Petrokimia Gresik Peduli, Bekali Nelayan Pelatihan Kegawatdaruratan dan Pemeriksaan Kesehatan 

GRESIK,1minute.id – Profesi nelayan penuh tantangan. Penghasilan juga pasang surut. Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia turun tangan. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “Nelayanku Sehat” berupaya meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan di Kelurahan Lumpur, Gresik, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. 

Program ini direalisasikan dengan pemberian pengetahuan tanggap darurat dan basic life support serta pemeriksaan kesehatan gratis untuk para nelayan yang ada di sekitar perusahaan.

Terpisah, Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menyampaikan bahwa, keselamatan dan kesehatan merupakan kebutuhan dasar agar setiap kepala keluarga nelayan bisa bekerja optimal. Mengingat risiko nelayan saat melaut tidak bisa diremehkan.

“Jangankan pergi melaut, untuk kegiatan ringan saja kita sudah pasti kesulitan jika dalam kondisi sakit. Melalui program ini, kami berharap para nelayan bisa melaut dengan optimal, hasil melimpah, dan pulang dengan selamat untuk kesejahteraan anggota,” tandas Daconi.

“Nelayanku Sehat” ini diikuti oleh sekitar 100 nelayan yang tergabung dalam lima kelompok nelayan di Kelurahan Lumpur, yaitu Bale Pasusukan, Bale Purbo, Bale Wonorejo, Bale Cilik, dan Bale Gede. Mereka tampak antusias mengikuti pembekalan pengetahuan tanggap darurat di laut dari para penyuluh.

Setelah itu, ratusan nelayan tersebut mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang disiapkan perusahaan. Dalam program ini, Petrokimia Gresik bekerja sama dengan Rumah Sakit Grha Husada.

Berikutnya, Petrokimia Gresik juga menyerahkan bantuan dana dengan total nilai Rp100 juta untuk mendukung perbaikan lima balai nelayan. Selain itu, perusahaan juga memberikan Bantuan Alat Pelindung Diri (APD) berupa safety jacket dan pelampung, Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) jinjing untuk di kapal, serta kotak P3K untuk di balai nelayan.

“Petrokimia Gresik rutin dan secara kontinu memberikan bantuan untuk nelayan di sekitar perusahaan, khususnya di Kelurahan Lumpur yang sebagian besar warganya berprofesi sebagai nelayan. Bantuan tersebut bentuknya beragam sesuai dengan kebutuhan setiap kelompok nelayan,” ujarnya.

Terakhir, Daconi menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan nelayan kepada Petrokimia Gresik sehingga operasionalnya lancar dalam rangka mewujudkan swasembada pangan nasional, sesuai cita-cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Asta Cita.

“Kontribusi untuk nelayan ini sekaligus menjadi bentuk terima kasih kami terhadap nelayan. Kami berharap dukungan nelayan terus diberikan, dan kami berkomitmen semakin maju perusahaan semakin besar pula kontribusinya untuk masyarakat, termasuk nelayan,” pungkasnya. (yad)

Petrokimia Gresik Peduli, Bekali Nelayan Pelatihan Kegawatdaruratan dan Pemeriksaan Kesehatan  Selengkapnya

Fonomena Sturgeon Moon di Langit Gresik yang Indah Malam ini

GRESIK,1minute.id – Langit Indonesia termasuk Kabupaten Gresik terasa sangat indah pada Sabtu malam, 9 Agustus 2025. Bulan terlihat lebih besar dari biasanya.  Fonomena alam ciptaan sang Khaliq berwarna oranye. 

Ya, bulan purnama malam ini berbeda yang dikenal dengan nama Fonomena “Sturgeon Moon”.  Nama “Sturgeon” berasal dari ikan purba yang dahulu banyak ditangkap di Danau Besar saat bulan ini muncul.

Dilansir dari laman Live Science dari Tirto.id, waktu terbaik untuk menyaksikan bulan purnama terbit adalah tepat setelah matahari terbenam. Antara pukul 17.30 WIB sampai 18.30 WIB bergantung lokasi masing-masing. Wartawan  1minute.id  mengambil foto karya Sang Khaliq, Sturgeon Moon, Sabtu, 9 Agustus 2025 pukul 18.46 WIB. Saat azan Isya berkumandang di Masjid Baitul Islah di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Sturgeon Moon diambil menggunakan karena handphone. 

Masih melansir dari Live Science, tradisi masyarakat adat Amerika Utara, bulan ini juga disebut sebagai Wild Rice Moon, Green Corn Moon, atau Grain Moon. Selain nilai astronomis, Sturgeon Moon juga kaya makna kultural. 

Untuk menyaksikan keindahan Sturgeon Moon, arahkan pandangan ke timur, sesaat setelah matahari terbenam, dari lokasi terbuka atau tempat tinggi tanpa halangan. Bulan tampak lebih besar dari biasanya karena efek ilusi optik saat berada dekat cakrawala. Sturgeon Moon juga akan berada di rasi bintang Aquarius dan bisa tampak kemerahan karena kabut atmosfer musim panas. (yad)

Fonomena Sturgeon Moon di Langit Gresik yang Indah Malam ini Selengkapnya

Desa Leran, Duta Kabupaten Gresik Di Ajang Desa Cantik Nasional 2025

GRESIK,1minute.id – Pemerintahan Desa Leran, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur menjadi percontohan Desa Cantik alias Desa Cinta Statistik di Kabupaten Gresik. 

Program Desa Cantik ini dinisiasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Desa yang dipimpin oleh Supriyadi, pelaksana tugas  ini, menjadi wakil Kabupaten Gresik diajang Nasional.  Leran, satu-satunya Desa Cantik di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini.

Sosialisasi Hasil Akhir Pembinaan Desa Cinta Statistik, Pendataan Lengkap Pekerja Pekerja Rentan Desa Leran dilakukan pada Jumat lali, 25 Juli 2025. Sosialisasi dihadiri antara lain, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala BPS Gresik Indriya Purwaningsih, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Gresik Bunyamin Najmi. 

Kemudian, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Gresik Abu Hassan dan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik Zainul Arifin, dan Camat Manyar Hendriawan Susilo serta Tim Agen Statistik Pemerintah Desa Leran.

Desa Leran, salah satu desa di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Desa Leran, memiliki sejarah penting sebagai tempat penyebaran agama Islam pertama kali di Gresik. Situs Makam Siti Fatimah binti Maimun atau Makam Panjang, sebagai tetengernya.

Siti Fatimah, putri raja Malaka adalah penyebar agama Islam perempuan tertua di Indonesia. Beliau wafat pada 1082 Masehi. Saat itu Siti Fatimah atau Dewi Retno Swari masih remaja. Usia baru 18 tahun. 

AGEN DESA CANTIK : Desa Leran, Kecamatan Manyar mewakili Kabupaten Gresik dalam Ajang Desa Cantik Nasional 2025. (Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Kini, perkembangan Kabupaten Gresik sebagai Kota Industri, letak geografis Desa Leran sangat penting karena berada di dekat Industri besar, antara lain, PT Smelting, Petrokimia Gresik, Kawasan Industri Maspion, dan Kawasan Ekonomi Khusus Java Integreted Industrial and Port Estate (JIPPE) diantaranya, tempat beroperasinya PT Freeport Indonesia (PTFI). 

Banyak warga urban yang memilih untuk bermukim di Desa Leran. Sebagai Desa Cantik yang memiliki filosofi akan pentingnya desa sebagai penyedia data statistik yang akurat dan dapat dipercaya. Desa bukan hanya sebagai tempat tinggal penduduk, tetapi juga menjadi sumber data yang sangat berharga dalam perencanaan pembangunan.  

Plt Kepala Desa Leran Supriyadi mengungkapkan, pemerintah desa telah memiliki agen statistik. Tugas agen statistik yang berjumlah 20 orang (9 orang perangkat desa dan sisanya, relawan) ini mirip petugas sensus penduduk. Mereka mendatangi rumah warga untuk melakukan pendataan.

Tim Agen Statistik dari pemerintah desa Leran antara lain, Mahmudi, Sekretaris Desa ; Mahmuda, Kasi Kesejahteraan Rakyat serta Elin Indahsari, Kaur TU dan Umum, Mohammad Hadi Yanto, Kepala Dusun Leran. Mereka dibantu oleh ralawan desa setempat. 

“Semua warga di data, termasuk warga pendatang yang kos maupun kontrak,” kata Supriyadi ditemui pada Kamis, 7 Agustus 2025. Selain mendata identitas, juga data tentang pekerjaan. “Berdasarkan data agen Statistik, warga yang ber-KTP semuanya memiliki pekerjaan alias tidak ada pengangguran disini (Desa Leran),” kata Supriyadi yang juga Kepala Seksi Perencanan Program Kecamatan Manyar itu.

“Tidak pengangguran karena warga yang ber-KTP mengaku bekerja wiraswasta,” imbuhnya. Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) merupakan program strategis dalam meningkatkan literasi statistik di tingkat desa, Desa Cantik di Leran 2025, fokus memperkuat basis data perlindungan sosial, terutama untuk kelompok pekerja rentan. 

Pekerja wiraswasta ini masuk kategori pekerja rentan. Sebab, mereka tidak memiliki penghasilan tetap. Ia mencontohkan, profesi nelayan, ojek dan UMKM. “Di Desa Leran ini, yang masuk pekerja rentan dan belum tercover BPJS Ketenagakerjaan berjumlah 133 orang,” katanya. 

Supriyadi pun meminta doa dan dukungan kepada masyarakat Desa Leran agar bisa mempersembahkan hasil yang terbaik bagi Kabupaten Gresik di ajang lomba Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Nasional 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat tersebut.

Pada 2023 Desa Leran meraih juara pertama Desa Digital dalam Nawa Karsa Award Kabupaten Gresik. Pada 2024, Desa Leran meraih penghargaan sebagai Badan Publik Desa Informatif Terbaik dalam KI (Keterbukaan Informasi) Award Jawa Timur. Prestasi itu, menjadikan Desa Leran menjadi Duta Kabupaten Gresik untuk ajang serupa jenjang Nasional pada 2025.  “Tahun ini, ada dua lomba Nasional. Mohon doa dan restunya,” kata Supriyadi. (yad)

Desa Leran, Duta Kabupaten Gresik Di Ajang Desa Cantik Nasional 2025 Selengkapnya

Semangat Kemerdekaan, Freeport Indonesia Gelar Fun Run 5K, Peserta Pakai Busana Adat Nasional 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 500 karyawan Smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) berpartisipasi dalam Fun Run “Lari Warna Nusantara” di Kota Baru (Convex) Gresik, Jawa Timur. Lari dengan busana bernuansa baju adat nasional untuk menyambut dan merayakan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus mendorong gaya hidup sehat dan mempererat kebersamaan antar karyawan.

“Melalui Lari Warna Nusantara, kami ingin mengajak seluruh karyawan untuk merayakan 80 tahun Indonesia Merdeka dengan penuh semangat, sehat, dan bahagia. Kegiatan ini menjadi wujud kebersamaan dan semangat gotong royong yang merefleksikan nilai-nilai kebangsaan yang kami junjung tinggi di PTFI,” kata Presiden Direktur PTFI Tony Wenas.

Fun Run berlangsung pada Ahad, 3 Agustus 2025 diikuti karyawan yang seluruhnya mengenakan pakaian adat sebagai bentuk apresiasi terhadap keberagaman budaya Indonesia dalam semangat peringatan HUT ke-80 RI.

Peserta wajib mengutamakan aspek keselamatan, salah satunya melalui sesi pemanasan yang dilakukan sebelum memulai lari sejauh 5 kilometer guna mencegah cedera. Kegiatan kemudian ditandai dengan pengibaran bendera start oleh Executive Vice President Corporate Planning and Business Strategy Smelter PTFI, Horst Dieter Garz.

Tony mengatakan PTFI secara konsisten mendukung berbagai kegiatan yang mendorong gaya hidup sehat, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat. Semangat olahraga di lingkungan perusahaan juga diwujudkan melalui ajang Freeport Olympic yang melibatkan partisipasi karyawan dari berbagai lokasi kerja PTFI, mulai dari Tembagapura, Kuala Kencana, Jakarta, hingga Gresik. 

Cabang olahraga yang dipertandingkan pun beragam, antara lain bulu tangkis, bola voli, tenis meja, tenis lapangan, bowling, biliar, hingga e-sports. PTFI sebagai perusahaan tambang tembaga terintegrasi dari hulu hingga hilir terbesar di dunia, turut merayakan HUT ke-80 RI. 

Sepanjang Agustus, PTFI menyelenggarakan berbagai kegiatan yang mengalirkan semangat nasionalisme dan gotong royong di lima titik lokasi kerja PTFI, dari hulu di Papua—meliputi Tembagapura, Kuala Kencana, dan Nabire— hingga ke hilir di Gresik, Jawa Timur dan Jakarta. Di Tembagapura berlangsung beragam lomba dan pentas budaya bersama warga Kampung Banti. Di Dataran Rendah Mimika karyawan Freeport Indonesia melakukan bakti sosial dan bersih kampung bersama ratusan warga Kampung Ayuka dan Kampung Tipuka. Di Nabire untuk pertama kalinya akan digelar Edukasi dan Pemeriksaan Mata Gratis untuk 1.000 anak sekolah, penyerahan 500 kacamata gratis, dan puncaknya Operasi Katarak Gratis untuk masyarakat. 

Di Gresik berlangsung donor darah, pelatihan digital UMKM Gresik, serta Konser Melodi Tembaga Nusantara. Puncaknya adalah Upacara Peringatan Kemerdekaan RI ke-80 serentak yang akan diikuti karyawan dan kontraktor di lima titik lokasi kerja PTFI. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan penuh semangat gotong royong dan kebersamaan dengan warga sekitar wilayah operasi. Bersama putra-putri terbaik bangsa, PTFI terus berkontribusi untuk negeri, menjalankan operasi yang aman dan berkelanjutan sebagai wujud syukur atas 80 tahun Kemerdekaan Indonesia. (yad)

Semangat Kemerdekaan, Freeport Indonesia Gelar Fun Run 5K, Peserta Pakai Busana Adat Nasional  Selengkapnya

UPT SMP Negeri 2 Gresik Genap 66 Tahun, HUT Dirayakan Sederhana, Karangan Bunga diganti Ucapan Video

GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 Gresik (Spendagres) genap berusia 66 tahun pada 1 Agustus 2025. Spendagres berdiri 1 Agustus 1959. Meski digelar sederhana acara tetap meraih dan khitmad.

Untuk merayakan ulang tahun sekolah itu ratusan siswa di sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik masuk lebih bagi, yakni pukul 06.00 WIB. Guru dan tenaga pendidik (tendik) memakai busana muslim bernuansa putih. Sedangkan, siswa muslim berbusana muslim warna bebas. Mereka tidak lupa membawa bekal makan dan minuman wadah tumbler dari rumah mereka masing-masing. 

Badal Subuh, siswa kelas tahfid mulai membaca ayat suci Alquran atau Khotmil Quran kemudian dilanjutkan dengan doa bersama untuk kesuksesan sekolah, guru, siswa dan alumninya 

Doa bersama dilakukan secara lesehan dengan menggelar tikar di halaman sekolah dan dilanjutkan dengan success story alias cerita inspirasi dari para alumni, antara lain, Muhammad Ainul Yaqin, alumni 2005 kini menjadi anggota DPRD Gresik dan Cici, seorang pengusaha. 

Alumni merasa bangga dan kagum kepada almamaternya. Prestasi sekolah antara lain, sekolah zero waste, Kandidat sekolah Rujukan Google (KSRG), Kantin Halal, dan Eco Green School. Kantin Halal dan SKRG, adalah pioner di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. “Saya takjub dengan Spenda sangat pesat perkembangan nya baik pembelajaran dan teknologi yang ada serta banyak inovasi,” kata Ainul Yaqin.

Kepada UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim mengatakan, ulang tahun digelar sederhana untuk efisiensi dan edukasi bahwa Ultah tidak harus pesta. ” Tahun ini ucapan karangan bunga diminimalisir diganti dengan ucapan lewat video karena sekolah zero waste bebas sampah dari karangan bunga,” kata Mohammad Salim. 

Ia melanjutkan, untuk makan bersama, semua siswa berjumlah 765 anak membawa bekal yang dibawa dari rumah sebagai aksi bergizi sehat yang digagas bersama Puskesmas Alun-alun Gresik. 

Sejarah SMP Negeri 2 Gresik

Melansir dari berbagai sumber, SMP Negeri 2 Gresik berdiri pada 1 Agustus 1959. Awalnya sekolah berasa di Jalan KH.Kholil Gresik ini merupakan bagian dari Holland Indische School (HIS) pada masa penjajahan Belanda. Kemudian, menjadi SMP Negeri 1 Gresik setelah Kemerdekaan. 

SMP Negeri 1 Gresik kemudian pindah menempati gedung baru di  Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik. Bangunan bekas SMP Negeri 1 Gresik menjadi SMP Negeri 2 Gresik. Dalam pengamatan wartawan 1minute.id , gedung utama Spendagres masih mempertahankan arsitektur Kolonial Belanda. Ciri khasnya, antara lain, pintu dan jendela berukuran besar. Plafon gedung juga tinggi sehingga terasa adem. 

Gedung arsitektur Kolonial Belanda tersebut difungsikan sebagai ruang kelas, ruang guru dan ruang kepala sekolah. (yad)

UPT SMP Negeri 2 Gresik Genap 66 Tahun, HUT Dirayakan Sederhana, Karangan Bunga diganti Ucapan Video Selengkapnya

13 Tahun Pemkab Gresik dan Habitat Berkolaborasi Bangun 16.290 Rumah Layak 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menjalin kerja sama dengan Habitat For Humanity Indonesia dengan meluncurkan program Home Equal 2025-2026 yang dibuka oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif di kantor Bupati Gresik pada Kamis, 31 Juli 2025.

Sejak 2012 Habitat menjalin kerjasama dengan pemkab Gresik untuk bangunan rumah keluarga berpenghasilan rendah. Selama 13 tahun berkolaborasi dengan Pemkab Gresik lebih dari 16.290 penerima. Untuk diketahui, Habitat for Humanity Indonesia adalah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang pembangunan perumahan layak dan berkelanjutan bagi keluarga berpenghasilan rendah di Indonesia. Organisasi ini merupakan bagian dari Habitat for Humanity International dan bekerja untuk mewujudkan visi dunia  di mana setiap orang memiliki tempat tinggal yang layak. 

Tahun ini, program Home Equal akan berjalan di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng dan berlangsung selama dua tahun. Nantinya, program ini tidak hanya mencakup pembangunan dan renovasi rumah tidak layak huni, tetapi juga edukasi kebiasaan hidup sehat, pelatihan kebencanaan, hingga penguatan peran komunitas lokal.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyampaikan apresiasinya terhadap peran panjang Habitat di Gresik. “Saya mewakili Pemkab Gresik mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Habitat. Selama bertahun-tahun hadir di Gresik, mereka telah membangun ribuan rumah bagi warga yang tinggal di hunian tidak layak. Ini bukan sekadar soal pembangunan fisik, tetapi soal menghadirkan harapan,” ujar dokter Alif, sapaan, Asluchul Alif. 

Ia melanjutkan,  bahwa layak atau tidaknya sebuah rumah tidak hanya ditentukan oleh material bangunan, tetapi juga oleh kebiasaan dan pola pikir masyarakat. “Program seperti ini harus dilihat secara utuh. Tidak hanya membangun tembok dan atap, tapi juga mengubah cara pandang warga tentang arti sebuah rumah. Ini menjadi penting karena kehidupan yang layak, selalu dimulai dari rumah yang layak,” tambahnya.

Sementara itu, National Director Habitat for Humanity Indonesia Handoko Ngadiman, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Gresik adalah salah satu bentuk kolaborasi terbaik yang pernah dilakukan pihaknya di Indonesia. “Sejak 2012 kami hadir di Gresik, dan sudah ada lebih dari 16.290 penerima manfaat. Ini bukan angka semata, tapi cerita-cerita hidup yang berubah,” kata Handoko.

Secara nasional, Habitat telah menjangkau 17 provinsi selama 28 tahun, membangun lebih dari 200.000 rumah. Namun, menurut Handoko, yang mereka bangun bukan hanya rumah, melainkan juga keluarga dan masa depan. “Fokus kami adalah masyarakat desil 1 dan 2. Mereka yang bahkan tidak terpikir untuk bisa punya rumah sendiri. Kami juga memberi perhatian khusus kepada perempuan kepala keluarga dan penyandang disabilitas. Rumah yang kami bangun adalah rumah yang sebelumnya hanya bisa mereka impikan,” tuturnya. (yad)

13 Tahun Pemkab Gresik dan Habitat Berkolaborasi Bangun 16.290 Rumah Layak  Selengkapnya

Tak Lebih 24 Jam, Polres Gresik Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan Driver Ojol Perempuan dalam Kardus

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik akhir berhasil membekuk pelaku pembunuhan terhadap Sevi Ayu Claudia, driver ojek online (ojol) yang mayatnya di temukan di semak pinggir Jalan Raya Kedamean, Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik pada Senin, 28 Juli 2025.

Pelaku berinisial SR, 36, ditangkap di rumah kontrakannya Dusun Bibis, Desa Menganti, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Kini, tersangka dugaan pembunuhan berencana itu masih menjalani pemeriksaan intensif di Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik.  Polisi hanya butuh waktu tidak lebih 24 jam sejak mayat perempuan terbungkus kardus berusia 30 tahun asal Sidoarjo ditemukan pada Minggu, 27 Juli 2025.

“Satu orang tersangka sudah kami amankan di sebuah rumah kontrakan di Menganti,” tegas Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu pada Senin, 28 Juli 2025. 

Lalu apa motif pembunuhan driver ojol perempuan itu? Kapolres AKBP Rovan menjlentrehkan bahwa korban dan pelaku telah saling mengenal sejak 2021. Profesi korban dan pelaku sama, yakni driver ojol. Akan tetapi, ia melanjutkan, hubungan pertemanan itu retak menjadi tragedi setelah muncul konflik yang didasari oleh janji korban.

Permasalahan bermula pad 2023, ketika korban Sevi menjanjikan kepada tersangka SR bisa membantu memasukkan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan syarat memberikan sejumlah uang sebesar Rp 5 juta. Setelah 2 tahun menunggu korban tidak bisa menetapi janjinya. Sedangkan, istri pelaku sedang hamil. 

Pelaku pun meminta korban agar mengembalikan uangnya. Namun, korban selalu menjawab “besok, besok, dan besok’. Pelaku yang jengkel kemudian merencanakan menghabisi korban. SR lalu memancing korban dengan alasan pekerjaan lepas (freelance) di tempat usaha fotokopi miliknya, Fotocopy Jaya Makmur, yang beralamat di Perum Griya Bhayangkara Permai, Blok A No.3 / Blok E No.2, Dusun Jedong, Desa Urangagung, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo.

Pada Sabtu, 26 Juli 2025 sekitar pukul 16.45 WIB, Sevi datang ke lokasi sesuai janji. Sevi masuk ke dalam toko dan langsung diajak SR menuju ruang kerja. Di ruangan itulah pelaku menjalankan aksinya. Tanpa banyak bicara, SR memukul korban secara brutal menggunakan alat pemotong kertas ke bagian belakang kepala. Korban sempat mencoba melawan, namun SR terus menghantamkan alat berat tersebut hingga Sevi tak berdaya dan akhirnya meninggal dunia di tempat.

Kapolres juga menyampaikan bahwa pihak keluarga mulai cemas ketika korban Sevi tak kunjung pulang hingga pukul 22.00 WIB. Keluarga mencoba menghubungi handphone korban tidak aktif. “Korban Sevi berpamitan kepada ibunya pada Sabtu sekitar pukul 16.00 WIB tanpa menyebutkan tujuan,” terang perwira dua melati di pundak itu. 

AKBP Rovan Richard Mahenu mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak ragu melapor kepada kepolisian apabila mengetahui atau mengalami tindakan mencurigakan atau tindak pidana. “Laporkan melalui hotline Lapor Kapolres atau datang langsung ke kantor polisi terdekat. Respons cepat adalah bagian dari komitmen kami dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tegasnya.

Kasus ini kini dalam proses pendalaman lebih lanjut oleh penyidik Satreskrim Polres Gresik. Pelaku dijerat dengan pasal tindak pidana pembunuhan berencana. Tersangka SR dijerat dengan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (yad)

Tak Lebih 24 Jam, Polres Gresik Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan Driver Ojol Perempuan dalam Kardus Selengkapnya

Pemkab Gresik Kick Off Manajemen Talenta ASN 

GRESIK,1minute.id –  Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Kick off dan Pembekalan Peserta Penilaian Kompetensi ASN dipusatkan di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Senin, 28 Juli 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya menekankan bahwa manajemen talenta bukan hanya soal menempatkan orang di tempat yang tepat, tapi soal mengidentifikasi potensi terbaik dari setiap ASN, dan memastikan mereka bisa berkembang dalam jalur karier yang selaras dengan kapasitasnya. “Penilaian kompetensi ini akan menjadi fondasi awal dalam mengenali kekuatan dan potensi ASN. Kita ingin menciptakan ekosistem kerja yang kolaboratif dan inovatif,” tegas Gus Yani, sapaan Fandi Akhmad Yani. 

Menurutnya, melalui pendekatan sistem merit, hasil dari kegiatan ini akan digunakan untuk menyusun talent pool ASN sebagai dasar pengambilan keputusan pengembangan SDM secara objektif dan terukur. Ia pun berpesan kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gresik untuk terus fokus pada pengembangan keterampilan diri. Selain itu, BKPSDM Gresik juga diharapkan bisa melakukan pendampingan ASN Gresik terkait pendidikan dan pelatihan berkelanjutan. “Kita betul-betul butuh SDM yang terus meng-upgrade diri,” tegas magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, dalam paparannya menjelaskan secara rinci urgensi pelaksanaan penilaian kompetensi, khususnya bagi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama. “Assessment ini bukan sekadar prosedur, tapi alat bantu penting dalam memastikan kecocokan antara pekerjaan dan orang yang mendudukinya. Kita harus menghindari ‘salah posisi’ dalam birokrasi,” ujar dokter Alif, sapaan Asluchul Alif. 

Sebagai informasi, Pemkab Gresik telah menandatangani Komitmen Bersama dengan Kepala BKN RI dalam pengembangan aplikasi Manajemen Talenta. Hingga 2024, telah dilakukan penilaian terhadap 1.977 ASN. Pada 2025 ini akan menyasar 800 ASN (pelaksana, tenaga pendidikan, tenaga kesehatan) dan 30 JPT. Jumlah tersebut menyisakan 6.494 ASN di Gresik yang masih belum mengikuti assessment dan akan menjadi target pembinaan selanjutnya.

Penilaian JPT akan menggunakan metode assessment center yang meliputi berbagai instrumen seperti wawancara berbasis perilaku, LGD (Leaderless Group Discussion), tes psikologi, hingga proposal dan presentasi bidang. Hasilnya akan dikategorikan dalam tiga tingkat: optimal, cukup optimal, dan kurang optimal berdasarkan perbandingan nilai capaian dengan standar jabatan (job person match).

Dalam kesempatan ini, Sekretaris Daerah Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, menyampaikan bahwa pembekalan peserta hari ini menjadi langkah awal dari keseluruhan proses penilaian kompetensi ASN di tahun 2025.

Mulai bulan Agustus, penilaian kompetensi ASN akan menyasar 830 peserta, terdiri dari 800 ASN pelaksana dan 30 JPT. Tepatnya pada tanggal 5 dan 7 Agustus 2025 di BKN Regional II Surabaya (untuk 800 peserta), sedangkan pada tanggal 12 dan 13 Agustus 2025 di BKD Provinsi Jawa Timur (untuk 30 JPT). 

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, menyampaikan bahwa pembekalan peserta menjadi langkah awal dari keseluruhan proses penilaian kompetensi ASN di tahun 2025.

Mulai bulan Agustus, penilaian kompetensi ASN akan menyasar 830 peserta, terdiri dari 800 ASN pelaksana dan 30 JPT. Tepatnya pada tanggal 5 dan 7 Agustus 2025 di BKN Regional II Surabaya (untuk 800 peserta), sedangkan pada tanggal 12 dan 13 Agustus 2025 di BKD Provinsi Jawa Timur (untuk 30 JPT). (yad)

Pemkab Gresik Kick Off Manajemen Talenta ASN  Selengkapnya

Driver Ojol Perempuan yang Ditemukan Tewas Terbungkus Kardus di Gresik Diduga Korban Pembunuhan

GRESIK,1minute.id – Driver ojek online ditemukan tewas di semak-semak pinggir Jalan Raya Kedamean, Desa Banyuurip, Kedamean, Kabupaten Gresik. Mayat perempuan itu terbungkus kardus. Hasil autopsi di RSUD Ibnu Sina Gresik korban bernama Sevi Ayu Claudia diduga kuat korban pembunuhan. 

Kini, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik sedang melakukan penyelidikan. Mayat perempuan berusia 30 tahun asal Sidoarjo yang terbungkus kardus itu ditemukan pada Minggu, 27 Juli 2025. Berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan oleh dr. Nily Sulistyorini, SpFM, di RSUD Ibnu Sina Gresik pada Minggu, 27 Juli 2025 pukul 15.00 WIB, korban dinyatakan meninggal akibat kekerasan benda tumpul di bagian kepala.

Korban yang ditemukan tak bernyawa  mengenakan jaket jins biru, atasan hitam, dan celana abu-abu tersebut, menunjukkan sejumlah luka dan tanda kekerasan. Dari pemeriksaan luar, tampak lebam keunguan pada dada kiri dan punggung, yang tidak menghilang saat ditekan. Rahang dan pergelangan kaki korban mengalami kaku mayat, sementara tanda-tanda pembusukan belum terlihat, yang mengindikasikan bahwa kematian terjadi dalam 18 hingga 24 jam sebelum autopsi.

Yang paling mencolok adalah luka di kepala: delapan luka robek dengan ukuran antara 2 hingga 6,5 cm, serta memar hebat dari puncak hingga bagian belakang kepala. Selain itu, ditemukan memar di bibir bagian dalam dan lakban hitam sepanjang 10 cm yang berada di dalam rongga mulut. Leher korban pun menunjukkan luka lecet, dan di tangan terdapat memar serta lecet yang diduga sebagai hasil perlawanan.

Dari pemeriksaan alat kelamin, ditemukan cairan putih dan robekan lama pada selaput dara, namun tidak ditemukan indikasi kekerasan seksual terbaru.Autopsi bagian dalam memperkuat dugaan kekerasan fisik, dengan ditemukannya perdarahan di bawah selaput otak dan selaput laba-laba, serta resapan darah di area kepala yang berpotensi menyebabkan kematian akibat trauma berat.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya Sevi Ayu Claudia. Ia memastikan bahwa pihaknya tengah mendalami hasil autopsi sebagai bagian dari proses penyelidikan yang intensif.

Dugaan sementara korban mengalami kekerasan fisik di kepala sebelum meninggal dunia. Saat ini pihaknya masih menunggu hasil toksikologi lambung dan darah, serta hasil laboratorium dari swab vagina dan kuku tangan kanan.

Hingga saat ini, empat orang saksi telah diperiksa guna mengungkap kasus ini lebih lanjut. Sejumlah barang bukti seperti jaket, baju hitam, dan celana abu-abu milik korban juga telah diamankan oleh pihak kepolisian. Pihak RSUD Ibnu Sina Gresik dan tim forensik menegaskan bahwa kematian korban murni diakibatkan oleh trauma berat di kepala akibat benturan benda tumpul, yang memicu perdarahan fatal. “Semoga pelaku segera tertangkap dan kasus ini dapat segera terungkap dengan terang,” pungkas AKBP Rovan Richard Mahenu. (yad)

Driver Ojol Perempuan yang Ditemukan Tewas Terbungkus Kardus di Gresik Diduga Korban Pembunuhan Selengkapnya

Puluhan Remaja dan Pelajar Terjaring Operasi Tipiring, Kapolres Gresik : Himbau Ortu Awasi Pergaulan Anak

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 30 remaja di antaranya anak di bawah umur atau berstatus pelajar terjaring Operasi Tindak Pidana Ringan atau Tipiring Polres Gresik. Anak-anak belasan tahun itu menangis dihadapan orang tua mereka.

Pelanggaran mereka, antara lain, mabuk di tempat umum, pelanggaran jam malam, hingga aksi-aksi yang dinilai meresahkan masyarakat. Mereka tidak hanya berasal dari wilayah Kabupaten Gresik, tetapi juga dari daerah sekitar seperti Jombang, Tuban, Surabaya, hingga Magetan. Operasi Tipiring dilakukan mulai Juni hingga Juli 2025.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, menegaskan bahwa Operasi Tipiring bukan semata-mata tindakan represif, tetapi juga bentuk perlindungan dan pembinaan terhadap generasi muda.

“Operasi ini tidak hanya untuk penindakan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan. Kami ingin memberikan efek jera sekaligus perlindungan bagi para remaja agar tidak semakin larut dalam perilaku menyimpang,” tegas alumnus Akpol 2006 itu. 

Ia menambhkan, meski para pelanggar akan diproses sesuai hukum, pendekatan yang digunakan tetap mengedepankan perlindungan anak dan pembinaan edukatif, khususnya bagi yang masih di bawah umur. Fenomena banyaknya pelajar yang terlibat dalam pelanggaran ini turut menjadi perhatian serius Polres Gresik.

Ia pun mengimbau para orang tua agar lebih aktif mengawasi aktivitas dan pergaulan anak-anaknya, terutama saat malam hari. “Kami harap peran serta orang tua lebih peka dan peduli terhadap aktivitas anak-anak mereka. Peran keluarga sangat krusial dalam mencegah kenakalan remaja dan pelanggaran hukum,” ujar perwira dua melati di pundak itu.

Operasi Tipiring ini diharapkan menjadi peringatan bagi masyarakat bahwa menjaga ketertiban bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama. Penegakan hukum harus dilihat sebagai upaya kolektif untuk menciptakan lingkungan yang aman, kondusif, dan sehat bagi tumbuh kembang generasi penerus bangsa. (yad)

Puluhan Remaja dan Pelajar Terjaring Operasi Tipiring, Kapolres Gresik : Himbau Ortu Awasi Pergaulan Anak Selengkapnya