Petrokimia Gresik Berikan Beasiswa Petani Muda, Daconi Khotob : Pertanian Memiliki Masa Depan yang Cerah

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia membagikan beasiswa Petani Muda kepada 50 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan rumpun pertanian. Setiap siswa mendapatkan beasiswa Rp 6 juta. 

Penerima beasiswa khusus siswa kelas XII itu berasal dari 28 lembaga pendidikan memiliki akreditasi A di Jawa Timur. Mereka adalah perwakilan pelajar berprestasi yang dikirim oleh pihak sekolah, dan telah melewati proses seleksi yang terdiri dari seleksi administrasi, penulisan esai, dan ujian kemampuan dasar secara daring. Setiap peserta menerima uang pendidikan sebesar Rp 500.000 per bulan selama setahun, atau total Rp 6 juta.

Menurut Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob, dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan jumlah petani. “Dengan memberikan stimulus kepada generasi muda, paling tidak memotivasi mereka bahwa pertanian itu memiliki masa depan yang cerah,” ujarnya.

Beasiswa ini merupakan program rutin yang dijalankan perusahaan selama empat tahun terakhir. Total ada 200 beasiswa yang disalurkan sejak program ini diinisiasi tahun 2022. Beasiswa ini disalurkan dalam rangka meningkatkan minat anak muda pada bidang agripreneur dan pertanian modern. “Program ini sekaligus strategi Petrokimia Gresik dalam mendukung Pemerintah untuk regenerasi petani di tanah air dalam rangka mewujudkan swasembada pangan nasional berkelanjutan,” kata Daconi.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  memberikan apresiasi atas program Beasiswa Petani Muda yang disalurkan untuk pelajar SMK pertanian. “Kaderisasi merupakan kunci kemajuan negara, termasuk sektor pertanian. Kita terus mendorong adanyanya program beasiswa ini untuk menjadikan pertanian semakin maju dan modern untuk produktivitas semakin optimal,” ujarnya saat menghadiri Petro Agrifood Expo 2025. 

PAE 2025 di Kebun Percobaan (Buncob) Petrokimia Gresik digelar selama tiga hari, mulai Jumat 25 Juli 2025 hingga Minggu, 27 Juli 2025. Petik buah dan sayuran kegiatan ini paling ditunggu-tunggu masyarakat Gresik dan sekitarnya di gelar pada Minggu, 27 Juli 2025. (yad)

Petrokimia Gresik Berikan Beasiswa Petani Muda, Daconi Khotob : Pertanian Memiliki Masa Depan yang Cerah Selengkapnya

Petro Agrifood Expo, Sensasi Petik Buah dan Sayuran di Kota Santri, Magnet bagi Generasi Muda

GRESIK,1minute.id – Ribuan buah melon di Kebun Percobaan (Buncob) Petrokimia Gresik itu ludes dalam waktu 30 menit. Buah berwarna kuning keemasan yang ranum itu menjadi buruan warga di ajang Petro Agrifood Expo (PAE) 2025 yang berakhir pada Ahad, 27 Juli 2025. PAE berlangsung mulai Jumat, 25 Juli 2025. Saking antusiasnya sehingga panitia membatasi setiap warga maksimal bisa membeli dua buah melon. Orang tua, remaja hingga anak-anak pun merasakan sensasi yang berbeda. Mereka senang bisa menikmati buah segar dari hasil memetik sendiri di kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Bagi Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, PAE menjadi media bagi perusahaan dalam memberikan customer experience untuk masyarakat melalui petik buah dan sayuran, sehingga menjadi magnet bagi generasi muda untuk turut mengembangkan sektor pertanian.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menyampaikan bahwa, PAE merupakan salah satu rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) perusahaan yang tiap tahunnya ditunggu-tunggu masyarakat, begitu juga di momen HUT Ke-53 Petrokimia tahun ini. Pengunjung tidak hanya bisa berbelanja produk unggulan pertanian tapi bisa memperoleh customer experience di bidang pertanian.

PETIK BUAH : Pengunjung memetik melon di PAE 2025 Buncob Petrokimia Gresik pada Minggu, 27 Juli 2025 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

“Pengunjung paling favorit mengikuti agenda petik buah melon dan aneka sayuran yang ada di Buncob. Selain itu juga berbelanja hasil pertanian unggulan dan produk olahannya di stan bazar yang disediakan. Kegiatan ini sangat jarang ditemukan di wilayah perkotaan seperti di Gresik,” ujar Daconi.pada Minggu, 27 Juli 2025.

PAE diselenggarakan dengan tujuan untuk memperkenalkan hasil-hasil kegiatan riset yang telah dilakukan Petrokimia Gresik kepada masyarakat Gresik dan petani. Kegiatan riset di Petrokimia Gresik meliputi inovasi dan pengembangan varian jenis pupuk anorganik, organik, hayati, dan teknologi pertanian maupun sektor agribisnis.

Dalam tiga hari PAE, Petrokimia Gresik membuka kesempatan bagi masyarakat Gresik untuk mengenal Petrokimia Gresik dan Pupuk Indonesia Grup serta perkembangan dunia pertanian. Ada sebanyak 57 stan bazar meramaikan kegiatan ini, terdiri dari Pupuk Indonesia Group, perusahaan swasta yang bergerak di bidang agribisnis, produk unggulan dari petani binaan Petrokimia Gresik, Dinas Pertanian, dan entitas Petrokimia Gresik Group.

“Semua negara pasti memiliki kebutuhan pangan. Teknologi semaju apapun, pangan menjadi dasar. Mudah-mudahan PAE mengedukasi masyarakat, sehingga ke depannya pertanian kita semakin maju lagi,” ujar Daconi. Dengan terselenggaranya kegiatan PAE ini, tambah Daconi, diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi para praktisi dunia pertanian, baik di hulu, on farm, maupun hilir. “Kami juga berharap agar kegiatan ini dapat menjadi ajang pertukaran informasi tentang teknologi dalam bidang pertanian, dan agrifood pada umumnya,” tandas Daconi.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyambut baik PAE ini. Dan kegiatan ini paling ditunggu-tunggu masyarakat Gresik. Ia juga memberikan apresiasi atas program Beasiswa Petani Muda yang disalurkan untuk pelajar SMK pertanian. “Kaderisasi merupakan kunci kemajuan negara, termasuk sektor pertanian. Kita terus mendorong adanyanya program beasiswa ini untuk menjadikan pertanian semakin maju dan modern untuk produktivitas semakin optimal,” ujarnya saat menghadiri PAE.

Bagaimana antusiasme warga di PAE 2025? Marfuah terlihat begitu semangat memanen sayuran. Bagi nenek 82 tahun asal Mengare, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik itu memanen sayuran dan buah-buahan di Kebun Percobaan Petrokimia Gresik suatu pengalaman baru yang menyenangkan.

Sekitar pukul 06.00 WIB, nenek Marfuah bersama anak, menantu dan cucu pintu masuk PAE tahun ini. Marfuah, satu dari ratusan warga di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik dan warga Kabupaten lain, antara lain, Lamongan, Surabaya, Mojokerto dan Sidoarjo yang “menyerbu” penutupan PAE 2025. “Baru sekali ini bisa ikut petik buah dan sayuran. Remen! (Senang), ” kata Marfuah di Kebun Percobaan Petrokimia Gresik di event Petrokimia Agri Food (PAE) pada Minggu, 27 Juli 2025. (yad)

Petro Agrifood Expo, Sensasi Petik Buah dan Sayuran di Kota Santri, Magnet bagi Generasi Muda Selengkapnya

1.664 Siswa Lulus Program JAKETKU , Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani :  Pemkab Siapkan Program Beasiswa Sarjana 

GRESIK,1minute.id – Hariyono, Kepala Desa Pekalongan, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik semringah.  Pria 57 tahun bahagia karena telah lulus setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Pada Rabu, 23 Juli 2025, Hariyono di wisuda di atrium Gressmall Gresik.

Hariyono tidak sendirian. Ia bersama 1.664 wisudawan lainnya telah mengantongi ijazah. Ribuan wisudawan itu adalah peserta program Kejar Paket Tuntaskan Putus Sekolah alias JAKETKU. Program ini diluncurkan oleh Pemkab Gresik sejak 2022 lalu. Ribuan wisudawan program Jaketku itu, rinciannya, paket A (setarah Sekolah Dasar/SD) 40 wisudawan, paket B (setara SMP) 311 orang g dan paket C (setara SMA) sebanyak 1.313 wisudawan. Mereka mengikuti pendidikan di sebelas pusat kegiatan belajar mengajar (PKBM) dan satu Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Kegiatan wisuda yang dirangkai, Apresiasi Program JAKETKU 2025, tersebut mengusung tema “Meretas Ketertinggalan, Menuju Insan Berilmu, Berdaya dan Sejahtera” sekaligus soft launching “JAKETKU BERCERITA” tentang kaledioskop perjalanan meretas pendidikan yang terputus. 

Hariyono, alumnus PKBM di Desa Pekalongan, Kecamatan Tambak, tempat ia mengabdi sebagai Kepala Desa. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi semangat Hariyono dalam menimba ilmu, disela kesibukan sebagai Kepala Desa. “Semangat Pak Hariyono patut di contoh dan merupakan inspirasi bagi yang lain. Usia tak membatasi orang untuk terus belajar, semoga ilmu yang didapat dapat bermanfaat,” tutur Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu.

Program Jaketku, salah satu inovasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik yang diluncurkan pada 2022. Program ini membuka jalur pendidikan alternatif bagi warga yang putus sekolah, baik anak-anak maupun orang dewasa. “Kami ingin agar putus sekolah tidak berdampak buruk bagi masa depan anak-anak Gresik, sekarang program ini terus berkembang. Bahkan kini ada Jaketku Plus yang memuat pelatihan wirausaha untuk 15 pengrajin, dan kita juga akan bekerja sama dengan Universitas Gresik dan Disnaker untuk program beasiswa sarjana,” terang mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Prosesi wisuda berbeda dengan wisuda pada umumnya. Wisudawan Program Jaketku ini, tidak memakai toga dan baju wisuda. Wisudawan hanya memakai setelah baju putih dan bawah hitam. Meski begitu prosesi wisuda tetap khidmat. Bupati Fandi Akhmad Yani kemudian menyerahkan ijazah secara simbolis kepada perwakilan wisudawan. Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani tidak lupa memberikan motivasi kepada para wisudawan untuk tidak lelah terus belajar. 

Untuk wisudawan Paket C, ijazah diserahkan kepada Hariyono untuk diteruskan kepada wisudawan lainnya. Usai acara itu dilanjutkan dengan acara  Apresiasi JAKETKU dan Soft Launching “JAKETKU BERCERITA”

Sementara itu, Hariyono mengaku terharu dan bangga. Menurutnya, Ijazah Paket C diakui oleh pemerintah dan memiliki fungsi serta kegunaan yang sama dengan ijazah SMA formal. “Sebagai kepala desa, menyelesaikan kejar paket C memiliki makna yang dalam. Di antaranya, menjadi contoh bagi masyarakat, meningkatkan kredibilitas, serta motivasi untuk melanjutkan pendidikan,” kata bapak tiga anak itu penuh semangat.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Gresik yang telah menginisiasi program tersebut. Dirinya, berharap program ini dapat menjadi percontohan bagi daerah lain. “Jika ada rezeki lebih, dan diberikan kesempatan oleh Allah SWT, Saya memiliki tekad untuk bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Semoga program ini menjadi contoh untuk daerah lain,” pungkasnya. (yad)

1.664 Siswa Lulus Program JAKETKU , Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani :  Pemkab Siapkan Program Beasiswa Sarjana  Selengkapnya

Sepekan Ops Patuh Semeru, Satlantas Polres Gresik Jaring 1.198 Pengendara Langgar Lalu Lintas

GRESIK,1minute.id – Operasi Patuh Semeru 2025 memasuki pekan kedua. Bagaimana pelaksanaan pekan pertama, mulai 14 Juli hingga 21 Juli 2025? Selama sepekan Ops Patuh Semeru 2025, Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik  melakukan tindakan sebanyak 1.198 pelanggaran lalu lintas. 

Operasi Patuh Semeru 2025 akan berakhir pada 27 Juli 2025 mendatang. Kasat Lantas Polres Gresik AKP Rizki Julianda Putera, mengungkapkan bahwa penindakan dilakukan secara terpadu dengan menggabungkan pemanfaatan teknologi dan patroli langsung di lapangan. Dari jumlah pelanggaran yang tercatat, 31 pelanggar terjaring melalui ETLE Statis dan 30 melalui ETLE Mobile, sementara 185 pengendara dikenai tilang manual, dan 952 lainnya mendapatkan teguran tertulis.

“Data ini menunjukkan efektivitas pendekatan kombinatif yang kami lakukan. Teknologi ETLE dan kehadiran personel secara langsung saling melengkapi dalam pengawasan lalu lintas,” terang AKP Rizki. Dominasi pelanggaran masih didominasi pengendara sepeda motor, yakni sebanyak 1.129 kasus, disusul oleh mobil minibus (34), mobil penumpang (17), dan truk (15). Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran pengendara roda dua dalam berlalu lintas masih menjadi perhatian utama.

Dua jenis pelanggaran paling umum adalah tidak menggunakan helm (Pasal 291) dengan 608 kasus, serta melanggar rambu lalu lintas (Pasal 287) sebanyak 476 kasus. Selain itu, pelanggaran lainnya meliputi tidak mengenakan sabuk keselamatan (25 kasus), tidak membawa kelengkapan kendaraan (30 kasus), dan tidak membawa SIM (21 kasus).

Tak hanya itu, terdapat pula pelanggaran khusus seperti tata cara pemuatan barang yang tidak sesuai (1 kasus) dan mengemudi kendaraan yang tidak laik jalan (1 kasus). Melalui Operasi Patuh Semeru 2025, Polres Gresik terus mengupayakan terwujudnya Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcar Lantas) di seluruh wilayah Gresik. Kepolisian berharap data ini menjadi cerminan sekaligus peringatan bagi masyarakat untuk lebih patuh dan sadar dalam berlalu lintas.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk tertib, taat aturan, dan mengutamakan keselamatan. Operasi ini akan terus berlanjut demi menekan angka pelanggaran dan mencegah kecelakaan,” tegas AKP Rizki. (yad)

Sepekan Ops Patuh Semeru, Satlantas Polres Gresik Jaring 1.198 Pengendara Langgar Lalu Lintas Selengkapnya

Siswa Sekolah Rakyat Masuk Asrama Akhir Juli 2025, Bupati Gresik: Sekolah Rakyat di Gresik Harus Jadi Percontohan Nasional 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 75 siswa SMA Sekolah Rakyat dijadwalkan memasuki asrama pada Rabu, 30 Juli 2025 mendatang. Mereka menempati gedung eks SMP Negeri 30 Gresik di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. 

Gedung yang digunakan telah dilengkapi dengan 3 ruang kelas, 2 ruang asrama putra, 3 ruang asrama putri, asrama guru, 1 ruang guru dan tenaga pendidik, serta laboratorium penunjang pembelajaran lainnya. Setiap kelas terdiri dari 25 siswa. Para siswa berasal dari keluarga prasejahtera dan akan dibina secara intensif di lingkungan pendidikan berasrama. 

Untuk menunjang proses belajar-mengajar, telah disiapkan 17 guru dan 10 tenaga kependidikan yang akan mendampingi siswa secara penuh. Dalam arahannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat harus menjadi model percontohan nasional. “Sekolah Rakyat Kabupaten Gresik harus lebih baik dari kabupaten lain,” tegas Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani dalam rapat koordinasi di Ruang Graita Eka Praja, Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 18 Juli 2025.

Rekor diikuti antara lain, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, dan Kepala Dinas Sosial Ummi Khoiroh. Tekad Pemkab Gresik menjadikan Sekolah Rakyat menjadi percontohan sangat kuat. Bahkan, pemkab Gresik berencenakan “menyekolshkan” calon guru bagi siswa sekolah rakyat ke sekolah unggulan. Tujuan memperkaya wawasan dan menyiapkan kurikulum serta sistem pengelolaan sekolah yang unggul. 

“Seluruh guru Sekolah Rakyat untuk mengikuti studi banding ke SMA Unggulan CT Arsa Foundation pada 22 Juli 2025. Kegiatan ini diharapkan menjadi rujukan dalam membangun ekosistem pendidikan yang inspiratif dan berkualitas di Kabupaten Gresik,” kata Fandi Akhmad Yani.  

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menambahkan, Sekolah Rakyat, merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. “Program Sekolah Rakyat tidak hanya berhenti sampai tanggal 30 Juli saja, tetapi kita harus terus mengawal program ini serta mendidik para siswa hingga sukses,” ujar dokter Alif, panggilan akrab Asluchul Alif. Dalam pelaksanaannya, Pemkab Gresik memperhatikan empat aspek utama, yaitu kebutuhan makan, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi keluarga siswa. 

Selain kebutuhan siswa selama tinggal di asrama yang sepenuhnya ditanggung, keluarga siswa juga akan mendapatkan bantuan modal usaha guna mendukung kemandirian ekonomi mereka. “Fokus kita tidak hanya dari sisi bantuan sosial, tetapi juga melalui pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi,” imbuh Asluchul Alif. 

Kepala Dinas Sosial Gresik Ummi Khoiroh mengatakan, program ini juga didukung penuh oleh Kementerian Sosial, yang menyediakan seluruh kebutuhan siswa selama di asrama, termasuk laptop dan perlengkapan pribadi. “Siswa masuk asrama tanpa membawa barang apa pun karena semua sudah disediakan oleh Kementerian Sosial,” terang Kepala Dinas Sosial Gresik Ummi Khoiroh.

Program Sekolah Rakyat juga sejalan dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, yang menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, termasuk pendidikan, dalam penyelesaian masalah kemiskinan.

Sebagai bagian dari pengembangan program, tahun depan Kementerian Sosial bersama Pemkab Gresik merencanakan pembangunan unit Sekolah Rakyat jenjang SD dan SMP di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu. Melalui Sekolah Rakyat jenjang SMA dan pengembangannya ke jenjang SD dan SMP, Pemkab Gresik meneguhkan komitmennya untuk mewujudkan pendidikan inklusif serta penanggulangan kemiskinan secara menyeluruh dan berkelanjutan. (yad)

Siswa Sekolah Rakyat Masuk Asrama Akhir Juli 2025, Bupati Gresik: Sekolah Rakyat di Gresik Harus Jadi Percontohan Nasional  Selengkapnya

Ganggu Kamtibmas, Polres Gresik Himbau Tak Gunakan Sound Horeg

GRESIK,1minute.id –  Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu mengimbau masyarakat Kabupaten Gresik untuk tidak menggunakan sound horeg dalam berbagai kegiatan masyarakat.

AKBP Rovan menegaskan bahwa penggunaan sound horeg secara berlebihan dapat merusak fasilitas umum, mengganggu ketertiban lingkungan, dan memicu potensi gangguan kamtibmas.

“Suara keras yang ditimbulkan sound horeg bukan hanya mengganggu kenyamanan warga, tapi juga bisa merusak sarana dan prasarana publik serta menimbulkan konflik antarwarga,” tegas AKBP Rovan pada Jumat,18 Juli 2025.

Kapolres mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih bijak dalam merayakan kegiatan tidak menggunakan perangkat audio berdaya tinggi di ruang publik. “Mari kita jaga bersama situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di Gresik. Saling menghormati dan menjaga kenyamanan bersama adalah kunci utamanya,” pesan AKBP Rovan. (yad)

Ganggu Kamtibmas, Polres Gresik Himbau Tak Gunakan Sound Horeg Selengkapnya

Hanya Petrokimia Gresik yang Peduli Abang Becak, Daconi Khotob : Semoga Menjadi Berkah

GRESIK,1minute.id – Jono semringah. Pengayuh becak asal Lamongan berusia 70 tahun itu tersenyum bahagia karena mendapatkan bingkisan dari Petrokimia Gresik pada Kamis, 17 Juli 2025. Bagi Jono, yang sudah mbecak sejak 1971 atau selama 54 tahun ini bingkisan dari perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia bagaikan rezeki nomplok.

Bingkisan itu, antara lain, berupa uang Rp 200 ribu. Bagi Jono, abang becak yang biasa mangkal di Alun-alun Gresik ini uang tersebut cukup besar. “Sehari bawa pulang Rp 10 ribu sudah bagus. Saya pernah tiga hari tidak narik, makan dikasih orang,” cerita Jono usai acara Petrokimia Gresik Berbagi Berkah Abang Becak di GOR Tri Dharma Petrokimia Gresik pada Kamis, 17 Juli 2025. Kegiatan sosial rangkaian HUT ke-53 Petrokimia Gresik yang dihadiri oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob ini membagikan sebanyak 530 bingkisan kepada abang becak.

“Hanya Petro (Petrokimia Gresik) yang perhatian kepada kami (abang becak),” katanya. Ia mengungkapkan mendapatkan  bingkisan setiap Petrokimia Gresik merayakan ulang tahun. Jupri, 72, warga Bandaran, Kelurahan Bedilan, Kecamatan/Kabupaten Gresik sekali tiga uang dengan Jono, merasakan berkah setiap tahun. 

BERBAGI BERKAH : Jono, 70, abang becak yang biasa mangkal di Alun-alun Gresik (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan, Petrokimia Gresik menyadari bahwa keberadaan abang becak seringkali mendatangkan manfaat bagi karyawan dan keluarga. Abang becak memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, menjaga keberlangsungan ekonomi lokal, serta menjadi transportasi ramah lingkungan yang dekat dengan keseharian warga Gresik.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat mempererat hubungan baik dengan abang becak dan masyarakat sekitar, sekaligus memberikan motivasi agar mereka tetap semangat, serta mendukung ekonomi kerakyatan di Gresik,” ujarnya.

Kegiatan berbagi bersama abang becak ini, tambah Daconi, rutin dijalankan Petrokimia Gresik dan merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Kegiatan ini sudah menjadi tradisi setiap ulang tahun perusahaan. Tahun ini, setiap abang becak yang hadir menerima santunan uang sebesar Rp 200 ribu dan juga memperoleh souvenir dengan total santunan mencapai Rp 106 juta.

Daconi menyadari bahwa bantuan tersebut tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan abang becak. Kendati demikian, ia berharap kegiatan berbagi berkah ini dapat memberikan manfaat dan digunakan dengan baik, apalagi saat ini bertepatan dengan momen tahun ajaran baru sekolah sehingga bisa menunjang pendidikan anak-anak para abang becak.

Sebagai tulang punggung keluarga, para bapak ini harus bekerja keras menarik becak untuk menafkahi keluarganya. Kami bangga bisa berbagi semangat dan motivasi dengan abang becak yang merupakan pahlawan bagi keluarganya,” tandas Daconi.

Terakhir, ia menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat terhadap kelancaran operasional perusahaan. Sehingga, perusahaan dapat membantu pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Untuk itu, ia memastikan bahwa kegiatan ini akan berlanjut di tahun-tahun berikutnya.

“Kelancaran perusahaan dalam menjalankan amanah menyalurkan pupuk bersubsidi ke seluruh Indonesia di usia lebih dari setengah abad ini juga tidak lepas dari doa dan dukungan abang becak. Ini sekaligus menjadi wujud terima kasih kami,” tandas Daconi. (yad) 

Hanya Petrokimia Gresik yang Peduli Abang Becak, Daconi Khotob : Semoga Menjadi Berkah Selengkapnya

Kejari Gresik Dalami Dugaan Korupsi Anggaran Pilkada Rp 64 Miliar di KPU Gresik  

GRESIK,1minute.id – Pengembalian dana hibah sebesar Rp 7,8 miliar dari total anggaran Pilkada Gresik 2024 sebesar Rp 64 miliar menjadi pintu masuk Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik untuk menyelisik dugaan korupsi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik. 

Sebab, Pengembalian sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) dilakukan tatkal korp Adhyaksa berkantor di Jalan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu melakukan penggumpulan bahan keterangan atau bisa disebut Pulbaket memanggil Ketua KPU, bendahara, dan sejumlah anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK).

“Dengan demikian, Kejaksaan telah berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp7 miliar,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Nana Riana dalam konferensi pers di kantor Kejaksaan Negeri pada Rabu, 16 Juli 2025.

Nana yang didampingi oleh Kepala Seksi Pidana khusus (Pidsus) Gresik Alifin Nurahmana Wanda dan Kasi Barang Bukti Kejaksaan Negeri Gresik melanjutkan, pengembalian uang tidak bisa menghapus pidana. Kejaksaan Negeri akan terus menyelisik perkara dugaan korupsi di institusi penyelenggara coblosan itu. “Kami akan terus melakukan pendalaman. Saat ini, masih tahap pulbaket,” tegas Nana Riana. 

Sumber 1minute.id menyebutkan sisa lebih anggaran sebesar Rp 7,8 juta itu awalnya tidak dilaporkan dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) 2024. Sisa lebih baru dikembalikan setelah Kejaksaan melakukan pulbaket. 

Pada Pilkada 2024, KPU Gresik mendapatkan alokasi hibah anggaran dari Pemkab Gresik sebesar Rp 64 miliar (bukan Rp 67 miliar yang diberikan sebelumnya). Anggaran tersebut dicairkan tiga termin. Meski, anggaran cukup besar, tapi, partisipasi pemilih di pesta demokrasi itu tergolong minim. 

Data KPU Gresik, tingkat partisipasi pemilih dalam pemilihan Gubernur Jatim sebesar 66,90 persen dan pemilihan bupati lebih sedikit lagi yakni 66,85 persen. Ada tengara minimnya partisipasi pemilih itu dikarenakan komisi kurang all out dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat. 

Terpisah, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Gresik Nanang Setiawan membenarkan KPU Gresik telah mengembalikan anggaran Pilkada Gresik sebesar Rp 7,8 miliar. “Pengembalian langsung ke rekening kas Umum Daerah,” kata Nanang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Kamis, 17 Juli 2025. Komisi Pemilihan Umum, imbuhnya, mengembalikan sisa anggaran pada 30 April 2025. (yad)

Kejari Gresik Dalami Dugaan Korupsi Anggaran Pilkada Rp 64 Miliar di KPU Gresik   Selengkapnya

Petrokimia Gresik Berbagi Berkah, Bagikan Paket Sembako Senilai Rp 1,25 Miliar

 GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia kembali menggelontorkan ribuan paket sembako kepada masyarakat. Paket sembako yang dibagikan untuk merayakan HUT ke-53 Petrokimia Gresik sebanyak 12.500 paket senilai Rp 1,25 miliar alias setiap paket senilai Rp 100 ribu.

Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Direktur Manajemen Risiko Petrokimia Gresik Johanes Barus melalui Lurah dan Kepala Desa sekitar perusahaan di Kantor Kelurahan Kroman, Kecamatan/Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Selasa, 15 Juli 2025.

Johanes menyampaikan bahwa, bantuan ini menjadi bentuk terima kasih perusahaan atas dukungan yang diberikan masyarakat selama lebih dari setengah abad ini. Berkat dukungan ini, Petrokimia Gresik mampu menjalankan amanah menyalurkan pupuk bersubsidi ke seluruh tanah air dalam rangka mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Petrokimia Gresik berkomitmen untuk maju dan sejahtera bersama masyarakat, dimana semakin maju perusahaan semakin besar pula kontribusi yang akan diberikan untuk masyarakat. Ini warisan nilai yang diberikan oleh founding father dari waktu ke waktu,” ujar Johanes.

Belasan ribu paket sembako tersebut dibagikan untuk masyarakat di delapan desa/kelurahan sekitar perusahaan. Antara lain, Kelurahan Kroman (sebanyak 1.388 paket), Karangpoh (1.019 paket), Karangturi (1.449 paket), Ngipik (582 paket), Sukorame (1.887 paket), Lumpur (2.025 paket), Tlogopojok (2.200 paket), dan Desa Roomo (1.950 paket).

Setiap paket sembako berisi beras 5 kilogram dan minyak goreng 1 liter dengan nilai Rp100.000 setiap paketnya. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang ada di sekitar perusahaan, mengingat saat ini setiap keluarga memiliki kebutuhan tambahan, dimana putra dan putrinya naik kelas maupun masuk sekolah.

“Nilainya memang tidak bisa memenuhi semua kebutuhan masyarakat, tapi kami berharap masyarakat melihat bantuan ini dari niat baik dan ketulusan perusahaan yang senantiasa hadir di tengah masyarakat,” tandas Johanes.

Ia berharap masyarakat terus memberikan dukungan terhadap Petrokimia Gresik sehingga dapat berkontribusi lebih besar lagi bagi masyarakat maupun bagi kemajuan pertanian Indonesia. Tanpa dukungan masyarakat, Petrokimia Gresik akan susah untuk terus tumbuh. “Terima kasih kami sampaikan kepada masyarakat. Kami berharap hubungan harmonis selama ini bisa terus ditingkatkan, demi kebaikan bersama,” ujar Johanes.

Rokayah, seorang penerima paket sembako menyampaikan terima kasih atas kepedulian Petrokimia Gresik terhadap masyarakat sekitar perusahaan. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. “Kami berharap Petrokimia Gresik semakin maju. Kami yakin, semakin maju Petrokimia Gresik kontribusi untuk masyarakat semakin besar pula. Itu yang kami rasakan selama ini,” ujar warga Kelurahan Kroman itu. (yad)

Petrokimia Gresik Berbagi Berkah, Bagikan Paket Sembako Senilai Rp 1,25 Miliar Selengkapnya

Kejari Gresik Naik Status Dugaan Korupsi Dana Hibah Jatim untuk Pembangunan Asrama Santri ke Penyidikan

GRESIK,1minute.id – Dugaan korupsi dana hibah pembangunan asrama pondok pesantren di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik memasuki babak baru. Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik meningkatkan pengusutan dari penyelidikan ke penyidikan.  Namun, kejaksaan belum menetapkan para tersangka karena menunggu hasil audit kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur. 

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Nana Riana mengungkapkan, dugaan korupsi dana hibah pembangunan asrama santri di pondok pesantren (Ponpes) di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik itu berasal anggaran Pemprov Jatim pada 2019. Saat itu, pengurus pondok mengajukan proposal pembangunan asrama santri sebesar Rp 400 juta. 

“Setelah anggaran cair, dana hibah digunakan oknum pengurus membeli aset tanah untuk pribadi,” terang Kajari Nana Riana dalam konferensi pers di kantor Kejaksaan Negeri di Jalan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Rabu, 16 Juli 2025.

Kajari Nana Riana didampingi oleh Kasi Pidsus Alifin Nurahmana Wanda, Kasi Barang Bukti, dan Kasdim 0817/Gresik Mayor Inf Siari. Nana melanjutkan, laporan pertanggungjawaban (LPJ) dilaporkan pembangunan telah selesai 100 persen. “Jadi pembangunan asrama itu fiktif,” tegasnya. Ia mengatakan, asrama santri yang telah ada itu dibangun sebelumnya. 

Dalam perkara ini, penyidikan seksi pidana khusus (Pidsus) Kejari Gresik telah memeriksa puluhan saksi. Mulai pengurus Yayasan Ponpes, Pemprov Jatim, Kepala Desa, Santri dan tiga orang konsultan. “Saat ini, kami menunggu hasil audit kerugian negaranya. Setelah diketahui kerugian negaranya akan ditetapkan para tersangkanya,” katanya. (yad)

Kejari Gresik Naik Status Dugaan Korupsi Dana Hibah Jatim untuk Pembangunan Asrama Santri ke Penyidikan Selengkapnya