Strategi Mitigasi Logistik Pulau Bawean : Menuju Kemandirian yang Tangguh 

Oleh : Ali Yusa*

TANTANGAN logistik di Pulau Bawean, yang terpisah sekitar 80 mil dari daratan Jawa, seringkali menjadi hambatan serius bagi kehidupan masyarakat dan perekonomian pulau ini. Ketergantungan tinggi pada transportasi laut membuat rantai pasokan sangat rentan terhadap kondisi cuaca ekstrem, terutama gelombang tinggi yang sering terjadi di Laut Jawa. 

Untuk membangun ketahanan, diperlukan strategi mitigasi yang komprehensif dan inovatif, tidak hanya mengandalkan solusi konvensional. Pulau-pulau kecil terpencil seperti Bawean memerlukan pendekatan logistik yang fleksibel dan berbasis risiko untuk mengatasi keterbatasan geografis dan cuaca dan ini harus segera menjadi peta jalan bagi Pembangunan di Kepulauan Bawean dan Gresik.

Salah satu kunci utama adalah fleksibilitas waktu berangkat kapal. Alih-alih jadwal tetap yang kaku, pemerintah dan operator kapal perlu mengadopsi sistem jadwal dinamis yang responsif terhadap prakiraan cuaca real-time. Kapal penumpang dan barang utama bisa menunda keberangkatan beberapa jam atau bahkan sehari jika prakiraan menunjukkan gelombang berbahaya di rute, daripada memaksakan diri dan menghadapi risiko tinggi atau pembatalan total. 

Penelitian Notteboom dan Rodrigue (2022) menekankan bahwa fleksibilitas operasional seperti ini adalah pilar utama ketahanan rantai pasokan maritim di era ketidakpastian iklim, mengurangi biaya akibat gangguan dan kerusakan kargo.

Selanjutnya, optimasi kecepatan kapal menjadi aspek krusial. Selama kondisi laut normal, kapal dapat beroperasi pada kecepatan ekonomis (slow steaming) untuk menghemat bahan bakar dan mengurangi emisi, sebagaimana dibahas dalam studi Psaraftis dan Kontovas (2023) tentang efisiensi operasional pelayaran.

Namun, ketika menghadapi potensi gelombang tinggi yang tidak terlalu ekstrem namun masih berisiko, kapal memiliki opsi untuk sementara meningkatkan kecepatan pada segmen perjalanan tertentu untuk “melewati” area bermasalah lebih cepat, atau sebaliknya, mengurangi kecepatan secara signifikan untuk meningkatkan stabilitas dan keselamatan jika kondisi memburuk secara tiba-tiba. 

Fleksibilitas kecepatan ini memberi nakhoda ruang gerak vital untuk menyesuaikan diri. Pemanfaatan rute alur kapal yang fleksibel dalam Surat Perijinan Berlayar (SPB) juga merupakan langkah strategis. SPB saat ini seringkali menetapkan satu rute tetap. Strategi mitigasi mendorong penerbitan SPB yang mencantumkan beberapa rute alternatif yang telah dipetakan dan dianggap aman untuk berbagai kondisi cuaca. 

Jika rute utama terkena dampak ombak tinggi di sektor tertentu, nakhoda dapat beralih ke rute alternatif yang lebih terlindung (misalnya, lebih dekat ke pesisir utara atau selatan pulau, atau memanfaatkan celah antar pulau kecil jika memungkinkan) tanpa harus menunggu persetujuan ulang yang memakan waktu.

Konsep rute alternatif berbasis risiko ini telah terbukti efektif dalam meningkatkan ketahanan pelayaran, seperti ditunjukkan oleh Christiansen et al. (2023) dalam analisis sistem transportasi maritim regional.

Untuk kondisi ombak sangat tinggi di mana kapal-kapal utama tidak dapat beroperasi sama sekali, peran kapal perintis dan Kapal Motor Penyeberangan Rakyat (Pelra) menjadi sangat vital. Kapal-kapal berukuran lebih kecil ini umumnya memiliki draft lebih dangkal dan desain yang lebih lincah, memungkinkannya untuk tetap beroperasi di laut yang agak bergelombang atau menavigasi rute alternatif yang lebih terlindung yang tidak bisa dilalui kapal besar. 

Pemerintah perlu memastikan ketersediaan dan kesiapsiagaan armada perintis dan Pelra khusus untuk misi darurat logistik saat cuaca buruk, mengangkut kebutuhan pokok dengan prioritas tinggi. Brooks dan Frost (2021) menyoroti pentingnya layanan feeder (seperti perintis dan Pelra) sebagai jaring pengaman logistik untuk komunitas pulau terpencil, terutama saat layanan utama terganggu.

Di samping itu, kemandirian pangan dan pemenuhan kebutuhan pokok di Pulau Bawean sendiri adalah fondasi mitigasi jangka panjang. Mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar berarti mengurangi tekanan pada rantai logistik saat terjadi gangguan. 

Strategi ini mencakup pengembangan pertanian berkelanjutan (tanaman pangan, hortikultura, perikanan budidaya) yang adaptif dengan iklim lokal, penyediaan sarana penyimpanan (cold storage, gudang kering) yang memadai, serta penguatan sistem distribusi internal di pulau. 

Laporan FAO (2022) tentang ketahanan pangan di pulau-pulau kecil menekankan bahwa diversifikasi produksi pangan lokal dan infrastruktur pascapanen adalah kunci untuk mengurangi kerentanan terhadap gangguan eksternal dan fluktuasi harga.

Integrasi semua elemen ini – jadwal fleksibel, kecepatan adaptif, rute SPB berganda, pemanfaatan optimal kapal kecil untuk darurat, dan peningkatan kemandirian lokal – harus dikelola dalam sistem terkoordinasi. 

Diperlukan pusat komando logistik pulau yang memantau cuaca, koordinasi antar operator kapal (Pelni, Perintis, Pelra), Pemerintah Daerah, TNI AL, serta pelaku usaha lokal. Sistem ini memastikan informasi mengalir cepat, keputusan diambil tepat waktu, dan sumber daya (termasuk kapal darurat dan stok pokok) dapat digerakkan secara efisien saat ancaman gangguan muncul. Koordinasi yang kuat antarpemangku kepentingan adalah jantung dari strategi mitigasi yang efektif.

Dengan mengimplementasikan strategi mitigasi yang holistik ini, Pulau Bawean dapat secara bertahap mengurangi kerentanan rantai logistiknya. Fleksibilitas operasional pelayaran, didukung oleh teknologi dan regulasi yang adaptif, menjadi perisai langsung terhadap dampak cuaca buruk. 

Sementara itu, pengembangan kemandirian pangan dan kebutuhan pokok membangun fondasi ketahanan dari dalam. Upaya ini membutuhkan komitmen jangka panjang, investasi, dan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator transportasi, pelaku usaha, dan masyarakat Bawean itu sendiri. Hanya melalui sinergi inilah Bawean dapat mencapai ketahanan logistik yang sejati, memastikan keberlanjutan kehidupan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat pulau, menjadikannya contoh ketangguhan bagi pulau-pulau terpencil lainnya di Indonesia. (*)

Catatan :

Mahasiswa Doktoral FPIK UB ; Ketua Living Lab. Maritim & Wakil Ketua PII Gresik

Strategi Mitigasi Logistik Pulau Bawean : Menuju Kemandirian yang Tangguh  Selengkapnya

Kades Slempit Suyitno: Jalan Sehat Jadi Puncak Perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia Wadah Mempererat Tali Silaturahmi, Semangat Kebersamaan 

GRESIK,1minute.id – Perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia yang diinisiasi oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik telah berakhir. Keguyupan dan semangat kebersamaan warga dalam menyemarakan hari kemerdekaan masih terasa hingga saat ini.

Kebersamaan dan gotong royong menjadi modal utama bagi pemdes yang dipimpin oleh Suyitno dalam menjalankan program pembangunan Pemerintah Desa setempat. Kepala Desa Slempit Suyitno mengatakan, Perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia berlangsung sukses, meriah dan kondusif. Dalam perayaan hari kemerdekaan itu, pemerintah desa menggelar banyak kegiatan, antara lain, tasyakuran malam 17 Agustus ; ada perlombaan Agustusan untuk anak-anak: bola voli antar Rukun Warga putra dan putri ; wayang kulit hingga jalan sehat sebagai puncak atau Gebyar HUT Ke-80 Republik Indonesia. 

Antusiasme warga begitu besar dalam mengikuti semua kegiatan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia itu. “Bentuk syukur atas kemerdekaan,” kata Suyitno pada Kamis, 11 September 2025.

Ia mencontohkan kegiatan jalan sehat sebagai puncak perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia. Seluruh warga tumplek-blek mengikuti kegiatan yang digelar pada Ahad, 31 Agustus 2025. Sejak pagi, warga Desa Slempit berduyun-duyun menuju balai desa setempat. Tempat strat dan finish. Mulai dari anak- anak, pemuda, emak-emak, hingga orang tua. Laki-laki dan perempuan mengikuti jalan sehat kemerdekaan yang berlangsung mulai pukul 07.00 WIB sampai siang tersebut.

MERIAH : Peserta memakai busana ala putri raja menjadikan jalan sehat yang diinisiasi oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik semakin meriah (Foto : Istimewa)

Masyarakat antusiasme mengikuti jalan sehat selain ada banyak door prize. Juga tertarik karena menarik. Sebab, peserta  juga berdandan rapi dengan mengenakan  busana adat nusantara. Busan kebaya Jawa, hingga busana adat Sumatera hingga yang berpenampilan bagai permaisuri. Ada juga memakai kostum pahlawan revolusi. Jalan Sehat bagai sebuah karnaval. Antusiasme dan keguyupan warga membuat suasana perayaan terasa meriah. 

Kepala Desa (Kades) Slempit Suyitno, mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga masyarakat dan para peserta yang telah hadir dan yang telah mengikuti kegiatan jalan sehat ini. Bahkan, warga di kompleks Perumahan Grand Kedamean Regency (GKR) dan Perumahan Diomond ikut menyemarakan kegiatan jalan sehat itu. Pemdes Slempit pun memberikan apresiasi kepada warga perumahan yang antusias menyemarakan hari kemerdekaan Indonesia itu.

“Alhamdulillah dengan adanya kegiatan jalan sehat ini, Warga masyarakat desa Slempit dan para peserta jalan sehat sangat antusias sekali bahwa kegiatan jalan sehat pada tahun ini terasa lebih meriah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, dengan dihadiri langsung oleh, ribuan para peserta yang turut mengikuti kegiatan jalan sehat ini, Untuk memeriahkan, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke–80 Tahun,” kata Suyitno.

Ia melanjutkan, kegiatan jalan sehat ini bukan hanya sekedar acara olahraga saja tetapi juga wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat kebersamaan di antara warga masyarakat Desa Slempit ini. (yad)

Kades Slempit Suyitno: Jalan Sehat Jadi Puncak Perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia Wadah Mempererat Tali Silaturahmi, Semangat Kebersamaan  Selengkapnya

Fikri, Siswa Spemdalas Gresik Melaju Semifinal OSN Matematika 2025, Koordinator Program: Semoga Ukir Prestasi Tertinggi 

GRESIK,1minute.id – Muhammad Fikri Rahmansyah, siswa SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik lolos semifinal Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025 bidang Matematika. Kini, siswa kelas IX ini sedang berjuang keras menjadi yang terbaik dalam kompetisi nasional yang diikuti ribuan anak-anak berotak encer yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dan Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) ini. 

Keberhasilan Fikri, jawara OSN Kabupaten Gresik dan menduduki posisi empat besar Jawa Timur ini bagai sebuah oase di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. Koordinator Bina Prestasi Bidang Akademik SMP Muhammadiyah 12 Gresik Eka Ayu Pradisca, menuturkan perjalanan Fikri menuju OSN Nasional tidak mudah. Ia lebih dulu meraih peringkat pertama di tingkat Kabupaten Gresik, kemudian melanjutkan kiprahnya dengan menempati posisi keempat di tingkat Provinsi Jawa Timur. Hasil gemilang itu mengantarkannya masuk ke tahap semifinal tingkat nasional yang berlangsung secara daring pada Rabu,10 September 2025.

“Pihak sekolah melalui program Bina Prestasi memberikan pendampingan intensif, baik dengan pembimbing internal maupun eksternal, agar Fikri lebih siap menghadapi seleksi berikutnya,” kata Koordinator Bina Prestasi Bidang Akademik SMP Muhammadiyah 12 Gresik Eka Ayu Pradisca.

Dengan bekal latihan intensif, dukungan keluarga, dan motivasi kuat, langkah Fikri di OSN Matematika 2025 menjadi inspirasi bagi teman-teman sebayanya. Kehadiran Fikri di babak semifinal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Spemdalas dan masyarakat Gresik. “Semoga perjuangan ini berlanjut hingga final dan mengukir prestasi tertinggi di tingkat nasional,” harap Eka.

Semangat belajar Fikri yang konsisten sejak kecil serta dukungan penuh dari orang tuanya menjadi kunci keberhasilan hingga kini. Bagi Fikri, matematika adalah ilmu yang lebih menekankan pada pemahaman logika ketimbang hafalan. “Kalau memahami konsep dasarnya, maka variasi soal apapun bisa diselesaikan,” ujarnya. Ia berharap bisa melaju ke babak final sekaligus menambah pengalaman berharga. 

Ke depan, Fikri bercita-cita menjadi guru matematika atau pembimbing OSN agar bisa menularkan ilmunya kepada generasi berikutnya. Untuk diketahui, Olimpiade Sains Nasional merupakan kompetisi akademik prestisius yang diikuti ribuan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui seleksi berjenjang dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional, OSN menjadi wadah bagi siswa-siswa terbaik untuk menunjukkan kemampuan di bidang sains dan matematika. (yad)

Berikut Prestasi Muhammad Fikri Rahmansyah

Sekolah : SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik

Bidang: Matematika

Prestasi: Juara 1 Kabupaten Gresik ; Juara 4 Provinsi Jawa Timur (data Spemdalas Gresik)

Fikri, Siswa Spemdalas Gresik Melaju Semifinal OSN Matematika 2025, Koordinator Program: Semoga Ukir Prestasi Tertinggi  Selengkapnya

Fonomena Blood Moon, Lembaga Falakiyah PCNU Gresik Ajak Salat Gerhana Bulan Total 

GRESIK,1minute.id – Langit Indonesia termasuk Gresik terasa cerah. Bulan yang terlihat lebih besar dan berwarna oranye bersinar terang badal Maghrib pada Ahad, 7 September 2025. 

Ya, ada fonomena Gerhana Bulan Total pada Ahad malam, 7 September hingga Senin dini hari, 8 September 2025. Mengutip instagram @lfnu_gresik Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gresik akan melakukan observasi dan Salah Gerhana Bulan Total di Masjid Jamik Ainul Yaqin, Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik mulai pukul 23.00 WIB.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menginformasikan masyarakat dapat menyaksikan Gerhana Bulan Total atau Blood Moon dengan mara telajang atau tanpa bantuan teleskop. Fonomena Gerhana Bulan Total terjadi ketika posisi Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, sehingga bayangan Bumi menutupi Bulan sepenuhnya. 

Berdasarkan hasil observasi FLNU Gresik awal gerhana mulai 23.26 WIB ; Awal Total pukul 00.30 WIB ; Tengah Gerhana pukul 01.11 WIB ; Akhir Gerhana pukul 01.52 WIB. Lama Gerhana 03.29 WIB. Berdasarkan data hisab gerhana LFNU Gresik itu, rangkaian gerhana akan berlangsung lebih dari 5 jam. (yad)

Fonomena Blood Moon, Lembaga Falakiyah PCNU Gresik Ajak Salat Gerhana Bulan Total  Selengkapnya

Iptu Suharto, Kapolsek Gresik Kota Patroli Berkuda Warga & Jemaah Salat Jumat Senang Berswafoto 

GRESIK,1minute.id – Suasana Gresik kondusif. Aparat tetap melakukan patroli. Tapi, patroli yang dilakukan oleh aparat kepolisian sektor (Polsek) Gresik Kota berbeda.  Polisi patroli tidak mengendarai motor seperti biasanya, tapi menunggang kuda.

Patroli menunggang kuda itu dilakukan oleh Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Gresik Kota Iptu Suharto dilakukan menjelang Salat Jumat pada 5 September 2025. Patroli itu menjadi perhatian masyarakat. Bahkan, anak-anak dan orang dewasa pun senang. Mereka pun bisa berswafoto bersama perwira dua balok di pundak yang murah senyum itu. 

Patroli dimulai dari Mapolsek Gresik Kota berada di Kawasan Bandar Grissee, Kawasan Heritage berada di Jalan Basuki Rahmat, Gresik. Kantor Polsek Gresik Kota ini menempati eks Markas Polisi Resor (Mapolres) Gresik. Suharto yang pernah bertugas di divisi profesi dan pengamanan atau Propam Polres Gresik dari Jalan Basuki Rahmat – Jalan Raden Santri – Jalan Pahlawan lalu Jalan Panglima Sudirmsn. 

Kemudian balik melewati Jalan KH Wachid Hasyim, Alun-alun Gresik. Beberapa jemaah mulai memasuki masjid Jamik untuk menunaikan Salat Jumat. Suharto yang masih duduk  di atas pelana kuda melakukan patroli di depan gedung DPRD Gresik yang pagar tertutup. Beberapa orang jemaah Salat Jumat yang melihat ada patroli berkuda itu menyempatkan untuk berswafoto dengan lelaki yang memiliki hobi memelihara kuda dan kambing itu.

“Patroli Kota. Alhamdulillah aman dan kondusif,” kata Iptu Suharto. Ia melanjutkan patroli ini rutin dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dan menciptakan suasana yang hangat dan penuh keakraban. Pada lihur Maulid Nabi Muhammad SAW, suasana lalu lintas di Kota Gresik lengang. 

Kapolsek Gresik Kota Iptu Suharto berbeda dengan lainnya. Bagi Iptu Suharto memelihara kuda bukan sekedar hobi. Sejumlah kolega Suharto menceritakan pada hari tertentu kuda piaraan itu disewakan untuk angkutan atau dokar atau andong bagi para peziarah di wisata religi Sunan Giri. Selain memelihara kuda, Suharto juga jago mengembala kambing. “Ketika Idul Adha atau Idul Kurban, pak Harto ketika libur menyempatkan jualan kambing kurban itu,” ujar seorang kolega Suharto. (yad)

Iptu Suharto, Kapolsek Gresik Kota Patroli Berkuda Warga & Jemaah Salat Jumat Senang Berswafoto  Selengkapnya

Bupati Gresik bersama Jemaah dan Warga Doa Bersama untuk Gresik Aman, Indonesia Damai di Masjid Jamik Gresik 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama jemaah masjid dan warga Kota Santri melakukan doa bersama untuk Keselamatan Bangsa di Masjid Jamik Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Alun-alun Gresik pada Rabu, 3 September 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani tampak hadir ditengah-tengah tokoh agama (toga) tokoh masyarakat (tomas) serta pimpinan partai politik. Doa bersama ini bertujuan mendoakan Gresik agar selalu damai, rukun, dan kondusif.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, dalam sambutannya, mengajak semua pihak untuk terus menjaga persaudaraan dan kondusivitas Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. “Alhamdulillah di Gresik, Forkopimda kompak. Mudah-mudahan kita bisa terus menjaga keamanan, agar masyarakat tetap tenang berkegiatan. Atas nama pemerintah, Saya berterima kasih kepada semua yang mau menahan diri, melihat kepentingan yang lebih besar, yakni Gresik yang aman dan damai,” kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Dalam kesempatan itu juga, Gus Yani, sapaan akrab,  Fandi Akhmad Yani juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian ricuh di sejumlah daerah pekan lalu. “Kita berdoa bersama untuk para korban. Semoga Allah mengampuni dan melindungi negeri ini. Gresik aman, Indonesia aman,” tambah magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu.

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gresik KH Mulyadi menyebut acara ini sebagai momen menyamakan rasa. “Alhamdulillah sore ini kita buktikan bahwa Gresik damai. NU merasa ikut bertanggung jawab, karena masyarakat Gresik adalah bagian dari kita semua,” ujar Kiai Mulyadi. 

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik Muhammad Thoha Mahsun mengapresiasi munculnya ajakan untuk menjaga ketenteraman dan kesejahteraan bersama. Sementara itu, KH Abdul Mu’is, pengurus LDII Gresik menambahkan rasa syukur atas suasana aman yang memungkinkan masyarakat beraktivitas tanpa gangguan. “Kerukunan dan kekompakan adalah simbol bahwa kita bisa menghadapi apa pun,” katanya.

Sementara, KH Zakaria Al Ansori, salah satu tokoh masyarakat, mengingatkan bahwa perbedaan suku dan pandangan jangan menjadi alasan perpecahan.

“Semoga doa yang kita panjatkan hari ini membawa kebaikan, menjadikan Indonesia sebagai negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafūr,” tuturnya.  Doa bersama dihelat badal Salat Ashar ini dilanjutkan dengan Salat Maghrib berjamaah ini berlangsung khidmat (yad)

Bupati Gresik bersama Jemaah dan Warga Doa Bersama untuk Gresik Aman, Indonesia Damai di Masjid Jamik Gresik  Selengkapnya

PAC Sesalkan Proses Penjaringan Calon Ketua DPC PDI-Perjuangan Gresik Tidak Sesuai  Mekanisme Partai

GRESIK,1minute.id – Tahapan Konferensi Cabang (Konfercab) Dewan Pengurus Cabang PDI-P Gresik periode 2025-2030 masih bergulir. Saat ini, memasuki tahapan penjaringan calon ketua DPC PDI-Perjuangan Gresik di lapisan grassroot.

Sayangnya, proses penjaringan calon ketua partai banteng moncong putih di tingkat pengurus anak cabang (PAC) itu ditengarai menyalahi petunjuk dan pelaksanaan (juklak) DPP PDI-P.  Dalam juklak itu, rapat penjaringan calon ketua DPC di PAC harus dipimpin oleh pengurus PAC. 

“Pengurus DPC PDI-P tidak diperbolehkan cawe-cawe.Pengurus (DPC PDI-P) hanya sebagai peninjau,” kata seorang sumber 1minute.id pada Selasa, 2 September 2025.

Intervensi oknum pengurus DPC terjadi di sejumlah rapat penjaringan yang dilakukan oleh PAC. Bahkan, ada pengurus DPC yang memimpin rapat penjaringan calon ketua DPC PDI-Perjuangan. Cawe-cawe oknum pengurus DPC ini menjadikan sejumlah pengurus PAC prihatin.

Berdasarkan Peraturan Partai nomor 1 tahun 2025 tentang Pedoman Pelaksanaan Konferensi Daerah, Konferensi Cabang, Konferensi Perwakilan Luar Negeri, Musyawarah Anak Cabang, Musyawarah Ranting dan Musyawarah Anak Ranting Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, mekanisme penjaringan calon ketua DPC harus terbebas dari intervensi.

Bendahara PAC PDI-Perjuangan Panceng Idham Cholid dikonfirmasi  membenarkan ada dugaan intervensi dalam proses penjaringan calon ketua DPC PDI-PDI-Perjuangan Gresik periode 2025-2030. “Iya benar,” kata Idham dan diamini Achmad Zilham, Sekretaris PAC PDI-P Gresik pada Selasa, 2 September 2025. 

Ia menjlentrehkan, dalam penjaringan calon ketua DPC PDI-Perjuangan Gresik periode 2025-2030, pengurus DPC PDI-Perjuangan hanya sebagai peninjau. “Rapat penjaringan harus dipimpin oleh pengurus PAC,” kata Idham yang juga pengacara itu . Akan tetapi, proses penjaringan calon ketua DPC PDI-Perjuangan periode 5 tahun ke depan ada oknum pengurus DPC PDI-Perjuangan ikut cawe-cawe memimpin rapat. “Ini kan tidak sesuai mekanisme peraturan partai hasil kongres di Bali,” tegas Idham yang juga pengacara itu. 

Untuk diketahui Konferensi Cabang (Konfercab) DPC PDI-Perjuangan Gresik direncanakan pada Oktober 2025. Sedangkan, proses penjaringan nama calon ketua DPC PDI-P ditingkat PAC dilakukan mulai 26-31 Agustus 2025. Dalam penjaringan di PAC mengusulkan tiga nama pengurus DPC dan dua nama pengurus DPD PDI-Perjuangan Jawa Timur. (yad)

PAC Sesalkan Proses Penjaringan Calon Ketua DPC PDI-Perjuangan Gresik Tidak Sesuai  Mekanisme Partai Selengkapnya

Kapolres Gresik Ajak Warga Jaga Kamtibmas Gresik Bersama, Optimalkan Potensi Positif Lingkungan 

GRESIK,1minute.id – Kapala Kepolisian Resor (Kapolres) Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Minimal menjadi polisi untuk diri sendiri dan keluarga.

Sebab, menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama. Dalam imbauannya, AKBP Rovan menekankan pentingnya langkah preventif guna mencegah potensi gangguan kamtibmas. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu yang beredar di media sosial tanpa kejelasan sumber.

“Mari kita bijak dalam menyikapi informasi yang beredar. Jangan mudah terprovokasi kabar yang belum tentu benar, karena bisa memicu gangguan keamanan,” tegas alumnus Akpol 2006 itu didampingi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gresik, yaitu Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadli Subur Karamaha pada Senin, 1 September 2025.

Peran keluarga sebagai garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang aman. Ia meminta kepada orang tua lebih memperhatikan anak-anak mereka, khususnya agar tidak berkeliaran di malam hari tanpa tujuan jelas. “Kami mengimbau para orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai keluyuran malam hari yang justru berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas,” ujarnya.

Selain pengawasan keluarga, AKBP Rovan mendorong warga mengoptimalkan potensi positif di sekitar lingkungan. Masjid, menurutnya, bisa menjadi pusat kegiatan yang bermanfaat sekaligus sarana pencegahan perilaku menyimpang, terutama bagi remaja. “Kita bisa mengoptimalkan masjid untuk kegiatan positif, sekaligus mengingatkan anak-anak agar tidak keluyuran di malam hari,” tambahnya.

Kapolres optimistis bahwa dengan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat, Gresik akan tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan nyaman untuk ditinggali. “Mari kita jaga bersama Kabupaten Gresik yang kita cintai ini. Keamanan adalah tanggung jawab kita semua. Peran keluarga dan masyarakat sangat penting,” pungkas perwira dua melati di pundak itu. (yad)

Kapolres Gresik Ajak Warga Jaga Kamtibmas Gresik Bersama, Optimalkan Potensi Positif Lingkungan  Selengkapnya

Pemdes Lengkong, Cerme Gelar Gebyar Perayaan HUT Kemerdekaan, Pagi Jalan Sehat, Malam Fesyen Show

GRESIK,1minute.id – Perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia masih terasa di sejumlah desa di Kabupaten Gresik. Di antaranya, Desa Lengkong, Kecamatan Cerme.  Pemerintah Desa (Pemdes) Lengkong menggelar berbagai kegiatan untuk menyemarakkan hari kemerdekaan bahkan sebelum 17 Agustus. Pemdes Lengkong menggandeng Generasi (Gen) Z yang tergabung dalam Karang Taruna Surya Muda sebagai pelaksana kegiatan. Setiap akhir pekan ada kegiatan perlombaan 17 Agustusan. Ada kepruk bantal, kelereng, layang-layang hingga olahraga bola voli.

“Pemdes hanya support anggaran, adik-adik Karang Taruna yang melaksanakan kegiatannya,” ujar Kepala Desa Lengkong Roikhan usai mengikuti Senam dan Jalan Sehat pada Ahad, 31 Agustus 2025.

Di penghujung bulan Agustus 2025, masyarakat mendapatkan hiburan mulai pagi hingga malam hari. Ahad pagi, 31 Agustus 2025 Pemdes Lengkong melaksanakan Senam bareng dan Jalan Sehat. Ribuan warga tumplek-blek. Mulai anak-anak, dewasa hingga orang tua. Kaum adam dan emak-emak ikut merayakan hari kemerdekaan itu. Mereka senang dan gembira. Roikhan, Kepala Desa Lengkong pun berbaur bersama warga. 

MERIAH : Warga Desa Lengkong, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik mengikuti Jalan Sehat di puncak HUT ke-80 Republik Indonesia yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Lengkong bersama Karang Taruna pada Ahad, 31 Agustus 2025 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Jalan sehat dengan start dan finish di depan Balai Desa yang mengelilingi perkampungan ini. Disampaikan Roikhan, warganya sangat antusias karena panitia menyediakan ratusan buah door prize, hasil gotong royong warga yang dikoordinir karang taruna setempat. Hadiah utamanya sepeda listrik, juga ada kulkas, dispenser, rice cooker, kipas angin, serta beberapa paket sembako berupa minyak dan beras.

Kegiatan Senam dan Jalan sehat ini juga untuk membuat guyub rukun antarwarga dan perangkat desa. “Malam ini, Badal Isya Gebyar HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujarnya. Gebyar Hari Kemerdekaan ini akan diselenggarakan peragaan busana. “Kegiatan nanti malam sebagai puncak HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia,” tegasnya.

Desa Lengkong, salah satu desa di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Jumlah penduduk di desa yang hanya memiliki satu dusun sekitar 1.250 jiwa. Mata pencaharian masyarakat dewasa, mayoritas sebagai petani dan sebagian kecil petambak. Sedangkan, emak-emak selain sebagai ibu rumah juga menekuni kerajinan tenun. “Lebih separuh ibu-ibu disini menekuni kerajinan tenun,” terang Roikhan. Kerajinan menenun sarung adalah profesi turun temurun. (yad)

Pemdes Lengkong, Cerme Gelar Gebyar Perayaan HUT Kemerdekaan, Pagi Jalan Sehat, Malam Fesyen Show Selengkapnya

Meriah, Karangrejo Carnival 2025, Ajang Edukasi Budaya Lokal & Nusantara

GRESIK,1minute.id – Karangrejo Carnival 2025 menjadi puncak perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia digelar di Desa Karangrejo, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Karnaval budaya tingkat desa sangat meriah.  Peserta menjadikan ajang kali pertama ini menunjukkan kreativitas dalam memperkenalkan keanekaragaman budaya kepada masyarakat.

Tema mereka yang beraneka ragam. Mulai dari Roro Jonggrang yang lengkap dengan replika candi dengan diiringi peserta menggunakan pakaian layaknya kerajaan lengkap dengan mahkota.

Ada juga mengusung tema Giri Kedaton, Spirit Of Borneo, Gatot Kaca, Pacu Jalur, Burung Cendrawasih, Kambing Awassi, Kuda Putih Pangeran Diponegoro, Pakaian Adat Sumatera, Harimau Pajajaran.Bahkan, ada juga peserta yang mengangkat tiga tema sekaligus. Yakni Rumah adat Minang, Rumah adat Papua dan Rumah Adat Jawa. Semuanya menggunakan pakaian sesuai dengan tema masing-masing.

“Kami sangat mengapresiasi, karnaval tahun ini lebih meriah dan bervariatif. Banyak tema adat dan budaya yang diangkat,” kata Camat Ujungpangkah Shofwan Hadi saat membuka kegiatan pada Sabtu 30 Agustus 2025.

Shofwan Hadi menyebut, tema peserta karnaval ini tidak hanya memberikan edukasi kepada masyarakat. Juga bentuk pendidikan kepada generasi penerus, khususnya anak-anak. Mereka bisa belajar dan tahu bahwa di Indonesia bermacam-macam budaya.

“Karnaval budaya ini sangat mengedukasi, anak-anak bisa tahu mana pakaian adat Jawa, Papua, Sumatera dan budaya daerah lainnya. Kami berharap kedepan lebih meriah dan bervariatif lagi,” pungkasnya.

Pihaknya mengapresiasi, masyarakat setempat bersama TNI-Polri bersama-sama turut serta menjaga kondusifitas wilayah. Sehingga, kegiatan yang berlangsung hari ini berjalan sesuai yang diharapkan, aman dan Kondusif. 

Pj Desa Karangrejo, Kecamatan Ujungpangkah Nur Ali mengatakan, karnaval budaya ini diikuti oleh 11 peserta. Semuanya mengangkat tema yang berbeda-beda. Mulai adat Jawa hingga Papua. “Tujuannya bukan sekadar karnaval, tapi lebih memperkenalkan keanekaragaman budaya kepada masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus,” katanya.

Pihaknya berharap, kedepan generasi penerus akan lebih cinta tanah air. Terus melestarikan budaya serta saling mengormati antarsesama. Ia juga berterimakasih atas dukungan semua pihak. Mulai dari masyarakatnya, RT, RW dan pemuda karang taruna. “Terimakasih semuanya sudah ikut serta mensukseskan karnaval budaya ini. Semoga tahun depan semakin kompak dan lebih meriah,” pungkas Nur Ali. (yad)

Meriah, Karangrejo Carnival 2025, Ajang Edukasi Budaya Lokal & Nusantara Selengkapnya