran, tiga perahu dan tiga set jaring trawl (pukat harimau) juga ikut di sita sebagai barang bukti. “Barang bukti itu kami serahkan ke Dinas Perikanan Gresik,”jelasnya. 

Penyidik Sat Polair Polres Gresik menjerat mereka Pasal 86 Jo pasal 9 Jo pasal 100 huruf (b) UU No 45/2009 tentang Perikanan. (*)

Tiga Perahu Penangkap Ikan Gunakan Jaring Trawl Diamankan Polisi Air Polres Gresik Selengkapnya

Edukasi Pedagang dan Pengunjung Pasar, Jumlah Kasus Sembuh


GRESIK,1minute.id – Pasar menjadi tempat berkumpul manusia. Potensi terjadinya paparan wabah coronavirus disease 2019 (Covid-19). Disiplin mematuhi protokol kesehatan adalah vaksin. Pada Jumat, 29 Januari 2021, Satgas Covid-19 Kecamatan Dukun menjadikan Pasar Kliwon di Desa Sawo, Kecamatan Dukun, Gresik menjadi target edukasi mendisplinkan masyarakat mematuhi prokes. 

Petugas gabungan dari Polsek dan Koramil setempat mendatangi pasar rakyat itu. Selain mengedukasi pedagang dan pengunjung pasar juga membagikan masker kepada masyarakat.  

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, melalui Kapolsek Dukun AKP Mutlakin mengatakan, upaya pendisiplinan dilakukan dengan menghimbau masyarakat, para pengunjung serta pedagang di pasar, agar selalu disiplin menerapkan prokes untuk memutus penyebaran clCovid-19.

“Warga kami himbau selalu mencuci tangan dengan sabun di air mengalir atau hand sanitizer,  sebelum dan sesudah beraktivitas,”ujar Mutlakin. 
Selain itu menggunakan masker dan menjaga jarak (physical distancing dan sosial distancing ). “Prokes itu tetap berlaku dan harus dipatuhi,”tegas Mutlakin.

Masa PPKM Jilid II ini  petugas gabungan semakin masif melakukan  operasi yustisi.
Sementara itu, memasuki hari keempat masa PPKM Jilid II, selama dua hari belakangan ini, jumlah kasus sembuh lebih banyak dari jumlah pasien konfirmasi Covid-19. 

Berdasarkan data Satgas Covid-19, pasien konfirmasi bertambah 19 kasus terakumulasi menjadi 4.766 kasus, pada Jumat, 29 Januari 2021. Sedangkan, sembuh 20 orang terakumulasi 4.123 kasus.

Sementara, meninggal dunia bertambah dua orang menjadi 317 kasus. Sedangkan, kasus konfirmasi menjalani isolasi mandiri dan dirawat berjumlah 326 kasus. (*)

Edukasi Pedagang dan Pengunjung Pasar, Jumlah Kasus Sembuh Selengkapnya

Optimistis Ekonomi Tumbuh, Satu lagi Hotel Berdiri di Gresik, Bidik Pasar Middle Low

GRESIK,1minute.id – Sinyal ekonomi tumbuh tahun ini mendapatkan respon positif dari pengusaha. Diantaranya, pengusaha perhotelan.  Front One Budget Gresik, telah selesai pembangunan. Hotel ke-52 di Indonesia melirik Kota Santri-sebutan-Gresik untuk pengembangan sayap bisnisnya.

Berdiri di Jalan Veteran, Kecamatan Kebomas, Gresik menunggu waktu secara resmi di launching.
Manajer hotel FrontOne Budget Gresik Ady Wijanarko mengatakan, pihaknya optimistis ekonomi Indonesia akan tubuh tahun ini.

“Sinyal dari pemerintah itu kami anggap sebagai peluang sehingga harus gerak cepat,”ujar adi Wijanarko dalam media gathering pada Jumat, 29 Januari 2021.

Hotel FrontOne Budget memiliki 60 kamar. Terbagi dalam tiga sekmen yakni superior, duluxe dan eksekutif. Ady mengatakan, segmen pasar yang dibidik adalah middle-low. “Pontensi masih sangat tinggi di Gresik,”tegasnya. 

Meski, middle-low dengan harga terjangkau. Hotel FrontOne Budget bukan kategori hotel murahan. “Privasi dan kenyamanan konsumen tetap menjadi prioritasnya,”katanya. 

FrontOne Budget menjamin hotel yang dikelola akan memenuhi persyaratan dari pemerintah terkait tamu yang bakal menginap. Setiap tamu yang akan menginap akan menjalani validasi indentitas.

Untuk tamu berpasangan, tambahnya, pihaknya akan validasi kesamaan identitasnya.  “Image Gresik sebagai Kota Wali, tidak sampai mencederai kota Gresik,”tegasnya. Kapan hotel secara resmi beroperasi? Ady Wijanarko mengaku belum bisa memastikannya. “Kami masih harus menunggu restu,”katanya. (*)

Optimistis Ekonomi Tumbuh, Satu lagi Hotel Berdiri di Gresik, Bidik Pasar Middle Low Selengkapnya

Hujan-hujan, Tiga Gadis Cilik Terpeleset di Telaga, Ditemukan Meninggal Dunia


GRESIK,1minute.id – Duka menyelimuti warga Desa Cerme Kidul  Kecamatan Cerme. Tiga anak perempuan ditemukan meninggal dunia,  Rabu 27 Januari 2021. 

Mereka adalah korban tenggelam di Telaga Baru di desa setempat. Korban adalah Yulia Andini, 13 ; Eka Fitria, 15 dan Trisnia Rahma, 15. Semuanya warga Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme, Gresik. 

Informasi yang dihimpun, sekitar pukul 14.40 hujan deras menguyur Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Termasuk wilayah Kecamatan Cerme. Sudah menjadi tradisi mulai anak-anak hingga dewasa untuk hujan-hujan alias mandi air hujan bersama teman sepermainnya. 

Siang itu, ada lima anak sedang mandi air hujan di sekitar Telaga Baru. Lokasi sebelah utara SMK Negeri Cerme di Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme, Gresik. Telaga itu seluas lapangan bola voli. Kedalaman sekitar 2 meter. 

Saat main di pinggir telaga itu,  tiga dari lima anak itu terpereset masuk telaga. Dua teman mereka bergegas lari minta pertolongan warga setempat. Agus Irwanto, diantaranya. Lelaki 40 tahun mendengar teriakan dua anak tolong itu langsung menuju lokasi Telaga Baru. 

Dalam hitungan menit, masyarakat semburat keluar rumah. Mereka langsung melakukan pencarian. Telaga Baru “diobok-obok” warga untuk mencari korban. Pencarian membuahkan hasil. “Ada tiga anak yang ditemukan,”kata petugas menirukan kesaksian Agus Irwanto, Rabu 27 Januari 2021.

Mereka bergegas membawa ketiga anak gadis itu ke puskesmas Cerme. Namun, sayang kesigapan masyarakat dalam melakukan pertolongan belum bisa menyelamatkan korban. 

Camat Cerme Suyono dikonfirmasi membenarkan kejadian tiga anak meninggal karena tenggelam itu. “Kesaksian warga ketiga anak itu tenggelam karena tidak bisa berenang,”kata Suyono dihubungi gawainya, Rabu malam 27 Januari 2021. (*)

Hujan-hujan, Tiga Gadis Cilik Terpeleset di Telaga, Ditemukan Meninggal Dunia Selengkapnya

PPKM jilid II, Gaspol, Ekonomi Tetap Jalan di Tengah Pandemi


GRESIK,1minute.id – Masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berakhir hari ini, Senin 25 Januari 2021. Besok, Selasa 26 Januari memasuki PPKM jilid II.  Aparat gabungan akan semakin tegas memberikan sanksi kepada warga yang mokong mematuhi protokol kesehatan (Prokes). 

Kepala Sat Pol PP Gresik Abu Hasan menyatakan, selama 14 hari masa PPKM pertama, mulai 11 sampai 25 Januari 2021, ribuan warga terjaring operasi yustisi penegakan protokol kesehatan. Sebagai besar melanggar tidak memakai masker dan berkerumun. 

Selain itu, ada juga tempat usaha yang melanggar jam malam. “Untuk tempat usaha yang mendapatkan teguran di PPKM pertama kembali melanggar akan kami cabut izinnya,”tegas Abu Hasan, Senin malam. 25 Januari 2021.

Ia menambahkan,tindakan tegas diberitakan tetap mengacu peraturan bupati (Perbup) 22/2020. Pada masa PPKM pertama aparat gabungan masih belum memberikan sanksi pencabutan izin tempat usaha yang melanggar masa PPKM.  “105 pemilik usaha kami berikan teguran,”ujar mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik ini. 

Pada PPKM kedua, tambah Abu Hasan, pihaknya bersama tim gabungan dari TNI, Polri dan Dinkes akan lebih intensif melakukan operasi yustisi. “Gaspol dan tetap injak rem agar ekonomi tetap jalan di tengah pandemi,”katanya.

Data didapat 1minute.id dari aparat penegak peraturan daerah-sebutan lain- Polisi Pamong Praja, periode 11 Januari hingga 25 Januari 2021, petugas gabungan telah memberikan sanksi kepada 1.572 orang yang melanggar protokol kesehatan. 

Rinciannya, Sanksi sosial  126  kali ; Denda (127 kali) ; Teguran (1.214 kali) dan sanksi teguran pada pemilik usaha (105 kali). (*)

PPKM jilid II, Gaspol, Ekonomi Tetap Jalan di Tengah Pandemi Selengkapnya
Tiga ABK yang selamat dievakuasi petugas

TB Mitra Jaya XIX Tenggelam di Perairan Gresik, 3 Awak Selamat, 5 Orang lainnya Hilang


GRESIK,1minute.id – Kapal tunda (tugboat/TB) Mitra Jaya XIX tenggelam di perairan Gresik tepatnya sekitar alur pelayaran Barat Surabaya (ABPS), Sabtu 23 Januari 2021. Kecelakaan itu mengakibatkan lima dari delapan awak TB yang sedang menarik tongkong (TK) Makmur Abadi-5 itu hilang. Tim gabungan dari Polair Polda Jatim, Basarnas, Polair Polair Gresik dan KPLP Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gresik belum ditemukan. 

Tiga awak TB Mitra Jaya XIX yang selamat karena di tolong nelayan itu telah di evakuasi oleh tim gabungan menuju kantor KSOP Gresik. Tiga awak TB yang selamat itu, adalah Nakhoda Syahrul, 43, warga Semarang,  Masinis-2 dan 3, yakni Larusman, 26, asal Buton dan La Ode Ahmad Syukur,  22, asal Wakatobi. 

Selain mengevakuasi anak buah kapal (ABK) TB Mitra Jaya XIX, tim gabungan juga mengevakuasi dua orang kru TK Makmur Abadi-5 yang bernama Basuni, 52, asal Sungai Raya Kubu Raya, Pontianak dan surveyor Agung Dwi Prayitna, 20, Jalan DR Sutomo, Pontaianak. Basuni adalah kepala tongkang dab Agung adalah surveyor kapal yang mengangkut minyak kelapa sawit itu. 

Informasi yang dihimpun, kecelakaan kapal di sekitar Bouy-3 terjadi Sabtu 23 Januari 2021 sekitar pukul 03.00. Pagi itu, Tugboat (TB) Mitra Jaya XIX dinakhodai Syahrul, 43, asal Semarang menarik tongkong (TK) Makmur Abadi-5.

TB Mitra Jaya XIX dengan delapan awak itu berangkat dari Pelabuhan Sungai Puting, Kalimantan Selatan, Senin 11 Januari 2021 sekitar pukul 11.00. TB menarik TK Makmur Abadi-5 yang mengangkut minyak kelapa sawit tujuan Gresik. 

Pada Sabtu 23 Januari 2021 sekitar pukul 03.0K0 TB Mitra Jaya XIX itu memasuki alur pelayaran Surabaya Barat (APBS) tepatnya sekitar anjungan PHE WMO di perairan Gresik. Saat bersamaan Kapal motor (KM) Tanto Bersinar melintasi APBS yang dikenal alur tersibuk itu. KM Tanto Bersinar berangkat dari Surabaya. Bagian tali TB Mitra Jaya XIX untuk menarik TK Makmur Abadi-5 diduga tertarik KM Tanto Bersinar. 

Akibatnya, TB Mitra Jaya XIX miring kemudian terbalik dan tenggelam. Sedangkan, TK Makmur Abadi-5 muat ratusan ton minyak kelapa sawit yang ditarik TB selamat. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasat Polair Polres Gresik AKP Masyhur Ade mengatakan korban selamat telah di evakuasi tim gabungan ke kantor KSOP Gresik. “Lima awak lainnya masih dilakukan pencarian,”ujar Kasat Polair Gresik Mashyur Ade. Pencarian awak yang hilang melibatkan tim Polair Polda Jatim, Basarnas dan KPLP Gresik. “Doakan bisa cepat ditemukan,”imbuh alumnus Akpol 2007 itu. (*)

TB Mitra Jaya XIX Tenggelam di Perairan Gresik, 3 Awak Selamat, 5 Orang lainnya Hilang Selengkapnya

Masa PPKM, Jumlah Konfirmasi Covid-19 Meningkat, Ini Jawaban Kadinkes

Dua tenaga kesehatan Gresik membaca hasil rapid antigen di Bundaran I Love GKB beberapa waktu lalu ( foto : chusnul cahyadi /1minute.id)


GRESIK, 1minute.id – Gencarnya rapid antigen dalam operasi yustisi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) membuka fakta baru. Jumlah kasus konfirmasi meningkat tajam dalam sepekan terakhir ini.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik drg Syaifudin Ghozali mengatakan, pihaknya bersama TNI, Polri semakin masif melakukan testing dan tracing. “Selama PPKM ini kita gebyar (testing dan tracing)  habis-habisan,”kata drg Syaifudin Ghozali ditemui di sela konferensi pers di Mapolres Gresik, Rabu 20 Januari 2021. 

Akibatnya, terjadi peningkatan jumlah kasus konfirmasi di Gresik. “Ini sangat baik. Kita cepat mengetahui ya semakin baik,”imbuh Ghozali. Hasil testing, tracing selama PPKM ini akan bisa diketahui dalam beberapa hari kedepan. 

“Efektivitas hasil PPKM akan diketahui dua minggu berikutnya,”ujarnya. Pasca PPKM jumlah kasus konfirmasi coronavirus disease 2019 (Covid-19) diharapkan turun signifikan. 

Seperti diberitakan, Pemkab Gresik mengalokasikan 5 ribu rapid test antigen selama masa PPKM. Pemberlakuan PPKM dimulai 11 Januari 2021 sampai 25 Januari 2021. Selama PPKM ini, tim gabungan TNI, Polri, Satuan Pol PP dan Dinkes Gresik menggelar operasi yustisi pagi, siang dan malam. 

Petugas ketika mengetahui ada potensi kerumanan masyarakat yang melanggar protokol kesehatan langsung melakukan rapid antigen atawa tes usap. Tes usap ini memiliki tingkat akurasi lebih 90 persen. Sehingga, banyak menemukan kasus baru. 

Sementara itu, data Satgas Covid-19 Gresik jumlah kasus konfirmasi bertambah 25 terakumulasi menjadi 4.575 kasus. Sedangkan, jumlah sembuh bertambah 11 menjadi 3.996 kasus.  Kemudian meninggal dunia bertambah 2 orang menjadi 305.

Untuk jumlah akumulasi  konfirmasi corona terbanyak terdapat di Kecamatan Manyar dan Kebomas. Masing-masing 829 kasus dan 815 kasus. Urutan ketiga di Kecamatan Gresik 542 kasus,  Driyorejo 504 kasus dan Menganti 469 kasus. (*)

Masa PPKM, Jumlah Konfirmasi Covid-19 Meningkat, Ini Jawaban Kadinkes Selengkapnya

Vaksinasi Masal Nakes di Gresik Dimulai Hari Ini


GRESIK,1minute.id – Dinas Kesehatan Gresik memulai vaksinasi Covid-19 masal hari ini, Senin 18 Januari 2021. Gudang Farmasi UPT Pengelolaan dan  Pelayanan Dinas Kesehatan Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik penuh mobil ambulan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Gresik. 

Mereka antre mendapatkan vaksin  Sinovac dari Tiongkok itu. Dengan membawa cold box,  vaccine carrier dengan temperatur antara 2 derajat celsius hingga 8 derajat celsius berwarna biru. 

Petugas puskesmas yang mengambil vaksin itu dikawal anggota TNI dan Polri, masing-masing dua personel. Diantaranya, Puskesmas Driyorejo. “Dapat 51 dosis (vial) sesuai registrasi,”ujar seorang petugas dari Puskesmas Driyorejo ditemui 1minute.id, Senin 18 Januari 2021. Antrean pengambilan vaksin itu sudah terlihat sejak pukul 07.00. 

Kepala Kesehatan Gresik drg Syaifudin Ghozali mengatakan Ribuan tenaga kesehatan (nakes) akan menjalani suntik vaksin itu. Untuk vaksinasi berskala besar ini Pemkab Gresik menyiapkan 56 fasilitas kesehatan (faskes). Setiap faskes dibatasi saat melaksanakan vaksinasi untuk nakes. 

“Setiap hari kami mengirimkan sesuai data yang mereka kirimkan,”ujar Ghozali. Ia mengaku senang semua nakes telah menyatakan kesiapan untuk vaksinasi. “Sampai saat ini tidak ada nakes yang menolak untuk divaksinasi,”tegasnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Pencanangan vaksin Sinovac dilakukan  Pemkab Gresik pada Jumat lalu, 15 Januari 2021. Sebanyak 10 orang yang mendapatkan vaksin kali pertama. Pencanangan vaksin disaksikan Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak.  Kepala Dinas Kesehatan Gresik drg Syaifudin Ghozali kali pertama divaksinasi. (*)

Vaksinasi Masal Nakes di Gresik Dimulai Hari Ini Selengkapnya