PAC Sesalkan Proses Penjaringan Calon Ketua DPC PDI-Perjuangan Gresik Tidak Sesuai  Mekanisme Partai

GRESIK,1minute.id – Tahapan Konferensi Cabang (Konfercab) Dewan Pengurus Cabang PDI-P Gresik periode 2025-2030 masih bergulir. Saat ini, memasuki tahapan penjaringan calon ketua DPC PDI-Perjuangan Gresik di lapisan grassroot.

Sayangnya, proses penjaringan calon ketua partai banteng moncong putih di tingkat pengurus anak cabang (PAC) itu ditengarai menyalahi petunjuk dan pelaksanaan (juklak) DPP PDI-P.  Dalam juklak itu, rapat penjaringan calon ketua DPC di PAC harus dipimpin oleh pengurus PAC. 

“Pengurus DPC PDI-P tidak diperbolehkan cawe-cawe.Pengurus (DPC PDI-P) hanya sebagai peninjau,” kata seorang sumber 1minute.id pada Selasa, 2 September 2025.

Intervensi oknum pengurus DPC terjadi di sejumlah rapat penjaringan yang dilakukan oleh PAC. Bahkan, ada pengurus DPC yang memimpin rapat penjaringan calon ketua DPC PDI-Perjuangan. Cawe-cawe oknum pengurus DPC ini menjadikan sejumlah pengurus PAC prihatin.

Berdasarkan Peraturan Partai nomor 1 tahun 2025 tentang Pedoman Pelaksanaan Konferensi Daerah, Konferensi Cabang, Konferensi Perwakilan Luar Negeri, Musyawarah Anak Cabang, Musyawarah Ranting dan Musyawarah Anak Ranting Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, mekanisme penjaringan calon ketua DPC harus terbebas dari intervensi.

Bendahara PAC PDI-Perjuangan Panceng Idham Cholid dikonfirmasi  membenarkan ada dugaan intervensi dalam proses penjaringan calon ketua DPC PDI-PDI-Perjuangan Gresik periode 2025-2030. “Iya benar,” kata Idham dan diamini Achmad Zilham, Sekretaris PAC PDI-P Gresik pada Selasa, 2 September 2025. 

Ia menjlentrehkan, dalam penjaringan calon ketua DPC PDI-Perjuangan Gresik periode 2025-2030, pengurus DPC PDI-Perjuangan hanya sebagai peninjau. “Rapat penjaringan harus dipimpin oleh pengurus PAC,” kata Idham yang juga pengacara itu . Akan tetapi, proses penjaringan calon ketua DPC PDI-Perjuangan periode 5 tahun ke depan ada oknum pengurus DPC PDI-Perjuangan ikut cawe-cawe memimpin rapat. “Ini kan tidak sesuai mekanisme peraturan partai hasil kongres di Bali,” tegas Idham yang juga pengacara itu. 

Untuk diketahui Konferensi Cabang (Konfercab) DPC PDI-Perjuangan Gresik direncanakan pada Oktober 2025. Sedangkan, proses penjaringan nama calon ketua DPC PDI-P ditingkat PAC dilakukan mulai 26-31 Agustus 2025. Dalam penjaringan di PAC mengusulkan tiga nama pengurus DPC dan dua nama pengurus DPD PDI-Perjuangan Jawa Timur. (yad)

PAC Sesalkan Proses Penjaringan Calon Ketua DPC PDI-Perjuangan Gresik Tidak Sesuai  Mekanisme Partai Selengkapnya

Kapolres Gresik Ajak Warga Jaga Kamtibmas Gresik Bersama, Optimalkan Potensi Positif Lingkungan 

GRESIK,1minute.id – Kapala Kepolisian Resor (Kapolres) Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Minimal menjadi polisi untuk diri sendiri dan keluarga.

Sebab, menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama. Dalam imbauannya, AKBP Rovan menekankan pentingnya langkah preventif guna mencegah potensi gangguan kamtibmas. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu yang beredar di media sosial tanpa kejelasan sumber.

“Mari kita bijak dalam menyikapi informasi yang beredar. Jangan mudah terprovokasi kabar yang belum tentu benar, karena bisa memicu gangguan keamanan,” tegas alumnus Akpol 2006 itu didampingi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gresik, yaitu Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadli Subur Karamaha pada Senin, 1 September 2025.

Peran keluarga sebagai garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang aman. Ia meminta kepada orang tua lebih memperhatikan anak-anak mereka, khususnya agar tidak berkeliaran di malam hari tanpa tujuan jelas. “Kami mengimbau para orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai keluyuran malam hari yang justru berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas,” ujarnya.

Selain pengawasan keluarga, AKBP Rovan mendorong warga mengoptimalkan potensi positif di sekitar lingkungan. Masjid, menurutnya, bisa menjadi pusat kegiatan yang bermanfaat sekaligus sarana pencegahan perilaku menyimpang, terutama bagi remaja. “Kita bisa mengoptimalkan masjid untuk kegiatan positif, sekaligus mengingatkan anak-anak agar tidak keluyuran di malam hari,” tambahnya.

Kapolres optimistis bahwa dengan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat, Gresik akan tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan nyaman untuk ditinggali. “Mari kita jaga bersama Kabupaten Gresik yang kita cintai ini. Keamanan adalah tanggung jawab kita semua. Peran keluarga dan masyarakat sangat penting,” pungkas perwira dua melati di pundak itu. (yad)

Kapolres Gresik Ajak Warga Jaga Kamtibmas Gresik Bersama, Optimalkan Potensi Positif Lingkungan  Selengkapnya

Pemdes Lengkong, Cerme Gelar Gebyar Perayaan HUT Kemerdekaan, Pagi Jalan Sehat, Malam Fesyen Show

GRESIK,1minute.id – Perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia masih terasa di sejumlah desa di Kabupaten Gresik. Di antaranya, Desa Lengkong, Kecamatan Cerme.  Pemerintah Desa (Pemdes) Lengkong menggelar berbagai kegiatan untuk menyemarakkan hari kemerdekaan bahkan sebelum 17 Agustus. Pemdes Lengkong menggandeng Generasi (Gen) Z yang tergabung dalam Karang Taruna Surya Muda sebagai pelaksana kegiatan. Setiap akhir pekan ada kegiatan perlombaan 17 Agustusan. Ada kepruk bantal, kelereng, layang-layang hingga olahraga bola voli.

“Pemdes hanya support anggaran, adik-adik Karang Taruna yang melaksanakan kegiatannya,” ujar Kepala Desa Lengkong Roikhan usai mengikuti Senam dan Jalan Sehat pada Ahad, 31 Agustus 2025.

Di penghujung bulan Agustus 2025, masyarakat mendapatkan hiburan mulai pagi hingga malam hari. Ahad pagi, 31 Agustus 2025 Pemdes Lengkong melaksanakan Senam bareng dan Jalan Sehat. Ribuan warga tumplek-blek. Mulai anak-anak, dewasa hingga orang tua. Kaum adam dan emak-emak ikut merayakan hari kemerdekaan itu. Mereka senang dan gembira. Roikhan, Kepala Desa Lengkong pun berbaur bersama warga. 

MERIAH : Warga Desa Lengkong, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik mengikuti Jalan Sehat di puncak HUT ke-80 Republik Indonesia yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Lengkong bersama Karang Taruna pada Ahad, 31 Agustus 2025 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Jalan sehat dengan start dan finish di depan Balai Desa yang mengelilingi perkampungan ini. Disampaikan Roikhan, warganya sangat antusias karena panitia menyediakan ratusan buah door prize, hasil gotong royong warga yang dikoordinir karang taruna setempat. Hadiah utamanya sepeda listrik, juga ada kulkas, dispenser, rice cooker, kipas angin, serta beberapa paket sembako berupa minyak dan beras.

Kegiatan Senam dan Jalan sehat ini juga untuk membuat guyub rukun antarwarga dan perangkat desa. “Malam ini, Badal Isya Gebyar HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujarnya. Gebyar Hari Kemerdekaan ini akan diselenggarakan peragaan busana. “Kegiatan nanti malam sebagai puncak HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia,” tegasnya.

Desa Lengkong, salah satu desa di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Jumlah penduduk di desa yang hanya memiliki satu dusun sekitar 1.250 jiwa. Mata pencaharian masyarakat dewasa, mayoritas sebagai petani dan sebagian kecil petambak. Sedangkan, emak-emak selain sebagai ibu rumah juga menekuni kerajinan tenun. “Lebih separuh ibu-ibu disini menekuni kerajinan tenun,” terang Roikhan. Kerajinan menenun sarung adalah profesi turun temurun. (yad)

Pemdes Lengkong, Cerme Gelar Gebyar Perayaan HUT Kemerdekaan, Pagi Jalan Sehat, Malam Fesyen Show Selengkapnya

Meriah, Karangrejo Carnival 2025, Ajang Edukasi Budaya Lokal & Nusantara

GRESIK,1minute.id – Karangrejo Carnival 2025 menjadi puncak perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia digelar di Desa Karangrejo, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Karnaval budaya tingkat desa sangat meriah.  Peserta menjadikan ajang kali pertama ini menunjukkan kreativitas dalam memperkenalkan keanekaragaman budaya kepada masyarakat.

Tema mereka yang beraneka ragam. Mulai dari Roro Jonggrang yang lengkap dengan replika candi dengan diiringi peserta menggunakan pakaian layaknya kerajaan lengkap dengan mahkota.

Ada juga mengusung tema Giri Kedaton, Spirit Of Borneo, Gatot Kaca, Pacu Jalur, Burung Cendrawasih, Kambing Awassi, Kuda Putih Pangeran Diponegoro, Pakaian Adat Sumatera, Harimau Pajajaran.Bahkan, ada juga peserta yang mengangkat tiga tema sekaligus. Yakni Rumah adat Minang, Rumah adat Papua dan Rumah Adat Jawa. Semuanya menggunakan pakaian sesuai dengan tema masing-masing.

“Kami sangat mengapresiasi, karnaval tahun ini lebih meriah dan bervariatif. Banyak tema adat dan budaya yang diangkat,” kata Camat Ujungpangkah Shofwan Hadi saat membuka kegiatan pada Sabtu 30 Agustus 2025.

Shofwan Hadi menyebut, tema peserta karnaval ini tidak hanya memberikan edukasi kepada masyarakat. Juga bentuk pendidikan kepada generasi penerus, khususnya anak-anak. Mereka bisa belajar dan tahu bahwa di Indonesia bermacam-macam budaya.

“Karnaval budaya ini sangat mengedukasi, anak-anak bisa tahu mana pakaian adat Jawa, Papua, Sumatera dan budaya daerah lainnya. Kami berharap kedepan lebih meriah dan bervariatif lagi,” pungkasnya.

Pihaknya mengapresiasi, masyarakat setempat bersama TNI-Polri bersama-sama turut serta menjaga kondusifitas wilayah. Sehingga, kegiatan yang berlangsung hari ini berjalan sesuai yang diharapkan, aman dan Kondusif. 

Pj Desa Karangrejo, Kecamatan Ujungpangkah Nur Ali mengatakan, karnaval budaya ini diikuti oleh 11 peserta. Semuanya mengangkat tema yang berbeda-beda. Mulai adat Jawa hingga Papua. “Tujuannya bukan sekadar karnaval, tapi lebih memperkenalkan keanekaragaman budaya kepada masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus,” katanya.

Pihaknya berharap, kedepan generasi penerus akan lebih cinta tanah air. Terus melestarikan budaya serta saling mengormati antarsesama. Ia juga berterimakasih atas dukungan semua pihak. Mulai dari masyarakatnya, RT, RW dan pemuda karang taruna. “Terimakasih semuanya sudah ikut serta mensukseskan karnaval budaya ini. Semoga tahun depan semakin kompak dan lebih meriah,” pungkas Nur Ali. (yad)

Meriah, Karangrejo Carnival 2025, Ajang Edukasi Budaya Lokal & Nusantara Selengkapnya

Wabup Gresik Asluchul Alif Serahkan 562 SK PPPK

GRESIK1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan 562 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi tahun 2024 di Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 29 Agustus 2025.

Rinciannya, PPPK tenaga teknis 418 orang ; tenaga guru 66 orang , dan tenaga kesehatan 78 orang. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, menegaskan bahwa penyerahan SK bukanlah ujung jalan, melainkan awal perjalanan baru. “Dengan diterimanya SK PPPK ini, justru perjuangan dimulai. Integritas, dedikasi, dan profesionalisme adalah modal utama untuk menjawab harapan masyarakat,” ucap dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif  di hadapan para penerima SK.

Ia juga menyinggung realitas yang selama ini menghantui tenaga honorer: kesejahteraan yang belum memadai, kontrak yang terbatas, hingga peluang karier yang tak selalu pasti. “Kami memahami betul keresahan itu. Kami, Pemerintah Kabupaten Gresik akan terus memperjuangkan hak-hak Anda. Karena kesejahteraan adalah kunci agar pengabdian bisa berbuah optimal,” tegasnya.

Wabup Alif mengingatkan, status baru ini membawa amanah besar. Ia juga mengajak PPPK untuk tidak berhenti belajar. Dunia kerja birokrasi kini menuntut inovasi, digitalisasi, dan kecepatan pelayanan. “Masyarakat menaruh harapan pada Anda. Jadikan pekerjaan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan panggilan hati. Di pundak Anda, ada masa depan layanan publik yang lebih efisien, transparan, dan manusiawi,” pesannya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, menyebut penyerahan SK ini bukan sekadar administratif, melainkan bentuk kepastian hukum bagi mereka yang lolos seleksi. “Dengan pengangkatan ini, hak dan kewajiban para PPPK kini terjamin oleh regulasi. Mereka resmi menjadi bagian dari birokrasi yang akan menggerakkan roda pelayanan publik di Gresik,” jelasnya.

Seremoni penyerahan SK di halaman Kantor Bupati ini bukan hanya acara formalitas. Kegiatan itu menjadi simbol perubahan status sosial ribuan keluarga. Dari honorer yang sering dilupakan, menjadi aparatur negara yang diakui. Dari ketidakpastian menuju kepastian hukum dan penghidupan.

Hal ini diungkapkan juga oleh Atik Nurhayati, tenaga honorer Setda yang menerima SK PPPK. Atik menyandang status tenaga honorer sejak 2012. Setelah penantian selama 13 tahun ia menerima  SK PPPK bagai mimpi yang menjadi kenyataan.

“Alhamdulillah hari ini salah satu mimpi menjadi kenyataan. Terima kasih Pak Bupati, Pak Wabup, Pak Sekda dan seluruh jajaran di BKPSDM Kabupaten Gresik. Kami siap mengabdi dan memberikan yang terbaik,” ujarnya. (yad)

Wabup Gresik Asluchul Alif Serahkan 562 SK PPPK Selengkapnya

Raperda P-APBD Gresik 2025 Disahkan, Pendapatan Daerah Naik menjadi Rp 3,86 Triliun

GRESIK,1minute.id – DPRD Gresik menggelar rapat paripurna agenda Penyampaian Laporan Badan Anggaran (Banggar) serta Pengambilan Keputusan terhadap Ranperda P-APBD 2025 pada Jumat, 29 Agustus 2025. Rapat paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir dan dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Penyampaian Laporan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gresik dibacakan oleh juru Bicara Banggar Faqih Usman. Ia menyampaikan bahwa seluruh tahapan pembahasan telah dilalui, mulai dari penyampaian Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan hingga pembahasan mendetail di tingkat komisi. Hasilnya, disepakati perubahan postur APBD 2025.

“Pendapatan daerah naik dari Rp 3,84 triliun menjadi Rp 3,86 triliun, atau bertambah Rp 15,4 miliar. Sedangkan belanja daerah naik dari Rp 3,84 triliun menjadi Rp 3,94 triliun, atau naik Rp 102,3 miliar. Dengan demikian, terjadi defisit sebesar Rp 86,8 miliar,” papar Faqih.

Untuk menutup defisit anggaran tersebut, lanjutnya, digunakan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA)  2024 sebesar Rp 89 miliar ditambah penerimaan pinjaman Rp 15 miliar, dengan pengeluaran pembiayaan Rp 22 miliar. Sehingga jumlah pembiayaan neto tetap berimbang dan SiLPA menjadi nol.

Faqih juga menyampaikan sejumlah rekomendasi Banggar, antara lain, perlunya evaluasi ketat terhadap pendapatan daerah dari pajak dan retribusi agar mencapai target, serta optimalisasi belanja agar lebih tepat, cepat, efektif, dan efisien. Selain itu, pemerintah daerah diminta memperhatikan ketepatan waktu pelaksanaan kegiatan.

Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, menegaskan bahwa tambahan anggaran dalam P-APBD 2025 akan diarahkan untuk kebutuhan prioritas. “Di antaranya perbaikan sekolah rusak, peningkatan puskesmas menjadi standar rawat inap, serta menopang layanan kesehatan seperti UHC (Universal Health Coverage), obat-obatan, dan program kesehatan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, mengapresiasi kinerja DPRD dalam pembahasan perubahan APBD ini. Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar melaksanakan program secara efektif dan produktif mengingat waktu pelaksanaan yang terbatas.

“Ranperda Perubahan APBD 2025 ini segera kami sampaikan kepada Gubernur Jawa Timur untuk dilakukan evaluasi. Dengan begitu, bisa dipastikan kesesuaiannya dengan aturan yang berlaku baik dari aspek teknis, materiil, maupun legalitas,” kata Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. Ia berharap Perubahan APBD 2025 menjadi instrumen fiskal yang aspiratif, adaptif, dan responsif untuk kemajuan Kabupaten Gresik. (yad)

Raperda P-APBD Gresik 2025 Disahkan, Pendapatan Daerah Naik menjadi Rp 3,86 Triliun Selengkapnya

Program Jumat Kreasi UPT SMP Negeri 2 Gresik Bekerjasama dengan TNI Berikan Pelatihan Kedisiplinan Berbaris Siswa

GRESIK,1minute.id – Dua anggota TNI mendatangi UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik pada Jumat, 29 Agustus 2025. Mereka adalah Serka Herry, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Tlogopojok dan Serda Okta, Babinsa Kelurahan Lumpur, Kecamatan/Kabupaten Gresik. 

Sekitar pukul 06.30 WIB, dua anggota TNI itu sudah tiba di sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik itu. Kedatangan dua anggota Komando Distrik Militer (Kodim) 0817/Gresik di sekolah yang memiliki tagline “Sekolah Juara, Cerdas Berkarakter Berakhlaq dan Peduli Lingkungan” ini bertujuan untuk memberikan pelatihan baris berbaris kepada para siswa.

Pelatihan Kedisiplinan Berbaris siswa di UPT SMP Negeri 2 Gresik bekerjasama dengan Kelurahan Kebungson dan Babinsa ini bagian dari Program Jumat Kreasi.

Peserta pelatihan adalah siswa kelas VII. “Untuk kelas delapan dan sembilan sudah pernah di latih ketarunaan oleh tim Kesiswaan SMK Mambaul Ulum Gresik,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim pada Jumat, 29 Agustus 2025.

Salim mengharapkan Program Kedisiplinan Berbaris ini bisa membentuk siswa disiplin , dan tanggungjawab. Selain itu, pelatihan kedisiplinan bisa membentuk kerja sama tim ; konsentrasi dan Fokus ; Kemandirian dan Percaya Diri dan kedisiplinan Waktu serta pengembangan karakter. “Semoga semuanya terlaksana sesuai harapan anak Spenda mampu mengaplikasikan di kehidupan nyata,” ujarnya. (yad)

Program Jumat Kreasi UPT SMP Negeri 2 Gresik Bekerjasama dengan TNI Berikan Pelatihan Kedisiplinan Berbaris Siswa Selengkapnya

Polres Gresik Gelar Kegiatan Kontra Radikalisasi, Eks Napiter Bagikan Kisah Kelam di Irak

GRESIK,1minute.id – Polres Grssik berkolaborasi dengan Tim Sub Satuan Tugas Banops Humas Polri menggelar kegiatan kontra Radikalisasi di Ruang Rupatama SAR Sarja Arya Racana Polres Gresik pada  Kamis, 28 Agustus 2025.

Kegiatan yang mengusung tema “Terorisme Musuh Kita” ini menghadirkan Wildan, eks narapidana terorisme asal Pasuruan, Jawa Timur. Wildan, pernah terjerumus dalam lingkaran kelompok radikal hingga ke Mosul, Irak. Di sana ia menjadi sniper sekaligus perakit bom sebuah jalan yang ia sebut sebagai “jalan kematian yang di poles dengan janji surga.”

Kegiatan kontraradikal ini, dihadiri antara lain, Kabag Penum Divhumas Mabes Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago, Waka Polres Gresik Kompol Danu Anindhito Kuncoro, serta perwakilan tokoh agama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhamadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) hingga pengasuh pondok pesantren di Gresik.

Dalam sambutannya, Kompol Danu Anindhito menekankan pentingnya kewaspadaan sejak dini. “Radikalisme adalah ancaman nyata yang dapat merusak Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Kita harus memanfaatkan teknologi informasi untuk deteksi dini,” tegasnya. Ia pun mengajak masyarakat bijak menggunakan media sosial.

Sementara itu, Kombes Pol Erdi A. Chaniago menambahkan bahwa kaum muda merupakan sasaran empuk kelompok radikal. “Tujuan kami hadir di sini adalah untuk memberi peringatan. Aksi radikal sangat berbahaya bagi ketertiban masyarakat. Generasi muda, terutama santri, harus berhati-hati dalam menggunakan media sosial,” katanya,  sembari menekankan betapa dunia digital kini menjadi medan baru penyebaran paham teror.

Wildan. Ia membuka kembali bab kelam hidupnya. Sejak 2010, ia terjerumus dalam lingkaran kelompok radikal. Tahun 2013, perjalanannya bahkan membawanya jauh hingga ke Mosul, Irak. Di sana ia menjadi sniper sekaligus perakit bom sebuah jalan yang ia sebut sebagai “jalan kematian yang dipoles dengan janji surga.”

Namun pada 2014, ia memilih pulang. “Saya sadar, apa yang saya jalani bukanlah perjuangan, melainkan jalan yang menjerumuskan. Ekstremisme justru banyak menyasar anak muda dengan kondisi rapuh: broken home, haus pengakuan, atau salah dalam memilih pergaulan,” ungkapnya.

Wildan, tampil di sesi terakhir. Pada kesempatan itu, eks narapidana terorisme (nspiter) menceritakan perjalanan hidup hingga bergabung dengan kelompok radikal hingga menjadi barista, menulis buku, dan sering menjadi dosen tamu. Ia menceritakan tanda-tanda awal radikalisasi sering kali sederhana, antara lain, perubahan sikap, menjauh dari keluarga dan lingkungan, hingga munculnya anggapan bahwa semua orang yang berbeda adalah musuh. “Saat itu terjadi, segeralah waspada. Itu awal jebakan,” pesannya.

Kini, Wildan menjalani kehidupan berbeda. Ia bekerja sebagai barista, menulis buku, dan sering menjadi dosen tamu. Di berbagai forum, ia membagikan pengalamannya agar generasi muda tidak mengulang kesalahannya. “Data UNDP 2019 jelas menunjukkan, radikalisme banyak berakar dari keluarga bermasalah, pemahaman agama yang keliru, dan faktor sosial-ekonomi,” katanya, sembari menegaskan pentingnya peran orang tua dan lingkungan dalam mencegah radikalisasi.

Hal ini diperkuat oleh pernyataan Kombespol Erdi A. Chaniago. “Hati-hati dengan akun-akun palsu. Jangan mudah percaya, apalagi menyebarkan konten tanpa tahu asal-usulnya. Bijaklah dalam bermedsos,” tegasnya di hadapan para peserta yang didominasi kaum muda.

Kegiatan kontra radikal di Polres Gresik ini meninggalkan pesan, Bahwa melawan radikalisme bukan tugas aparat semata, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

Kisah Wildan menjadi bukti nyata: siapa pun bisa terjerumus, tetapi siapa pun juga bisa bangkit dan memberi peringatan bagi yang lain. “Kelompok teroris hanya menunggu waktu yang tepat untuk bangkit. Karena itu, kewaspadaan kita bersama adalah kunci,” pungkasnya. (yad)

Polres Gresik Gelar Kegiatan Kontra Radikalisasi, Eks Napiter Bagikan Kisah Kelam di Irak Selengkapnya

Kejari Gresik Gelar Pasar Murah, 3 Ribu Paket Ludes Kurun Waktu 5 Jam

GRESIK,1minute.id – Kejaksaan Negeri Gresik menggelar pasar murah di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Gresik pada Kamis, 28 Agustus 2025. Lebih dari 6 ton beras ludes terjual dalam waktu tidak lebih dari 5 jam.

Selain beras, pasar murah yang dibuka oleh Yanuar Utomo, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik itu juga menjual 

minyak goreng, tepung, telur dan paket mie instan. Semua kebutuhan pokok itu dijual dengan harga kompetitif. Warga pun menyerbu kegiatan sosial untuk merayakan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia itu. Harla Korp Adhyaksa itu diperingati setiap 22 Juli. 

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Yanuar Utomo mengatakan, pasar murah ini dalam rangka memperingati Hari Lahir Kejaksaan RI. Sekaligus mendukung program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan. “Ada 3000 paket sembako yang kami siapkan. Harga jualnya kami pastikan lebih murah. Beras 5 kg dijual Rp 50 ribu. Tapi setiap orang dibatasi hanya dua sak,” kata Yanuar Utomo pada Kamis, 28 Agustus 2025.

Disebutkan, pasar murah ini bekerjasama dengan pihak-pihak terkait, seperti Bulog dan Wilmar. Kegiatan ini ingin untuk memudahkan masyarakat mendapatkan sembako dengan harga yang relatif murah.

“Pasar murah ini kami laksanakan sehari seja. Tapi kalau nanti stoknya masih ada, kemungkinan besok kami lanjutkan lagi,” imbuh mantan Kajari Kepulauan  Yanuar Utomo berharap, pasar murah ini dapat membantu masyarakat mendapatkan sembako murah. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bsgaimana respon masyarakat? Supriadi warga Bunder Asri, Kecamatan Kebomas mengaku senang atas pasar murah ini. Harga sangat murah dan jauh dari harga pasaran. Terutama harga beras 5 kilogram hanya Rp 50 ribu,  dipasaran harga bisa mencapai 65 ribu. “Alhamdulillah hari ini saya bisa dapat beras, minyak, gula dan telur sera mie isntan untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya dengan wajah sumringah. (yad)

Kejari Gresik Gelar Pasar Murah, 3 Ribu Paket Ludes Kurun Waktu 5 Jam Selengkapnya

Pemerintah Desa Laban, Menganti Gelar Polling PBB, Warga Antusias Bayar Pajak

Begini Antusiasme masyarakat di program Polling PBB di Pendapa Balai Desa Laban mensukseskan Program Pemkab Gresik Berikan Stumulan Diskon PBB P2 hingga 80 Persen

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Desa Laban, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik menggelar Polling PBB pada Rabu, 27 Agustus 2025. Antusiasme masyarakat pun luar biasa. Pasal, ada diskon 80 persen bagi masyarakat serta tanpa denda bagi masyarakat yang menunggak pajak bumi dan bangunan (PBB).

Saking antusiasnya masyarakat mengikuti Polling PBB ini berlangsung selama 10 jam. Mulai pukul 09.00 WIB dan berakhir pukul 19.30 WIB. Keluarga Darsono, misalnya. Ia baru ngeh menunggak pembayaran PBB selama 15 tahun. Ia seharusnya membayar PBB sebesar Rp 1,23 juta lebih. Karena ada program diskon 80 persen, ia “hanya” membayar Rp 260 ribu.

“Saya mbayar mburine nambahi titik tok. Alhamdulillah. Terima kasih pak Bupati. Semoga tahun depan ada diskon lagi,” katanya ditemui di Balai Desa Laban, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik pada Rabu, 27 Agustus 2025.

Polling PBB merupakan kegiatan pendataan sekaligus verifikasi yang dilakukan oleh perangkat desa atau kelurahan. Tujuannya ialah mengetahui kondisi terkini pembayaran PBB oleh masyarakat, yang meliputi siapa saja yang sudah melunasi, siapa yang belum lunas, serta perubahan data objek pajak, seperti rumah tinggal, atau bangunan.

ANTUSIASME WARGA: Petugas dari BPPKAD dan Pemdes Laban, Kecamatan Menganti dalam Polling PBB atau jemput bola bayar PBB dengan diskon 80 persen di Balai Desa Laban, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik pada Rabu, 27 Agustus 2025 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Menurut Penjabat Kepala Desa (Kades) Laban Hadi Purwanto, tujuan dilaksanakannya polling Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) adalah untuk meningkatkan pelayanan pembayaran PBB. Petugas mendatangi langsung wajib pajak, mempermudah proses pembayaran, mengoptimalkan perolehan pendapatan daerah, dan meningkatkan kesadaran serta kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak.

“”Kami inisiatif melakukan jemput bola karena ada program dari pak Bupati (Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Red) diskon Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) hingga 80 persen,” kata Penjabat  Kepala Desa (Kades) Laban Hadi Purwanto pada Rabu, 27 Agustus 2025.

Dengan adanya polling PBB, imbuhnya, wajib pajak dapat lebih terbantu untuk melakukan pembayaran PBB karena lokasinya lebih mudah di akses. Bila sebelumnya, warga harus datang ke kantor Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik di Kompleks Kantor Bupati Gresik. “Polling PBB dengan jemput bola ini, masyarakat bisa membayar langsung di kantor desa,” ungkap Hadi yang juga Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Kecamatan Menganti itu.

Ia berharap kegiatan ini dapat terlaksana secara optimal dalam peningkatan Pendapatan Daerah. “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan perolehan pendapatan dari sektor PBB, yang berguna dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat dan pembiayaan pembangunan daerah,” ujarnya. 

Pelayanan yang mudah dan informatif diharapkan dapat meningkatkan antusiasme warga untuk membayar PBB, sekaligus memberikan pemahaman yang baik tentang pentingnya pajak untuk pembangunan di daerah.

Masyarakat mengucapkan sangat berterima kasih kepada Gus Yani, sapaan akrab, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atas program pemberian diskon 80% untuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Seperti diketahui, pada Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, Pemkab Gresik memberikan stimulan berupa diskon Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) hingga 80 persen.

Selain, PBB P2 diskon yang sama, sampai 80 persen untuk Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Program diskon pajak ini berlaku sebulan, mulai 17 Agustus sampai 17 September 2025. (yad)

Pemerintah Desa Laban, Menganti Gelar Polling PBB, Warga Antusias Bayar Pajak Selengkapnya