Sehari, 2 Rumah Terbakar di Gresik, Penyababnya Diduga Obat Antinyamuk dan Korek Api

GRESIK,1minute.id – Dua rumah terbakar di Kabupaten Gresik pada Selasa, 22 September 2026. Penyebabnya, diduga human error. Musibah kebakaran kali pertama terjadi di rumah Sutini, warga Desa Sunggonlegowo, Kecamatan Bungah.

Kebakaran terjadi pada pukul 09.47 WIB. Penyebabnya, diduga berasal dari obat antinyamuk. Selang 2 jam kemudian, tepatnya pukul 12.29 WIB rumah Panji Gombloh Saputro di Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo. Pemicunya, diduga berasal dari korek api. 

Untungnya, dua kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik mencatat duq kejadian ke-105 dan 109. Kebakaran ke-106 sampai 108 kebakaran alang-alang. 

Menurut keterangan Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Gresik Suyono, pihaknya menerima laporan kebakaran di rumah Ny Sutini terjadi pukul 09.47 WIB. Pelapornya, Arif Rahman, perangkat Desa Sungonlegowo. 

Berdasarkan keterangan saksi-saksi, pagi korban Sutini sedang tidur. Ia terbangun karena hawa panas dalam rumah. “Korban melihat api yang sudah membakar rumah bagian kamar belakang dan dapur,” kata Suyono pada Selasa, 22 September 2026.

Melihat amuk si jago merah, sebagaian warga membantu memadamkan. Sebagian lagi melaporkan call center 112. Berdasarkan keterangan saksi-saksi, kebakaran terjadi karena pemilik rumah lupa mematikan obat antinyamuk. “Tidak ada korban,” tegasnya. 

Kejadian kedua, di rumah milik Panji Gombloh Saputro di Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo. Kejadian sekitar pukul 12.15 WIB. Pelapor yakni Ny Nindy, tetangga korban.  Siang itu melihat ada asap dari lantai 2 rumah yang dihuni oleh Ny Yani itu. 

“Kami menerima laporan pukul 12.29. Petugas kami tiba pukul 12.44. Api kami padamkam pukul 13.28,” terang Suyono. Berdasarkan keterangan saksi-saksi, kebakaran diduga berasal dari korek api. “Anak mainan korek api dan membakar kertas. Lalu merembet,” ungkap mantan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Pemkab Gresik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Sehari, 2 Rumah Terbakar di Gresik, Penyababnya Diduga Obat Antinyamuk dan Korek Api Selengkapnya

Sulap Limbah Jadi Berkah, Petrokimia Gresik Kantongi Paten Inovasi Silika

GRESIK,1minute.id – PT Petrokimia Gresik berhasil mengubah produk samping menjadi solusi bernilai guna. Perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia ini mengembangkan silika sisa produksi sebagai bahan penyaring belerang cair di pabrik asam sulfat.

Inovasi tersebut telah mengantongi Sertifikat Paten Sederhana dari Kementerian Hukum RI. Sertifikat diserahkan Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, kepada SVP Operasi III Petrokimia Gresik, Bambang Ariwibowo, dalam acara What’s Up Campus Calls Out (WCCO) di Airlangga Convention Center Surabaya.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan selama ini penyaringan belerang cair menggunakan diatomaceous earth dari pihak ketiga.

“Melalui inovasi ini, kami tidak hanya menemukan solusi atas produk samping silika, tetapi juga menghadirkan alternatif bahan penyaring yang mendukung efisiensi produksi,” ujar Daconi pada Senin, 21 September 2026. 

Silika sendiri merupakan produk samping dari produksi aluminium fluorida (AlF3). Tiap bulan, unit tersebut menghasilkan sekitar 990 ton silika padat yang membutuhkan pengelolaan dan tempat penyimpanan khusus.

Asam sulfat merupakan bahan baku pupuk yang dalam prosesnya butuh penyaringan belerang cair agar mutunya terjaga. Silika hasil riset Petrokimia Gresik kini mampu menggantikan fungsi tersebut.

Dari sisi ekonomi, inovasi ini diproyeksikan menghemat biaya hingga Rp259,6 juta per tahun dari pengurangan pembelian diatomaceous earth.

“Melalui inovasi ini, kami ingin membangun cara pandang bahwa produk samping tidak selalu menjadi beban. Dengan riset yang tepat, material itu bisa menjadi solusi yang mendukung efisiensi dan keberlanjutan,” jelas Daconi.

Perolehan paten ini menjadi pengakuan atas inovasi Petrokimia Gresik dan membuka peluang pemanfaatan silika untuk industri lain dengan karakteristik serupa. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Sulap Limbah Jadi Berkah, Petrokimia Gresik Kantongi Paten Inovasi Silika Selengkapnya

Pengedar Sabu-sabu Driyorejo Dibekuk, Ngaku Pernah Edarkan 200 Gram 

GRESIK,1minute.id –  Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Gresik menangkap seorang pengedar sabu-sabu wilayah Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik.

Ia berinisial MAAM, 24 tahun. Asal Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Ia ditangkap di kos-kosan di Jalan Mastrip VIIIB, Kelurahan Warugunung, Kecamatan Karangpilang, Surabaya. Polisi menyita 7,35 gram. Diduga sabu-sabu itu, sisa dari pengiriman 200 gram

Di kemas 15 klip. Penangkapan MAAM hasil dari pengembangan penyidikan terhadap tersangka RAN, 28, yang ditangkap pinggir Jalan Desa Karangandong, Kecamatan Driyorejo pada Agustus 2026. Tersangka menyanyi barang bukti sabu-sabu berasal dari MAAM. 

Selain kristal bening yang diduga sabu-sabu, polisi juga mengamankan dua plastik foil warna merah, sebuah skrop dari potongan sedotan plastik, timbangan elektrik, uang tunai Rp 750 ribu, satu unit handphone warna hitam, serta sepeda motor Honda Scoopy beserta STNK.

Dari pemeriksaan terhadap MAAM, tersangka mengaku mendapatkan sabu tersebut dari seseorang berinisial L yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Ia juga mengaku sebelumnya menerima titipan sabu sebanyak 200 gram pada Minggu, 2 Agustus 2026 melalui sistem ranjau di Jalan Kapas Krampung, Kecamatan Kenjeran, Surabaya.

Sebagian besar sabu tersebut, menurut  keterangan tersangka, telah diedarkan melalui sistem ranjau di wilayah Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. 

“Motifnya tersangka mengaku tergiur dengan upah yang diperoleh dari aktivitas tersebut. Ia mendapatkan bayaran sebesar Rp25 ribu untuk setiap titik ranjauan,” ujar Kasat Resnarkoba Polres Gresik AKP Ahmad Yani di Mapolres Gresik pada Senin, 21 September 2026.

Satresnarkoba Polres Gresik terus mendalami keterangan tersangka untuk mengungkap jaringan di atasnya, termasuk memburu keberadaan L yang saat ini masih dalam pengejaran.

Atas perbuatannya, MAAM dijerat Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana dan Pasal 609 ayat (2) huruf a UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

“Satresnarkoba Polres Gresik juga mengajak masyarakat ikut berperan dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Masyarakat dapat menyampaikan informasi melalui Call Centre 110 atau Hotline Lapor Cak Rama di nomor 0811-8800-2006,” tukasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pengedar Sabu-sabu Driyorejo Dibekuk, Ngaku Pernah Edarkan 200 Gram  Selengkapnya

Ini Sosok Rayyan, Pelukis Kaligrafi Cilik, Karyanya Raih Apresiasi Khattat Internasional 

GRESIK,1minute.id – Kabupaten Gresik memiliki pelukis cilik. Pelukis kaligrafi. Ia bernama M.Rayyan Rabbani. Baru-baru ini, karya siswa SD Nahdlatul Ulama (SD NU) 1 Trate Gresik ini bahkan lolos seleksi pameran Kaligrafi 50 negara. 

Karya siswa kelas 5 ICP ( International Class Program) ini mendapatkan banyak apresiasi dari pelukis kaligrafi internasional. Yakni, kurator yang juga Khattat asal India Mr Gori Yusuf Husain, Ustad Isep Misbah, Dewan Hakim MKQ Nasional 2026 serta Dipo, Direktur pameran Lukisan Kaligrafi dalam rangka MTQ Nasional ke-XXXI di Kota Semarang yang berlangsung 12-18 September 2026 di Ciputra Mall Semarang.

Pameran 50 Negara itu dibuka Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti.

Menurut Muhammad Riyanto, pada 2026 karya anaknya, M. Rayyan Rabbani, ini sudah memperoleh penghargaan dua kali. “Awards dari Ourdream pallet dengan judul karya Sun and Water dan karya unik Kebagiaanmu membuatku tersenyum yang berbentuk palet lukis,” kata Riyanto melalui pesan WhatsApp pada Ahad, 20 September 2026. 

Rayyan, sapaan akrab, M.Rayyan Rabbani adalah siswa kelas 5 ICP SDNU 1 Trate Gresik sekaligus santri Ponpes Roudlotut Tholibin Islamiyah asuhan KH.Chotib Hambari.

Rayyan mengikuti jejak orang tuanya, Muhammad Riyanto juga pelukis kaligrafi Indonesia yang juga lolos kurasi pada pameran Lukisan Kaligrafi dalam rangka MTQ Nasional ke-XXXI DI Kota Semarang.

Dua bulan terakhir ini, aktivitas Rayyan cukup sibuk. Sebab, ia mengikuti sejumlah event pameran lukisan di beberapa kota di Indonesia. Pada Agustus 2026, Rayyan mengikuti pameran di Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Jakarta. Pameran dibuka Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman. 

Kemudian di event ArtJog karya Rayyan berjudul My Truck menarik minat pencinta kaligrafi. “Alhamdulillah setelah lukisanku terjual aku langsung beli peralatan cat dan kanvas buat karyaku ke depan,” kata Riyanto menirukan ucapan Rayyan. 

Rayyan terus berproses. Pencinta kaligrafi menunggu ide-ide goresan tangan dari siswa kelas 5 ICP SDNU 1 Trate Gresik ini. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Ini Sosok Rayyan, Pelukis Kaligrafi Cilik, Karyanya Raih Apresiasi Khattat Internasional  Selengkapnya

Jargas 7.363 SR di Menganti, Gresik Siap Layani Warga

GRESIK,1minute.id – Pembangunan jaringan gas bumi (Jargas) untuk rumah tangga di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik rampung. 100 persen. Ada 7.363 Sambungan Rumah (SR) tersebar di enam desa, yakni Domas, Bringkang, Boteng, Putatlor, Gadingwatu, dan Sidojangkung, dan kini menunggu pengoperasian.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan, terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia atas dukungan program sambungan Jargas gratis bagi masyarakat Menganti. Menurutnya, program tersebut diusulkan Pemkab Gresik karena kebutuhan energi masyarakat dan aktivitas UMKM di wilayah tersebut cukup besar.

“Kita mengusulkan ini karena ingin menghemat biaya masyarakat. Penggunaan LPG tabung dikonversi menjadi gas alam yang tarifnya lebih murah,” ujar Fandi Akhmad Yani saat mendampingi Kepala Staf Presiden Dudung Abdurachman dmengecek kesiapan Jargas di Desa Domas pada Jumat, 18 September 2026.

Menganti, kata Bupati Yani, memiliki banyak UMKM yang membutuhkan energi untuk produksi, mulai dari usaha kecambah di Desa Hulaan, pemotongan ayam di Desa Mboro, hingga industri logam di Laban.

“Terutama bagi UMKM. Mereka sangat membutuhkan gas untuk kegiatan produksi. Lebih efektif dan lebih murah menggunakan jaringan gas ini,” kata mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Ia berharap Jargas segera dioperasikan dengan tarif yang terjangkau dan disosialisasikan secara jelas kepada masyarakat. Pemkab Gresik juga mendorong agar pengembangan jaringan dapat dilanjutkan ke desa-desa lainnya.

“Dua atau tiga tahun lalu kita membangun di Kecamatan Cerme, sekarang bergeser ke Menganti. Mudah-mudahan kita bisa mengajukan lagi untuk desa yang lain,” ujarnya.

Ia menambahkan, dukungan Pemkab Gresik telah diberikan sejak proses pembangunan, termasuk perizinan karena jaringan melintasi jalan kabupaten, dukungan sarana prasarana, serta sosialisasi bersama pemerintah desa. “Ini sudah kita lakukan, tinggal operasionalnya,” tutur Bupati Yani.

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengatakan, peninjauan tersebut merupakan bagian dari pengawalan program prioritas nasional, khususnya dalam mendorong kemandirian energi dan mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor.

Secara nasional, pembangunan Jargas 2025-2026 ditargetkan mencapai 119.379 sambungan rumah di 15 kabupaten/kota. Untuk Gresik, jaringan yang dibangun mencapai 7.363 SR.

Dudung mengatakan sejumlah persyaratan yang sebelumnya menjadi bagian dari proses menuju pengoperasian telah diselesaikan, termasuk persetujuan lingkungan dan rekomendasi teknis. Ia mendorong percepatan penetapan badan usaha pengelola, perizinan niaga gas, kepastian alokasi gas, serta penyiapan tarif yang terjangkau.

“Pembangunan adalah separuh pekerjaan. Separuh lainnya adalah memastikan jaringan ini melayani masyarakat setiap hari,” ujarnya.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Jargas Kementerian ESDM Agung Kuswandono mengapresiasi dukungan Pemkab Gresik dalam pembangunan Jargas, khususnya dalam perizinan dan aspek sosial di masyarakat.

Menurut Agung, Gresik memiliki peluang untuk terus mengembangkan Jargas karena merupakan wilayah penghasil gas dan memenuhi kriteria pengembangan jaringan gas.

“Memungkinkan untuk kita kembangkan lagi. Selain dukungan Pemerintah Daerah yang bagus, Gresik ini penghasil gas dan memenuhi kriteria untuk pengembangan Jargas,” ujarnya.

Sebelum pembangunan tahap ini, jaringan gas di Kabupaten Gresik telah mencapai 10.895 SR yang tersebar di Kecamatan Cerme, Gresik, Manyar dan Kebomas. Pemkab Gresik juga telah mengusulkan perluasan potensi pelanggan Jargas di Kecamatan Menganti hingga 14.823 SR kepada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi pada Januari 2026.

Bagi warga, kehadiran Jargas diharapkan memberikan kemudahan sekaligus kepastian akses energi. Salah seorang warga Desa Domas berharap tarif Jargas tetap terjangkau dan infrastruktur mendapat perawatan secara berkelanjutan.

“Dengan adanya gas ini kita merasa lebih ringan. Harapan warga, harganya tetap murah, bukan hanya di awal tetapi seterusnya,” ujarnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Jargas 7.363 SR di Menganti, Gresik Siap Layani Warga Selengkapnya

238 Proyek Konstruksi di Gresik Jadi Sorotan, Pemkab Wajibkan Jaminan BPJS Ketenagakerjaan

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Saat ini ada 238 pekerjaan konstruksi di Kabupaten Gresik yang menjadi perhatian.

Setiap pekerja yang terlibat dalam proyek pemerintah, termasuk yang bekerja melalui penyedia jasa, didorong untuk mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ikhtiar itu dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Akselerasi Universal Coverage Jamsostek melalui Perlindungan Pekerja Jasa Konstruksi dan Mitra OPD bertema “Menguatkan Sinergi Lintas Sektor demi Perlindungan Tenaga Kerja dan Kepatuhan Regulasi di Kabupaten Gresik.”

Sekda: Kepesertaan BPJS Wajib Dipastikan

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman mengatakan, perlindungan jaminan sosial merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah. Karena itu, perlindungan perlu dipastikan tidak hanya bagi pekerja di lingkungan pemerintah daerah, tetapi juga mereka yang terlibat melalui penyedia jasa.

“Kalau ada konstruksi, pekerja dari konstruksi dan pekerja yang terlibat dalam proyek pemerintah melalui penyedia jasa, baik konsultan maupun jasa lainnya, ini penting untuk kita dukung. Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaannya harus dipastikan,” ujar Washil pada Kamis, 17 September 2026.

Menurut Sekda, 238 pekerjaan konstruksi itu mencakup pembangunan jalan poros desa, jalan lingkungan dan jalan kabupaten, sektor perumahan dan kawasan permukiman, pembangunan fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan Pustu, serta sarana pendidikan.

Banyaknya proyek membuat aspek perlindungan pekerja perlu diperhatikan sejak pelaksanaan hingga proses pembayaran kepada penyedia jasa. “Pada tahapan pembayaran pekerjaan konstruksi, kepesertaan pekerja di perusahaan tersebut harus menjadi perhatian dan dipastikan sesuai dengan ketentuan BPJS Ketenagakerjaan,” tegasnya.

Baru 20 dari 50 OPD Daftarkan Pekerja

Selain pekerja konstruksi, perhatian serupa diberikan kepada tenaga outsourcing, tenaga kebersihan, tenaga keamanan, tenaga pendukung pelayanan, serta pekerja yang terlibat dalam proyek pemerintah melalui penyedia jasa lainnya.

Sekda menegaskan, pemenuhan jaminan sosial bukan hanya tugas satu perangkat daerah. “Ini bukan hanya tanggung jawab Dinas Tenaga Kerja atau BKPSDM, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Dari sekitar 50 OPD, baru sekitar 20 OPD yang telah menginformasikan atau mendaftarkan tenaga kerjanya kepada BPJS Ketenagakerjaan. Sekda meminta data segera direkonsiliasi.

Kejar Target 55 Persen di 2026

Upaya memperluas perlindungan sejalan dengan target universal coverage jaminan sosial ketenagakerjaan Kabupaten Gresik 55 persen pada 2026.

Untuk mengejar target, Pemkab juga memperluas kepesertaan dari guru ngaji, marbot, penjaga makam, dan pelaku UMKM. Tambahan kepesertaan dari kelompok tersebut mencapai sekitar 13.942 orang.

“Dalam tiga bulan ke depan, ini akan kita maksimalkan untuk mengejar capaian 55 persen. Kemudian pada 2027 targetnya lebih tinggi lagi, dalam RPJMD berada di angka 59 persen,” ujar Sekda.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Gresik Purwantono mengatakan masih ada sekitar 100.000 tenaga kerja yang perlu diperluas perlindungannya untuk mendukung target 55 persen tersebut. “Harapannya kegiatan ini dapat meningkatkan universal coverage di Kabupaten Gresik,” ujarnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

238 Proyek Konstruksi di Gresik Jadi Sorotan, Pemkab Wajibkan Jaminan BPJS Ketenagakerjaan Selengkapnya

HUT ke-81 PMI di Gresik, Bupati Gus Yani Ajak Kolaborasi Atasi Krisis Air Bersih 

GRESIK,1minute.id – Palang Merah Indonesia (PMI) genap berusia 81 tahun. Di Kabupaten Gresik, peringatan PMI dipusatkan di Lapangan Pusdiklat PMI, Bunder Asri, Kecamatan Kebomas pada Kamis,17 September 2026.

Peringatan dihadiri di antaranya, Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo dan  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Pada kesempatan itu, Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani mengajak berkolaborasi dengan semua stakeholder untuk mengantisipasi dampak musim kemarau, khususnya kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah.

Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, Pemkab Gresik terus memantau laporan masyarakat terkait wilayah yang mengalami kekeringan. Masyarakat dapat menyampaikan informasi melalui kanal pengaduan pemerintah, termasuk Gresik AKAS 112 dan WhatsApp Lapor Gus.

“Beberapa titik sudah memberikan informasi melalui Gresik AKAS 112 maupun Lapor Gus. Salah satunya kemarin di Kecamatan Balongpanggang,” tuturnya.

Menurutnya, kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah telah diantisipasi melalui kolaborasi antara BPBD, PMI, Baznas, serta berbagai unsur masyarakat. Sejumlah partai politik melalui jajaran di tingkat daerah juga turut membantu distribusi air bersih kepada masyarakat.

“Insyaallah kami sudah mempersiapkan kebutuhan air bersih. Ada BPBD, PMI, Baznas, dan teman-teman dari berbagai partai politik yang juga memberikan bantuan air bersih di wilayah Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Ia menyebut, wilayah yang saat ini membutuhkan perhatian antara lain Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang. Sementara beberapa wilayah lain mulai terantisipasi dengan adanya layanan air perpipaan.

Dari sisi anggaran, ia memastikan dukungan untuk penanganan kebutuhan air bersih masih tersedia. Pemkab Gresik juga telah menambah alokasi anggaran melalui perubahan APBD untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat selama musim kemarau.

“Alhamdulillah anggaran masih cukup. Di P-APBD kemarin juga ada tambahan untuk kebutuhan air bersih di musim kemarau ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo menekankan pentingnya kesiapsiagaan relawan dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Ia meminta PMI di kabupaten dan kota memastikan personel dan posko selalu siap serta memperkuat koordinasi dengan BPBD dan instansi terkait.

“Kesiapan relawan harus lebih baik dan lebih handal. Kalau terjadi pengungsian, yang paling utama adalah membantu dapur umum, kemudian evakuasi dan kebutuhan lainnya,” ujar Imam.

Ia juga mengingatkan masyarakat dan relawan untuk mengikuti informasi resmi BMKG terkait perkembangan cuaca dan potensi bencana. “Kesiapan relawan dan kesiapan anggota kita harus selalu siap. Kita bersama-sama dengan instansi terkait dan BPBD akan bisa bergerak bersama-sama,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

HUT ke-81 PMI di Gresik, Bupati Gus Yani Ajak Kolaborasi Atasi Krisis Air Bersih  Selengkapnya

Wabup Alif : Agen Perlinsos Harus Objektif, Jangan Sampai Warga Miskin Tak Masuk Data

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mulai menyiapkan pelaksanaan Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital. Program anyar ini akan melibatkan masyarakat dalam proses pendataan penerima bantuan sosial.

Gagasan ini dibahas dalam rapat koordinasi Program Perlindungan Sosial Digital di Ruang Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 16 September 2026.  Program yang mendorong transformasi bantuan sosial melalui data yang lebih terintegrasi, akses yang lebih mudah, serta penyaluran yang lebih tepat sasaran bagi masyarakat rentan.

Tahap awal dimulai dari pembentukan agen Perlinsos yang berasal dari berbagai unsur yang dekat dengan masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, kader, pendamping sosial, aparatur pemerintah daerah, serta mitra yang telah memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengatakan, keterlibatan organisasi kemasyarakatan dipilih karena sejumlah organisasi memiliki jaringan dan struktur hingga tingkat bawah. Jaringan tersebut dinilai dapat membantu pemerintah menjangkau warga yang selama ini belum masuk dalam data perlindungan sosial.

“Kami berharap agen yang dipilih benar-benar memiliki rasa tanggung jawab dan memahami kondisi masyarakat di lingkungannya. Jangan sampai warga yang memang membutuhkan justru belum masuk data,” kata dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Menurutnya, agen Perlinsos nantinya memiliki dua peran utama, yakni membantu mendaftarkan masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial dan menjalankan mekanisme sanggah terhadap penerima bantuan yang dinilai sudah tidak memenuhi syarat. Kedua tugas tersebut memang tercantum sebagai kewenangan agen dalam materi program Perlinsos Digital.

Wabup Alif menegaskan, mekanisme tersebut bukan untuk menggantikan jalur pendataan formal pemerintah, melainkan melengkapinya melalui partisipasi masyarakat. Pemerintah desa, kecamatan, Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta instansi terkait tetap menjalankan kewenangannya sesuai prosedur.

“Prinsipnya harus objektif, bukan subjektif. Agen bukan penentu kelayakan penerima bantuan. Agen membantu pendataan, memberikan informasi, mendampingi masyarakat, dan menyampaikan sanggahan sesuai mekanisme,” ujarnya.

Ia juga meminta agen tidak menarik pungutan maupun menjanjikan bantuan kepada masyarakat. Edukasi dan pendampingan menjadi bagian penting agar masyarakat memahami proses Perlinsos Digital dan dapat mengikuti prosedur secara benar.

Ia mengatakan, perbaikan data menjadi penting karena jumlah masyarakat yang masuk dalam kelompok Desil 1 sampai Desil 4 di Gresik mencapai 168.909 keluarga atau 530.455 jiwa. Sementara pada periode Juli–September 2026, penerima PKH tercatat 47.048 keluarga dan penerima sembako sebanyak 64.695 keluarga.

“Yang ingin kita lakukan adalah memperbaiki data bersama-sama. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Kami meminta kolaborasi seluruh pihak agar data kemiskinan semakin akurat dan bantuan sosial semakin tepat sasaran,” ungkapnya.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Gresik Ummi Khoiroh mengatakan, rapat koordinasi tersebut sekaligus menjadi langkah awal pembentukan tim pelaksana Perlinsos lintas perangkat daerah dan agen Perlinsos di tingkat masyarakat.

Kabupaten Gresik termasuk dalam 114 kabupaten/kota yang menjadi lokasi tahap kedua uji coba Perlinsos Digital. Program tersebut merupakan pengembangan dari uji coba tahap awal yang melibatkan sejumlah daerah di Indonesia.

“Output yang kami harapkan adalah terbentuknya tim pelaksana lintas OPD dan agen Perlinsos. Melalui agen inilah masyarakat yang membutuhkan dapat dibantu untuk masuk dalam proses pendataan dan pengusulan bantuan sosial,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan partisipatif tersebut diharapkan membuat proses pendataan lebih dekat dengan kondisi riil masyarakat. Terlebih, target Perlinsos Digital mencakup keluarga rentan dan berpenghasilan rendah, warga yang belum terdaftar IKD, penerima bantuan sosial yang tidak lagi memenuhi kriteria, serta warga miskin yang belum memiliki IKD.

Tahapan selanjutnya akan mencakup pembentukan tim percepatan pendataan penduduk miskin, peningkatan pendaftaran IKD melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, sosialisasi kepada masyarakat, serta bimbingan teknis bagi para agen. Materi rapat menempatkan pembentukan tim pada September dan bimbingan teknis agen pada Oktober.

Melalui skema tersebut, Pemkab Gresik berharap partisipasi masyarakat dapat menjadi penguat bagi sistem perlindungan sosial yang sudah berjalan. Tujuannya bukan sekadar menambah jumlah data, tetapi memastikan data yang digunakan pemerintah semakin mencerminkan kondisi warga di lapangan sehingga intervensi bantuan dapat diberikan secara lebih tepat. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Wabup Alif : Agen Perlinsos Harus Objektif, Jangan Sampai Warga Miskin Tak Masuk Data Selengkapnya

Hidayah itu Turun, Isa pun Memeluk Agama Islam

GRESIK,1minute.id – Hidayah itu akhirnya datang. Isa, 40 tahun mantap memilih Islam sebagai agama yang diyakininya. Ikrar dua kalimat syahadat lelaki kelahiran Rembang, Jawa Tengah tinggal di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik dilakukan di di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik pada Sabtu,  12 September 2026.

Ikrar mualaf Isa dipimpin Sekretaris MUI Gresik KH. Muhsin Munhamir. Turut hadir Sekretaris Umum MUI Kabupaten Gresik Makmun, dan Anggota Komisi Pemberdayaan Ekonomi Syariah H. Rasyid Rasminto.

Sebelum membimbing Isa mengucapkan dua kalimat syahadat, KH. Muhsin Munhamir menyampaikan nasihat tentang hidayah Allah yang mengantarkan seseorang menuju jalan kebenaran.Kiai Munhamir mengingatkan, bahwa seseorang yang memperoleh petunjuk dari Allah tidak akan ada yang mampu menyesatkannya. Sebaliknya, orang yang disesatkan Allah tidak akan mendapatkan petunjuk dari siapa pun.

“Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barang siapa disesatkan Allah, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk,” tutur Kiai Munhamir.

Menurutnya, keputusan Isa untuk datang ke Kantor MUI Gresik dan mengikrarkan syahadat merupakan bagian dari perjalanan menuju kebaikan, dan mengajak Isa agar menjadikan momentum tersebut sebagai awal untuk terus belajar dan menjalankan ajaran Islam dengan baik.

“Dari hati nurani menuju agama Islam. Langkah panjenengan dari rumah sampai ke sini termasuk bagian dari ibadah,” ujarnya. Kiai Munhamir juga menyampaikan bahwa setiap orang yang mendapatkan hidayah dan kemudian memilih Islam patut disyukuri. Setelah mengucapkan syahadat, seorang mualaf perlu mendapatkan pendampingan agar semakin mengenal ajaran Islam dan mampu menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kiai Munhamir berpesan agar Isa tidak berhenti pada ikrar syahadat, tetapi terus belajar tentang dasar-dasar keislaman, memperkuat ibadah, serta membangun lingkungan pergaulan yang mendukung prosesnya sebagai seorang muslim.

“Semoga setelah ini panjenengan terus belajar, karena menjadi muslim itu bukan hanya mengucapkan syahadat. Kita harus belajar menjalankan ajaran Islam sedikit demi sedikit,” pesan Kiai Munhamir.

Sementara itu, Isa mengungkapkan bahwa keputusan memeluk Islam lahir dari keyakinan pribadi. Ia menyampaikan tidak ada pihak yang memaksanya untuk memilih Islam. “Yang mendasari saya memilih Islam adalah dari hati nurani saya yang paling terdalam memilih agama Islam,” ungkap Isa.

Ia juga menyampaikan bahwa keyakinannya semakin kuat setelah menemukan pemahaman yang menurutnya memberikan jawaban atas pencarian keagamaannya. Isa menyebut salah satu ayat dalam Al-Quran yang menjadi bagian dari proses tersebut.

“Tidak ada paksaan untuk masuk agama Islam. Saya mendapatkan kebenaran di Surat Al-A’raf ayat 25,” katanya. Setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, Isa mengaku merasakan kebahagiaan. Ia berharap dapat menjalani kehidupan barunya sebagai seorang muslim dengan baik dan meminta doa agar diberikan kekuatan dalam mempelajari serta mengamalkan ajaran Islam.

“Rasanya begitu bahagia. Saya juga minta doanya, semoga bisa menjadi muslim yang baik,” ujar Isa. Momentum ikrar tersebut menjadi awal perjalanan Isa untuk mengenal Islam lebih dalam. Dengan bimbingan dan dukungan lingkungan sekitarnya, ia diharapkan dapat menjalani kehidupan sebagai muslim dengan keyakinan, ketekunan, dan terus meningkatkan pemahaman terhadap ajaran agama. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Hidayah itu Turun, Isa pun Memeluk Agama Islam Selengkapnya

Tambah Pasokan dari Smelter Manyar, Petrokimia Gresik dan Freeport Jaga Keberlanjutan Pupuk Nasional

GRESIK, 1minute.id – PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), bersama MIND ID dan PT Freeport Indonesia (PTFI) memperkuat sinergi penyediaan bahan baku pupuk untuk menjaga keberlanjutan produksi dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Penguatan sinergi tersebut dilakukan melalui rencana peningkatan pasokan asam sulfat dari Smelter Manyar PTFI dibahas dalam pertemuan ketiga perusahaan di Kantor MIND ID, Jakarta pada Rabu, 9 September 2026.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menyampaikan, Petrokimia Gresik saat ini telah memiliki kerja sama dengan PTFI terkait penyediaan dan penyerapan asam sulfat dari PTFI Smelting untuk periode 2026–2028. Seiring telah beroperasinya Smelter Manyar PTFI, kedua perusahaan terus mematangkan rencana peningkatan kerja sama melalui tambahan pasokan bahan baku tersebut.

“Asam sulfat merupakan salah satu bahan baku utama Petrokimia Gresik selain gas alam. Karena itu, kepastian dan keandalan pasokannya sangat penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pupuk. Tambahan pasokan dari dalam negeri akan semakin memperkuat keandalan produksi pupuk nasional, terutama untuk memenuhi penugasan pemerintah dalam penyediaan Pupuk,” ujar Daconi.

Asam sulfat digunakan dalam rantai produksi sejumlah produk pupuk Petrokimia Gresik, antara lain NPK, SP-36, dan ZA. Karena itu, kepastian pasokan bahan baku tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan operasional dan kontinuitas produksi pupuk untuk mendukung produktivitas pertanian serta ketahanan pangan nasional.

Berdasarkan hasil pembahasan dalam pertemuan tersebut, Petrokimia Gresik dan PTFI akan menindaklanjuti dan mengupayakan tambahan pasokan asam sulfat dari Smelter Manyar secara bertahap. Selain tambahan pasokan dari Smelter Manyar, Petrokimia Gresik dan PTFI juga membahas keberlanjutan pasokan asam sulfat dari PTFI Smelting.

Penguatan sumber pasokan dari dalam negeri tersebut diharapkan semakin meningkatkan ketahanan rantai pasok bahan baku Petrokimia Gresik. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari mitigasi risiko disrupsi rantai pasok global, termasuk yang dapat dipengaruhi oleh dinamika dan ketegangan geopolitik, sehingga kontinuitas produksi pupuk untuk mendukung ketahanan pangan nasional dapat tetap terjaga.

Daconi menambahkan, kolaborasi Petrokimia Gresik, MIND ID, dan PTFI juga mencerminkan sinergi antarsektor industri dalam memperkuat ekosistem hilirisasi nasional. Produk hasil hilirisasi mineral PTFI dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bagi industri pupuk yang memiliki peran strategis dalam mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan Indonesia.

Upaya peningkatan sinergi tersebut turut mendapat dukungan MIND ID yang akan memfasilitasi koordinasi tindak lanjut kerja sama PTFI dan Petrokimia Gresik. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong sinergi antar-BUMN, optimalisasi pemanfaatan produk hasil hilirisasi mineral, serta keberlanjutan industri pupuk nasional.

“Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana hilirisasi mineral di dalam negeri dapat memberikan manfaat bagi sektor strategis lainnya. Bagi Petrokimia Gresik, sinergi ini memperkuat keandalan pasokan bahan baku sekaligus meningkatkan ketahanan rantai pasok di tengah dinamika global. Pada akhirnya, kolaborasi ini diharapkan semakin memperkuat industri nasional, mendukung produktivitas pertanian, dan menjaga ketahanan pangan Indonesia,” pungkas Daconi. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Tambah Pasokan dari Smelter Manyar, Petrokimia Gresik dan Freeport Jaga Keberlanjutan Pupuk Nasional Selengkapnya