Satu Peta, Satu Data: Pemkab Gresik Ajak Perusahaan Perkuat Intervensi Air Bersih dan Sanitasi

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik mendorong penanganan akses air minum dan sanitasi dilakukan secara lebih terarah melalui kolaborasi pemerintah, perusahaan, komunitas, dan organisasi masyarakat sipil. 

Salah satu langkahnya adalah menyatukan data kebutuhan, memetakan wilayah prioritas, hingga memastikan intervensi berjalan sampai tahap pengawasan. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman saat menghadiri Stakeholder Forum dan Sharing Session 2 Program Peningkatan Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak  oleh Cempaka Foundation di Hotel Aston Gresik pada Kamis, 10 September 2026.

Mengusung tema “Merangkai Kolaborasi, Menuju Kabupaten Gresik Layak Air Bersih dan Sanitasi”, forum tersebut mempertemukan pemerintah daerah dengan sejumlah perusahaan, forum CSR, serta organisasi yang selama ini bergerak dalam isu air, sanitasi, kesehatan, dan lingkungan.

Sekda Washil mengatakan, pemerintah daerah memiliki kewenangan, sumber daya manusia, serta anggaran untuk menangani persoalan infrastruktur dasar. Namun, kebutuhan di lapangan cukup besar sehingga penyelesaiannya membutuhkan keterlibatan banyak pihak. “Anggaran pemerintah daerah tidak mungkin menyelesaikan semuanya sendiri. Karena itu, kolaborasi menjadi penting, terutama dengan perusahaan melalui program CSR, untuk mempercepat penuntasan persoalan air bersih dan sanitasi,” ungkap Sekda Washil.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur air minum dan sanitasi tidak berhenti pada pembangunan fisik. Keberlanjutan layanan, kualitas air, distribusi, pengelolaan limbah, hingga perubahan perilaku masyarakat juga harus menjadi bagian dari intervensi.

Dampaknya pun tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan infrastruktur. Akses air minum dan sanitasi yang layak berhubungan langsung dengan kesehatan masyarakat, pencegahan stunting, pengurangan kemiskinan, kualitas lingkungan, serta produktivitas masyarakat. “Jangan sampai setelah infrastrukturnya dibangun kemudian selesai. Kita harus memastikan layanan, kualitas, distribusi, dan pengelolaannya berjalan dengan baik,” ujarnya.

Washil menyebut tantangan Gresik cukup kompleks karena karakter wilayahnya beragam. Kabupaten Gresik memiliki kawasan perkotaan, industri, pesisir, perdesaan, pertanian, perikanan, hingga kawasan yang berkembang pesat. Karena itu, pendekatan penanganan air minum dan sanitasi tidak bisa diseragamkan untuk seluruh wilayah.

Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Gresik, capaian akses sanitasi aman di Kabupaten Gresik pada 2025 baru mencapai 2,69 persen dari 11.787 rumah tangga, sementara target dalam RPJMD 2025-2029 mencapai 23,41 persen.

Pada sektor air minum, capaian akses disebut berada pada angka 45,07 persen dari target 78,81 persen. Kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat kesenjangan yang membutuhkan intervensi bersama. “Sanitasi aman ini penting untuk kita kolaborasikan bersama. Begitu juga dengan air minum. Masih ada deviasi yang harus kita maksimalkan,” tuturnya.

Karena itu, Pemkab Gresik mendorong dibangunnya pendekatan berbasis satu peta, satu data, dan satu intervensi. Data dari perangkat daerah diharapkan dapat dipadukan untuk mengetahui wilayah yang sudah terlayani, wilayah yang belum terlayani, serta kebutuhan intervensi di masing-masing kawasan.

Pemetaan tersebut nantinya juga dapat menjadi dasar bagi perusahaan dalam menentukan lokasi program CSR. Dengan begitu, dukungan perusahaan tidak berjalan sendiri, tetapi dapat diarahkan ke wilayah yang memiliki kebutuhan paling mendesak dan selaras dengan prioritas pembangunan daerah. “Harapannya ada data yang bisa disatukan, kemudian ada skala prioritas yang bisa kita tangani bersama, dan implementasinya bisa dikawal sampai pengawasan,” ujarnya.

Sekda Washil juga menekankan pentingnya aspek perubahan perilaku. Menurutnya, persoalan sanitasi tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan septic tank, jaringan perpipaan, atau instalasi pengolahan air limbah. Kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah domestik dan menjaga lingkungan sehat juga menjadi bagian penting dari keberhasilan program.

Ia mencontohkan pengalaman pembangunan IPAL komunal di Gresik yang pada awalnya menghadapi penolakan masyarakat. Setelah masyarakat memahami risiko sanitasi yang tidak aman terhadap lingkungan dan kesehatan, penerimaan terhadap pembangunan IPAL komunal meningkat.

Pengalaman tersebut, kata Washil, menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan edukasi. Infrastruktur yang tersedia akan lebih berkelanjutan apabila masyarakat memahami manfaat sekaligus terlibat dalam pengelolaannya.

Sementara itu, Direktur Cempaka Foundation Sarifudin Lathif mengatakan forum tersebut merupakan kelanjutan dari kolaborasi yang telah dibangun sebelumnya. Cempaka Foundation sendiri telah menjalankan program terkait akses air bersih dan sanitasi di Gresik sejak 2021, termasuk bersama sejumlah mitra.

Menurut Sarifudin, hingga saat ini terdapat sejumlah desa di wilayah Manyar dan Bungah serta kawasan perkotaan Gresik yang menjadi lokasi intervensi program. Program tersebut antara lain mencakup dukungan sambungan rumah dan pengembangan model pengelolaan air berbasis masyarakat.

Salah satu yang dikembangkan adalah model master meter di Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar. Model tersebut memungkinkan masyarakat melalui kelompok pengelola air untuk mengelola layanan secara lebih mandiri dan berkelanjutan. “Masalah yang kita hadapi bukan hanya ketersediaan sumber air, tetapi juga infrastruktur jaringan pipanya. Itu yang perlu kita diskusikan bersama,” kata Sarifudin.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, perusahaan, forum CSR, dan organisasi masyarakat sipil diperlukan untuk memperluas penerima manfaat layanan air minum sekaligus memperkuat pengelolaan sanitasi.

Dalam forum tersebut, Cempaka Foundation juga menghadirkan sejumlah mitra dan pemangku kepentingan untuk berbagi pengalaman serta membuka peluang kolaborasi, termasuk dari sektor industri dan forum CSR.

Sarifudin berharap forum tersebut tidak berhenti sebagai ruang berbagi gagasan. Pemetaan kebutuhan yang lebih jelas diharapkan dapat menghasilkan kerja sama yang konkret sehingga semakin banyak masyarakat Gresik memperoleh akses air minum dan sanitasi yang layak. “Kolaborasi ini diharapkan bisa mempercepat dan memperkuat posisi penting Kabupaten Gresik untuk memenuhi kebutuhan dasar air dan sanitasi,” ujarnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Satu Peta, Satu Data: Pemkab Gresik Ajak Perusahaan Perkuat Intervensi Air Bersih dan Sanitasi Selengkapnya

Wabup Gresik Lepas Tim Robotik Bawah Air, Siti Busyro UMG, Finalis Kontes Kapal Indonesia Nasional ke Bengkalis, Riau

GRESIK,1minute.id – Tim Siti Busyro, Finalis Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2026 Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) berangkat menuju Bengkalis, Riau pada Kamis, 10 September 2026. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif melepas Tim Siti Busyro dari Program Studi Teknik Konstruksi Perkapalan, Fakultas Teknik UMG ini dari kantor Bupati Gresik di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

KKI Nasional ke-12 ini  diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dit Belmawa), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek)

Wabup Asluchul Alif mengapresiasi Tim Siti Busyro UMG yang berhasil menembus babak final Kontes Kapal Indonesia. Menurutnya, pencapaian ini membuktikan bahwa kualitas pemuda dan iklim akademis di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik mampu bersaing di kancah nasional, khususnya dalam penguasaan teknologi maritim dan robotika bawah air. 

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik, saya berharap prestasi ini dapat menjadi pemantik motivasi bagi generasi muda lainnya di Gresik untuk terus berinovasi dan mengharumkan nama daerah,” kata dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif.

Wabup Alif berpesan kepada Tim Siti Busyro untuk selalu menjaga kekompakan tim dan saling mendukung satu sama lain di sepanjang jalannya kompetisi. Menurutnya, harmoni dan soliditas antar anggota adalah kunci utama dalam menghadapi tekanan kompetisi tingkat nasional. 

“Keberhasilan menembus babak final ini memiliki nilai tersendiri buat adik-adik karena nantinya akan bersaing langsung dengan jajaran universitas bonafit dan ternama di Indonesia. Saya berharap agar seluruh anggota tim tetap semangat, tidak merasa minder, dan selalu menjaga fokus demi membawa pulang hasil terbaik,” tuturnya.

“Selain itu, jaga sportifitas karena kalian membawa nama almamater Universitas Muhammadiyah Gresik dan Pemerintah Kabupaten Gresik di kancah Nasional,” Ia melanjutkan.

Di tempat sama, Rektor UMG Khoirul Anwar mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Dikatakan pelepasan ini menjadi simbol dukungan penuh pemerintah terhadap inovasi teknologi maritim oleh generasi muda Gresik. Selain itu, mendorong untuk menjadi program unggulan dalam produk salah satunya robotik bawah air yang saat ini akan mengikuti kontes di Kabupaten Bengkalis Riau. 

“Tim Siti Busyro akan bertanding pada kategori Remotely Operated Vehicle (ROV). ROV ini merupakan teknologi bagaimana kapal bisa menyelam dengan keseimbangan dan kembali ke permukaan,” terangnya. 

Pihaknya menambahkan, kompetitor dalam babak final nanti dinilai cukup berat. Hal itu karena di antara para finalis itu ada kompetitor dari 18 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 5 Perguruan Tinggi Swasta (PTS). PTN di antaranya, Institut Teknologi 10 Nopember  Surabaya (ITS), Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Universitas Brawijaya (UB) Malang, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan Universitas Indonesia (UI) Jakarta.

Sedangkan, PTS antara lain, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). “Ini merupakan mailstone penting dalam mewujudkan Prodi Teknik Konstruksi Perkapalan UM Gresik sebagai pusat pengembangan robotik bawah air,” ungkap Khoirul Anwar.

Tim Siti Busyro UMG berangkat ke ajang nasional ini melalui jalur darat. Rombongan berjumlah 13 orang. Rinciannya, 10 mahasiswa, 2 dosen pendamping dan 1 orang tua mahasiswa Politeknik Bengkalis asal Surabaya. Mereka naik mobil niaga serta kendaraan angkutan serba guna Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik. 

Turut menyaksikan pemberangkatan anak-anak muda ke Bengkalis, Riau yakni Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Gresik Awang Djohan Bachtiar, Kepada Prodi Teknik Konstruksi Perkapalan selaku Ketua Tim Hadi Suroso, Dekan Fakultas Teknik UMG Misbah serta Tim ROV Siti Busyro UM Gresik.

Koordinator Lapangan (korlap) Yusa Ali mengatakan, perjalanan bakal ditempuh selama 3 hari. ” Mohon doanya semua lancar, selamat dan bisa mengharumkan nama UMG dan Kabupaten Gresik,” kata Yusa Ali yang juga Dosen Program Studi Teknik Konstruksi Perkapalan UMG ini ketika dikonfirmasi wartawan 1minute.id pada Kamis, 10 September 2026. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Wabup Gresik Lepas Tim Robotik Bawah Air, Siti Busyro UMG, Finalis Kontes Kapal Indonesia Nasional ke Bengkalis, Riau Selengkapnya

“Semoga Bisa Kembali Sekolah”, Begini Upaya Kapolres Gresik Pulihkan Mental Anak 14 Tahun

GRESIK,1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution turun langsung memberikan pendampingan kepada bocah perempuan berinisia RA. Anak berusia 14 tahun itu mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosi dan perilakunya.

Perwira dua melati di pundak itu mendatangi rumah anak RA yang tinggal di Desa Banyu Urip, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik pada Rabu, 9 September 2026. Informasi mengenai kondisi RA diterima Polres Gresik dari masyarakat. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan pengalaman traumatis yang dialaminya sejak masa kecil. Terlebih, kedua orang tua RA saat ini telah berpisah sehingga diperlukan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Polres Gresik kemudian berkoordinasi dengan keluarga serta Pondok Rehabilitasi Mental dan Sosial Yayasan Berkas Bersinar Abadi milik Ipda Purnomo untuk mencari langkah penanganan yang tepat bagi RA.

Dengan dukungan Kapolres Gresik, keluarga, serta Ipda Purnomo, RA akhirnya bersedia diajak untuk mendapatkan pendampingan dan penanganan lebih lanjut. “Memang di awal sempat agak marah-marah, mungkin karena traumanya. Namun setelah kami komunikasi dan dibantu keluarga, yang bersangkutan sudah mau kooperatif,” ujar AKBP Ramadhan Nasution.

Selanjutnya, RA diberangkatkan ke Lamongan untuk mendapatkan pendampingan dari Ipda Purnomo. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu RA dalam mengelola kondisi emosionalnya secara bertahap, sehingga nantinya dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

Kapolres Gresik menegaskan bahwa proses pendampingan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan humanis, dukungan keluarga, serta penanganan yang sesuai dengan kebutuhan anak. “Kami berdoa semoga anak ini bisa mendapatkan kesembuhan, bisa kembali sekolah dan melanjutkan pendidikannya. Usianya masih 14 tahun, sehingga masa depannya masih panjang,” tuturnya.

Sementara itu, ibu RA, Sujani, menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Gresik yang telah memberikan perhatian dan membantu proses penanganan terhadap anaknya. “Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Kapolres Gresik yang sudah membantu anak saya, juga kepada Pak Purnomo yang sudah menerima dan membantu mengobati anak saya,” ungkap Sujani.

Kepedulian tersebut menjadi wujud perhatian Polres Gresik terhadap masyarakat, khususnya anak yang membutuhkan perlindungan dan pendampingan. Dengan dukungan berbagai pihak, RA diharapkan dapat melalui proses pemulihan dengan baik, kembali bersekolah, melanjutkan pendidikan, serta meraih masa depan yang lebih baik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

“Semoga Bisa Kembali Sekolah”, Begini Upaya Kapolres Gresik Pulihkan Mental Anak 14 Tahun Selengkapnya

Bupati Gresik Minta Kewenangan SMA/SMK Dikembalikan ke Daerah, Soroti UU 23/2014

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka Simposium Nasional dengan tema “Revitalisasi Sekolah Menuju Gresik Berkarya” yang digelar di Aula Mandala Bhakti Praja Kantor Pemkab Gresik pada Selasa, 8 September 2026.

Fandi Akhmad Yani menegaskan sinergi total antara lembaga pendidikan dan dunia industri demi menekan angka pengangguran serta mewujudkan visi Gresik Berkarya. “Kenapa kegiatan ini penting dan harus berkelanjutan. Karena, langkah strategis ini diambil guna menyelaraskan kurikulum pendidikan kejuruan dengan kebutuhan pasar kerja modern yang dinamis di wilayah Gresik,” ungkap mantan Ketua DPRD Gresik ini. 

Narasumber dalam simposium ini di antaranya, Dr. Suko Widodo ( Pusat Studi Transformasi Sosial UNAIR ) ; Roro Ayu Yayuk Dwi Hastuti ( External Relation & SEZ Director ) ; Mochamad Kharis (PT. Kawasan Industri Gresik ) ; Irawan Agustiar( PT. Maspion Industrial Estate) . Kemudian praktisi pendidikan lainnya, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Gresik Eko Agus Suwandi, serta Kepala Dinas Pendidikan  Gresik S. Hariyanto.

Fandi Akhmad Yani berharap, tata kelola SMA/SMK/SLB dapat dikembalikan menjadi kewenangan pemerintah daerah agar bisa memegang tanggung jawab penuh terhadap masa depan generasi muda di Kabupaten Gresik. Dikatakan, selama ini berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pengelolaan jenjang pendidikan menengah tersebut berada di bawah kendali Dinas Pendidikan Provinsi.

“Kami di tingkat kabupaten ingin bertanggung jawab penuh atas masyarakat kami sendiri. Harapannya, regulasi dalam UU 23 Tahun 2014 bisa ditinjau kembali, sehingga kewenangan pengelolaan SMA, SMK, dan SLB dikembalikan ke pemerintah daerah,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani

Menurutnya, pengalihan kewenangan ini sangat krusial bagi kesinambungan program pembangunan SDM lokal. Jika pengelolaan berada di bawah kendali pemerintah daerah, maka Pemkab dapat mengintervensi program pendidikan secara langsung dan terarah. Bagi siswa lulusan SMA, Pemkab ingin memastikan mereka mendapatkan pengawalan optimal agar mampu melanjutkan serta diterima di berbagai perguruan tinggi favorit.

Yani menambahkan, perhatian khusus juga diarahkan untuk sektor pendidikan vokasi. Pihaknya menekankan lulusan SMK di Gresik harus dibekali dengan kompetensi yang unggul dan siap pakai, karena Gresik merupakan kawasan industri yang berkembang pesat. Menurut bupati, sinkronisasi antara kurikulum SMK dan kebutuhan pasar kerja dinilai akan jauh lebih cepat terealisasi apabila berada di bawah wewenang pemerintah daerah.

“Padahal, Pemkab Gresik memiliki visi besar untuk melahirkan lulusan SMA yang kompetitif agar mampu menembus perguruan tinggi favorit nasional. Di sisi lain, standardisasi kompetensi lulusan SMK juga menjadi perhatian utama agar para pemuda Gresik tidak hanya menjadi penonton di tengah masifnya industrialisasi daerah,” harap Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Ia menilai, pembatasan ruang gerak daerah akibat UU Nomor 23 Tahun 2014 membuat pemerintah daerah tidak bisa mengintervensi kebijakan strategis di tingkat sekolah menengah secara maksimal. Melalui pengembalian hak kelola dari provinsi ke kabupaten, Yani optimis sinergi antara dunia pendidikan, pemenuhan fasilitas sekolah, dan penyaluran tenaga kerja di Kabupaten Gresik dapat berjalan jauh lebih efektif.

Untuk itu, Yani mengajak seluruh elemen pendidikan, mulai dari tenaga pendidik, jajaran yayasan, hingga manajemen sekolah untuk aktif melakukan peningkatan kapasitas diri (upgrade keterampilan). Langkah transformatif ini dinilai krusial agar lembaga pendidikan tidak gagap dalam menjawab tantangan era digitalisasi serta dinamika industri yang berkembang sangat cepat.

“Melalui program revitalisasi sekolah vokasi ini, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang adaptif dan melahirkan lulusan yang siap kerja, terampil, serta kompeten di bidangnya. Langkah strategis ini sekaligus menjadi pilar penting Pemkab Gresik dalam mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja lokal dan menekan angka pengangguran secara berkelanjutan,” tegasnya.

Salah narasumber, External Relation KEK Gresik Rr Ayu Yayuk Dwi Hastuti, mengatakan pertumbuhan investasi harus diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM), khususnya lulusan pendidikan vokasi. Menurutnya, investasi menciptakan permintaan baru terhadap kompetensi, produktivitas, sekaligus budaya kerja. “Dunia vokasi dan industri menjadi satu mata rantai yang harus saling mendukung,” kata Rr Ayu.

Ia menjelaskan, KEK Gresik ditetapkan pemerintah dengan mandat utama untuk mendorong hilirisasi manufaktur. Dengan adanya proses hilirisasi tersebut, pertumbuhan kawasan memiliki nilai tambah yang tinggi sekaligus meningkatkan standar kebutuhan industri terhadap talenta yang dihasilkan dunia pendidikan di Gresik.

Karena itu, demand atau kebutuhan industri harus selaras dengan standar lulusan yang memiliki kompetensi sesuai bidang yang dibutuhkan. Keselarasan tersebut penting agar lulusan pendidikan vokasi tidak hanya memiliki ijazah, tetapi benar-benar mempunyai keterampilan yang dapat langsung diterapkan di lingkungan kerja.

“Investasi menciptakan permintaan baru atas kompetensi, produktivitas dan budaya kerja. Dunia vokasi bertugas menyediakan dan memenuhi kebutuhan talenta dunia industri,” ujarnya.

Selain persoalan kompetensi, tantangan lain yang perlu diperhatikan adalah pengalaman peserta didik terhadap dunia kerja. Tidak semua lulusan memiliki pengalaman yang cukup untuk beradaptasi dengan ritme dan budaya kerja industri ketika menyelesaikan pendidikan.

Persoalan tersebut dapat disiasati dengan memperbanyak kesempatan magang atau praktik kerja lapangan (PKL) di industri. Melalui pengalaman tersebut, peserta didik dapat memahami secara langsung standar kerja, kedisiplinan, keselamatan kerja, budaya perusahaan, hingga penggunaan teknologi yang diterapkan di dunia industri.

Di sisi lain, kompetensi guru atau tenaga pengajar juga perlu diperkuat agar sesuai dengan bidang keahlian yang diajarkan. Guru vokasi perlu memiliki pemahaman dan pengalaman yang relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan industri sehingga pengetahuan yang diberikan kepada siswa tidak tertinggal dari perkembangan di lapangan.

Menurut Rr Ayu Dwi Hastuti, kolaborasi antara industri dan sekolah vokasi perlu dibangun secara berkelanjutan, mulai dari penyusunan kebutuhan kompetensi, pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, hingga penyediaan tempat magang bagi siswa.

Menurutnya, penguatan pendidikan vokasi harus menjadi kerja bersama antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor industri. Pertumbuhan kawasan industri dan investasi yang besar perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM lokal sehingga masyarakat Gresik dapat mengambil manfaat dari perkembangan ekonomi di daerahnya.

Besarnya potensi investasi di KEK Gresik akan berbanding lurus dengan kebutuhan tenaga kerja. Saat pendirian kawasan, KEK Gresik diproyeksikan mampu menyerap sekitar 42 ribu tenaga kerja dalam lima tahun. Bahkan, hingga 2036, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan dapat mencapai 200 ribu orang.

Saat ini terdapat 33 industri di kawasan tersebut. Sebanyak 18 industri telah beroperasi, delapan industri sedang dalam proses pembangunan konstruksi, sementara tujuh lainnya masih dalam progres pembangunan.

Dari sisi investasi, nilai investasi di KEK Gresik hingga kuartal II 2026 tercatat sekitar Rp114,4 triliun. Jika ditambahkan investasi yang telah masuk sebelum kawasan tersebut ditetapkan sebagai KEK, yang mencapai sekitar Rp5 triliun, total investasi yang terkait dengan kawasan tersebut mencapai sekitar Rp116 triliun.

Besarnya investasi tersebut menciptakan kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi yang semakin spesifik. Sejumlah sektor industri di KEK Gresik membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keahlian di bidang metal, energi, logistik, kimia (chemical), hingga elektronika. “Harapan kami di industri, dunia pendidikan memberi lulusan atau SDM siap kerja yang memiliki kompetensi,” kata Rr Ayu.

Revitalisasi sekolah vokasi di Gresik pun diharapkan tidak sekadar memperbarui sarana dan prasarana pendidikan. Lebih dari itu, revitalisasi harus diarahkan pada penyelarasan kebutuhan industri dengan standar kompetensi lulusan, peningkatan kapasitas guru, serta perluasan pengalaman kerja siswa melalui program magang dan PKL.

Dengan langkah tersebut, pertumbuhan investasi dan industrialisasi di Gresik diharapkan berjalan beriringan dengan kesiapan SDM lokal. Sekolah vokasi tidak hanya menjadi tempat mencetak lulusan, tetapi menjadi bagian penting dari rantai pasok talenta bagi industri yang terus berkembang di Gresik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Minta Kewenangan SMA/SMK Dikembalikan ke Daerah, Soroti UU 23/2014 Selengkapnya

Petrokimia Gresik Dongkrak Produktivitas Bawang Merah Nganjuk 12 Persen Lewat Pestani 

GRESIK,1minute.id – PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), memperkuat dukungannya terhadap pengembangan bawang merah unggulan Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, melalui program “Pestani Bawang Merah Nyawiji”. 

Program yang melibatkan 120 petani dari enam kecamatan di Nganjuk dilaksanakan pada Senin, 7 September 2026. Demonstration plot (demplot) yang menjadi bagian dari program, produktivitas bawang merah mencapai 20 ton per hektare, meningkat hingga 12 persen dibandingkan panen sebelumnya sebesar 18 ton per hektare.

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Adityo Wibowo mengatakan, bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, peningkatan produktivitas dan kualitas komoditas ini menjadi penting, tidak hanya untuk meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga dalam menjaga ketersediaan pangan.

“Petrokimia Gresik ingin hadir lebih dekat dengan petani. Kami tidak ingin berhenti pada penyediaan pupuk, tetapi juga terus mendorong edukasi pemupukan berimbang, layanan uji tanah, pendampingan budidaya, pemanfaatan teknologi pertanian, serta penguatan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir. Semangat tersebut salah satunya kami wujudkan melalui Program Pestani,” ujar Adityo yang akrab disapa Adit ini.

Jawa Timur memiliki peran strategis dalam produksi bawang merah nasional. Pada 2024, produksi bawang merah di Jawa Timur mencapai 476.666 ton dari luas panen sekitar 53.681 hektare. Sementara itu, produksi bawang merah nasional mencapai 2.085.721 ton dengan luas panen 188.561 hektare. Data tersebut menunjukkan posisi penting Jawa Timur dalam menopang produksi bawang merah nasional.

Di dalam ekosistem tersebut, Kabupaten Nganjuk menjadi salah satu sentra utama bawang merah. Potensi ini semakin kuat dengan keberadaan varietas lokal unggulan Tajuk atau Tanaman Asli Nganjuk yang dikenal memiliki kualitas umbi unggul, warna menarik, ukuran seragam, serta daya simpan yang baik. Dalam sambutannya, Adit menyampaikan bahwa Nganjuk menempati posisi kedua nasional dari sisi produksi bawang merah, sementara varietas Tajuk menempati posisi nomor satu nasional sebagai benih bawang merah.

“Pestani bukan sekadar kompetisi. Pestani kami hadirkan sebagai ruang bagi para petani untuk belajar, berbagi pengalaman, membangun kolaborasi, sekaligus menunjukkan praktik budidaya terbaik pada komoditas unggulan daerah. Hari ini, semangat tersebut kita bawa melalui Pestani Bawang Merah Nyawiji di Kabupaten Nganjuk dengan mengangkat varietas lokal unggulan, yakni Tajuk,” kata Adit.

Pestani Bawang Merah Nyawiji diikuti 120 petani dari enam kecamatan, yaitu Wilangan, Bagor, Rejoso, Nganjuk, Sukomoro, dan Gondang. Rangkaian program berlangsung sejak Maret hingga September 2026 melalui kompetisi budidaya bawang merah secara langsung di lapangan.

Melalui kompetisi tersebut, petani didorong untuk menerapkan praktik budidaya secara lebih optimal sekaligus menghasilkan bawang merah dengan kualitas yang semakin baik. Penilaian kompetisi mencakup keseragaman umbi, berat hasil panen, serta dokumentasi budidaya. Parameter tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong petani untuk memperhatikan kualitas hasil secara lebih terukur, tidak hanya mengejar kuantitas produksi.

Hasil penerapan budidaya tersebut salah satunya ditunjukkan melalui demplot Pestani Bawang Merah Nyawiji. Produktivitas bawang merah pada demplot mencapai 20 ton per hektare, meningkat 11-12 persen dibandingkan panen sebelumnya sebesar 18 ton per hektare.

“Capaian ini menunjukkan bahwa penerapan budidaya yang tepat, pemenuhan nutrisi tanaman secara optimal, serta pendampingan yang konsisten memiliki potensi memberikan hasil yang lebih baik bagi petani. Praktik-praktik terbaik seperti inilah yang ingin terus kami kembangkan dan sebarkan melalui Pestani,” ujar Adit.

Dalam budidayanya, para peserta Pestani mengaplikasikan sejumlah produk Petrokimia Gresik, yaitu Phonska Lite, K Plus, Phonska Cair, Phonska Oca Plus, ZA Plus, SP-36 Petro, Petro Biofertil, dan Petroganik Premium sebagai sumber nutrisi tanaman bawang merah.

Adapun nama “Nyawiji” memiliki makna menyatukan langkah. Bagi Petrokimia Gresik, semangat tersebut sejalan dengan pendekatan Pestani yang mengedepankan kolaborasi, pendampingan, serta pembelajaran langsung di lahan. Praktik-praktik budidaya terbaik yang dihasilkan dari program ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran sekaligus dikembangkan lebih luas oleh petani lainnya.

“Kata Nyawiji memiliki makna yang sangat kuat. Untuk memajukan pertanian, kita harus menyatukan langkah antara petani, pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, Pestani Bawang Merah Nyawiji kami harapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan bersama untuk memperkuat bawang merah Nganjuk,” tutur Adit.

Rangkaian Pestani Bawang Merah Nyawiji juga diisi dengan sarasehan bersama petani dan pemangku kepentingan, panen bersama, serta pemberian penghargaan kepada petani berprestasi. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat interaksi dan kolaborasi sekaligus memberikan apresiasi terhadap kerja keras, semangat, dan dedikasi petani selama mengikuti program.

Di tempat yang sama, petani asal Kecamatan Gondang, Suheri menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan Petrokimia Gresik kepada petani bawang merah di Kabupaten Nganjuk. Ia berharap peningkatan produktivitas yang dihasilkan dari program tersebut dapat memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.

“Kami dalam kegiatan ini mendapatkan informasi terkait pupuk-pupuk nonsubsidi yang terbukti mendorong peningkatan produktivitas bawang merah. Alhamdulillah tanaman hasilnya berkualitas,” ujar Suheri.

Sementara itu, Pestani tidak hanya dikembangkan pada komoditas bawang merah. Program ini telah diterapkan pada sejumlah komoditas unggulan di berbagai wilayah Jawa Timur. Selain Pestani Bawang Merah Nyawiji di Nganjuk, terdapat Pestani Rawit yang mencakup Malang, Probolinggo, Mojokerto, Kediri, dan Blitar; Pestani Melon Pantura di Tuban, Ngawi, Bojonegoro, Gresik, dan Lamongan; serta Pestani Semangka Tapal Kuda di Lumajang, Jember, dan Banyuwangi.

Sebaran tersebut menjadi bagian dari pendekatan Petrokimia Gresik dalam menjalankan pemberdayaan petani yang disesuaikan dengan potensi komoditas unggulan di masing-masing wilayah.

“Petrokimia Gresik berkomitmen untuk terus tumbuh dan berkembang bersama petani. Kami percaya, ketika petani semakin produktif dan sejahtera, maka pertanian akan semakin kuat. Dan ketika pertanian semakin kuat, ketahanan pangan Jawa Timur dan Indonesia akan semakin kokoh,” pungkas Adit. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Petrokimia Gresik Dongkrak Produktivitas Bawang Merah Nganjuk 12 Persen Lewat Pestani  Selengkapnya

Lima Personel Polres Gresik Raih Penghargaan atas Prestasi Pelayanan Prima Tingkat Nasional

GRESIK,1minute.id – Lima personel Polres Gresik menerima penghargaan atas dedikasi dan kontribusinya dalam mendukung keberhasilan institusi meraih predikat Pelayanan Prima Kategori A tingkat nasional periode Agustus 2026.

Penghargaan tersebut diberikan dalam upacara yang digelar di halaman apel Mapolres Gresik pada Senin pagi, 7 September 2026. Upacara dipimpin oleh Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution dan dihadiri Waka Polres Gresik Kompol Rizki Santoso, jajaran Pejabat Utama (PJU), para Kapolsek, serta seluruh personel dan ASN Polres Gresik.

Dalam amanatnya, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi institusi terhadap personel yang menunjukkan kinerja, dedikasi, disiplin, dan integritas melebihi tugas pokoknya.

“Prestasi yang saudara raih merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dedikasi, integritas, dan semangat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jadikan ini bukti bahwa setiap personel memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi, dimulai dari hal-hal sederhana,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh anggota agar menjadikan penghargaan sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kinerja. Menurutnya, pemberian reward harus berjalan seimbang dengan penerapan punishment bagi personel yang melakukan pelanggaran disiplin maupun hukum.

“Reward dan punishment harus berjalan beriringan. Bagi yang berprestasi, tentu kita apresiasi. Namun bagi yang melakukan pelanggaran, kita akan tetap memberikan tindakan tegas sesuai aturan,” ujarnya. Lebih lanjut, AKBP Ramadhan berpesan agar seluruh anggota Polres Gresik senantiasa memberikan pelayanan dengan ketulusan dan empati kepada masyarakat.

Ia mengajak seluruh jajaran untuk menjadi anggota Polri yang “bisa merasa, bukan merasa bisa”, sehingga setiap tugas dilaksanakan dengan hati, tanggung jawab, dan orientasi pada kepentingan masyarakat. “Terus berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Mari kita jaga kepercayaan masyarakat dan bersama-sama mewujudkan semangat Jogo Gresik,” pesannya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Lima Personel Polres Gresik Raih Penghargaan atas Prestasi Pelayanan Prima Tingkat Nasional Selengkapnya

200 Stan Kuliner Memanjakan Lidah Penggemar CFD Baru di PPS, Dibuka Resmi Kadin Gresik

GRESIK,1minute.id – Masyarakat Gresik semakin banyak pilihan olah raga sambil menikmati kuliner setiap Minggu pagi. Kini, di Kompleks Perumahan Pondok Permata Suci (PPS) di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik mesmi melaunching CFD alias Ceria Family Day. Sebelumnya, car free day (CFD) “hanya” di sepanjang Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik. 

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Gresik Muhammad Choirul Rizal yang melaunching CFD di kompleks pasar tradisional ini pada Minggu, 6 September 2026. Launching diawali senam bersama. Pasar PPS pun lebih riuh karena antusiasme masyarakat untuk menikmati olah raga pada Minggu pagi itu. Usai senam, prosesi launching dengan melepaskan ratusan balon ke udara. Ratusan balon berwarna biru itu dibagikan oleh panitia kepada peserta CFD untuk dilepas bersama-sama. 

Setelah prosesi lepas balon ini, penggemar CFD bisa menikmati aneka kuliner. Berbagai macam makanan ada di arena CFD ini. Mulai masakan Manado hingga kuliner khas Gresik. Sambil jajan kuliner masakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) warga bisa mendengarkan live musik hingga pukul 10.00 WIB.

Ketua Kadin Gresik Muhammad Choirul Rizal mengatakan dibukanya CFD Pasar Pondok Permata Suci (PPS) diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat terutama para pengusaha UMKM. “Saya berharap CFD, Ceria Family Day di PPS menjadi tempat berkumpul masyarakat untuk berolahraga dan menikmati kuliner,” ujar Rizal. “Saya doakan, semua dagangan laris,” imbuh Rizal yang juga Direktur Rumah Vokasi Kabupaten Gresik ini.

Sementara itu, Ketua Panitia CFD Ceria Family Day PPS M Ismail Fahmi menambahkan, CFD PPS diharapkan sebagai wadah berkumpulnya masyarakat untuk berolahraga sambil menikmati kuliner. “Ada 200 stan kuliner. 80 persen adalah UMKM warga PPS (Kompleks Perumahan Pondok Permata Suci), 20 persen lainnya kami peruntukkan untuk UMKM di luar perumahan,” kata Fahmi, sapaan akrab, M Ismail Fahmi yang juga juragan minuman temu lawak ini. 

Ia berharap CFD PPS bisa meningkatkan perekonomian masyarakat dan mengurangi pengangguran di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik dengan melahirkan UMKM tangguh melalui program B3 yakni Bela, Beli dan Bagi. ” Sloga kami, Mari Sehat bareng, happy bareng, UMKM maju,” tegas Fahmi yang juga Ketua Komunitas Pelopor Usaha Gresik (KPUG) ini. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

200 Stan Kuliner Memanjakan Lidah Penggemar CFD Baru di PPS, Dibuka Resmi Kadin Gresik Selengkapnya

DPRD Gresik Gelar Pelantikan PAW Pimpinan dan Anggota, Wongso Resmi Jabat Wakil Ketua DPRD, Kusno Gantikan Almarhum Nurhamim 

GRESIK,1minute.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik menggelar rapat paripurna Pelantikan Pengganti Antarwaktu Pimpinan dan Anggota DPRD Gresik Sisa Masa Jabatan 2024-2029 pada Jumat, 4 September 2026.

Rapat paripurna digelar dua kali secara maraton dipimpin oleh Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir ini berlangsung khidmat. Rapat paripurna, kali pertama yakni pelantikan Wongso Negoro sebagai Wakil Ketua DPRD Gresik menggantikan almarhum Ahmad Nurhamim dipimpin oleh Ketua Pengadilan Negeri (PN) Gresik Achmad Rifa’i.

Sedangkan, pelantikan atau pengambilan sumpah janji Kusno sebagai  anggota DPRD Gresik menggantikan almarhum Ahmad Nurhamim dipimpin oleh Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir. 

Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota DPRD Gresik Kusno menindaklanjuti turunnya Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur No: 100.3.3.1/510/KPTS/011.2/2026 tertanggal 13 Juli 2026 tentang Peresmian pengangkatan PAW anggota DPRD Kabupaten Gresik. Sedangkan, paripurna Wongso Negoro sebagai Wakil Ketua DPRD Gresik sisa masa jabatan 2024-2029, menindaklanjuti SK Gubernur Jatim No: 100.3.3.1/510/KPTS/011.2/2026 tertanggal 13 Juli 2026 tentang Peresmian pengangkatan PAW anggota DPRD Kabupaten Gresik.

Paripurna Pelantikan Pengganti Antarwaktu Pimpinan dan Anggota DPRD Gresik Sisa Masa Jabatan 2024-2029 disaksikan oleh dua Wakil Ketua DPRD Gresik yakni Mujid Riduan dan Lutfi Dhawam, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gresik serta seluruh anggota DPRD Gresik.

Pelantikan Wongso Negoro dan Kusno menjadi bagian dari proses pengisian jabatan pimpinan dan anggota DPRD Gresik setelah wafatnya Achmad Nur Hamim. Wongso yang anggota DPRD Gresik terpilih periode 2024-2029 juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar. Sedangkan, Kusno, calon legislatif (caleg) yang berada satu daerah pemilihan (Dapil) Gresik-Kebomas sama almarhum Nurhamim. 

SELAMAT: (kiri) Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir menyematkan PIN anggota DPRD Gresik Kusno dalam Rapat paripurna Pelantikan Pengganti Antarwaktu Pimpinan dan Anggota DPRD Gresik Sisa Masa Jabatan 2024-2029 di Ruang Rapat Paripurna DPR Gresik pada Jumat, 4 September 2026 ( Foto : Humas DPRD Gresik untuk 1minute.id)

Dalam rapat paripurna tersebut, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir juga membacakan penempatan Kusno sebagai anggota Komisi II (Bidang Perekonomian dan Keuangan) DPRD Gresik. Syahrul menyampaikan, setelah dilantik, Kusno menjadi anggota DPRD Gresik Komisi II dan anggota Badan Musyawarah (Banmus).

Setelah itu, paripurna dilanjutkan dengan agenda pemilihan Ketua Komisi II. Paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Gresik Mujid Riduan diumumkan bahwa Atek Riduan sebagai Ketua Komisi II menggantikan Wongso Negoro.

Usai pelantikan Wongso Negoro menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah sebagai Wakil Ketua DPRD Gresik dengan sebaik-baiknya. 

“Semoga setelah pelantikan pagi hari ini saya bisa amanah. Karena tugas yang menanti ke depan cukup besar dan bagaimana tugas ini bisa memberikan manfaat bagi orang banyak, khususnya bagi warga Kabupaten Gresik,” ujar Wongso. 

Ia menyadari bahwa jabatan tersebut membawa tanggung jawab besar, terutama dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Kabupaten Gresik. Wongso juga menegaskan bahwa amanah tersebut akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab sebagai bagian dari tugasnya di lembaga legislatif. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

DPRD Gresik Gelar Pelantikan PAW Pimpinan dan Anggota, Wongso Resmi Jabat Wakil Ketua DPRD, Kusno Gantikan Almarhum Nurhamim  Selengkapnya

Kapolres Gresik Pimpin Sertijab PJU, mulai Waka Polres dan Kapolsek, 14 Personel Bergeser 

GRESIK,1minute.id – Gerbong mutasi, rotasi dan promosi di markas Kepolisian Resor (Polres) Gresik kembali bergerak. Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution yang memimpin langsung upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat utama (PJU) dan Kapolsek jajaran di Ruang Rupatama SAR Polres Gresik pada Rabu, 2 September 2026.

Rotasi jabatan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Telegram Kapolda Jawa Timur tertanggal 31 Juli 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polda Jatim. Pergeseran ini juga menjadi bagian dari penataan organisasi seiring adanya peningkatan tipe Polres Sumenep dan Polres Tuban menjadi Polresta.

Dalam mutasi kali ini, sebanyak 14 personel mengalami pergeseran, terdiri dari delapan personel mutasi masuk, empat personel mutasi keluar, dan dua personel yang mengalami pergeseran internal di lingkungan Polres Gresik.

Sejumlah pejabat baru yang bergabung di Polres Gresik antara lain Kompol Rizki Santoso, yang dipercaya mengemban tugas sebagai Wakapolres Gresik setelah sebelumnya menjabat Wakapolres Ngawi.

Kemudian AKP Muhammad Hariyazie Syakhranie, dipercaya sebagai Kasatlantas Polres Gresik, serta AKP Mohammad Prasetyo, sebagai Kasatreskrim Polres Gresik. Keduanya sebelumnya bertugas sebagai Kasatlantas Polres Tuban dan Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Sementara itu, posisi Kapolsek Bungah kini dijabat Iptu Masdar Auzan, sedangkan Kapolsek Gresik Kota dipercayakan kepada Iptu Muhammad Syahrir Husain, Keduanya sebelumnya merupakan Pama Polda Jatim dan lulusan STIK PTIK ke-83.

Selain itu, Ipda Muhammad Khalifah Nasif, Iptu Adi Atmaja Mahardika dan Iptu Gavra Pedra Gianyar, mendapat penugasan sebagai Pama Polres Gresik setelah sebelumnya berdinas di Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Di sisi lain, empat personel meninggalkan Polres Gresik untuk mengemban tugas baru. Mereka yakni Kompol Shabda Purusha Putra, yang dipercaya sebagai Kabagbinopsnal Ditressiber Polda Jatim, AKP Nur Arifin, sebagai Ps. Kasigar Subditgakkum Ditlantas Polda Jatim, AKP Arya Widjaya, sebagai Ps. Kasatreskrim Polresta Tuban, serta AKP Muhamad Kevin Ramadhan, sebagai Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota.

Untuk pergeseran internal, Kompol Slamet Priyono, yang sebelumnya menjabat Kapolsek Dukun, kini dipercaya sebagai Analis Kebijakan Pertama Bidang SDM Polres Gresik. Sementara AKP Suhari, bergeser dari Kapolsek Bungah menjadi Kapolsek Dukun.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengatakan, mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Selain sebagai penyegaran, kebijakan tersebut juga menjadi sarana pembinaan karier personel sekaligus upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

“Mutasi merupakan hal yang biasa dan dinamis dalam organisasi Polri. Ini bagian dari penyegaran organisasi dan pembinaan karier, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kapolres.

Kapolres juga berpesan kepada para pejabat yang baru agar segera beradaptasi dengan lingkungan dan tanggung jawab yang baru. Setiap pejabat diharapkan mampu melanjutkan program yang telah berjalan serta menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional, humanis dan responsif.

Sementara kepada pejabat yang meninggalkan Polres Gresik, AKBP Ramadhan menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian selama menjalankan tugas di wilayah hukum Polres Gresik.

“Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian selama bertugas di Polres Gresik. Semoga sukses di tempat penugasan yang baru dan terus memberikan pengabdian terbaik kepada institusi dan masyarakat,” pungkasnya.

Dengan adanya rotasi tersebut, Polres Gresik diharapkan semakin solid dan mampu meningkatkan kinerja dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus memberikan pelayanan terbaik bagi warga Kabupaten Gresik. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Kapolres Gresik Pimpin Sertijab PJU, mulai Waka Polres dan Kapolsek, 14 Personel Bergeser  Selengkapnya

Pengurus IWAPI Gresik Dilantik, Bupati Gresik Dorong IWAPI Ciptakan Ekosistem Usaha dan Penggerak Ekonomi Daerah

GRESIK,1minute.id – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha Wanita (IWAPI) Gresik memiliki ketua baru. Ia bernama Hajjah Riana. Kabinet baru DPC IWAPI Gresik periode 2026-2031 dikukuhkan di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Selasa,1 September 2026.

Pengukuhan dihadiri antara lain, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif dan Ketua DPD IWAPI Jawa Timur Timur Susmiati  berlangsung khidmat dengan mengusung tema “IWAPI Berdaya, Wanita Pengusaha Penggerak Indonesia Emas”.

Serta, Ketua GOW Gresik dr. Shinta Puspitasari, Ketua Persit Kartika Candra Kirana Gresik Yuristy Fadly Subur Karamaha, General Manager Aston Gresik Paminta Nugraha, General Manager Gressmall Gresik Erich Pramono Bangun serta Ketua DPC IWAPI kabupaten/kota se Jawa Timur.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengajak pengurus DPC IWAPI Gresik yang baru dilantik untuk berperan aktif dalam mendorong perekonomian daerah, baik melalui pemberdayaan UMKM dan perempuan maupun wirausaha.

Ia juga mengajak seluruh pengurus DPD dan DPC IWAPI untuk meneladani rekam jejak sejarah Nyai Ageng Pinatih, ibu angkat Sunan Giri atau Maulana Ainul Yaqin. Nyai Ageng Pinatih, sosok perempuan tangguh ini terbukti mampu mengendalikan roda perdagangan internasional di masa lampau, dengan menjadikan Pelabuhan Gresik sebagai pintu gerbang utama ekonomi kawasan.

“Nyai Ageng Pinatih bukan sekadar tokoh sejarah biasa. Beliau adalah representasi nyata dari kepemimpinan perempuan yang visioner, mandiri, dan memiliki kemampuan manajerial luar biasa dalam mengelola pelabuhan dan armada dagang besar pada eranya,” tutur Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Lebih lanjut, mantan Ketua DPRD Gresik ini, berharap nilai-nilai perjuangan dan kegigihan Nyai Ageng Pinatih dapat menjadi inspirasi bagi generasi masa kini. Perempuan Gresik modern diharapkan mampu mengambil peran strategis di berbagai sektor pembangunan, sekaligus melanjutkan warisan kejayaan maritim dan ekonomi yang pernah diukir di tanah Gresik. 

Isu strategis berikutnya yaitu isu ekonomi berbasis gender yang mempengaruhi ekonomi suatu bangsa. Maka kaderisasi organisasi perempuan IWAPI ini harus terus jalan agar sukses dalam menjalankan strukur organisasi. Pemerintah Kabupaten Gresik siap mensuport, mendukung dan terbuka baik dalam pemberdayaan UMKM maupun kegiatan lainnya. 

“Oleh karena itu, penguatan sektor UMKM yang dikelola oleh perempuan menjadi salah satu prioritas pembangunan. Hubungan sinergis antara pemerintah dan organisasi perempuan diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang lebih inklusif dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya.

Di tempat sama, Ketua DPD IWAPI Jawa Timur, Susmiati Rahmawati, menyampaikan bahwa IWAPI berkomitmen menjalankan berbagai program unggulan yang inovatif, adaptif, dan kolaboratif. Sinergi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi kunci utama untuk mempercepat kebangkitan ekonomi dan penguatan pelaku usaha perempuan di seluruh wilayah Jawa Timur.

Dikatakan, IWAPI secara aktif terlibat dalam menyukseskan salah satu program strategis nasional, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui keterlibatan ini, IWAPI tidak hanya berkontribusi pada peningkatan gizi anak-anak untuk mencetak generasi Indonesia Emas 2045. Juga mendorong roda perekonomian dari tingkat paling bawah.

“Program MBG tidak hanya menjawab kebutuhan pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi. Petani, peternak, hingga pelaku UMKM ikut terlibat dalam penyediaan bahan pangan,” ungkapnya. 

Selain itu, lanjut Susmiati, IWAPI juga aktif menjalin kolaborasi dalam program aksi lingkungan, termasuk mendapatkan dukungan bibit pohon melalui Kementerian Kehutanan. “IWAPI juga aktif dalam berbagai aksi hijau seperti penanaman pohon di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) maupun kolaborasi di tingkat daerah. IWAPI bekerja sama dengan pihak kehutanan untuk mendukung pelestarian lingkungan hidup dan program penghijauan nasional,” tuturnya.

Sementara, Ketua DPC IWAPI Gresik Riana, dalam sambutannya menyampaikan, fokus utama memperkuat kapasitas anggota melalui digitalisasi usaha perluasan jejaring bisnis serta peningkatan akses permodalan dan pelatihan keterampilan. Kami berkomitmen menjadi organisasi yang inklusif, adaptif dan berdaya saing tinggi. Sehingga pelaku UMKM maupun perempuan pelaku usaha di Gresik dapat naik kelas dan bersaing di pasar. 

“Keberhasilan ini tentu membutuhkan sinergi dan kolaborasi. Kami siap bermitra strategia dengan pemerintah daerah, dunia industri, maupun perbankan dan seluruh pemangku kepentingan. Mari kita rapatkan barisan bekerja dengan gotong royong dan komitmen dalam pemberdayaan perempuan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata perempuan yang aktif dalam pembinaan produk lokal dan kerajinan, seperti mendukung pelatihan kriya dan pengembangan usaha mikro perempuan di Gresik ini. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pengurus IWAPI Gresik Dilantik, Bupati Gresik Dorong IWAPI Ciptakan Ekosistem Usaha dan Penggerak Ekonomi Daerah Selengkapnya