Bupati Gresik :  Ayo Jadikan Sekolah Tempat Nyaman, Stop Kekerasan Anak

GRESIK,1minute.id – Fonomena kekerasan anak yang terjadi belakangan ini membuat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani prihatin. Stop bullying, kekerasan seksual dan intoleransi di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, anak merupakan tumpuan bagi orang tua dan sebagai generasi penerus bangsa. Anak harus memperoleh perlakuan yang baik dan dilindungi. Sebagaimana diatur dalam Undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 perubahan atas Undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal. Serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi,” kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani saat menghadiri kegiatan ‘Ngobrol Asik Pendidikan’ yang berlangsung di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik pada Senin, 25 September 2023.

Dialog itu dihadiri para guru dan tenaga pendidik (tendik) dalam naungan Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik. Adanya fenomena kekerasan anak, baik yang dilakukan oleh oknum guru ataupun teman sebayanya, menimbulkan dampak yang buruk. Terutama berdampak pada psikologis seorang anak.

“Tentunya, kekerasan menimbulkan trauma pada anak, misalnya menolak pergi ke sekolah,” kata Gus Yani. Oleh karena itu, fenomena seperti ini perlu menjadi perhatian serius dan menjadi pekerjaan rumah yang harus ditangani secara serius. Ada tiga hal yang menjadi perhatian, yakni stop bullying, stop kejahatan seksual dan stop intoleran terhadap anak. 

“Tiga persoalan itu harus tuntas. Formulasinya adalah dengan cara menambah daya kapasitas kita sebagai seorang guru atau tenaga pendidik yang profesional. Utamakan profesionalitas,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Ia melanjutkannperlu tumbuhnya ketegasan yang terukur dari seorang pendidik kepada muridnya. Hal ini juga harus diimbangi dengan kesadaran kita sebagai orang tua. “Kita sebagai orang tua juga memiliki peran yang sama, yakni fungsi kontrol terhadap kepribadian anak. Saya tekankan, bahwa sekolah bukanlah tempat penitipan anak. Namun sekolah adalah tempat menimba ilmu. Jadi semua harus bersinergi, sebab pengembangan karakter anak di rumah juga sangat penting. Jangan sampai ada lagi kekerasan, baik itu berupa kekerasan fisik ataupun kekerasan verbal,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Wakil Bupati Gresik  Aminatun Habibah memberikan warning bahwa jangan ada lagi kejadian kekerasan pada anak. Menurutnya, dengan adanya kasus kekerasan di lingkungan sekolah, sama halnya dengan menodai lembaga pendidikan yang mestinya menjadi tempat untuk belajar yang nyaman.

Menurut Bu Min, sekolah perlu menciptakan kultur yang aman, nyaman dan sehat. Sehingga, siswa bisa berinteraksi dengan baik dengan teman-temannya. Selain itu, Sekolah perlu memberikan sanksi tegas kepada anak yang melakukan bullying. Sehingga, pelaku merasa jera dan tidak melakukan tindakan bullying kembali kepada temannya.

“Peran guru dan orang tua perlu untuk mengajarkan siswa/anak untuk menyelesaikan masalah dengan pendekatan musyawarah bersama, bukan dengan kekerasan dan main hakim sendiri,” pungkas wabup  berlatar pendidik itu. 

Untuk diketahui, dua pekan terakhir dugaan kekerasan yang dialami anak berinisial SAH, 8 tahun menguncang Kabupaten Gresik. Anak kelas 2 sekolah dasar negeri di Kecamatan Menganti itu mengaku mendapat kekerasan fisik. Anak korban mengaku mata dicolok tusuk bakso hingga mengalami penurunan pengelihatan. Sementara polisi telah melakukan melakukan pemeriksaan 47 saksi dan melakukan pemeriksaan kesehatan mata di empat rumah sakit, diantaranya,  RSUD Ibnu Sina Gresik dan Magnetic Resonance Imaging atau MRI di RS PHC Surabaya pada Rabu, 20 September 2023 lalu. 

“Hasilnya, pemeriksaan fisik makro tidak ditemukan kelainan apapun, mulai bekas luka tidak ada,” ujar dr Bambang Tuhariyanto Sp.M, dari RSUD Ibnu Sina Gresik di Mapolres Gresik pada Kamis, 21 September 2023. Bagaimana hasil analisis DVR CCTV yang dilakukan oleh Labfor Polda Jatim? 

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom menjlentrehkan pihak telah melakukan pemeriksaan 47 orang saksi dalam perkara dugaan kekerasan terhadap anak berinisial SAH, 8 tahun itu. “Tidak ada saksi yang melihat dan mengetahui kejadian itu,” kata Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom di Mapolres Gresik pada Kamis, 21 September 2023.

Selain pemeriksaan saksi-saksi, imbuhnya, pihaknya juga meminta bantuan Labfor Polda Jatim untuk melakukan analisa DVR CCTV sekolah. Ada enam kamera pengintai yang dilakukan analisa. Hasilnya? “Enam kamera CCTV yang dipasang di sekolah juga tidak merekam waktu kejadian karena sejak Juni 2023 mati,” jelasnya. (yad)

Bupati Gresik :  Ayo Jadikan Sekolah Tempat Nyaman, Stop Kekerasan Anak Selengkapnya

Sambut Ulang Tahun Emas,Program Petrokimia Gresik Bakti Guru Bagikan Ratusan Kacamata Gratis

GRESIK,1minute.id – Ratusan guru semringah pada Selasa, 24 Mei 2022m8. Sebab, mereka mendapatkan kacamata gratis. Kacamata gratis bagian dari program Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL)  Petrokimia Gresik kepada para guru di sekitar perusahaan. Program Petrokimia Gresik Bakti Guru dipusatkan di Rumah Sakit Grha Husada Gresik. Sebelum mendapatkan kacamata gratis, ratusan guru itu menjalani pemeriksaan mata. 

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Budi Wahju Soesilo usai menyaksikan langsung pemeriksaan mata di Poli Mata Grha Husada menyampaikan kondisi pandemi mengharuskan kegiatan pembelajaran dilakukan secara online selama hampir dua tahun. Sehingga aktivitas para guru pun banyak dihabiskan di hadapan layar komputer, laptop maupun perangkat elektronik lainnya.

“Untuk itu, Petrokimia Gresik memberikan layanan pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis agar kesehatan mata para guru tetap terjaga. Dengan demikian kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berjalan optimal,”tandas Soesilo di hadapan para guru.
Untuk diketahui Menteri BUMN Erick Thohir dalam beberapa kesempatan, bahwa program TJSL BUMN harus difokuskan pada tiga sektor yakni Pendidikan, UMKM dan Lingkungan Hidup.

Oleh karena itu, Petrokimia Gresik sebagai perusahaan Solusi Agroindustri bagian dari BUMN PT Pupuk Indonesia (Persero) juga turut andil memberikan kontribusinya untuk ketiga sektor tersebut. Total ada 130 guru dari sebelas Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Luar Biasa (SLB) di sekitar perusahaan yang mengikuti kegiatan ini. Mereka mendapatkan pemeriksaan dari dokter spesialis mata RS Grha Husada serta kacamata sesuai dengan hasil pemeriksaan. 

“Kami telah berkoordinasi dengan pihak sekolah dalam melakukan pendataan para guru, sehingga bantuan ini diterima oleh guru yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya. Lebih lanjut Soesilo mengungkapkan bahwa, kegiatan yang merupakan rangkaian program Kampung Sehat ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Golden Anniversary Petrokimia Gresik yang jatuh pada 10 Juli mendatang sekaligus memperingati Hari Pendidikan Nasional di bulan Mei ini.

Tahun ini merupakan tahun kedua Petrokimia Gresik memberikan layanan pemeriksaan mata dan kacamata gratis untuk dunia pendidikan. Tahun lalu, Petrokimia Gresik dalam program “100 Mata Ceria” juga memberikan layanan pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis untuk siswa tingkat sekolah dasar yang ada di sekitar perusahaan.

“Kegiatan ini menjadi wujud Bakti Petrokimia Gresik terhadap para guru, karena guru merupakan lentera ilmu bagi semua anak didiknya dan menjadi penentu masa depan bangsa,”terang Soesilo. Di tempat yang sama,

Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Gresik Lina Nur Aziz mengapresiasi layanan kesehatan mata gratis yang diberikan kepada 30 guru SLB AB Kemala Bhayangkari Gresik. Karena layanan ini dapat membantu optimalisasi kegiatan di sekolah.”Semoga layanan ini dapat ditingkatkan, sehingga penerima maanfaat semakin banyak lagi, dan kegiatan pendidikan di Gresik semakin maju,”ujarnya.

Terpisah, Kepala SLB AB Kemala Bhayangkari Gresik Dede Indawati sekaligus penerima layanan kesehatan mata gratis berterimakasih atas kepedulian Petrokimia Gresik terhadap dunia pendidikan. Menurutnya, layanan pemeriksaan mata ini sangat bermanfaat, dan jarang mendapat perhatian dari lembaga lain.”Dengan mata yang sehat, kegiatan apapun, termasuk tanggung jawab guru mencerdaskan anak didik akan berjalan dengan baik,”ujar Dede. (yad)

Sambut Ulang Tahun Emas,Program Petrokimia Gresik Bakti Guru Bagikan Ratusan Kacamata Gratis Selengkapnya

Kabar Gembira, Senin Besok, Bantuan Guru Non PNS, Tenaga Kependidikan dan Marbut Cair

GRESIK,1minute.id –  Kabar gembira bagi guru, tenaga kependidikan non PNS dan marbut (penjaga masjid) di Gresik. Bila tidak aral melintang pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik akan mencairkan bantuan pada Senin besok, 7 Juni 2021.

Anggaran bantuan kepada 24.404 penerima manfaat itu telah meja badan pendapatan, penggelolaan keuangan dan aset daerah (BPPKAD) Gresik. 

“Sekarang tinggal proses pencairan di BPPKAD. Semoga, Senin besok anggaran bisa dicairkan,”kata Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Gresik Setot Supriyohadi dikonfirmasi telepon genggamnya pada Minggu, 6 Juni 2021.

Sentot mengatakan proses bantuan itu butuh waktu lumayan panjang. Antara peraturan bupati (Perbup), konsultasi ke pemprov Jatim kemudian penetapan calon penerima manfaat oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Sebelum penetapan calon penerima manfaat dilakukan verifikasi sehingga bantuan yang bakal disalurkan itu tepat sasaran. “Jadi, setelah ada penetapan dari Pak Bupati, tinggal proses pencarian,”ujar Sentot. 

Proses pencairan bantuan ini, kata Sentot, dilakukan setelah anggaran dari BPPKAD masuk ke rekening Dinsos. Selanjutnya, pencairan akan dilakukan oleh petugas dinas sosial melalui kecamatan masing-masing kepada penerima manfaat. “Pencairan kepada penerima dilakukan secara tunai. Nominalnya Rp 200 ribu,”katanya. Pemkab Gresik mengalokasikan melalui APBD Gresik 2021 sebesar Rp 5,3 miliar. 

Seperti diberitakan, memasuki hari ke-73 Bupati dan Wakil Bupati Gresik tepatnya 11 Mei 2021 merealisasikan bantuan kepada guru non PNS, TPQ, Marbot, dan tenaga kependidikan lain misalnya staf TU di sekolah, tukang kebun, tukang bersih-bersih dan lainnya. Pencairan dilakukan setelah lebaran karena harus melalui tahapan pemrosesan. (yad)

Kabar Gembira, Senin Besok, Bantuan Guru Non PNS, Tenaga Kependidikan dan Marbut Cair Selengkapnya

Giliran Vaksin untuk Guru, PTM Diperkirakan Juli Nanti


GRESIK,1minute.id – Vaksinasi 1.110 guru berjalan lancar. Vaksin Sinovac untuk tenaga pendidik dan guru ini dipusatkan di UPT SMP Negeri 13 Ujungpangkah pada Rabu, 10 Maret 2021.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar dan Kasdim 0817 Gresik Mayor Inf Sugeng Riyadi memantau langsung vaksinasi untuk guru PAUD, TK, SMP Negeri dan Swasta ini. Akselerasi program vaksin ini sebagai persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Santri-sebutan lain-Pemkab Gresik.

Sebelum divaksin, para guru menjalani sekrining kesehatan. Pemeriksaan tekanan darah dan suhu badan serta riwayat kesehatan.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, vaksinasi kali ini menyasar para guru dan tenaga pendidik. Targetnya, ke depan agar pembelajaran tatap muka bisa segera dilaksanakan.

“Siang hari ini, ini tadi telah kita launching. Hari ini secara bergantian 1.110 di Kecamatan Ujungpangkah sudah tervaksin semua,”kata Wabup Gresik Aminatun Habibah pada Rabu. 10 Maret 2021.

Guru dan tenaga pendidik, imbuh Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah, menjadi profesi yang rentan terhadap penularan virus corona. Karena itu, guru harus diprioritaskan sehingga saat belajar tatap muka sudah bebas Covid.

“Supaya ketemu anak-anak sudah sehat dan bebas dari Covid. Ini kan guru dan tenaga pendidik harus aman dulu,”tambah dia.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Mahin menambahkan jika di Gresik ada 45 ribu guru dan tenaga pendidik mulai jenjang PAUD, TK, SD maupun SMP negeri maupun swasta seluruhnya akan divaksin.

Mahin menyatakan, pihaknya menargetkan pembelajaran tatap muka bisa dilakukan pada Juli 2021. Untuk tahap pertama akan dilakukan simulasi di sejumlah sekolah.

“Kita pastikan sebelum adanya belajar tatap muka dimulai sudah divaksin semua. Nanti secara bergiliran, akan dilakukan secara bertahap. Total seluruh guru ada 45 ribu guru dan tenaga pendidik,” tambahnya. (*)

Giliran Vaksin untuk Guru, PTM Diperkirakan Juli Nanti Selengkapnya

Peserta Didik Kangen Sekolah, Besok Pemkab Vaksinasi Seribu Guru

GRESIK,1minute.id – M.Rizal Umam terlihat serius mengerjakan soal di sebuah warung kopi (warkop) di Kawasan Sunan Giri. Siswa kelas VIII Madrasah Ibtidaiyah (MI) 272 Ahsani di Desa Klangonan, Kecamatan Kebomas, Gresik itu mengerjakan tema 8.

Rizal mengerjakan soal dalam pembelajaran dalam jaringan (daring). “Soal UTS (ujian tengah semester),”ujar Rizal. Sejak naik kelas VI, Rizal belum pernah bertemu dengan temannya. Pagebluk coronavirus disease pembelajaran dilakukan secara daring. “Kapan bisa masuk sekolah,”kata Rizal.

Rizal sebuah fonomena gunung es yang diduga merasa jenuh belajar di rumah. Sudah setahun, pembelajaran tatap muka ditiadakan karena pandemi covid belum berakhir.

Kini, tren penularan virus corona menurun. Vaksin Covid-19 sudah disuntikkan kepada ribuan orang di Kota Gresik. Pemkab Gresik rencananya akan melakukan vaksinasi 1.000 tenaga pendidik pada Rabu besok, 10 Maret 2021.

Vaksinasi dipusatkan di Kecamatan Ujungpangkah, Gresik rencananya akan dihadiri forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Gresik.

UTS : M Rizal Umam mengerjakan UTS di warkop Kompleks Sunan Giri pada Senin, 8 Maret 2021 ( Foto : chusnul cahyadi/1minute.id )

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berharap Covid-19 segera berakhir. “Sehingga bisa kembali beraktivitas lagi,”ujar Gus Yani di kantor Bupati Gresik pada Selasa, 9 Maret 2021.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik Mahin mengatakan, vaksin Sinovac akan disuntikkan kepada 1.000 guru, mulai PAUD, TK, SD dan SMP Negeri dan Swasta. 

Setelah vaksinasi, tambahnya, pihaknya akan mengusulkan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan protokol kesehatan. “Tentu saja, PTM nanti berdasarkan zona yang sesuai dengan peraturan bupati (perbup),”kata Mahin dikonfirmasi 1minute.id melalui telepon genggamnya pada Selaasa, 9 Maret 2021.

Namun, Mahin belum bisa memastikan kapan rencana PTM dimulai. “Kami harap pelaksanaan vaksinasi terhadap tenaga pendidikan ini berjalan lancar, sehingga PTM bisa segera dilaksanakan,” ujarnya. (*)

Peserta Didik Kangen Sekolah, Besok Pemkab Vaksinasi Seribu Guru Selengkapnya