Kejari Gresik Dalami Dugaan Korupsi Anggaran Pilkada Rp 64 Miliar di KPU Gresik  

GRESIK,1minute.id – Pengembalian dana hibah sebesar Rp 7,8 miliar dari total anggaran Pilkada Gresik 2024 sebesar Rp 64 miliar menjadi pintu masuk Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik untuk menyelisik dugaan korupsi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik. 

Sebab, Pengembalian sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) dilakukan tatkal korp Adhyaksa berkantor di Jalan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu melakukan penggumpulan bahan keterangan atau bisa disebut Pulbaket memanggil Ketua KPU, bendahara, dan sejumlah anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK).

“Dengan demikian, Kejaksaan telah berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp7 miliar,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Nana Riana dalam konferensi pers di kantor Kejaksaan Negeri pada Rabu, 16 Juli 2025.

Nana yang didampingi oleh Kepala Seksi Pidana khusus (Pidsus) Gresik Alifin Nurahmana Wanda dan Kasi Barang Bukti Kejaksaan Negeri Gresik melanjutkan, pengembalian uang tidak bisa menghapus pidana. Kejaksaan Negeri akan terus menyelisik perkara dugaan korupsi di institusi penyelenggara coblosan itu. “Kami akan terus melakukan pendalaman. Saat ini, masih tahap pulbaket,” tegas Nana Riana. 

Sumber 1minute.id menyebutkan sisa lebih anggaran sebesar Rp 7,8 juta itu awalnya tidak dilaporkan dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) 2024. Sisa lebih baru dikembalikan setelah Kejaksaan melakukan pulbaket. 

Pada Pilkada 2024, KPU Gresik mendapatkan alokasi hibah anggaran dari Pemkab Gresik sebesar Rp 64 miliar (bukan Rp 67 miliar yang diberikan sebelumnya). Anggaran tersebut dicairkan tiga termin. Meski, anggaran cukup besar, tapi, partisipasi pemilih di pesta demokrasi itu tergolong minim. 

Data KPU Gresik, tingkat partisipasi pemilih dalam pemilihan Gubernur Jatim sebesar 66,90 persen dan pemilihan bupati lebih sedikit lagi yakni 66,85 persen. Ada tengara minimnya partisipasi pemilih itu dikarenakan komisi kurang all out dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat. 

Terpisah, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Gresik Nanang Setiawan membenarkan KPU Gresik telah mengembalikan anggaran Pilkada Gresik sebesar Rp 7,8 miliar. “Pengembalian langsung ke rekening kas Umum Daerah,” kata Nanang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Kamis, 17 Juli 2025. Komisi Pemilihan Umum, imbuhnya, mengembalikan sisa anggaran pada 30 April 2025. (yad)

Kejari Gresik Dalami Dugaan Korupsi Anggaran Pilkada Rp 64 Miliar di KPU Gresik   Selengkapnya

Petrokimia Gresik Berbagi Berkah, Bagikan Paket Sembako Senilai Rp 1,25 Miliar

 GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia kembali menggelontorkan ribuan paket sembako kepada masyarakat. Paket sembako yang dibagikan untuk merayakan HUT ke-53 Petrokimia Gresik sebanyak 12.500 paket senilai Rp 1,25 miliar alias setiap paket senilai Rp 100 ribu.

Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Direktur Manajemen Risiko Petrokimia Gresik Johanes Barus melalui Lurah dan Kepala Desa sekitar perusahaan di Kantor Kelurahan Kroman, Kecamatan/Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Selasa, 15 Juli 2025.

Johanes menyampaikan bahwa, bantuan ini menjadi bentuk terima kasih perusahaan atas dukungan yang diberikan masyarakat selama lebih dari setengah abad ini. Berkat dukungan ini, Petrokimia Gresik mampu menjalankan amanah menyalurkan pupuk bersubsidi ke seluruh tanah air dalam rangka mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Petrokimia Gresik berkomitmen untuk maju dan sejahtera bersama masyarakat, dimana semakin maju perusahaan semakin besar pula kontribusi yang akan diberikan untuk masyarakat. Ini warisan nilai yang diberikan oleh founding father dari waktu ke waktu,” ujar Johanes.

Belasan ribu paket sembako tersebut dibagikan untuk masyarakat di delapan desa/kelurahan sekitar perusahaan. Antara lain, Kelurahan Kroman (sebanyak 1.388 paket), Karangpoh (1.019 paket), Karangturi (1.449 paket), Ngipik (582 paket), Sukorame (1.887 paket), Lumpur (2.025 paket), Tlogopojok (2.200 paket), dan Desa Roomo (1.950 paket).

Setiap paket sembako berisi beras 5 kilogram dan minyak goreng 1 liter dengan nilai Rp100.000 setiap paketnya. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang ada di sekitar perusahaan, mengingat saat ini setiap keluarga memiliki kebutuhan tambahan, dimana putra dan putrinya naik kelas maupun masuk sekolah.

“Nilainya memang tidak bisa memenuhi semua kebutuhan masyarakat, tapi kami berharap masyarakat melihat bantuan ini dari niat baik dan ketulusan perusahaan yang senantiasa hadir di tengah masyarakat,” tandas Johanes.

Ia berharap masyarakat terus memberikan dukungan terhadap Petrokimia Gresik sehingga dapat berkontribusi lebih besar lagi bagi masyarakat maupun bagi kemajuan pertanian Indonesia. Tanpa dukungan masyarakat, Petrokimia Gresik akan susah untuk terus tumbuh. “Terima kasih kami sampaikan kepada masyarakat. Kami berharap hubungan harmonis selama ini bisa terus ditingkatkan, demi kebaikan bersama,” ujar Johanes.

Rokayah, seorang penerima paket sembako menyampaikan terima kasih atas kepedulian Petrokimia Gresik terhadap masyarakat sekitar perusahaan. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. “Kami berharap Petrokimia Gresik semakin maju. Kami yakin, semakin maju Petrokimia Gresik kontribusi untuk masyarakat semakin besar pula. Itu yang kami rasakan selama ini,” ujar warga Kelurahan Kroman itu. (yad)

Petrokimia Gresik Berbagi Berkah, Bagikan Paket Sembako Senilai Rp 1,25 Miliar Selengkapnya

Kejari Gresik Naik Status Dugaan Korupsi Dana Hibah Jatim untuk Pembangunan Asrama Santri ke Penyidikan

GRESIK,1minute.id – Dugaan korupsi dana hibah pembangunan asrama pondok pesantren di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik memasuki babak baru. Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik meningkatkan pengusutan dari penyelidikan ke penyidikan.  Namun, kejaksaan belum menetapkan para tersangka karena menunggu hasil audit kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur. 

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Nana Riana mengungkapkan, dugaan korupsi dana hibah pembangunan asrama santri di pondok pesantren (Ponpes) di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik itu berasal anggaran Pemprov Jatim pada 2019. Saat itu, pengurus pondok mengajukan proposal pembangunan asrama santri sebesar Rp 400 juta. 

“Setelah anggaran cair, dana hibah digunakan oknum pengurus membeli aset tanah untuk pribadi,” terang Kajari Nana Riana dalam konferensi pers di kantor Kejaksaan Negeri di Jalan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Rabu, 16 Juli 2025.

Kajari Nana Riana didampingi oleh Kasi Pidsus Alifin Nurahmana Wanda, Kasi Barang Bukti, dan Kasdim 0817/Gresik Mayor Inf Siari. Nana melanjutkan, laporan pertanggungjawaban (LPJ) dilaporkan pembangunan telah selesai 100 persen. “Jadi pembangunan asrama itu fiktif,” tegasnya. Ia mengatakan, asrama santri yang telah ada itu dibangun sebelumnya. 

Dalam perkara ini, penyidikan seksi pidana khusus (Pidsus) Kejari Gresik telah memeriksa puluhan saksi. Mulai pengurus Yayasan Ponpes, Pemprov Jatim, Kepala Desa, Santri dan tiga orang konsultan. “Saat ini, kami menunggu hasil audit kerugian negaranya. Setelah diketahui kerugian negaranya akan ditetapkan para tersangkanya,” katanya. (yad)

Kejari Gresik Naik Status Dugaan Korupsi Dana Hibah Jatim untuk Pembangunan Asrama Santri ke Penyidikan Selengkapnya

14 Tahun Gresik Movie Berkarya, Gelar Layar Berkembang di Kampung Heritage, Kemasan 

GRESIK,1minute.id – Gresik Movie menggelar pameran Layar Berkembang di Loteng Galeri, Sualoka.Hub, Kampung Kemasan, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik. Pameran berlangsung selama sebulan, 14 Juli sampai 14 Agustus 2025.

Kegiatan untuk merayakan 14 tahun, komunitas film, Gresik Movie ini berbeda dengan pameran yang ada selama ini. Menurut Ananda Shandy, salah satu pendiri Gresik Movie, Layar Berkembang, sebuah upaya untuk menelusuri kembali perjalanan kolektif Gresik Movie dari perkampungan, alat terbatas, dan layar seadanya. 

“Layar Berkembang bukan sekadar menghadirkan dokumentasi masa lalu. Ia menawarkan pengalaman membaca arsip sebagai sesuatu yang aktif, dalam menghidupkan ingatan, membuka ruang tafsir, dan menumbuhkan rasa memiliki,” kata Ananda Shandy dalam siaran pers yang diterima 1minute.id pada Selasa, 15 Juli 2025.

Ia melanjutkan, pameran ini tak hanya terbatas pada kebendaan, namun juga peristiwa, keterhubungan, proses berkarya, membangun jejaring dan membentuk ekosistem kultural. Di dalamnya terdapat poster film, foto-foto produksi, kumpulan skenario, kaos komunitas, catatan rapat, serta atribut-atribut lain yang pernah mengisi ruang kolektif. “Semuanya merekam semangat yang sama, yakni bagaimana film dipilih sebagai cara untuk mencintai kota ini,” katanya. 

Kurator dalam pameran ini adalah Raja Iqbal Islamy. “Ini juga menunjukkan bahwa kerja komunitas tak pernah selesai. Terus berlangsung, berpindah bentuk, dan menyesuaikan diri dengan ruang yang tersedia. Dari satu layar ke layar yang lain, dari satu pemutaran ke diskusi warga, Gresik Movie telah menyadari bahwa komunitas lebih dari sekadar pembuat film,” imbuhnya.

Dalam arsip Gresik Movie sejak dibentuk hingga sekarang, ditemukan setidaknya 150 kolaborator, 120 kegiatan terselenggara, 117 liputan media cetak maupun daring, jurnal, 48 Film yang diproduksi, didukung, maupun berkolaborasi, kemudian 135 video dokumentasi, 80 iklan layanan masyarakat.

Selama satu bulan penuh, pengunjung pameran Layar Berkembang tidak hanya diajak melihat, tapi juga terlibat. Akan ada beragam program yang membuka kemungkinan temu dan pertukaran gagasan, di antaranya adalah Workshop kuratorial, Pemutaran film di rooftop Sualoka, Lokakarya Memasak Ide Cerita, Tur dan talkshow bersama kurator, Pertunjukan monolog, Diskusi buku dan Layar tancap bersama warga Kampung Kemasan.

Semua program dirancang untuk mengajak publik, terutama warga Gresik, terlibat aktif dalam mengimajinasikan masa depan sebuah kota sebagai ruang tumbuh melalui arsip, film, dan komunitas. (yad)

14 Tahun Gresik Movie Berkarya, Gelar Layar Berkembang di Kampung Heritage, Kemasan  Selengkapnya

53 Tahun Petrokimia Gresik Rise Forward : Bertumbuh, Berinovasi untuk Pertanian dan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia

 GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia genap berusia 53  itu terus bertumbuh dengan komitmen mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kinerja unggul dan inovasi berkelanjutan.

Demikian disampaikan Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob dalam acara “Tasyakuran HUT Ke-53 Petrokimia Gresik” di Gresik, Jawa Timur pada Kamis, 10 Juli 2025. 

Daconi menjelaskan bahwa, pertumbuhan maupun kinerja unggul Petrokimia Gresik dapat dilihat dari tingkat kesehatan perusahaan yang memperoleh skor AAA dengan predikat Sangat Sehat. Berikutnya, realisasi Key Performance Indicator yang berhasil dicapai sebesar 101,1%. “Kinerja unggul ini diraih Petrokimia Gresik dari sisi produksi, efisiensi, inovasi, maupun kontribusi terhadap keberlanjutan. Tentu capaian ini tidak lepas dari inovasi insan Petrokimia Gresik yang mampu memberikan nilai tambah, serta dukungan dari Pupuk Indonesia selaku holding,” ujar Daconi.

Komitmen terus tumbuh juga dapat dilihat dari capaian perusahaan hingga paruh waktu tahun 2025. Dimana kinerja Semester I/2025, Petrokimia Gresik mampu melampaui target produksi sebesar 3,77 juta ton atau 118 persen dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) sebesar 3,18 juta ton. “Tentu semangat ini harus kita tingkatkan untuk dapat terus melampaui target RKAP di akhir tahun 2025 mendatang. Selaras dengan tema HUT Rise Forward, sebagai simbol semangat bertumbuh, bertransformasi, dan memimpin,” kata Daconi.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, untuk mencapai target-target perusahaan, Petrokimia Gresik berkomitmen untuk terus berinovasi melalui penguatan teknologi, digitalisasi proses bisnis, serta pengembangan produk bernilai tambah tinggi. Dengan demikian, kontribusi Petrokimia Gresik dalam mendukung swasembada pangan nasional yang dicita-citakan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Asta Cita bisa semakin besar lagi.

Petrokimia Gresik juga berkomitmen pada inovasi ramah lingkungan. Adapun teknologi ramah lingkungan yang dijalankan Petrokimia Gresik, diantaranya, pengembangan blue ammonia, green ammonia, efisiensi energi, serta dekarbonisasi yang saat ini menjadi instrumen penting dalam operasional bisnis perusahaan.

“Momentum ulang tahun ke-53 ini sekaligus menjadi refleksi, bahwa Petrokimia Gresik tidak sedang memulai dari nol, tetapi melanjutkan tongkat estafet dari perjuangan panjang para pendahulu kita. Petrokimia Gresik harus terus bertumbuh dengan semangat untuk mencapai prestasi-prestasi baru yang lebih tinggi,” jelasnya.

Terakhir, Daconi mengungkapkan bahwa capaian maupun prestasi perusahaan selama ini tidak bisa lepas dari dukungan masyarakat. Untuk itu ia berharap support tersebut bisa terus diberikan masyarakat untuk kinerja perusahaan semakin baik lagi. “Kemajuan perusahaan harus selaras dengan kebermanfaatannya bagi masyarakat. Semangat ini merupakan warisan dari para founding fathers kepada Insan Petrokimia Gresik dari generasi ke generasi hingga di usia lebih dari setengah abad ini,” tutup Daconi. (yad)

53 Tahun Petrokimia Gresik Rise Forward : Bertumbuh, Berinovasi untuk Pertanian dan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia Selengkapnya

PGN Saka Indonesia Pangkah Ltd Gandeng HNSI Gresik Sosialisasi Rencana Drilling 

GRESIK,1minute.id – PGN Saka Indonesia Pangkah Ltd  untuk kali kedua menggandeng DPC HNSI Kabupaten Gresik menggelar Silaturahmi dan Sosialisasi Kegiatan Drilling SID-05 & UPA-17 di kantor DPC HNSI Gresik di Jalan Tanjungrejo, Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah pada Jumat, 11 Juli 2025.

Kegiatan sebagai upaya memastikan kelancaran dan keamanan penempatan platform drilling itu diikuti pengurus DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gresik, 35 Ketua Rukun Nelayan dari 7 kecamatan di Gresik, serta akademisi dari Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya. Serta, Community Development and Community Relation (CDCR) PGN Saka Indonesia Pangkah Limited.

Supervisor CDCR PGN Saka Subali dalam paparannya menyampaikan, tujuan acara sosialisasi ini sebagai media koordinasi , kerjasama, dan komunikasi antara nelayan dengan perusahaan PGN Saka Pangkah Indonesia Limited untuk memastikan keamanan dan kelancaran penempatan RIG di sumur/platform D di perairan Utara Ujungpangkah pada akhir Juli 2025 nanti.  “Acara ini sekaligus untuk ngalab berkah dari dulur-dulur nelayan Gresik dan anak anak yatim dari Desa Pangkah Wetan,” kata Subali. 

Sementara itu, Wakil Dekan 1 Unitomo Surabaya Mohammad Tajuddin Noor, lebih fokus program peningkatan sumber daya manusia (SDM) bagi nelayan. Bahkan, kata Tajuddin, Unitomo Surabaya akan memberikan beasiswa atau kuliah gratis bagi para nelayan yang berkeinginan kuliah. “Kuliah gratis bagi nelayan untuk menangkis stigma negatif kualitas pendidikan nelayan yang dianggap rendah dibandingkan dengan profesi lain,” katanya. 

Ia melanjutkan Fakultas Pertanian, Program Studi Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan untuk menciptakan nelayan modern yang berbasis teknologi dan IT. “Sehingga mampu mengimplementasikan teknologi penangkapan dan pemanfaatan sumber daya perikanan sejajar dengan negara negara maju,” kata magister yang memiliki keahlian teknologi penangkapan ikan ini.

Ketua DPC HNSI Gresik Samaun dalam sambutannya menyampaikan, apresiasi kepada manajemen PGN Saka Indonesia Pangkah Limited telah memberikan kepercayaan kepada HNSI Gresik. “Terimakasih atas kepercayaan dan kerjasama yang terjalin antara PGN Saka dengan HNSI selama ini, hingga terlaksana kegiatan sosialisasi ini,” kata Samaun.

“Saya berharap kegiatan penempatan RIG di platform/sumur Sidayu -05 maupun sumur Pangkah-17 untuk melibatkan nelayan,” imbuh Samaun. Pada kesempatan itu, Samaun juga memberikan apresiasi kehadiran civitas akademika Unitomo Surabaya untuk melakukan sosialisasi kuliah gratis bagi keluarga nelayan di Fakultas Pertanian, Program Studi Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan. (yad)

PGN Saka Indonesia Pangkah Ltd Gandeng HNSI Gresik Sosialisasi Rencana Drilling  Selengkapnya

Kali Pertama di Jawa Timur, Menteri PPMI Launching Desa Migran EMAS di Gresik

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kini memiliki Desa Migran EMAS (Edukatif, Maju, Aman, dan Sejahtera). Desa Migran EMAS ini, kali pertama di Jawa Timur. 
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) merangkap sebagai Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Abdul Kadir Karding yang meresmikan Desa Migran EMAS itu di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik pada Jumat, 11 Juli 2025.

Desa Migran EMAS, sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem migrasi aman dan berkelanjutan. Desa Migran EMAS yang diluncurkan di antaranya, Desa Campurejo dan Desa Dalegan, Kecamatan Panceng ; Desa Ngemboh, dan Desa Cangakan, Kecamatan Ujungpangkah dan  Desa Mentaras, Kecamatan Dukun. Serta, di Pulau Bawean.

Desa Migran EMAS tersebut diproyeksikan menjadi model pengelolaan migrasi pekerja secara aman, legal, dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi desa.

Menteri PPMI Abdul Kadir Karding mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik yang mempunyai langkah-langkah maju soal pekerja migran. Salah satunya akan membentuk Migran Center sebagai upaya untuk melengkapi calon pekerja migran dengan skill, soft skill, serta bahasa sebelum berangkat ke luar negeri.

“Kita tidak membatasi masyarakat yang akan bekerja di luar negeri, tidak. Tetapi pemerintah daerah berusaha membekali peningkatan kapasitas SDM dengan skill yang bagus, agar pekerja migran punya talenta dan skill saat bekerja di luar negeri,” harapnya.

Dikatakan, Kementerian PPMI merupakan kementerian baru di era Presiden Prabowo Subianto, ditugaskan dalam dua mandat pokok. Pertama, mengurangi atau menghilangkan tindakan kekerasan, eksploitasi, pelanggaran hak asasi, maupun tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Kedua, tugas kementerian ini adalah menempatkan orang-orang Indonesia yang bekerja di luar negeri secara prosedural dengan skill yang baik.

“Berdasarkan data kementerian, semua pekerja migran yang mengalami tindak kekerasan atau eksploitasi, antara 95–97 persen terjadi karena berangkat secara nonprosedural atau ilegal. Baik lewat calo, lewat sindikat, itu rawan mengalami masalah. Karena mereka tidak mengantongi syarat-syarat tertentu atau hanya bermodal paspor dan visa turis,” ungkapnya.

Selain itu, Karding menegaskan pentingnya regulasi dan komitmen dari seluruh pihak, termasuk perangkat desa dan pemerintah kabupaten, dalam memastikan tata kelola migrasi yang sesuai prosedur. Ia mengimbau kepala desa untuk mengontrol warganya yang bekerja sebagai migran secara prosedural dan dibekali dengan sertifikasi, BPJS Kesehatan, serta kontrak kerja yang jelas yang sudah diatur hak dan kewajiban pemberi kerja.

“Peluang kerja di luar negeri sejak 1 Januari hingga 9 Juli 2025 tercatat 381.066 lowongan kerja. Total penyerapan sebanyak 28.648 atau sebesar 7,52 persen, sehingga sisa lowongan yang tersedia berjumlah 352.418,” urai Karding. 

Desa Migran EMAS menjadi bentuk komitmen Kementerian PPMI untuk menciptakan ekosistem perlindungan PMI dan keluarganya. Mulai dari desa sebagai pintu pertama masuknya informasi dan sindikasi TPPO, penipuan peluang kerja, serta keberangkatan ilegal PMI. Menurut dia, lulusan SMA dan SMK menjadi penyumbang pengangguran tertinggi di Indonesia. “Lulusan SMK/SMA di Indonesia, dari data BPS sejak Februari 2025, menyumbang 50,4 persen atau 3,66 juta orang dari 7,28 juta pengangguran,” terangnya.

Ia menambahkan, bekerja di luar negeri tidak hanya soal penghasilan tinggi seperti profesi perawat di Jepang yang bisa menghasilkan Rp 15 juta hingga 25 juta per bulan, tetapi juga soal peningkatan kapasitas SDM. Pekerja migran yang kembali ke tanah air membawa pengalaman, keterampilan, dan budaya kerja yang positif.

“Dengan adanya Migran Center, diharapkan PMI yang pulang bukan hanya membawa uang, tetapi juga budaya hidup sehat, bersih, disiplin. Selain itu, PMI juga sudah mempunyai keterampilan yang bisa ditularkan ke lingkungan sekitar,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi peluncuran Desa Migran EMAS oleh Kementerian PPMI. Menurutnya, Desa Migran EMAS ini bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap daerah, khususnya dalam hal perlindungan dan pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Perlindungan PMI menjadi salah satu prioritas Nawa Karsa kami. Kabupaten Gresik akan terus mendorong isu kunci ini dengan berbagai inovasi yang mendekatkan keberpihakan kepada PMI, bahkan anak-anak PMI yang saat ini belum terjamah sistem perlindungan,” ujar Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani. 

Mantan Ketua DPRD Gresik itu mengatakan, Gresik bukan menjadi satu-satunya kantong PMI di Jawa Timur. Tetapi Gresik punya data PMI yang ada di wilayah utara, kemudian dua kecamatan di Bawean yang rata-rata menjadi pekerja migran.

Dijelaskan, dominasi negara tujuan, 76 persen PMI Gresik terdaftar memilih Malaysia sebagai negara tujuan utama, diikuti Hong Kong dan Taiwan. Terdapat 3.024 PMI asal Gresik yang tercatat secara resmi. Dengan sebaran terbesar berasal dari Kecamatan Dukun 26 persen, Kecamatan Panceng 18 persen, Kecamatan Ujungpangkah 14 persen, dan Bawean 12 persen.

“Angka ini mencerminkan konsentrasi migrasi pada wilayah-wilayah pesisir dan agraris yang memiliki tekanan ekonomi tinggi. Banyak PMI yang berangkat tidak melalui administrasi yang benar. Ada dua akar masalah kenapa masyarakat berangkat sebagai pekerja migran, yaitu faktor ekonomi dan pendidikan,” katanya. 

Pemkab Gresik, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memperkuat regulasi, edukasi, dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung tata kelola migrasi yang aman, bermartabat, dan berkelanjutan. Salah satunya melalui peluncuran Desa Migran EMAS.

“Selain itu, Pemkab Gresik nanti akan membentuk Migran Center sebagai langkah literasi mendorong kemampuan SDM. Untuk memastikan pekerja yang akan berangkat mempunyai skill di dukung dengan bahasa dan mental yang bagus,” tandasnya. (yad)

Kali Pertama di Jawa Timur, Menteri PPMI Launching Desa Migran EMAS di Gresik Selengkapnya

Kepala Kantor Pertanahan Gresik Miliki Nakhoda baru, Ini Harapan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif 

GRESIK,1minute.id – Kantor Pertanahan Gresik memiliki nakhoda baru. Ia bernama Rafif Setiawan, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kantor Pertanahan Blora, Jawa Tengah. 

Rafif menggantikan posisi Kamaruddin yang telah menduduki kursi Kepala Pertanahan Gresik selama 2 tahun, 23 hari. Pisah sambut Kepala Kantor Pertanahan Gresik yang dihadiri Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif dilakukan pada Selasa, 8 Juli 2025. Seremonial yang mengusung tema “Melangkah Bersama, Meninggalkan Jejak, Menyambut Harapan,” acara ini berlangsung khidmat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyampaikan apresiasi atas kinerja Kepala Kantor Pertanahan sebelumnya atas kerja sama dengan Pemkab Gresik. “Terima kasih kepada Bapak Kamaruddin atas kontribus kepada Kabupaten Gresik dan dedikasinya selama ini. Kabupaten Gresik menjadi kantor ke-4 di Pulau Jawa dan ke-12 secara nasional yang melaksanakan peralihan layanan pertanahan ke sistem elektronik” ujar dokter Alif, sapaan akrab Asluchul Alif. 

Selain itu, Wabup Alif mengucapkan selamat datang dan menitipkan pesan kepada Rafif Setiawan sebagai Kepala Kantor Pertanahan Gresik. 

“Saya titip kepada Kantor Pertanahan Gresik agar terus menghadirkan pelayanan yang tidak mempersulit, terlebih bagi masyarakat kurang mampu. Semoga kita Pemerintah Daerah dapat terus melanjutkan kolaborasi dan kerja sama, dan semoga dapat melahirkan hasil yang gemilang bagi masyarakat  Gresik khususnya di bidang sertifikasi lahan,” harapnya. 

Sementara itu, Kamaruddin dalam ucapan perpisahannya menyampaikan terima kasih atas kerjasama dengan Pemkab Gresik selama ini. “Menjadi bagian dari Kabupaten Gresik adalah sebuah kebanggaan. Terima kasih atas kerja sama, dukungan, dan kepercayaan yang telah diberikan selama ini. Saya mohon maaf apabila selama masa pengabdian saya terdapat kekurangan atau kekeliruan. Semoga silaturahmi dan hubungan baik ini tetap terjaga,” ucap Kamaruddin.

Kamaruddin menjabat sebagai Kepala Kantor Pertanahan Gresik selama 2 tahun 23 hari. Selama masa kepemimpinannya, berbagai terobosan strategis dan capaian signifikan berhasil diwujudkan, salah satunya menjadikan BPN Gresik sebagai salah satu kantor percontohan nasional dalam transformasi layanan pertanahan.

Salah satu prestasi menonjol adalah keberhasilan Kantah Gresik dalam implementasi tujuh layanan prioritas Kementerian ATR/BPN, yang meliputi sertifikasi tanah masyarakat, digitalisasi layanan, hingga penyelesaian konflik agraria.

Ditempat sama, Kepala Kantor Pertanahan Gresik baru, Rarif Setiawan menyampaikan tekad untuk melanjutkan program yang telah dijalankan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik sebelumnya.

“Dengan penuh rasa hormat, saya mohon izin untuk bergabung dan mengabdi di Kabupaten Gresik. Saya berkomitmen untuk meneruskan capaian-capaian yang telah dirintis oleh Bapak Kamaruddin, serta berupaya menghadirkan inovasi dan pelayanan pertanahan yang semakin baik bagi masyarakat,” ujar mantan Kepala Kantor Pertanahan Blora. (yad)

Kepala Kantor Pertanahan Gresik Miliki Nakhoda baru, Ini Harapan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif  Selengkapnya

UINSA Surabaya Gembleng Peningkatan Kompetensi Guru di UPT SMP Negeri 2 Gresik, Deep Learning 

GRESIK,1minute.id – Tahun Ajaran baru akan dimulai pekan depan, tepatnya mulai 14 Juli 2025 nanti. Namun, tenaga pendidik (tendik) di UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik sudah sibuk mempersiapkan diri untuk menyambut siswa baru dan siswa kelas VIII & IX. 

Seperti apa kesibukan 30 guru di sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik itu. Kepala UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik Mohammad Salim mengatakan, selain pelayanan sistem penerimaan murid baru (SPMB), selama libur sekolah guru-guru justru banyak kegiatan di antaranya, pelatihan dan ujian Google Workpace level 2, persiapan visitasi penilaian SRA, dan worshop Deep Learning.

Pada Selasa, 8 Juli 2025 seluruh guru menjalani workshop Pembelajaran Mendalam alias Deep Learning. Pembelajaran mendalam untuk meningkatkan kompetensi guru ini bekerja sama dengan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (FTK UINSA) Surabaya. “Ada lima dosen FTK yang menggembleng para guru selasa dua hari (Selasa dan Rabu,Red),” ujar Mohammad Salim pada Selasa, 8 Juli 2025.

Sebanyak delapan materi dalam pelatihan  pembelajaran mendalam bagi guru, yakni, Pengantar Pembelajaran Mendalam ; Desain Pembelajaran ; Strategi Pembelajaran Mendalam based learning, problem-based learning, dan inquiry-based learning dan Penggunaan Teknologi dalam Pembelajaran Mendalam Bagaimana menggunakan teknologi untuk mendukung pembelajaran mendalam, seperti menggunakan aplikasi, perangkat lunak, dan sumber daya online.

Kemudian, Pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis ; Pengembangan Keterampilan Kolaborasi; Pengembangan Keterampilan mengajar ; serta Penilaian dan Evaluasi dalam Pembelajaran Mendalam. Pelatihan dilaksanakan lima sesi mulai pukul 09.00 WIB sampai 15.30 WIB.

“Saya selaku kepala sekolah berterima kasih atas kerjasama UINSA Surabaya yang mengerahkan 5 Dosen, tim terbaiknya untuk berbagi pengalaman praktik baik dalam implementasi kurikulum merdeka di Spenda semoga MoU pendampingan ini terus berkembang menjadi barometer bagi peningkatan kompetensi guru kami,” kata Salim. 

Setiap sesi pemateri berbeda. Lima pemateri itu, adalah Dr Siti Asmaiyah ; Dr Irma Soraya, Ana Nurul Laila , Rakhmawati dan Hilda Izzati Madjid. Seluruh guru sangat antusias mengikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam ini. “Saya sangat senang sekali. Materi pelatihan sangat bagus dan tepat sasaran untuk mengangkat spirit peningkatan kualitas pembelajaran berbasis digital yang interaktif,” kata Hanik, Guru IPA di Spenda Gresik. (yad)

UINSA Surabaya Gembleng Peningkatan Kompetensi Guru di UPT SMP Negeri 2 Gresik, Deep Learning  Selengkapnya

Ambulans Layanan Darurat Pemkab Gresik, Kini Dilengkapi GPS Tracker 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik menerima hibah 35 perangkat Global Positioning System (GPS) Tracker untuk ambulans. Sistem navigasi berbasis satelit bagian dari Program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Vastel Telematika Integrasi ini, bertujuan mendukung peningkatan layanan kedaruratan kesehatan di wilayah Kabupaten Gresik. 

Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Direktur Operasional PT Vastel Telematika Integrasi Ferdy Tanujaya kepada Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif di halaman Kantor Bupati Gresik pada Senin, 7 Juli 2025. Kegiatan disaksikan antara lain,  Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika, dan sejumlah mitra layanan kesehatan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, menyampaikan apresiasi atas kontribusi PT Vastel. Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam sistem layanan darurat. “GPS Tracker ini akan memperkuat sistem respons cepat dalam layanan ambulans. Kami berharap dengan pemasangan GPS Tracker pada 35 ambulans ini, penanganan gawat darurat yang membutuhkan fasilitas ambulans di kabupaten gresik ini dapat lebih cepat dan efektif,” ujar dokter Alif, sapaan akrab Asluchul Alif. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan  Gresik dr. Mukhibatul Khusnah, menyampaikan terima kasih atas dukungan PT Vastel dalam memperkuat infrastruktur layanan kesehatan. “Kami menerima GPS Tracker yang telah terpasang pada 35 unit ambulans dari berbagai fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Gresik, mulai dari Puskesmas, rumah sakit daerah, hingga layanan kedaruratan lintas sektor,” jelasnya.

Rincian hibah tersebut adalah 30 unit GPS untuk ambulans di puskesmas se-Kabupaten Gresik ; 2 unit GPS untuk ambulans RSUD Ibnu Sina dan RSUD Gresik Sehati ;  GPS untuk ambulans Dokkes Polres Gresik ; GPS untuk ambulans PMI Gresik  dan GPS untuk ambulans PSC 119 Dinas Kesehatan Gresik, masing-masing 1 unit.

“Dengan pemasangan GPS Tracker ini, penanganan kedaruratan dapat dilakukan lebih cepat dan terintegrasi melalui Command Center. Posisi ambulans yang dapat dilacak secara real-time akan membuat pelayanan darurat menjadi lebih tepat sasaran dan efisien,” imbuh dr. Khusnah.

GPS Tracker tersebut akan terhubung dalam sistem digital melalui platform SigapDarurat.id, sebuah platform pemantauan armada secara real-time. Platform ini memungkinkan optimalisasi rute, pemetaan titik lokasi darurat, hingga pelaporan kondisi operasional armada ambulans secara langsung.

Ditempat sama, Direktur Operasional PT Vastel Ferdy Tanujaya, menegaskan bahwa hibah ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap keselamatan dan pelayanan publik. “Kami sangat mendukung upaya digitalisasi yang dilakukan Pemkab Gresik, khususnya di bidang layanan kesehatan. Semoga alat GPS ini bisa membantu ambulans bergerak lebih cepat, tepat, dan responsif saat dibutuhkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ferdy juga menyampaikan bahwa ke depannya PT Vastel akan menambahkan 15 unit GPS Tracker tambahan. Nantinya GPS tambahan tersebut akan dipasang pada ambulans rumah sakit swasta di Kabupaten Gresik. Dengan demikian, total hibah akan mencapai 50 unit, mencakup seluruh ekosistem layanan darurat, baik fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta.

Melalui penggunaan teknologi ini, Pemkab Gresik menunjukkan komitmennya untuk memberikan layanan publik yang lebih terbuka, mudah dijangkau, dan berbasis digital, demi meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.  (yad)

Ambulans Layanan Darurat Pemkab Gresik, Kini Dilengkapi GPS Tracker  Selengkapnya