UPT SMP Negeri 2 Gresik Genap 66 Tahun, HUT Dirayakan Sederhana, Karangan Bunga diganti Ucapan Video

GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 Gresik (Spendagres) genap berusia 66 tahun pada 1 Agustus 2025. Spendagres berdiri 1 Agustus 1959. Meski digelar sederhana acara tetap meraih dan khitmad.

Untuk merayakan ulang tahun sekolah itu ratusan siswa di sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik masuk lebih bagi, yakni pukul 06.00 WIB. Guru dan tenaga pendidik (tendik) memakai busana muslim bernuansa putih. Sedangkan, siswa muslim berbusana muslim warna bebas. Mereka tidak lupa membawa bekal makan dan minuman wadah tumbler dari rumah mereka masing-masing. 

Badal Subuh, siswa kelas tahfid mulai membaca ayat suci Alquran atau Khotmil Quran kemudian dilanjutkan dengan doa bersama untuk kesuksesan sekolah, guru, siswa dan alumninya 

Doa bersama dilakukan secara lesehan dengan menggelar tikar di halaman sekolah dan dilanjutkan dengan success story alias cerita inspirasi dari para alumni, antara lain, Muhammad Ainul Yaqin, alumni 2005 kini menjadi anggota DPRD Gresik dan Cici, seorang pengusaha. 

Alumni merasa bangga dan kagum kepada almamaternya. Prestasi sekolah antara lain, sekolah zero waste, Kandidat sekolah Rujukan Google (KSRG), Kantin Halal, dan Eco Green School. Kantin Halal dan SKRG, adalah pioner di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. “Saya takjub dengan Spenda sangat pesat perkembangan nya baik pembelajaran dan teknologi yang ada serta banyak inovasi,” kata Ainul Yaqin.

Kepada UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim mengatakan, ulang tahun digelar sederhana untuk efisiensi dan edukasi bahwa Ultah tidak harus pesta. ” Tahun ini ucapan karangan bunga diminimalisir diganti dengan ucapan lewat video karena sekolah zero waste bebas sampah dari karangan bunga,” kata Mohammad Salim. 

Ia melanjutkan, untuk makan bersama, semua siswa berjumlah 765 anak membawa bekal yang dibawa dari rumah sebagai aksi bergizi sehat yang digagas bersama Puskesmas Alun-alun Gresik. 

Sejarah SMP Negeri 2 Gresik

Melansir dari berbagai sumber, SMP Negeri 2 Gresik berdiri pada 1 Agustus 1959. Awalnya sekolah berasa di Jalan KH.Kholil Gresik ini merupakan bagian dari Holland Indische School (HIS) pada masa penjajahan Belanda. Kemudian, menjadi SMP Negeri 1 Gresik setelah Kemerdekaan. 

SMP Negeri 1 Gresik kemudian pindah menempati gedung baru di  Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik. Bangunan bekas SMP Negeri 1 Gresik menjadi SMP Negeri 2 Gresik. Dalam pengamatan wartawan 1minute.id , gedung utama Spendagres masih mempertahankan arsitektur Kolonial Belanda. Ciri khasnya, antara lain, pintu dan jendela berukuran besar. Plafon gedung juga tinggi sehingga terasa adem. 

Gedung arsitektur Kolonial Belanda tersebut difungsikan sebagai ruang kelas, ruang guru dan ruang kepala sekolah. (yad)

UPT SMP Negeri 2 Gresik Genap 66 Tahun, HUT Dirayakan Sederhana, Karangan Bunga diganti Ucapan Video Selengkapnya

13 Tahun Pemkab Gresik dan Habitat Berkolaborasi Bangun 16.290 Rumah Layak 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menjalin kerja sama dengan Habitat For Humanity Indonesia dengan meluncurkan program Home Equal 2025-2026 yang dibuka oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif di kantor Bupati Gresik pada Kamis, 31 Juli 2025.

Sejak 2012 Habitat menjalin kerjasama dengan pemkab Gresik untuk bangunan rumah keluarga berpenghasilan rendah. Selama 13 tahun berkolaborasi dengan Pemkab Gresik lebih dari 16.290 penerima. Untuk diketahui, Habitat for Humanity Indonesia adalah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang pembangunan perumahan layak dan berkelanjutan bagi keluarga berpenghasilan rendah di Indonesia. Organisasi ini merupakan bagian dari Habitat for Humanity International dan bekerja untuk mewujudkan visi dunia  di mana setiap orang memiliki tempat tinggal yang layak. 

Tahun ini, program Home Equal akan berjalan di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng dan berlangsung selama dua tahun. Nantinya, program ini tidak hanya mencakup pembangunan dan renovasi rumah tidak layak huni, tetapi juga edukasi kebiasaan hidup sehat, pelatihan kebencanaan, hingga penguatan peran komunitas lokal.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyampaikan apresiasinya terhadap peran panjang Habitat di Gresik. “Saya mewakili Pemkab Gresik mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Habitat. Selama bertahun-tahun hadir di Gresik, mereka telah membangun ribuan rumah bagi warga yang tinggal di hunian tidak layak. Ini bukan sekadar soal pembangunan fisik, tetapi soal menghadirkan harapan,” ujar dokter Alif, sapaan, Asluchul Alif. 

Ia melanjutkan,  bahwa layak atau tidaknya sebuah rumah tidak hanya ditentukan oleh material bangunan, tetapi juga oleh kebiasaan dan pola pikir masyarakat. “Program seperti ini harus dilihat secara utuh. Tidak hanya membangun tembok dan atap, tapi juga mengubah cara pandang warga tentang arti sebuah rumah. Ini menjadi penting karena kehidupan yang layak, selalu dimulai dari rumah yang layak,” tambahnya.

Sementara itu, National Director Habitat for Humanity Indonesia Handoko Ngadiman, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Gresik adalah salah satu bentuk kolaborasi terbaik yang pernah dilakukan pihaknya di Indonesia. “Sejak 2012 kami hadir di Gresik, dan sudah ada lebih dari 16.290 penerima manfaat. Ini bukan angka semata, tapi cerita-cerita hidup yang berubah,” kata Handoko.

Secara nasional, Habitat telah menjangkau 17 provinsi selama 28 tahun, membangun lebih dari 200.000 rumah. Namun, menurut Handoko, yang mereka bangun bukan hanya rumah, melainkan juga keluarga dan masa depan. “Fokus kami adalah masyarakat desil 1 dan 2. Mereka yang bahkan tidak terpikir untuk bisa punya rumah sendiri. Kami juga memberi perhatian khusus kepada perempuan kepala keluarga dan penyandang disabilitas. Rumah yang kami bangun adalah rumah yang sebelumnya hanya bisa mereka impikan,” tuturnya. (yad)

13 Tahun Pemkab Gresik dan Habitat Berkolaborasi Bangun 16.290 Rumah Layak  Selengkapnya

Tak Lebih 24 Jam, Polres Gresik Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan Driver Ojol Perempuan dalam Kardus

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik akhir berhasil membekuk pelaku pembunuhan terhadap Sevi Ayu Claudia, driver ojek online (ojol) yang mayatnya di temukan di semak pinggir Jalan Raya Kedamean, Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik pada Senin, 28 Juli 2025.

Pelaku berinisial SR, 36, ditangkap di rumah kontrakannya Dusun Bibis, Desa Menganti, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Kini, tersangka dugaan pembunuhan berencana itu masih menjalani pemeriksaan intensif di Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik.  Polisi hanya butuh waktu tidak lebih 24 jam sejak mayat perempuan terbungkus kardus berusia 30 tahun asal Sidoarjo ditemukan pada Minggu, 27 Juli 2025.

“Satu orang tersangka sudah kami amankan di sebuah rumah kontrakan di Menganti,” tegas Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu pada Senin, 28 Juli 2025. 

Lalu apa motif pembunuhan driver ojol perempuan itu? Kapolres AKBP Rovan menjlentrehkan bahwa korban dan pelaku telah saling mengenal sejak 2021. Profesi korban dan pelaku sama, yakni driver ojol. Akan tetapi, ia melanjutkan, hubungan pertemanan itu retak menjadi tragedi setelah muncul konflik yang didasari oleh janji korban.

Permasalahan bermula pad 2023, ketika korban Sevi menjanjikan kepada tersangka SR bisa membantu memasukkan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan syarat memberikan sejumlah uang sebesar Rp 5 juta. Setelah 2 tahun menunggu korban tidak bisa menetapi janjinya. Sedangkan, istri pelaku sedang hamil. 

Pelaku pun meminta korban agar mengembalikan uangnya. Namun, korban selalu menjawab “besok, besok, dan besok’. Pelaku yang jengkel kemudian merencanakan menghabisi korban. SR lalu memancing korban dengan alasan pekerjaan lepas (freelance) di tempat usaha fotokopi miliknya, Fotocopy Jaya Makmur, yang beralamat di Perum Griya Bhayangkara Permai, Blok A No.3 / Blok E No.2, Dusun Jedong, Desa Urangagung, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo.

Pada Sabtu, 26 Juli 2025 sekitar pukul 16.45 WIB, Sevi datang ke lokasi sesuai janji. Sevi masuk ke dalam toko dan langsung diajak SR menuju ruang kerja. Di ruangan itulah pelaku menjalankan aksinya. Tanpa banyak bicara, SR memukul korban secara brutal menggunakan alat pemotong kertas ke bagian belakang kepala. Korban sempat mencoba melawan, namun SR terus menghantamkan alat berat tersebut hingga Sevi tak berdaya dan akhirnya meninggal dunia di tempat.

Kapolres juga menyampaikan bahwa pihak keluarga mulai cemas ketika korban Sevi tak kunjung pulang hingga pukul 22.00 WIB. Keluarga mencoba menghubungi handphone korban tidak aktif. “Korban Sevi berpamitan kepada ibunya pada Sabtu sekitar pukul 16.00 WIB tanpa menyebutkan tujuan,” terang perwira dua melati di pundak itu. 

AKBP Rovan Richard Mahenu mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak ragu melapor kepada kepolisian apabila mengetahui atau mengalami tindakan mencurigakan atau tindak pidana. “Laporkan melalui hotline Lapor Kapolres atau datang langsung ke kantor polisi terdekat. Respons cepat adalah bagian dari komitmen kami dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tegasnya.

Kasus ini kini dalam proses pendalaman lebih lanjut oleh penyidik Satreskrim Polres Gresik. Pelaku dijerat dengan pasal tindak pidana pembunuhan berencana. Tersangka SR dijerat dengan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (yad)

Tak Lebih 24 Jam, Polres Gresik Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan Driver Ojol Perempuan dalam Kardus Selengkapnya

Pemkab Gresik Kick Off Manajemen Talenta ASN 

GRESIK,1minute.id –  Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Kick off dan Pembekalan Peserta Penilaian Kompetensi ASN dipusatkan di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Senin, 28 Juli 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya menekankan bahwa manajemen talenta bukan hanya soal menempatkan orang di tempat yang tepat, tapi soal mengidentifikasi potensi terbaik dari setiap ASN, dan memastikan mereka bisa berkembang dalam jalur karier yang selaras dengan kapasitasnya. “Penilaian kompetensi ini akan menjadi fondasi awal dalam mengenali kekuatan dan potensi ASN. Kita ingin menciptakan ekosistem kerja yang kolaboratif dan inovatif,” tegas Gus Yani, sapaan Fandi Akhmad Yani. 

Menurutnya, melalui pendekatan sistem merit, hasil dari kegiatan ini akan digunakan untuk menyusun talent pool ASN sebagai dasar pengambilan keputusan pengembangan SDM secara objektif dan terukur. Ia pun berpesan kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gresik untuk terus fokus pada pengembangan keterampilan diri. Selain itu, BKPSDM Gresik juga diharapkan bisa melakukan pendampingan ASN Gresik terkait pendidikan dan pelatihan berkelanjutan. “Kita betul-betul butuh SDM yang terus meng-upgrade diri,” tegas magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, dalam paparannya menjelaskan secara rinci urgensi pelaksanaan penilaian kompetensi, khususnya bagi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama. “Assessment ini bukan sekadar prosedur, tapi alat bantu penting dalam memastikan kecocokan antara pekerjaan dan orang yang mendudukinya. Kita harus menghindari ‘salah posisi’ dalam birokrasi,” ujar dokter Alif, sapaan Asluchul Alif. 

Sebagai informasi, Pemkab Gresik telah menandatangani Komitmen Bersama dengan Kepala BKN RI dalam pengembangan aplikasi Manajemen Talenta. Hingga 2024, telah dilakukan penilaian terhadap 1.977 ASN. Pada 2025 ini akan menyasar 800 ASN (pelaksana, tenaga pendidikan, tenaga kesehatan) dan 30 JPT. Jumlah tersebut menyisakan 6.494 ASN di Gresik yang masih belum mengikuti assessment dan akan menjadi target pembinaan selanjutnya.

Penilaian JPT akan menggunakan metode assessment center yang meliputi berbagai instrumen seperti wawancara berbasis perilaku, LGD (Leaderless Group Discussion), tes psikologi, hingga proposal dan presentasi bidang. Hasilnya akan dikategorikan dalam tiga tingkat: optimal, cukup optimal, dan kurang optimal berdasarkan perbandingan nilai capaian dengan standar jabatan (job person match).

Dalam kesempatan ini, Sekretaris Daerah Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, menyampaikan bahwa pembekalan peserta hari ini menjadi langkah awal dari keseluruhan proses penilaian kompetensi ASN di tahun 2025.

Mulai bulan Agustus, penilaian kompetensi ASN akan menyasar 830 peserta, terdiri dari 800 ASN pelaksana dan 30 JPT. Tepatnya pada tanggal 5 dan 7 Agustus 2025 di BKN Regional II Surabaya (untuk 800 peserta), sedangkan pada tanggal 12 dan 13 Agustus 2025 di BKD Provinsi Jawa Timur (untuk 30 JPT). 

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, menyampaikan bahwa pembekalan peserta menjadi langkah awal dari keseluruhan proses penilaian kompetensi ASN di tahun 2025.

Mulai bulan Agustus, penilaian kompetensi ASN akan menyasar 830 peserta, terdiri dari 800 ASN pelaksana dan 30 JPT. Tepatnya pada tanggal 5 dan 7 Agustus 2025 di BKN Regional II Surabaya (untuk 800 peserta), sedangkan pada tanggal 12 dan 13 Agustus 2025 di BKD Provinsi Jawa Timur (untuk 30 JPT). (yad)

Pemkab Gresik Kick Off Manajemen Talenta ASN  Selengkapnya

Driver Ojol Perempuan yang Ditemukan Tewas Terbungkus Kardus di Gresik Diduga Korban Pembunuhan

GRESIK,1minute.id – Driver ojek online ditemukan tewas di semak-semak pinggir Jalan Raya Kedamean, Desa Banyuurip, Kedamean, Kabupaten Gresik. Mayat perempuan itu terbungkus kardus. Hasil autopsi di RSUD Ibnu Sina Gresik korban bernama Sevi Ayu Claudia diduga kuat korban pembunuhan. 

Kini, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik sedang melakukan penyelidikan. Mayat perempuan berusia 30 tahun asal Sidoarjo yang terbungkus kardus itu ditemukan pada Minggu, 27 Juli 2025. Berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan oleh dr. Nily Sulistyorini, SpFM, di RSUD Ibnu Sina Gresik pada Minggu, 27 Juli 2025 pukul 15.00 WIB, korban dinyatakan meninggal akibat kekerasan benda tumpul di bagian kepala.

Korban yang ditemukan tak bernyawa  mengenakan jaket jins biru, atasan hitam, dan celana abu-abu tersebut, menunjukkan sejumlah luka dan tanda kekerasan. Dari pemeriksaan luar, tampak lebam keunguan pada dada kiri dan punggung, yang tidak menghilang saat ditekan. Rahang dan pergelangan kaki korban mengalami kaku mayat, sementara tanda-tanda pembusukan belum terlihat, yang mengindikasikan bahwa kematian terjadi dalam 18 hingga 24 jam sebelum autopsi.

Yang paling mencolok adalah luka di kepala: delapan luka robek dengan ukuran antara 2 hingga 6,5 cm, serta memar hebat dari puncak hingga bagian belakang kepala. Selain itu, ditemukan memar di bibir bagian dalam dan lakban hitam sepanjang 10 cm yang berada di dalam rongga mulut. Leher korban pun menunjukkan luka lecet, dan di tangan terdapat memar serta lecet yang diduga sebagai hasil perlawanan.

Dari pemeriksaan alat kelamin, ditemukan cairan putih dan robekan lama pada selaput dara, namun tidak ditemukan indikasi kekerasan seksual terbaru.Autopsi bagian dalam memperkuat dugaan kekerasan fisik, dengan ditemukannya perdarahan di bawah selaput otak dan selaput laba-laba, serta resapan darah di area kepala yang berpotensi menyebabkan kematian akibat trauma berat.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya Sevi Ayu Claudia. Ia memastikan bahwa pihaknya tengah mendalami hasil autopsi sebagai bagian dari proses penyelidikan yang intensif.

Dugaan sementara korban mengalami kekerasan fisik di kepala sebelum meninggal dunia. Saat ini pihaknya masih menunggu hasil toksikologi lambung dan darah, serta hasil laboratorium dari swab vagina dan kuku tangan kanan.

Hingga saat ini, empat orang saksi telah diperiksa guna mengungkap kasus ini lebih lanjut. Sejumlah barang bukti seperti jaket, baju hitam, dan celana abu-abu milik korban juga telah diamankan oleh pihak kepolisian. Pihak RSUD Ibnu Sina Gresik dan tim forensik menegaskan bahwa kematian korban murni diakibatkan oleh trauma berat di kepala akibat benturan benda tumpul, yang memicu perdarahan fatal. “Semoga pelaku segera tertangkap dan kasus ini dapat segera terungkap dengan terang,” pungkas AKBP Rovan Richard Mahenu. (yad)

Driver Ojol Perempuan yang Ditemukan Tewas Terbungkus Kardus di Gresik Diduga Korban Pembunuhan Selengkapnya

Puluhan Remaja dan Pelajar Terjaring Operasi Tipiring, Kapolres Gresik : Himbau Ortu Awasi Pergaulan Anak

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 30 remaja di antaranya anak di bawah umur atau berstatus pelajar terjaring Operasi Tindak Pidana Ringan atau Tipiring Polres Gresik. Anak-anak belasan tahun itu menangis dihadapan orang tua mereka.

Pelanggaran mereka, antara lain, mabuk di tempat umum, pelanggaran jam malam, hingga aksi-aksi yang dinilai meresahkan masyarakat. Mereka tidak hanya berasal dari wilayah Kabupaten Gresik, tetapi juga dari daerah sekitar seperti Jombang, Tuban, Surabaya, hingga Magetan. Operasi Tipiring dilakukan mulai Juni hingga Juli 2025.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, menegaskan bahwa Operasi Tipiring bukan semata-mata tindakan represif, tetapi juga bentuk perlindungan dan pembinaan terhadap generasi muda.

“Operasi ini tidak hanya untuk penindakan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan. Kami ingin memberikan efek jera sekaligus perlindungan bagi para remaja agar tidak semakin larut dalam perilaku menyimpang,” tegas alumnus Akpol 2006 itu. 

Ia menambhkan, meski para pelanggar akan diproses sesuai hukum, pendekatan yang digunakan tetap mengedepankan perlindungan anak dan pembinaan edukatif, khususnya bagi yang masih di bawah umur. Fenomena banyaknya pelajar yang terlibat dalam pelanggaran ini turut menjadi perhatian serius Polres Gresik.

Ia pun mengimbau para orang tua agar lebih aktif mengawasi aktivitas dan pergaulan anak-anaknya, terutama saat malam hari. “Kami harap peran serta orang tua lebih peka dan peduli terhadap aktivitas anak-anak mereka. Peran keluarga sangat krusial dalam mencegah kenakalan remaja dan pelanggaran hukum,” ujar perwira dua melati di pundak itu.

Operasi Tipiring ini diharapkan menjadi peringatan bagi masyarakat bahwa menjaga ketertiban bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama. Penegakan hukum harus dilihat sebagai upaya kolektif untuk menciptakan lingkungan yang aman, kondusif, dan sehat bagi tumbuh kembang generasi penerus bangsa. (yad)

Puluhan Remaja dan Pelajar Terjaring Operasi Tipiring, Kapolres Gresik : Himbau Ortu Awasi Pergaulan Anak Selengkapnya

Petrokimia Gresik Berikan Beasiswa Petani Muda, Daconi Khotob : Pertanian Memiliki Masa Depan yang Cerah

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia membagikan beasiswa Petani Muda kepada 50 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan rumpun pertanian. Setiap siswa mendapatkan beasiswa Rp 6 juta. 

Penerima beasiswa khusus siswa kelas XII itu berasal dari 28 lembaga pendidikan memiliki akreditasi A di Jawa Timur. Mereka adalah perwakilan pelajar berprestasi yang dikirim oleh pihak sekolah, dan telah melewati proses seleksi yang terdiri dari seleksi administrasi, penulisan esai, dan ujian kemampuan dasar secara daring. Setiap peserta menerima uang pendidikan sebesar Rp 500.000 per bulan selama setahun, atau total Rp 6 juta.

Menurut Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob, dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan jumlah petani. “Dengan memberikan stimulus kepada generasi muda, paling tidak memotivasi mereka bahwa pertanian itu memiliki masa depan yang cerah,” ujarnya.

Beasiswa ini merupakan program rutin yang dijalankan perusahaan selama empat tahun terakhir. Total ada 200 beasiswa yang disalurkan sejak program ini diinisiasi tahun 2022. Beasiswa ini disalurkan dalam rangka meningkatkan minat anak muda pada bidang agripreneur dan pertanian modern. “Program ini sekaligus strategi Petrokimia Gresik dalam mendukung Pemerintah untuk regenerasi petani di tanah air dalam rangka mewujudkan swasembada pangan nasional berkelanjutan,” kata Daconi.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  memberikan apresiasi atas program Beasiswa Petani Muda yang disalurkan untuk pelajar SMK pertanian. “Kaderisasi merupakan kunci kemajuan negara, termasuk sektor pertanian. Kita terus mendorong adanyanya program beasiswa ini untuk menjadikan pertanian semakin maju dan modern untuk produktivitas semakin optimal,” ujarnya saat menghadiri Petro Agrifood Expo 2025. 

PAE 2025 di Kebun Percobaan (Buncob) Petrokimia Gresik digelar selama tiga hari, mulai Jumat 25 Juli 2025 hingga Minggu, 27 Juli 2025. Petik buah dan sayuran kegiatan ini paling ditunggu-tunggu masyarakat Gresik dan sekitarnya di gelar pada Minggu, 27 Juli 2025. (yad)

Petrokimia Gresik Berikan Beasiswa Petani Muda, Daconi Khotob : Pertanian Memiliki Masa Depan yang Cerah Selengkapnya

Petro Agrifood Expo, Sensasi Petik Buah dan Sayuran di Kota Santri, Magnet bagi Generasi Muda

GRESIK,1minute.id – Ribuan buah melon di Kebun Percobaan (Buncob) Petrokimia Gresik itu ludes dalam waktu 30 menit. Buah berwarna kuning keemasan yang ranum itu menjadi buruan warga di ajang Petro Agrifood Expo (PAE) 2025 yang berakhir pada Ahad, 27 Juli 2025. PAE berlangsung mulai Jumat, 25 Juli 2025. Saking antusiasnya sehingga panitia membatasi setiap warga maksimal bisa membeli dua buah melon. Orang tua, remaja hingga anak-anak pun merasakan sensasi yang berbeda. Mereka senang bisa menikmati buah segar dari hasil memetik sendiri di kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Bagi Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, PAE menjadi media bagi perusahaan dalam memberikan customer experience untuk masyarakat melalui petik buah dan sayuran, sehingga menjadi magnet bagi generasi muda untuk turut mengembangkan sektor pertanian.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menyampaikan bahwa, PAE merupakan salah satu rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) perusahaan yang tiap tahunnya ditunggu-tunggu masyarakat, begitu juga di momen HUT Ke-53 Petrokimia tahun ini. Pengunjung tidak hanya bisa berbelanja produk unggulan pertanian tapi bisa memperoleh customer experience di bidang pertanian.

PETIK BUAH : Pengunjung memetik melon di PAE 2025 Buncob Petrokimia Gresik pada Minggu, 27 Juli 2025 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

“Pengunjung paling favorit mengikuti agenda petik buah melon dan aneka sayuran yang ada di Buncob. Selain itu juga berbelanja hasil pertanian unggulan dan produk olahannya di stan bazar yang disediakan. Kegiatan ini sangat jarang ditemukan di wilayah perkotaan seperti di Gresik,” ujar Daconi.pada Minggu, 27 Juli 2025.

PAE diselenggarakan dengan tujuan untuk memperkenalkan hasil-hasil kegiatan riset yang telah dilakukan Petrokimia Gresik kepada masyarakat Gresik dan petani. Kegiatan riset di Petrokimia Gresik meliputi inovasi dan pengembangan varian jenis pupuk anorganik, organik, hayati, dan teknologi pertanian maupun sektor agribisnis.

Dalam tiga hari PAE, Petrokimia Gresik membuka kesempatan bagi masyarakat Gresik untuk mengenal Petrokimia Gresik dan Pupuk Indonesia Grup serta perkembangan dunia pertanian. Ada sebanyak 57 stan bazar meramaikan kegiatan ini, terdiri dari Pupuk Indonesia Group, perusahaan swasta yang bergerak di bidang agribisnis, produk unggulan dari petani binaan Petrokimia Gresik, Dinas Pertanian, dan entitas Petrokimia Gresik Group.

“Semua negara pasti memiliki kebutuhan pangan. Teknologi semaju apapun, pangan menjadi dasar. Mudah-mudahan PAE mengedukasi masyarakat, sehingga ke depannya pertanian kita semakin maju lagi,” ujar Daconi. Dengan terselenggaranya kegiatan PAE ini, tambah Daconi, diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi para praktisi dunia pertanian, baik di hulu, on farm, maupun hilir. “Kami juga berharap agar kegiatan ini dapat menjadi ajang pertukaran informasi tentang teknologi dalam bidang pertanian, dan agrifood pada umumnya,” tandas Daconi.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyambut baik PAE ini. Dan kegiatan ini paling ditunggu-tunggu masyarakat Gresik. Ia juga memberikan apresiasi atas program Beasiswa Petani Muda yang disalurkan untuk pelajar SMK pertanian. “Kaderisasi merupakan kunci kemajuan negara, termasuk sektor pertanian. Kita terus mendorong adanyanya program beasiswa ini untuk menjadikan pertanian semakin maju dan modern untuk produktivitas semakin optimal,” ujarnya saat menghadiri PAE.

Bagaimana antusiasme warga di PAE 2025? Marfuah terlihat begitu semangat memanen sayuran. Bagi nenek 82 tahun asal Mengare, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik itu memanen sayuran dan buah-buahan di Kebun Percobaan Petrokimia Gresik suatu pengalaman baru yang menyenangkan.

Sekitar pukul 06.00 WIB, nenek Marfuah bersama anak, menantu dan cucu pintu masuk PAE tahun ini. Marfuah, satu dari ratusan warga di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik dan warga Kabupaten lain, antara lain, Lamongan, Surabaya, Mojokerto dan Sidoarjo yang “menyerbu” penutupan PAE 2025. “Baru sekali ini bisa ikut petik buah dan sayuran. Remen! (Senang), ” kata Marfuah di Kebun Percobaan Petrokimia Gresik di event Petrokimia Agri Food (PAE) pada Minggu, 27 Juli 2025. (yad)

Petro Agrifood Expo, Sensasi Petik Buah dan Sayuran di Kota Santri, Magnet bagi Generasi Muda Selengkapnya

1.664 Siswa Lulus Program JAKETKU , Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani :  Pemkab Siapkan Program Beasiswa Sarjana 

GRESIK,1minute.id – Hariyono, Kepala Desa Pekalongan, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik semringah.  Pria 57 tahun bahagia karena telah lulus setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Pada Rabu, 23 Juli 2025, Hariyono di wisuda di atrium Gressmall Gresik.

Hariyono tidak sendirian. Ia bersama 1.664 wisudawan lainnya telah mengantongi ijazah. Ribuan wisudawan itu adalah peserta program Kejar Paket Tuntaskan Putus Sekolah alias JAKETKU. Program ini diluncurkan oleh Pemkab Gresik sejak 2022 lalu. Ribuan wisudawan program Jaketku itu, rinciannya, paket A (setarah Sekolah Dasar/SD) 40 wisudawan, paket B (setara SMP) 311 orang g dan paket C (setara SMA) sebanyak 1.313 wisudawan. Mereka mengikuti pendidikan di sebelas pusat kegiatan belajar mengajar (PKBM) dan satu Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Kegiatan wisuda yang dirangkai, Apresiasi Program JAKETKU 2025, tersebut mengusung tema “Meretas Ketertinggalan, Menuju Insan Berilmu, Berdaya dan Sejahtera” sekaligus soft launching “JAKETKU BERCERITA” tentang kaledioskop perjalanan meretas pendidikan yang terputus. 

Hariyono, alumnus PKBM di Desa Pekalongan, Kecamatan Tambak, tempat ia mengabdi sebagai Kepala Desa. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi semangat Hariyono dalam menimba ilmu, disela kesibukan sebagai Kepala Desa. “Semangat Pak Hariyono patut di contoh dan merupakan inspirasi bagi yang lain. Usia tak membatasi orang untuk terus belajar, semoga ilmu yang didapat dapat bermanfaat,” tutur Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu.

Program Jaketku, salah satu inovasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik yang diluncurkan pada 2022. Program ini membuka jalur pendidikan alternatif bagi warga yang putus sekolah, baik anak-anak maupun orang dewasa. “Kami ingin agar putus sekolah tidak berdampak buruk bagi masa depan anak-anak Gresik, sekarang program ini terus berkembang. Bahkan kini ada Jaketku Plus yang memuat pelatihan wirausaha untuk 15 pengrajin, dan kita juga akan bekerja sama dengan Universitas Gresik dan Disnaker untuk program beasiswa sarjana,” terang mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Prosesi wisuda berbeda dengan wisuda pada umumnya. Wisudawan Program Jaketku ini, tidak memakai toga dan baju wisuda. Wisudawan hanya memakai setelah baju putih dan bawah hitam. Meski begitu prosesi wisuda tetap khidmat. Bupati Fandi Akhmad Yani kemudian menyerahkan ijazah secara simbolis kepada perwakilan wisudawan. Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani tidak lupa memberikan motivasi kepada para wisudawan untuk tidak lelah terus belajar. 

Untuk wisudawan Paket C, ijazah diserahkan kepada Hariyono untuk diteruskan kepada wisudawan lainnya. Usai acara itu dilanjutkan dengan acara  Apresiasi JAKETKU dan Soft Launching “JAKETKU BERCERITA”

Sementara itu, Hariyono mengaku terharu dan bangga. Menurutnya, Ijazah Paket C diakui oleh pemerintah dan memiliki fungsi serta kegunaan yang sama dengan ijazah SMA formal. “Sebagai kepala desa, menyelesaikan kejar paket C memiliki makna yang dalam. Di antaranya, menjadi contoh bagi masyarakat, meningkatkan kredibilitas, serta motivasi untuk melanjutkan pendidikan,” kata bapak tiga anak itu penuh semangat.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Gresik yang telah menginisiasi program tersebut. Dirinya, berharap program ini dapat menjadi percontohan bagi daerah lain. “Jika ada rezeki lebih, dan diberikan kesempatan oleh Allah SWT, Saya memiliki tekad untuk bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Semoga program ini menjadi contoh untuk daerah lain,” pungkasnya. (yad)

1.664 Siswa Lulus Program JAKETKU , Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani :  Pemkab Siapkan Program Beasiswa Sarjana  Selengkapnya

Sepekan Ops Patuh Semeru, Satlantas Polres Gresik Jaring 1.198 Pengendara Langgar Lalu Lintas

GRESIK,1minute.id – Operasi Patuh Semeru 2025 memasuki pekan kedua. Bagaimana pelaksanaan pekan pertama, mulai 14 Juli hingga 21 Juli 2025? Selama sepekan Ops Patuh Semeru 2025, Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik  melakukan tindakan sebanyak 1.198 pelanggaran lalu lintas. 

Operasi Patuh Semeru 2025 akan berakhir pada 27 Juli 2025 mendatang. Kasat Lantas Polres Gresik AKP Rizki Julianda Putera, mengungkapkan bahwa penindakan dilakukan secara terpadu dengan menggabungkan pemanfaatan teknologi dan patroli langsung di lapangan. Dari jumlah pelanggaran yang tercatat, 31 pelanggar terjaring melalui ETLE Statis dan 30 melalui ETLE Mobile, sementara 185 pengendara dikenai tilang manual, dan 952 lainnya mendapatkan teguran tertulis.

“Data ini menunjukkan efektivitas pendekatan kombinatif yang kami lakukan. Teknologi ETLE dan kehadiran personel secara langsung saling melengkapi dalam pengawasan lalu lintas,” terang AKP Rizki. Dominasi pelanggaran masih didominasi pengendara sepeda motor, yakni sebanyak 1.129 kasus, disusul oleh mobil minibus (34), mobil penumpang (17), dan truk (15). Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran pengendara roda dua dalam berlalu lintas masih menjadi perhatian utama.

Dua jenis pelanggaran paling umum adalah tidak menggunakan helm (Pasal 291) dengan 608 kasus, serta melanggar rambu lalu lintas (Pasal 287) sebanyak 476 kasus. Selain itu, pelanggaran lainnya meliputi tidak mengenakan sabuk keselamatan (25 kasus), tidak membawa kelengkapan kendaraan (30 kasus), dan tidak membawa SIM (21 kasus).

Tak hanya itu, terdapat pula pelanggaran khusus seperti tata cara pemuatan barang yang tidak sesuai (1 kasus) dan mengemudi kendaraan yang tidak laik jalan (1 kasus). Melalui Operasi Patuh Semeru 2025, Polres Gresik terus mengupayakan terwujudnya Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcar Lantas) di seluruh wilayah Gresik. Kepolisian berharap data ini menjadi cerminan sekaligus peringatan bagi masyarakat untuk lebih patuh dan sadar dalam berlalu lintas.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk tertib, taat aturan, dan mengutamakan keselamatan. Operasi ini akan terus berlanjut demi menekan angka pelanggaran dan mencegah kecelakaan,” tegas AKP Rizki. (yad)

Sepekan Ops Patuh Semeru, Satlantas Polres Gresik Jaring 1.198 Pengendara Langgar Lalu Lintas Selengkapnya